0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan7 halaman

Kekuatan dan Kelemahan Diri Nofy

Unknow
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan7 halaman

Kekuatan dan Kelemahan Diri Nofy

Unknow
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEKUATAN/KELEBIHAN (STRONG POINT) YANG DIMILIKI

Kelebihan/Strong Point

Pertama, salah satu kekuatan yang saya miliki adalah kemandirian. Saya memiliki kecenderungan untuk tidak

bergantung pada orang lain.

Kedua, saya orangnnya sangat memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar dalam dapat menggapai cita-cita.

Ketiga, saya sangat mampu dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan

dengan cepat.

Keempat, saya juga memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan semua orang yang saya kenal dan

tidak sulit untuk memulai hubungan dengan orang baru dan juga senang bekerja secara kelompok dan

mampu bekerja secara individu.

Kelima, saya juga sangat tekun dan tidak mudah menyerah. Saya memiliki ketekunan yang tinggi dalam

mengejar tujuan dan meraih kesuksesan

Keenam, saya juga dikenal sebagai teman dan pasangan yang setia. Saya akan berada di samping orang-orang

yang saya cintai dalam situasi baik dan buruk.

Ketujuh, Saya juga memiliki daya tahan fisik dan mental yang kuat. Saya mampu bertahan dalam situasi

yang sulit dan melewati masa-masa yang penuh tantangan.

KELEMAHAN/KEKURANGAN (WEAK POINT) YANG DIMILIKI

Kekurangan/Weak Point

Pertama Salah satu kelemahan saya adalah kemampuan saya untuk menyimpan dendam.

Saya cenderung sulit untuk memaafkan ketika merasa terluka, dan perasaan tersebut bisa berlanjut dalam waktu yang

Kedua, saya memiliki kecenderungan untuk menjadi skeptis dan sulit untuk percaya pada orang baru.

Ini dapat membuat saya sulit membentuk hubungan yang akrab dan memerlukan waktu untuk

membangun kepercayaan. Terutama tidaak mudah percaya kepada orang

Ketiga, saya sangat cenderung serius dan terfokus pada tujuan saya, beberapa orang mungkin

menganggap saya sebagai individu yang terlalu serius atau bahkan membosankan dalam situasi yang santai.

Keempat, saya memiliki kelebihan intensitas emosi. Terkadang hal ini dapat membuat saya terlalu

mendalam atau berlebihan dalam bereaksi terhadap situasi tertentu.

Kelima, saya cenderung melekat pada masa lalu, termasuk kenangan dan emosi yang mungkin menyakitkan.
Kekurangan/Weak Point

Kemampuan saya untuk melepaskan masa lalu bisa menjadi tantangan.

Keenam, saya memiliki kecenderungan untuk mencurigai atau bahkan membenci orang dengan cepat,

terutama jika saya merasa disakiti atau dikhianati. Hal ini dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan.

