BAB III
TIME AND MOTION STUDY
3.1 Landasan Teori
3.1.1 Time Study
Time Study merupakan teknik pengukuran pekerjaan dengan cara
pengumpulan data berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan. Metode Time Study digunakan untuk menghitung nilai standar
Time Study suatu pekerjaan. Tahapan perhitungan Time Study yang akan di
lakukan peneliti sesuai dengan yang di jabarkan pada Flowchart. Tahapan tersebut
akan di lakukan pada setiap aktivitas, dan tahapan tersebut di antaranya tersebut di
antaranya yaitu melakukan pengukuran kerja, melakukan pengumpulan data
waktu, melakukan uji keseragaman ata, melakukan uji kecukupan data,
menentukan paktor penyesuaian, menentukan waktu normal, menentukan faktor
kelonggaran, menentukan waktu baku atau waktu standar.
Pengukuran waktu merupakan tindakan mengamati dan mencatat waktu
pelaksanaan setiap elemen atau siklus menggunakan alat yang disiapkan. Suatu
operasi dikatakan telah dilakukan secara efisien dan efektif jika membutuhkan
waktu yang paling singkat untuk menyelesaikan suatu operasi dan menghasilkan
hasil yang maksimal. Waktu pelaksanaan terpendek membuat pekerjaan menjadi
efisien, dan menyelesaikan pekerjaan menghasilkan pekerjaan padat karya juga
mengemukakan bahwa garis besar pengukuran waktu kerja dapat dilaksanakan
dengan 2 cara, yaitu pengukuran waktu kerja langsung dan pengukuran waktu
kerja tidak langsung.
Uji kecukupan data adalah uji berfungsi untuk mengetahui apakah data hasil
pengamatan dapat dianggap mencukupi. Dalam menetapkan berapa jumlah data
yang seharusnya dibutuhkan, terlebih dahulu ditentukan dengan ketelitian (s) yang
menunjukkan penyimpangan maksimum hasil penelitian, dan tingkat kepercayaan
(k) yang menunjukkan besarnya keyakinan pengukur akan ketelitian data
antropometri, berikut rumus uji kecukupan data:
2
N =¿ ¿
Keterangan:
N2 : Jumlah Pengamatan yang seharusnya dilakukan.
K : Tingkat kepercayaan dalam pengamatan.
Uji Keseragaman Data bertujuan untuk mengetahui apakah hasil
pengukuran cukup seragam. Suatu data dikatakan seragam apabila barada dalam
rentang batas kontrol tertentu. Rentang batas kontrol tersebut adalah Batas
Kontrol Atas (BKA) dan Batas Kontrol Bawah (BKB), dimana untuk
mendapatkan nilainya digunakan persamaan sebagai berikut:
SD =
√ ∑ (xi−x )
N−1
𝑥
Keterangan:
: Nilai rata-rata
∑ 𝑥𝑖 : Penjumlahan seluruh data
𝑁
𝑆𝐷 : Standar Deviasi atau Simpangan Baku
: Jumlah data yang digunakan
Waktu siklus atau cycle time adalah waktu yang diperlukan untuk membuat
satu unit produk pada satu stasiun kerja. Data waktu siklus diambil sebanyak 30
sampel kemudian diolah agar didapatkan nilai rata-rata waktu siklus. Untuk
menghitung waktu siklus, rumusnya seperti berikut:
Ws= √
x
N
Keterangan:
Ws : Waktu siklus
X : Jumlah waktu penyelesaian yang teramati
N : Jumlah pengamatan yang dilakukan
Waktu normal adalah jumlah waktu yang diperlukan dalam keadaan dan
kecepatan kerja yang normal yang dibutuhkan oleh operator untuk menyelesaikan
pekerjaannya dengan keahlian dan keterampilan yang rata-rata. Menurut metode
Westinghouse, membutuhkan banyak faktor penyesuaian. Metode ini menilai
empat faktor yang menentukan kewajaran atau ketidakwajaran saat bekerja, yaitu
kondisi kerja, keterampilan, konsistensi, dan usaha. Berikut merupakan rumus
dari waktu normal:
Wn=Ws× p
Keterangan:
Wn : Waktu normal
Ws : Waktu siklus
p : Nilai penyesuaian
Waktu baku adalah jumlah waktu aktual atau nyata yang diperlukan dalam
menyelesaikan sebuah proses operasi. Besarnya waktu normal dan faktor
kelonggaran mempengaruhi besarnya waktu baku, yang merupakan faktor
kesenggangan yang perlu diberikan oleh seorang pekerja selama waktu kerja
mereka. Kelonggaran ini dilakukan untuk menilai hal-hal di luar dari pekerjaan
utama, tetapi mempunyai pengaruh pada hal-hal seperti proses istirahat atau
penghilang rasa lelah, kebutuhan pribadi karyawan, serta masalah yang tidak bisa
dihiraukan. Berikut ini adalah rumus dari waktu baku:
Wb=Wn ×(1+ L)
Keterangan:
Wb : Waktu baku
Wn : Waktu normal
L : Nilai kelonggaran
1. Flowchart Langkah Pengambilan Data (Modul 3)
Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan
urutanurutan prosedur dari suatu program. Flowchart biasanya mempermudah
penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan di
evaluasi lebih lanjut (Zalukhu, Purba, & Darma, 2023). Sehingga dengan adanya
flowchart dapat mempermudah dalam mengetahui langkah apa saja yang perlu
dilakukan saat melakukan pengambilan data yaitu pada proses perakitan Tamiya
dengan menentukan analisis dan uji data dengan perhitungan. Berikut hasil dari
flowchart yang telah dibuat pada gambar 3.1 flowchart pengambilan data
Gambar 3.1 Flowchart Pengambilan Data
3.1.2 Data Pengamatan
Data pengamatan diperoleh dengan melakukan pengambilan data di
laboratorium Teknik industri. Pengambilan data dilakukan oleh perwakilan 3
orang setiap kelompoknya. Data pengamatan diambil dengan melakukan kegiatan
merakit Tamiya, dimana satu orang bertugas mengambil data menggunakan
stopwatch, satu orang bertugas merakit Tamiya dengan setiap part yang sudah
disediakan oleh asisten dan satu orang bertugas untuk membongkar Tamiya yang
sudah dirakit oleh asisten. Kegiatan merakit Tamiya dilakukan minimal 35 kali
untuk mendapatkan 35 data pengamatan. Dapat dilihat dibawah ini merupakan
Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Time Study.
Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Time Study
LEMBAR PENGAMATAN TIME STUDY
Dipetakan Oleh PT. PT1 II Pekerjaan Merakit Tamiya
Tanggal Pemetaan 28/01/2025 Operator Hanif Nurkholis
Departemen Jenis Peta PTKTK
Assembly
Sekarang
Jumlah Produk 30 Jenis Material Tamiya
Lembar Ke 1 Dari 1 Lembar
Produk Ke- Waktu (Menit) Produk Ke- Waktu (Menit)
1 1.55 19 1.55
2 1.97 20 1.57
3 2.60 21 1.62
4 2.50 22 1.53
5 2.53 23 1.62
6 2.48 24 1.85
7 2.82 25 1.37
8 2.82 26 1.35
9 2.95 27 1.58
10 3.25 28 2.07
11 2.73 29 2.58
12 2.25 30 2.12
13 2.93 31 2.63
14 2.40 32 2.08
15 2.17 33 1.78
16 1.60 34 2.18
17 1.60 35 6.28
18 2.32 36 4.21
Total Waktu 64.27 Waktu Normal 2.55
Rata – Rata Waktu 2.14 Waktu Baku 3.38
Faktor Penyesuaian 1.19 Faktor Kelonggaran 15.6
3.1.3 Perhitungan
1. Uji Keseragaman Data
Uji keseragaman data dapat digunakan untuk mengetahui apakah data yang
diperoleh seragam atau tidak. Uji keseragaman data ini perlu dilakukan terlebih
dahulu sebelum menggunakan data yang diperoleh guna menetapkan waktu
standar. Untuk menghitung standar deviasi menggunakan rumus:
Keterangan:
σ=
√ ∑ (x− x̄ 2)
N−1
X : Nilai dari rata-rata
σ : Standar deviasi
k : Tingkat keyakinan
N : Jumlah data pengamatan
(Asri Amalia Muti, 2022)
Pada praktikum ini uji keseragaman data digunakan untuk mengetahui data
yang didapat saat pengujian apakah sudah seragam atau tidak. Dapat dilihat
dibawah ini Tabel 3.2 Uji Keseragaman Data
Tabel 3.2 Uji Keseragaman Data
Keterangan Nilai
Rata-Rata 2,14
Standar Deviasi 0,55
BKA 3,25
BKB 1,04
UJI KESERAGAMAN DATA
3.50
3.00
Axis Title
2.50
2.00
1.50
1.00
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29
Axis Title
Waktu BKA BKB Rata-Rata
Gambar 3.X Grafik Uji Keseragaman Data
Analisis:
Berdasarkan tabel dan grafik uji keseragaman data, diperoleh nilai batas
kontrol atas sebesar 3,25, batas kontrol bawah sebesar 1,04 dengan rata-rata
sebesar 2,14 dan standar deviasi sebesar 0,55. Data waktu time study berada
diantara batas kontrol atas dan batas kontrol bawah. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa data pengujian saat merakit tamiya seragam.
