Panduan P3K dan Keselamatan Kerja
Panduan P3K dan Keselamatan Kerja
Dasar Hukum
1. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Pasal 3 : Syarat-syarat Keselamatan Kerja u/ memberikan P3K
Pasal 9 (ayat 3) : Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua naker yang berada di bawah
pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan
keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian P3K.
Pasal 86 (ayat 1) : Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama;
Pasal 87 (ayat 1) : Setiap perusahaan Wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
Dasar Hukum
4. PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
Lampiran I – C. Pelaksanaan Rencana K3
(7) Perusahaan harus memiliki prosedur sebagai upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri yang
meliputi :
a. Penyediaan personil dan fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup dan sesuai sampai mendapat pertolongan medik
dan
b. Proses perawatan lanjutan
Keterangan :
• 1 kotak B setara dengan 2 kotak A
• 1 kotak C setara dengan 2 kotak B
Pemberian
Pertolongan
Scope :
1. Penilaian Situasi
2. Pengamanan Lokasi
3. Pemberian Pertolongan
4. Universal Precaution
Menilai Situasi
1. Mengenali bahaya diri sendiri dan orang lain
2. Memperhatikan sumber bahaya
3. Memperhatikan jenis pertolongan
4. Memperhatikan adanya bahaya susulan
Fungsi :
1. Inspirasi (menghirup udara)
2. Ekspirasi (mengeluarkan udara)
3 Jenis
Pembuluh
Darah
Sistem
Terdiri dari :
1. Otak (pusat sistem saraf)
2. Saraf tulang belakang
3. Akar saraf
SARAF
Otak : Mengendalikan fungsi tubuh, termasuk sistem
pernapasan dan sirkulasi
Fungsi Otak:
1. Sensorik : sistem indera
2. Motorik : kontrol gerak tubuh
3. Integrasi : kendali sistem lain tubuh
(kesadaran, ingatan, bahasa dan emosi)
Ruang Lingkup
1 2 3 4 5
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
DANGER
D Memastikan keamanan PENOLONG, LINGKUNGAN, PASIEN
RESPONSE
R Teriak atau ajak bicara Tepuk bahu Beri stimuus nyeri
CIRCULATION
C Pemeriksaan sirkulasi darah dengan memegang nadi karotis di
leher, bila tidak ada maka lakukan resusitasi jantung/CPR
AIRWAY
A Pemeriksaan saluran nafas, jika ada benda yg berpotensi
menyumbat harus dikeluarkan
BREATHING
B Periksa nafas dengan melihat gerakan dada atau perut, merasakan
hembusan dan suara nafas, dan hitung nafas korban dlm 5 detik
CPR (cardiopulmonary resuscitation)
Jika napas (-) nadi (-) Jika napas (-) nadi (+) Jika napas (+) nadi (+)
Pertolongan tersedak:
1. Lakukan pukulan di punggung berturut-
turut sebanyak 5 kali
2. Jika gagal, kombinasikan dengan
hentakan di perut (Heimlich Manuevere)
3. Jika hilang kesadaran segera cek CAB
4. Jika hilang napas segera lakukan CPR
Penanganan Obstruksi Total
Heimlich maneuver
dewasa Abdominal thrust
Chest thrust
Ringan batuk
anak Total = dewasa, hindari sapuan jari
2. Pembidaian
Tujuan Pembidaian
1) Mencegah pergerakan ujung tulang yang patah
2) Mencegah cidera baru
3) Memberi istirahat pada anggota badan yang
patah
4)
5)
Mengurangi rasa nyeri
Mempercepat penyembuhan Jenis Pembidaian
1. Bidai keras : Bidai kayu
2. Bidai yang dapat dibentuk (bidai vakum, bantal,
selimut)
3. Bidai Traksi
4. Gendongan dan bebat (Mitela, gendongan lengan)
5. Bidai improviasi
Sebelum Pasang Bidai Saat Pasang Bidai
Informasikan rencana pada penderita 1. Jumlah ikatan cukup
paparkan bagian cedera 2. Posisi ikatan diatas bidai
Rawat perdarahan 3. Ikatan jangan terlalu keras atau terlalu longgar
bebaskan pakaian pada daerah sendi 4. Bidai harus meliputi 2 sendi
Buka perhiasan didaerah patah atau distalnya 5. Ikatan harus cukup jumlahnya dari sendi yang
Ukur bidai pada anggota tubuh yang sehat banyak gerak kemudian sendi atas dari tulang
yang patah
6. Dilarang merubah posisi fraktur/cidera
7. Dilarang memasukkan bagian tulang yang patah
P3K Sengatan
Listrik
Pertolongan Pertama
Langkah Pertolongan
Luka Bakar Listrik
Pertolongan Pertama
Luka Bakar
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan
oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang
mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih
dalam
Derajat Luka Bakar
1. Kulit berwarna merah 1. Kemerahan dan timbul 1. Mengenai epidermis, Meluas ke seluruh lapisan
2. Kulit terasa perih dan sakit lepuh pada kulit dermis, subcutaneous kulit, dan ke dalam lapisan
sekali 2. Mengenai dan otot lemak, otot dan tulang di
3. Belum terjadi lepuh epidermis/dermis 2. Luka kering, ada bagian bawahnya
3. Tidak mengenai jaringan arang
subcutaneous 3. Tidak terasa nyeri/mati
rasa, syaraf terbakar
Perawatan Luka Bakar
Pendinginan dini (selama 30 menit pertama) akan
mengurangi kedalaman luka bakar dan nyeri, tetapi
bila berlebihan dapat menimbulkan hipotermia
Pendinginan menggunakan air 10–25 °C dan bukan
air es, karena dapat menyebabkan cedera yang
lebih parah.
