0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Dakwah, Khutbah, dan Tabligh dalam PAI

Diunggah oleh

Dwi Suheni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Dakwah, Khutbah, dan Tabligh dalam PAI

Diunggah oleh

Dwi Suheni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

BAB4: MENEBARKAN ISLAM MELALUI DAKWAH, KHUTBAH, DAN TABLIG

INFORMASI UMUM

A. INFORMASI MODUL
Nama Penyusun : Duwi Suheni
Satuan Pendidikan : SMAN 3 Bangko
Fase : XI (Sebelas) - E
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Prediksi Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Tahun Penyusunan : 2025

B. SARANA DAN PRASARANA

Sarana yang diperlukan,antara lain: Buku dan Rujukan yang kuat, misalnya Buku-
bukuTafsir, Hadis-hadis Shahih, dan Buku Fiqh, termasuk buku-buku yang sudah diterbitkan
oleh lembaga/kelompok atau perorangan di Indonesia yang kompeten di bidangnya, sejalan
dengan materi ajar yang dipelajari.
Khusus sub Bab “Dakwah”, maka dapat merujuk kepada Buku atau karya tulis, sebagai
berikut, selain buku dan rujukan yang sudah dikemukakan di muka, yakni: Kemenag RI, Islam
Rahmatal Lil ‘Alamin: Buku Rujukan GPAI SMA-SMK, Ditpai, 2010; Said Ramadhan,
Keunikan dan Keistimewaan Hukum Islam, Firdaus, Jakarta, 1991; Muhammad Imaduddin
Abdurrahim, Islam Sistem Nilai Terpadu, Yayasan Pembina Sari Insan (Yaasin) 1999, dan lain-
lain.
Khusus sub Bab “Khutbah Jum’at”, maka dapat merujuk kepada Buku karya tulis,
sebagai berikut, selain buku dan rujukan yang sudah dikemukakan di muka, yakni: Aplikasi
Khutbah Jum’at Ala NU, yang berisikan kumpulan Khutbah-khutbah Ala NU (ada yang
berbahasa Indonesia, ada juga Bahasa Jawa); Drs. H. Ahmad Yani, Buku 52 Materi Khotbah,
Kumpulan Khotbah Jum’at Setahun, DMI (Dewan Masjid Indonesia); Khutbah jum’at Pilihan
Setahun Jilid 1 dan 2, Darul Haq; Abu Bakar Jabir Al-Jazari, Khutbah Jum’at Pilihan Setahun,
Fatiha; dan lain-lain.
Khusus sub Bab “Tablig”, maka dapat merujuk kepada buku atau karya tulis, sebagai
berikut, selain buku dan rujukan yang sudah dikemukakan di muka, yakni: Menelisik Intepretasi
Ideologis Jamaah Tablig ([Link]); Ust. AhmadS arwat, Lc,MA, Rumah Fiqh
Indonesia, Dakwah, Tabligh, Khutbah, dan Ceramah, Apa Bedanya? ([Link]);
Menggali Makna Tabligh ([Link]); dll.
Media yang diperlukan: Guru yang baik, harus mampu memfasilitasi peserta didik, mulai
dari materi pelajaran baik cetak maupun elektroniknya, sampai kepada penggunaan alat peraga
manual dan segala media ICT atau TIK yang dibutuhkan (MP 3, MP 4, video, LCD, dll).
Khusus media pembelajaran, semestinya membuat sendiri media pembelajaran, meskipun
boleh juga menggunakan media yang ada, dengan cara melakukan adaptasi atau modifikasi.
Berikut
No Sub Materi Sumber
1 Dakwah Gus Baha, Dakwah Tapi Banyak Ujaran Kebencian, Bagaimana
Sikap Kita Gus? (Ngaji Kyai); Ustad Das’ad Latif, Canda dan
Dakwah (Canda & Dakwah); Rhoma Irama, 15 Nada & Dakwah
(erpe tv tuner); Dalang Anton Wartono, Lucu Pisan Dakwah Si
Cepot Nyantri (KATARA PRO); dan lain-lain.
2 Khutbah(Jum’at) Ustad Abdus Somad, Khutbah Jum’at Paling Menyentuh Hati
(Hidayah Hati); KH. Marzuqi Mustamar, [Link]., Khutbah Jum’at
(KH. Marzuqi Mustamar, [Link] Channel); Nahdhatul Ansor,
Khutbah Jum’at Singkat Terbaik Menyentuh Hati (Al-Mukhlishin
Pluit); dan lain-lain.
3 Tablig (Akbar) Habib Syech, Tabligh Akbar 1 Muharram 1442 H (Alun-alun Kota
Tegal); KH. Musthofa Bisri, Tabligh Akbar Gus Mus di PCI Cilegon
(IBNUSYAM TV) 2 September 2019; KH. Zainuddin MZ., Tabligh
Akbar Paling Mantap (Ceramah KH. Zainuddin MZ CHANNEL);
Gus Qoyyum, Akhlak Ahli Al-Qur’an (Pati Unus); dan lain-lain.

