0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan70 halaman

Panduan P3K dan Keselamatan Kerja

Diunggah oleh

Lusi Irawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan70 halaman

Panduan P3K dan Keselamatan Kerja

Diunggah oleh

Lusi Irawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERTOLONGAN PERTAMAPADA KECELAKAAN

Dasar Hukum
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
 Pasal 3 : Syarat-syarat Keselamatan Kerja u/ memberikan P3K
 Pasal 9 (ayat 3) : Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua naker yang berada di bawah
pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan
keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian P3K.

2. Permenaker No. Per.03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja


Pasal 2 : Tugas pokok PKK;
g. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
h. Pendidikan Kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan untuk petugas P3K.

3. Undang-undangan No 13 tahum 2003

 Pasal 86 (ayat 1) : Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama;

 Pasal 87 (ayat 1) : Setiap perusahaan Wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
Dasar Hukum
4. PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
Lampiran I – C. Pelaksanaan Rencana K3
(7) Perusahaan harus memiliki prosedur sebagai upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri yang
meliputi :
a. Penyediaan personil dan fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup dan sesuai sampai mendapat pertolongan medik
dan
b. Proses perawatan lanjutan

5. Permenaker [Link]-15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja


Pasal 2 :
(1) Pengusaha wajib menyediakan petugas P3K dan fasilitas P3K di tempat kerja;
(2) Pengurus wajib melaksanakan P3K di tempat kerja
Tujuan P 3 K
 Menyelamatkan nyawa korban
 Mencegah cedera menjadi lebih parah
 Meringankan penderitaan korban
 Mencarikan pertolongan lebih lanjut
Tugas dan Tanggung Jawab
Petugas P3K/Satgas Medis
 Melaksanakan tindakan P3K
 Merawat fasilitas P3K di tempat kerja
 Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku
kegiatan
 Melaporkan kegiatan P3K kepada pengurus
Rasio Petugas P 3 K
RASIO JUMLAH PETUGAS P3K DI TEMPAT KERJA DENGAN JUMLAH PEKERJA BERDASARKAN KLASIFIKASI TEMPAT KERJA

Klasifikasi Tempat Kerja Jumlah pekerja Jumlah petugas P3K

Tempat kerja dengan potensi 25 – 150 org 1 org


bahaya rendah
>150 1 orang untuk setiap 150 orang
atau kurang

Tempat kerja dengan potensi ≤100 1 orang


bahaya tinggi
>100 1 orang untuk setiap 100 orang
atau kurang
Pengaturan Petugas P3K
 Tempat kerja dengan unit kerja berjarak 500 meter atau
lebih sesuai jumlah pekerja/buruh dan potensi bahaya
di tempat kerja;
 Tempat kerja di setiap lantai yang berbeda di gedung
bertingkat sesuai jumlah pekerja/buruh dan potensi
bahaya di tempat kerja;
 Tempat kerja dengan jadwal kerja shift sesuai jumlah
pekerja/buruh dan potensi bahaya di tempat kerja.
Fasilitas P 3K
 Ruang P3K;
 Kotak P3K dan isi;
 Alat evakuasi dan alat transportasi; dan
 Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri
dan/atau peralatan khusus di tempat kerja yang
memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus.
Kotak P 3 K
Kotak P 3 K
Jumlah Kotak P3K
Jumlah Pekerja Jenis Kotak P3K
Tiap 1 (Satu) Unit Kerja
< 26 org A 1 kotak A

26 s.d 50 org 1 kotak B atau,


B/A 2 kotak A

51 s.d 100 org 1 kotak C atau,


2 kotak B atau,
C/B/A 4 kotak A atau,
1 kotak B dan 2 kotak A

Setiap 100 org 1 kotak C atau,


2 kotak B atau,
C/B/A 4 kotak A atau,
1 kotak B dan 2 kotak A

Keterangan :
• 1 kotak B setara dengan 2 kotak A
• 1 kotak C setara dengan 2 kotak B
Pemberian
Pertolongan

Scope :