2. Uji Kecukupan Data
Uji kecukupan data digunakan untuk mengetahui apakah data yang
digunakan menculupi atau tidak, semakin besar jumlah siklus yang diamati maka
semakin mendekati kebenaran data dan waktu yang diperoleh. Berikut rumus yang
digunakan untuk uji kecukupan data:
'
N =¿ ¿
Ketrangan:
N’ : Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan
K : Tingkat kepercayaan dalam pengamatan
(Wahyudi, 2022)
Pada praktikum ini uji kecukupan data digunakan untuk mengetahui apakah
data yang diambil saat pengujian itu telah mencukupi atau tidak. Dapat dilihat
dibawah ini Tabel 3.X Uji Kecukupan Data
Tabel 3.X Uji Kecukupan Data
Keterangan Nilai
ΣX 64,27
ΣX^2 146,56
(ΣX) ^2 4130,20
N 30
N’ 103,24
Analisis:
Berdasarkan tabel uji kecukupan data, diperoleh jumlah data sebesar 64,25,
jumlah data sekunder sebesar 4130,20, nilai SUMSQ sebesar 146,56 dengaan nilai
N’ sebesar 103,24 dan jumlah adat yang dilakukan pengujian sebesar 30. Dengan
N’ > N sehingga dapat disimpulkan bahwa data cukup
3. Perhitungan Waktu
Perhitungan waktu yang digunakan untuk menghitung hasil pengamatan
yang diperoleh dengan menggunakan perhitungan pada waktu siklus, waktu
normal, dan waktu baku. Waktu siklus adalah waktu pengamatan yang didapat
dari hasil pengamatan dan pengukuran waktu yang diperlukan seorang operator
untuk menyelesaikan sebuah aktivitas. Waktu normal adalah waktu yang
dibutuhkan seorang operator yang memiliki keterampilan untuk menyelesaikan
kegiatan dalan kecepatan kerja yang normal. Waktu baku adalah waktu yang
diperlukan seorang pekerja dengan tingkat keahlian rata-rata untuk menyelesaikan
pekerjaan (Yudisha, 2021 ).
a. Waktu Siklus
Waktu siklus atau cycle time adalah waktu yang diperlukan untuk membuat
satu unit produk pada satu stasiun kerja. Data waktu siklus diambil sebanyak 30
sampel kemudian diolah agar didapatkan nilai rata-rata waktu siklus. Untuk
menghitung waktu siklus, rumusnya seperti berikut:
∑X
Ws=
N
Dimana :
Ws : Waktu siklus
X : Jumlah waktu penyelesaian yang teramati
N : Jumlah pengamatan yang dilakukan
Dapat dilihat di bawah ini merupakan perhitungan waktu siklus:
∑X
Ws=
N
64 , 27
Ws=
30
Ws = 2,14
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil perhitungan waktu siklus diatas, Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa rata-rata waktu siklus(Ws) adalah 2,14 dari 30 pengamatan.
Nilai ini diperoleh dengan membagi total waktu penyelesaian (64,27) dengan
jumlah pengamatan (30). Waktu siklus ini dapat menjadi acuan untuk analisis
efisiensi atau perencanaan waktu kerja.
b. Waktu Normal
Waktu normal adalah waktu yang diperlukan seorang operator untuk
menyelesaikan suatu tugas dalam kondisi standar tanpa adanya gangguan. Data
waktu normal diperoleh dengan mempertimbangkan faktor penyesuaian operator
berdasarkan keterampilan dan usaha yang dikeluarkan. Untuk menentukan waktu
normal, digunakan faktor penyesuaian yang diklasifikasikan sesuai dengan tingkat
keterampilan dan usaha, sebagaimana ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 3.1 Faktor Penyesuaian Operator
Faktor Penyesuaian Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan Excellent B1 0,11
Usaha Good C1 0,06
Kondisi Good C 0,02
Konsistensi Average D 0
Perhitungan Nilai P+Z
Pada perhitungan nilai P perlu menjumlahkan nilai dari faktor-faktor penyesuaian
operator dengan perhitungannya sebagai berikut :
P = 1+ 0,11 + 0,06 + 0,02 + 0
P = 1,19
Perhitungan Waktu Normal
Pada perhitungan waktu normal perlu melibatkan hasil dari perhitungan nilai P,
maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus waktu normal sebagai berikut:
Wn = 2,14 × 1,19
Wn = 2,55
Kesimpulan:
Kesimpulan dari perhitungan waktu normal adalah bahwa waktu kerja
operator dapat disesuaikan berdasarkan faktor keterampilan dan usaha yang
dikeluarkan. Faktor penyesuaian ini diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat,
yang mempengaruhi nilai koreksi terhadap waktu kerja aktual. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor ini, waktu normal dapat digunakan sebagai
acuan untuk evaluasi kinerja dan perencanaan kerja yang lebih efisien.
Dengan menentukan nilai waktu normal, perlu mengetahui nilai P. Yang
dimana nilai P ini adalah hasil dari penjumlahan dari faktor penyesuaian, dengan
ditentukan oleh si operatornya. Dengan mengetahui nilai P, maka dilanjutkan
untuk mencari hasil dari waktu normal, dengan melibatkan perkalian dari nilai
siklus dan nilai P. Untuk hasilnya telah di dapat untuk waktu normal adalah 2,55.
