0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Analisis Micro Teaching untuk Kualitas Mengajar

Diunggah oleh

nurul.setiawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Analisis Micro Teaching untuk Kualitas Mengajar

Diunggah oleh

nurul.setiawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PENDIDIKAN, p-ISSN 2715-095X, e-ISSN 2686-5041

Volume 34, No.2, Juli 2025 (87-96)


Online: [Link]

Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran Micro Teaching dalam


Meningkatkan Kualitas Mengajar melalui Kemampuan Pemahaman
Materi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi

Roni Wiranata* dan Siti Aisyah

E-mail: roniwiranata@[Link]
*Corresponding Author

Received: Pebruary 19, 2025 Accepted: Juny 23, 2025 Online Published: July 01, 2025

Abstrak: Micro Teaching merupakan matakuliah prasyarat yang harus dituntaskan oleh
mahasiswa pendidikan (calon guru) sebelum menempuh praktek pengalaman lapangan di
sekolah. Maka tujuan penelitian ini guna menganalisa konsep pembelajaran yang diterapkan
untuk meningkatkan kualitas mengajar pada aspek kemampuan pemahaman materi, hal ini
dilakukan agar mahasiswa dapat menjadi pengajar yang memiliki kemampuan akademik dan
professional. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, Subyek dalam penelitian ini adalah
mahasiswa STKIP PGRI Lumajang yang telah menempuh matakuliah micro teaching dengan
Teknik pengumpulan data dengan wawacara mendalam dan observasi kegiatan pembelajaran
micro teaching. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan berdasarkan hasil
wawancara kepada dosen dan mahasiswa, konsep pembelajaran micro teaching sesuai dengan
tahapan yang harus dimiliki oleh mahasiswa terfokuskan pada kompetensi pedagogi, seperti
keterampilan Menyusun perangkat pembelajaran, keterampilam membuka sampai menutup
Pelajaran. Karakter yang ditanamkan oleh pengajar kepada calon guru bermuara pada kompetensi
professional melalui pemahaman materi yang telah diajarkan. Sistem penilaian yang digunakan
bertujuan meningkatkan kualitas mengajar yang diamati selama proses praktek mengajar
mahasiswa melalui micro teaching. Secara rinci konsep pembelajara micro teaching pengajar
telah menerapkan kemampuan mahasiswa mulai dari merancang, melaksanakan, mengamati dan
mengevaluasi selama penampilan praktek masing-masing mahasiswa.

Kata-kata Kunci: Micro Teaching, Kualitas Mengajar

Analysis of Micro-Teaching Learning Concept Construction In Improving


Teaching Quality Through Material Comprehension Ability In Economics
Education Students

Roni Wiranata and Siti Aisyah

E-mail: roniwiranata@[Link]

Abstract: Micro Teaching is a compulsory course that students (candidate of teachers) have to
complete before they can start their practical experience in schools. This research aims to
analyze the learning concepts applied, with a focus on improving the quality of teaching in terms
of the ability to understand the material, this is done so that students can become teachers who
have academic and professional skills. This type of research is descriptive and qualitative. The
subjects of this research are STKIP PGRI Lumajang students who have taken the micro-teaching
course, data collection techniques used are in-depth interviews and observation of micro-
87
DOI: [Link]
88 JURNAL PENDIDIKAN, VOLUME 34, NOMOR 2, JULI 2025

teaching learning activities. The results of this research show that overall, based on the results
of interviews with lecturers and students, the concept of micro-teaching learning is in line with
the stages that students need to have, focusing on pedagogical competencies such as skills in
preparing learning tools, skills in opening and closing lessons. The character that teachers instill
in future teachers boils down to professional competence through understanding the material
taught. The assessment system used aims to improve the quality of teaching observed during the
student teaching practice process through micro-teaching. Specifically, in the learning concept
of micro-teaching, teachers have implemented students' skills starting from planning,
implementing, observing and evaluating during each student's practical performance.

Keywords: Micro Teaching, Quality of teaching

Pendahuluan

Guru professional ialah salah satu aspek kesuksesan penerapan pembelajaran.