PENGALAMAN MEMBANGGAKAN

Pengalaman yang membanggakan bagi saya adalah ketika saya terlibat dalam suatu organisasi yang bernama Komunita
Batas yang berpusat pada Kota Jayapura Provinsi Papua. Saya mulai bergabung pada organisasi ini sejak Tahun 2019. M
program ini adalah Menjangkau yang Tak Terjangkau dan Melayani Tanpa Batas. Kami memiliki program perjanjian kerj
Kesehatan kepada Masyarakat Pengungsian Nduga sejak Tahun 2022. Pengungsian Nduga adalah masyarakat penduduk
Kenenyam Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan. Berawal dari adanya ricuh atau aksi kontak bersenjata di Kab
mengakibatkan sebagian besar Masyarakat Nduga menjadi trauma sehingga mereka mengungsi ke Distrik Muliama Kab
dan beberapa Distrik di Kabupaten Jayawijaya. Perjalanan kami dengan menggunakan transportasi darat dan lama perj
Kami memiliki kerinduan untuk melakukan pelayanan Kesehatan ke Pengungsian Nduga. Akibat trauma berkepanjanga
Masyarakat akibat ricuh, membuat mereka menjadi trauma dan kesulitan untuk beradaptasi dengan orang yang baru m
inipun merupakan tantangan bagi kami untuk melakukan pelayanan Kesehatan kepada mereka. Pada akhirnya kami pu
Kepala Kampung setempat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kabupaten Nduga sehingga kami bisa dapat m
tersebut. Dalam pelayanan Kesehatan yang kami lakukan adalah Melakukan Penyuluhan PHBS, Melakukan Pengobatan
Pemberian Makanan Tambahan kepada Ibu Hamil dan Anak-Anak serta membagi pakaian layak pakai. Cukup banyak m
akhirnya mengerti dan mau memberi diri untuk diperiksa. Banyak hal yang kami temui diantaranya tidak sedikit dari m
yang masih tidak paham tentang kesehatan, rumah yang mereka tempati masih jauh dari kategori rumah sehat, sumbe
pemukiman membuat mereka selalu berharap air hujan, air hujan itu digunakan untuk mengolah makanan, digunakan
jika cukup dapat digunakan untuk mandi, mereka bahkan bisa tidak mandi berminggu-minggu akibat sumber air yang s
ada MCK yang layak digunakan. Beberapa penyakit juga kami dapatkan adalah banyak yang terinfeksi Kulit dan Kelamin
anak-anak yang mengalami malnutrisi akibat kebutuhan gizi yang tidak tercukupi, ibu hamil yang bahkan tidak melakuk
kehamilan ke Fasilitas Kesehatan dan ibu-ibu yang mau lahiran akhirnya lahiran saja dirumah dan ditolong oleh keluarg
yang dialami, dan akses tempat tinggal mereka yang jauh dari kota membuat mereka tidak memeriksakan Kesehatan d
mendapat pertolongan yang layak, karena sebagian dari mereka tergolong dalam keluarga tidak mampu. Setelah pelaya
berikan, Masyarakat pun sangat berterima kasih kepada kami dan merasa sangat senang dengan pelayanan yang kami b
mereka informasi yang didapat dari kami dan pengobatan yang kami berikan sangat membantu mereka dan sangat ber
mereka. Melihat pasien – pasien yang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan mendapatkan kesembuh
kenikmatan yang luar biasa bagi saya.

PENGALAMAN KURANG MEMBANGGAKAN

Pengalaman yang tidak membanggakan saya adalah saat ketika saya masih dalam perkuliahan Saya tidak mampu untuk
kemampuan diri saya dan bahkan sering tidak manajemen waktu dengan sangat baik, hal ini berakibat nilai-nilai saya k
standar lulus dan semua karena kelalaian saya. Hal ini juga berlanjut hingga saya bekerja, saya juga tidak dapat meman
dengan baik sehingga saya sering lalai dengan tanggungjawab yang diberikan.

HAL TERAKHIR YANG DIAJARKAN PADA DIRI SENDIRI

Hal terakhir yang saya ajarkan pada diri sendiri adalah managemen waktu. Tidak dipungkiri, pasti ada saja kegiatan ata
saya kerjakan atau tidak dapat dikerjakan dengan sempurna karena saya tidak dapat mengatur waktu dengan cukup ba
mempengaruhi kinerja dan produktivitas saya. Oleh karena itu, belakangan ini saya berusaha mengajarkan diri agar leb
waktu dan memilah tugas – tugas yang dapat saya lakukan dan tidak terlalu banyak mengambil tanggung jawab yang d
manajemen waktu saya menjadi terganggu dan kacau.

KESALAHAN YANG PERNAH DILAKUKAN SELAMA BELAJAR/BEKERJA

Saya terkadang (atau bahkan sering kali) terlalu semangat sehingga terlalu banyak mengambil tanggung jawab sampai k
Hal ini terlihat saat saya sudah bekerja. Namun sekarang saya merasa saya sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari s
matang serta dewasa dalam melihat sebuah tanggung jawab. Saya berusaha untuk lebih dalam lagi mengenal potensi d
saya dan berani mengatakan tidak. Walaupun keinginan untuk mendapatkan amanah dan jabatan terkadang muncul, s
mengingat prioritas utama dalam hidup saya agar tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.

TUGAS DI LUAR RUANG LINGKUP YANG SEHARUSNYA

Tidak Pernah

PEMBEDA DARI PESERTA LAINNYA

Satu hal yang membedakan saya dengan peserta lainnya adalah keinginan saya yang Kuat, gigih dan pantang menyerah
mendapatkan apa yang saya inginkan.