ini, beberapa media online yang dapat diunggah sesuai sub materi yang dipelajari

C. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler/tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Perlunya menjadi Duta Islam yang damai.
 Mendefinisikan pengertian, dalil perlunya, serta adab perlunya dakwah
 Menjelaskan tujuan dan sasaran, serta syarat dan metode dakwah
 Menjelaskan metode Al-Qur’an dalam menyajikan materi, metode, manajemen, dan
stretegi dakwah.
 Mendefinisikan pengertian, syarat khatib, dan syarat-syarat 2 khutbah
 Menjelaskan rukun dan sunnah khutbah, serta adab Shalat Jum’at.
 Menjelaskan praktik Khutbah Jum’at I dan praktik Khutbah Jum’at II
 Menjelaskan persamaan dan perbedaan Dakwah dan Khutbah.
 Mendefinisikan pengertian dan dalil adanya tablig.
 Menjelaskan ketentuan (tata cara), peragaan/praktik (tahap persiapan, pelaksanaan, dan
konsolidasi) tablig.
E. MODEL PEMEBALAJARAN
Melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran
berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).

F. PEMAHAMAN BERMAKNA
Dakwah, Khutbah, dan Tablig

G. PERTANYAAN PEMANTIK

 Guru menanyakan tentang Dakwah?


 Guru menanyakan tentang Tablig?
 Guru menanyakan tentang Khotbah?

H. APERSEPSI

 Menghubungkan materi hari ini dengan materi sebelumnya

KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Guru dan siswa saling mengucapkan salam
 Guru mempersilahkan ketua kelas untuk memimpin do’a
 Guru memeriksa kebersihan kelas
 Guru menanyakan kabar siswa
 Guru memeriksa kehadiran siswa melalui absensi
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Fase Kegiatan Guru (Pendidik) Kegiatan Siswa (Peserta Didik)
Fase 1 : Orientasi peserta Guru menyiapkan pernyataan atau Siswa mengamati dan memahami
didik pada masalah masalah kontekstual yang relevan masalah nyata yang disajikan,
dengan dakwah, tablig, atau khutbah seperti maraknya konten dakwah
di lingkungan sekitar. yang tidak santun atau minimnya
pemahaman tentang etika
berkhutbah.
Fase 2 : Guru membantu siswa Siswa membentuk kelompok,
Mengorganisasikan mendefinisikan dan mengorganisasi merencanakan penyelidikan (studi
peserta didik untuk tugas belajar yang berhubungan literatur, wawancara, observasi)
belajar dengan masalah tersebut, seringkali untuk mencari informasi dan
dalam kelompok. solusi terkait masalah yang
diberikan.
Fase 3: Membimbing Guru memfasilitasi, memonitor, dan Siswa secara aktif mencari dan
penyelidikan individu membimbing siswa dalam pencarian mengumpulkan data serta
maupun kelompok data/informasi dari berbagai sumber informasi yang dibutuhkan untuk
(buku PAI, Al-Qur'an, Hadis, menyelesaikan masalah yang telah
internet, narasumber). diidentifikasi.
Fase 4: Mengembangkan Guru membimbing siswa dalam Siswa menganalisis data,
dan menyajikan hasil menyusun laporan, presentasi, atau menyusun solusi, dan menyiapkan
karya produk nyata (misalnya, teks presentasi atau produk
khutbah/tablig yang santun, video berdasarkan hasil penyelidikan
simulasi dakwah) sebagai solusi mereka.
masalah.
Fase 5: Menganalisis dan Guru memberikan dukungan Siswa mempresentasikan hasil
mengevaluasi proses intelektual, memfasilitasi diskusi, karyanya, melakukan refleksi
pemecahan masalah dan melakukan evaluasi terhadap terhadap seluruh proses
proses dan hasil pemecahan masalah. pembelajaran, dan mengevaluasi
pengalaman belajar mereka.

