Penyandian Sumber, OFDM, dan MIMO
Penyandian Sumber (Source Coding)
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
Penyandian Sumber (Source Coding)
1.1 Konsep Dasar
Penyandian sumber adalah proses mengubah sinyal (analog atau digital) menjadi representasi digital
yang lebih efisien. Tujuan utamanya adalah mengurangi redundansi dalam sinyal, sehingga data yang
dikirim atau disimpan memerlukan bandwidth atau ruang penyimpanan lebih sedikit, tanpa
mengorbankan kualitas yang dibutuhkan.
Analogi:
file foto 10 MB
Jika dikompresi lossless → 7 MB (tidak ada kualitas hilang)
Jika dikompresi lossy → 3 MB (ada penurunan kualitas tapi masih bisa dilihat dengan jelas)
Penyandian Sumber (Source Coding)
1.2 Prinsip Dasar
1. Identifikasi Sumber Data
Misal: suara, teks, gambar, video.
Sumber sering mengandung pola atau redundansi, misal huruf “e” muncul lebih sering
daripada “z” pada teks bahasa Inggris.
2. Reduksi Redundansi
Redundansi statistik: Pola yang sering muncul diberi kode lebih pendek (misal Huffman
coding)
Redundansi semantik: Informasi kurang penting bisa dihilangkan (misal JPEG
memampatkan detail yang mata manusia jarang perhatikan)
3. Representasi Digital
Sinyal analog → dikonversi menjadi bit (quantization)
Sinyal digital → dikodekan dengan format lebih efisien (source coding)
Penyandian Sumber (Source Coding)
1.3 Contoh Metode Source Coding
1. Huffman Coding (Lossless)
Menggunakan kode variabel untuk simbol yang muncul dengan probabilitas berbeda.
Simbol yang sering muncul → kode pendek.
Contoh: Teks “AAAABBC” bisa dikodekan lebih pendek dibandingkan 7 karakter 7 byte.
2. Run-Length Coding (Lossless)
Efektif untuk data dengan banyak pengulangan.
Contoh: “AAAAABBBCC” → “5A3B2C”
3. Transform Coding (Lossy)
Mengubah sinyal ke domain lain (misal DCT pada JPEG) → membuang koefisien yang kurang
penting → kompresi tinggi.
4. Predictive Coding (Lossy/Lossless)
Memprediksi nilai berikutnya dari nilai sebelumnya → hanya kirim selisihnya.
Digunakan pada audio dan video (MP3, MPEG).
Penyandian Sumber (Source Coding)
1.4 Hubungan dengan Transmisi
Setelah penyandian sumber, data digital siap dikirim melalui saluran komunikasi. Proses transmisi biasanya
melibatkan beberapa tahap:
1. Modulasi
Mengubah bit digital menjadi sinyal analog yang bisa melewati saluran fisik (kabel, udara, fiber).
Contoh: ASK, PSK, QAM.
Tujuan: memudahkan pengiriman dan penerimaan sinyal di medium fisik.
2. Teknik Transmisi Modern: OFDM dan MIMO
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing):
Memecah data menjadi beberapa sub-carrier frekuensi yang saling orthogonal.
Mengurangi interferensi antar simbol dan multipath fading.
Contoh penggunaan: Wi-Fi, LTE, 5G.
MIMO (Multiple Input Multiple Output):
Menggunakan beberapa antena di pengirim dan penerima.
Meningkatkan kapasitas saluran dan keandalan transmisi tanpa menambah bandwidth.
Contoh: Wi-Fi 6, 4G/5G.
Penyandian Sumber (Source Coding)
3. Efisiensi Bit dan Kapasitas Saluran
Data yang telah dikompresi lebih sedikit jumlah bitnya, sehingga:
Membutuhkan bandwidth lebih rendah.
Memungkinkan lebih banyak data dikirim pada kapasitas saluran yang sama.
Hubungan matematis (Shannon-Hartley theorem):
4. Ringkasan Alur
Sinyal Asli → Source Coding (kompresi) → Channel Coding (error correction) → Modulasi → OFDM/MIMO →
Saluran
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
OFDM adalah teknik modulasi yang memecah data berkecepatan tinggi menjadi banyak sub-stream
dengan kecepatan lebih rendah, lalu dikirim secara paralel melalui sub-carrier orthogonal.