c. Waktu Baku
Waktu baku adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas
dengan mempertimbangkan faktor kelonggaran. Data waktu baku diperoleh
dengan menambahkan waktu normal dan faktor kelonggaran operator berdasarkan
kondisi kerja yang dihadapi. Untuk menentukan waktu baku, digunakan faktor
kelonggaran yang diklasifikasikan sesuai dengan kondisi kerja, sebagaimana
ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 3.2 Faktor Kelonggaran Operator
Faktor Keterangan Kelonggaran (%)
Tenaga yang Dikeluarkan Dapat diabaikan 3
Sikap Kerja Duduk 1
Gerakan Kerja Normal 0
Pandangan yang hampir terus
Kelelahan Mata 7,5
menerus
Keadaan Temperature
Normal 3
Tempat Kerja
Keadaan Atmosfer Cukup 0
Keadaan Lingkungan yang Bersih, Sehat, Cerah,
0
Baik Kebisingan Rendah
Perlengkapan Pria 2
Faktor Kelonggaran 16,5
Perhitungan Waktu Baku
Perhitungan waktu baku melibatkan hasil dari waktu normal dan waktu
kelonggaran yang dimana perhitungannya sebagai berikut :
100 %
Wb = 2,55 ×
100 %−16 ,5 %
Wb = 3,38
Kesimpulan:
Dengan menentukan waktu baku perlu adanya menentukan faktor
kelonggaran apa saja yang dipilih operator dengan menuliskan masing-masing
nilai dalam bentuk persentase. Dengan menentukan persentase tersebut kemudian
perlu menentukan hasil penjumlahannya tersebut dan telah di dapat hasil 16,5.
Setelah itu melibatkan nilai waktu normal yang dimana waktu normal ini telah di
dapat saat perhitungan sebelumnya dengan hasil 2,55. Dan setelah itu dilanjutkan
dengan rumus bahan baku yang sudah tertera dengan mendapatkan hasil 3,38.
3.2 Landasan Teori
3.2.1 Motion Study
Motion study atau studi gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap
beberapa Gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaanya.
Dengan demikian diharapkan agar gerakan - gerakan yang tidak efektif dapat
dikurangi atau bahkan dihilangkan sehingga akan di peroleh penghematan dalam
waktu kerja, yang selanjutnya dapat pula menghemat pemakaian fasilitas -
fasilitas yang tersedia untuk pekerjaan tersebu. Untuk memudahkan penganalisaan
terhadap gerakan- gerakan yang di pelajari, perlu dikenal dahulu gerakan -
gerakan dasar.
Frank dan Lilian Gilberth telah berhasil menciptakan simbol dari gerakan-
gerakan dasar kerja yang dikenal dengan nama THERBLIG (dieja dari nama
belakang Frank dan Lilian Gilberth secara terbalik). Di sini mereka menguraikan
gerakan-gerakan kerja ke dalam 17 gerakan dasar Therbligs. Diantarnya yaitu
Mencari (Search) dilambangkan dengan “SH”, Memilih (Select) dilambangakan
dengan “ST”, Memegang (Graps) dilambangkan dengan “G”, Menjangkau
(Reach) dilambangkan dengan “RT”, Membawa (Move) dilambangakan dengan
“M”, Melepas (Realease) dilambangkan dengan “RL”, Mengarahkan (Position)
dilambangkan dengan “P”, Mengarahkan sementara (Preposition) dilambangkan
dengan “PP”, Pemeriksaan (Inspect) dilambangkan dengan “T”, Perakitan
(Assemble) dilambangkan dengan “A”, Lepas rakit (Dissamble) dilambangkan
dengan “DA”, Memakai (Use) dilambangkan dengan “U”, Kelambatan yang tidak
daoat dihindarkan (Unavoidable Delay) dilambangkan dengan “UD”, Kelambatan
yang dapat dihindarkan (Avoidable Delay) dilambangkan dengan “AD”,
Merencana (Plan) dilambangkan dengan “Pn”, Istirahat untukk menghilangkan
fatique (Rest to Overcome Fatique) dilambangkan dengan “R”.
Motion study merupakan metode pembelajaran sistematis yang mempunyai
manfaat mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik, menstandarkan
sistem secara baku, menentukan standar waktu, serta memberikan pelatihan
kepada operator (tenaga kerja) yang terkait pada sistem yang dikembangkan.
Motion study berkaitan dengan manajemen periode waktu kegiatan untuk
mencapai produktivitas yang lebih tinggi dalam industri manufaktur. Jika efisiensi
melakukan pekerjaan antar tenaga kerja ditingkatkan, produktivitas yang lebih
tinggi dapat diharapkan.