ESSAY

Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA DAN RENCANA PASCA STUDY

dr. Noftriana Susanti Lemauk

Perkenalkan, nama saya Noftriana Susanti Lemauk. Kerap disapa dengan nama panggilan “Nofy:, saya
adalah seorang dokter umum lulusan FK UNCEN yang memulai perkuliahan pada tahun 2009 dan
berhasil lulus pada tahun 2018. Saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter spesialis Penyakit
Dalam. Sebuah cita-cita yang sudah saya inginkan sejak awal saya kuliah kedokteran. Saya ingin
mengabdikan ilmu yang saya miliki kepada Masyarakat Papua dan Khususnya daerah Papua Pegunungan.

Sebelumnya saya pernah bertugas sebagai seorang dokter internsip di RSUD Wamena Kabupaten
Jayawijaya Provinsi Papua di Kota Wamena pada tahun 2018-2019 dan selanjutnya sebagai seorang
dokter umum kontrak di RSUD Wamena pada tahun 2019. Saat ini saya mengabdikan ilmu dan
kemampuan saya di RSUD Wamena sebagai dokter PNS tahun sejak tahun 2020 hingga saat ini. Menjadi
seorang anak perempuan yang bekerja dan merantau jauh dari kedua orang tua saya adalah suatu
keputusan terberat yang pernah saya ambil dalam hidup saya. Tapi hal ini juga yang menjadi kekuatan
dan pemacu semangat saya untuk dapat mengabdi di daerah ini dan bersedia menghadapi segala
tantangan yang ada di daerah ini. Karena kerinduan saya dan keminatan saya yang sangat besar serta
ingin lebih lagi memperdalam Ilmu Penyakit Dalam dan tentunya hal ini juga tidak terlepas dari dorongan
dan dukungan Pimpinan RSUD Wamena yaitu dr. Felly [Link], [Link],[Link], dr. Imanuel S. Auparay,
[Link] yang membidangi Kepala Seksi Pelayanan Medik dan juga [Link] Rusdewanto, SpPD yang
merupakan satu-satunya dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Wamena, yang mana telah
memberikan peluang bagi saya hingga saat ini saya juga berstatus sebagai dokter asisten penyakit dalam
pada Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Wamena dan hal ini bertujuan agar saya bisa dapat
lebih memperdalam Ilmu Penyakit Dalam dengan sangat baik sebelum melanjutkan pendidikan dokter
spesialis penyakit dalam dan ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya dan
sangat memacu semangat saya untuk lebih fokus pada tujuan saya. Menjadi seorang dokter spesialis
penyakit dalam merupakan Impian saya, demi memberikan pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat
Indonesia yang sehat terlebih khusus kepada masyarakat yang berada di Provinsi Papua Pegunungan.

