0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan51 halaman

Hukum Bacaan Mad Ṣilah dalam Tajwid

Diunggah oleh

atigaostore
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan51 halaman

Hukum Bacaan Mad Ṣilah dalam Tajwid

Diunggah oleh

atigaostore
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANGKAT AJAR LENGKAP

WA 089519922667
Modul 4.1

MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING

Kubaca Al-Qur’an dengan


Benar berdasar Kaidah Tajwid
Hukum bacaan mad ṣilah

Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM

IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
 Hukum bacaan mad ṣilah
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad ṣilah
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid

Konseptual: Hukum bacaan mad ṣilah

Prosedural: Memahami ketentuan hukum bacaan dan


Mempraktikkan

hukum bacaan Hukum bacaan mad ṣilah

Metakognitif: • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an


sesuai kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Dimensi profil lulusan
 1. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan YME
 2. Kewargaan
 3. Penalaran Kritis
 4. Kreativitas
 5. Kolaborasi
 6. Kemandirian
 7. Kesehatan
 8. Komunikasi
Sarana prasarana 1. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan mad ṣilah video
animasi tentang Hukum bacaan mad ṣilah
2. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,

Buku guru dan siswa Kurikulum Merdeka.


Target peserta didik 32 Peserta didik
Capaian pembelajaran CAPAIAN UMUM
Pada akhir fase D, elemen tajwid, peserta didik mampu
memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad far’i, dan
bacaan gharib agar dapat membiasakan membaca Al-
Qur`an dengan baik dan benar. Pada elemen Al-Qur’an,
peserta didik mampu memahami arti dan isi kandungan
ayat-ayat Al-Qur’an secara Tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia
yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur
dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari
sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada elemen
hadis, peserta didik mampu memahami arti dan isi
kandungan hadis secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat merugikan
diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..

ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat Al-
Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan
dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar,
infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara
dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis secara
tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan rahmat
Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan
Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan akhirat
yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam bemuamalah,
semangat menuntut ilmu agar terwujud pribadi yang
berakhlakul karimah, menghindari sifat sekularisme,
hedonisme, dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:

• Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah


ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
• Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah,
Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al- Qur‟an.
Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr
yang ada dalam al-Qur‟an.
Topik pembelajaran Hukum bacaan mad ṣilah
Praktik pedagogik  Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep
Learning)
Model: PEDATI (Pendekatan, Eksplorasi, Diskusi, Aplikasi,
Tindak Lanjut, Integrasi)
Kemitraan pembelajaran Melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua untuk
mendukung proses belajar peserta didik.
Lingkungan belajar Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman,
menggembirakan dan mendukung eksplorasi serta inovasi
peserta didik
Pemanfaatan digital Menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan
interaksi pembelajaran, baik secara daring maupun luring
Juga sebagai sumber belajar murid dalam mencari referensi.

a) Video animasi tentang Hukum bacaan mad ṣilah (sumber


daring terpercaya).

Artikel tentang aplikasi materi tentang Hukum bacaan mad ṣilah


dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke.. 3 X 40 menit (3 JP)
1. Pendahuluan (Pendekatan) (10 menit)
 Orientasi dan
motivasi
Aktivitas guru :
 Menyapa siswa, memeriksa kehadiran.
 Menayangkan video pendek tentang Hukum bacaan
mad ṣilah
 Mengajukan pertanyaan:


 Menjawab pertanyaan guru berdasarkan
pengalaman.
 Menonton video dan mencatat poin penting.

 Menggali
pengetahuan 2. Eksplorasi (20 menit)
awal  Guru menampilkan gambar terkait materi Hukum
bacaan mad ṣilah sebagai pemantik

 G
uru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
 Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad ṣilah

 Mengembangk 3. Diskusi (30 menit)


an Aktivitas guru :
pemahaman  Guru meminta siswa menyimak materi Hukum
bacaan mad ṣilah
 Siswa secara aktif menyimak dan melakukan tanya
jawab berkenan dengan materi tersebut
 Guru mengamati keaktifan siswa menggunakan
observasi.

 Menerapkan 4. Aplikasi (30 menit)


konsep  Siswa secara aktif berdiskusi terkait materi
tersebut
 Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
 Guru meminta siswa untuk mendiskusikan terkait
materi Hukum bacaan mad ṣilah


 Siswa secara aktif melakukan diskusi kelompok
 Guru mengamati jalannya diskusi kelompok
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas
 Penguatan dan 5. Tindak Lanjut (20 menit)
remedial Aktivitas guru :
 Memberikan umpan balik pada presentasi kelompok.
 Menjelaskan kembali konsep yang keliru
 Memberikan tugas pengayaan atau remedial
Aktivitas siswa :
 Menerima umpan balik dari guru.
 Menjawab pertanyaan klarifikasi.
 Mencatat tugas pengayaan atau remedial.

 Refleksi 6. Integrasi (10 menit)


 Aktivitas guru :
 Memandu siswa menulis refleksi: “Apa yang saya
pelajari tentang Hukum bacaan mad ṣilah?
 Mengumpulkan refleksi tertulis.
Aktivita siswa :
 Menulis refleksi individu di buku catatan.
 Mengumpulkan refleksi kepada guru.

Assesmen pada Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.


awal pembelajaran

Assesmen pada proses Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
pembelajaran
Pertemuan 3 X 40 menit (3 JP)
Remedial dan Pengayaan  Remedial: Siswa yang belum mencapai KKTP
diberikan tugas tambahan berupa membuat
ringkasan materi Hukum bacaan mad ṣilah
Pengayaan: Siswa yang telah menguasai materi diminta membuat
infografis tentang Hukum bacaan mad ṣilah
Bahan Bacaan Peserta Didik - Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi
dan Guru tentang Hukum bacaan mad ṣilahdari berbagai media
atau website resmi di bawah naungan Kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
- Buku Panduan Guru dan peserta didik

………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran

………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………

Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
1. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
2. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
3. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
1. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
2. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
3. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad ṣilah untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
 Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2.
Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3.
Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
4.
 Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad ṣilah

2. Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan dalam 5 menit.


3. Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 30 poin).
Output: Guru memahami tingkat pengetahuan awal siswa untuk menyesuaikan kedalaman materi.
2. Asesmen Proses
Tujuan: Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama kegiatan pembelajaran.
Waktu: Selama eksplorasi, diskusi, dan aplikasi (80 menit).
Bentuk Asesmen: Observasi sikap, penilaian LKS kelompok, dan penilaian presentasi diskusi.
Instrumen:
 Observasi Sikap
o Aspek Dinilai: Keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi dalam kelompok.
o Teknik: Guru mengamati siswa selama diskusi menggunakan lembar observasi.
o Lembar Observasi:
Nama Siswa Keaktifan (1-5) Kerja Sama (1-5) Tanggung Jawab (1-5) Catatan
Siswa 1
Siswa 2
...
o Skala: 1 (Kurang) – 5 (Sangat Baik)
o Penilaian: Rata-rata skor per siswa (maksimal 15 poin).
 Penilaian LKS Kelompok
o Aspek Dinilai: Kelengkapan dan kebenaran jawaban LKS tentang:

 Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid


 Hukum bacaan mad ṣilah
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad ṣilah
 • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah Ilmu Tajwid
 • Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
o Teknik: Guru memeriksa LKS yang diisi setiap kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (8 poin) Skor 3 (6 poin) Skor 2 (4 poin) Skor 1 (2 poin)
Semua jawaban
Sebagian besar Beberapa jawaban Jawaban sangat
Kelengkapan lengkap dan
jawaban lengkap kurang lengkap tidak lengkap
relevan
Semua jawaban Sebagian besar Beberapa jawaban Banyak jawaban
Kebenaran
benar jawaban benar salah salah
o Total skor maksimal: 16 poin per kelompok.
 Penilaian Presentasi Diskusi
o Aspek Dinilai: Kejelasan penyampaian, ketepatan isi, dan kerja sama tim.
o Teknik: Guru menilai presentasi hasil diskusi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 3 (7.5 poin) Skor 2 (5 poin) Skor 1 (2.5 poin)
Penyampaian Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
sangat jelas cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Ketepatan Isi sangat tepat
Isi cukup tepat Isi kurang tepat Isi tidak relevan
Isi dan relevan
Sebagian besar
Kerja Sama Semua anggota Beberapa Hanya satu
anggota
Tim berkontribusi anggota pasif anggota aktif
berkontribusi
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
Output: Guru mendapatkan gambaran keterlibatan siswa dan kemajuan pemahaman untuk umpan balik langsung.
3. Asesmen Akhir
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
Waktu: Aplikasi dan internalisasi (40 menit).
Bentuk Asesmen: Penilaian laporan pengamatan, refleksi tertulis, dan soal numerasi.
Instrumen:
 Penilaian Laporan Pengamatan
o Aspek Dinilai: Kelengkapan, kejelasan, dan kreativitas laporan hasil pengamatan presentasi kelas
o Teknik: Guru memeriksa laporan tertulis dan menilai presentasi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 3 (7.5 Skor 1 (2.5
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 2 (5 poin)
poin) poin)
Laporan mencakup
Laporan cukup Laporan kurang Laporan sangat
Kelengkapan semua aspek
lengkap lengkap tidak lengkap
pengamatan
Penyampaian sangat Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
jelas dan terstruktur cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Laporan disajikan
Laporan Laporan Laporan asal-
Kreativitas dengan ide kreatif
standar monoton asalan
(misalnya, grafik)
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
 Penilaian Refleksi Tertulis
o Aspek Dinilai: Kedalaman refleksi dan relevansi dengan tema.
o Teknik: Siswa menulis refleksi dengan panduan:
 Apa yang saya pelajari tentang Hukum bacaan mad ṣilahhari ini?
o Rubrik Penilaian:
Skor 2 (2.5 Skor 1 (1.25
Kriteria Skor 4 (5 poin) Skor 3 (3.75 poin)
poin) poin)
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi sangat
Kedalaman Refleksi dangkal
mendalam mendalam dangkal
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi kurang Refleksi tidak
Relevansi
relevan relevan relevan relevan
o Total skor maksimal: 10 poin per siswa.
 Penilaian Soal Numerasi
o Aspek Dinilai: Kemampuan mengolah data
o Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan setelah selesai.
o Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 10 poin).
Output: Guru mengetahui tingkat pencapaian kompetensi untuk menentukan remedial atau pengayaan.
XIII. Rekapitulasi Penilaian
Jenis Asesmen Instrumen Bobot (%) Skor Maksimal
Asesmen Awal Kuis singkat 10% 30 poin
Asesmen Proses Observasi sikap 15% 15 poin
LKS kelompok 15% 16 poin
Presentasi diskusi 20% 30 poin
Asesmen Akhir Laporan pengamatan 25% 30 poin
Refleksi tertulis 10% 10 poin
Soal numerasi 5% 10 poin
Total 100% 141 poin
Konversi Nilai:
 Nilai akhir = (Total skor siswa / 141) × 100
 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP): 75
XIV. Tindak Lanjut
1. Berdasarkan Asesmen Awal:
o Jika ≥50% siswa belum memahami konsep Hukum bacaan mad ṣilah, guru memberikan penjelasan
tambahan selama eksplorasi.
o Jika mayoritas siswa sudah paham, guru memperdalam materi dengan contoh lokal
2. Berdasarkan Asesmen Proses:
o Guru memberikan umpan balik kepada kelompok yang kurang aktif atau memiliki jawaban kurang
tepat.
o Siswa dengan sikap positif diberi penghargaan verbal.
3. Berdasarkan Asesmen Akhir:
o Siswa yang belum mencapai KKTP diberi tugas remedial
o Siswa yang mencapai KKTP diberi tugas pengayaan
XV. Catatan Guru
 Pastikan semua siswa berkontribusi dalam kelompok, terutama siswa pasif.
 Catat siswa yang memerlukan bimbingan tambahan untuk pemahaman atau keterampilan numerasi.
 Simpan hasil asesmen sebagai dokumentasi evaluasi.
 Hubungkan materi dengan konteks lokal Sangatta, seperti dampak pembakaran bahan bakar industri.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


Mata Pelajaran: ………
Kelas/Semester: …./GENAP
Tema: Hukum bacaan mad ṣilah
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru:
Sekolah:

I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3

II. Lembar Kerja Siswa (LKS)


Petunjuk Umum:
1. Kerjakan LKS ini secara berkelompok (4 orang per kelompok).
2. Diskusikan setiap pertanyaan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban.
3. Tulis jawaban dengan jelas dan rapi di lembar yang disediakan.
4. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
5. Waktu pengerjaan: 25 menit.
Nama Kelompok: ___________________________
Anggota Kelompok:
1.
2.
3.
4.

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN BENAR


1
2
3

III. Penilaian

JUMLAH SKOR SISWA X 100


5 X JUMLAH SOAL

Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca

IV. Kunci Jawaban LKS

 1
 2
 3

V. Catatan Guru
 Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
 Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
 Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
 Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
 Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan

KARTU SOAL DAN ANALISIS SOAL


Mata Pelajaran:
Kelas/Semester: ………
Tema: Hukum bacaan mad ṣilah
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru: …………………………………..
Sekolah: …………………………………..

II. Analisis Soal


A. Tujuan Analisis
1. Mengevaluasi kualitas soal berdasarkan tingkat kesulitan, relevansi dengan tujuan pembelajaran, dan distribusi
kompetensi.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan soal untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan siswa kelas IX
(32 orang).
3. Memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas soal dalam mengukur pencapaian
pembelajaran mendalam menggunakan model PEDATI.
B. Distribusi Kompetensi dan Level Kognitif
No Soal Kompetensi Dasar Indikator Jenis Soal Level Kognitif Proporsi
Analisis:
 Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung pembelajaran holistik
yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
 Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan porsi analisis yang
cukup untuk mendorong berpikir kritis.
 Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad ṣilah, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
1
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
2
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
3 Sulit
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
 Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk menjawab
sambil menantang kemampuan analisis.
 Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah memahami
materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
1. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
2. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
3. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al-
Qur‟an.
4. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an..
Analisis:
 Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
 Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
 Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
1. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
2. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
3. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan pengalamannya
4. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
5. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
1. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
2. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
1. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk mengukur sikap,
2. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad ṣilah
3. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan pengamatan
(tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat kesulitan yang sesuai,
dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal
Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas.
Dengan perbaikan, soal ini dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai
KKTP (75).
III. Catatan Guru
 Gunakan kartu soal untuk dokumentasi dan evaluasi pembelajaran.
 Simpan hasil analisis untuk merancang soal berikutnya dengan fokus pada kelemahan yang ditemukan.
 Libatkan siswa dalam diskusi pasca-LKS untuk memperkuat pemahaman dan sikap peduli lingkungan.
 Dokumentasikan hasil asesmen LKS untuk evaluasi kemajuan siswa.
Modul 4.2

MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING

Kubaca Al-Qur’an dengan


Benar berdasar Kaidah Tajwid
Hukum bacaan mad badal

Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM

IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
 Hukum bacaan mad badal
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad badal
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid

Konseptual: Hukum bacaan mad badal

Prosedural: Memahami ketentuan hukum bacaan dan


Mempraktikkan

hukum bacaan Hukum bacaan mad badal

Metakognitif: • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an


sesuai kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Dimensi profil lulusan
 1. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan YME
 2. Kewargaan
 3. Penalaran Kritis
 4. Kreativitas
 5. Kolaborasi
 6. Kemandirian
 7. Kesehatan
 8. Komunikasi

Sarana prasarana 3. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan mad badal
video animasi tentang Hukum bacaan mad badal
4. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,

Buku guru dan siswa Kurikulum Merdeka.


