0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Penyuluhan Latihan ROM untuk Lansia

12

Diunggah oleh

donnaadelia1212
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Penyuluhan Latihan ROM untuk Lansia

12

Diunggah oleh

donnaadelia1212
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN GERONTIK


MELATIH GERAK ROM AKTIF PASSIF
DI WISMA WERKUDORO RUMPELSOS LANSIA WENING WARDOYO
Disusun oleh :
1. Ismulia Himsanata (P1337420925096)
2. Megani Ifa Algandira (P1337420925009)
3. Naufala Alya Yasmin (P1337420925091)
4. Nia Dwi Astuti (P1337420925098)
5. Regita Cahya Hapsari (P1337420925079)
6. Siti Dwi Styaningrum (P1337420925141)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM PROFESI
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2024
A. RENCANA PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan : ROM Aktif dan Pasif


Sub Pokok Bahasan : Melatih Gerak ROM aktif dan Pasif pada
Pasien dengan Kelemahan Otot atau Gangguan
Muskuloskeletal
Sasaran : Keluarga pasien dengan ganguan muskuloskeletal
Tempat :Wisma Werkudoro Rumpelsos Lansia Wening Warrdoyo
Tanggal : Jumat, 24 Oktober 2025
Waktu : 10.00- selesai WIB
Tim pelaksana : Kelompok 1B

1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang Latihan Gerak,
selama 30 menit, di harapkan keluarga khususnya pasien dengan
gangguan muskuloskeletal di Wisma Werkudoro Rumpelsos
Lansia Wening Wardoyo Ungaran mengetahui manfaat latihan
gerak dan mampmelakukan latihan rentang gerak.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan
keluarga mampu:
● Menjelaskan Pengertain ROM
● Menyebutkan Tujuan ROM
● Menyebutkan Manfaat ROM
● Menyebutkan macam-macam ROM
● Mendemostrasikan teknik gerakan ROM
3. Materi (terlampir)
● Pengertian ROM
● Tujuan ROM
● Manfaat ROM
● Macam-macam ROM
● Teknik gerakan ROM
4. Metode
Ceramah dan sesi tanya jawab
5. Media
Lembar balik
6. Tugas dan Fungsi Tim Pelaksana
a. Moderator
Uraian tugas :
- Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan
tim kepada audien.
- Mengatur proses dan lama penyuluhan
- Memimpin jalannya diskusi dan evaluasi
- Menutup acara penyuluhan
b. Penyuluh atau presenter
Uraian tugas :
- Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta
- Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan
memperhatikan proses penyuluhan
- Menjawab pertanyaan peserta
c. Notulen
Uraian tugas :
- Mencatat hasil dari diskusi dan tanya jawab
d. Observer
Uraian tugas :
- Mencatat nama dan jumlah, serta menempatkan diri
sehingga memungkinkan dapat mengamankan
jalannya proses penyuluhan.
- Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta
- Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta
selama proses penyuluhan
- Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana
penyuluhan
- Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang
dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan
e. Dokumentasi
Uraian tugas :
- Bertanggung jawab dalam pendokumentasian selama
acara berlangsung.
- Bertanggung jawab dalam publikasi hasil acara
7. Proses Kegitatan

NO. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1. 5 Menit

Pembukaan :

- Mengucapkan salam - Menjelaskan nama dan akademik kesiapan peserta


- Menjelaskan tujuan pendidikan kesehatan - Menanyakan - Menjawab salam - Mendengarkan - Mendengarkan

2. 10 Menit Pelaksanaan : - Mendengarkan


Penyampaian materi
- Menjelaskan tentang
pengertian ROM
- Menjelaskan tentang
jenis ROM
- Menjelaskan tentang
tujuan ROM
- Menjelaskan tentang
manfaat ROM
- Menjelaskan tentang
prosedur tindakan ROM
- Bertanya
Tanya jawab
- Memberikan kesempatan

kepada peserta untuk ROM


bertanya

3. 10 Menit Evaluasi :
Menanyakan kembali hal-hal
yang sudah dijelaskan mengenai - Menjelaskan
4. 5 Menit Penutup : - Mendengarkan
- Menutup pertemuan
dengan menyimpulkan
materi yang telah dibahas
- Memeberikan salam - Menjawab salam
penutup

8. Evaluasi
a. Prosedur : Lisan
b. Jenis : Formati
DAFTAR PUSTAKA

Aini. (2013). Pengaruh alih baring terhadap kejadian dekubitus pada pasien stroke yang
mengalami hemiparesis di Ruang Yudistira di RSUD Kota Semarang. 2013. Anggraeni,
W. (2019). ROM Aktif dan Pasif. Digilib Universitas Esa Unggul, 1–19.
[Link] SAP ROM
AKTIF [Link]
Mauliddiyah, N. L. (2021). SATUAN ACARA PENYULUHAN ROM. 6. Potter, Perry.
(2010). Fundamental Of Nursing: Consep, Proses and Practice. Edisi 7. Vol. 3.
Jakarta : EGC
Lampiran

