BAB 1
Embedded System
Apa Itu Embedded System?
Embedded System atau sistem tertanam adalah sistem komputer yang biasanya dirancang untuk
tujuan khusus. Embedded system ini mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software) yang sudah tertanam.
Untuk perangkat keras embedded system sendiri biasanya terdiri dari mikroprosor atau
mikrokontroler, memori eksternal, I/O, serta komponen lainnnya. Sementara, perangkat lunak
embedded system sendiri berfungsi sebagai penggerak pada sistem. Tentunya embedded system ini
berbeda dengan sistem biasa yang hanya di desain untuk general purpose.
Pada dasarnya embedded system ini mencakup tiga komponen yang tertanam, diantaranya hardware
(perangkat keras), memiliki software (perangkat lunak) dan firmware, serta memiliki sistem operasi
waktu nyata (real time) yang berfungsi untuk mengawasi perangkat lunak aplikasi dan menyediakan
mekanisme untuk membiarkan prosesor menjalani porses sesuai yang sudah ditentukan waktunya.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa embedded system ini merupakan sistem yang melibatkan
mikrokontroler, perangkat lunak, dan sistem kontrol real time dalam pengaplikasiannya. Untuk
mengetahui lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.
Kategori Embedded System
Berdasarkan kinerja dan kebutuhan fungsional sistem embedded system dapat diklasifikasikan
menjadi empat kategori :
1. Sistem tertanam yang berdiri sendiri
Sistem yang satu ini tidak memerlukan sistem host seperti sistem komputer biasa karena mampu
bekerja dengan sendirinya. Dibutuhkan input dari port input baik analog ataupun digital proses.
Selain itu, sistem tertanam stand alone juga mampu menghitung dan mentransfer data dan
memberikan data yang dihasilkan melalui perangkat yang terhubung-yang mengontrol, drive atau
menampilkan perangkat yang berhubungan. Contoh pengaplikasian dari embedded system stand
alone ialah pemutar mp3, kamera digital, konsol video games, oven microwave, dan sistem
pengukuran suhu.
2. Sistem tertanam waktu nyata
Sistem tertanam waktu nyata adalah sebuah sistem yang memiliki waktu nyata yang mampu
memberikan hasil yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu. Jenis sistem tertanam ini mengikuti
tenggat waktu nyata yang diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni sistem ternatam waktu nyata lunak
dan sistem tertanam waktu keras jika ditinjau berdasarkan ketepatan waktu.
3. Sistem tertanam jaringan
Sistem tertanam jaringan yakni embedded system yang memiliki jaringan untuk mengakses sumber
daya. Jaringan yang terhubung dapat berupa LAN, WAN, atau bahkan jaringan internet. Koneksinya
sendiri dapat berupa kabel ataupun nirkabel.
Sistem tertanam semacam ini adalah area teknologi yang paling cepat berkembang dalam aplikasi
sistem. Sistem web tertanam merupakan jenis sistem di mana semua perangkat dikendalikan oleh
browser web. Misalnya saja jaringan LAN yang merupakan sistem keamanan rumah di mana seluruh
sensor terhubun dan dijalankan pada protokol TCP/IP yang dilindungi.
4. Sistem tertanam seluler
Sistem tertanam seluler ini sangat disukai dan sering digunakan. Biasanya Anda bisa menemukan
sistem tertanam seluler pada perangkat elektronik seperti ponsel, kamera digital, pemutar mp3
nirkabel, dan asisten digital pribadi, dan lainnya. Biasanya yang menjadi keterbatasan dalam sistem
tertanam seluler adalah keterbatasan memori.
Untuk kategori lain dari embedded system berdasarkan kinerja mikrokontroler, maka dibagi menjadi
tiga kategori, sebagai berikut :
1. Sistem tertanam skala kecil
Biasanya sistem tertanam skala kecil dirancang dengan mikrokontroler 8-bit atau 16-bit tunggal.
Mereka memiliki perangkat keras yang berskala kecil dimana kompleksitas perangkat lunaknya
merupakan board-level design (desain tingkat papan). Bahkan biasanya hanya dioperasikan
menggunakan baterai.
