Hukum Bacaan Mad Ṣilah dalam Tajwid
Hukum Bacaan Mad Ṣilah dalam Tajwid
WA 089519922667
Modul 4.1
MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING
Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
Hukum bacaan mad ṣilah
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
hukum bacaan Hukum bacaan mad ṣilah
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid
ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat Al-
Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan
dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar,
infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara
dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis secara
tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan rahmat
Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan
Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan akhirat
yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam bemuamalah,
semangat menuntut ilmu agar terwujud pribadi yang
berakhlakul karimah, menghindari sifat sekularisme,
hedonisme, dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
Menjawab pertanyaan guru berdasarkan
pengalaman.
Menonton video dan mencatat poin penting.
Menggali
pengetahuan 2. Eksplorasi (20 menit)
awal Guru menampilkan gambar terkait materi Hukum
bacaan mad ṣilah sebagai pemantik
G
uru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad ṣilah
Siswa secara aktif melakukan diskusi kelompok
Guru mengamati jalannya diskusi kelompok
Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas
Penguatan dan 5. Tindak Lanjut (20 menit)
remedial Aktivitas guru :
Memberikan umpan balik pada presentasi kelompok.
Menjelaskan kembali konsep yang keliru
Memberikan tugas pengayaan atau remedial
Aktivitas siswa :
Menerima umpan balik dari guru.
Menjawab pertanyaan klarifikasi.
Mencatat tugas pengayaan atau remedial.
Assesmen pada proses Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
pembelajaran
Pertemuan 3 X 40 menit (3 JP)
Remedial dan Pengayaan Remedial: Siswa yang belum mencapai KKTP
diberikan tugas tambahan berupa membuat
ringkasan materi Hukum bacaan mad ṣilah
Pengayaan: Siswa yang telah menguasai materi diminta membuat
infografis tentang Hukum bacaan mad ṣilah
Bahan Bacaan Peserta Didik - Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi
dan Guru tentang Hukum bacaan mad ṣilahdari berbagai media
atau website resmi di bawah naungan Kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
- Buku Panduan Guru dan peserta didik
………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran
………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
1. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
2. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
3. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
1. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
2. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
3. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad ṣilah untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2.
Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3.
Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
4.
Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad ṣilah
I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3
III. Penilaian
Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca
1
2
3
V. Catatan Guru
Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan
MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING
Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
Hukum bacaan mad badal
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
hukum bacaan Hukum bacaan mad badal
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid
Sarana prasarana 3. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan mad badal
video animasi tentang Hukum bacaan mad badal
4. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,
ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat
Al-Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut
ilmu agar terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi
yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis
secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan
rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak
di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan
akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat
dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
Menggali
pengetahuan 8. Eksplorasi (20 menit)
awal Guru menampilkan gambar terkait materi
Hukum bacaan mad badal sebagai pemantik
Guru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad badal
Siswa secara aktif melakukan diskusi kelompok
Guru mengamati jalannya diskusi kelompok
Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas
………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran
………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
4. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
5. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
6. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
4. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
5. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
6. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad badal untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad badal
III. Penilaian
Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca
1
2
3
V. Catatan Guru
Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan
Analisis:
Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung pembelajaran holistik
yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan porsi analisis yang
cukup untuk mendorong berpikir kritis.
Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad badal, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
1
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
2
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
3 Sulit
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk menjawab
sambil menantang kemampuan analisis.
Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah memahami
materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
5. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
6. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
7. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al-
Qur‟an.
8. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an..
Analisis:
Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
6. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
7. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
8. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan pengalamannya
9. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
10. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
3. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
4. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
4. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk mengukur sikap,
5. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad badal
6. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan pengamatan
(tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat kesulitan yang sesuai,
dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal
Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas.
Dengan perbaikan, soal ini dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai
KKTP (75).
MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING
Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
Hukum bacaan mad tamkin
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
Memahami ketentuan hukum bacaan dan
Mempraktikkan
hukum bacaan Hukum bacaan mad tamkin
C. Sikap Awal
• Menerima keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai
kaidah Ilmu Tajwid
• Menjalankan sikap teliti dalam melaksanakan tugas
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar Kaidah
Tajwid
Sarana prasarana 5. Media: teks bacaan tentang Hukum bacaan mad tamkin
video animasi tentang Hukum bacaan mad tamkin
6. Alat: Proyektor, papan tulis, spidol,
ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad thabi’i, mad
far’i, dan bacaan gharib agar dapat membiasakan
membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar, sebagai
prasyarat membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi kandungan ayat-ayat
Al-Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang
kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis
dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut
ilmu agar terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme, dan korupsi
yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan hadis- hadis
secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan
rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak
di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan
akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat
dan lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar terwujud
pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat
merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN Ilmu tajwid
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
Menggali
pengetahuan 14. Eksplorasi (20 menit)
awal Guru menampilkan gambar terkait materi
Hukum bacaan mad tamkin sebagai pemantik
Guru meminta siswa menyimak gambar yang
terdapat pada buku siswa
Siswa menyimak gambar dengan seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan berkenan
dengan gambar terkait materi Hukum bacaan mad tamkin
………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata Pelajaran
………………………….. …………………………………
NIP ………………………… NIP ……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
7. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
8. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
9. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
7. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
8. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
9. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad tamkin untuk menyesuaikan strategi
pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad tamkin
I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3
III. Penilaian
Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban sangat Jawaban cukup Jawaban kurang Jawaban sangat Tidak
Kelengkapan
lengkap lengkap lengkap kurang menjawab
Sebagian besar Sebagian kecil
Kebenaran Semua benar Banyak salah Salah semua
benar benar
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas Tidak terbaca
1
2
3
V. Catatan Guru
Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk berkontribusi.
Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau pengayaan
Analisis:
Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung pembelajaran holistik
yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan porsi analisis yang
cukup untuk mendorong berpikir kritis.
Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad tamkin, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
1
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
2
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan pemikiran kritis tentang
3 Sulit
dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk menjawab
sambil menantang kemampuan analisis.
Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah memahami
materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
9. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
10. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
11. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr) dalam al-
Qur‟an.
12. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-Qur‟an..
Analisis:
Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
11. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
12. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
13. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan pengalamannya
14. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
15. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
5. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
6. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
7. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk mengukur sikap,
8. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad tamkin
9. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan pengamatan
(tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat kesulitan yang sesuai,
dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal
Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas.
Dengan perbaikan, soal ini dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai
KKTP (75).
MODUL PEMBELAJARAN
DEEP LEARNING
Oleh :
MODUL PEMBELAJARAN MENDALAM
IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang D/ Mts
Kelas/semester VIII/GENAP
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran QUR’AN HADIS
Materi Kubaca Al-Qur’an dengan Benar berdasar
Kaidah Tajwid
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik
Peserta didik mampu memahami
Hukum bacaan mad farqi
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu
Memahami ketentuan hukum bacaan
dan Mempraktikkan
hukum bacaan Hukum bacaan mad
farqi
C. Sikap Awal
Materi pembelajaran Faktual: Kubaca Al-Qur’an dengan Benar
berdasar Kaidah Tajwid
Metakognitif:
Dimensi profil lulusan
1. Keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan
YME
2. Kewargaan
3. Penalaran Kritis
4. Kreativitas
5. Kolaborasi
6. Kemandirian
7. Kesehatan
8. Komunikasi
ELEMEN
Ilmu Tajwid Memahami hukum bacaan mad
thabi’i, mad far’i, dan bacaan gharib agar
dapat membiasakan membaca Al-Qur`an
dengan baik dan benar, sebagai prasyarat
membaca
Al-Qur’an secara fasih
Al-Qur’an Memahami arti dan isi
kandungan ayat-ayat Al-Qur’an secara
tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan
dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt.,
kehidupan dunia yang sementara dan akhirat
yang kekal, sikap peduli terhadap
masyarakat dan lingkungannya,
bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat
menuntut ilmu agar terwujud pribadi yang
berakhlakul karimah, menghindari sifat
sekularisme, hedonisme, dan korupsi yang
dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara..
Hadis Memahami arti dan isi kandungan
hadis- hadis secara tekstual dan kontekstual
tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt.,
sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di
jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap
peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam
bemuamalah, semangat menuntut ilmu agar
terwujud pribadi yang berakhlakul karimah,
menghindari sifat sekularisme, hedonisme,
dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
ELEMEN
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
Menggali
pengetahuan 20. Eksplorasi (20 menit)
awal Guru menampilkan gambar terkait
materi Hukum bacaan mad farqi
sebagai pemantik
Guru meminta siswa menyimak
gambar yang terdapat pada buku
siswa
Siswa menyimak gambar dengan
seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan
berkenan dengan gambar terkait materi Hukum
bacaan mad farqi
Siswa secara aktif melakukan
diskusi kelompok
Guru mengamati jalannya diskusi
kelompok
Siswa mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata
Pelajaran
…………………………..
…………………………………
NIP ………………………… NIP
……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
10. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
11. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
12. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah
pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
10. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
11. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
12. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal
numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Hukum bacaan mad farqi untuk
menyesuaikan strategi pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2. Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3. Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Hukum bacaan mad farqi
I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3
III. Penilaian
Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban Jawaban Jawaban Jawaban
Tidak
Kelengkapan sangat cukup kurang sangat
menjawab
lengkap lengkap lengkap kurang
Sebagian Sebagian Banyak Salah
Kebenaran Semua benar
besar benar kecil benar salah semua
Tidak
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas
terbaca
1
2
3
V. Catatan Guru
Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk
berkontribusi.
Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau
pengayaan
KARTU SOAL DAN ANALISIS SOAL
Mata Pelajaran:
Kelas/Semester: ………
Tema: Hukum bacaan mad farqi
Alokasi Waktu: 25 menit (bagian diskusi dalam model PEDATI)
Jumlah Siswa: 32 orang (8 kelompok, @4 orang)
Guru: …………………………………..
Sekolah: …………………………………..
Analisis:
Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung
pembelajaran holistik yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan
porsi analisis yang cukup untuk mendorong berpikir kritis.
Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Hukum bacaan mad farqi, sesuai
dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
1
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
2
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
3 Sulit
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan
untuk menjawab sambil menantang kemampuan analisis.
Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah
memahami materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
13. • Menghayati keutamaan membaca al-Qur‟an sesuai kaidah ilmu Tajwid
14. • Menjalankan sikap cermat dalam kehidupan sehari-hari
15. • Memahami ketentuan bacaan gharib dalam (Imalah, Isymam, Tashil, Naql,
Mad/Qashr) dalam al- Qur‟an.
16. Mempraktikkan bacaan Imalah, Isymam, Tashil, Naql, Mad/Qashr yang ada dalam al-
Qur‟an..
Analisis:
Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
16. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
17. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
18. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan
pengalamannya
19. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
20. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
7. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
8. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
10. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk
mengukur sikap,
11. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Hukum bacaan mad farqi
12. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan
pengamatan (tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat
kesulitan yang sesuai, dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah
keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek
sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas. Dengan perbaikan, soal ini
dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai KKTP (75).