Pengaruh Penggunaan Internet pada Prokrastinasi Akademik
Pengaruh Penggunaan Internet pada Prokrastinasi Akademik
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
Oleh
Rian Delmar Etwiory1, Doddy Hendro Wibowo2
1,2Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
PENDAHULUAN
Prokrastinasi merupakan sebuah kegiatan penundaan yang akan banyak
memberikan kerugian bagi para pelakunya, demikian yang disampaikan (Motie et al., 2012)
dalam penelitiannya yang mengatakan dengan melakukan penundaan seseorang akan
mengalami kegelisahan parah akibat aktivitas tidak penting yang dilakukan akibat mencoba
menunda mengerjakan aktivitas penting yang sebenarnya harus dilakukan. Menurut
(Furnham, 1995) prokrastinasi dikategorikan menjadi dua jenis yakni Functional
Procrastinate dan Dysfunctional Procrastinate. Functional Procrastinate merupakan
penundaan dengan maksud mendapatkan informasi yang lebih akurat. Sementara
Dysfunctional Procrastinate merupakan penundaan yang tidak berdasarkan tujuan yang
umumnya sering menimbulkan masalah. Mengenai berbagai penyebab prokrastinasi baik
secara emosional, kognitif, dan perilaku, pada jenis prokrastinasi seperti prokrastinas
akademik, prokrastinasi neurotik, prokrastinasi kompulsif, dan prokrastinasi pengambilan
keputusan, ditemukan bahwa prokrastinasi akademik berada di urutan teratas (Jokar &
Aghadelavarpour, 2007). Prokrastinasi akademik mengacu pada ketidakmampuan
menyelesaikan atau menunda tugas akademik dalam waktu tertentu (Wolters, 2003).
Menurut penelitian terbaru yang dilakukan (Novalyne, 2022) pada mahasiswa UKSW dari
total 203 responden ditemukan 37,9% responden melakukan prokrastinasi akademik
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
188
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
189
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
yang pada akhirnya hanya menimbulkan masalah dan hambatan dalam proses akademik
mereka di perguruan tinggi, apalagi tindakan prokrastinasi dilakukan secara sadar dan
dalam ketentuan kebijakan pembelajaran UKSW telah melewati batas normal masa studi
mahasiswa S1 dengan batas 144 sks dalam kurun waktu 4 tahun.
Prokrastinasi akademik dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti
kecanduan internet, efikasi diri yang rendah, manajemen waktu yang buruk, motivasi yang
rendah, dan stres (Amin, 2019). Dari semua penyebab prokrastinasi akademik, menurut
Burka aktor paling kuat yang dapat mempengaruhi seseorang melakukan prokrastinasi
akademik adalah pengaruh internet. Bagi mahasiswa sendiri jika internet digunakan
dengan baik dapat memberikan kemudahan akses internet memudahkan memperoleh
informasi tambahan tentang materi mata kuliah dan bahan referensi tugas mata kuliah,
sehingga menghemat waktu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas (Hia & Ginting, 2019).
Namun, meskipun internet membawa sejumlah manfaat yang positif, dampak negatifnya
juga dapat terasa apabila tidak dimanfaatkan dengan bijak. (Young, 2004) jika penggunaan
internet tidak terkendali, dampak buruknya bisa terjadi.