Sistem tertanam kecil ini menggunakan bahasa pemrograman C dalam perakitannya, dan kode yang
dapat dieksekusi akan ditempatkan dengan tepat di memori sistem. Perangkat lunak harus sesuai
dengan memori yang ada namun tetap memperhatikan kebutuhan untuk membatasi disipasi daya
saat sistem berjalan terus menerus.
2. Sistem tertanam skala menengah
Sistem tertanam skala menengah ini merupakan sistem yang biasanya dirancang dengan satu atau
berbagai mikrokontroler 16-bit atau 32-bit atau menggunakan Digital Signal Processor (DSP) atau
Reduced Instruction Set Computers (RISCs) yang digunakannya.
Sistem yang satu ini memiliki kompleksitas perangkat lunak yang komplek dari sistem tertanam skala
menengah. Untuk alat yang digunakan dalam sistem ini diantaranya: RTOS, alat rekayasa kode
sumber, simulator, debugger, dan lingkungan pengembangan terpadu.
3. Sistem tertanam yang Canggih
Sistem tertanam yang canggih ini memiliki komplesitas perangkat keras dan perangkat lunak yang
cukup besar. Dimana membutuhkan prosesor ASIP, IP, dan PLA yang dapat diskalakan atau
dikonfigurasi dan susunan logika yang bisa diprogram. Sistem yang satu ini biasanya dogunakan
untuk aplikasi canggih yang memerlukan desain bersama perangkat keras dan perangkat lunak yang
teringerasi. Mereka dibatasi oleh kecepatan pemrosesan yang tersedia di unit perangkat keras
mereka.
Fungsi perangkat lunak yang tertanam ini sebagai algoritma enkripsi dan penguraian, transformasi
kosinus diskrit dan algoritma transformasi terbalik, susunan protokol TCP/IP dan fungsi driver
jaringan diimplementasikan dalam perangkat keras untuk mendapatkan kecepatan tambahan dengan
menghemat waktu. Ada beberapa fungsi sumber day aperangkat keras dalam sistem juga yang
diimplementasikan ke dalam perangkat lunak.
Contoh Embedded System
Setelah menegatahui kategori embedded system, Anda juga perlu mengetahui apa saja contoh dari
embedded system jika dilihat secara fisiknya, diantaranya:
1. Portable Devices
Portable devices merupakan jenis embedded system yang paling sering dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Contohnya saja jam tangan, kamera digital, modem, kulkas, mesin cuci otomatis, televisi,
telepon, dan masih banyak lagi. Seluruh barang-barang elektronik ini menggunakan embedded
system di dalamnya.
2. Large Complex System
Large complex system ini merupakan jenis embedded system yang lebih kompleks dan memiliki
cakupan yang biasanya lebih luas. Embedded system yang satu ini digunakan untuk tujuan yang
bermanfaat bagi banyak orang atau untuk kebutuhan publik. Contohnya adalah lampu lalu lintas,
mesin kontrol di pabrik atau Programmable Logic Controller (PLC).
3. Largely Complex Systems
Terakhir, largely compleks sistem merupakan implementasi embedded system yang jauh lebih luas
lagi. Pasalnya, pembuatan largely complex system hanya bisa dilakukan oleh profesional. Contohnya
adalah Hybrid Vehicles atau kendaraan hibrid yang digerakkan oleh dua bahan bakar yakni baterai
yang dapat diisi ulang atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau teknik penggambaran medis
yang digunakan untuk mencari bagian tubuh yang sakit. Contoh lainnya yakni Avionics yang
digunakan pada pesawat serta berfungsi sebagai komunikasi, navigasi, menampilkan pesawat, dan
bersifat sangat kompleks.
Kelebihan dan Kekurangan Embedded System
Embedded system etrnyata memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa
kelebihannya:
Mudah disesuaikan dengan alat yang ingin dibuat.
Konsumsi day ayang cukup rendah.
Biaya relatif murah atau terjangkau.
Adanya peningkatan kerja.
Di sisi lain, embedded system juga memiliki kekurangan yakni:
Upaya pengembangan yang tinggi.
Memakan waktu yang lama untuk memasarkan.
Nah, itulah penjelasan mengenai embedded system mulai dari pengertiannya, apa saja kategori
embedded system, apa saja contohnya, dan kelebihan serta kekurangan dari embedded system ini.
Semoga bermanfaat.