Target peserta didik 32 Peserta didik
Capaian pembelajaran CAPAIAN UMUM
Pada akhir fase D, elemen tajwid, peserta didik mampu
memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad far’i, dan
bacaan gharib agar dapat membiasakan membaca Al-
Qur`an dengan baik dan benar. Pada elemen Al-Qur’an,
peserta didik mampu memahami arti dan isi kandungan
ayat-ayat Al-Qur’an secara Tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan
dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur
dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari
sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada elemen
hadis, peserta didik mampu memahami arti dan isi
kandungan hadis secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..

ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat
Al-Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut
ilmu agar terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi
yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis
secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan
rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak
di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan
akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat
dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:

• Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah


ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
• Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah,
Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al- Qur‟an.
Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr
yang ada dalam al-Qur‟an.
Topik pembelajaran Hukum bacaan mad badal
Praktik pedagogik  Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep
Learning)
Model: PEDATI (Pendekatan, Eksplorasi, Diskusi, Aplikasi,
Tindak Lanjut, Integrasi)
Kemitraan pembelajaran Melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua untuk
mendukung proses belajar peserta didik.
Lingkungan belajar Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman,
menggembirakan dan mendukung eksplorasi serta inovasi
peserta didik
Pemanfaatan digital Menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan
interaksi pembelajaran, baik secara daring maupun luring
Juga sebagai sumber belajar murid dalam mencari
referensi.

b) Video animasi tentang Hukum bacaan mad badal (sumber


daring terpercaya).

Artikel tentang aplikasi materi tentang Hukum bacaan mad badal


dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke.. 3 X 40 menit (3 JP)
7. Pendahuluan (Pendekatan) (10 menit)
 Orientasi dan
motivasi
Aktivitas guru :
 Menyapa siswa, memeriksa kehadiran.
 Menayangkan video pendek tentang Hukum bacaan
mad badal
 Mengajukan pertanyaan:
 Menjawab pertanyaan guru berdasarkan
pengalaman.
 Menonton video dan mencatat poin penting.

 Menggali
pengetahuan 8. Eksplorasi (20 menit)
awal  Guru menampilkan gambar terkait materi
Hukum bacaan mad badal sebagai pemantik
 Guru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
 Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad badal

 Mengembangka 9. Diskusi (30 menit)


n pemahaman Aktivitas guru :
 Guru meminta siswa menyimak materi Hukum
bacaan mad badal
 Siswa secara aktif menyimak dan melakukan tanya
jawab berkenan dengan materi tersebut
 Guru mengamati keaktifan siswa menggunakan
observasi.

 Menerapkan [Link] (30 menit)


konsep  Siswa secara aktif berdiskusi terkait materi
tersebut
 Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
 Guru meminta siswa untuk mendiskusikan terkait
materi Hukum bacaan mad badal


 Siswa secara aktif melakukan diskusi kelompok
 Guru mengamati jalannya diskusi kelompok
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas

 Penguatan dan [Link] Lanjut (20 menit)


remedial Aktivitas guru :
 Memberikan umpan balik pada presentasi kelompok.
 Menjelaskan kembali konsep yang keliru
 Memberikan tugas pengayaan atau remedial
Aktivitas siswa :
 Menerima umpan balik dari guru.
 Menjawab pertanyaan klarifikasi.
 Mencatat tugas pengayaan atau remedial.

 Refleksi [Link] (10 menit)


 Aktivitas guru :
 Memandu siswa menulis refleksi: “Apa yang saya
pelajari tentang Hukum bacaan mad badal?
 Mengumpulkan refleksi tertulis.
Aktivita siswa :
 Menulis refleksi individu di buku catatan.
 Mengumpulkan refleksi kepada guru.

Assesmen pada Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.


awal pembelajaran
Assesmen pada proses Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
pembelajaran

Pertemuan 3 X 40 menit (3 JP)


Remedial dan Pengayaan  Remedial: Siswa yang belum mencapai KKTP
diberikan tugas tambahan berupa membuat
ringkasan materi Hukum bacaan mad badal
Pengayaan: Siswa yang telah menguasai materi diminta
membuat infografis tentang Hukum bacaan mad badal
Bahan Bacaan Peserta Didik - Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai
dan Guru informasi tentang Hukum bacaan mad badaldari
berbagai media atau website resmi di bawah naungan
Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan
teknologi.
- Buku Panduan Guru dan peserta didik

………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran

………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
4. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
5. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
6. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
4. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
5. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
6. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad badal untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
 Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
 Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad badal

2. Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan dalam 5 menit.


3. Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 30 poin).
Output: Guru memahami tingkat pengetahuan awal siswa untuk menyesuaikan kedalaman materi.
2. Asesmen Proses
Tujuan: Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama kegiatan pembelajaran.
Waktu: Selama eksplorasi, diskusi, dan aplikasi (80 menit).
Bentuk Asesmen: Observasi sikap, penilaian LKS kelompok, dan penilaian presentasi diskusi.
Instrumen:
 Observasi Sikap
o Aspek Dinilai: Keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi dalam kelompok.
o Teknik: Guru mengamati siswa selama diskusi menggunakan lembar observasi.
o Lembar Observasi:
Nama Siswa Keaktifan (1-5) Kerja Sama (1-5) Tanggung Jawab (1-5) Catatan
Siswa 1
Siswa 2
...
o Skala: 1 (Kurang) – 5 (Sangat Baik)
o Penilaian: Rata-rata skor per siswa (maksimal 15 poin).
 Penilaian LKS Kelompok
o Aspek Dinilai: Kelengkapan dan kebenaran jawaban LKS tentang:

 Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid


 Hukum bacaan mad badal
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad badal
 • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah Ilmu Tajwid
 • Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
o Teknik: Guru memeriksa LKS yang diisi setiap kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (8 poin) Skor 3 (6 poin) Skor 2 (4 poin) Skor 1 (2 poin)
Semua jawaban
Sebagian besar Beberapa jawaban Jawaban sangat
Kelengkapan lengkap dan
jawaban lengkap kurang lengkap tidak lengkap
relevan
Semua jawaban Sebagian besar Beberapa jawaban Banyak jawaban
Kebenaran
benar jawaban benar salah salah
o Total skor maksimal: 16 poin per kelompok.
 Penilaian Presentasi Diskusi
o Aspek Dinilai: Kejelasan penyampaian, ketepatan isi, dan kerja sama tim.
o Teknik: Guru menilai presentasi hasil diskusi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 3 (7.5 poin) Skor 2 (5 poin) Skor 1 (2.5 poin)
Penyampaian Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
sangat jelas cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Ketepatan Isi sangat tepat
Isi cukup tepat Isi kurang tepat Isi tidak relevan
Isi dan relevan
Sebagian besar
Kerja Sama Semua anggota Beberapa Hanya satu
anggota
Tim berkontribusi anggota pasif anggota aktif
berkontribusi
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
Output: Guru mendapatkan gambaran keterlibatan siswa dan kemajuan pemahaman untuk umpan balik langsung.
3. Asesmen Akhir
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
Waktu: Aplikasi dan internalisasi (40 menit).
Bentuk Asesmen: Penilaian laporan pengamatan, refleksi tertulis, dan soal numerasi.
Instrumen:
 Penilaian Laporan Pengamatan
o Aspek Dinilai: Kelengkapan, kejelasan, dan kreativitas laporan hasil pengamatan presentasi kelas
o Teknik: Guru memeriksa laporan tertulis dan menilai presentasi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 3 (7.5 Skor 1 (2.5
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 2 (5 poin)
poin) poin)
Laporan mencakup
Laporan cukup Laporan kurang Laporan sangat
Kelengkapan semua aspek
lengkap lengkap tidak lengkap
pengamatan
Penyampaian sangat Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
jelas dan terstruktur cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Laporan disajikan
Laporan Laporan Laporan asal-
Kreativitas dengan ide kreatif
standar monoton asalan
(misalnya, grafik)
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
 Penilaian Refleksi Tertulis
o Aspek Dinilai: Kedalaman refleksi dan relevansi dengan tema.
o Teknik: Siswa menulis refleksi dengan panduan:
 Apa yang saya pelajari tentang Hukum bacaan mad badalhari ini?
o Rubrik Penilaian:
Skor 2 (2.5 Skor 1 (1.25
Kriteria Skor 4 (5 poin) Skor 3 (3.75 poin)
poin) poin)
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi sangat
Kedalaman Refleksi dangkal
mendalam mendalam dangkal
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi kurang Refleksi tidak
Relevansi
relevan relevan relevan relevan
o Total skor maksimal: 10 poin per siswa.
 Penilaian Soal Numerasi
o Aspek Dinilai: Kemampuan mengolah data
o Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan setelah selesai.
o Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 10 poin).
Output: Guru mengetahui tingkat pencapaian kompetensi untuk menentukan remedial atau pengayaan.
XIII. Rekapitulasi Penilaian
Jenis Asesmen Instrumen Bobot (%) Skor Maksimal
Asesmen Awal Kuis singkat 10% 30 poin
Asesmen Proses Observasi sikap 15% 15 poin
LKS kelompok 15% 16 poin
Presentasi diskusi 20% 30 poin
Asesmen Akhir Laporan pengamatan 25% 30 poin
Refleksi tertulis 10% 10 poin
Soal numerasi 5% 10 poin
Total 100% 141 poin
Konversi Nilai:
 Nilai akhir = (Total skor siswa / 141) × 100
 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP): 75
XIV. Tindak Lanjut
4. Berdasarkan Asesmen Awal:
o Jika ≥50% siswa belum memahami konsep Hukum bacaan mad badal, guru memberikan penjelasan
tambahan selama eksplorasi.
o Jika mayoritas siswa sudah paham, guru memperdalam materi dengan contoh lokal
5. Berdasarkan Asesmen Proses:
o Guru memberikan umpan balik kepada kelompok yang kurang aktif atau memiliki jawaban kurang
tepat.
o Siswa dengan sikap positif diberi penghargaan verbal.
6. Berdasarkan Asesmen Akhir:
o Siswa yang belum mencapai KKTP diberi tugas remedial
o Siswa yang mencapai KKTP diberi tugas pengayaan
XV. Catatan Guru
 Pastikan semua siswa berkontribusi dalam kelompok, terutama siswa pasif.
 Catat siswa yang memerlukan bimbingan tambahan untuk pemahaman atau keterampilan numerasi.
 Simpan hasil asesmen sebagai dokumentasi evaluasi.
 Hubungkan materi dengan konteks lokal Sangatta, seperti dampak pembakaran bahan bakar industri.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


Mata Pelajaran: ………
Kelas/Semester: …./GENAP
Tema: Hukum bacaan mad badal
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru:
Sekolah:
I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3

II. Lembar Kerja Siswa (LKS)


Petunjuk Umum:
6. Kerjakan LKS ini secara berkelompok (4 orang per kelompok).
7. Diskusikan setiap pertanyaan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban.
8. Tulis jawaban dengan jelas dan rapi di lembar yang disediakan.
9. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
10. Waktu pengerjaan: 25 menit.
Nama Kelompok: ___________________________
Anggota Kelompok:
5.
6.
7.
8.

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN BENAR


1
2
3

III. Penilaian

JUMLAH SKOR SISWA X 100


5 X JUMLAH SOAL

Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca

IV. Kunci Jawaban LKS

 1
 2
 3

V. Catatan Guru
 Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
 Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
 Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
 Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
 Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan

KARTU SOAL DAN ANALISIS SOAL


Mata Pelajaran:
Kelas/Semester: ………
Tema: Hukum bacaan mad badal
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru: …………………………………..
Sekolah: …………………………………..

II. Analisis Soal


A. Tujuan Analisis
4. Mengevaluasi kualitas soal berdasarkan tingkat kesulitan, relevansi dengan tujuan pembelajaran, dan distribusi
kompetensi.
5. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan soal untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan siswa kelas IX
(32 orang).
6. Memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas soal dalam mengukur pencapaian
pembelajaran mendalam menggunakan model PEDATI.
B. Distribusi Kompetensi dan Level Kognitif
No Soal Kompetensi Dasar Indikator Jenis Soal Level Kognitif Proporsi

Analisis:
 Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung pembelajaran holistik
yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
 Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan porsi analisis yang
cukup untuk mendorong berpikir kritis.
 Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad badal, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
1
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
2
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
3 Sulit
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
 Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk menjawab
sambil menantang kemampuan analisis.
 Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah memahami
materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
5. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
6. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
7. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al-
Qur‟an.
8. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an..
Analisis:
 Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
 Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
 Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
6. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
7. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
8. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan pengalamannya
9. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
10. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
3. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
4. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
4. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk mengukur sikap,
5. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad badal
6. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan pengamatan
(tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat kesulitan yang sesuai,
dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal
Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas.
Dengan perbaikan, soal ini dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai
KKTP (75).

III. Catatan Guru


 Gunakan kartu soal untuk dokumentasi dan evaluasi pembelajaran.
 Simpan hasil analisis untuk merancang soal berikutnya dengan fokus pada kelemahan yang ditemukan.
 Libatkan siswa dalam diskusi pasca-LKS untuk memperkuat pemahaman dan sikap peduli lingkungan.
 Dokumentasikan hasil asesmen LKS untuk evaluasi kemajuan siswa.
Modul 4.3

MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING

Kubaca Al-Qur’an dengan


Benar berdasar Kaidah Tajwid
Hukum bacaan mad tamkin

Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM

IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
 Hukum bacaan mad tamkin
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad tamkin
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid

Konseptual: Hukum bacaan mad tamkin

Prosedural: Memahami ketentuan hukum bacaan dan


Mempraktikkan

hukum bacaan Hukum bacaan mad tamkin

Metakognitif: • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an


sesuai kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Dimensi profil lulusan
 1. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan YME
 2. Kewargaan
 3. Penalaran Kritis
 4. Kreativitas
 5. Kolaborasi
 6. Kemandirian
 7. Kesehatan
 8. Komunikasi

Sarana prasarana 5. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan mad tamkin
video animasi tentang Hukum bacaan mad tamkin
6. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,

Buku guru dan siswa Kurikulum Merdeka.


Target peserta didik 32 Peserta didik
Capaian pembelajaran CAPAIAN UMUM
Pada akhir fase D, elemen tajwid, peserta didik mampu
memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad far’i, dan
bacaan gharib agar dapat membiasakan membaca Al-
Qur`an dengan baik dan benar. Pada elemen Al-Qur’an,
peserta didik mampu memahami arti dan isi kandungan
ayat-ayat Al-Qur’an secara Tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan
dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap
peduli terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap
jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari
sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pada elemen hadis, peserta didik mampu memahami arti
dan isi kandungan hadis secara tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan
dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap
peduli terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap
jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari
sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..

ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat
Al-Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut
ilmu agar terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi
yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis
secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan
rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak
di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan
akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat
dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:

• Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah


ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
• Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah,
Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al- Qur‟an.
Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr
yang ada dalam al-Qur‟an.
Topik pembelajaran Hukum bacaan mad tamkin
Praktik pedagogik  Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep
Learning)
Model: PEDATI (Pendekatan, Eksplorasi, Diskusi, Aplikasi,
Tindak Lanjut, Integrasi)
Kemitraan pembelajaran Melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua untuk
mendukung proses belajar peserta didik.
Lingkungan belajar Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman,
menggembirakan dan mendukung eksplorasi serta inovasi
peserta didik
Pemanfaatan digital Menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan
interaksi pembelajaran, baik secara daring maupun luring
Juga sebagai sumber belajar murid dalam mencari
referensi.

c) Video animasi tentang Hukum bacaan mad tamkin (sumber


daring terpercaya).

Artikel tentang aplikasi materi tentang Hukum bacaan mad tamkin


dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke.. 3 X 40 menit (3 JP)
[Link] (Pendekatan) (10 menit)
 Orientasi dan
motivasi
Aktivitas guru :
 Menyapa siswa, memeriksa kehadiran.
 Menayangkan video pendek tentang Hukum bacaan
mad tamkin
 Mengajukan pertanyaan:
 Menjawab pertanyaan guru berdasarkan
pengalaman.
 Menonton video dan mencatat poin penting.

 Menggali
pengetahuan 14. Eksplorasi (20 menit)
awal  Guru menampilkan gambar terkait materi
Hukum bacaan mad tamkin sebagai pemantik
 Guru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
 Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad tamkin

 Mengembangka [Link] (30 menit)


n pemahaman Aktivitas guru :
 Guru meminta siswa menyimak materi Hukum
bacaan mad tamkin
 Siswa secara aktif menyimak dan melakukan tanya
jawab berkenan dengan materi tersebut
 Guru mengamati keaktifan siswa menggunakan
observasi.

 Menerapkan [Link] (30 menit)


konsep  Siswa secara aktif berdiskusi terkait materi
tersebut
 Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
 Guru meminta siswa untuk mendiskusikan terkait
materi Hukum bacaan mad tamkin
 Siswa secara aktif melakukan diskusi kelompok
 Guru mengamati jalannya diskusi kelompok
 Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas

 Penguatan dan [Link] Lanjut (20 menit)


remedial Aktivitas guru :
 Memberikan umpan balik pada presentasi
kelompok.
 Menjelaskan kembali konsep yang keliru
 Memberikan tugas pengayaan atau remedial
Aktivitas siswa :
 Menerima umpan balik dari guru.
 Menjawab pertanyaan klarifikasi.
 Mencatat tugas pengayaan atau remedial.

 Refleksi [Link] (10 menit)


 Aktivitas guru :
 Memandu siswa menulis refleksi: “Apa yang saya
pelajari tentang Hukum bacaan mad tamkin?
 Mengumpulkan refleksi tertulis.
Aktivita siswa :
 Menulis refleksi individu di buku catatan.
 Mengumpulkan refleksi kepada guru.

Assesmen pada Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.


awal pembelajaran
Assesmen pada proses Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
pembelajaran
Pertemuan 3 X 40 menit (3 JP)
Remedial dan Pengayaan  Remedial: Siswa yang belum mencapai KKTP
diberikan tugas tambahan berupa membuat
ringkasan materi Hukum bacaan mad tamkin
Pengayaan: Siswa yang telah menguasai materi diminta
membuat infografis tentang Hukum bacaan mad tamkin
Bahan Bacaan Peserta Didik - Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai
dan Guru informasi tentang Hukum bacaan mad tamkindari
berbagai media atau website resmi di bawah naungan
Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan
teknologi.
- Buku Panduan Guru dan peserta didik

………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran

………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………

Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
7. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
8. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
9. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
7. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
8. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
9. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad tamkin untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
 Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
 Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad tamkin

2. Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan dalam 5 menit.


3. Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 30 poin).
Output: Guru memahami tingkat pengetahuan awal siswa untuk menyesuaikan kedalaman materi.
2. Asesmen Proses
Tujuan: Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama kegiatan pembelajaran.
Waktu: Selama eksplorasi, diskusi, dan aplikasi (80 menit).
Bentuk Asesmen: Observasi sikap, penilaian LKS kelompok, dan penilaian presentasi diskusi.
Instrumen:
 Observasi Sikap
o Aspek Dinilai: Keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi dalam kelompok.
o Teknik: Guru mengamati siswa selama diskusi menggunakan lembar observasi.
o Lembar Observasi:
Nama Siswa Keaktifan (1-5) Kerja Sama (1-5) Tanggung Jawab (1-5) Catatan
Siswa 1
Siswa 2
...
o Skala: 1 (Kurang) – 5 (Sangat Baik)
o Penilaian: Rata-rata skor per siswa (maksimal 15 poin).
 Penilaian LKS Kelompok
o Aspek Dinilai: Kelengkapan dan kebenaran jawaban LKS tentang:

 Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid


 Hukum bacaan mad tamkin
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad tamkin
 • Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah Ilmu Tajwid
 • Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
o Teknik: Guru memeriksa LKS yang diisi setiap kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (8 poin) Skor 3 (6 poin) Skor 2 (4 poin) Skor 1 (2 poin)
Semua jawaban
Sebagian besar Beberapa jawaban Jawaban sangat
Kelengkapan lengkap dan
jawaban lengkap kurang lengkap tidak lengkap
relevan
Semua jawaban Sebagian besar Beberapa jawaban Banyak jawaban
Kebenaran
benar jawaban benar salah salah
o Total skor maksimal: 16 poin per kelompok.
 Penilaian Presentasi Diskusi
o Aspek Dinilai: Kejelasan penyampaian, ketepatan isi, dan kerja sama tim.
o Teknik: Guru menilai presentasi hasil diskusi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 3 (7.5 poin) Skor 2 (5 poin) Skor 1 (2.5 poin)
Penyampaian Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
sangat jelas cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Ketepatan Isi sangat tepat Isi cukup tepat Isi kurang tepat Isi tidak relevan
Isi dan relevan
Sebagian besar
Kerja Sama Semua anggota Beberapa Hanya satu
anggota
Tim berkontribusi anggota pasif anggota aktif
berkontribusi
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
Output: Guru mendapatkan gambaran keterlibatan siswa dan kemajuan pemahaman untuk umpan balik langsung.
3. Asesmen Akhir
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
Waktu: Aplikasi dan internalisasi (40 menit).
Bentuk Asesmen: Penilaian laporan pengamatan, refleksi tertulis, dan soal numerasi.
Instrumen:
 Penilaian Laporan Pengamatan
o Aspek Dinilai: Kelengkapan, kejelasan, dan kreativitas laporan hasil pengamatan presentasi kelas
o Teknik: Guru memeriksa laporan tertulis dan menilai presentasi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 3 (7.5 Skor 1 (2.5
Kriteria Skor 4 (10 poin) Skor 2 (5 poin)
poin) poin)
Laporan mencakup
Laporan cukup Laporan kurang Laporan sangat
Kelengkapan semua aspek
lengkap lengkap tidak lengkap
pengamatan
Penyampaian sangat Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan
jelas dan terstruktur cukup jelas kurang jelas sangat tidak jelas
Laporan disajikan
Laporan Laporan Laporan asal-
Kreativitas dengan ide kreatif
standar monoton asalan
(misalnya, grafik)
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
 Penilaian Refleksi Tertulis
o Aspek Dinilai: Kedalaman refleksi dan relevansi dengan tema.
o Teknik: Siswa menulis refleksi dengan panduan:
 Apa yang saya pelajari tentang Hukum bacaan mad tamkinhari ini?
o Rubrik Penilaian:
Skor 2 (2.5 Skor 1 (1.25
Kriteria Skor 4 (5 poin) Skor 3 (3.75 poin)
poin) poin)
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi sangat
Kedalaman Refleksi dangkal
mendalam mendalam dangkal
Refleksi sangat Refleksi cukup Refleksi kurang Refleksi tidak
Relevansi
relevan relevan relevan relevan
o Total skor maksimal: 10 poin per siswa.
 Penilaian Soal Numerasi
o Aspek Dinilai: Kemampuan mengolah data
o Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan setelah selesai.
o Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 10 poin).
Output: Guru mengetahui tingkat pencapaian kompetensi untuk menentukan remedial atau pengayaan.
XIII. Rekapitulasi Penilaian
Jenis Asesmen Instrumen Bobot (%) Skor Maksimal
Asesmen Awal Kuis singkat 10% 30 poin
Asesmen Proses Observasi sikap 15% 15 poin
LKS kelompok 15% 16 poin
Presentasi diskusi 20% 30 poin
Asesmen Akhir Laporan pengamatan 25% 30 poin
Refleksi tertulis 10% 10 poin
Soal numerasi 5% 10 poin
Total 100% 141 poin
Konversi Nilai:
 Nilai akhir = (Total skor siswa / 141) × 100
 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP): 75
XIV. Tindak Lanjut
7. Berdasarkan Asesmen Awal:
o Jika ≥50% siswa belum memahami konsep Hukum bacaan mad tamkin, guru memberikan penjelasan
tambahan selama eksplorasi.
o Jika mayoritas siswa sudah paham, guru memperdalam materi dengan contoh lokal
8. Berdasarkan Asesmen Proses:
o Guru memberikan umpan balik kepada kelompok yang kurang aktif atau memiliki jawaban kurang
tepat.
o Siswa dengan sikap positif diberi penghargaan verbal.
9. Berdasarkan Asesmen Akhir:
o Siswa yang belum mencapai KKTP diberi tugas remedial
o Siswa yang mencapai KKTP diberi tugas pengayaan
XV. Catatan Guru
 Pastikan semua siswa berkontribusi dalam kelompok, terutama siswa pasif.
 Catat siswa yang memerlukan bimbingan tambahan untuk pemahaman atau keterampilan numerasi.
 Simpan hasil asesmen sebagai dokumentasi evaluasi.
 Hubungkan materi dengan konteks lokal Sangatta, seperti dampak pembakaran bahan bakar industri.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


Mata Pelajaran: ………
Kelas/Semester: …./GENAP
Tema: Hukum bacaan mad tamkin
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru:
Sekolah:

I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3

II. Lembar Kerja Siswa (LKS)


Petunjuk Umum:
11. Kerjakan LKS ini secara berkelompok (4 orang per kelompok).
12. Diskusikan setiap pertanyaan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban.
13. Tulis jawaban dengan jelas dan rapi di lembar yang disediakan.
14. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
15. Waktu pengerjaan: 25 menit.
Nama Kelompok: ___________________________
Anggota Kelompok:
9.
10.
11.
12.
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN BENAR
1
2
3

III. Penilaian

JUMLAH SKOR SISWA X 100


5 X JUMLAH SOAL

Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca

IV. Kunci Jawaban LKS

 1
 2
 3

V. Catatan Guru
 Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
 Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
 Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
 Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
 Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan

KARTU SOAL DAN ANALISIS SOAL


Mata Pelajaran:
Kelas/Semester: ………
Tema: Hukum bacaan mad tamkin
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru: …………………………………..
Sekolah: …………………………………..

II. Analisis Soal


A. Tujuan Analisis
7. Mengevaluasi kualitas soal berdasarkan tingkat kesulitan, relevansi dengan tujuan pembelajaran, dan distribusi
kompetensi.
8. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan soal untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan siswa kelas IX
(32 orang).
9. Memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas soal dalam mengukur pencapaian
pembelajaran mendalam menggunakan model PEDATI.
B. Distribusi Kompetensi dan Level Kognitif
No Soal Kompetensi Dasar Indikator Jenis Soal Level Kognitif Proporsi

Analisis:
 Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung pembelajaran holistik
yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
 Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan porsi analisis yang
cukup untuk mendorong berpikir kritis.
 Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad tamkin, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
1
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
2
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
3 Sulit
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
 Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk menjawab
sambil menantang kemampuan analisis.
 Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah memahami
materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
9. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
10. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
11. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al-
Qur‟an.
12. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an..
Analisis:
 Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
 Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
 Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
11. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
12. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
13. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan pengalamannya
14. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
15. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
5. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
6. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
7. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk mengukur sikap,
8. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad tamkin
9. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan pengamatan
(tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat kesulitan yang sesuai,
dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal
Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas.
Dengan perbaikan, soal ini dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai
KKTP (75).

III. Catatan Guru


 Gunakan kartu soal untuk dokumentasi dan evaluasi pembelajaran.
 Simpan hasil analisis untuk merancang soal berikutnya dengan fokus pada kelemahan yang ditemukan.
 Libatkan siswa dalam diskusi pasca-LKS untuk memperkuat pemahaman dan sikap peduli lingkungan.
 Dokumentasikan hasil asesmen LKS untuk evaluasi kemajuan siswa.
Modul 4.3

MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING

Kubaca Al-Qur’an dengan


Benar berdasar Kaidah
Tajwid
Hukum bacaan mad farqi

Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM

IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar
Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
 Hukum bacaan mad farqi
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
 Memahami ketentuan hukum bacaan
dan Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad
farqi
C. Sikap Awal
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar
berdasar Kaidah Tajwid

Konseptual: Hukum bacaan mad farqi

Prosedural: Memahami ketentuan hukum


bacaan dan Mempraktikkan

hukum bacaan Hukum bacaan mad farqi

Metakognitif:
Dimensi profil lulusan
 1. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan
YME
 2. Kewargaan
 3. Penalaran Kritis
 4. Kreativitas
 5. Kolaborasi
 6. Kemandirian
 7. Kesehatan
 8. Komunikasi

Sarana prasarana 7. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan


mad farqi video animasi tentang Hukum
bacaan mad farqi
8. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,

Buku guru dan siswa Kurikulum Merdeka.


Target peserta didik 32 Peserta didik
Capaian pembelajaran CAPAIAN UMUM
Pada akhir fase D, elemen tajwid, peserta
didik mampu memahami hukum bacaan mad
thabi’i, mad far’i, dan bacaan gharib agar
dapat membiasakan membaca Al-Qur`an
dengan baik dan benar. Pada elemen Al-
Qur’an, peserta didik mampu memahami arti
dan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an
secara Tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat
pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan
Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara
dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat
menuntut ilmu agar terwujud pribadi yang
berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang
dapat merugikan diri sendiri maupun orang
lain dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Pada elemen
hadis, peserta didik mampu memahami arti
dan isi kandungan hadis secara tekstual dan
kontekstual tentang kekuasaan dan rahmat
Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar,
infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia
yang sementara dan akhirat yang kekal,
sikap peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme,
dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..

ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad
thabi’i, mad far’i, dan bacaan gharib agar
dapat membiasakan membaca Al-Qur`an
dengan baik dan benar, sebagai prasyarat
membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi
kandungan ayat-ayat Al-Qur’an secara
tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan
dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt.,
kehidupan dunia yang sementara dan akhirat
yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat
menuntut ilmu agar terwujud pribadi yang
berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang
dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan
hadis- hadis secara tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt.,
sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di
jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap
peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme,
dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:

• Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an


sesuai kaidah ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan
sehari-hari
• Memahami ketentuan bacaan gharib dalam
(Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr)
dalam al- Qur‟an.
Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil,
Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an.
Topik pembelajaran Hukum bacaan mad farqi
Praktik pedagogik  Pendekatan: Pembelajaran Mendalam
(Deep Learning)
Model: PEDATI (Pendekatan, Eksplorasi,
Diskusi, Aplikasi, Tindak Lanjut, Integrasi)
Kemitraan pembelajaran Melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua
untuk mendukung proses belajar peserta
didik.
Lingkungan belajar Menciptakan lingkungan belajar yang aman,
nyaman, menggembirakan dan mendukung
eksplorasi serta inovasi peserta didik
Pemanfaatan digital Menggunakan teknologi digital untuk
meningkatkan interaksi pembelajaran, baik
secara daring maupun luring
Juga sebagai sumber belajar murid dalam
mencari referensi.

d) Video animasi tentang Hukum bacaan mad


farqi (sumber daring terpercaya).

Artikel tentang aplikasi materi tentang Hukum


bacaan mad farqi dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke.. 3 X 40 menit (3 JP)
[Link] (Pendekatan) (10 menit)
 Orientasi dan
motivasi
Aktivitas guru :
 Menyapa siswa, memeriksa kehadiran.
 Menayangkan video pendek tentang
Hukum bacaan mad farqi
 Mengajukan pertanyaan:
 Menjawab pertanyaan guru
berdasarkan pengalaman.
 Menonton video dan mencatat poin
penting.

 Menggali
pengetahuan 20. Eksplorasi (20 menit)
awal  Guru menampilkan gambar terkait
materi Hukum bacaan mad farqi
sebagai pemantik
 Guru meminta siswa menyimak
gambar yang terdapat pada buku
siswa
 Siswa menyimak gambar dengan
seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan
berkenan dengan gambar terkait materi Hukum
bacaan mad farqi

 Mengembangk [Link] (30 menit)


an Aktivitas guru :
pemahaman  Guru meminta siswa menyimak materi
Hukum bacaan mad farqi
 Siswa secara aktif menyimak dan
melakukan tanya jawab berkenan
dengan materi tersebut
 Guru mengamati keaktifan siswa
menggunakan observasi.

 Menerapkan [Link] (30 menit)


konsep  Siswa secara aktif berdiskusi terkait
materi tersebut
 Guru membagi siswa dalam
beberapa kelompok
 Guru meminta siswa untuk
mendiskusikan terkait materi
Hukum bacaan mad farqi


 Siswa secara aktif melakukan
diskusi kelompok
 Guru mengamati jalannya diskusi
kelompok
 Siswa mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas

 Penguatan dan [Link] Lanjut (20 menit)


remedial Aktivitas guru :
 Memberikan umpan balik pada
presentasi kelompok.
 Menjelaskan kembali konsep yang
keliru
 Memberikan tugas pengayaan atau
remedial
Aktivitas siswa :
 Menerima umpan balik dari guru.
 Menjawab pertanyaan klarifikasi.
 Mencatat tugas pengayaan atau
remedial.

 Refleksi [Link] (10 menit)


 Aktivitas guru :
 Memandu siswa menulis refleksi: “Apa
yang saya pelajari tentang Hukum
bacaan mad farqi?
 Mengumpulkan refleksi tertulis.
Aktivita siswa :
 Menulis refleksi individu di buku
catatan.
 Mengumpulkan refleksi kepada guru.

Assesmen pada Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.


awal pembelajaran
Assesmen pada proses Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman
pembelajaran selama kegiatan.

Pertemuan 3 X 40 menit (3 JP)


Remedial dan Pengayaan  Remedial: Siswa yang belum
mencapai KKTP diberikan tugas
tambahan berupa membuat ringkasan
materi Hukum bacaan mad farqi
Pengayaan: Siswa yang telah menguasai materi
diminta membuat infografis tentang Hukum
bacaan mad farqi
Bahan Bacaan Peserta Didik - Guru dan peserta didik dapat mencari
dan Guru berbagai informasi tentang Hukum
bacaan mad farqidari berbagai media atau
website resmi di bawah naungan
Kementerian pendidikan, kebudayaan,
riset dan teknologi.
- Buku Panduan Guru dan peserta didik

………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata
Pelajaran

…………………………..
…………………………………
NIP ………………………… NIP
……………………………

Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
10. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
11. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
12. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah
pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
10. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
11. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
12. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal
numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad farqi untuk
menyesuaikan strategi pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
 Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
 Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad farqi

2. Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan dalam 5 menit.


3. Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 30 poin).
Output: Guru memahami tingkat pengetahuan awal siswa untuk menyesuaikan kedalaman materi.
2. Asesmen Proses
Tujuan: Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama kegiatan
pembelajaran.
Waktu: Selama eksplorasi, diskusi, dan aplikasi (80 menit).
Bentuk Asesmen: Observasi sikap, penilaian LKS kelompok, dan penilaian presentasi diskusi.
Instrumen:
 Observasi Sikap
o Aspek Dinilai: Keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi dalam
kelompok.
o Teknik: Guru mengamati siswa selama diskusi menggunakan lembar observasi.
o Lembar Observasi:
Nama Keaktifan (1- Kerja Sama Tanggung Jawab
Catatan
Siswa 5) (1-5) (1-5)
Siswa 1
Siswa 2
...
o Skala: 1 (Kurang) – 5 (Sangat Baik)
o Penilaian: Rata-rata skor per siswa (maksimal 15 poin).
 Penilaian LKS Kelompok
o Aspek Dinilai: Kelengkapan dan kebenaran jawaban LKS tentang:

 Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid


 Hukum bacaan mad farqi
 Memahami ketentuan hukum bacaan dan Mempraktikkan
 hukum bacaan Hukum bacaan mad farqi
o Teknik: Guru memeriksa LKS yang diisi setiap kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 4 (8 Skor 3 (6 Skor 2 (4 Skor 1 (2
Kriteria
poin) poin) poin) poin)
Semua Sebagian Beberapa
Jawaban
jawaban besar jawaban
Kelengkapan sangat tidak
lengkap dan jawaban kurang
lengkap
relevan lengkap lengkap
Sebagian
Semua Beberapa Banyak
besar
Kebenaran jawaban jawaban jawaban
jawaban
benar salah salah
benar
o Total skor maksimal: 16 poin per kelompok.
 Penilaian Presentasi Diskusi
o Aspek Dinilai: Kejelasan penyampaian, ketepatan isi, dan kerja sama tim.
o Teknik: Guru menilai presentasi hasil diskusi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 4 (10 Skor 3 (7.5 Skor 2 (5 Skor 1 (2.5
Kriteria
poin) poin) poin) poin)
Penyampaian
Penyampaian Penyampaian Penyampaian
Kejelasan sangat tidak
sangat jelas cukup jelas kurang jelas
jelas
Isi sangat
Ketepatan Isi cukup Isi kurang Isi tidak
tepat dan
Isi tepat tepat relevan
relevan
Semua Sebagian
Kerja Beberapa Hanya satu
anggota besar anggota
Sama Tim anggota pasif anggota aktif
berkontribusi berkontribusi
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
Output: Guru mendapatkan gambaran keterlibatan siswa dan kemajuan pemahaman untuk umpan
balik langsung.
3. Asesmen Akhir
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah
pembelajaran.
Waktu: Aplikasi dan internalisasi (40 menit).
Bentuk Asesmen: Penilaian laporan pengamatan, refleksi tertulis, dan soal numerasi.
Instrumen:
 Penilaian Laporan Pengamatan
o Aspek Dinilai: Kelengkapan, kejelasan, dan kreativitas laporan hasil pengamatan
presentasi kelas
o Teknik: Guru memeriksa laporan tertulis dan menilai presentasi kelompok.
o Rubrik Penilaian:
Skor 4 (10 Skor 3 (7.5 Skor 2 (5 Skor 1 (2.5
Kriteria
poin) poin) poin) poin)
Laporan
Laporan Laporan Laporan
mencakup
Kelengkapan cukup kurang sangat tidak
semua aspek
lengkap lengkap lengkap
pengamatan
Penyampaia
Penyampaia Penyampaian
n sangat Penyampaia
Kejelasan n kurang sangat tidak
jelas dan n cukup jelas
jelas jelas
terstruktur
Laporan
disajikan
dengan ide Laporan Laporan Laporan
Kreativitas
kreatif standar monoton asal-asalan
(misalnya,
grafik)
o Total skor maksimal: 30 poin per kelompok.
 Penilaian Refleksi Tertulis
o Aspek Dinilai: Kedalaman refleksi dan relevansi dengan tema.
o Teknik: Siswa menulis refleksi dengan panduan:
 Apa yang saya pelajari tentang Hukum bacaan mad farqihari ini?
o Rubrik Penilaian:
Skor 4 (5 Skor 3 (3.75 Skor 2 (2.5 Skor 1 (1.25
Kriteria
poin) poin) poin) poin)
Refleksi Refleksi Refleksi
Refleksi
Kedalaman sangat cukup sangat
dangkal
mendalam mendalam dangkal
Refleksi Refleksi
Refleksi Refleksi
Relevansi kurang tidak
sangat relevan cukup relevan
relevan relevan
o Total skor maksimal: 10 poin per siswa.
 Penilaian Soal Numerasi
o Aspek Dinilai: Kemampuan mengolah data
o Teknik: Siswa menjawab di kertas, dikumpulkan setelah selesai.
o Penilaian: Skor 10 poin per soal (total 10 poin).
Output: Guru mengetahui tingkat pencapaian kompetensi untuk menentukan remedial atau
pengayaan.
XIII. Rekapitulasi Penilaian
Jenis Asesmen Instrumen Bobot (%) Skor Maksimal
Asesmen Awal Kuis singkat 10% 30 poin
Asesmen Proses Observasi sikap 15% 15 poin
LKS kelompok 15% 16 poin
Presentasi diskusi 20% 30 poin
Asesmen Akhir Laporan pengamatan 25% 30 poin
Refleksi tertulis 10% 10 poin
Soal numerasi 5% 10 poin
Total 100% 141 poin
Konversi Nilai:
 Nilai akhir = (Total skor siswa / 141) × 100
 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP): 75
XIV. Tindak Lanjut
10. Berdasarkan Asesmen Awal:
o Jika ≥50% siswa belum memahami konsep Hukum bacaan mad farqi, guru
memberikan penjelasan tambahan selama eksplorasi.
o Jika mayoritas siswa sudah paham, guru memperdalam materi dengan contoh lokal
11. Berdasarkan Asesmen Proses:
o Guru memberikan umpan balik kepada kelompok yang kurang aktif atau memiliki
jawaban kurang tepat.
o Siswa dengan sikap positif diberi penghargaan verbal.
12. Berdasarkan Asesmen Akhir:
o Siswa yang belum mencapai KKTP diberi tugas remedial
o Siswa yang mencapai KKTP diberi tugas pengayaan
XV. Catatan Guru
 Pastikan semua siswa berkontribusi dalam kelompok, terutama siswa pasif.
 Catat siswa yang memerlukan bimbingan tambahan untuk pemahaman atau keterampilan
numerasi.
 Simpan hasil asesmen sebagai dokumentasi evaluasi.
 Hubungkan materi dengan konteks lokal Sangatta, seperti dampak pembakaran bahan bakar
industri.

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


Mata Pelajaran: ………
Kelas/Semester: …./GENAP
Tema: Hukum bacaan mad farqi
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru:
Sekolah:

I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3

II. Lembar Kerja Siswa (LKS)


Petunjuk Umum:
16. Kerjakan LKS ini secara berkelompok (4 orang per kelompok).
17. Diskusikan setiap pertanyaan dengan anggota kelompok sebelum menuliskan jawaban.
18. Tulis jawaban dengan jelas dan rapi di lembar yang disediakan.
19. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
20. Waktu pengerjaan: 25 menit.
Nama Kelompok: ___________________________
Anggota Kelompok:
13.
14.
15.
16.

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN BENAR


1
2
3

III. Penilaian

JUMLAH SKOR SISWA X 100


5 X JUMLAH SOAL

Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban Jawaban Jawaban Jawaban
Tidak
Kelengkapan sangat cukup kurang sangat
menjawab
lengkap lengkap lengkap kurang
Sebagian Sebagian Banyak Salah
Kebenaran Semua benar
besar benar kecil benar salah semua
Tidak
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas
terbaca

IV. Kunci Jawaban LKS

 1
 2
 3

V. Catatan Guru
 Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk
berkontribusi.
 Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
 Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
 Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
 Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau
pengayaan
KARTU SOAL DAN ANALISIS SOAL
Mata Pelajaran:
Kelas/Semester: ………
Tema: Hukum bacaan mad farqi
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru: …………………………………..
Sekolah: …………………………………..

II. Analisis Soal


A. Tujuan Analisis
10. Mengevaluasi kualitas soal berdasarkan tingkat kesulitan, relevansi dengan tujuan
pembelajaran, dan distribusi kompetensi.
11. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan soal untuk memastikan kesesuaian dengan
kebutuhan siswa kelas IX (32 orang).
12. Memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas soal dalam mengukur
pencapaian pembelajaran mendalam menggunakan model PEDATI.
B. Distribusi Kompetensi dan Level Kognitif
No Soal Kompetensi Dasar Indikator Jenis Soal Level Kognitif Proporsi

Analisis:
 Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung
pembelajaran holistik yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
 Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan
porsi analisis yang cukup untuk mendorong berpikir kritis.
 Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad farqi, sesuai
dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
1
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
2
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
3 Sulit
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
 Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan
untuk menjawab sambil menantang kemampuan analisis.
 Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah
memahami materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
13. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
14. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
15. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql,
Mad/Qashr) dalam al- Qur‟an.
16. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-
Qur‟an..
Analisis:
 Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
 Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
 Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
16. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
17. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
18. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan
pengalamannya
19. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
20. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
7. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
8. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
10. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk
mengukur sikap,
11. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad farqi
12. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan
pengamatan (tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat
kesulitan yang sesuai, dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah
keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek
sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas. Dengan perbaikan, soal ini
dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai KKTP (75).

III. Catatan Guru


 Gunakan kartu soal untuk dokumentasi dan evaluasi pembelajaran.
 Simpan hasil analisis untuk merancang soal berikutnya dengan fokus pada kelemahan yang
ditemukan.
 Libatkan siswa dalam diskusi pasca-LKS untuk memperkuat pemahaman dan sikap peduli
lingkungan.
 Dokumentasikan hasil asesmen LKS untuk evaluasi kemajuan siswa.

Anda mungkin juga menyukai