3.2.2 Tata Letak Stasiun Kerja Perakitan Tamiya Sekarang
Perakitan dilakukan untuk menyatukan bagian-bagian dari suatu objek yang
masih terpisah agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Tata letak stasiun kerja
tentunya akan berpengaruh terhadap efisiensi dari pekerjaan tersebut. Berikut
Tabel 3.5 Keterangan Part dan Jarak Sekarang
Tabel 3.3 Keterangan Part dan Jarak Sekarang
Nomor Nama Part Jarak Sekarang (cm)
1 Plat on/off 75
2 Dinamo 60
3 Gardan Tamiya 74
Nomor Nama Part Jarak Sekarang (cm)
4 Penutup gear dinamo 73
5 Tuas on/off 45
6 Pengunci body 7
7 Gear dinamo ABC 59
8 Penutup plat depan 61
9 Penutup baterai 31
10 AS roda 59
11 Gear depan 47
12 Roda 75
13 Body 57
14 Chasis 64
1. Tata Letak 2D Microsoft Visio Sekarang
Gambar 3.X Tata Letak 2D Microsoft Visio Sekarang
2. Tata Letak 3D Catia Sekarang
a. Tampak Atas
Gambar 3.X Manekin Tampak Atas Sekarang
b. Tampak Depan
Gambar 3.X Manekin Tampak Depan Sekarang
c. Tampak Kanan
Gambar 3.X Manekin Tampak Kanan Sekarang
d. Pandangan Mata
Gambar 3.X Pandangan Mata Sekarang
3.2.3 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Sekarang
Peta tangan kiri dan tangan kanan (PTKTK) dalam ergonomi merupakan
peta kerja setempat yang digunakan untuk menganalisa gerakan tangan manusia
dalam melakukan pekerjaan - pekerjaan yang bersifat manual. Peta tangan kiri dan
tangan kanan menggambarkan semua gerakan atau delay yang terjadi yang
dilakukan oleh tangan kiri maupun tangan kanan secara mendetail sesuai dengan
elemen - elemen Therbligh yang membentuk gerakan tersebut. Studi gerakan yang
erat kaitannya dengan PTKTK juga menjadi salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi produktivitas kerja (Astuti, Suhardi, Iftadi, Nadhira, &
Syahliantina, 2023). Berikut Tabel 3.6 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
Sekarang.
Tabel 3.4 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Sekarang
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 1 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Menjangkau
Menunggu 2 RE 2 57
Chasis
Membawa
Menunggu 1 M 1 1
Chasis
Memegang Mencari As
57 9 G SH 5 60
Chasis Roda
Merakit As
Memegang
57 9 G A 7 60 Rodak e
Chasis
Chasis
Mencari Gear
Memegang
57 9 G SH 3 61 Dinamo ABC
Chasis
1
Membawa
Memegang
57 9 G M 2 61 Gear Dinamo
Chasis
ABC 1
Merakit Gear
Memegang
57 9 G A 15 61 Dinamo ABC
Chasis
1
Mencari Gear
Memegang
57 9 G SH 3 61 Dinamo ABC
Chasis
2
Membawa
Mememgang
57 9 G M 2 61 Gear Dinamo
Chasis
ABC 2
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 2 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Merakit Gear
Memegang
57 9 G A 6 61 Dinamo ABC
Chasis
2
Mencari Gear
Memegang
57 2 G SH 2 61 Dinamo ABC
Chasis
3
Membawa
Memegang
57 8 G M 8 61 Gear Dinamo
Chasis
ABC 3
Memegang Mencari
57 3 G SH 3 59
Chasis Dinamo
Memegang Membawa
57 5 G M 5 59
Chasis Dinamo
Merakit Gear
Memegang
579 4 G A 4 59 Dinamo ABC
Dinamo
3 ke Dinamo
Mencari
Memegang
57 1 G SH 1 59 Penutup Gear
Chasis
Dinamo
Membawa
Memegang
57 3 G M 3 59 Penutup Gear
Chasis
Dinamo
Merakit
Memegang Penutup Gear
57 6 G A 6 59
Chasis Dinamo ke
Dinamo
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 3 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 74 Gardan
Chasis
Tamiya
Membawa
Memegang
57 2 G M 2 74 Gardan
Chasis
Tamiya
Merakit
Memegang Gardan
57 5 G A 5 74
Chasis Tamiya ke
Chasis
Memegang Memegang
57 5 G G 2 68
Chasis Dinamo
Merakit
Memegang
57 26 G A 26 68 Dinamo Ke
Chasis
Chasis
Merakit
Memegang
57 26 G A 26 68 Dinamo ke
Chasis
Chasis
Memegang Mencari Tuas
57 4 G SH 4 45
Chasis On Of
Memegang Membawa
57 2 G M 2 45
Chasis Tuas On Of
Merakit Tuas
Memegang
57 16 G AA 16 45 On Of ke
Chasis
Chasis
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 4 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Mencari Plat
57 4 G SH 4 75
Chasis On Of
Memegang Membawa Plat
57 2 G M 2 75
Chasis On Of
Merakit Olat
Memegang
57 7 G A 7 75 On Of ke
Chasis
Chasis
Memegang Mencari Gear
57 2 G SH 2 47
Chasis Depan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 47
Chasis Gear Depan
Merakit Gear
Memegang
57 41 G A 41 47 Depan ke
Chasis
Chasis
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Membawa
Memegang
57 1 G M 1 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Merakit
Memegang
57 23 G A 23 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 31 Penutup
Chasis
Baterai
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 5 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 31
Chasis Pentup Baterai
Merakit
Memegang
57 5 G A 5 31 Penutup
Chasis
Btaerai
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G A 7 7575 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G AA 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G A 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 6 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 A 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 3 G SH 3 57 Mencari Body
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 57
Chasis Body
Memegang
57 10 G A 10 57 Merakit Body
Chasis
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 7 Pengunvi
Chasis
Body
Membawa
Memegang
57 1 G M 1 7 Pengunci
Chasis
Body
Merakit
Memegang
57 10 G A 10 7 Pengunci
Chasis
Body
RINGKASAN
WAKTU TOTAL TIAP SIKLUS 348 DETIK
JUMLAH PRODUK TIAP SIKLUS 1
Berdasarkan peta tangan kanan dan tangan kiri diatas digunakan beberapa
elemen Therblig untuk mengetahui mana Gerakan yang efektif dan Gerakan yang
tidak efektif. Dapat dilihat dibawah ini Tabel 3.X yang merupakan Keterangn
Rakitan Peta Tangan Kiri dan Kanan.
