0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Pembelajaran Berpikir Komputasional

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VII tentang berpikir komputasional dengan fokus pada dekomposisi masalah. Pembelajaran melibatkan metode Problem Based Learning (PBL) dan integrasi nilai karakter, serta menggunakan teknologi digital untuk mendukung proses belajar. Tujuannya adalah agar siswa dapat memecahkan masalah kompleks menjadi bagian kecil dan menerapkan konsep berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Pembelajaran Berpikir Komputasional

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VII tentang berpikir komputasional dengan fokus pada dekomposisi masalah. Pembelajaran melibatkan metode Problem Based Learning (PBL) dan integrasi nilai karakter, serta menggunakan teknologi digital untuk mendukung proses belajar. Tujuannya adalah agar siswa dapat memecahkan masalah kompleks menjadi bagian kecil dan menerapkan konsep berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

Sekolah : ……………………………………
Nama Guru : ……………………………………
Mata Pelajaran : KKA
Kelas / Semester : VII / Ganjil
Alokasi Waktu : Pertemuan 2 (2 x 40 menit)

Peserta didik umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep berpikir untuk menemukan
Peserta Didik
solusi dari suatu masalah. Mereka umumnya baru mengenal konsep informatika dan belum familiar
dengan istilah “Berpikir Komputasional”. Siswa juga memiliki pengalaman dengan teknologi digital
seperti ponsel, game, dan internet, namun belum mengaitkannya dengan cara berpikir komputasional.
Kebutuhan belajar mencakup pemahaman konsep abstrak dengan latihan bertahap.
Materi Berpikir Komputasional relevan dengan kehidupan nyata, yang mengajarkan tentang definisi
Materi Pelajaran
berpikir komputasional, komponen-komponen berpikir komputasional, contoh penerapan berpikir
komputasional dalam kehidupan sehari-hari, dan permasalahan sehari-hari dengan menggunakan
IDENTIFIKAS pendekatan komputasional.
I Pembelajaran juga mengintegrasikan nilai karakter seperti kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab,
serta melatih sikap percaya diri melalui diskusi dan presentasi.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
DPL 1 DPL 5
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kolaborasi
DPL 2 DPL 6
Kewargaan Kemandirian

DPL 3 DPL 7
Penalaran Kritis Kesehatan

DPL 4 DPL 8
Kreativitas Komunikasi

Capaian Pembelajaran Peserta didik mamppu menerapkan pengelolaan data, pemecahan masalah sederhana dalam
kehidupan masyarakat secara sistematis dan menulis instruksi

DESAIN Lintas Disiplin Ilmu Matematika : Murid belajar mengenal pola bilangan dan algoritma (Seperti mengidentifikasi pola dari
PEMBELAJARA data numerik untuk membuat prediksi)
N IPA : Murid belajar menganalisis sistem sains sederhana (Seperti simulasi air menggunakan
algoritma)
IPS : Murid belajar memecahkan masalah sosial dengan logika (Seperti Analisis penyebab kemacetan
dan membuat solusi sistematis)
Bahasa Indonesia : Murid belajar menyusun dan mengevaluasi instruksi (Seperti membuat narasi
algoritma dan mereflesksikan proses berpikir)
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu:
1. Mendeskripsikan dekomposisi sebagai salah satu pilar dari berpikir komputasional
2. Memecahkan suatu masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang sederhana
(dekomposisi)
Topik Pembelajaran Dekomposisi
Model Problem Based Learning (PBL) diterapkan dengan memberikan masalah kontekstual yang
Praktik Pedagogis
relevan dengan kehidupan nyata. Pembelajaran diawali dengan penyajian masalah nyata yang relevan
dengan kehidupan siswa, seperti rencana liburan keluarga yang mendorong mereka berpikir kritis dan
analitis. Dalam prosesnya, siswa bekerja secara kolaboratif dalam kelompok kecil untuk
mengeksplorasi solusi melalui tahapan berpikir komputasional yaitu dekomposisi.
Metode diskusi kelompok digunakan untuk mendorong siswa berpikir kritis dan berkolaborasi. Selama
proses pembelajaran, siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan dan menyelidiki
masalah, yang mendorong mindful learning, karena mereka terlibat secara sadar dan aktif dalam
proses berpikir serta pemecahan masalah.
Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pertanyaan pemantik dan bimbingan agar siswa
tetap fokus dan reflektif dalam eksplorasi mereka. Proses ini menjadi meaningful, karena siswa
memaknai konsep berpikir komputasional dalam konteks yang nyata dan dekat dengan kehidupan
mereka, bukan sekadar sebagai teori.
Selain itu, pembelajaran dirancang agar joyful, dengan penggunaan aktivitas yang menarik seperti
simulasi, permainan logika, atau presentasi hasil proyek dalam format kreatif yang mendorong
antusiasme dan rasa ingin tahu siswa.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami definisi berpikir komputasional secara
konseptual, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menerapkannya dalam konteks dunia nyata secara
kolaboratif dan menyenangkan.
Kemitraan ● Orang tua atau wali siswa dari berbagai ragam dan latar belakang profesi
Pembelajaran ● Stakeholder pendukung lainnya