1. Penilaian Situasi
2. Pengamanan Lokasi
3. Pemberian Pertolongan
4. Universal Precaution
Menilai Situasi
1. Mengenali bahaya diri sendiri dan orang lain
2. Memperhatikan sumber bahaya
3. Memperhatikan jenis pertolongan
4. Memperhatikan adanya bahaya susulan

Mengamankan Tempat Kejadian


1. Memperhatikan penyebab kecelakaan
2. Utamakan keselamatan diri sendiri
3. Singkirkan sumber bahaya yang ada (putuskan aliran dan matikan sumber)
4. Hilangkan faktor bahaya misal dengan menghidupkan exhaus ventilasi, jauhkan sumber)
5. Singkirkan korban dengan cara aman dan memperhatikan keselamatan diri sendiri (dengan alat pelindung diri).
Memberikan Pertolongan
1. Menilai kondisi korban dan tentukan status korban dan prioritas
tindakan
2. Berikan pertolongan sesuai status korban
– Baringkan korban dengan kepala lebih rendah dari tubuh
– Bila ada tanda henti nafas dan jantung berikan resusitasi
Jantung paru
– Selimuti korban
– Bila luka ringan obati seperlunya (luka bakar ringan).
– Bila luka berat carikan pertolongan keRS/dokter
– Memperhatikan sumber bahaya
– Memperhatikan jenis pertolongan Universal Precaution
– Memperhatikan adanya bahaya susulan
1. Pendekatan terhadap merebaknya penularan HIV,Hepatitis,
Covid 19 dan kesadaran akan pentingnya melindungi petug
as dari berbagai infeksi melalui darah dan cairan tubuh.
2. Penerapan kewaspadaan terhadap darah dan cairan tubuh
dan dilaksanakan secara universal terhadap semua orang ta
npa memandang status infeksi
3. Untuk megurangi risiko terhadap berbagai penyakit yang di
bawa
Universal Precaution
1. Pendekatan terhadap merebaknya penularan HIV,Hepatitis, Covid 19 dan kesadaran akan pentingnya melindungi petugas dari berbagai
infeksi melalui darah dan cairan tubuh.
2. Penerapan kewaspadaan terhadap darah dan cairan tubuh dan dilaksanakan secara universal terhadap semua orang tanpa memandang
status infeksi
3. Untuk megurangi risiko terhadap berbagai penyakit yang dibawa

Kewaspadaan Universal Mencakup :


1. Penanganan benda tajam
2. Cuci tangan sebelum dam sesudah setiap prosedur kegiatan, di air mengalir dengan mamakai detergen atau sabun atau alkhol 70%
3. Penggunaan pelindung
4. Membuang sisa darah dan cairan tubuh yang tercemar secara aman
5. Peralatan yang tercemar dilakukan sterilisasi dengan menggunakan disinfektan yang tepat secara khusus
6. Kain-kain kotor dilakukan pencucian dengan ditergen dan bahan disinfektan dengan temperatur 80%
C P R di Masa Pendemi
British Heart Foundation menyebut adanya perubahan metode CPR selama pandemi. Hal ini terdiri dari lima langkah:
• Meminta tolong
• Menghubungi nomor darurat
• Tidak mendekatkan wajah, dan gunakan handuk atau pakaian untuk menutupi mulut dan hidung korban
• Memberikan kompresi dada
• Lanjutkan hingga ambulans tiba
• Saat memberikan kompresi dada, disarankan agar kita berlutut di sebelah korban yang tidak sadar
• Kemudian, letakkan satu tumit tangan di tengah dada orang tersebut, sebelum meletakkan tangan lainnya di atas
dan mengunci jari-jari kita.
Anatomi
Manusia

Sistem Peredaran Sistem


Pernapasan Darah Saraf
Jalan Napas : Sistem
1.
2.
3.
4.
Mulut dan hidung
Tenggorokan
Paru
Iga (rusuk)
PERNAPASAN
5. Sekat rongga dada

Fungsi :
1. Inspirasi (menghirup udara)
2. Ekspirasi (mengeluarkan udara)

Muara jalan nafas dan jalan makanan berawal dari


satu tempat jalan nafas dilengkapi dengan klep
pelindung (epiglotis) untuk melindungi jalan nafas dari
masuknya makanan atau benda asing lainnya

