0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

penjelasan tentang pbl

Diunggah oleh

Suci Rahmadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

penjelasan tentang pbl

Diunggah oleh

Suci Rahmadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

a.

Pengertian Model Problem Based Learning (PBL)


Model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang
menempatkan siswa pada situasi bermasalah untuk mendorong mereka berpikir kritis
dan menemukan solusi secara mandiri maupun berkelompok. Menurut Subiyantoro
(2025, hlm. 41) Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah
adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa , di mana proses
pembelajaran dimulai dari sebuah masalah autentik yang relevan untuk diselesaikan
melalui penyelidikan, kolaborasi, dan refleksi. Model PBL berfokus pada proses
pembelajaran berbasis masalah di mana siswa menjadi pusat dari kegiatan belajar.
Guru berperan sebagai fasilitator, membimbing siswa agar dapat menggali informasi
dan membangun pemahaman mereka sendiri. Pernyataan ini didukung oleh
Syamsidah dan Suryani (2018, hlm. 12) yang menegaskan bahwa pembelajaran
berbasis masalah (PBL) adalah sebuah pendekatan yang memberi pengetahuan baru
siswa untuk menyelesaikan suatu masalah, dengan begitu pendekatan ini adalah
pendekatan pembelajaran partisipatif yang bisa membantu guru menciptakan
lingkungan pembelajaran yang menyenangkan karena dimulai dengan masalah yang
penting dan relevan (bersangkut-paut) bagi siswa , dan memungkinkan siswa didik
memperoleh pengalaman belajar yang lebih realistik (nyata). Meski demikian, guru
tetap diharapkan untuk mengarahkan pembelajar menemukan masalah yang relevan
dan aktual serta realistic.
Dalam upaya menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna, guru perlu
memilih model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara langsung dalam
proses belajar. Menurut Kulsum (2023, hlm. 24) model PBL adalah model
pembelajaran yang menekankan keaktifan belajar dan bekerja secara kelompok siswa
pada proses pembelajaran. Siswa diharapkan mampu menyelesaikan suatu masalah
yang disajikan guru mengenai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar. Sejalan
dengan pendapat tersebut, PBL dapat diartikan sebagai sebuah metode pembelajaran
yang menekankan pada pemecahan masalah dan penerapan konsep dalam situasi
dunia nyata. Model ini melibatkan Siswa dalam proses pembelajaran aktif, di mana
mereka harus bekerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi atas masalah yang
kompleks. Model PBL juga dapat membantu Siswa untuk mengembangkan
keterampilan kritis, reflektif, dan kolaboratif, serta meningkatkan pemahaman mereka
tentang konsep-konsep yang dipelajari (Lestari dkk., 2023, hlm. 13). Penerapan
model PBL dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kemandirian
belajar siswa serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi
permasalahan nyata di lingkungan mereka.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model (PBL) merupakan
pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menempatkan mereka
dalam situasi bermasalah yang relevan. Model ini mendorong siswa untuk berpikir
kritis, bekerja sama secara kelompok, dan menemukan solusi melalui proses
penyelidikan, refleksi, serta kolaborasi. PBL tidak hanya bertujuan untuk membangun
pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi,
kemandirian belajar, dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Guru berperan
sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengeksplorasi permasalahan serta
menuntun mereka membangun pengetahuan secara mandiri dan bermakna. Dengan
demikian, penerapan model PBL dapat menciptakan suasana belajar yang aktif,
partisipatif, dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan realitas kehidupan siswa .

Anda mungkin juga menyukai