Seseorang guru wajib mempunyai standar kompetensi dalam melaksanakan serta melakukan
kewajiban selaku guru. Pemerintah dengan tegas menetapkan peraturan nomer 32 tahun 2013
tentang Standar Nasional pendidikan BAB IV pasal 28 ayat 3 untuk mengupayakan guru
harus professional yang dijabarkan dalam 4 (empat) kompetensi guru ialah seperti
kompetensi pedagogi, sosial, kepribadian, dan professional. Keahlian serta skill yang harus
dipunyai oleh seorang guru ataupun pengajar dalam aspek keguruan wajib dioptimalkan,
maka hal itu dapat mengakinatkan kemampuan calon guru ini perlu dilatih untuk mencapai
tujuan keberhasilan pendidikan, dan harus memiliki pengalaman mengajar sebelum mereka
terjun di dunia pendidikan yang sesungguhnya. (Asmita et al., 2019) peranan guru tidak bisa
digantikan, harus berada dibarisan terdepan yang memberikan ilmu pengetahuan melalui
pembimbingan dan keteladanan didalam proses belajar mengajar.
Kesempatan calon guru (mahasiswa dalam bidang keguruan) di dalam perkuliahan ada
praktek mengajar di dalam kampus dan di luar kampus, praktek mengajar di dalam kampus
disebut micro teaching dan di luar kampus disebut PPL (praktek pengalaman lapangan).
Tujuan dari PPL agar mahasiswa memiliki pengalaman mengajar yang lebih baik (Sholekah
et al., 2021). Hal tersebut harus dilakukan untuk mencapai tujuan meningkatkan mutu guru.
Micro teaching diterapkan untuk melatih mahasiswa mulai merencanakan, melaksanakan
dan mengevaluasi persiapan pengajaran kepada teman sejawat. Dengan kesempatan tersebut
akan membuat calon guru semakin memahami karakteristik dalam pembelajaran. Menurut
(Suwarto, 2022) Pada hakekatnya para calon guru dan guru dalam memahami karakteristik
pembelajaran haruslah disiapkan sejak awal dengan memanfaatkan pengembangan diri pada
kompetensi pedagogiknya.
Berdasarkan hasil observasi pengajar selama mengampu matakuliah micro teaching di
STKIP PGRI Lumajang, ada beberapa temuan bahwa kemampuan penyampaian materi,
Tingkat percaya diri mahasiswa kurang maksimal hal ini berdasarkan dari pemahaman materi
mahasiswa masih rendah. Hal ini diperluakan Analisa pada konsep pengembangan
pembelajaran micro teaching yang digunakan. Pembelajaran micro teaching bukan sekedar
praktek mengajar dihadapan teman sejawat, tetapi pentingnya persiapan dalam
merencanakan sampai mengevaluasi pelakasanaan praktek mengajar mahasiswa selama satu
semester. Persiapan ini akan memiliki pengaruh Ketika mahasiswa menempuh matakuliah
PPL (praktek pengalaman lapangan) di sekolah. berdasarkan hasil wawancara pra penelitian

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Roni Wiranata dan Siti Aisyah, Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran..................89