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

ASESMEN PENILAIAN
peserta didik terhadap materi ajar yang dipelajari. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan
penyusunan Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur
tingkat pencapaian kompetensi laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Aspek Teknik Penilaian Bentuk Instrumen


Sikap Observasi selama kegiatan belajar. Catatan dalam Jurnal Guru
Penilaian antar teman Rubrik penilaian antar teman (bila
Penilaian diri diperlukan)
Rubrik penilaian diri (bila diperlukan)

Pengetahuan Penugasan: Rubrik penilaian Tugas individu


Tugas Individu: bentuk tugasnya ada
Dirubrik “Refleksi”
Tes Tulis Kunci dan skor Penilain
Keterampilan Unjuk kerja: presentasi hasil diskusiRubrik penilaian presentasi
(lihat di“Aktivitas 4.4”)
Portofolio: catatan semua aktivitasCatatan semua aktivitas keagamaan,
keagamaan, baik disekolah, rumah, danbaik disekolah, rumah, dan
masyarakat masyarakat di buku Praktikum
Penilaian Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti, atau format lain
yang sudah
Dibuat oleh guru.

Catatan:
Apabila nilai peserta didik belum mencapai KKM, maka diadakan remedial (bila 20% remedial
bersifat individual, 50 % bersifat kelompok dan di atas 50 % bersifat klasikal), dengan cara guru
menjelaskan kembali materi dan guru akan melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis atau
memberikan tugas individu. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan.
Apabila nilai peserta didik sudah mencapai KKM, maka dilakukan pengayaan, dengan mengerjakan
soal-soal yang ada di Buku Mandiri Kelas XI atau tugas lain yang sudah disiapkan guru.
Contoh Format Remedial

No Kompetensi Indikator Jenis Tugas Tindak Tempat Alokasi


Dasar Lanjut Waktu

Kunci Jawaban pada Setiap Penilaian Lihat di Buku Siswa!

Penilaian terdiri dari 3 (tiga) ranah, yakni Penilaian Sikap, Penilaian Pengetahuan, dan Penilaian
Keterampilan: Adapun penjelannya sebagai berikut:
Penilaian Sikap
Jawaban
No Pernyataan Alasan
S Rg TS
1 Dakwah, Khutbah (Jum’at), dan Tablig itu
sangat penting, karena itu setiap muslim harus
memiliki tekad kuat untuk hadir, sebagai bagian
dari menambah ilmu, agar hidupnya sesuai
dengan tuntunan Allah Swt.
2 Terlibat aktif dalam kegiatan rohani,sehingga
dapat selektif dalam memilih dai, khatib, dan
mubalig, agar masyarakat mendapat ilmu yang
berwajah Islam yang raḥmatan lil-ālamīn dan
berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan
3 Siapa pun yang memilih profesi dai, khtatib,
dan mubalig, harus benar-benar menata
kepribadiannya, sehingga pihak lain tertarik
dan bersedia ikut dengan kerelaan hati
4 Islam itu kebenaran, maka materi dakwah,
khutbah, dan tablig disampaikan secara terbuka,
utuh, dan komprehenship. Sebaliknya dihindari
menebar kebencian dan memperuncing
perbedaan.
5 Dakwah, Khutbah dan Tablig itu dimulai dari
masyarakat melalui pergaulan yang diatur, lalu
menata dengan cara-cara terkendali dan dikelola
secara adat istiadat.
Catatan: S=Setuju, Rg=Ragu-ragu, TS=Tidak setuju