BAB 2
1.1 Arsitektur Embedded System
Dipandang secara umum produk elektronika dapat dianggap sebagai in-tegrasi fungsi perangkat
keras dan perangkat lunak. Penggunaan perangkat keras tidak dapat dihindari sebagai tempat
jalankannya semua proses. Disa-na terdapat komponen komponen sik elektronik, aliran-aliran listrik
inter-koneksi antar komponen dan perangkat masukan/keluaran. Perangkat keras menjadi basis
fungsi-fungsi sebuah produk. Perangkat lunak Pada dasarnya tidak ada tidak kasat mata lebih
merupakan sebuah konsep. Perangkat lunak secara inhernt terdapat pada fungsi yang dijalankan oleh
perangkat keras sebuah program yang merupakan perangkat lunak terdiri dari sekum-pulan instruksi
bahasa mesin contoh instruksi dalam mikroprosesor MIPS :
Bahasa assembly : add St2, Ss2, St1
Bahasa mesin : 000000 10010 01001 01010 00000 100000
Logika instruksi tersebut adalah penjumlahan isi register s2 dan berisi register t1 hasilnya disimpan
dalam register t2.
Gambar 1.3: Model Lapisan Embedde System
Instruksi adalah kumpulan 32 bit bilangan biner yaitu 0 dan 1. Bilang-an biner yang dimaksud tidak
kasat mata nyatanya berupa aliran listrik yang tersimpan dalam ip- op, listrik level tinggi (untuk
menyidik mengindikasikan angka 1) dan level rendah (untuk mengindikasikan angka 0) atau kapasitor
yang terisi (untuk mengindikasikan angka 1) dan kosong (untuk mengindikasikan angka 0). Logika 0
dan 1 tersimpan secara sik. Logika proses yang tersimpan dalam sebuah program sering kita sebut
dengan per-angkat lunak yang pada ujungnya tersimpan sebagai Kumpulan bit-bit data dalam bentuk
aliran listrik voltase tinggi dan rendah.
Pada sistem dengan proses yang lebih kompleks perangkat lunak dibagi dua bagian yaitu perangkat
lunak sistem operasi dan perangkat lunak apli-kasi. Sistem operasi berperan untuk mengatur
komunikasi dengan perang-kat keras dan mengatur proses dalam embedded system perangkat
sebuah produk dapat dipandang sebagai tiga lapisan.
1. Perangkat keras (harus ada)
Bagian ini harus ada sebagai bentuk dasar dari sebuah produk elek-tronik. Perangkat keras
menjalankan fungsi utama embedded system. Didalamnya terdapat dua rangkaian utama yaitu unit
kendali dan rangkaian alur data yang didalamnya terdapat unit fungsional alur data dan unit
fungsional dikendalikan oleh unit kendali. Kedua rang-kaian ini membentuk dasar embedded System
yang harus ada sebagai fungsi minimal lapisan perangkat keras ini dapat berjalan sendiri atau
didukung oleh perangkat lunak.
Gambar 1.4: Komponen Embedded System
2. Perangkat lunak sistem operasi (boleh ada atau tidak ada)
Perangkat lunak sistem operasi diperlukan pada sistem yang lebih kompleks untuk mengatur sumber
daya yang dapat diakses oleh aplikasi penjadwalan proses yang dan pengelolaan memori. Perangkat
lunak operasi yang paling sederhana sering disebut sebagai karenal. Pada sistem perangkat lunak
sistem operasi yang digunakan adalah sistem operasi waktu nyata.
3. Perangkat lunak aplikasi (boleh ada atau tidak ada)
Aplikasi adalah fungsi embedded system yang tidak disediakan oleh perangkat keras. Aplikasi ini
disimpan dalam memori ash atau ROM. Aplikasi mengakses perangkat keras melalui layanan yang
disediakan oleh sistem operasi. Fungsi aplikasi adalah untuk melengkapi proses yang tidak dide
nisikan dalam rangkaian sik. Pemilihan implemen-tasi proses dalam bentuk perangkat lunak atau
perangkat keras di-bahas pada tahap pemisahan perangkat keras atau perangkat lunak dengan
tujuan untuk optimasi produk tujuan optimasi ini adalah un-tuk memenuhi batasan biaya dan
kecepatan sebuah produk embedded system.