Tujuan utama: mengatasi Inter-Symbol Interference (ISI) yang disebabkan oleh multipath fading pada
saluran nirkabel.
Multipath fading: Sinyal sampai ke penerima melalui berbagai jalur → menyebabkan
interferensi antar simbol.
Sub-carrier orthogonal: Frekuensi sub-carrier diatur sedemikian rupa agar tidak saling
interferensi meski frekuensi berdekatan.
Paralelisasi data: Membagi aliran bit menjadi banyak sub-stream → tiap sub-stream memiliki
kecepatan lebih rendah → memperpanjang waktu simbol → mengurangi ISI.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
2.2 Ilustrasi
Misal: Bandwidth = 20 MHz
Dibagi menjadi 64 sub-carrier, tiap sub-carrier membawa simbol QAM (misal 16-QAM → 4 bit/simbol).
Waktu simbol diperpanjang → peluang ISI menurun karena simbol tidak tumpang tindih.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
2.3 Langkah Implementasi OFDM
1. Serial to Parallel (S/P)
Aliran bit cepat dipecah menjadi blok-bit paralel → tiap blok dikirim ke sub-carrier berbeda.
2. Mapping
Bit→ simbol modulasi (BPSK, QPSK, 16-QAM, 64-QAM).
Contoh: 4 bit → simbol 16-QAM.
3. IFFT (Inverse Fast Fourier Transform)
Konversi simbol dari domain frekuensi → domain waktu.
Hasil: sinyal OFDM siap dikirim.
4. Cyclic Prefix (CP)
Salinan akhir simbol ditempatkan di awal simbol.
Mengurangi ISI akibat multipath, mempermudah equalizer di penerima.
5. Transmit (Pengiriman)
Sinyal OFDM dikirim melalui channel nirkabel.
6. Receiver
Hapus CP → FFT → simbol kembali ke domain frekuensi → demapping → bit asli diperoleh.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Serial to Parallel (S/P Conversion)
Konsep :
OFDM membutuhkan banyak subcarrier yang berjalan secara paralel. Namun, data yang datang dari sumber (misal:
internet, video, sensor) berbentuk aliran bit serial.
Tujuan S/P
Mengubah bit-rate tinggi menjadi beberapa aliran dengan bit-rate rendah.
Setiap aliran paralel akan dimodulasikan pada subcarrier yang berbeda.
Mengatasi masalah ISI (Inter-Symbol Interference): simbol lebih panjang → lebih tahan multipath.
Misal terdapat:
64 subcarrier Ilustrasi
Aliran data 64 Mbps
Maka:
→ Setelah S/P:
64 aliran paralel, masing-masing 1 Mbps.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Mapping (Modulation Mapping)
Tujuan :
Mengubah bit-bit menjadi simbol kompleks (I + jQ) berdasarkan skema modulasi.
Skema umum di OFDM
BPSK → 1 bit per simbol
QPSK → 2 bit per simbol
16-QAM → 4 bit per simbol
64-QAM → 6 bit per simbol
256-QAM → 8 bit per simbol (digunakan WiFi 802.11ac/ax)
Contoh 16-QAM Mapping
4 bit → 1 simbol:
Bit: 1101
Mapping → titik konstelasi:
s=1+j3s = 1 + j3s=1+j3 (misal)
Output Mapping
Keluaran adalah vektor simbol kompleks untuk tiap subcarrier:
S=[S0,S1,S2,...,SN−1]
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Inverse Fast Fourier Transform (IFFT)
IFFT adalah algoritma inti dalam modulasi berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM).
Dalam OFDM:
Data dikirim melalui banyak subcarrier secara paralel
Setiap subcarrier memiliki frekuensi berbeda tetapi saling orthogonal
Proses menghasilkan sinyal OFDM dalam domain waktu dilakukan dengan IFFT
Tanpa IFFT, OFDM tidak akan efisien dan tidak akan dapat digunakan di perangkat modern.
IFFT digunakan di teknologi:
WiFi (802.11a/g/n/ac/ax)
LTE / 4G
5G NR
DVB-T2
Power Line Communication
Broadband Cable
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Sebelum membahas IFFT, kita harus memahami bahwa komunikasi digital bekerja di dua domain:
Domain Frekuensi
Representasi simbol pada subcarrier
Diwakili oleh kompleks: amplitude + fase
Domain Waktu
Sinyal yang benar-benar dikirim melalui antena atau kabel
Berupa sampel diskrit
DFT mengubah sinyal dari domain waktu → domain frekuensi:
IFFT adalah kebalikannya.