Udara masuk paru-paru pada saat otot-otot pernafasan


berkontraksi dan udara keluar dari paru-paru pada
waktu otot-otot tersebut relaksasi/mengendur.
Terdiri dari : Sistem Peredaran
1. Jantung
2. Pembuluh darah (arteri, vena, kapiler)
3. Darah (eritrosit, leukosit, trombosit) DARAH
Fungsi :
1. Transportasi oksigen
2. Transportasi nutrisi
3. Menjaga suhu tubuh
4. Sistem hormonal
5. Pertahanan tubuh
6. Pembekuan darah

3 Jenis
Pembuluh
Darah
Sistem
Terdiri dari :
1. Otak (pusat sistem saraf)
2. Saraf tulang belakang
3. Akar saraf
SARAF
Otak : Mengendalikan fungsi tubuh, termasuk sistem
pernapasan dan sirkulasi

Fungsi Otak:
1. Sensorik : sistem indera
2. Motorik : kontrol gerak tubuh
3. Integrasi : kendali sistem lain tubuh
(kesadaran, ingatan, bahasa dan emosi)
Ruang Lingkup

CPR Luka Bakar Evakuasi


Danger Membawa korban ke
, Response, Shout for tempat aman dan
Help, Circulation, Airway,
Derajat 1, 2, 3, dan 4 memberi pertolongan
Breathing Patah Tulang Pendarahan pertama.
Patah tulang terbuka,
4 prinsip/teknik
patah tulang tertutup,
penghentian darah
pembidaian

1 2 3 4 5
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
DANGER
D Memastikan keamanan PENOLONG, LINGKUNGAN, PASIEN

RESPONSE
R Teriak atau ajak bicara  Tepuk bahu  Beri stimuus nyeri

SHOUT FOR HELP


S Meminta bantuan dan tetap bersama korban

Cek nadi dan napas bersamaan < 10 detik

CIRCULATION
C Pemeriksaan sirkulasi darah dengan memegang nadi karotis di
leher, bila tidak ada maka lakukan resusitasi jantung/CPR

AIRWAY
A Pemeriksaan saluran nafas, jika ada benda yg berpotensi
menyumbat harus dikeluarkan

BREATHING
B Periksa nafas dengan melihat gerakan dada atau perut, merasakan
hembusan dan suara nafas, dan hitung nafas korban dlm 5 detik
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
Jika napas (-) nadi (-) Jika napas (-) nadi (+) Jika napas (+) nadi (+)

30 Kompresi + 2 tiupan nafas 1 tiupan nafas tiap 6 detik Recovery Position


(10x/menit)
CPR STOP WHEN..?

– Henti jantung > 30 menit


– Dihentikan Dokter
– Korban pulih
– Penolong Kelelahan
– Diganti tenaga terlatih
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
Circulation
Kompresi jantung pada dewasa, anak dan bayi

Dewasa Anak-anak Bayi


(anak >8 thn) (1- 8 thn) (< 1 thn)
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
Airway
Membebaskan jalan nafas

Teknik “Head tilt chin lift” Teknik “ Jawa Thrust”


Bila korban dicurigai mengalami
patah tulang
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
Breathing
Cek pernapasan

1. Letakkan kepala dengan dengan korban


2. Dekatkan telinga ke hidung korban untuk
mendengar suara napas
3. Mata melihat pergerakan dada korban
Gejala dan tanda : Pertolongan
1.
2.
3.
4.
Sulit berbicara dan bernapas
Berusaha untuk batuk
Wajah merah kebiruan
Stress
TERSEDAK
5. Bisa hilang kesadaran

Pertolongan tersedak:
1. Lakukan pukulan di punggung berturut-
turut sebanyak 5 kali
2. Jika gagal, kombinasikan dengan
hentakan di perut (Heimlich Manuevere)
3. Jika hilang kesadaran segera cek CAB
4. Jika hilang napas segera lakukan CPR
Penanganan Obstruksi Total

Heimlich maneuver
dewasa Abdominal thrust
Chest thrust

Ringan  batuk
anak Total  = dewasa, hindari sapuan jari

Total, sadar  chest thrust


bayi Tdk sadar  chest thrust & back blow
Heimlich Maneuver Abdominal Thrust Chest Thrust

Chest Thrust Back Blow Video 11.a


Patah
Tulang
Terputusnya jaringan tulang, baik
seluruhnya atau hanya sebagian saja.