Tabel Penilaian

Nomor
Skor Jumlah Nilai Predikat
1 2 3 4 5
Maksimal 4 4 4 4 4 20
Capaian

Nilai=Σ Skor Pernyataan/Skor Maksimal*4 Penilaian Pengetahuan


Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda atau PG

1 E 6 A
2 C 7 C
3 D 8 E
4 E 9 C
5 D 1 A
0

Kriteria Penilaian:
1 soal benar = 10 skor
10 soal benar = 100 skor Nilai = Jumlah Skor

Jawaban Soal Essay


Pelaksanaan Khutbah Jum’at dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian,yaitu:
 Khutbah Jum’at I (Khatib berdiri di mimbar yang diawali salam; Khatib duduk kembali saat
dikumandangkan adzan; Selesai adzan, khatib berdiri dan membaca rangkaian dari rukun-rukun
khutbah; Penutup khutbah I).
 Dilanjutkan Khutbah II (selesai khutbah pertama, khatib duduk sebentar; lalu berdiri untuk khutbah
kedua; membaca rukun-rukun khutbah mulai membaca hamdalah sampai doa.

Tiga rukun Khutbah Jum’at, antara lain: membaca hamdalah, syahadaitan,dan shalawat

Syarat menjadi mubalig agar jamaah dengan kerelaan hati mengamalkan apa yang disampikan adalah:
 Hindari upaya memaksa, apalagi menggunakan kekerasan, dan tidak terkesan menggurui.
 Gunakan pula metode yang menyenangkan dengan prinsip 3F (Fun, Fresh,dan Focus).
 Tidak berlebihan dalam menggunakan humor dan jenaka

Tiga syarat menjadi dai yang sukses adalah:


 Satunya kata dengan perbuatan, sikap dan perilakunya tingkah lakunya benar-benar menjadi teladan.
 Memahami objek dakwahnya, sehingga tepat sasaran dakwahnya.
 Memiliki keberanian dan ketegasan, namun tetap bijak dan santun dalam berdakwah.

Strategi mejadi dai, khatib, dan mubalig, agar jamaah menjadi senang dan tenteram:
 Membutuhkan waktu yang tidak pendek dan kesabaran yang tinggi
 Menggunakan beragam metode dan strategi
 Mendayagunakan sarana penunjang yang memadai/mendukung Kriteria atau Pedoman Penskoran

No Skor
1 20
2 10
3 20
4 20
5 30
TotalSkor 100

Penilaian Keterampilan
Instrumen Penilaian Aspek Keterampilan Dalam Bentuk Penugasan Presentasi (Kerja Kelompok)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Semester : Ganjil
Topik : Dakwah, Khutbah, dan Tablig
Kelas : XI-4
Penilaian Presentasi
KELOMPOK 1
Aspek yang Dinilai/Skor Maksimal
Penguasaan Tehnik Kesesuaian isi Jumlah
No Nama Siswa materi penyampaian dengan tema Performance Skor

3 3 3 3 12
1 Ade Prasetia 1 2 3 1 7
2 Afifa Syafira 3 2 3 2 10
3 Agung Pratama 1 1 3 2 7
4 Aini Zahira 3 2 3 3 11
5 Anisa Siregar 1 1 3 2 7
6 Cintya Dewi 2 2 3 2 9
7 Daffa Juli 1 1 3 2 7
Pratama

KELOMPOK 2
Aspek yang Dinilai/Skor Maksimal
Penguasaan Tehnik Kesesuaian isi Jumlah
No NamaSiswa materi penyampaian dengan tema Performance Skor

