0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan10 halaman

Pengaruh Penggunaan Internet pada Prokrastinasi Akademik

Jurnall

Diunggah oleh

220810316
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan10 halaman

Pengaruh Penggunaan Internet pada Prokrastinasi Akademik

Jurnall

Diunggah oleh

220810316
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

187

JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

HUBUNGAN ANTARA PROBLEMATIC INTERNET USE DENGAN PROKRASTINASI


AKADEMIK MAHASISWA

Oleh
Rian Delmar Etwiory1, Doddy Hendro Wibowo2
1,2Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

e-mail: 1riandelmar06@[Link], [Link]@[Link]

Article History: Abstract: This research aims to investigate the link


Received: 23-04-2024 between excessive internet usage and academic
Revised: 16-05-2024 procrastination among students. Using purposive
Accepted: 20-05-2024 sampling, the researchers gathered data from a total of
107 students. The analysis employed Pearson's product
moment correlation. The study utilized two scales: one
Keywords: measuring problematic internet use and the other
Problematic Internet Use, measuring academic procrastination. The findings
Academic Procrastination, revealed a significant positive correlation (r = 0.488, p =
Student 0.000, p < 0.05), indicating that medium levels of
problematic internet use correspond to increased
academic procrastination. Conversely, lower problematic
internet use was associated with reduced academic
procrastination. These results underscore the
importance of students understanding the implications
of excessive internet use to mitigate academic
procrastination

PENDAHULUAN
Prokrastinasi merupakan sebuah kegiatan penundaan yang akan banyak
memberikan kerugian bagi para pelakunya, demikian yang disampaikan (Motie et al., 2012)
dalam penelitiannya yang mengatakan dengan melakukan penundaan seseorang akan
mengalami kegelisahan parah akibat aktivitas tidak penting yang dilakukan akibat mencoba
menunda mengerjakan aktivitas penting yang sebenarnya harus dilakukan. Menurut
(Furnham, 1995) prokrastinasi dikategorikan menjadi dua jenis yakni Functional
Procrastinate dan Dysfunctional Procrastinate. Functional Procrastinate merupakan
penundaan dengan maksud mendapatkan informasi yang lebih akurat. Sementara
Dysfunctional Procrastinate merupakan penundaan yang tidak berdasarkan tujuan yang
umumnya sering menimbulkan masalah. Mengenai berbagai penyebab prokrastinasi baik
secara emosional, kognitif, dan perilaku, pada jenis prokrastinasi seperti prokrastinas
akademik, prokrastinasi neurotik, prokrastinasi kompulsif, dan prokrastinasi pengambilan
keputusan, ditemukan bahwa prokrastinasi akademik berada di urutan teratas (Jokar &
Aghadelavarpour, 2007). Prokrastinasi akademik mengacu pada ketidakmampuan
menyelesaikan atau menunda tugas akademik dalam waktu tertentu (Wolters, 2003).
Menurut penelitian terbaru yang dilakukan (Novalyne, 2022) pada mahasiswa UKSW dari
total 203 responden ditemukan 37,9% responden melakukan prokrastinasi akademik
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
188
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