Ruang Fisik:
Lingkungan
● Ruang Kelas: dengan proyektor untuk simulasi, diskusi dan presentasi
Pembelajaran
● Ruang Laboratorium Komputer
Ruang Virtual:
● Platform Digital: untuk video edukasi yang relevan

Budaya Belajar: Budaya Belajar: Mendorong rasa ingin tahu dan eksploratif, lingkungan belajar
yang kolaboratif dan inklusif , partisipatif, serta komunikatif
Pemanfaatan Digital ● Quizizz untuk untuk evaluasi akhir
● Vidio pembelajaran pendek (rencana berlibur)
PERTEMUAN 2
KEGIATAN AWAL (PRE-ACTIVITY) (Mindful, Meaningful dan Joyful) – 10 Menit
1. Guru memberikan salam dan mengecek kehadiran peserta didik
2. Guru memulai pembelajaran dengan doa
3. Peserta didik diminta untuk menggambarkan suasana hati mereka melalui emoticon (Mindful)
4. Peserta didik difasilitasi oleh guru melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar (Mindful)

 Orientasi Bermakna (Meaningful Orientation)


Setiap hari, kita pasti pernah menghadapi masalah. Contohnya saat merencanakan untuk berlibur. Kadang kita
bingung harus mulai dari mana untuk menyelesaikannya. Nah, di pelajaran KKA ini, kita akan belajar cara
menyelesaikan masalah dengan langkah yang jelas dan teratur. Ini disebut berpikir komputasional. Dengan
berpikir komputasional, kita akan belajar memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah
dipahami (decomposition). Kamu bisa merencanakan ide kamu dalam bentuk presentasi kelompok. Dengan
pembelajaran ini, kamu akan berpikir lebih teratur, kreatif, dan logis. Selain itu, kamu juga akan belajar bekerja
sama, berdiskusi, dan menyampaikan ide dengan percaya diri.
PENGALAMA
N BELAJAR
KEGIATAN INTI (CORE ACTIVITY) – 60 Menit
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan
prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
Memahami (berkesadaran, bermakna, dan mcenggembirakan)

❖ Sintaks: Orientasi Masalah (Problem Orientation)


Aktivitas 1:
✔ Guru menayangkan video atau gambar masalah nyata (misalnya: rencana liburan)

✔ Guru memberi pertanyaan pemantik: “Apa yang terjadi? Mengapa itu termasuk masalah?”

✔ Siswa mengamati dan mencatat masalah dari video/gambar

✔ Siswa mendiskusikan pengalaman pribadi yang relevan


 Mindful : Fokus dan sadar akan masalah nyata yang sedang dianalisis.
 Joyful : Mencatat masalah dari vidio
❖ Sintaks: Pengorganisasian Pembelajaran (Organizing Learning)
Aktivitas 2:
✓ Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
✓ Setiap kelompok dibagikan LKPD eksplorasi dan panduan kerja
✓ Guru menyemangati siswa untuk bekerja sama secara setara
✓ Guru memfasilitasi diskusi tentang bagian-bagian penyusun masalah
✓ Guru memberi contoh cara memecah masalah kompleks
✓ Siswa menentukan satu masalah yang akan dianalis
Prinsip Pembelajaran Mendalam:
 Mindful: Siswa Memecah masalah kompleks menjadi bagian kecil
 Meaningful: Siswa bekerja dengan masalah yang dekat dengan mereka
Mengaplikasi (berkesadaran, bermakna dan menggembirakan)
❖ Sintaks: Penyelidikan Mandiri dan Kolaboratif (Independent and Collaborative Investigation)
Aktivitas 3 Eksplorasi
✓ Guru memberi sumber belajar tentang berpikir komputasional (Infografis, video singkat, dan contoh)
✓ Guru memfasilitasi diskusi pemahaman tentang dekomposisi
✓ Siswa menganalisis masalah menggunakan unsur berpikir komputasional
Prinsip Pembelajaran Mendalam:
 Mindful: Siswa diajak untuk fokus pada konsep yang dipahami secara kritis
 Joyful: Proses penyelidikan dan perencanaan melalui eksplorasi bebas dan tidak menakutkan
❖ Sintaks: Presentasi Hasil (Presentation)
Aktivitas 4:
✓ Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dengan cara kreatif contohnya dengan mind
mapping.
✓ Siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan, sehingga terjadi interaksi dan kolaborasi
antarkelompok.
✓ Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil presentasi.
Prinsip Pembelajaran Mendalam:
 Joyful: Presentasi kreatif dengan mengekspresikan diri sehingga membuat aktivitas pembelajaran lebih menyenangkan dan
menarik.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
❖ Sintaks: Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation)
Aktivitas 5:
✓ Guru memandu siswa untuk merefleksikan proses pembelajaran, termasuk nilai-nilai karakter yang muncul selama diskusi
dan presentasi, seperti kerja sama, tanggung jawab, dan menghargai pendapat orang lain.
✓ Guru memberi pertanyaan pemandu reflektif seperti : “Apa manfaat dekomposisi dalam hidupmu?”
✓ Siswa menulis refleksi individu yang didalamnya memuat manfaat dekomposisi dalam penyelesaian suatu masalah.
Prinsip Pembelajaran Mendalam:
 Meaningful: Refleksi membantu siswa memahami relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
 Joyful: Refleksi dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan, menciptakan suasana positif.