A. Pengertian Rom (Range Of Motion)


ROM ( Range of Motion) adalah jumlah maksimum gerakan yang
mungkin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh, yaitu sagital,
transversal, dan frontal. Potongan sagital adalah garis yang melewati tubuh dari
depan ke belakang, membagi tubuh menjadi bagian kiri dan kanan. Potongan
frontal melewati tubuh dari sisi ke sisi dan membagi tubuh menjadi bagian
depan ke belakang. Potongan transversal adalah garis horizontal yang
membagi tubuh menjadi bagian atas dan bawah.
Mobilisasi sendi disetiap potongan dibatasi oleh ligamen, otot, dan konstruksi
sendi. Beberapa gerakan sendi adalah spesifik untuk setiap potongan. Pada
potongan sagital, gerakannya adalah fleksi dan ekstensi (jarijari tangan dan
siku) dan hiperekstensi (pinggul). Pada potongan frontal, gerakannya adalah
abduksi dan adduksi (lengan dan tungkai) dan eversi dan inversi (kaki). Pada
potongan transversal, gerakannya adalah pronasi dan supinasi (tangan), rotasi
internal dan eksternal (lutut), dan dorsifleksi dan plantarfleksi (kaki).
Ketika mengkaji rentang gerak, perawat menanyakan pertanyaan dan
mengobservasi dalam mengumpulkan data tentang kekakuan sendi,
pembengkakan, nyeri, keterbatasan gerak, dan gerakan yang tidak sama. Klien
yang memiliki keterbatasan mobilisasi sendi karena penyakit, ketidakmampuan,
atau trauma membutuhkan latihan sendi untuk mengurangi bahaya imobilisasi.
Latihan tersebut dilakukan oleh perawat yaitu latihan rentang gerak pasif.
Perawat menggunakan setiap sendi yang sakit melalui rentang gerak penuh.
Gerakan dapat dilihat sebagai tulang yang digerakkan oleh otot ataupun
gaya eksternal lain dalam ruang geraknya melalui persendian. Bila terjadi
gerakan, maka seluruh struktur yang terdapat pada persendian tersebut akan
terpengaruh, yaitu: otot, permukaan sendi, kapsul sendi, fasia, pembuluh darah
dan saraf.
B. Tujuan ROM (Range Of Motion)
Adapun tujuan dari ROM (Range Of Motion), yaitu :
1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan
kekuatan otot 2. Mempertahankan fungsi jantung dan
pernapasan
3. Mencegah kekakuan pada sendi
4. Merangsang sirkulasi darah
5. Mencegah kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur
C. Manfaat ROM (Range Of Motion)
Adapun manfaat dari ROM (Range Of Motion), yaitu :
1. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan
pergerakan 2. Mengkaji tulang, sendi, dan otot
3. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
4. Memperlancar sirkulasi darah
5. Memperbaiki tonus otot
6. Meningkatkan mobilisasi sendi
7. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
D. Prinsip Latihan ROM (Range Of Motion)
Adapun prinsip latihan ROM (Range Of Motion), diantaranya :
1. ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dikerjakan minimal 2 kali sehari 2. ROM
dilakukan perlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien. 3. Dalam
merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur pasien, diagnosa, tanda-
tanda vital dan lamanya tirah baring.
4. Bagian-bagian tubuh yang dapat dilakukan latihan ROM adalah leher, jari,
lengan, siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki.
5. ROM dapat dilakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-
bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit.
6. Melakukan ROM harus sesuai waktunya. Misalnya setelah mandi atau
perawatan rutin telah dilakukan.
E. Macam-macam Range Of Motion (ROM)
1. ROM Pasif
Latihan ROM pasif adalah latihan ROM yang dilakukan klien dengan
bantuan perawat atau keluarga pada setiap gerakan ROM. Indikasi latihan
pasifa dalah pasien semi-koma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan
mobilisasi, tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak
dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis
ekstermitas total (Suratun, dkk, 2008). Rentang gerak pasif ini berguna untuk
menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang
lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien.
2. ROM Aktif
Latihan ROM aktif adalah Perawat memberikan motivasi, dan
membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri
sesuai dengan rentang
gerak sendi normal. Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta
sendi dengan cara menggunakan ototototnya secara aktif .
F. Teknik Gerakan ROM
1. LATIHAN PASIF
a. Latihan pasif anggota gerak atas (Latihan ini di bantu oleh perawat,terapis atau
keluarga) 1) Gerakan menekuk dan me

luruskan sendi bahu.

2) Gerakan menekuk dan meluruskan siku.

3) Gerakan memutar pergelangan tangan.

4) Gerakan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan.


5) Gerakan memutar ibu jari.

6) Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan.

b.
Latihan Pasif Anggota Gerak Bawah
1) Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha.

2) Gerakan menekuk dan meluruskan lutut.

3) Gerakan untuk pangkal paha.


4) Gerakan memutar pergelangan kaki.

2. LATIHAN AKTIF
a. Latihan Aktif Anggota Gerak Atas dan Bawah
(mandiri) 1) Latihan I

2) Latihan II

3) Latihan III
4) Latihan IV

5) LatihanV

6) Latihan VI

7) Latihan VII
8) Latihan VIII

9) Latihan IX

Anda mungkin juga menyukai