Model lapisan embedded system menunjukkan bentuk umum yang ter-dapat pada sebuah produk
sistem pada sudut pandang yang lebih tinggi. Secara umum yang beda sistem ini minimal memiliki
sebuah rangkaian per-angkat keras minimal atau memiliki seluruh layar (perangkat keras, sistem
operasi dan aplikasinya). Layar perangkat keras terdiri dari sebuah kom-ponen sik yang terletak pada
papan embedded system, sementara sistem operasi dan aplikasi berada di atas dan diproses oleh
perangkat keras.
Jika digambarkan dalam bentuk lapisan bagian perangkat keras ada-lah bagian paling bawah tempat
dijalankan sebuah instruksi dan aplikasi. Perangkat keras ini dibungkus oleh perangkat lunak seperti
operasi sebagai pengatur sumber daya processor sementara di atasnya adalah aplikasi. Ba-gian yang
harus ada dalam perangkat keras sementara sistem operasi dan aplikasi bisa ada bisa tidak. Jika
sistem operasi dan aplikasi tidak ada maka yang ada hanya processor dan aplikasi dalam bentuk
perangkat keras.
Implementasi sistem seperti ini dalam bentuk prosesor khusus sistem se-perti ini cocok untuk
digunakan pada sistem yang sederhana seperti JPEG coec misalnya sistemnya cukup sederhana
sehingga dapat diimplementasik-an hanya dengan perangkat keras sistem yang lebih besar seperti
untuk aplikasi game diperlukan tidak hanya perangkat keras tapi diperlukan juga sistem operasi dan
aplikasi. Maka untuk implementasi aplikasi game model embedded system yang digunakan untuk
sebanyak 3 tingkat seperti pada gambar.
Bab 1 Embedded System
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan apa itu Embedde System.
2. Peserta didik mampu menyebutkan contoh Embedded System.
3. Peserta didik mampu menetuka setiap Klasifikasi Embedded System.
4. peserta didik mengemukakan Model Perancangan Embedded System.
1.1 Pengertian Embedded System
Embedded system atau sistem tertanam merupakan sistem komputer khusus yang dirancang untuk
menjalankan tugas tertentu dan biasanya sis-tem tersebut tertanam dalam satu kesatuan sistem.
Sistem ini menjadi bagian dari keseluruhan sistem yang terdiri atas mekanik dan perangkat keras
lainnya. Bidang embedded system mencakup penguasaan perangkat keras (hardware). Sistem
embedded merupakan sebuah sistem (rangkaian elektronika) digital yang merupakan bagian dari
sebuah sistem yang lebih besar, yang biasanya bukan berupa sistem elektronika.
Gambar 1.1: Embedde System Petama kali (Apollo)
Embedded System merupakan Sebuah system yang memcakup sebu-ah sistem yang lebih besar yang
didukung sebuah chip mikrokontroler yang merupakan salah satu piranti kontrol yang digunakan
sebagai kendali dari sistem tertanam. (Embedded System). sebagai piranti kontrol yang dapat
diprogram dengan membuat kecerdasan buatan terlebi dahulu yang sering disebut artivisual
intelegensi. rancangan kecerdasan buatan dapat dapat di wujutkan melalui progran yang di tanam
pada memory, serta dilengkapi I/O.
1.2 Klasifikasi Embedded System
Kata embedded menunjukkan bagian yang tidak dapat berdiri sendiri. Berbeda dengan sistem digital
yang didesain untuk general purpose. Embe-dded system biasanya diimplementasikan dengan
menggunakan mikrokon-troler, sistem embedded dapat memberikan respon yang sifatnya real time
dan banyak digunakan pada peralatan digital, seperti jam [Link] system berkisar dari
perangkat portable seperti jam digital dan MP3 player, untuk instalasi stasioner besar seperti lampu
lalu lintas, pengontrol pabrik, atau mengontrol sistem pembangkit listrik tenaga nuklir. Oleh karena
itu embedded System di klasi kasikan menurut suatu System yang tertanam didalamnya.
Embebedde sistem dirancang sedemikan rupa untuk menjalankan suatu sistem khusus untuk
menjalankan suatu tugas tertentu, maka untuk berjala-nya suatu sistem tersebuat harus di lenkapi
dengan beberapa system sepeti system digital, sistem rangkaian elektronika, artivisual intelgen,
adbeck dan Aktuator. untuk kenjalankan suatu sistem maka harus tersusun secara siste-mati agar
sistem tertanam dapat menjalankan tuga sesuai fungsi khususnya.