Tabel 3.X Keterangan Rakitan Peta Tangan Kiri dan Kanan
Rakitan Keterangan
Rakitan 1 Perakitan As Roda dengan Chasis
Rakitan 2 Perakitan antara Gear Dinamo ABC
dengan chasis
Rakitan 3 Perakitan antara penutup gear dynamo
dengan gear dynamo
Rakitan 4 Perakitan gardan antara gardan Tamiya
dan chasis
Rakitan 5 Perakitan antara tuan on atau off
dengan chasis
Rakitan 6 Perakitan antara plat on atau of dengan
chasis
Rakitan 7 Perakitan antara gear depan dengan
chasis
Rakitan 8 Perakitan antara penutup plat depan
dengan chasis
Rakitan 9 Perakitan antara penutup baterai
dengan chasis
Rakitan 10 Perakitan antara roda dengan As Roda
Rakitan 11 Perakitan antara body Tamiya dengan
chasisi Tamiya
Rakiran 12 Perakitan antara pengunci body
Tamiya dengan body Tamiya dan
chasis Tamiya
Analisis:
Berdasarkan tabel di atas yang menjelaskan rakitan peta tangan kiri dan
kanan, terdapat 12 perakitan yang dilakukan untuk menghasilkan Tamiya utuh.
Perakitan dilakukan dengan menggabungkan beberapa part Tamiya. Beberapa
part Tamiya yang dirakit, yaitu: plat on atau off, dinamo, gardan Tamiya, penutup
gigi dinamo, tuas on atau off, pengunci body, gear dinamo ABC, penutup plat
depan, penutup baterai, as roda, gear depan, roda, body, dan chasis.
1. Gerakan Tangan Sekarang
(Prolog)
Tabel 3.X Gerakan Tidak Efektif Tangan Kanan
No Gerakan Waktu(Detik) Lambang
Tabel 3.X Gerakan Tidak Efektif Tangan Kiri
Nomer Gerakan Waktu(Detik) Lambang
Analisis:
Jelaskan dan analisis bagaimana Gerakan tangannya(keseluruhan)
2. Tata Letak Stasiun Kerja dan jarak Benda Kerja Sekarang terhadap Operator
Analisis:
Tata letak stasiun kerja dan jarak benda kerja sekarang terhadap operator
yang baik harus dengan memperhatikan jarak antar part dengan operator.
3.2.4 Tata Letak Stasiun Kerja Perakitan Tamiya Usulan
Tata letak stasiun kerja tentunya akan berpengaruh terhadap hasil dari suatu
pekerjaan. Pada tata letak stasiun kerja sebelumnya terdapat beberapa part yang
jaraknya cukup jauh dari operator sehingga dibutuhkan tata letak stasiun kerja
usulan. Guna membuat gerakan operator lebih efektif dan efisien dalam
melakukan perakitan tamiya. Berikut tabel 3.X keterangan part dan jarak usulan.
Tabel 3.X Keterangan Part dan Jarak Usulan
Nomor Nama Part Jarak Sekarang
1 Plat on/off 56
2 Dinamo 52
3 Gardan Tamiya 50
4 Penutup gear dinamo 54
5 Tuas on/off 54
6 Pengunci body 60
7 Gear dinamo ABC 52
8 Penutup plat depan 58
9 Penutup baterai 65
10 AS roda 54
11 Gear depan 56
12 Roda 60
13 Body 65
14 Chasis 58
1. Tata Letak 2D Microsoft Visio Usulan
Gambar 3.X 2D Microsoft Visio Usulan
2. Tata Letak 3D Catia Usulan
a. Tampak Atas
Gambar 3.X Manekin Tampak Atas Usulan
b. Tampak Depan
Gambar 3.X Manekin Tampak Depan Usulan
c. Tampak Kanan
Gambar 3.X Manekin Tampak Kanan Usulan
d. Pandangan Mata
Gambar 3.X Pandangan Mata Usulan
3.2.5 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan
Peta tangan kiri dan tangan kanan (PTKTK) dalam ergonomi merupakan
peta kerja setempat yang digunakan untuk menganalisa gerakan tangan manusia
dalam melakukan pekerjaan - pekerjaan yang bersifat manual. Peta tangan kiri dan
tangan kanan menggambarkan semua gerakan atau delay yang terjadi yang
dilakukan oleh tangan kiri maupun tangan kanan secara mendetail sesuai dengan
elemen - elemen Therbligh yang membentuk gerakan tersebut. Studi gerakan yang
erat kaitannya dengan PTKTK juga menjadi salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi produktivitas kerja (Astuti, Suhardi, Iftadi, Nadhira, &
Syahliantina, 2023). Karena pada peta tangan kiri dan tangan kanan sebelumnya
terdapat beberapa gerakan yang tidak efektif, maka gerakan tersebut dapat
dihilangkan. Berikut Tabel 3.11 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan.