Penyebab terjadinya akibat gaya yang melampaui batas


elastisitas jaringan tulang sehingga jaringan tulang rusak.

Jenis Fraktur Gejala Pertolongan


Fraktur Fraktur
Tertutup Terbuka
Gejala / Tanda Fraktur

Perubahan Bentuk Edema Tampak Fregmen


Angulasi, Rotasi, Shortening Bengkak atau memar Tulang menonjol ke permukaan kulit

Krepitasi Guarding Position


Suara yang muncul pada persendian Posisi naluriah ketika korban
memegang bagian yang terasa sakit
Pertolongan Fraktur
1. Pertolongan kondisi umum
 Syok
 Gangguan pernapasan
 Perdarahan/ sirkulasi

2. Pembidaian
Tujuan Pembidaian
1) Mencegah pergerakan ujung tulang yang patah
2) Mencegah cidera baru
3) Memberi istirahat pada anggota badan yang
patah
4)
5)
Mengurangi rasa nyeri
Mempercepat penyembuhan Jenis Pembidaian
1. Bidai keras : Bidai kayu
2. Bidai yang dapat dibentuk (bidai vakum, bantal,
selimut)
3. Bidai Traksi
4. Gendongan dan bebat (Mitela, gendongan lengan)
5. Bidai improviasi
Sebelum Pasang Bidai Saat Pasang Bidai
 Informasikan rencana pada penderita 1. Jumlah ikatan cukup
 paparkan bagian cedera 2. Posisi ikatan diatas bidai
 Rawat perdarahan 3. Ikatan jangan terlalu keras atau terlalu longgar
 bebaskan pakaian pada daerah sendi 4. Bidai harus meliputi 2 sendi
 Buka perhiasan didaerah patah atau distalnya 5. Ikatan harus cukup jumlahnya dari sendi yang
 Ukur bidai pada anggota tubuh yang sehat banyak gerak kemudian sendi atas dari tulang
yang patah
6. Dilarang merubah posisi fraktur/cidera
7. Dilarang memasukkan bagian tulang yang patah
P3K Sengatan
Listrik
Pertolongan Pertama
Langkah Pertolongan
Luka Bakar Listrik
Pertolongan Pertama
Luka Bakar
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan
oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang
mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih
dalam
Derajat Luka Bakar

Derajat 1 Derajat 2 Derajat 3 Derajat 4

1. Kulit berwarna merah 1. Kemerahan dan timbul 1. Mengenai epidermis, Meluas ke seluruh lapisan
2. Kulit terasa perih dan sakit lepuh pada kulit dermis, subcutaneous kulit, dan ke dalam lapisan
sekali 2. Mengenai dan otot lemak, otot dan tulang di
3. Belum terjadi lepuh epidermis/dermis 2. Luka kering, ada bagian bawahnya
3. Tidak mengenai jaringan arang
subcutaneous 3. Tidak terasa nyeri/mati
rasa, syaraf terbakar
Perawatan Luka Bakar
 Pendinginan dini (selama 30 menit pertama) akan
mengurangi kedalaman luka bakar dan nyeri, tetapi
bila berlebihan dapat menimbulkan hipotermia
 Pendinginan menggunakan air 10–25 °C dan bukan
air es, karena dapat menyebabkan cedera yang
lebih parah.
 Luka bakar karena zat kimia memerlukan irigasi
yang ekstensif

Pertolongan Luka Bakar


 Siram/rendam dengan air dingin 10 – 15 menit.
 Tujuan menghentikan proses pembakaran dan
mendinginkan jaringan yang panas
Pertolongan Pertama
Gigitan/Sengatan
Hewan
Scope:

1. Gigitan Ular
2. Sengatan Lebah
Gejala dan tanda :

 Bekas gigitan yang khas, yaitu dua luka tusuk dengan jarak tertentu dapat disertai luka bekas
gigitan gigi bawah yang dangkal.
 edema dan perdarahan lokal, dapat disertai nyeri setempat.
 Gejala lanjut berupa depresi pernafasan dan sirkulasi atau gejala neurologik.
 Bila ada demam, mual muntah, pingsan, kelemahan, nadi cepat dan kecil, kejang dan ganggua
n pernafasan maka itu merupakan tanda bahwa luka gigitan serius.