1.2.1 Sistem Embedded berdiri sendiri (Stand Alone)
Sistem embedded yang termasuk kategori ini dapat bekerja sendiri. Sis-tem embedded ini dapat
menerima input digital atau analog, melakukan kalibrasi, konversi, pemprosesan data serta
menghasilkan output data ke periperal output misalnya display LCD. Contoh alat yang termasuk
katego-ri ini adalah konsol video game, MP3 player, kamera digital.
1.2.2 Sistem Embedded Real-Time
Sistem dapat dikategorikan sebagai real-time jika waktu respon meru-pakan hal yang sangat penting.
Beberapa tugas tertentu harus dilakukan pada periode waktu yang spesi k. Ada 2 tipe sistem
embedded real time yaitu sistem embedded hard real time dan soft real-time.
1. Sistem Embedded Hard Real-Time
Untuk sistem embedded ini, pengerjaan operasi melebihi waktu yang ditentukan dapat
menyebabkan terjadinya kegagalan yang fatal dan menyebabkan kerusakan pada alat. Batas waktu
respon untuk sistem ini sangatlah kritis yaitu dalam milidetik bahkan lebih singkat lagi. Contohnya
penyelesaian operasi yang tidak sesuai waktunya pada sis-tem embedded kontrol rudal dapat
menyebabkan bencana. Sistem embedded ini juga dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari misal-
nya pada sistem kontrol kantong udara pada mobil. Waktu tunda pada sistem ini dapat mengancam
keselamatan pengendara mobil ka-rena kecelakaan biasanya terjadi dalam waktu yang sangat
singkat. Sistem embedded harus dapat bekerja dengan batas waktu yang sa-ngat tepat. Pemilihan
chip dan RTOS sangatlah penting pada sistem embedded hard real-time ini.
2. Sistem Embedded Soft Real-Time
Pada beberapa sistem embedded lainnya keterlambatan waktu respon dapat ditoleransi pada batas
tertentu. Pelanggaran batas waktu dapat menyebabkan performansi menurun namun sistem dapat
tetap bero-perasi. Contoh alat pada kategori ini adalah mikrowave dan mesin cuci. Walaupun ada
batas waktu untuk setiap operasinya namun ke-terlambatan yang dapat ditoleransi dapat dalam
hitungan detik bukan milidetik.
1.2.3 Networked Embedded Systems
Sistem embedded jaringan menghubungkan jaringan dengan interface ja-ringan ke sumber akses.
Jaringan yang dihubungkan bisa jadi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) atau
internet. Sambungan da-pat menggunakan kabel atau nirkabel. Networked embedded system dapat
dikategorikan berdasarkan sambungannya tersebut. Namun dalam banyak sistem, penggunaan kabel
maupun nirkabel dalam sistem embedded sering dilakukan. Contoh dari LAN networked embedded
system adalah sistem pengamanan rumah dimana semua sensor (misalnya pendeteksi gerak, sen-sor
tekanan, sensor cahaya ataupun sensor asap) semua terhubung melalui kabel dan dijalankan dengan
protokol TCP/IP.
Sistem pengamanan rumah dapat diintegrasikan dengan jaringan sistem pengamanan rumah dengan
tambahan jaringan kamera yang dijalankan de-ngan protokol HTTP. Jadi semua sistem embedded
dapat dikategorikan se-perti klasi kasi sebelumnya namun pembagiannya tidak mutlak. Subsistem
dari sistem embedded jaringan dapat real-time ataupun non real-time. Sis-tem real-time dapat
berdiri sendiri atau terhubung dengan jaringan.
Tutorial Arduino UNO R3
Pengenalan Bahasa C dan Board Arduino
Pada zaman digital seperti sekarang ini, teknologi bukan lagi hanya komponen keras saja (hardwere)
tetapi juga terdapat eksistensi dari perangkat lunak (softwere). Sama halnya dengan Arduino yang
tidak hanya perlu mengerti board-nya saja tetapi juga harus mengerti bahasa pemrograman yang
dipakai. Kali ini kita akan membahas mengenai bahasa C serta fungsi-fungsi bagian yang ada pada
board Arduino.