IFFT mengubah simbol-subcarrier (domain frekuensi) kembali ke sinyal waktu:
di mana:
X[k]X[k]X[k]: simbol QPSK/QAM pada subcarrier ke-k
NNN: jumlah subcarrier
x[n]x[n]x[n]: sampel sinyal OFDM dalam domain waktu
Setiap x[n]x[n]x[n] merupakan superposisi seluruh subcarrier.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Cyclic Prefix (CP)
Cyclic Prefix (CP) adalah teknik penting dalam OFDM untuk menghadapi pengaruh multipath pada kanal nirkabel. CP dibuat dengan
menyalin bagian akhir (tail) dari sebuah simbol OFDM dan menempelkannya ke bagian depan simbol tersebut.
Jika durasi simbol asli adalah T, dan panjang CP adalah T_CP, maka durasi total simbol menjadi T + T_CP.
Pada kanal multipath, sinyal yang dikirimkan tidak hanya datang melalui satu lintasan. Akan ada pantulan-pantulan yang
menyebabkan sinyal versi lama (delay) ikut masuk ke simbol berikutnya. Tanpa mekanisme perlindungan, hal ini menimbulkan:
Inter-Symbol Interference (ISI)
Inter-Carrier Interference (ICI)
kesulitan melakukan equalization
OFDM menggunakan CP sebagai solusi elegan untuk ketiga masalah tersebut.
Fungsi Utama CP
1. Mengubah Kanal dari Linear Convolution → Circular Convolution
Kanal multipath menyebabkan hubungan antara sinyal transmit dan sinyal terima berbentuk linear convolution. Namun FFT di
receiver hanya bekerja sempurna jika operasi kanal setara dengan circular convolution.
Dengan menambahkan CP:
bagian “ekor” simbol dijadikan “kepala”
efek multipath yang terlambat masih jatuh di dalam CP, bukan di dalam simbol utama
pada saat FFT, kanal efektif terlihat sebagai circular convolution
Konsekuensinya, kanal dapat direpresentasikan sebagai perkalian kompleks pada tiap subcarrier, bukan sebagai konvolusi.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
2. Equalization menjadi Sangat Sederhana (Per-Subcarrier)
Setelah kanal terlihat sebagai circular convolution, maka di domain frekuensi:
Y[k]=H[k]⋅X[k]Y[k] = H[k] X[k]Y[k]=H[k]⋅X[k]Dengan demikian:
Equalizer cukup membagi per subcarrier:
X^[k]=Y[k]H[k]\{X}[k] = Y[k]}{H[k]}X^[k]=H[k]Y[k]
Tidak lagi memerlukan equalizer time-domain yang panjang dan kompleks.
Tidak membutuhkan filter adaptif untuk menghilangkan ISI.
Ini adalah salah satu alasan OFDM sangat efisien pada kanal multipath.
3. Mencegah Inter-Symbol Interference (ISI)
Isi dari CP dapat menampung pantulan multipath sepanjang delay spread kanal. Artinya:
Selama delay multipath < panjang CP, maka sinyal terdorong dari simbol sebelumnya hanya akan mengenai CP, bukan
simbol utamanya.
Simbol utama tetap bersih dari ISI.
Oleh karena itu, pemilihan panjang CP disesuaikan dengan kondisi kanal (environments urban, indoor, vehicular, dsb).
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
2.4 Perhitungan OFDM
Laju bit total = Laju bit per sub-carrier × jumlah sub-carrier
Contoh:
64 sub-carrier × 16-QAM (4 bit/simbol)→ 256 bit per OFDM symbol
Jika simbol dikirim 1000 simbol/detik → laju bit = 256 kbps
Catatan: Efektivitas OFDM dipengaruhi faktor Cyclic Prefix dan overhead modulasi.
2.5 Kelebihan OFDM
[Link] spektrum tinggi
Sub-carrier saling orthogonal → frekuensi berdekatan bisa digunakan tanpa interferensi.
[Link] multipath fading
Paralelisasi data dan penggunaan CP → mengurangi ISI dan fading.