Penanganan :

 Proteksi diri dan lingkungan


 Circulation – Airway – Breathing
 Cegah penyebaran bisa dari daerah gigitan
Note :
• Best Practice 1-3 Jam Evakuasi ke RS.
• Jangan lebih dari 6 jam
Sengatan Tawon/ Lebah
• Terjadi efek lokal berupa iritasi, nyeri, gatal-gatal, kemerahan, ruam kulit
dan bengkak di daerah sengatan.
• Pada kelompok individu yang alergi terhadap sengat lebah, efek lokal da
pat berkembang menjadi efek sistemik seperti iritasi saluran cerna, sakit
kepala, pusing, penurunan tekanan darah, shock, kejang, koma, bahkan
kematian.
• Individu yang beresiko tinggi mengalami efek sistemik umumnya adalah
orang yang berusia lanjut atau penderita asma yang tidak terkontrol.

Penanganannya:
1. Tandai tempat terjadinya sengatan, lalu segera keluarkan sengat.
2. Kompres area yang tersengat menggunakan es batu, kurang lebih selama 15 menit.
3. Dapat pula diberikan anti alergi oral dan anti nyeri ringan untuk mengurangi alergi dan nyeri akibat sengatan lebah.
Pertolongan
Keracunan Makanan
Gejala/Tanda Pertolongan
P3K Bahan
Kimia
Tindakan Pertolongan
• Segera lakukan pembilasan air mengalir.
• Berikut periode waktu yang diperlukan untuk membilas mata dengan
air :
 5 menit untuk bahan kimia non iritan atau iritan sedang.
 15-20 menit untuk bahan kimia iritan sedang hingga iritan berat d
an bahan kimia yang dapat menyebabkan toksis jika terserap pad
a kulit.
 30 menit untuk bahan kimia bersifat korosif.
 60 menit untuk basa kuat seperti natrium, kalium atau kalsium hid
roksida.
• Jika kondisi parah maka memerlukan perawatan darurat di rumah sa
kit. Jika diperlukan pembilasan dengan air harus terus dilakukan sel
ama perjalanan menuju rumah sakit.
Terpapar bahan kimia pada pernafasan

Keracunan gas :

 Gas CO (karbon monoksida)


 Asap dari api (gabungan CO, CO2 dan 35 jenis lainnya)

Penanganan :

 Pindahkan penderita ke tempat yang aman. Prioritas :keamanan penolong


 Circulation – Airway – Breathing
 Berikan oksigen dengan konsentrasi tinggi : NRM
Terpapar bahan kimia melalui pencernaan
Gejala:
🞇 Sisa racun sekitar mulut
🞇 Air liur yang banyak
🞇 Muntah-muntah
🞇 Mencret
🞇 Nyeri perut atau nyeri daerah lambung

Penatalaksanaan :
• Amankan diri sendiri dan lingkungan
• Selalu Circulation – Airway – Breathing
• Posisikan penderita pada posisi pulih bila dalam keadaan tidak sadar
• Memuntahkan penderita : hanya lakukan jika kita yakin betul
bahwa ini tidak berbahaya
Dilarang memuntahkan :
Penyebab :
Zat korosif
• Minyak tanah, bensin, solar
• Asam keras (H2SO4)
• Pernis dan cairan pengkilap mebel

Penderita dengan :
 Penurunan kesadaran
 Kejang
 Usia < 6 bulan
 Wanita hamil
 Bila sudah diberikan karbon aktif (Norit)
Cairan pengencer racun :

1. Air biasa
2. Susu
3. Activated charcoal (Norit) 2 sendok teh penuh dalam 1 gelas air

Universal antidote terdiri dari ;


 Activated Charcoal (roti yg dibakar hangus)
 asam tanat (teh pekat)
 MgO (antasida)
Racun Terserap
Semua bahan dapat merangsang kulit :
– Bahan cat, insektisida
– Obat-obatan untuk tumbuh-tumbuhan
– Bahan pencuci rumah tangga