yang dilakukan diketahui bahwa, pembelajaran micro teaching sangat membantu dalam hal
menyiapkan mental mahasiswa sebelum praktek sesungguhnya di lapangan.
Keahlian yang wajib dipunyai oleh seseorang guru dalam melakukan cara
pembelajaran bersifat wajib dan harus diutamakan (Sukirman, 2012). Dengan demikian
prosedur kegiatan belajar mengajar supaya tujuannya tercapai dengan maksimal, maka guru
harus professional yang salah satunya adalah menguasai sejumlah materi, hal tersebut
merupakan faktor utama dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Maka pada
dasarnya keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh calon guru bisa
dikembangkan dan dipraktekkan dengan pembelajaran micro teaching, ini menjadi
penunjang bagi calon guru untuk mengembangkan kompetensinya sebelum dipraktekkan di
sekolah.
Kemampuan dasar mengajar harus dipahami mulai dari kemampuan membuka sampai
menutup Pelajaran, menjelaskan materi Pelajaran, penggunaan model pembelajaran,
medianya juga harus sesuai dengan karakter dan suasana kelas, kemapuan mengelola kelas,
mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan pemahaman siswa, memberikan penguatan
kepada siswa dan keterampilan lainnya agar pembelajaran memberikan suasana yang
menyengkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan berdampak pada aktivitas yang baik
sehingga tujuannya dapat tercapai. Kemampuan dasar mengajar yang bagus dapat dilihat dari
aspek membuka sampai menutup Pelajaran serta pemanfaatan waktu (Sutisnawati, 2017).
Durasi pembelajaran menentukan kualitas prosesnya yang mengarah pada proses yang
sistematis. Penguasaan keterampilan atau kemapuan dasar mengajar dapat berdampak pada
kesiapan mental guru saat mengajar, kewibawaan, dan keprofesionalan didalam kelas.
Matakuliah micro teaching harus ditempuh mahasiswa kependidikan akan
memberikan pengalaman di bidang keguruan, program tersebut telah dikonsep oleh Dosen
pengampu seperti menentukan Materi serta alur praktikan mengajar secara sistematis,
kesempatan praktek ke 2 jika mahasiswa dikategorikan kurang maksimal dengan mengikuti
kuliah micro teaching tambahan. Semakin sering praktik maka akan semakin menguasai
kemampuan mengajarnya (Usman, 2013). Guru model dapat berlatih serta memahami
keahlian membimbing wajib terletak pada situasi yang terkendali, memahami sebagian
keahlian membimbing, mendapatkan keyakinan diri dalam membimbing dengan
meningkatkan serta memahami keahlian membimbing yang baik, dan memberikan penilaian
kepada teman sejawat berdasarkah dari lembar observasi yang digunakan.
Kualitas mengajar mengajar mahasiswa dipandang perlu dipersiapkan, kecakapan
ataupun kemampuan mengajar hal tersebut berkaitan dengan kemampuan menjelaskan
materi pembelajaran. Materi pembelajaran haruslah dikuasai agar mahasiswa bisa lebih yakin
diri dikala tampil dihadapan peserta didik. Semakin percaya diri bisa juga menguasai control
kelas yang baik. Jika itu betul dipersiapakan maka kualitas mengajar akan dapat terbentuk
sejak mereka menempuh matakuliah micro teaching di kampus, dimana keterampilan itu
merupakan bekal mahasiswa. Kualitas mengajar juga sangat ditentukan dari pelatihan seperti
praktik atau micro teaching, dan kualitas mengajar guru merupakan komponen penting dalam
pembelajaran karena itu juga akan mempengaruhi capaian pembelajaran yang berkualitas
(Mukroni, 2017).
Kebaruan dalam penelitian ini adalah peningkatan kualitas praktek mengajar yang
menekankan pada pemahaman materi dan penguasaan kelas praktek serta melakukan
identifikasi kesusahan mahasiswa dalam menguasai materi pelajaran yang diperlukan

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
90 JURNAL PENDIDIKAN, VOLUME 34, NOMOR 2, JULI 2025

pembimbingan intensif dari dosen. Selain itu riset ini bisa dijadkan sumber pengetahuan
dalam pemanfaatan micro teaching dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keguruan
melalui konsep pembelajaran yang inovatif dan membangun Tingkat percaya diri mahasiswa,
sehingga ini dapat memberikan kontribusi untuk calon guru yang lebih kompeten.

Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam riset ini adalah deskriptif kualitatif, maka untuk bisa
menjawab fokus penelitian dengan mendeskripsikan kegiatan pembelajaran micro teaching
yang telah dikonsepkan oleh STKIP PGRI Lumajang dengan fokus pada peningkatan kualitas
mengajar melalui pemahaman materi mahasiswa. Menurut sidiq dalam (Rahmah et al., 2024)
penelitian kualitatif akan menghasilkan perosedur penelitian berdasarkan proses yang
dilakukan, selain itu Teknik yang baik untuk melihat permasalahan yang ada, sehingga
penelitian ini dikonsepkan, dikategorikan dan dideskripsikan atas dasar fenomena yang
terjadi secara langsung di lapangan. (Rijali, 2018) Analisis data kualitatif dapat dilakukan
setelah pengumpulan data, data akan dapat diproses reduksi data sampai pada penyimpulan,
hal tersebut merupakan konsep satu kesatuan dalam penelitian ini.
Rubrik penilaian untuk meningkatkan kualitas mengajar yang dinilai oleh pengajar dan
teman sejawat. Aspek penilaian, indikator penilaian dan deskripsi dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel 1 Indikator penilaian kemampuan mengajar
No Aspek yang Indikator Deskriptor
di Nilai
1 Membuka • Membuka/Menutup Pelajaran
Pelajaran • Salam/Doa
• Kehadiran siswa
• Mengaitkan penguasaan materi kedalam
kehidupan siswa dengan materi
sebelumnya
2 Kegiatan Penggunaan Metode • Metode yang digunakan telah melibatkan
Inti aktivitas siswa untuk lebih aktif,
melakukan tahapan pembelajaran sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai
• Metode melibatkan siswa untuk
bekerjasama dengan siswa lain atau
disebut learning community
• Metode yang digunakan melibatkan
peserta didik dalam mengeksplorasi dan
meperluas pemahamannya
• Menggunakan berbagai media
• Membangun suasana kelas yang
kondusif dalam menciptakan
pembelajaran yang lebih menyenangkan
Materi Pelajaran • Materi yang disajikan sesuai dengan kompetensi
dasar dan indikator Pelajaran
• Materi sangat akurat (sesuai dengan teori)
• Materi dikembangkan dari modul