Tabel 3.X Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 4 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 1 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
3. Gardan Tamiya
4. Penutup gear dinamo
5. Tuas on/off
6. Pengunci body
7. Gear dinamo ABC
8. Penutup plat depan
9. Penutup baterai
10. AS roda
11. Gear depan
12. Roda
13. Body
14. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Menjangkau
58 4 G RE 2 58
Chasis Chasis
Mememgang Membawa
58 4 G M 1 1
Chasis Chasis
Merakit As
Memegang
58 4 G A 4 54 Roda Ke
Chasis
Chasis
Membawa
Memegang
58 4 G M 1 52 Gear Dinamo
Chasis
ABC 1
Merakit Gear
Memegang
58 4 G A 3 52 Dinamo ABC
Chasis
1
Membawa
Memegang
58 4 G M 1 52 Gear Dinamo
Chasis
ABC 2
Merakit Gear
Memegang
58 4 G A 2 52 Dinamo ABC
Chasis
2
Membawa
Mememgang
58 4 G M 2 50 Gardan
Chasis
Tamiya
Mememgang Merakit
58 4 G A 5 50
Chasis Gardan
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 2 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
1. Plat on/off
2. Dinamo
15. Gardan Tamiya
16. Penutup gear dinamo
17. Tuas on/off
18. Pengunci body
19. Gear dinamo ABC
20. Penutup plat depan
21. Penutup baterai
22. AS roda
23. Gear depan
24. Roda
25. Body
26. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang
57 9 G
Chasis
Mencari Gear
Memegang
57 2 G SH 2 61 Dinamo ABC
Chasis
3
Memegang 57 8 G M 8 61 Membawa
Gear Dinamo
Chasis
ABC 3
Memegang Mencari
57 3 G SH 3 59
Chasis Dinamo
Memegang Membawa
57 5 G M 5 59
Chasis Dinamo
Merakit Gear
Memegang
579 4 G A 4 59 Dinamo ABC
Dinamo
3 ke Dinamo
Mencari
Memegang
57 1 G SH 1 59 Penutup Gear
Chasis
Dinamo
Membawa
Memegang
57 3 G M 3 59 Penutup Gear
Chasis
Dinamo
Merakit
Memegang Penutup Gear
57 6 G A 6 59
Chasis Dinamo ke
Dinamo
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 3 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
15. Plat on/off
16. Dinamo
17. Gardan Tamiya
18. Penutup gear dinamo
19. Tuas on/off
20. Pengunci body
21. Gear dinamo ABC
22. Penutup plat depan
23. Penutup baterai
24. AS roda
25. Gear depan
26. Roda
27. Body
28. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 74 Gardan
Chasis
Tamiya
Memegang
57 2 G
Chasis
Memegang
57 5 G
Chasis
Memegang Memegang
57 5 G G 2 68
Chasis Dinamo
Merakit
Memegang
57 26 G A 26 68 Dinamo Ke
Chasis
Chasis
Merakit
Memegang
57 26 G A 26 68 Dinamo ke
Chasis
Chasis
Memegang Mencari Tuas
57 4 G SH 4 45
Chasis On Of
Memegang Membawa
57 2 G M 2 45
Chasis Tuas On Of
Merakit Tuas
Memegang
57 16 G AA 16 45 On Of ke
Chasis
Chasis
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 4 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
15. Plat on/off
16. Dinamo
17. Gardan Tamiya
18. Penutup gear dinamo
19. Tuas on/off
20. Pengunci body
21. Gear dinamo ABC
22. Penutup plat depan
23. Penutup baterai
24. AS roda
25. Gear depan
26. Roda
27. Body
28. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Mencari Plat
57 4 G SH 4 75
Chasis On Of
Memegang Membawa Plat
57 2 G M 2 75
Chasis On Of
Merakit Olat
Memegang
57 7 G A 7 75 On Of ke
Chasis
Chasis
Memegang Mencari Gear
57 2 G SH 2 47
Chasis Depan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 47
Chasis Gear Depan
Merakit Gear
Memegang
57 41 G A 41 47 Depan ke
Chasis
Chasis
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Membawa
Memegang
57 1 G M 1 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Merakit
Memegang
57 23 G A 23 61 Penutup Plat
Chasis
Depan
Mencari
Memegang
57 2 G SH 2 31 Penutup
Chasis
Baterai
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 5 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
15. Plat on/off
16. Dinamo
17. Gardan Tamiya
18. Penutup gear dinamo
19. Tuas on/off
20. Pengunci body
21. Gear dinamo ABC
22. Penutup plat depan
23. Penutup baterai
24. AS roda
25. Gear depan
26. Roda
27. Body
28. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 31
Chasis Pentup Baterai
Merakit