KEGIATAN AKHIR (POST ACTIVITY) (Mindful) -10 Menit

✓ Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran dan menekankan relevansi materi dalam kehidupan sehari-hariuru
✓ Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
yang digunakan)
✓ Guru memberikan post test dengan wayground: [Link]
at=69252537c300074347b063fd
✓ Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian melalui umpan balik positif (Feedback)
✓ Guru menutup pembelajaran dengan doa
🔹 Asesmen Awal

Tujuan: Mengetahui pemahaman awal siswa tentang masalah yang ditampilkan.


Metode/Instrumen: Tanya jawab lisan dan pengamatan saat mengidentifikasi masalah dari video/gambar.
Indikator: Siswa mampu menyebutkan masalah dan menjelaskan alasan mengapa itu menjadi masalah.

🔹 Asesmen Proses

Tujuan: Menilai keterlibatan dan keterampilan berpikir selama kegiatan inti.


Metode/Instrumen: Observasi + LKPD.
ASESMEN Indikator:

 Aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok


 Mampu memecah masalah besar menjadi bagian kecil (decomposition)
 Mengisi LKPD sesuai panduan

🔹 Asesmen Akhir

Tujuan: Mengukur capaian pembelajaran setelah kegiatan.


Metode/Instrumen: Presentasi kelompok + Post test.
Indikator:

 Menyampaikan hasil analisis secara sistematis dan kreatif


 Menjawab post test sesuai target pemahaman materi

Mengetahui Kupang, Juli 2025


Kepala UPTD ………….. Guru Mata Pelajaran

--------------------------------- ------------------------------------
LKPD – BERPIKIR KOMPUTASIONAL UNTUK PEMECAHAN MASALAH NYATA

🧩 Judul Kegiatan

"Solusi Cerdas untuk Masalah di Sekitarmu"

🎯 Tujuan Kegiatan

Peserta didik mampu:

● Memecah masalah kompleks menjadi bagian kecil (Decomposition)

📘 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

🔹 Langkah 1: Orientasi Masalah

Petunjuk: Tonton video/gambar tentang situasi nyata di sekitar (misalnya: kantin penuh saat istirahat).

1. Apa masalah yang terjadi dalam situasi tersebut? Jelaskan dengan singkat!
✍️Jawaban: ........................................................................................
2. Mengapa hal itu menjadi masalah bagi siswa?
✍️Jawaban: ........................................................................................

🔹 Langkah 2: Decomposition – Memecah Masalah

Petunjuk: Identifikasi bagian-bagian dari masalah.


3. Tuliskan bagian-bagian dari masalah utama yang kamu temukan!
✍️Jawaban:
o ................................................................
o ................................................................
o ................................................................
4. Gambarkan dalam bentuk bagan atau mind map! (Gunakan kertas/kanva digital jika perlu)

Rubrik Penilaian Otentik LKPD – Berpikir Komputasional

Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4


Tidak mampu
Decomposition Mengidentifikasi sebagian Mengidentifikasi sebagian Memecah masalah dengan
mengidentifikasi bagian
(Memecah Masalah) bagian masalah besar bagian dengan logis lengkap dan sistematis
masalah
Revisi lengkap
Revisi tanpa alasan yang Revisi berdasarkan sebagian
Evaluasi & Revisi Tidak merevisi solusi berdasarkan evaluasi
jelas masukan
mendalam
Tidak merefleksikan Refleksi umum dan Refleksi jujur, mendalam,
Refleksi Refleksi cukup mendalam
pembelajaran terbatas dan penuh kesadaran

📌 Skor Akhir Kriteria

● Sangat Baik (10-12)


● Baik (7-9)
● Cukup (5-6)
● Perlu Bimbingan (<5)

Anda mungkin juga menyukai