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Roni Wiranata dan Siti Aisyah, Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran..................91

Penguasaan • Mengusai dan dapat mendemonstrasikan


Kompetensi kompetensi
• Memberikan balikan penguatan secara jelas
terhadap kegiatan pembelajaran
• Guru merespin pertanyaan dan memberikan
feedback atas jawaban dari siswa dengan tepat
3 Penilaian • Guru memotivasi siswa untuk mengungkapkan
dan dan menuompulkan yang telah dipelajari
• Guru melakukan evaluasi dalam bentuk penilaian
Refleksi dengan instrument yang sesuai dengan
kompetensi
• Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
melakukan self assesmen dan peer assessment
dengan indikator yang telah ditetapkan
sebelumnya
4 Faktor Penampilan, • Bahasa yang digunakan sangat jelas dan mudah
Penunjang Bahasa, Pengaturan dipahami
• Tatapan dan Gerak tubuh menjunjukan sikap
lainnya Waktu, Confidence yang tenang dan percaya diri
• Penggunaan waktu sudah tepat
• Penampilan yang ditunjukkan dengan cara
berbusana sudah sopan, wajar dan sikap santun
dalam menghargai siswa
Sumber: diolah oleh peneliti
Sedangkan kompetensi yang dinilai untuk memperkuat hasil akhir adalah 1) Keahlian
membuka serta menutup Pelajaran, 2) Keahlian membuat pertanyaan, 3) Keahlian
memaparkan, 4) keahlian berikan penguatan, 5) Keahlian memakai alat pembelajaran, 6)
Keahlian mengatur aktivitas inti pembelajaran, 7) Keahlian membimbing diskusi, serta 8)
Keahlian mengevaluasi.

Hasil Penelitian

1. Konsep pembelajaran Micro Teaching dapat meningkatkan kualitas mengajar


mahasiswa STKIP PGRI Lumajang.
Mahasiswa dan dosen pengampu matakuliah micro teaching membuat kesepakatan
dalam mempersiapkan pelaksanaan praktik mengajar, praktik mengajar disini dilakukan
terhadap teman sejawat (teman mahasiswa satu kelas) dengan pengaturan situasi, kondisi dan
konteks belajar mengajar yang riil atau sesungguhnya. Komponen kemapuan dasar mengajar
yang diajarkan dalam pembelajaran micro teaching sangat membantu dalam meningkatkan
kualitas mengajar mahasiswa. Materi yang akan diajarkan atau disempaikan saat praktek
ditentukan oleh dosen, selanjutnya mahasiswa membuat perangkat pembelajaran (RPP,
Power point, Soal, Lembar Penilaian, dan Bahan Ajar pendukung).
Tahapan yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa berawal dari penyusunan
perangkat pembelajara sesuai kurikulum, di wilayah Lumajang ada 2 (dua) kurikulum yang
digunakan yaitu kurikulum 2013 (k13) dan kurikulum Merdeka (Kurmer) sehingga
mahasiswa dianjutkan untuk membuat perangkat sesuai dengan kurikulum yang ada saat ini.
Keterampilan yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa dalam pembelajaran micro teaching
agar dapat meningkatkan kualitas mengajarnya adalah cara membuka Pelajaran, menjelaskan

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
92 JURNAL PENDIDIKAN, VOLUME 34, NOMOR 2, JULI 2025

materi, penggunaan model-media pembelajaran, memberikan penguatan, mengevaluasi dan