Memegang
57 5 G A 5 31 Penutup
Chasis
Btaerai
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G A 7 7575 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G AA 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 G A 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 2 G SH 2 75 Mencari Roda
Chasis
PETA TANGAN KIRI TANGAN KANAN
Dipetakan Oleh Hanif Nurkholis SEKARANG USULAN
Pekerjaan Perakitan Tamiya
Tanggal Dipetakan 3 Maret 2025
Nomor Peta 01
Departemen PT Krafwagent Lembar Ke 6 Dari Lembar Ke 6
Keterangan Tata Letak Benda Kerja
15. Plat on/off
16. Dinamo
17. Gardan Tamiya
18. Penutup gear dinamo
19. Tuas on/off
20. Pengunci body
21. Gear dinamo ABC
22. Penutup plat depan
23. Penutup baterai
24. AS roda
25. Gear depan
26. Roda
27. Body
28. Chasis
Tangan Jarak Waktu Waktu Jarak Tangan
Lambang
Kiri (Cm) (Detik) (Detik) (Cm) Kanan
Memegang Membawa
57 1 G M 1 75
Chasis Roda
Memegang
57 7 A 7 75 Merakit Roda
Chasis
Memegang
57 3 G SH 3 57 Mencari Body
Chasis
Memegang Membawa
57 1 G M 1 57
Chasis Body
Memegang
57 10 G A 10 57 Merakit Body
Chasis
Memegang 57 2 G SH 2 7 Mencari
Chasis Pengunvi
Body
Membawa
Memegang
57 1 G M 1 7 Pengunci
Chasis
Body
Merakit
Memegang
57 10 G A 10 7 Pengunci
Chasis
Body
RINGKASAN
WAKTU TOTAL TIAP SIKLUS 348 DETIK
JUMLAH PRODUK TIAP SIKLUS 1
Berdasarkan peta tangan kiri dan tangan kanan di atas, dapat dilihat terdapat
beberapa rakitan yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah tamiya. setiap
rakitan tentunya terdiri dari rakitan sebelumnya dan tambahan part. Berikut Tabel
3.X Keterangan Rakitan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan.
Tabel 3.X Keterangan Rakitan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Usulan
Rakitan Keterangan
Rakitan 1 Perakitan As Roda dengan Chasis
Rakitan 2 Perakitan antara Gear Dinamo ABC
dengan chasis
Rakitan 3 Perakitan antara gardan Tamiya
dengan chasis
Rakitan 4 Perakitan antara penutup gear dynamo
dengan gear dan dynamo
Rakitan 5 Perakitan antara tuas on atau off
dengan chasis
Rakitan 6 Perakitan antara plat on atau off
dengan chasis
Rakitan 7 Perakitan antara gear depan dengan
chasis
Rakitan 8 Perakitan antara penutup plat depan
dengan chasis
Rakitan 9 Perakitan antara penutup baterai
dengan chasis
Rakitan 10 Perakitan antara roda dengan As Roda
Rakitan 11 Perakitan antara body Tamiya dengan
chasis Tamiya dan pengunci body
Analisis:
1. Gerakan Tangan Usulan
Pada gerakan tangan usulan ini terdapat pengurangan atau penghilangan
gerakan tangan yang sebelumnya tidak efektif. Gerakan tidak efektif yang
dihilangkan adalah gerakan mencari dan menunggu. Setelah gerakan mencari dan
menunggu ini dihilangkan, kegiatan perakitan Tamiya menjadi lebih efektif dan
efisien.
2. Tata letak Stasiun Kerja dan Jarak Benda Kerja Usulan terhadap Operator
Terdapat pula perbaikan dalam tata letak stasiun kerja serta jarak benda dari
yang sebelumnya. Hal ini dilakukan agar operator tidak terlalu jauh saat ingin
menjangkau part tersebut. Hal ini juga dapat mencegah operator dalam
mengambil part yang salah yang membuat pekerjaannya tidak efektif.
3. Perbandingan dan Persentase Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
Total jarak benda dari tangan kanan adalah X cm sedangkan total jarak
benda dari tangan kiri adalah X cm. Artinya, jarak jangkauan benda ke tangan kiri
dan tangan belum bisa dikatakan seimbang.
LEMBAR ASISTENSI
PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI II
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI 2025
MODUL / MATERI / PENUGASAN: III/ TIME AND MOTION STUDY
KELOMPOK : 21
ANGGOTA : 1. Ratih Eka Budiarti Azzra (D 600.230.067)
2. Febby Dhela Hapsari (D 600.230.121)
3. Hanif Nurkholis (D 600.230.143)
4. Alifah Fildzah Rivai (D 600.230.144)
5. Sandy Sangaji (D 600.230.221)
6. Mochammad Pamuji (D 600.230.243)
ASISTEN : Mutiara Idha Febriyanti
NO TANGGAL KETERANGAN PARAF
1.