Gejala :
 Gejala seperti alergi : gatal, kemerahan
 Gejala seperti luka bakar : kemerahan
 Mungkin ada gejala umum dari suatu keracunan.
Penanganan :
 Proteksi diri dan lingkungan
 Jauhkan penderita dari sumber racun
 Prioritas :Circulation – Airway – Breathing
 Pakaian yang terkontaminasi dilepas
 Racun berupa bubuk : disapu secara hati-hati
 Racun berupa cairan : bilas dengan air mengalir
 Jangan sampai penolong ikut terkontaminasi
Terpapar bahan kimia di Kulit
Gejala :
 Gejala seperti alergi : gatal, kemerahan
 Gejala seperti luka bakar : kemerahan
 Mungkin ada gejala umum dari suatu keracunan.

Penanganan :
 Proteksi diri dan lingkungan
 Jauhkan penderita dari sumber racun
 Prioritas : Circulation – Airway – Breathing
 Pakaian yang terkontaminasi dilepas
 Racun berupa bubuk : disapu secara hati-hati
 Racun berupa cairan : bilas dengan air mengalir
 Jangan sampai penolong ikut terkontaminasi
Pertolongan
Pendarahan

Peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah Contoh Luka


karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan.
1. Luka lecet
Kerusakan ini bisa disebabkan karena benturan fisik, 2. Luka robek / sayat / iris
sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang 3. Luka tusuk / tembak
tersumbat. (dr. Hamidi (2011) 4. Luka amputasi
Pertolongan Pertama Luka Terbuka
Prinsip Henti Pendarahan

1 Meninggikan luka lebih tinggi dari jantung

2 Menekan atau tutup luka

3 Menekan pembuluh darah diatas luka

4 Teknik Tornikuet (sudah tidak berlaku)

 Dilakukan pada Perdarahan hebat terutama


luka amputasi
 Tempat yang baik untuk pemasangan
torniket :
 Pada lengan 5 jari dari ketiak
 Pada tungkai 5 jari dari lipat paha
Pertolongan
Stroke &
Jantung
Stroke
Serangan Jantung
Pertolongan Pertama:

1. Ingat DRCABD
2. Panggil Bantuan
3. Minta bawakan AED (Automated External Defibrilator) Bila ada.
4. Menenangkan korban
5. Bila sadar dan dudukan atau letakkan penderita pada posisi
nyaman. Pastikan bersandar agar tidak perlu menyangga beban
tubuh.
6. Kendorkan Pakaian yang Ketat
7. Konsumsi Aspirin atau Nitrogliserin
Setelah penderita tenang, tanyakan apakah ia memiliki obat yang
diresepkan dokter atau tidak. kunyah aspirin karena bisa
membantu mengurangi nyeri. untuk nitrogliserin pastikan
diletakkan di bawah lidah..
Evakuasi
Korban
Pengangkutan korban ke tempat lebih
aman, untuk mendapatkan pertolongan
medis, dapat dilakukan sebelum atau
sesudah P3K

Bertujuan :
 Mengamankan korban
 Mendapatkan pertolongan lebih lanjut
 Menghindari bahaya susulan
Prinsip Evakuasi
1. Memerlukan pengetahuan &
keterampilan petugas P3K
2. Menentukan nasib korban lebih
lanjut
3. P3K yang baik harus disertai Syarat Korban
Evakuasi yang benar
Dievakuasi
1. Gangguan nafas sudah diatasi
2. Perdarahan sudah dihentikan
3. Luka sudah ditutup
4. Patah tulang sudah dibidai
5. Selama pengangkutan diawasi
Jenis–jenis pemindahan darurat

Tarikan selimut/baju Tarikan lengan

Tarikan dengan sprei


Evakuasi dengan Orang
pengangkatan ekstremitas Log roll

direct ground lift


Evakuasi dengan Tandu
 Kaki korban di depan, kecuali :
– Naik atau turun tangga/ tebing jika tungkai
atau kaki korban tidak cidera
– Memasukkan korban ke ambulance

Alumunium Folding Stretcher/


Tandu Lipat
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai