SURAT PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA
PT. ILMAN ABADI MAKMUR
DENGAN PT. JAYA BAYA BATU PERSADA
Nomer : 015/SPK-JBBP/IAM/XII/2025
Yang bertanda tangan dibawah ini, masing-masing :
I Nama : Ilman Mulyana
Jabatan : Manager
Telepon : 0838 0979 754
Alamat :Jl. Raya Serang, Desa Sukadamai, Kec. Cikande,
Kab. Serang, Banten
Bertindak untuk dan atas nama PT ILMAN ABADI MAKMUR, selanjutnya sebagai
Perusahaan penyedia barang kontruksi sebagai Pihak Pertama.
II Nama : Zayn Malik
Jabatan : Departemen Operasional
No. KTP : 0812 3456 987
Alamat : Jl. Raya Tambang No. 5, Cilegon, Banten.
Bertindak untuk dan atas nama PT JAYA BAYA BATU PERSADA, sebagai Perusahaan
Penerima Jasa, disebut sebagai Pihak Kedua.
Pada hari ini Senin tanggal 20, bulan Januari, tahun 2026, masing-masing pihak bersepakat mengadakan
perjanjian kerja sama dalam hal penyediaan barang kontruksi, dengan ketentuan dan syarat-syarat
sebagai berikut :
LINGKUP KERJASAMA
Pasal 1
UMUM
1. Pihak Pertama memberi pekerjaan kepada Pihak Kedua untuk menyuplai barang berupa material
konstruksi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek milik Pihak Kedua.
2. Permintaan barang material dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sesuai kebutuhan
proyek, dengan spesifikasi, kuantitas, dan waktu pengiriman yang akan disepakati dalam surat
pemesanan terpisah.
3. Pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib memahami dan mengikuti seluruh ketentuan teknis yang
telah ditetapkan bersama.
4. Barang-barang yang disuplai oleh Pihak Pertama akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan
proyek milik Pihak Kedua, sesuai rincian berikut:
proyek usaha sebagai berikut;
Nama proyek : Proyek Pembangunan Jalan Akses Industri
Jenis proyek : Kontruksi Infrastruktur Jalan
Alamat : Sesuai dengan site list dalam lampiran
Bahan/Material: Batu split, pasir cor, tanah urug, dan material konstruksi lainnya
Pasal 2
STATUS DAN LINGKUP PEKERJAAN
1. Jumlah dan kualifikasi jasa dengan permintaan dari Pihak kedua dan apabila diperlukan maka
kebutuhan jasa dapat diperpanjang, ditambah, dikurangi, dirumahkan, diliburkan atau
diberhentikan sewaktu-waktu dengan pemberitahuan tertulis oleh Pihak Pertama kepada Pihak
Kedua selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sejak pemberitahuan diterima oleh Pihak
Kedua sebelum atau segera bila ada pelanggaran peraturan perusahaan Pihak Pertama.
2. LINGKUP PEKERJAAN:
1. Pihak Pertama bertindak sebagai penyedia barang/material konstruksi dalam proyek
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.
2. Pihak Kedua bertindak sebagai pelaksana proyek dan penerima barang/material yang
disuplai oleh Pihak Pertama.
3. Lingkup pekerjaan Pihak Pertama mencakup:
- Penyediaan dan pengiriman barang/material ke lokasi proyek
- Menjaga kualitas dan kesesuaian barang sesuai spesifikasi
- Bertanggung jawab atas keterlambatan atau kekurangan pasokan jika terjadi
4. Seluruh pengiriman barang akan dilakukan berdasarkan purchase order dari Pihak Kedua,
dan disertai dengan berita acara serah terima.
Pasal 3
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
1. Perjanjian ini berlaku selama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal ditandatangani, yaitu
mulai tanggal 1 Desember 2025 sampai dengan tanggal 30 November 2026.
2. Apabila proyek belum selesai pada akhir masa perjanjian, maka perjanjian ini dapat diperpanjang
berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak sebelum masa berakhir.