Istilah problematic internet use merujuk pada dampak negatif dari penggunaan
internet, seperti gangguan psikologis, sosial, akademik, atau pekerjaan yang dialami
seseorang akibat penggunaan internet yang berlebihan (Beard & Wolf, 2001). Problem
internet use (PIU) adalah sindrom multidimensi yang terdiri dari gejala dan perilaku
kognitif maladaptif yang memiliki konsekuensi sosial, akademik, dan pekerjaan yang negatif
(Caplan, 2009). Sementara menurut (Davis, 2001) problematic internet use adalah perilaku
penggunaan internet yang kurang terkontrol sehingga menghasilkan dampak negatif pada
individu seperti mengalami masalah pada kehidupan psikososial, sekolah atau kehidupan
kerja. Dengan penggunaan internet yang menyimpang dan digunakan dalam jangka waktu
yang lama diyakini merupakan salah satu ciri yang menyatakan bahwa seorang individu
sedang bosan, tidak memiliki motivasi, dan kurang yakin akan kemampuan pribadinya
dalam menyelesaikan tugas yang dimilikinya di dunia nyata sehingga cenderung
menghabiskan banyak waktu di dunia maya (Thatcher et al., 2008). Dalam penelitian yang
dilakukan (Brate, 2017) Tiga faktor utama yang mendorong seseorang untuk menggunakan
internet secara berlebihan adalah ketakutan akan kegagalan, kecemasan, dan enggan untuk
menyelesaikan tugas. Sementara itu, empat alasan yang menyebabkan perilaku
prokrastinasi meliputi rasa malas, ketidaknyamanan dalam menyelesaikan tugas, ketakutan
akan kegagalan,bbb dan dorongan untuk mencapai kesempurnaan. Menurut hasil survey
Asosiasi Penyelenggara Jasa Survei Indonesia (2022) sebanyak 94,7% mahasiswa diketahui
menjadi pengguna internet aktif dengan rata-rata waktu penggunaan selama 8 jam atau
lebih untuk mengakses internet.
Banyak ditemukan beberapa kasus berdasarkan penelitian sebelumnya yang
mengungkapkan maraknya terjadi aktivitas prokrastinasi akademik akibat problematic
internet use seperti yang diungkapkan (Nurfadilah, 2022) Dalam penelitian terhadap
mahasiswa pengguna internet aktif di Kota Bandung, ditemukan bahwa ada kecenderungan
positif antara penggunaan internet yang bermasalah dengan kecenderungan untuk
menunda-nunda dalam urusan akademik. Mayoritas mahasiswa yang diteliti cenderung
menunjukkan tingkat sedang pada setiap variabel yang diukur. Hal yang sama juga
ditemukan dalam hasil penelitian yang di ungkapkan oleh (Andreyani, 2021) yang
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
190
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
menemukan adanya hubungan yang positif antara intensitas bermedia sosial yang
dilakukan mahasiswa fakultas psikologi Unissula dengan prokrastinasi akademik
mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Prokrastinasi akademik sering dijumpai ketika
aktivitas akademik sedang berlangsung (Amin, 2019).
Penggunaan internet yang berlebihan dapat menyebabkan masalah dalam hal
akademik, seperti pemborosan waktu belajar, penurunan motivasi belajar, pengabaian
tugas, pelupaan tugas, absen dari kelas, dan penurunan nilai (Widiana et al., 2004).
Menggunakan internet untuk menunda pekerjaan diharapkan dapat memberikan sedikit
waktu untuk mengurangi stres (Lavoie & Pychyl, 2001). Penelitian sebelumnya tentang
penggunaan internet yang bermasalah dan prokrastinasi akademik, dilakukan oleh
(Anggunani & Purwanto, 2019) menemukan korelasi yang signifikan antara keduanya, di
mana semakin tinggi penggunaan internet yang bermasalah, semakin tinggi tingkat
prokrastinasi akademik. Hasil penelitian (Nurfadilah, 2022) dalam hasil penelitiannya
ditemukan bahwa problematic internet use memiliki hubungan yang positif dengan
prokrastinasi akademik. Hasil yang sama juga di di ungkapkan oleh (Andreyani, 2021) yang
menyatakan adanya hubungan yang positif antara intensitas bermedia sosial yang
dilakukan mahasiswa fakultas Psikologi Unissula. Namun hasil berbeda diberikan oleh
(Odac & Kalkan, 2010) yang mengemukakan sesuai hasil penelitiannya bahwa tidak
ditemukannya hubungan yang signifikan antara problematic internet use dengan
prokrastinasi akademik.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan maka peneliti ingin mengetahui
hubungan problematic internet use dengan prokrastinasi akademik mahasiswa dikarenakan
terdapat perbedaan hasil penelitian oleh para peneliti terdahulu. Oleh karena itu peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara problematic internet use
dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.