Lokasi RSUD Wamena ini adalah satu-satunya RSUD yang berada di pusat Kota Wamena, yang baru saja
ditetapkan menjadi Ibukota dari Propinsi Papua Pegunungan, Provinsi baru yang terbentuk dari
pemekaran Provinsi Papua. RSUD Wamena adalah satu-satunya Rumah Sakit di kota ini dan merupakan
salah satu Rumah Sakit Rujukkan terbesar di daerah Papua Pegunungan. RSUD Wamena juga menerima
pasien-pasien yang dirujuk dari beberapa kabupaten pemekaran diantaranya Kabupaten Lannyjaya,
Kabupaten Nduga, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mamberamo Tengah dan
Kabupaten Tolikara dan juga menerima rujukkan dari beberapa Puskesmas baik Puskesmas yang berada
disekitar Kota Wamena atau yang jaraknya jauh dari Distrik. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah
tantangan tersendiri, terutama karena RSUD Wamena ini dengan segala keterbatasan sarana dan
prasarana maupun sumber daya manusianya, mau tidak mau telah menjadi pusat rujukan dari beberapa
Kabupaten di wilayah Papua Pegunungan sebelum kemudian di rujuk ke Kota Jayapura atau ke kota
lainnya. Provinsi yang baru memang membutuhkan sangat banyak sekali perubahan, terutama di bidang
pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan data Bappenas tahun 2018 rasio dokter spesialis per 1.000
penduduk tahun 2025 sebesar 0,28 artinya 28 dokter spesialis untuk 100.000 penduduk. Berdasarkan
data Dukcapil Kabupaten Jayawijaya sendiri memiliki penduduk kurang lebih 256.000 jiwa pada tahun
2020. Dokter spesialis yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan bekerja di RSUD Wamena berjumlah 15
dokter spesialis dan diantaranya 1 (satu) orang dokter spesialis penyakit dalam. Hal ini menunjukkan
tenaga dokter spesialis yang masih sangat kurang di Kabupaten Jayawijaya. Padahal kami menerima
rujukkan pasien dari 6 Kabupaten Pemekaran yang sebagian besar kasus yang kami terima adalah
masalah penyakit dalam. Spesialis penyakit dalam kami harus bekerja secara ektra bahkan sampai
lembur, padahal beliau juga sudah mendekati usia pension dan sampai saat ini harus bekerja sendiri
menangani kasus-kasus dibidang penyakit dalam yang cukup banyak. Keterbatasan biaya yang dimiliki
oleh pasien membuat pasien kesulitan untuk pergi ke Rumah Sakit lain diluar dari Kota Wamena yang
juga memiliki dokter spesialis penyakit dalam. Hal ini disebabkan untuk pergi ke rumah sakit yang dokter
spesialisnya lebih banyak, pasien harus naik pesawat lagi. Hal ini membuat cukup prihatin dengan kondisi
pasien saya meskipun dokter spesialis penyakit dalam yang sudah ada berusaha melayani, namun
dengan kasus yang banyak tentunya beliau sangatlah kewalahan.

Ilmu kedokteran pada dasarnya adalah ilmu yang utuh dalam memahami penyakit pada manusia dan
Upaya mengatasi penyakit-penyakit pada manusia tersebut. Didalam perkembangan, ilmu kedokteran
menjadi semakin luas dan mendalam sehingga kemampuan untuk memahaminya secara utuh tidaklah
mungkin lagi. Terjadinya percabangan dari ilmu kedokteran pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian
besar yaitu ilmu kedokteran bedah dan ilmu kedokteran medik. Kemudian terbagi lagi menjadi cabang
Bedah, Anak, Kebidanan dan Kandungan serta Penyakit Dalam. Sejak mengembang pedidikan profesi
dokter, saya sangat tertarik dengan ilmu penyakit dalam. Ilmu penyakit dalam adalah ilmu kedokteran
yang menangani orang dewasa meliputi penyakiy-penyakit non bedah, mencakup hamper seluruh tubuh
manusia. Luasnya cakupan untuk ilmu penyakit dalam yaitu Ginjal-Hipertensi, Tropik Infeksi, alergi
imunologi, gastroenterology, Geriatric, hematologi, onkologi medik, hepatologi, kardiologi, metabolik
endokrin, psikosomatik, pulmonology dan rheumatologi membuat saya merasa dapat membantu banyak
masalah Kesehatan yang ada di Masyarakat. Bahkan sampai saat ini saya sudah bekerja sebagai seorang
dokter saya masih merasa sangat tertarik dan perlu lebih mendalam lagi belajar dengan mengikuti studi
spesialistik sehingga mampu memberikan terapi yang lebih baik dan memiliki wewenang yang tentunya
sesuai kompetensi dokter spesialis.

Menjalani profesi sebagai seorang dokter umum selama kurang lebih 5 tahun memberikan pandangan
bagi saya akan pentingnya berpikir secara sistematis, holistik, dan struktural. Dan saya merasa ilmu yang
saya peroleh memiliki pendalaman dan pemahaman yang sangat baik bagi saya terkait ketiga hal
tersebut. Saat masa perkuliahan, Ilmu Penyakit Dalam pada awalnya sudah menjadi mata kuliah yang
saya gemari, walaupun Ilmu Penyakit Dalam adalah Ilmu yang sangat luas dan tentunya akan melibatkan
ketekunan dalam belajar dan terus belajar agar dapat mendalaminya dengan sangat baik. Sampai Ketika
saya memasuki dunia kerja di IGD dan kemudian menjadi dokter asisten, Ilmu Penyakit dalam masih
tetap membuat saya tertarik dan ingin mempelajari lebih dalam lagi. Semua itu bermula yang saya temui
saat berpraktek sebagai dokter jaga di IGD. Saat itu adalah kali pertama saya melakukan shift jaga
sebagai dokter umum. Berbekal pengetahuan yang masih minim , saya wajib memikirkan Tindakan yang
tepat dan cepat agar tetap sesuai dengan Golden Period dan kualitas hidup pasien tetap terjaga. Melihat
kemajuan dan progres perkembangan perbaikan pasien menjadi salah satu kepuasan yang tidak dapat
dipungkiri dan saya menjadi lebih tertarik untuk mendalami Ilmu Penyakit Dalam ini, dan seperti
mendapatkan persetujuan dari Tuhan, hampir setiap shift jaga IGD saya selalu mendapatkan kasus-kasus
Penyakit Dalam yang menarik dan bahkan saat ini di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam, pasien tak henti-
hentinya bergantian masuk rawat inap dan hal ini tentunya sangat membantu saya untuk lebih dapat
memperdalam ilmu saya dalam bidang ini. Kesempatan ini memberikan gambaran yang lebih luas
mengenai ilmu penyakit dalam dan kasus-kasus serta permasalahan yang banyak ditemui di tempat saya
bertugas.

Proporsi yang umum di RSUD Wamena membuat saya mempelajari banyak hal, terutama mengenai
kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah ini. Memiliki keterbatasan tenaga dokter
umum di RSUD ini dan letak strategis yang terpencil membuat saya cukup kesulitan untuk mengikuti
berbagai pelatihan dan seminar tatap muka untuk membantu meningkatkan keilmuan saya di bidang
Ilmu Penyakit Dalam. Begitu pula dengan seminar ataupun workshop yang dikarenakan jaringan internet
di Wamena yang masih kurang stabil. Tetapi semua hal tersebut tidak membuat saya hilang akal dan
semangat untuk terus mencari tambahan ilmu dan pengetahuan di bidang Ilmu Penyakit Dalam.

Pengamatan dan analisis inilah yang menjadi motivasi terbesar saya untuk mendalami ilmu kedokteran di
bidang Ilmu Penyakit Dalam. Melihat tingginya angka kasus penyakit dalam yang tak jarang
menyebabkan dapat menyebabkan kematian. Dengan pengetahuan dan akses masyarakat untuk
mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang cepat dan tepat di tempat saya bertugas semakin
meningkatkan motivasi saya untuk memperdalam pemahaman saya dibidang Ilmu Penyakit Dalam.
Bidang ilmu ini dapat membantu untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan hidup
masyarakat, pencegahan perburukan penyakit sedini mungkin, dan juga penyembuhan penyakit karena
lebih cepat diagnosis dan rencana pengobatan yang dilakukan.

Salah satu masalah Kesehatan yang mendunia serta dihadapi juga di Indonesia adalah Penyakit Ginjal
Kronis. Penyakit Ginjal Kronis di dunia saat ini mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan
serius, hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, Penyakit Ginjal Kronis merupakan
penyebab kematian peringkat ke 27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada
tahun 2010. Lebih dari 2 juta penduduk di dunia mendapatkan perawatan dengan dialisis atau
transplantasi ginjal dan hanya sekitar 10% yang benar-benar mengalami perawatan tersebut. Sepuluh
persen penduduk di dunia mengalami Penyakit Ginjal Kronis dan jutaan meninggal setiap tahun karena
tidak mempunyai akses untuk pengobatan. Pada tahun 2013, sebanyak 2 per 1000 penduduk atau
499.800 penduduk Indonesia menderita Penyakit Gagal Ginjal. Prevalensi Gagal Ginjal Kronis
berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Umur ≥ 15 Tahun menurut Karakteristik di Provinsi Papua,
Riskesdas 2018 yaitu sebanyak 15.745 dan jumlah ini sudah termasuk wilayah Papua Pegunungan. Hasil
survei Komunitas Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2005 terhadap 9.412 subjek di
Indonesia menunjukkan bahwa 12.5% sudah mengalami penurunan fungsi ginjal, artinya sekitar 25-30
juta penduduk Indonesia mengalami penurunan fungsi ginjal. Data Pusat Pembiayaan dan Jaminan
Kesehatan tahun 2012 menyebutkan total biaya hemodialisis sebesar 227 milyar rupiah merupakan
tindakan medis yang menyerap porsi terbesar dari biaya kesehatan yang ditanggung oleh PT Askes
maupun jaminan asuransi lainnya. Realisasi pembiayaan pelayanan kesehatan oleh BPJS pada tahun 2015
sebanyak 2,78 triliun rupiah dihabiskan untuk penyakit ginjal, baik rawat inap maupun rawat jalan,
jumlah tersebut meningkat dari tahun 2014 sebesar 2,2 triliun rupiah. Di RSUD Wamena tempat saya
bekerja belum memiliki fasilitas Hemodialisa, Fasilitas Hemodialisa satu-satunya yang dimiliki di Papua
hanya berada di RS Jayapura Provinsi Papua dan jika kami menemukan kasus penyakit ginjal apapun
penyebabnya yang membutuhkan penanganan hemodialisa segera menjadi tertunda. Hal ini disebabkan
karena fasilitas hemodialisa belum tersedia, sehingga kebanyakan pasien penyakit ginjal kronis yang saya
jumpai, hanya sebatas diberikan terapi supportif dari dokter spesialis serta edukasi terkait faktor resiko
yang dapat diubah dengan cara menghindari pola makan tidak sehat, memperbanyak aktivitas fisik,
berhenti merokok dan menghindari obesitas. kebanyakan dari pasien yang datang dengan masalah
penyakit ginjal kronis tergolong keluarga yang tidak mampu, sehingga untuk merujuk ke Jayapura
menggunakan Pesawat dan hal ini tentunya sangat membutuhkan biaya yang sangat besar. Dalam hal ini
dukungan dari pemerintah setempat pun sangat dibutuhkan untuk dapat menurunkan angka kesakitan
dan kematian akibat penyakit ginjal akut maupun kronis. Pemerintah wajib menyiapkan sarana prasarana
secara menyeluruh. Salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas hemodialisa di RSUD Wamena
tercinta.

Dalam hal penanganan pasien dengan penyakit ginjal kronis membantu pasien menjalani hidup yang
normal merupakan kerinduan saya, berdasarkan pengalaman saya kurangnya pengetahuan akan kondisi
klinis pasien dan terapi yang tidak adekuat membuat pasien jatuh dalam stadium yang lebih berat dan
mengalami komplikasi yang berat. Saat saya bekerja di Rumah Sakit dan menemukan pasien dengan
penyakit ginjal akut maupun kronis yang sudah jatuh dalam kondisi yang berat, saya berusaha menggali
penyebab dan berdasarkan laporan keluarga kurangnya pemahaman atau informasi Kesehatan tentang
sakit yang diderita.

Oleh karena itu, jika saya telah menjadi dokter spesialis penyakit dalam, saya juga berencana untuk
melanjutkan Pendidikan subspesialis Ginjal-Hipertensi, agar selain dapat melakukan pengobatan
spesialistik yang lebih optimal, saya berencana untuk membentuk komunitas Dimana para tenaga
Kesehatan di Puskesmas bahkan dipelosok dapat dengan mudah berkomunikasi dengan dokter spesialis
penyakit dalam sehingga jika ada masalah penyakit dapat diselesaikan bersama. Saya juga berencana
akan melakukan pendekatan dengan pihak RS dan Pemerintah setempat untuk dapat mempersiapkan
sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelayanan Kesehatan yaitu Fasilitas Hemodialisa, agar dapat
menurunkan resiko angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ginjal akut maupun kronis dan
mengurangi angka rujukan ke luar Kota Wamena serta mengurangi beban keluarga dan pasien. Kita wajib
membuat perubahan, itulah harapan dan Impian saya.

RINGKASAN PENGABDIAN PASCA STUDI

Saya akan mengabdikan ilmu saya bagi Masyarakat Indonesia dan memberikan kontribusi lebih banyak lagi demi terciptanya Ma
yang sehat.

Anda mungkin juga menyukai