3. Perpanjangan atau penghentian perjanjian sebelum jangka waktu berakhir hanya dapat dilakukan
berdasarkan kesepakatan bersama melalui adendum tertulis.
Pasal 4
PERSYARATAN BARANG
1 PIHAK PERTAMA berkewajiban menyediakan barang berupa bahan bangunan yang mencakup,
namun tidak terbatas pada:
a. Semen
b. Batu bata merah
c. Pasir halus
d. Besi beton
e. Cat dinding
f. Material lain sesuai kebutuhan proyek
2 Barang yang disuplai oleh PIHAK PERTAMA harus memenuhi standar kualitas yang telah
ditentukan oleh PIHAK KEDUA dan sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen proyek
(terlampir jika ada).
3 Barang harus dalam kondisi baik, baru, dan layak pakai serta tidak boleh cacat fisik atau kualitas
4 Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi atau rusak, maka PIHAK
PERTAMA wajib mengganti tanpa biaya tambahan.
5 Pihak Kedua berhak menolak barang yang disediakan Pihak Pertama, apabila teryata tidak
sesuai dengan persyaratan sebagaimana dimaksud ayat 1 dan Pihak Pertama wajib
menggantikannya segera paling lambat 1 hari kalender sejak pemberitahuan diterima oleh Pihak
Kedua.
Pasal 5
TATA TERTIB
Tenaga kerja yang disediakan Pihak Kedua wajib menaati ketentuan / peraturan yang berlaku di
lingkungan kerja Pihak Pertama antara lain:
1 PIHAK PERTAMA wajib menyerahkan barang sesuai dengan jadwal pengiriman yang telah
disepakati bersama.
2 Pengiriman barang dilakukan ke lokasi proyek PT Jaya Baya Batu Persada dengan
memperhatikan keamanan dan ketepatan waktu.
3 PIHAK PERTAMA wajib menjaga ketertiban dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku
di lingkungan kerja PIHAK KEDUA, termasuk peraturan keselamatan dan keamanan kerja.
4 Segala bentuk aktivitas pengiriman dan bongkar muat barang harus dilakukan pada jam
operasional yang telah ditentukan oleh PIHAK KEDUA.
5 PIHAK PERTAMA dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya
operasional proyek maupun mencemarkan nama baik PIHAK KEDUA.
Pasal 6
HAK DAN KEWAJIBAN
Pihak Pertama
1. Berhak menerima pembayaran atas barang yang telah diserahkan sesuai dengan ketentuan
perjanjian.
2. Wajib menyediakan dan menyerahkan barang sesuai dengan jenis, jumlah, mutu, dan waktu
yang telah disepakati.
3. Wajib menjamin bahwa barang yang disuplai dalam kondisi baik dan layak pakai.
4. Wajib mengganti barang yang rusak atau tidak sesuai spesifikasi dalam waktu maksimal 7
(tujuh) hari kerja sejak diterima pengaduan dari PIHAK KEDUA.
Pihak Kedua
1 Berhak menerima barang sesuai dengan spesifikasi dan waktu pengiriman yang telah disepakati.
2 Wajib melakukan pemeriksaan terhadap barang yang diterima dan memberikan konfirmasi
penerimaan.
3 Berhak menolak barang yang tidak sesuai spesifikasi atau rusak pada saat penerimaan
4 Berkewajiban untuk melakukan pembayaran terhadap pekerjaan yang diselesaikan Pihak
Pertama dan ditagihkan sesuai dengan Surat Perintah Kerja/SPK (terlampir).
Pasal 7
KOMPENSASI
Pihak Pertama akan mendapatkan Kompensasi dari Pihak Kedua berupa ;
1. PIHAK PERTAMA berhak menerima kompensasi berupa pembayaran dari PIHAK KEDUA atas
barang yang telah disuplai sesuai dengan harga dan ketentuan yang disepakati dalam kontrak ini.
2. PIHAK KEDUA berhak menerima kompensasi berupa barang yang sesuai dengan spesifikasi,
jumlah, dan kualitas yang telah disepakati dalam kontrak ini.