1. Bahasa C
Bahasa C diciptakan oleh Brian Kernighan dan Denis Ritchie di Bell Research Labs. Awal mulanya,
bahasa C dipergunakan oleh programer untuk dapat mengakses seluruh internal register. Namun,
pada awal tahun 1960 sistem operasi komputer menjadi jauh lebih kompleks dan sulit untuk
dikembangkan jika hanya menggunakan bahasa assembly (bahasa pemrograman tingkat rendah).
Pada akhirnya, bahasa C lah yang dipergunakan untuk mengembangkan sistem operasi diberbagai
hardwere salah satunya adalah Arduino.
Dalam melewati berbagai zaman, bahasa C juga mengalami banyak perkembangan sehingga
munculah bahasa yang merupakan turunan dari bahasa C seperti: C++, Java Script, PHP, Java, perl
dan lain sebagainya. Berbagai turunan bahasa C tersebut hanya berbeda pada sintaks serta format
penulisan yang digunakan. Fungsinya tidak lain sebagai sarana programer berkomunikasi dengan
komputer.
Dalam struktur dasar bahasa C terdiri dari dokumentasi program, pengarah prapengolahan, deklarasi
global, fungsi utama dan fungsi buatan pemrograman.
Berikut adalah sebuah program sederhana yang ditulis dalam bahasa C:
/* Nama file : Program sederhana Contoh program sederhana pada program C*/
#include
int main ( )
return 0;
2. Board Arduino
Setiap komponen yang ada pada board arduino mempunyai fungsinya masing-masing. Secara general
board arduino terdiri dari tiga bagian besar yaitu power, analog pin dan digital pin. Berikut adalah
fungsi dari komponen yang ada dalam board arduino
1. USB Soket/Power USB
USB Soket digunakan untuk berkomunikasi secara serial antara komputer dan arduino. USB Soket ini
juga digunakan untuk memprogram arduino. Saat USB Soket ini sudah terhubung dengan komputer
maka tidak perlu lagi dihubungkan dengan sumber daya eksternal.
2. Power (Barrel Jack)
Port ini digunakan untuk memberikan sumber daya eksternal ke arduino dengan tegangan maksimal
12V AC dan arus maksimal 2A.
3. Voltage Regulator
Komponen ini digunakan untuk menstabilkan tegangan yang masuk pada mikrokontroller
4. Crystal Oscillator
Kristal (quartz crystal oscillator) merupakan komponen yang memberikan detak agar mikrokontroller
dapat melakukan sebuah operasi.
5. Pin Reset
Pin ini digunakan untuk mereset secara eksternal program arduino dari awal.
6. 3.3V − Supply 3.3 output volt
7. 5V − Supply 5 output volt
8. GND (Ground)
Dalam board arduino terdapat beberapa ground dengan fungsi yang sama.
9. Vin
Pin ini digunakan untuk memberi sumber daya eksternal selain dari USB soket dan Power.
10. Analog Pins
Dalam board Arduino UNO memiliki enam buah pin analog yaitu A0 sampai A5. Fungsinya untuk
membaca nilai analog yang nantinya dikonversikan ke nilai digital antara 0 – 1023 (10 bit).
11. Main Microcontroller
Mikrokontroler merupakan otak dari board Arduino UNO. Mikrokontroller yang sering digunakan
adalah ATMEL dengan tipe Atmega32x.
12. ICSP Pin
Pin ini digunakan untuk memprogram board Arduino tanpa memalui bootloader yang disediakan.
13. Power LED indicator
LED yang digunakan sebagai indikator bahwa arduino telah terhubung dengan sumber.
14. TX dan RX LEDs
Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah ada aktifitas mengirim dan menerima data
komunikasi oleh TX (transmit) dan RX (receive).
15. Digital I/O
Arduino UNO memiliki 14 pin digital yang berfungsi untuk jalur input dan output secara digital.
Adapun fungsi khusus dari beberapa pin ini seperti pin yang berlabel “~” dapat digunakan sebagai
pin PWM (Pulse Width Modulation).
16. AREF
AREF merupakan singkatan dari Analog Reference. Pin ini digunakan untuk mengatur tegangan
referensi eksternal.