akibat penyalahgunaan smartphone. Penelitian lain dari (Suhadianto, 2019) juga


mendapatkan banyak sekali presentase prokrastinasi akademik dalam lingkup mahasiswa
di salah satu universitas ter akreditasi ”A” di Surabaya. Bahkan pada peneltian sebelumnya
yang dilakukan (Huda, 2015) telah ditemukan data sebanyak 78,5% mahasiswa UIN Sunan
Kalijaga melakukan prokrastinasi akademik.
Dalam menjalani tugas dan perannya sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi,
seorang mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan aktif dalam perannya sebagai
seorang yang terpelajar lewat aktivitas akademik namun tidak jarang ditemukan banyak
mahasiswa yang sering menunda mengerjakan tugas-tugas dan tanggung jawab yang
diberikan karena beberapa alasan (Özer et al., 2009). Prokrastinasi akademik hanya
memberikan dampak negatif bagi mahasiswa di antaranya penurunan nilai akademik dan
juga kegagalan dalam perkuliahan (Gultom et al., 2018).
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 3 mahasiswa
fakultas psikologi UKSW yang berbeda angkatan ditemukan bahwa mereka melakukan
prokrastinasi mengerjakan salah satu tugas syarat kelulusan yakni skripsi karena beberapa
alasan berbeda. Pada responden pertama mahasiswa angkatan 2017 ditemukan keterangan
bahwa dirinya melakukan prokrastinasi akibat fokusnya yang dialihkan kedalam hubungan
percintaan dan asmara yang membuatnya lupa akan waktu dan menganggap tugas skripsi
dapat di selesaikan pada waktu yang akan datang, dirinya juga mengatakan bahwa dirinya
lebih senang menghabiskan waktu menggunakan internet untuk menenangkan diri dan
mengalihkan fokus diri dari tugas skripsinya dengan penggunaan internet melebihi 6 jam
setiap harinya dengan aplikasi Instagram, TikTok, dan Youtube menjadi aplikasi terbanyak
yang menghabiskan waktunya. Pada kenyataannya dirinya sudah melewati masa studi
normal bagi seorang mahasiswa dalam menyelesaikan kewajiban tugas akhir skripsi yakni
belum menyelesaikan skripsi selamat kurun waktu maksimal 5 tahun menurut aturan yang
tertera dalam kebijakan pembelajaran UKSW dengan batas 144 sks dalam kurun waktu 4
tahun. Pada responden kedua yakni mahasiswa angkatan 2018 ditemukan keterangan
bahwa dirinya melakukan prokrastinasi akademik karena telah memiliki penghasilan dan
pekerjaan serta telah menikah. Hal ini membuat dirinya lebih fokus bekerja dan berusaha
memenuhi kebutuhan keluarga barunya dan dengan sadar lebih memilih menunda
pengerjaan tugas akhir nya yang telah melewati batas studi normal bagi mahasiswa UKSW
yakni 5 tahun sesuai aturan dalam kebijakan pembelajaran UKSW dengan batas 144 sks
dalam kurun waktu 4 tahun. Terakhir responden ketiga yakni mahasiswa angkatan 2019
ditemukan keterangan bahwa dirinya melakukan prokrastinasi karena menganggap
semuanya bisa dikerjakan pada waktu yang akan datang, faktor kemalasan juga diakui
berpengaruh apalagi semenjak pandemi covid-19. Di lain sisi dilakukannya prokrastinasi
juga akibat dirinya yang ingin mencari kesenangan dan keadaan yang menyenangkan untuk
menghindari stress akademik akibat revisi dari dosen pembimbing, komunikasi yang
mandet, perasaan takut akan hasil yang tidak sesuai, serta terkadang sulit dalam mengatur
diri sendiri lewat kegiatan naik gunung, juga menghabiskan waktu menggunakan internet
dengan tujuan yang tidak jelas di beberapa aplikasi seperti Instagram, Tiktok, dan Youtube.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dapat ditemukan bahwa semua
mahasiswa yang dimintai keterangan pada dasarnya melakukan dysfunctional procrastinate
yakni prokrastinasi yang tidak berdasarkan tujuan dan tidak memiliki tujuan yang jelas

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
189
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