Pendekatan kuantitatif fokus pada analisis data numerik (berbentuk angka) tentang
perilaku yang diolah menggunakan metode statistik. Desain yang digunakan dalam
penelitian ini didasarkan pada statistik korelasional.
Penelitian ini memeriksa keabsahan skala untuk masalah penggunaan internet dan
prokrastinasi akademik dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 untuk Windows.
Temuan menunjukkan bahwa kedua skala tersebut memiliki validitas yang kuat, ditandai
dengan nilai validitas mereka yang melebihi 0,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
skala tersebut efektif dalam mengukur variabel yang bersangkutan.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
191
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
Penelitian menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0 untuk Windows dalam menilai
keandalan skala mengukur masalah penggunaan internet yang berpotensi merugikan dan
penundaan dalam konteks akademik. Temuan menunjukkan bahwa kedua skala tersebut
memiliki tingkat keandalan yang memadai dengan nilai reliabilitas di atas 0,6,
menunjukkan konsistensi yang baik dalam pengukuran variabel yang bersangkutan.
Metode Analisa Data
Peneliti menggunakan metode analisis data untuk menjelajahi hubungan antara
problematic internet use dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Dilakukan uji
normalitas untuk menentukan apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal
atau tidak. Selanjutnya, uji linearitas digunakan untuk menilai apakah data yang digunakan
dalam penelitian bersifat linear. Selain itu, uji hipotesis korelasional dilakukan untuk
mengungkap arah hubungan antara variabel yang diselidiki. Analisis korelasi ini
menggunakan uji korelasi product moment-Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS
versi 25.0 untuk Windows.
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
192
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
193
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
Berdasarkan Uji Linearitas di atas, hasil pada F beda = 0,852 dan nilai signifikansi
sebesar 0,692 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara problematic
internet use dan prokrastinasi akademik adalah linear.
Hasil Uji Hipotesis
Setelah mengonfirmasi asumsi-asumsi, peneliti melanjutkan ke tahap pengujian
hipotesis menggunakan data yang telah dikumpulkan. Karena data menunjukkan distribusi
normal serta adanya hubungan linear dan signifikan antara variabel, peneliti memilih untuk
menggunakan korelasi Pearson sebagai metode analisis data dalam pengujian hipotesis.
Keputusan ini didasarkan pada hasil pengujian asumsi yang memenuhi persyaratan untuk
analisis Pearson. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi positif antara variabel
problematic internet use dan variable prokrastinasi akademik), dengan signifikansi Sig.
<,000 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,488.
Berdasarkan tabel, hasil perhitungan uji korelasi diperoleh nilai Pearson correlation sebesar
0,488 dengan nilai signifikansi = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan positif yang
sedang antara problematic internet use dan prokrastinasi akademik. Semakin tinggi problematic
internet use, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik, dan sebaliknya semakin rendah
problematic internet use, maka semakin rendah pula perilaku prokrastinasi akademik, sehingga
hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dari penelitian ini
dapat diterima. Menurut penelitian yang dilakukan (Novalyne, 2022) dan (Suhadianto, 2019)
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
194
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
KESIMPULAN
Penelitian ini melibatkan 107 mahasiswa di Indonesia yang sedang menyelesaikan
skripsi, mayoritas berusia 20-25 tahun dan telah mulai kuliah sejak tahun 2019 atau
sebelumnya. Penelitian tersebut dimulai pada 6 Maret 2024 dan berakhir saat penutupan
kuesioner pada 19 Maret 2024. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang sedang
(p<.000) dan positif (koefisien korelasi 0,488) antara problematic internet use dan
prokrastinasi akademik pada mahasiswa tersebut. Terutama, jika mahasiswa memiliki
tingkat problematic internet use yang tinggi, cenderung memiliki tingkat prokrastinasi
akademik yang juga tinggi. Temuan ini mendukung hipotesis yang diajukan dan sejalan
dengan penelitian sebelumnya. Persentase problematic internet use pada sampel mahasiswa
tersebut sebesar 68,2%, kategorinya adalah sedang, sementara prokrastinasi akademiknya
mencapai 66,4%, juga termasuk dalam kategori sedang.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Amin, G. (2019). Academic Procrastination of College Students. Jurnal Muara Ilmu
Ekonomi Dan Bisnis, 3(2), 431. [Link]
[2] Andreyani, N. D. (2021). Hubungan Antara Intensitas Bermedia Sosial Dengan
Prokrastinasi Mengerjakan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula.