3 3 3 3 12
1 Dedi Gunawan 1 1 1 1 4
2 Donita Ramadani 2 2 3 2 9
3 Duwi Aura 1 1 3 2 7
4 Fadya Aulia 3 3 3 3 12
5 Febrianda Yoga 3 2 3 2 10
6 FrendiWalimu’arif 2 3 3 2 10
7 Hardi Chandra 1 1 3 2 7

KELOMPOK 3
Aspek yang Dinilai/Skor Maksimal
Penguasaan Tehnik Kesesuaian isi Jumlah
No NamaSiswa materi penyampaian dengan tema Performance Skor
3 3 3 3 12
1 Indah Rismiza 1 1 3 2 7
2 Jihan Dwi 2 1 3 2 8
3 Juliani 1 2 3 2 8
4 Kalvin 2 2 3 1 8
5 Khairil Anwar 3 2 3 3 11
6 [Link] 1 1 3 1 6
Maulana
7 Monaliza 2 1 3 2 8

KELOMPOK 4
Aspek yang Dinilai/Skor Maksimal
Penguasaan Tehnik Kesesuaian Jumlah
No NamaSiswa materi penyampaian isi dengan Performance Skor
tema
3 3 3 3 12
1 Muftihatul 2 1 3 2 8
Jannah
2 Mutiara Dewi 1 1 1 1 4
3 Nabila 2 2 3 2 9
5 Nadya Sabila 2 1 3 2 8
6 Padmini 3 3 3 2 11
Helnesca
7 Rara Widya 2 2 3 2 9
8 Ricka Ramadani 2 1 3 2 8

KELOMPOK 4
Aspek yang Dinilai/Skor Maksimal
Penguasaan Tehnik Kesesuaian Jumlah
No NamaSiswa materi penyampaian isi dengan Performance Skor
tema
3 3 3 3 12
1 Riska Pratiwi 2 2 3 1 8
2 Sahrul Gunawan 2 2 3 1 8
3 Sherli 2 2 3 2 9
4 Siti Nurhaliza 2 1 3 2 8
5 Syahrul 1 1 1 1 4
Ardiansyah
6 Tiara Putri 2 1 3 2 8
7 Wibilasepa 3 3 3 2 11
8 Yahya 1 2 1 1 5
Dermawan
9 [Link] Aulia 3 2 3 3 11
Penguasaan Materi
3= Sangat menguasai
2= Cukup menguasai
1= Tidak menguasai

Tehnik Penyampaian
3= Sangatbaik
2= Baik
1= Cukup baik

Kesesuaian Isi dengan tema


3= Isi sesuai dengan tema yang telah ditentukan
2= Isi kurangsesuai dengan temayang telah ditentukan
1= Isi tidak sesuai dengan tema yang telah ditentukan

Performance
3= Menguasai
2= Kurang menguasai
1= Tidak menguasi

Catatan:
4= Sangat Baik
3= Baik
2= Sedang
1= Kurang baik

REMEDIAL DAN PENGAYAAN


Remedial
Cara yang dapat dilakukan adalah:
Lakukan bimbingan khusus bagi peserta didik yang belum tuntas atau mengalami kesulitan terkait
dengan materi ajar.
Buatlah tugas-tugas atau memberi perlakuan (treatment) secara khusus, yang bentuknya
penyederhanaan dari pembelajaran yang regular.

Bentuk penyederhanaan itu, sebagaiberikut:


Strategi pembelajaran disederhanakan. Sederhanakan juga cara penyajian, baik digunakan gambar,
skema, model, grafik, maupun diberi tugas berupa rangkuman yang sederhana. Sederhanakan pula saat
membuat soal/pertanyaan yang diberikan.

Waktu dan program remedial adalah:


Remedial diberikan hanya pada materi ajar atau indikator yang belum tuntas. Remedial dilakukan
setelah mengikuti tes/ulangan materi ajar tertentu atau sejumlah CP dalam satu kesatuan.

Teknik pelaksanaan remedial adalah:


Penugasan individu diakhiri dengan tes lisan/tertulis, jika jumlah peserta didik yang mengikuti
remedial maksimal 20%. Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individu berupa lisan/tertulis, jika
jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 20%, tetapi kurang dari 50%. Pembelajaran
ulang diakhiri dengan tes individu tertulis, jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih
dari 50 %.