menutup Pelajaran.
Tanggapan mahasiswa mengenai konsep pembelajaran micro teaching dalam
meningkatkan kualitasnya “Keterampilan guru dalam hal membuka sampai menutup
Pelajaran merupakan Langkah kecil untuk memahami menjadi guru, hal yang diperlukan
bagi calon guru agar lebih memahami Langkah atau prosedur Ketika mengajar, tidak hanya
perihal menyampaikan materi saja namun perlu penguasaan materinya harus disiapkan.”
Persepsi lain “kualitas mengajar perlu dilatih sebelum terjung ke lapangan secara
langsung seperti PPL, sehingga micro teaching ini penting bagi mahasiswa, konsep yang
ditawarkan berdasarkan kontrak kuliah sangat sesuai dengan kebutuhan bagi calon
guru. Setelah mahasiswa melalui proses praktik melalui micro teaching semakin tau cara
melakukan pengajaran kepada peserta didik, dan memahami proses pembelajaran yang
baik dan benar”
Berdasarkan pendapat mahasiswa konsep pembelajaran micro teaching sudah
tertunga dalam kontrak kuliah mulai dari pemahaman mahasiswa untuk membuat perangkat
pembelajaran, pelaksanaan pengajaran yang dituangkan dalam membuka Pelajaran,
menyampaikan materi, menggunakan model dan media, memberikan penguatan,
pengelolaan kelas, membimbing kelompok atau membimbing siswa, mengevaluasi hingga
Teknik penilaian dalam pembelajaran.
2. Peran dosen dan observer dalam meningkatkan kualitas mengajar mahasiswa
STKIP PGRI Lumajang. Melalui pembelajaran Micro Teaching.
Peran dosen dan observer ialah salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan
praktik mengajar di kelas, observer telah ditentukan oleh dosen dengan mengamati dari
perangkat dan penampilan dari guru model berdasarkan indikator penilaian yang telah
disiapkan. Dalam bimbingan cara melatih mengajar mahasiswa ada peran observer yang
mengobservasi aktivitas guru dari awal sampai akhir praktik, observer bukan cuma berperan
membantu guru model guna menggapai tujuan kegiatan praktik belajar mengajar, namun pula
wajib melangsungkan penilaian mengenai penampilan guru model.
Peran dosen dan mahasiswa pengamat adalah enyediakan aktivitas yang dicoba di
pusat aktivitas guru bentuk bersumber pada permasalahan serta kesusahan yang dialami,
membagikan dorongan handal pada para guru bentuk serta uraian materi sehingga dapat
membantu meningkatkan pemahaman, maka bagi mahasiswa yang dinyatakan belum layak
atau kurang berdasarkan rubrik penilaian baik dari dosen dan observer diharuskan tampil
ulang untuk memperbaiki agar target peningkatan kualitas mengajarnya tercapai. Dengan
adanya fasilitas yang telah dijelaskan diatas, itu termasuk cara melatih guru/calon guru untuk
mengetahui bagaimana menjadi guru yang bertanggung jawab dan berpegang teguh kepada
etika keguruan yang sebenarnya. Selain itu disarankan kepada calon guru untuk
meningkatkan disiplinnya untuk membantu menjaga wibawa seorang guru bagi peserta didik.
3. Sistem penilaian dalam pembelajaran Micro Teaching untuk meningkatkan
kualitas mengajar mahasiswa.
Sistem penilaian dalam pembelajaran micro teaching untuk meningkatkan kualitas
mengajar mahasiswa STKIP PGRI Lumajang. Penilaian micro teaching dilakukan secara
objektif dan holistik (menyeluruh) oleh tim penilai. Evaluasi micro teaching memakai
pendekatan authentic assessment ialah dengan memperhitungkan kesiapan mahasiswa serta
aplikasi micro teaching dengan cara utuh. Keterpaduan bagian evaluasi itu hendak

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Roni Wiranata dan Siti Aisyah, Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran..................93

melukiskan kapasitas, style, serta akuisisi berlatih mahasiswa yang sanggup menciptakan
akibat pada pandangan keahlian serta pandangan wawasan, dan akibat pendamping pada
pandangan tindakan. Evaluasi kesiapan mahasiswa dicoba oleh dosen serta teman sejawat
mahasiswa pada dikala aktivitas cara perkuliahan berbentuk praktek micro teaching.
Hasil wawancara “dosen dan teman sejawat menilai dari cara membuka materi di
dalam kelas penguasaan materi, penggunaan model dan media pembelajaran sampai pada
menutup Pelajaran”
Sistem penilaian micro teaching berdasarkan rubrik dan aspek keterampilan dengan
menciptakan suasana pembelajaran yang baik agar tujuan untuk menciptakan peningkatan
kualitas mengajar bagi mahasiswa. Dilihat dari penilaian kepada guru model pada saat
praktik, mahasiswa sangat antusias dikarenakan mereka sudah mengetahui dari awal terkait
apa yang akan dinilai dan bagaimana cara mereka menyiapkan sebelum ditunjuk untuk
praktek mengajar kepada teman sejawatnya.

Pembahasan
Kegiatan pembelajaran micro teaching disiapkan oleh dosen dengan perjanjian pada
kontrak kuliah, mahasiswa (guru model) harus mempersiapkan perangkat pengajaran,
melaksanakan dan mengevaluasi teman sejawat. Perangkat pembelajaran berperan sebagai
panduan ataupun penyumbang arah untuk seseorang guru. Perihal itu berarti sebab cara
pembelajaran merupakan suatu yang sitematis serta beraturan. Penyusunan RPP yang
didalamnya memuat pendekatan seorang guru/calon guru kepada peserta didik, strategi
dalam melaksanakan micro teaching, metode pembelajaran, serta alat pembelajaran wajib
dicocokkan dengan kurikulum bersumber pada standar yang sudah didetetapkan dengan cara
nasional. Seorang guru wajib pandai- pandai memilah pendekatan, strategi, tata cara, serta
alat penataran supaya penataran dapat berjalan dengan efisien serta berdaya dalam
pembelajaran saat ini.
Pembelajaran micro teaching ialah mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa
STKIP PGRI Lumajang semester 6 prodi pembelajaran ekonomi selaku ketentuan mata
kuliah PPL pada semester 7. Penerapan micro teaching sebagai dorongan guna penerapan
PPL. kepastian penerapan micro teaching di STKIP PGRI Lumajang yang ditetapkan oleh
dosen pengampu mata kuliah itu, mahasiswa diwajibkan mengenakan busana gelap putih tiap
pertemuan, membuat RPP serta wajib memakai alat penataran atau materi didik yang menarik
dikala aplikasi micro teaching.
Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan oleh peneliti melalui wawancara kepada
mahasiswa yang sudah melakukan dan yang belum melakukan praktik mengajar pada mata
kuliah micro teaching ini. Hasil dari Analisa peneliti membuktikan bahwasannya guru model
dalam hal ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Lumajang ada beberapa permasalahan yagn
dihadapi seperti: (1) Kurang percaya diri, hal ini disebabkan beberapa faktor seperti
kurangnya penguasaan materi, kurang siap, dan kurang terbiasa sehingga guru model kurang
pecaya diri dan cenderung lebih sering membuat kesalahan seperti blank dalam
menyampaikan matei, volume suara tidak stabil atau kurang jelas, gugup dan lupa materi. (2)
Kesulitan menentukan strategi atau metode, hal ini dikarenakan mahasiswa belum memiliki
pengalaman dalam menggunakan model yang disesuaikan dengan karakter dan materinya.
(3) Kesulitan melakukan apersepsi, ini disebabkan karena mahasiswa belum terbiasa tampil
secara individu di depan kelas. (4) Kesulitan menjelaskan materi. Pada praktiknya mahasiswa
kesusahan dalam menarangkan modul, perihal ini disebabkan minimnya uraian mahasiswa

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
94 JURNAL PENDIDIKAN, VOLUME 34, NOMOR 2, JULI 2025

kepada modul yang hendak diajarkan. Dari kasus ini hendak memunculkan kasus yang lain
semacam tujuan penataran yang tidak berhasil ataupun teratasi, kesusahan dalam
merumuskan penataran serta mahasiswa pula hendak kesusahan dalam melaksanakan
penilaian. Micro teaching memiliki manfaat yang luar biasa dalam mengembangkan
kemampuan mengajar mahasiswa kependidikan/keguruan, Perihal ini searah dengan riset
yang dicoba oleh (Betaubun et al., 2024) mahasiswa mampu menguasai karakteristik peserta
didik, membuka menutup pelajaran hingga mengevaluasi pembelajaran.
Peran dosen dan mahasiswa dalam penelitian ini 1) memberikan pemahaman bagi
guru model selama proses pembelajaran micro teaching, sehingga dosen dapat memberikan
saran yang membangun untuk meningkatkan kualitas mengajar serta kedisiplinan
mahasiswa. 2) memberikan penilaian bagi guru model sesuai dengan rubrik penilaian serta
menilai perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh mahasiswa sebelum praktik dimulai.
Sedangkan observer dari teman sejawat mahasiswa memiliki peran dalam menilai
dari hasil pengamatan dengan lembar observasi yang telah disiapkan oleh dosen. Pihak
observer menilai dari awal sampai akhir yang ditampilkan oleh guru model, masing-masing
guru model diamati dan dinilai oleh 2 observer (teman sejawat)
1. Mencatat hasil penilaian dari guru model sesuai dengan rubrik penilian
2. Memberikan masukan kepada guru model terkait apa yang perlu ditingkatkan
3. Mencatat hasil observasi sedetail mungkin dan disampaikan setelah guru model
selesai mengajar (praktik)
Peran dosen disini membantu untuk mengembangkan kemampuan mengajar guru
model Perihal ini searah dengan riset yang dicoba oleh (Sri Irawati & Irdam Idrus, 2019)
bahwa tugas dosen memiliki paradigma memperkaya tentang membelajarkan mahasiswa
sehingga mampu memosisikan mahasiswa dalam pembelajaran.
Instrument penilaian yang digunakan tersebut berisikan butir-butir indikator
keterampilan yang meliputi: a). Kehadiran. b). Tugas akhir, video pembelajaran. c).
Kesiapan, documen dan penguasaan materi ajar. d). Kemampuan membuka dan menutup
kelas. e). Kemampuan menguasai kelas. f). Kemampuan komunikasi(penggunaan bahasa).
Penilaian micro teaching STKIP PGRI Lumajang dilakukan dengan cara adil serta
objektive (global) oleh team evaluasi. Evaluasi micro teaching memakai pendekatan
authentic assessment ialah dengan memperhitungkan kesiapan mahasiswa serta aplikasi
micro teaching dengan cara utuh. Adapun metode evaluasi praktek micro teaching memakai
lembar evaluasi yang sudah dibuat oleh dosen. Pihak yang memperhitungkan ialah dosen
serta mahasiswa (observer). Tiap diakhir praktek guru model pada mata kuliah micro
teaching dosen yang sudah memberikan masukan atau saran pada para mahasiswa yang
sudah maju pada praktek micro teaching, tujuannya supaya pada pertemuan selanjutnya
praktikan micro teaching lebih baik.

Simpulan dan Saran

Konsep pembelajaran dalam micro teaching STKIP PGRI Lumajang disiapkan


sebelum dimulainya pembelajaran bagi mahasiswa/calon guru membuat perangkat
pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, media yang akan digunakan, dan
materi yang ditentukan oleh dosen. Dosen menginformasikan untuk penilaian praktik
mengajar adalah dari keterampilan membuka pembelajaran, penyampaian materi
pembelajaran, penggunaan media, memberi penguatan, membimbing diskusi, mengajukan

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Roni Wiranata dan Siti Aisyah, Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran..................95

pertanyaan, pengelolaan kelas, mengevaluasi dan menutup pembelajaran, semua aspek itu
untuk mengukur kualitas mengajar guru model. Dosen memiliki peran dalam membimbing,
mengarahkan, menyarankan, mengembangkan karakter keguruan mahasiswa dan menilai
hasil penampilan guru model, sedangkan observer dari teman sejawat mahasiswa. Sistem
penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran micro teaching fokus utama dari
rubrik dan aspek kompetensi pedagodi serta professional keguruan, hal ini telah dilakukan di
lingkungan kampus untuk meningkatkan kualitas mengajar mahasiswa.

Daftar Rujukan

Asmita, E., Witarsa, & Warneri. (2019). Analisis Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran
Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di Sma. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran …, 8(12), 1–
8.
[Link]
[Link]/jpdpb/article/viewFile/37786/75676584185
Betaubun, M., Fitriani, F., Rokhmah, D. E. L., & Manauhutu, F. Y. (2024). Persepi Manfaat Micro
Teaching Terhadap Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Aspek Pedagogik
Dan Kepribadian. JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian
Pendidikan Dasar, 10(1), 317–328. [Link]
Mukroni, S. (2017). Pengaruh Kualitas Pembelajaran Guru Ekonomi terhadap Kepuasan Siswa di
SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Pekbis Jurnal, 9(2), 140–150.
Rahmah, M., Rosyid, A., Vonti, L. H., Yani, I., & Adela, A. (2024). Efektifitas pembelajaran
microteaching terhadap kemampuan kompetensi calon guru. Jurnal Pendidikan Dasar,
15(2), 316–323.
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
[Link]
Sholekah, W., Utomo, S. W., & Astuti, E. (2021). Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan Dan
Prestasi Belajar Terhadap Minat Menjadi Guru Akuntansi. JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian
Ilmiah Akuntansi, 8(2), 213–222. [Link]
Sri Irawati, & Irdam Idrus. (2019). Peran Dosen Dalam Mengembangkan Karakter Mahasiswa.
Talenta Conference Series: Science and Technology (ST), 2(2), 800–810.
[Link]
Sukirman, D. (2012). Pembelajaran Micro-teaching. In Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI. Kementerian Agama RI. [Link]
10
Sutisnawati, A. (2017). Analisis Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Calon Guru Sekolah
Dasar. Jurnal MPD, 8(1), 15–24.
Suwarto, S. (2005). Pengaruh Ukuran Sampel dari Model Logistik terhadap Estimasi
Parameter Item. Jurnal Pendidikan, 14(2).
Suwarto, S. (2012). Tingkat Kesulitan, Daya Beda, dan Reliabilitas Tes Menurut Teori Tes
Klasik. Jurnal Pendidikan, 16(2).
Suwarto. (2013). Difficulty, Difference, and Reliability Level of New Student Selection
Test for Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo University. National Seminar on
Science Education. 652- 658.
Suwarto. (2013). Pengembangan Tes Diagnostik Dalam Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Suwarto. (2016). The Biology Test Characteristic of 7th Grade by The Period of The Odd

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
96 JURNAL PENDIDIKAN, VOLUME 34, NOMOR 2, JULI 2025

Term. Jurnal Penelitian Humaniora. 17(1), 1-8.


Suwarto, S. Daya Beda, Tingkat Kesulitan, dan Tebaan Tes Biologi Kelas 8 Semester
Gasal. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science,
Enviromental, and Learning (Vol. 13, No. 1, pp. 151-158).
Suwarto, S. (2017, March). Tingkat Kesulitan, Daya Beda, dan Reliabilitas Tes Biologi
Kelas 7 Semester Genap. In Seminar Nasional MIPA 2016.
Suwarto, S. (2017). Pengembangan tes ilmu pengetahuan alam terkomputerisasi. Jurnal
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 21(2), 153-161.
Suwarto, S., Widoyoko, E., & Setiawan, B. (2020, February). The effects of sample size
and logistic models on item parameter estimation. In Proceedings of the 2nd
International Conference on Education, ICE 2019, 27-28 September 2019,
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia.
Suwarto, M. P. (2021). Menggunakan Quizizz untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa
Indonesia. Jurnal Pendidikan, 30(3), 499-514.
Suwarto, S. (2021). Using Quizizz To Improve Reading Comprehension Learning. Turkish
Online Journal of Qualitative Inquiry, 12(9), 2709-2724.
Suwarto, S. (2021). The Characteristics of Indonesia Second-semester Final Test for
Eighth-grade Students. Turkish Online Journal of Qualitative Inquiry, 12(9), 356-
370.
Suwarto, M. P., & Musa, M. Z. B. (2022). Karakteristik Tes Ilmu Pengetahuan
Alam. Jurnal Pendidikan, 31(1), 109-120.
Suwarto, M. P. (2022). Pedagogik Ilmu Pengetahuan Alam. Penerbit Lakeisha.
Suwarto, S. (2023). The Characteristics of the First Semester Final Test Indonesian Class
7. Turkish Online Journal of Qualitative Inquiry, 14(1), 68-89.
Suwarto, S., Suyahman, S., Meidawati, S., Zakiyah, Z., & Arini, H. (2023). The COVID-19
Pandemic and The Characteristic Comparison of English Achievement Tests.
Perspektivy Nauki i Obrazovania, (2 (62)), 307-329.
Suwarto, S., & Hidayah, A. (2023). The Analysis of the Brain Dominance and Language
Learning Strategy Used by University EFL Learners. Journal of General Education
and Humanities, 2(1), 79-90.
Suwarto, S., & Hidayah, A. (2023). The Analysis on the Students Brain Dominance and
Learning Style Toward Their Reading Proficiency. International Journal of
Research and Innovation in Social Science, 7(1), 1201-1214.
Sudarwati, N., Nurhayati, D., Andayani, E., & Suwarto, S. (2023). Effects Of Using a Web
Blog in Online Laboratory as A Digital Marketing Platform Towards Students’
Achievement with Different Motivation Levels in Entrepreneurship Learning
Practicum. Eurasian Journal of Educational Research, 103(103), 173-189.
Usman, A. A. (2013). Dalam Program Praktek Lapangan Ii Mahasiswa. Edukatif : Jurnal Ilmu
Pendidikan, I, 109–120.

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Roni Wiranata dan Siti Aisyah, Analisis Konstruksi Konsep Pembelajaran..................97

Jurnal Pendidikan by [Link] is licensed under a Creative


Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Anda mungkin juga menyukai