[3] Anggunani, A. R., & Purwanto, B. (2019). Hubungan antara Problematic Internet Use
dengan Prokrastinasi Akademik. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 4(1),
1. [Link]
[4] APJII. (2022). Hasil Survei Internet APJII. Apjii. [Link]
[5] Bachmid, F. (2019). Hubungan Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Prokrastinasi
Akademik Pada Mahasiswa Maluku di Malang. Tesis Pascasarjana Universitas
Muhammadiyah Malang, 1–46.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
195
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
[6] Beard, K. W., & Wolf, E. M. (2001). Modification in the proposed diagnostic criteria for
Internet addiction. Cyberpsychology and Behavior, 4(3), 377–383.
[Link]
[7] Brate, A. T. (2017). Compulsive Internet Use and Academic Procrastination: Significant
Comparative, Correlative and Predicting Indicators in a Romanian Student Sample.
International Conference KNOWLEDGE-BASED ORGANIZATION, 23(2), 251–255.
[Link]
[8] Burka. (1983). Procastionation: Why You Do It, What to Do About It. 2008, 368.
[9] Caplan. (2003). Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic
Internet Use and Psychosocial Well-Being. Communication Research, 30(6), 625–648.
[Link]
[10] Caplan. (2009). Computers in human behaviour_Wagner_2010.pdf.
[11] Davis, R. A. (2001). Cognitive-behavioral model of pathological Internet use. Computers in
Human Behavior, 17(2), 187–195. [Link]
[12] Furnham, A. (1995). Procrastination and task avoidance. Personality and Individual
Differences, 19(5), 779. [Link]
[13] Ghufron, M. N. ., & Risnawita, S. R. (2020). Teori- Teori Psikologi (3rd ed.).
[14] Gultom, S. A., Wardani, N. D., Fitrikasari, A., & Dewi Wardani, N. (2018). Hubungan
Adiksi Internet dengan Prokrastinasi Akademik. Diponegoro Medical Journal (Jurnal
Kedokteran Diponegoro), 7(1), 330–347.
[Link]
[15] Hia, N., & Ginting, S. (2019). Pengaruh Internet Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia Kota Medan.
Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 2(1), 61–67.
[16] Huda, M. J. N. (2015). Perbandingan Prokrastinasi akademik menurut Pilahan Jenis
kelamin di uin sunan kalijaga yogyakarta. Palastren, 8(2), 423–438.
[17] Jokar, B., & Aghadelavarpour, M. (2007). Relation educational procrastination and
development goals. Journal of Modern Educational Thoughts, 3(3–4), 61–80.
[18] Laia, B., Florina Laurence Zagoto, S., Theresia Venty Fau, Y., Duha, A., Telaumbanua, K.,
Permata Sari Lase, I., Ziraluo, M., Magdalena Duha, M., Laia, B., & Luahambowo, B.
(2022). Prokrastinasi akademik siswa SMA Negeri di kabupaten nias selatan. Jurnal
Ilmiah Aquinas, 5(1), 162–168. [Link]
[19] Lavoie, J. A. A., & Pychyl, T. A. (2001). Cyberslacking and the procrastination
superhighway: A web-based survey of online procrastination, attitudes, and emotion.
Social Science Computer Review, 19(4), 431–444.
[Link]
[20] McCloskey. (2011). Finally, my thesis on academic procrastination. Thesis, 1–84.
[21] McCloskey. (2015). Finally!: The Development and Validation of the Academic
Procrastination Scale. Manuscript Submitted for Publication, March, 1–38.
[Link]
[22] Motie, H., Heidari, M., & Sadeghi, M. A. (2012). Predicting Academic Procrastination
during Self-Regulated Learning in Iranian first Grade High School Students. Procedia -
Social and Behavioral Sciences, 69, 2299–2308.
[Link]
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
196
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)