yang pada akhirnya hanya menimbulkan masalah dan hambatan dalam proses akademik
mereka di perguruan tinggi, apalagi tindakan prokrastinasi dilakukan secara sadar dan
dalam ketentuan kebijakan pembelajaran UKSW telah melewati batas normal masa studi
mahasiswa S1 dengan batas 144 sks dalam kurun waktu 4 tahun.
Prokrastinasi akademik dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti
kecanduan internet, efikasi diri yang rendah, manajemen waktu yang buruk, motivasi yang
rendah, dan stres (Amin, 2019). Dari semua penyebab prokrastinasi akademik, menurut
Burka aktor paling kuat yang dapat mempengaruhi seseorang melakukan prokrastinasi
akademik adalah pengaruh internet. Bagi mahasiswa sendiri jika internet digunakan
dengan baik dapat memberikan kemudahan akses internet memudahkan memperoleh
informasi tambahan tentang materi mata kuliah dan bahan referensi tugas mata kuliah,
sehingga menghemat waktu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas (Hia & Ginting, 2019).
Namun, meskipun internet membawa sejumlah manfaat yang positif, dampak negatifnya
juga dapat terasa apabila tidak dimanfaatkan dengan bijak. (Young, 2004) jika penggunaan
internet tidak terkendali, dampak buruknya bisa terjadi.
Istilah problematic internet use merujuk pada dampak negatif dari penggunaan
internet, seperti gangguan psikologis, sosial, akademik, atau pekerjaan yang dialami
seseorang akibat penggunaan internet yang berlebihan (Beard & Wolf, 2001). Problem
internet use (PIU) adalah sindrom multidimensi yang terdiri dari gejala dan perilaku
kognitif maladaptif yang memiliki konsekuensi sosial, akademik, dan pekerjaan yang negatif
(Caplan, 2009). Sementara menurut (Davis, 2001) problematic internet use adalah perilaku
penggunaan internet yang kurang terkontrol sehingga menghasilkan dampak negatif pada
individu seperti mengalami masalah pada kehidupan psikososial, sekolah atau kehidupan
kerja. Dengan penggunaan internet yang menyimpang dan digunakan dalam jangka waktu
yang lama diyakini merupakan salah satu ciri yang menyatakan bahwa seorang individu
sedang bosan, tidak memiliki motivasi, dan kurang yakin akan kemampuan pribadinya
dalam menyelesaikan tugas yang dimilikinya di dunia nyata sehingga cenderung
menghabiskan banyak waktu di dunia maya (Thatcher et al., 2008). Dalam penelitian yang
dilakukan (Brate, 2017) Tiga faktor utama yang mendorong seseorang untuk menggunakan
internet secara berlebihan adalah ketakutan akan kegagalan, kecemasan, dan enggan untuk
menyelesaikan tugas. Sementara itu, empat alasan yang menyebabkan perilaku
prokrastinasi meliputi rasa malas, ketidaknyamanan dalam menyelesaikan tugas, ketakutan
akan kegagalan,bbb dan dorongan untuk mencapai kesempurnaan. Menurut hasil survey
Asosiasi Penyelenggara Jasa Survei Indonesia (2022) sebanyak 94,7% mahasiswa diketahui
menjadi pengguna internet aktif dengan rata-rata waktu penggunaan selama 8 jam atau
lebih untuk mengakses internet.
Banyak ditemukan beberapa kasus berdasarkan penelitian sebelumnya yang
mengungkapkan maraknya terjadi aktivitas prokrastinasi akademik akibat problematic
internet use seperti yang diungkapkan (Nurfadilah, 2022) Dalam penelitian terhadap
mahasiswa pengguna internet aktif di Kota Bandung, ditemukan bahwa ada kecenderungan
positif antara penggunaan internet yang bermasalah dengan kecenderungan untuk
menunda-nunda dalam urusan akademik. Mayoritas mahasiswa yang diteliti cenderung
menunjukkan tingkat sedang pada setiap variabel yang diukur. Hal yang sama juga
ditemukan dalam hasil penelitian yang di ungkapkan oleh (Andreyani, 2021) yang

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
190
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

menemukan adanya hubungan yang positif antara intensitas bermedia sosial yang
dilakukan mahasiswa fakultas psikologi Unissula dengan prokrastinasi akademik
mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Prokrastinasi akademik sering dijumpai ketika
aktivitas akademik sedang berlangsung (Amin, 2019).
Penggunaan internet yang berlebihan dapat menyebabkan masalah dalam hal
akademik, seperti pemborosan waktu belajar, penurunan motivasi belajar, pengabaian
tugas, pelupaan tugas, absen dari kelas, dan penurunan nilai (Widiana et al., 2004).
Menggunakan internet untuk menunda pekerjaan diharapkan dapat memberikan sedikit
waktu untuk mengurangi stres (Lavoie & Pychyl, 2001). Penelitian sebelumnya tentang
penggunaan internet yang bermasalah dan prokrastinasi akademik, dilakukan oleh
(Anggunani & Purwanto, 2019) menemukan korelasi yang signifikan antara keduanya, di
mana semakin tinggi penggunaan internet yang bermasalah, semakin tinggi tingkat
prokrastinasi akademik. Hasil penelitian (Nurfadilah, 2022) dalam hasil penelitiannya
ditemukan bahwa problematic internet use memiliki hubungan yang positif dengan
prokrastinasi akademik. Hasil yang sama juga di di ungkapkan oleh (Andreyani, 2021) yang
menyatakan adanya hubungan yang positif antara intensitas bermedia sosial yang
dilakukan mahasiswa fakultas Psikologi Unissula. Namun hasil berbeda diberikan oleh
(Odac & Kalkan, 2010) yang mengemukakan sesuai hasil penelitiannya bahwa tidak
ditemukannya hubungan yang signifikan antara problematic internet use dengan
prokrastinasi akademik.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan maka peneliti ingin mengetahui
hubungan problematic internet use dengan prokrastinasi akademik mahasiswa dikarenakan
terdapat perbedaan hasil penelitian oleh para peneliti terdahulu. Oleh karena itu peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara problematic internet use
dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa.