Pengayaan
Adapun pelaksanaan program pengayaan, dapat ditempuh sebagai berikut:
Cara yang dapat ditempuh:
Diberi bacaan tambahan bagi materi ajar tertentu, atau boleh juga dengan memberikan arahan yang
harus dilakukan bagi temannya yang belum tuntas atau kompeten.
Diberi tugas untuk melakukan analisis bacaan/paragraf, gambar, model, grafik,dll.
Diberi soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
Guru dibantu dengan cara membimbing teman-temannya yang belum mencapai ketuntasan.
Materi dan waktu program pengayaan adalah:
Materi program pengayaan diberikan sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) atau tujuan yang
dipelajari, dan boleh jadi juga berupa penguatan materi dan pengembangan materi.
Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
Sesudah mengikuti tes/ulangan Capaian Pembelajaran (CP) atau tujuan tertentu.
Saat peserta didik, tuntas nya lebih cepat tuntas dibanding dengan lainnya, maka dilayani dengan
program pengayaan
Kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya dengan penilaian. Hasilnya, tentu tidak sama dengan
pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio yang dihargai sebagai nilai tambah (lebih)
dibanding peserta didik yang hasilnya diperoleh dengan cara normal.

REFLEKSIGURUDAN PESERTA DIDIK


Perlu ada upaya melakukan refleksi pembelajaran, agar terdapat ruang untuk melakukan dialog akan
berhasil tidak nya pembelajaran yang dilakukan, termasuk refleksi khusus terhadap kondisi nyata yang
dialami umat (peserta didik) yang tidak atau kurang benar dalam belajarnya. Karena itu, perlu ada kiat
khusus untuk mengidentifikasi lebih awal peserta didik yang sudah dimasuki unsur radikalisme,
terorisme atau pemahaman agama yang menyimpang.
Berikut ini, salah satu hal yang dapat dijadikan sebagai refleksi pembelajaran: Ciri dan Tanda
Seseorang Terkena Faham Radikal dan Terorisme:
Meninggalkan sekolah atau kuliahnya bahkan rumahnya karena aktif diorganisasi tersebut.
Perubahan signifikan pada sikap mental yang mendua (split personality) lantaran harus hidup dalam
dua dunia yang berbeda
Cenderung menjadi pribadi tertutup dan tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati.
Mengkafirkan orangdi luar kelompoknya.
Menghalalkan segala cara dalam menuntaskan programnya.
Disharmonisasi hubungan dengan keluarga, teman dan lingkungan sekitar
Resistensi terhadap pemerintah yang dianggap kafir
Sementara itu, refleksi terhadap para pelajar yang Terkena Faham Radikal dan Terorisme, dapat
ditelaah dari data berikut ini, yaitu: Keterlibatan Kaum Muda dalam Kegiatan Bom Bunuh Diri
(istimata) di Indonesia: “DARI 13 PELAKU BOM BUNUH DIRI, RENTANG UMURNYA
ADALAH 19-30 TAHUN” (Sumber: BNPT)
LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Aktivitas 4.1
Aktivitas Peserta Didik:
Saatnya, kita tadarrus [Link]-Imrān/3:104, dan [Link]-Nahl/16:125 berikut ini, lalu salah
satu peserta didik membacakan terjemahnya !

AAktivitas 4.2
Aktivitas Peserta Didik:
Amati gambar atau ilustrasi berikut ini! Lalu berilah tanggapan kalian
yang dikaitkan dengan materi ajar yang dipelajari, yakni: Dakwah

Rokan Hilir, 18 November 2025

Mengetahui,

Guru Pamong Guru Pengajar

Edwin Maulana, [Link] Duwi Suheni


NIP:1994052023211015 NIM: 23004407

Kepala Sekolah

Muhammad Ali,[Link]
NIP: 19721119194041001

Anda mungkin juga menyukai