[Link] diterapkan pada MIMO
OFDM + MIMO → kapasitas saluran meningkat signifikan (LTE, Wi-Fi, 5G NR).
[Link] modulasi
Tiap sub-carrier bisa menggunakan modulasi berbeda sesuai kondisi channel → adaptasi laju bit
optimal.
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
3.1 Konsep Dasar
MIMO adalah teknik komunikasi nirkabel yang menggunakan beberapa antena di transmitter dan receiver untuk
meningkatkan performa sistem.
Tujuan utama MIMO:
1. Capacity Gain (Spatial Multiplexing) → meningkatkan throughput dengan mengirim beberapa aliran data secara
paralel.
2. Reliability (Diversity Gain) → meningkatkan keandalan transmisi dengan mengirim salinan sinyal melalui jalur
berbeda sehingga mengurangi efek fading.
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
3.2 Mode Operasi
1. Spatial Multiplexing
Mengirim beberapa stream data paralel melalui antena berbeda → meningkatkan
throughput.
Contoh: 2×2 MIMO → 2 stream → kapasitas teoritis 2x lebih besar dibanding single
antenna.
2. Diversity
Mengirim salinan sinyal yang sama melalui beberapa antena → mengurangi efek fading →
SNR lebih stabil.
3. Beamforming
Mengarahkan sinyal ke arah penerima tertentu → meningkatkan SNR dan mengurangi
interferensi dari arah lain.
Digunakan untuk fokus sinyal ke user tertentu pada 5G dan Wi-Fi 6.
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
3.3 Ilustrasi
Misal: 2×2 MIMO
2 antena transmitter (Tx1, Tx2)
2 antena receiver (Rx1, Rx2)
Data dibagi menjadi 2 stream paralel → throughput meningkat 2x.
Lebih kompleks: untuk N×N MIMO, N stream dapat dikirim secara paralel dengan teknik spatial
multiplexing.
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
3.4 Perhitungan Kapasitas (Shannon)
Kapasitas MIMO dapat dihitung dengan persamaan:
Dimana:
NtN_tNt= jumlah antena transmitter
NrN_rNr= jumlah antena receiver
λi\lambda_iλi= singular value dari matriks channel (menggambarkan kekuatan jalur)
PiP_iPi= daya pada stream i
N0N_0N0= power spectral density noise
Interpretasi:
Semakin banyak antena dan semakin baik kualitas channel (λi\lambda_iλibesar), kapasitas sistem meningkat.
→ memaksimalkan jumlah stream → kapasitas naik.
Spatial multiplexing
Diversity → mengoptimalkan reliabilitas → kapasitas efektif stabil.
MIMO (Multiple Input Multiple Output)
3.5 Aplikasi
1. LTE & 5G NR→ MIMO digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan throughput user.
2. Wi-Fi 6 → Multi-user MIMO (MU-MIMO) → beberapa user dapat menerima stream paralel
bersamaan.
→ throughput tinggi dan reliabilitas penting.
3. IoT dan Wireless Backhaul
4. Beamforming untuk Smart Antenna → fokus sinyal ke user → mengurangi interferensi.
Hubungan Konsep: Source Coding, OFDM, dan MIMO
4.1 Alur Integrasi Sistem
Dalam sistem komunikasi digital modern (Wi-Fi, LTE, 5G NR), tiga konsep utama ini bekerja secara berlapis
untuk mencapai komunikasi yang efisien, cepat, dan andal:
[Link] Sumber (Source Coding)
Mengurangi redundansi → efisiensi bit → data lebih sedikit → menghemat bandwidth.
[Link] (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Membagi data menjadi banyak sub-carrier orthogonal.
Memperpanjang waktu simbol → mengurangi ISI akibat multipath fading.
Efisiensi spektrum tinggi → memungkinkan high-speed wireless.
[Link] (Multiple Input Multiple Output)
Menggunakan banyak antena → meningkatkan kapasitas dan keandalan.
Mode operasi: spatial multiplexing (throughput tinggi), diversity (reliabilitas), beamforming (SNR tinggi).
[Link] MIMO + OFDM
MIMO meningkatkan kapasitas per sub-carrier OFDM → throughput sangat tinggi.
OFDM mengatasi ISI dan fading → MIMO lebih efektif.
Digunakan sebagai backbone komunikasi 4G/5G modern.