0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Dimensi Struktur Balok dan Kolom

Diunggah oleh

adamhidayat2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Dimensi Struktur Balok dan Kolom

Diunggah oleh

adamhidayat2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PERENCANAAN
DIMENSI
1.1 DIMENSI BALOK
 Balok induk memanjang (L = 600 cm)
 Tinggi balok (h) = ×𝐿
1
= × 600 𝑐𝑚
12
= 50 𝑐𝑚
 Lebar balok (b) = × 𝐿
1
= × 50 𝑐𝑚
2
= 25 𝑐𝑚

Dimensi balok induk memanjang yang dipakai adalah 25/50

 Balok induk melintang (L = 600 cm)


 Tinggi balok (h) = ×𝐿
1
= × 600 𝑐𝑚
12
= 50 𝑐𝑚
 Lebar balok (b) = × ℎ
1
= × 50 𝑐𝑚
2
= 25 𝑐𝑚

Dimensi balok induk melintang yang dipakai adalah 25/50

 Balok anak memanjang (L = 600 cm)


 Tinggi balok (h) = ×𝐿
1
= × 600 𝑐𝑚
14
= 43 𝑐𝑚
≈ 45 𝑐𝑚
 Lebar balok (b) = × ℎ
1
= × 43 𝑐𝑚
2
= 21 𝑐𝑚
≈ 25 𝑐𝑚

Dimensi balok anak memanjang yang dipakai adalah 25/45


1.2 DIMENSI KOLOM
 Syarat kekakuan:
EI (kolom) ≥ 2EI (balok)
 Direncanakan kolom berbentuk persegi, dengan asumsi awal
b = 55 cm
h = 55 cm
 Perhitungan kekakuan balok dan kolom diambil data b dan h yang memiliki
nilai L paling panjang (L = 600 cm)
 Balok
× ×
𝐼 =
× ×( )
h = 50 cm

𝐾 =

𝐾 = 434,03 𝑐𝑚

b = 25 cm

 Kolom Lantai 1
×( )
h = 50 cm

𝐼 =
×
𝐾 =

𝐾 = 2700 𝑐𝑚
b = 25 cm

 Kolom Lantai 2
×( )
h = 50 cm

𝐼 =

×
𝐾 =

b = 25 cm 𝐾 = 5716,67 𝑐𝑚
> d = Dimensi kolom (70 cm) - 10
> Kk Lantai 1 = Kk Lantai 2
 K Kolom > K Balok
𝐸𝐼 𝐸𝐼
>3
𝐿 𝐿
𝑘𝑔 𝑘𝑔
2700 𝑐𝑚 > 1302,1 𝑐𝑚 (OK)
 Dimensi kolom yang dipakai 45/45

1.3 DIMENSI SLOOF


Sloof (*Digunakan L terpanjang, L = 600 cm)
 Tinggi balok (h) = ×𝐿

h = 50 cm
= × 600 𝑐𝑚

= 50 𝑐𝑚

b = 25 cm
 Lebar balok (b) = × ℎ

= × 50 𝑐𝑚

= 25 𝑐𝑚

Dimensi sloof yang digunakan adalah 25/50 cm


1.4 DIMENSI PELAT
Ketebalan minimum pelat (SNI 2847-2013)

Menentukan jenis pelat satu arah (one way slab) atau dua arah (two way
slab) (𝐿 /𝐿 )
300

600

= =2→ < 2 = Pelat 2 arah

Menentukan inersia balok

𝐼 = × 𝑏 × ℎ
h = 50 cm

𝐼 = × 250 𝑚𝑚 × (500 𝑚𝑚)

𝐼 = 2,604,166 × 10 𝑚𝑚

b = 25 cm
Asumsikan tebal pelat lantai adalah 150 mm (arah 𝐿 , 𝐿 ), yaitu 𝐿 =
6000 𝑚𝑚, 𝐿 = 3000 𝑚𝑚
Momen inersia arah panjang
1
𝐼 = × 6000 × 150 = 168 × 10 𝑚𝑚
12
𝐸𝑙𝑏 2,60416 × 10
𝑎𝑙𝑓 = = = 1,543 𝑚𝑚
𝐸𝑙𝑦 168 × 10
Momen inersia arah pendek
1
𝐼 = × 3000 × 150 = 843 × 10 𝑚𝑚
12
𝐸𝑙𝑏 2,60416 × 10
𝑎𝑙𝑓 = = = 3,6015 𝑚𝑚
𝐸𝑙𝑦 843 × 10
, ,
𝛼 = = 2,31481 𝑚𝑚

𝛽=
( )

6000 − 500
𝛽=
3000 − ( 2 (250) − 1 2 (500))
1

𝛽 = 1,76
I = bentang arah panjang − kolom = 6000 − 500 = 5500 𝑚𝑚
𝛼 > 2,0, 𝑚𝑎𝑘𝑎
𝐹
𝐼 0,8 +
1400
ℎ=
36 + 9𝛽
400
5500 0,8 +
ℎ= 1400
36 + 9(1,76)
ℎ = 103,064

Jadi, ketebalan pelat 120 mm tidak boleh kurang dari 103,064 dan tidak boleh
kurang 90 mm. (SNI 2347-2013)
Kesimpulan: Karena tebal pelat yang akan digunakan seragam, maka dapat
diambil tebal pelat sebesar 120 mm untuk pelat lantai dan 110 mm untuk pelat
atap.
Dimensi Pelat (1)
Tebal pelat atap (t) = 11 cm
Tebal pelat lantai (t) = 12 cm
BAB 2
PEMBEBANAN
PERHITUNGAN PEMBEBANAN
2.1 PEMBEBANAN PELAT PADA ATAP
 Beban mati (dead load)
Berat sendiri pelat = 0,11 × 2400 = 264 kg/m2
Plafon + penggantung = 11 + 7 = 18 kg/m2
Berat beban finishing = 21 = 21 kg/m2
+
q = 303 kg/m2

 Beban hidup (life load)


Beban atap = 0,96 kN/m2 = 96 kg/m2
+
q = 96 kg/m2

 Beban air hujan (R) = 50 kg/m2

 Beban kombinasi (SNI 1727:2020 pasal 2.3.1)


q = 1,2D + 1,6L + 0,5R
= 1,2 (303) + 1,6 (96) + 0,5(50)
+
= 542,2 kg/m2 = 5422 N/m2

2.2 Pembebanan Pelat pada Lantai


 Beban mati (dead load)
Berat sendiri pelat = 0,12 × 2400 = 288 kg/m2
Berat keramik = 0,01 × 2200 = 22 kg/m 2
Berat spesi = 0,03 × 2200 = 21 kg/m2
Berat pasir = 0,04 × 1600 = 64 kg/m2
Plafon + penggantung = 10 + 5 = 15 kg/m 2
+
q = 433 kg/m2
SNI 1727:2013 Tabel 4-1 (Lanjutan)

 Beban hidup (life load)


Beban guna merata = 0,96 kN/m2 = 96 kg/m2
q = 96 kg/m2
 Beban kombinasi (SNI 2847:2013 Pasal 9.2.1)
q = 1,2q + 1,6q
= 1,2 (433) + 1,6 (96)
= 673,2 kg/m2 = 6732 N/m2

Anda mungkin juga menyukai