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.
Pendekatan kuantitatif fokus pada analisis data numerik (berbentuk angka) tentang
perilaku yang diolah menggunakan metode statistik. Desain yang digunakan dalam
penelitian ini didasarkan pada statistik korelasional.

Tabel 1. Validitas Skala Dua Variabel


No. Variabel Pearson Correlation (r)
1. Problematic Internet Use 0,262-0,655
2. Prokrastinasi Akademik 0,307-0,753

Penelitian ini memeriksa keabsahan skala untuk masalah penggunaan internet dan
prokrastinasi akademik dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 untuk Windows.
Temuan menunjukkan bahwa kedua skala tersebut memiliki validitas yang kuat, ditandai
dengan nilai validitas mereka yang melebihi 0,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
skala tersebut efektif dalam mengukur variabel yang bersangkutan.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
191
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

Tabel 2. Reliabilitas Dua Variabel


No. Variabel Cronbach Alpha N of Item
1. Problematic Internet Use 0,842 15
2. Prokrastinasi Akademik 0,910 22

Penelitian menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0 untuk Windows dalam menilai
keandalan skala mengukur masalah penggunaan internet yang berpotensi merugikan dan
penundaan dalam konteks akademik. Temuan menunjukkan bahwa kedua skala tersebut
memiliki tingkat keandalan yang memadai dengan nilai reliabilitas di atas 0,6,
menunjukkan konsistensi yang baik dalam pengukuran variabel yang bersangkutan.
Metode Analisa Data
Peneliti menggunakan metode analisis data untuk menjelajahi hubungan antara
problematic internet use dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Dilakukan uji
normalitas untuk menentukan apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal
atau tidak. Selanjutnya, uji linearitas digunakan untuk menilai apakah data yang digunakan
dalam penelitian bersifat linear. Selain itu, uji hipotesis korelasional dilakukan untuk
mengungkap arah hubungan antara variabel yang diselidiki. Analisis korelasi ini
menggunakan uji korelasi product moment-Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS
versi 25.0 untuk Windows.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Orientasi Kancah Penelitian dan Pengumpulan Data Penelitian
Peneliti melakukan studi yang melibatkan seluruh mahasiswa di Indonesia yang
telah mulai menulis skripsi sejak tahun 2019 atau sebelumnya, dengan rentang usia antara
20 hingga 25 tahun atau lebih dari 25 tahun. Tahap awal penelitian ini melibatkan
pengajuan surat izin penelitian dari fakultas, diikuti dengan penyusunan kuesioner dalam
format Google Form. Mahasiswa diundang untuk mengisi kuesioner secara daring melalui
tautan yang dibagikan. Tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya respons pada
minggu pertama distribusi tautan kuesioner. Sebagai solusi, peneliti membagikan tautan
kuesioner sekali lagi dengan meminta bantuan dari teman-teman untuk menyebarkannya
melalui berbagai platform media sosial.
Partisipan Penelitian
Tabel demografis mahasiswa menunjukkan mayoritas atau sebagian besar dari subjek
penelitian memiliki rentang usia antara 20 dan 25 tahun serta mayoritas berjenis kelamin
perempuan.

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
192
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

Tabel 3. Data Demografi Subjek Penelitian


No. Variabel Kategori Frekuensi Presentase
1. Usia 20 Tahun 3 2,8
21 Tahun 12 11,2
22 Tahun 16 15,0
23 Tahun 18 16,8
24 Tahun 30 28,0
25 Tahun 16 15,0
26 Tahun 12 11,2

2. Jenis Kelamin Laki-laki 42 39,3


Perempuan 65 60,7

Hasil Statistik Deskriptif


Setelah data diolah, ditemukan beberapa hasil yang mendukung dalam
mengkategorikan setiap variabel. Rentang nilai minimum (Xmin) dan maksimum (Xmax)
untuk variabel penggunaan internet yang bermasalah adalah 35 dan 55, sementara untuk
variabel prokrastinasi akademik adalah 51 dan 81. Rentang nilai (range) untuk kedua
variabel X dan Y adalah 60 dan 88, dengan rata-rata masing-masing variabel sebesar 45 dan
66, serta standar deviasi 10 dan 15.
Berdasarkan kategori data, ditemukan bahwa mahasiswa memiliki tingkat
penggunaan internet yang bermasalah dan tingkat prokrastinasi akademik yang sedang.