3. Waktu penagihan oleh PIHAK PERTAMA dilakukan setiap akhir bulan berdasarkan jumlah
barang yang telah diserahkan dan diterima oleh PIHAK KEDUA.
4. Waktu pembayaran oleh PIHAK KEDUA dilakukan maksimal 14 (empat belas) hari kalender
sejak tanggal penerimaan tagihan dari PIHAK PERTAMA melalui transfer ke rekening yang
telah ditentukan.
5. Waktu Penagihan.
a. Waktu penagihan (memasukkan invoice) dapat dilakukan Pihak Pertama kepada Pihak
Kedua terhadap tiap-tiap site yang sudah mendapatkan verifikasi dan validasi oleh Pihak
Kedua.
6. Waktu Pembayaran.
a. Pembayaran dilakukan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sebagai imbalan atas
penyediaan barang
b. Pembayaran dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama dilakukan 1 (satu) bulan atau 30
(tiga puluh) hari Kalender setelah invoice di terima oleh bagian Finance dari Pihak Kedua.
c. Pembayaran dilakukan menggunakan system Transfer ke rekening Pihak Pertama sesuai
dengan yang disepakati dan tercantum dalam SPK.
Pasal 8
SANKSI DAN LAIN-LAIN
1 Jika salah satu pihak terlambat melakukan kewajibannya lebih dari 7 (tujuh) hari kalender, maka
pihak yang terlambat wajib membayar denda sebesar 1% (satu persen) dari nilai transaksi per hari
keterlambatan.
2 Jika barang yang disuplai oleh PIHAK PERTAMA tidak sesuai spesifikasi atau rusak, PIHAK
KEDUA berhak meminta penggantian atau pengembalian barang dalam waktu maksimal 3 (tiga)
hari kerja setelah penerimaan.
3 Apabila terjadi pelanggaran serius terhadap ketentuan kontrak, pihak yang dirugikan dapat
memberikan peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut.
4 Jika pelanggaran tetap terjadi setelah peringatan ketiga, maka kontrak ini dapat diputus sepihak
oleh pihak yang dirugikan tanpa kewajiban ganti rugi.
5 PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA wajib menjaga kerahasiaan informasi dan tidak
melakukan tindakan yang merugikan pihak lain selama dan setelah kontrak berakhir.
6 Setiap perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan kontrak ini akan diselesaikan secara
musyawarah dan mufakat terlebih dahulu.
7 Jika musyawarah tidak mencapai kata sepakat, maka perselisihan akan diselesaikan melalui jalur
hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8 Kedua pihak tidak diperbolehkan mengalihkan hak dan kewajibannya kepada pihak ketiga tanpa
persetujuan tertulis dari pihak lainnya.
9 Sanksi lain yang tidak tercantum dalam kontrak ini akan dibahas dan disepakati bersama oleh
kedua belah pihak secara tertulis.
Pasal 9
FORCE MAJEUR
1 Kedua belah pihak tidak akan dianggap wanprestasi atau bertanggung jawab atas keterlambatan
atau kegagalan dalam melaksanakan kewajiban kontrak apabila disebabkan oleh kejadian di luar
kendali mereka, termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam (gempa bumi, banjir,
kebakaran), perang, kerusuhan, pemogokan, tindakan pemerintah, pandemi, atau gangguan
teknologi yang signifikan.
2 Pihak yang mengalami kejadian force majeure wajib segera memberitahukan secara tertulis
kepada pihak lainnya dalam waktu maksimal 5 (lima) hari kerja setelah kejadian terjadi, disertai
bukti-bukti yang mendukung.
3 Selama masa force majeure berlangsung, pelaksanaan kewajiban yang terdampak dapat
ditangguhkan sampai kondisi memungkinkan untuk dilanjutkan kembali.
4 Apabila force majeure berlangsung lebih dari 30 (tiga puluh) hari berturut-turut, maka kedua
pihak dapat melakukan pembicaraan ulang untuk penyesuaian atau pemutusan kontrak secara
baik-baik.
5 Force majeure tidak membebaskan kewajiban pembayaran yang sudah jatuh tempo sebelum
kejadian tersebut terjadi
Pasal 10
KERAHASIAAN
1 Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga kerahasiaan semua informasi, data, dokumen, dan
materi yang diperoleh selama pelaksanaan perjanjian ini, baik yang bersifat teknis, bisnis,
maupun lainnya.
2 Informasi yang dimaksud tidak boleh disebarluaskan, diungkapkan, atau digunakan untuk
kepentingan pribadi atau pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari pihak yang memberikan
informasi.
3 Kewajiban kerahasiaan ini tetap berlaku meskipun perjanjian ini telah berakhir atau dihentikan.
4 Pengecualian terhadap kewajiban kerahasiaan hanya berlaku apabila informasi tersebut sudah
menjadi pengetahuan umum atau diwajibkan oleh hukum untuk diungkapkan.
5 Pelanggaran terhadap ketentuan kerahasiaan ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan perjanjian dan hukum yang berlaku.
Pasal 11
AKIBAT PEMUTUSAN PERJANJIAN
1 Pemutusan perjanjian dapat dilakukan oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan tertulis
minimal 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal efektif pemutusan.
2 Apabila terjadi pemutusan perjanjian sebelum masa kontrak berakhir tanpa alasan yang sah, pihak
yang melakukan pemutusan wajib memberikan kompensasi kepada pihak lainnya sesuai dengan
kerugian yang timbul.
3 Semua kewajiban dan hak yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak pada saat pemutusan
perjanjian harus diselesaikan secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4 Barang dan/atau jasa yang sudah diterima oleh Pihak Kedua sebelum pemutusan tetap harus
dibayar sesuai dengan perjanjian.
5 Pemutusan perjanjian tidak membebaskan kedua belah pihak dari kewajiban kerahasiaan
sebagaimana diatur dalam Pasal 10.
6 Jika pemutusan disebabkan oleh pelanggaran berat terhadap perjanjian, pihak yang dirugikan
berhak menuntut ganti rugi sesuai hukum yang berlaku.
Pasal 12
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1 Setiap perselisihan yang timbul dari pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu
secara musyawarah untuk mencapai mufakat antara kedua belah pihak.
2 Apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender
sejak timbulnya perselisihan, maka perselisihan akan diselesaikan melalui prosedur mediasi yang
disepakati bersama.
3 Jika mediasi tidak berhasil, maka perselisihan akan diselesaikan melalui arbitrase di Badan
Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) berdasarkan peraturan dan prosedur yang berlaku di BANI.
4 Putusan arbitrase bersifat final dan mengikat kedua belah pihak.
5 Selama proses penyelesaian sengketa berlangsung, kedua belah pihak wajib tetap menjalankan
kewajiban yang tidak terkait langsung dengan sengketa.
Pasal 13
LAIN-LAIN
1 Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan dibicarakan dan disepakati oleh kedua belah
pihak secara tertulis.
2 Perubahan dan/atau penambahan isi perjanjian ini hanya berlaku apabila dibuat secara tertulis
dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.
3 Perjanjian ini mengikat dan berlaku bagi para pihak serta penerus hak dan kewajiban masing-
masing pihak.
4 Apabila ada ketentuan dalam perjanjian ini yang dianggap tidak sah atau tidak berlaku, maka
ketentuan lainnya tetap berlaku dan mengikat kedua belah pihak.
5 Semua pemberitahuan terkait perjanjian ini harus dilakukan secara tertulis dan disampaikan
melalui alamat yang telah ditentukan dalam perjanjian
Pasal 14
PENUTUP
1 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua (2) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum
yang sama dan telah dibaca serta dipahami oleh kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari
pihak manapun. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, kedua belah pihak menyatakan setuju
dan bersedia untuk melaksanakan semua ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini dengan
itikad baik.
2 Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari, tanggal, bulan, dan tahun
sebagaimana tercantum pada halaman pertama perjanjian.
Serang, 1 Desember, 2025
PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA
PT. JAYA BAYA BATU PERSADA PT. ILMAN ABADI MAKMUR
Nama: Zayn Malik Nama:Ilman Mulyana
Jabatan: Departemen Operasional jabatan: Manajer