Luka bakar karena zat kimia memerlukan irigasi
yang ekstensif
1. Gigitan Ular
2. Sengatan Lebah
Gejala dan tanda :
Bekas gigitan yang khas, yaitu dua luka tusuk dengan jarak tertentu dapat disertai luka bekas
gigitan gigi bawah yang dangkal.
edema dan perdarahan lokal, dapat disertai nyeri setempat.
Gejala lanjut berupa depresi pernafasan dan sirkulasi atau gejala neurologik.
Bila ada demam, mual muntah, pingsan, kelemahan, nadi cepat dan kecil, kejang dan ganggua
n pernafasan maka itu merupakan tanda bahwa luka gigitan serius.
Penanganan :
Penanganannya:
1. Tandai tempat terjadinya sengatan, lalu segera keluarkan sengat.
2. Kompres area yang tersengat menggunakan es batu, kurang lebih selama 15 menit.
3. Dapat pula diberikan anti alergi oral dan anti nyeri ringan untuk mengurangi alergi dan nyeri akibat sengatan lebah.
Pertolongan
Keracunan Makanan
Gejala/Tanda Pertolongan
P3K Bahan
Kimia
Tindakan Pertolongan
• Segera lakukan pembilasan air mengalir.
• Berikut periode waktu yang diperlukan untuk membilas mata dengan
air :
5 menit untuk bahan kimia non iritan atau iritan sedang.
15-20 menit untuk bahan kimia iritan sedang hingga iritan berat d
an bahan kimia yang dapat menyebabkan toksis jika terserap pad
a kulit.
30 menit untuk bahan kimia bersifat korosif.
60 menit untuk basa kuat seperti natrium, kalium atau kalsium hid
roksida.
• Jika kondisi parah maka memerlukan perawatan darurat di rumah sa
kit. Jika diperlukan pembilasan dengan air harus terus dilakukan sel
ama perjalanan menuju rumah sakit.
Terpapar bahan kimia pada pernafasan
Keracunan gas :
Penanganan :
Penatalaksanaan :
• Amankan diri sendiri dan lingkungan
• Selalu Circulation – Airway – Breathing
• Posisikan penderita pada posisi pulih bila dalam keadaan tidak sadar
• Memuntahkan penderita : hanya lakukan jika kita yakin betul
bahwa ini tidak berbahaya
Dilarang memuntahkan :
Penyebab :
Zat korosif
• Minyak tanah, bensin, solar
• Asam keras (H2SO4)
• Pernis dan cairan pengkilap mebel
Penderita dengan :
Penurunan kesadaran
Kejang
Usia < 6 bulan
Wanita hamil
Bila sudah diberikan karbon aktif (Norit)
Cairan pengencer racun :
1. Air biasa
2. Susu
3. Activated charcoal (Norit) 2 sendok teh penuh dalam 1 gelas air
Gejala :
Gejala seperti alergi : gatal, kemerahan
Gejala seperti luka bakar : kemerahan
Mungkin ada gejala umum dari suatu keracunan.
Penanganan :
Proteksi diri dan lingkungan
Jauhkan penderita dari sumber racun
Prioritas :Circulation – Airway – Breathing
Pakaian yang terkontaminasi dilepas
Racun berupa bubuk : disapu secara hati-hati
Racun berupa cairan : bilas dengan air mengalir
Jangan sampai penolong ikut terkontaminasi
Terpapar bahan kimia di Kulit
Gejala :
Gejala seperti alergi : gatal, kemerahan
Gejala seperti luka bakar : kemerahan
Mungkin ada gejala umum dari suatu keracunan.
Penanganan :
Proteksi diri dan lingkungan
Jauhkan penderita dari sumber racun
Prioritas : Circulation – Airway – Breathing
Pakaian yang terkontaminasi dilepas
Racun berupa bubuk : disapu secara hati-hati
Racun berupa cairan : bilas dengan air mengalir
Jangan sampai penolong ikut terkontaminasi
Pertolongan
Pendarahan
1. Ingat DRCABD
2. Panggil Bantuan
3. Minta bawakan AED (Automated External Defibrilator) Bila ada.
4. Menenangkan korban
5. Bila sadar dan dudukan atau letakkan penderita pada posisi
nyaman. Pastikan bersandar agar tidak perlu menyangga beban
tubuh.
6. Kendorkan Pakaian yang Ketat
7. Konsumsi Aspirin atau Nitrogliserin
Setelah penderita tenang, tanyakan apakah ia memiliki obat yang
diresepkan dokter atau tidak. kunyah aspirin karena bisa
membantu mengurangi nyeri. untuk nitrogliserin pastikan
diletakkan di bawah lidah..
Evakuasi
Korban
Pengangkutan korban ke tempat lebih
aman, untuk mendapatkan pertolongan
medis, dapat dilakukan sebelum atau
sesudah P3K
Bertujuan :
Mengamankan korban
Mendapatkan pertolongan lebih lanjut
Menghindari bahaya susulan
Prinsip Evakuasi
1. Memerlukan pengetahuan &
keterampilan petugas P3K
2. Menentukan nasib korban lebih
lanjut
3. P3K yang baik harus disertai Syarat Korban
Evakuasi yang benar
Dievakuasi
1. Gangguan nafas sudah diatasi
2. Perdarahan sudah dihentikan
3. Luka sudah ditutup
4. Patah tulang sudah dibidai
5. Selama pengangkutan diawasi
Jenis–jenis pemindahan darurat