Tabel 4. Kategori Data Probematic Internet Use


Kategori Interval N Presentase
Tinggi X ≥ 55 23 21.5%
Sedang 35 ≤ X < 55 73 68.2%
Rendah X < 35 11 10.3%
Total 107 100%

Tabel 5. Kategori Data Prokrastinasi Akademik


Kategori Interval N Presentase
Tinggi X ≥ 81 15 14.0%
Sedang 51 ≤ X < 81 71 66.4%
Rendah X < 51 21 19.6%
Total 107 100%
Hasil Uji Asumsi
Berdasarkan hasil uji normalitas diatas pada tabel 6 di bawah ini variabel
problematic internet use memiliki signifikan sebesar ,001 yang menunjukan variabel tidak
berdistribusi normal. Sementara variabel prokrastinasi akademik memiliki tingkat yang
signifikan sebesar ,098 (p<0,05) yang menunjukan bahwa variabel berdistribusi normal.
Oleh karena itu uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji korelasi non-parametric
Spearman’s Rho.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
193
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

Tabel 6. Uji Normalitas


One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Problematic Internet Use Prokrastinasi Akademik


N 107 107
Normal Parametersa.b Mean 45,84 65,36
Std. 9,836 15,498
Deviation
Most Extreme Differences Absolute ,116 ,079
Positive ,116 ,063
Negative -,066 -,079
Test Statistic ,116 ,079
Asymp. Sig. (2-tailed) ,001 ,098

Tabel 7. Uji Linearitas


F beda Sig. Keterangan
Deviation from linearity 0,852 0,692 p>0,05 → linear

Berdasarkan Uji Linearitas di atas, hasil pada F beda = 0,852 dan nilai signifikansi
sebesar 0,692 (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara problematic
internet use dan prokrastinasi akademik adalah linear.
Hasil Uji Hipotesis
Setelah mengonfirmasi asumsi-asumsi, peneliti melanjutkan ke tahap pengujian
hipotesis menggunakan data yang telah dikumpulkan. Karena data menunjukkan distribusi
normal serta adanya hubungan linear dan signifikan antara variabel, peneliti memilih untuk
menggunakan korelasi Pearson sebagai metode analisis data dalam pengujian hipotesis.
Keputusan ini didasarkan pada hasil pengujian asumsi yang memenuhi persyaratan untuk
analisis Pearson. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi positif antara variabel
problematic internet use dan variable prokrastinasi akademik), dengan signifikansi Sig.
<,000 dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,488.

Tabel 8. Uji Korelasi


Variabel r xy Sig. Keterangan
Problematic Internet Use 0,488 0,000 p<0,05 → signifikan
Prokrastinasi Akademik

Berdasarkan tabel, hasil perhitungan uji korelasi diperoleh nilai Pearson correlation sebesar
0,488 dengan nilai signifikansi = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan positif yang
sedang antara problematic internet use dan prokrastinasi akademik. Semakin tinggi problematic
internet use, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik, dan sebaliknya semakin rendah
problematic internet use, maka semakin rendah pula perilaku prokrastinasi akademik, sehingga
hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dari penelitian ini
dapat diterima. Menurut penelitian yang dilakukan (Novalyne, 2022) dan (Suhadianto, 2019)

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
194
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

ditemukan prokrastinasi akademik yang tinggi di kalangan mahasiswa akibat penggunaan


internet dan durasi pemakaian gadget yang tinggi. Prokrastinasi dibagi menjadi dua yakni
functional procrastinate dan dysfunctional procrastinate. Functional procrastinate merupakan
penundaan dengan maksud mendapatkan informasi yang lebih akurat. Sementara dysfunctional
procrastinate merupakan penundaan yang tidak berdasarkan tujuan yang umumnya sering
menimbulkan masalah. Sejalan dengan hasil penelitian dan pendapat tersebut diketahui bahwa
salah satu bentuk prokrastinasi yang paling tinggi adalah prokrastinasi akademik yang tentunya
masuk dalam kategori dysfunctional procrastinate (Jokar 2007)
Berdasarkan hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa termasuk
memiliki problematic internet use dan memunculkan perilaku prokrastinasi akademik yang
berada pada kategori sedang. Hal ini berarti bahwa sebagian mahasiswa seringkali melakukan
problematic internet use untuk mengatasi stres yang dirasakan akibat tekanan akademik, tetapi
mereka tak jarang juga masih mampu menahan diri dari melakukan prokrastinasi akademik. Hal
ini menunjukkan bahwa hipotesis dari penelitian ini dapat diterima. Hasil ini juga sejalan dengan
temuan penelitian sebelumnya oleh (Nurfadilah, 2022) dan (Andreyani, 2021), yang
menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara problematic internet use dan
prokrastinasi akademik. Data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat
problematic internet use sedang (68,2%) dan tingkat prokrastinasi akademik sebesar 66,4%.

KESIMPULAN
Penelitian ini melibatkan 107 mahasiswa di Indonesia yang sedang menyelesaikan
skripsi, mayoritas berusia 20-25 tahun dan telah mulai kuliah sejak tahun 2019 atau
sebelumnya. Penelitian tersebut dimulai pada 6 Maret 2024 dan berakhir saat penutupan
kuesioner pada 19 Maret 2024. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang sedang
(p<.000) dan positif (koefisien korelasi 0,488) antara problematic internet use dan
prokrastinasi akademik pada mahasiswa tersebut. Terutama, jika mahasiswa memiliki
tingkat problematic internet use yang tinggi, cenderung memiliki tingkat prokrastinasi
akademik yang juga tinggi. Temuan ini mendukung hipotesis yang diajukan dan sejalan
dengan penelitian sebelumnya. Persentase problematic internet use pada sampel mahasiswa
tersebut sebesar 68,2%, kategorinya adalah sedang, sementara prokrastinasi akademiknya
mencapai 66,4%, juga termasuk dalam kategori sedang.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Amin, G. (2019). Academic Procrastination of College Students. Jurnal Muara Ilmu
Ekonomi Dan Bisnis, 3(2), 431. [Link]
[2] Andreyani, N. D. (2021). Hubungan Antara Intensitas Bermedia Sosial Dengan
Prokrastinasi Mengerjakan Skripsi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula.
[3] Anggunani, A. R., & Purwanto, B. (2019). Hubungan antara Problematic Internet Use
dengan Prokrastinasi Akademik. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 4(1),
1. [Link]
[4] APJII. (2022). Hasil Survei Internet APJII. Apjii. [Link]
[5] Bachmid, F. (2019). Hubungan Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Prokrastinasi
Akademik Pada Mahasiswa Maluku di Malang. Tesis Pascasarjana Universitas
Muhammadiyah Malang, 1–46.

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
195
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

[6] Beard, K. W., & Wolf, E. M. (2001). Modification in the proposed diagnostic criteria for
Internet addiction. Cyberpsychology and Behavior, 4(3), 377–383.
[Link]
[7] Brate, A. T. (2017). Compulsive Internet Use and Academic Procrastination: Significant
Comparative, Correlative and Predicting Indicators in a Romanian Student Sample.
International Conference KNOWLEDGE-BASED ORGANIZATION, 23(2), 251–255.
[Link]
[8] Burka. (1983). Procastionation: Why You Do It, What to Do About It. 2008, 368.
[9] Caplan. (2003). Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic
Internet Use and Psychosocial Well-Being. Communication Research, 30(6), 625–648.
[Link]
[10] Caplan. (2009). Computers in human behaviour_Wagner_2010.pdf.
[11] Davis, R. A. (2001). Cognitive-behavioral model of pathological Internet use. Computers in
Human Behavior, 17(2), 187–195. [Link]
[12] Furnham, A. (1995). Procrastination and task avoidance. Personality and Individual
Differences, 19(5), 779. [Link]
[13] Ghufron, M. N. ., & Risnawita, S. R. (2020). Teori- Teori Psikologi (3rd ed.).
[14] Gultom, S. A., Wardani, N. D., Fitrikasari, A., & Dewi Wardani, N. (2018). Hubungan
Adiksi Internet dengan Prokrastinasi Akademik. Diponegoro Medical Journal (Jurnal
Kedokteran Diponegoro), 7(1), 330–347.
[Link]
[15] Hia, N., & Ginting, S. (2019). Pengaruh Internet Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa
Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia Kota Medan.
Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 2(1), 61–67.
[16] Huda, M. J. N. (2015). Perbandingan Prokrastinasi akademik menurut Pilahan Jenis
kelamin di uin sunan kalijaga yogyakarta. Palastren, 8(2), 423–438.
[17] Jokar, B., & Aghadelavarpour, M. (2007). Relation educational procrastination and
development goals. Journal of Modern Educational Thoughts, 3(3–4), 61–80.
[18] Laia, B., Florina Laurence Zagoto, S., Theresia Venty Fau, Y., Duha, A., Telaumbanua, K.,
Permata Sari Lase, I., Ziraluo, M., Magdalena Duha, M., Laia, B., & Luahambowo, B.
(2022). Prokrastinasi akademik siswa SMA Negeri di kabupaten nias selatan. Jurnal
Ilmiah Aquinas, 5(1), 162–168. [Link]
[19] Lavoie, J. A. A., & Pychyl, T. A. (2001). Cyberslacking and the procrastination
superhighway: A web-based survey of online procrastination, attitudes, and emotion.
Social Science Computer Review, 19(4), 431–444.
[Link]
[20] McCloskey. (2011). Finally, my thesis on academic procrastination. Thesis, 1–84.
[21] McCloskey. (2015). Finally!: The Development and Validation of the Academic
Procrastination Scale. Manuscript Submitted for Publication, March, 1–38.
[Link]
[22] Motie, H., Heidari, M., & Sadeghi, M. A. (2012). Predicting Academic Procrastination
during Self-Regulated Learning in Iranian first Grade High School Students. Procedia -
Social and Behavioral Sciences, 69, 2299–2308.
[Link]

……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
196
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.4, No.1, Juni 2024

[23] Novalyne, P. O. (2022). Fenomena Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa:


Bagaimana Kaitannya Dengan Kecanduan Smartphone Saat Pandemi COVID-19
Berlangsung? Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(3), 637.
[Link]
[24] Nurfadilah, N. I. U. S. (2022). Hubungan Problematic Internet Use dengan
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Pengguna Aktif Internet. Bandung
Conference Series: Psychology Science, 2(1). [Link]
[25] Odac, H., & Kalkan, M. (2010). Problematic Internet use, loneliness and dating anxiety
among young adult university students. Computers and Education, 55(3), 1091–1097.
[Link]
[26] Özer, B. U., Demir, A., & Ferrari, J. R. (2009). Exploring academic procrastination
among turkish students: Possible gender differences in prevalence and reasons.
Journal of Social Psychology, 149(2), 241–257.
[Link]
[27] Reynaldo, R., & Sokang, Y. A. (2016). Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang?
Problematic Internet Use pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi, 43(2), 107.
[Link]
[28] Shapira, N. A., Lessig, M. C., Goldsmith, T. D., Szabo, S. T., Lazoritz, M., Gold, M. S., &
Stein, D. J. (2003). Problematic internet use: Proposed classification and diagnostic
criteria. Depression and Anxiety, 17(4), 207–216. [Link]
[29] suhadianto. (2019). Akademik penundaan dalam akreditasi “a” mahasiswa: Identifikasi
penyebab, dampak dan strategi untuk menangani.
[30] Suhadianto. (2019). Academic procrastination in accredited “a” university students:
Identification of causes, impacts and strategies for addressing.
[31] Surijah, E. A., & Tjundjing, S. (2007). Mahasiswa Versus Tugas: Prokrastinasi
Akademik dan Conscientiousness. Indonesian Psychological Journal, 22(4), 352–374.
[32] Thatcher, A., Wretschko, G., & Fridjhon, P. (2008). Online flow experiences,
problematic Internet use and Internet procrastination. Computers in Human Behavior,
24(5), 2236–2254. [Link]
[33] Widiana, H. S., Retnowati, S., & Hidayat, R. (2004). Kontrol Diri Dan Kecenderungan
KecanduanInternet. Humanitas : Indonesian Psychologycal Journal, 1(1), 6–16.
[34] Wolters, C. A. (2003). Understanding procrastination from a self-regulated learning
perspective. Journal of Educational Psychology, 95(1), 179–187.
[Link]
[35] Young, K. S. (2004). Internet addiction: A new clinical phenomenon and its
consequences. American Behavioral Scientist, 48(4), 402–415.
[Link]

……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)

Anda mungkin juga menyukai