0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan52 halaman

Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3

Modul ajar ini disusun oleh Khoironi Nur Azizah untuk mata pelajaran IPAS di SDN 13 Mandau, dengan fokus pada pemahaman pancaindra dan pelestarian lingkungan. Pembelajaran menggunakan model Project-Based Learning dan mencakup kegiatan eksplorasi, diskusi, serta presentasi untuk meningkatkan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif peserta didik. Selain itu, modul ini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan pancaindra dan peran peserta didik dalam pelestarian sumber daya alam.

Diunggah oleh

khoironi.nur14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan52 halaman

Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3

Modul ajar ini disusun oleh Khoironi Nur Azizah untuk mata pelajaran IPAS di SDN 13 Mandau, dengan fokus pada pemahaman pancaindra dan pelestarian lingkungan. Pembelajaran menggunakan model Project-Based Learning dan mencakup kegiatan eksplorasi, diskusi, serta presentasi untuk meningkatkan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif peserta didik. Selain itu, modul ini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan pancaindra dan peran peserta didik dalam pelestarian sumber daya alam.

Diunggah oleh

khoironi.nur14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd
 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/1
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang fungsi pancaindra
dan mengidentifikasi hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang model sederhana pancaindra atau membuat
karya visual yang menjelaskan fungsi pancaindra.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas dan memecahkan masalah terkait pancaindra.

Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri.

Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit)
dengan tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-hari yang
melibatkan indra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang digunakan untuk
mengenalinya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang salah satu
pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan cara kerja
pancaindra.

E. Sarana dan Prasarana


1. Benda-benda di sekitar kelas (buah, bunga, kapas, es batu, dll.)
2. Gambar atau poster pancaindra
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
4. Proyektor/Laptop (jika tersedia untuk video pembelajaran)
5. Alat tulis dan lembar kerja

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang kalian
dengar di sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi ini?
Bagaimana perasaan kalian saat ini?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa melihat
warna pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan enak? Seberapa
penting pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
 Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kira- kira,
bagian tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa manis, asam, asin,
dan pahit?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C) dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan
tubuh, termasuk pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):
o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik berbeda
(misalnya: buah-buahan, bunga, kapas, batu, air hangat/dingin,
makanan dengan rasa berbeda).
o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh, mencium,
merasakan, dan mendengarkan benda-benda tersebut secara
bergantian dengan bimbingan guru.
o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan pengalaman mereka
dengan indra yang digunakan (misalnya: "Bagaimana rasanya jeruk ini? Indra
apa yang kita gunakan untuk merasakan manis/asam?" atau "Apa yang kalian
dengar saat kertas diremas?").
2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan gambar/kartu bergambar pancaindra (mata,
telinga, hidung, lidah, kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menuliskan nama
pancaindra dan fungsi utamanya.
o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
3. Membuat Peta Pikiran/Poster Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):
o Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran atau poster sederhana tentang
"Pancaindra Kita".
o Peta pikiran/poster tersebut harus mencakup nama pancaindra,
fungsinya, dan contoh kegiatan sehari-hari yang melibatkan indra
tersebut.
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna, atau
alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi Kelompok dan Tanya Jawab (Komunikasi dan Penalaran
Kritis):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan peta
pikiran/posternya.
o Setelah presentasi, kelompok lain atau guru dapat mengajukan
pertanyaan untuk menggali pemahaman lebih dalam.
o Guru memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang
paling menarik dari pembelajaran kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada pentingnya
menjaga kesehatan pancaindra.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati lebih lanjut penggunaan pancaindra di rumah atau lingkungan sekitar.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan dan kolaborasi peserta didik
selama diskusi kelompok dan kegiatan eksplorasi.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster/peta pikiran
(kerapian, kelengkapan informasi, kreativitas).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang nama, fungsi, dan contoh penggunaan pancaindra dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster informatif tentang salah satu pancaindra secara
mandiri.
o Membuat cerita pendek yang melibatkan penggunaan pancaindra.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang sangat
penting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami berbagai informasi.
Dengan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra, mereka akan lebih menghargai dan
bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan
membantu mereka melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka
belajar, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar


Pancaindra: Jendela Dunia Kita
Pancaindra adalah lima alat tubuh yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar. Kelima
indra ini adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah
untuk mengecap rasa, dan kulit untuk merasakan sentuhan.
Setiap indra memiliki perannya masing-masing yang sangat penting dalam membantu kita
mengenali dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Misalnya, mata membantu kita
melihat warna-warni indah dan bentuk benda, telinga memungkinkan kita mendengar suara
burung berkicau atau musik kesukaan.
Gambar
Fungsi dan Cara Kerja Pancaindra
Mata bekerja dengan menangkap cahaya yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dikirim ke
otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar. Telinga menangkap getaran suara dan
mengubahnya menjadi informasi yang dapat kita dengar. Hidung memiliki reseptor yang
mendeteksi molekul bau di udara, sementara lidah memiliki kuncup pengecap yang
mengenali rasa manis, asam, asin, pahit, dan umami dari makanan. Kulit, sebagai indra
peraba terbesar, memiliki reseptor yang peka terhadap sentuhan, tekanan, suhu, dan rasa
sakit, sehingga kita bisa merasakan tekstur lembut atau panasnya api.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pancaindra


Menjaga kesehatan pancaindra sangatlah penting agar kita bisa terus merasakan dan menikmati
dunia dengan baik. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan indra antara lain melindungi
mata dari cahaya terang, membersihkan telinga dengan hati- hati, menghindari bau yang
menyengat, menjaga kebersihan mulut dan lidah, serta merawat kulit dari paparan sinar
matahari berlebihan dan luka. Dengan merawat pancaindra kita, kita dapat terus belajar,
bermain, dan menjalani kehidupan sehari- hari dengan optimal.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya setelah
pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi pancaindra?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu
ditingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep
pancaindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?

N. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan salah satu penyakit yang berhubungan dengan
pancaindra dan cara pencegahannya.
o Membuat puisi atau cerita pendek tentang pentingnya salah satu
pancaindra.
o Mengidentifikasi hewan dengan pancaindra unik dan fungsinya.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep yang
belum dikuasai.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau model konkret untuk membantu
pemahaman.

O. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik
memahami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang
berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka terhadap
rangsangan tertentu.
P. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.


MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/1
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis siklus hidup berbagai makhluk
hidup dan mengidentifikasi penyebab masalah pelestarian.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau kampanye sederhana untuk
pelestarian sumber daya alam dan makhluk hidup.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi
masalah lingkungan dan mencari solusinya.

Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.

Kewargaan: Peserta didik memahami perannya sebagai warga negara dalam menjaga
lingkungan dan sumber daya alam.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri mengenai upaya pelestarian.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sudah
berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik dengan
menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yang
berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa makhluk hidup
(misalnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan sumber daya
alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan upaya mitigasi
perubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang pentingnya
pelestarian lingkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu lingkungan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster Siklus Hidup Makhluk Hidup (kupu-kupu, ayam, tumbuhan).
2. Video/Animasi tentang siklus hidup dan pelestarian lingkungan.
3. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/lainnya) untuk simulasi.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Alat tulis, kertas gambar, dan alat mewarnai.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.
G. Model Pembelajaran
 Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Diskusi Kelompok, Observasi, Eksperimen Sederhana, Presentasi,
Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu. Pernahkah
kalian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar
seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk hidup?"
 Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di
dalamnya, apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting bagi kita
untuk peduli pada nasib makhluk hidup lain dan sumber daya alam?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan. Ide
keren apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap indah dan
dihuni banyak makhluk hidup?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan
dengan kepedulian lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik siklus
hidup dan pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):
o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar siklus hidup
beberapa makhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tumbuhan).
Gambar Life cycle of butterfly. Complete (holometabolous)
metamorphosis with four distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-tahapan yang mereka
lihat.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat makhluk hidup ini
bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika salah satu tahapan siklus hidup
terganggu?"
2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang masalah
lingkungan (misalnya, penebangan hutan, pencemaran sungai, atau
punahnya hewan tertentu). Guru bisa menggunakan gambar atau deskripsi
singkat.
o Kelompok diminta untuk mengidentifikasi:
 Makhluk hidup apa yang terpengaruh?
 Sumber daya alam apa yang rusak?
 Apa penyebab masalah tersebut?
 Bagaimana dampaknya pada lingkungan dan makhluk hidup?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis.
3. Mencari Solusi dan Merancang Aksi (Kolaborasi dan Kreativitas):
o Setelah menganalisis masalah, setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan
merumuskan ide-ide solusi untuk masalah yang mereka temukan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif tentang cara-cara
sederhana yang bisa mereka lakukan sebagai anak-anak di lingkungan sekolah
atau rumah.
o Proyek Mini: Setiap kelompok merancang poster kampanye
sederhana atau slogan ajakan untuk pelestarian (misalnya, "Ayo Hemat
Air!", "Jangan Buang Sampah Sembarangan!", "Lindungi Hewan
Langka!").
o Guru menyediakan kertas besar, spidol, pensil warna, atau bahan kolase
sederhana. Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi dan Kampanye (Komunikasi dan Kewargaan):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi dan
poster kampanye mereka di depan kelas.
o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.
o Guru memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam
pelestarian lingkungan dan kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim
(misalnya, "Kalau kita hemat air, itu juga membantu bumi kita tidak terlalu
panas").
o Poster dapat dipajang di kelas sebagai pengingat.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang
bisa kita lakukan untuk membantu Bumi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada peran setiap
individu dalam menjaga kelestarian lingkungan dan makhluk hidup.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati praktik pelestarian di rumah atau lingkungan sekitar, atau
melakukan tindakan sederhana seperti memilah sampah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan
kegiatan merancang poster.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster kampanye
(relevansi, kreativitas, kejelasan pesan).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi
pertanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian, dan ide
upaya pelestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk hidup
yang mereka amati di rumah.
o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jika diperlukan) tentang
upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan di rumah.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus hidupnya
masing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada bagaimana manusia
memperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang
mereka lakukan untuk menjaga sumber daya alam, seperti menghemat air atau memilah
sampah, memiliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat
membantu mitigasi perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.

L. Materi Bahan Ajar


Siklus Hidup Makhluk Hidup
Setiap makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, memiliki sebuah perjalanan hidup yang
berulang, disebut siklus hidup. Dimulai dari lahir, tumbuh menjadi dewasa, berkembang
biak, dan akhirnya mati. Contohnya, kupu-kupu dimulai dari telur, lalu menjadi ulat,
kepompong, hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang indah. Ayam juga memiliki siklus dari
telur, menetas menjadi anak ayam, lalu tumbuh menjadi ayam dewasa. Demikian juga
tanaman, dari biji, tumbuh tunas, menjadi tanaman muda, berbunga, berbuah, dan
menghasilkan biji lagi.

Pentingnya Pelestarian Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan manusia
untuk kebutuhan hidupnya, seperti air, udara, tanah, tumbuhan, dan hewan. Sayangnya,
banyak aktivitas manusia yang menyebabkan sumber daya alam ini rusak, seperti
membuang sampah sembarangan yang
mencemari air dan tanah, atau menebang pohon secara berlebihan. Jika sumber daya alam
rusak, makhluk hidup lain juga akan terancam, bahkan bisa punah. Oleh karena itu,
menjaga dan melestarikan sumber daya alam sangatlah penting.

Upaya Pelestarian dan Mitigasi Perubahan Iklim


Pelestarian berarti menjaga agar sesuatu tetap ada dan lestari. Untuk makhluk hidup dan
sumber daya alam, ini berarti kita harus melindungi mereka. Contoh upaya pelestarian
sederhana yang bisa kita lakukan adalah menghemat air, memilah sampah, menanam pohon,
atau tidak berburu hewan langka. Upaya-upaya ini tidak hanya menjaga kelestarian makhluk
hidup, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yaitu mengurangi dampak
negatif dari perubahan iklim global.
Dengan menjaga lingkungan, kita memastikan bahwa bumi tetap sehat dan nyaman untuk
dihuni generasi mendatang.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga
lingkungan di sekitar saya?
3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya pelestarian
lingkungan?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup
dan pentingnya pelestarian?
2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam mendorong
kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di
pertemuan berikutnya agar lebih bermakna?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Pahlawan Lingkungan Cilik
Nama:

Kelas:

Tanggal:

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti siklus hidup makhluk hidup lain (misalnya, katak, nyamuk) dan
membandingkannya.
o Membuat proposal sederhana untuk proyek pelestarian di sekolah
(misalnya, membuat bank sampah mini atau kebun sekolah).
o Mencari berita atau artikel tentang perubahan iklim dan dampaknya di
Indonesia.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
siklus hidup dan pentingnya pelestarian.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau model konkret untuk membantu
pemahaman (misalnya, kartu urutan gambar siklus hidup).

P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang
hidupnya, dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber daya alam)
tetap ada dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah, dalam
konteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.


MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/1
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai proses perubahan wujud zat
dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau menciptakan model sederhana untuk
menunjukkan perubahan wujud zat atau perubahan bentuk energi.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan.

Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.

Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan
kesehatan tubuh.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan
jelas dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari mana ya energi
kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
tentang perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber dan
bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.
2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap,
mengembun) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin, air, listrik,
makanan) yang ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik)
dengan contohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau kejadian sehari-
hari (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan wujud zat atau
perubahan energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan wujud zat dan energi
secara kreatif.

E. Sarana dan Prasarana


1. Es batu, lilin, air, korek api, panci/gelas tahan panas.
2. Lampu senter, baterai, kipas angin mini, mainan bertenaga baterai.
3. Gambar/Poster tentang wujud zat dan bentuk energi.
4. Video/Animasi tentang perubahan wujud zat dan energi.
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.
G. Model Pembelajaran
 Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dengan
pendekatan Deep Learning.
 Metode: Eksperimen, Diskusi Kelompok, Observasi, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi jika
kalian menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu berubah?
Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa menyala atau
kenapa kompor bisa panas?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang
bagaimana benda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi bekerja?
Apa manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari?"
 Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah wujud benda,
benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian bisa menciptakan
energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi (olahraga, makan, tidur)
dan kemudian menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
perubahan wujud zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana di dalam kelas:

 Stasiun 1 (Mencair/Membeku): Es batu di mangkuk terbuka, dan


air di wadah lain yang akan dimasukkan ke freezer (jika
memungkinkan). Peserta didik mengamati es mencair dan
membayangkan air membeku.
 Stasiun 2 (Menguap/Mengembun): Air dipanaskan (dengan
pengawasan ketat guru), peserta didik mengamati uap air dan
tetesan air di tutup panci/gelas.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan bergantian
mengunjungi setiap stasiun.
o Setiap kelompok mencatat pengamatan mereka: Apa yang terjadi?
Bagaimana wujudnya berubah?
o Guru memandu diskusi kelompok: "Mengapa es bisa mencair? Apa yang
terjadi pada air saat dipanaskan?"
2. Mengenal Sumber dan Bentuk Energi (Observasi dan Diskusi):
o Guru menayangkan video singkat atau menunjukkan gambar berbagai
sumber dan bentuk energi (misalnya, matahari, kincir angin, PLTA, lampu
menyala, radio berbunyi, mobil bergerak).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi sumber energi dari setiap
gambar/video dan bentuk energi yang dihasilkannya.
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa saja sumber energi yang kalian kenal?
Bentuk energi apa saja yang kalian temukan di rumah atau sekolah?"
3. Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita (Analisis dan Diskusi
Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan beberapa kartu bergambar benda atau kejadian
sehari-hari yang melibatkan perubahan energi (misalnya, senter menyala,
setrika panas, kipas angin berputar, orang makan dan berlari).
o Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perubahan energi yang terjadi
pada setiap gambar (misalnya, senter: energi kimia dari baterai menjadi
energi cahaya dan sedikit panas).
o Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
4. Proyek Mini: Model Perubahan Energi Sederhana (Kreativitas dan
Kolaborasi):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat model sederhana yang
menunjukkan perubahan energi atau wujud zat. Contoh:
 Gambar atau diagram alur perubahan wujud air.
 Sketsa atau gambar alat sederhana yang menunjukkan perubahan
energi (misalnya, rangkaian listrik sederhana yang menyalakan
lampu).
o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat sederhana
lainnya.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan proses
perubahan yang terjadi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang
benda dan energi? Mengapa penting bagi kita untuk memahami ini?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa perubahan wujud zat dan
energi terjadi di sekitar kita setiap saat, dan kita menggunakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mengamati perubahan wujud
zat atau energi di rumah dan mencatatnya.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama eksperimen dan diskusi
kelompok.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/model mini: Rubrik penilaian untuk
poster/diagram (kerapian, kelengkapan informasi, kreativitas, kejelasan
konsep).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi wujud zat, proses perubahannya, sumber dan
bentuk energi, serta contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang proses perubahan wujud air atau berbagai bentuk
energi.
o Menceritakan ulang salah satu percobaan yang dilakukan di kelas dan
menjelaskan apa yang terjadi.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk benda-benda
di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus mengalami perubahan
wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas
dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan
menghargai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar


Wujud Zat dan Perubahannya
Benda-benda di sekitar kita dapat memiliki tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas. Benda padat
memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti batu atau meja. Benda cair memiliki bentuk
yang berubah mengikuti wadahnya, seperti air atau minyak.
Sedangkan benda gas tidak memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti udara yang kita hirup
atau uap air. Zat dapat berpindah wujud dari satu bentuk ke bentuk lain melalui proses
seperti mencair (padat ke cair, contoh: es menjadi air), membeku (cair ke padat, contoh: air
menjadi es), menguap (cair ke gas, contoh: air
mendidih menjadi uap), dan mengembun (gas ke cair, contoh: uap air menjadi tetesan air
di pagi hari).
Sumber dan Bentuk Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak sumber energi di
Bumi ini, seperti matahari yang memberikan energi cahaya dan panas, angin yang
menggerakkan kincir angin, air yang mengalir untuk pembangkit listrik, listrik yang
mengalir di rumah kita, dan makanan yang memberikan energi untuk tubuh kita bergerak
dan berpikir. Energi juga memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas (dari api atau
matahari), energi cahaya (dari lampu atau matahari), energi bunyi (dari suara musik),
energi gerak (dari mobil yang berjalan), dan energi listrik (dari stopkontak).
Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat berubah bentuk dari satu
bentuk ke bentuk lain. Ini terjadi terus-menerus di sekitar kita. Contohnya, saat kita
menyalakan lampu, energi listrik berubah menjadi energi cahaya dan sedikit energi panas.
Saat kita menggunakan setrika, energi listrik berubah menjadi energi panas untuk merapikan
baju. Bahkan saat kita makan dan kemudian berlari, energi kimia dari makanan berubah
menjadi energi gerak untuk tubuh kita. Memahami perubahan energi ini membantu kita lebih
menghargai penggunaan energi di kehidupan kita.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud zat atau
perubahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih bijak
dalam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik
tentang konsep perubahan wujud zat dan energi?
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan kegiatan
sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua peserta
didik untuk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LKPD:


Detektif Perubahan Zat dan Energi

Nama:

Kelas:
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan jenis-jenis energi alternatif (misalnya,
energi surya, energi biomassa).
o Membuat daftar alat-alat di rumah yang mengalami perubahan energi dan
menjelaskan perubahannya.
o Merancang percobaan sederhana untuk menunjukkan perubahan wujud
zat lainnya (misalnya, membuat kristal garam).
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
perubahan wujud zat dan energi.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau demonstrasi langsung yang lebih
sederhana untuk membantu pemahaman.

P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi (padat, cair, gas).
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi dampak negatif suatu masalah, di sini terkait
perubahan iklim.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang
relevan dan terbaru).

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.


MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/1
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala kemagnetan dan berbagai
jenis gaya serta pengaruhnya terhadap benda.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat model sederhana yang
menunjukkan gaya atau kemagnetan.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.

Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.

Kewargaan: Peserta didik memahami aplikasi gaya dan kemagnetan dalam teknologi
sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan
jelas dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya apa ya yang bekerja pada
tubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya dan magnet lho, pasti
seru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas dan melakukan percobaan
seru hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
dan melakukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk beraktivitas, termasuk
untuk mengamati gaya dan magnet di sekitar kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan
pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (benda
magnetis) dan benda yang tidak dapat ditarik magnet (non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat menarik benda
tertentu, gaya magnet dapat menembus benda tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari (gaya otot,
gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda (membuat benda
bergerak, berhenti, berubah arah, berubah kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya dan
kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan kemagnetan secara
kreatif.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai jenis magnet (batang, U, cincin).
2. Berbagai benda (penjepit kertas, paku, koin, karet penghapus, pensil, kain, kayu,
plastik, uang kertas).
3. Mainan mobil-mobilan, bola, karet gelang.
4. Video/Animasi tentang gaya dan magnet.
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan Deep
Learning.
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa
menempel rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang dilempar ke
atas selalu jatuh kembali ke tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau
berhenti?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu penting bagi
manusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis gaya dalam kehidupan
sehari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
 Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang meneliti
kekuatan tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian pelajari lebih dalam:
gaya atau magnet? Mengapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik gaya
dan kemagnetan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan berbagai benda
(magnetis dan non-magnetis) di setiap meja kelompok.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk:
 Mencoba mendekatkan magnet ke berbagai benda dan
mencatat apa yang terjadi.
 Mengamati apakah magnet memiliki kutub (utara-selatan)
dengan mendekatkan dua magnet.
 Mencoba menarik benda dengan magnet melalui penghalang tipis
(kertas, kain).
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang bisa ditarik
magnet? Apa yang terjadi jika kutub magnet yang sama didekatkan?"
2. Mengenal Jenis-Jenis Gaya (Demonstrasi dan Observasi):
o Guru melakukan demonstrasi berbagai jenis gaya:
 Gaya Otot: Mendorong meja, mengangkat buku.
 Gaya Gravitasi: Menjatuhkan pensil, bola.
 Gaya Gesek: Menggeser kotak di lantai kasar vs. licin.
 Gaya Pegas: Menarik karet gelang, bermain ketapel.
 Gaya Dorong/Tarik: Membuka/menutup pintu.
o Peserta didik mengamati dan mencoba menirukan demonstrasi
(dengan bimbingan guru).
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa yang membuat benda-benda ini
bergerak atau berubah?"
3. Pengaruh Gaya terhadap Benda (Eksperimen dan Diskusi Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan mainan mobil-mobilan, bola, dan
plastisin/tanah liat.
o Kelompok diminta untuk melakukan percobaan dan mencatat
pengaruh gaya:
 Mendorong mobil-mobilan (membuat benda bergerak).
 Mendorong mobil-mobilan yang sedang bergerak
(mempercepat/memperlambat).
 Mengarahkan bola yang sedang bergerak (mengubah arah).
 Menekan atau membentuk plastisin (mengubah bentuk benda).
o Guru berkeliling membimbing dan memastikan keselamatan.
o Setiap kelompok menyajikan hasil pengamatan mereka tentang
bagaimana gaya memengaruhi benda.
4. Aplikasi Gaya dan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari (Proyek Mini):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat daftar atau menggambar contoh
benda atau aktivitas di rumah/sekolah yang menggunakan konsep gaya
atau magnet.
o Contoh: kulkas, kompas, mainan mobil-mobilan, keranjang belanja, pintu.
o Guru menyediakan kertas gambar dan alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan
mengapa benda tersebut menggunakan gaya atau magnet.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang gaya
dan magnet? Apa yang paling menarik dari percobaan yang kita lakukan?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa gaya dan magnet adalah
bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, memengaruhi banyak hal di
sekitar kita.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari contoh lain
penggunaan gaya dan magnet di lingkungan rumah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama eksperimen dan diskusi
kelompok.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk
daftar/gambar aplikasi gaya/magnet (kelengkapan, kejelasan, relevansi,
kreativitas).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi benda magnetis/non-magnetis, sifat magnet,
jenis-jenis gaya, dan pengaruh gaya terhadap benda.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya.
o Menceritakan ulang salah satu percobaan magnet yang dilakukan dan
menjelaskan hasilnya.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep dasar dalam
ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Mereka akan
menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya,
dan magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu. Pemahaman ini akan
membantu mereka melihat fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memahami
cara kerja berbagai alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Gaya: Kekuatan yang Menggerakkan Benda
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti,
berubah arah, berubah kecepatan, atau bahkan berubah bentuk. Kita melakukan gaya setiap
hari tanpa menyadarinya. Contohnya, saat kita mendorong meja, menarik pintu, atau
mengangkat buku. Ada berbagai jenis gaya yang sering kita temui, seperti gaya otot
(kekuatan dari otot tubuh kita), gaya gravitasi (gaya tarik Bumi yang membuat benda jatuh
ke bawah), gaya gesek (gaya yang menahan gerakan benda), dan gaya dorong/tarik. Setiap
gaya ini memiliki pengaruh unik terhadap benda di sekitar kita.
Pengaruh Gaya pada Benda
Gaya dapat memengaruhi benda dalam beberapa cara. Pertama, gaya dapat membuat benda
diam menjadi bergerak, seperti saat kita menendang bola. Kedua, gaya dapat mengubah
arah gerak benda, misalnya saat kita membelokkan setir sepeda. Ketiga, gaya dapat
mengubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda agar berhenti, atau
mengayuh lebih cepat agar melaju.
Terakhir, gaya juga bisa mengubah bentuk benda, contohnya saat kita menekan plastisin
atau memeras spons basah. Semua perubahan ini menunjukkan betapa besar kekuatan gaya
dalam kehidupan kita.
Gejala Kemagnetan dalam Kehidupan Sehari-hari
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan tertentu, seperti
besi dan baja. Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis, sedangkan
yang tidak dapat ditarik disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang
disebut kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika kutub yang berbeda didekatkan
(utara dengan selatan), magnet akan saling tarik-menarik. Namun, jika kutub yang sama
didekatkan (utara dengan utara atau selatan dengan selatan), magnet akan saling tolak-
menolak. Sifat magnet ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada
pintu kulkas, kompas, atau mainan.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet atau gaya
hari ini?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar
tentang materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery Learning) berhasil
memicu rasa ingin tahu dan pemahaman mendalam peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan kemagnetan dengan
teknologi atau benda-benda yang lebih kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percobaan?
Jika tidak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang lebih merata?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Detektif Gaya dan Magnet
Nama:

Kelas:

Tanggal:

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan membuat daftar benda-benda di rumah yang
menggunakan magnet atau berbagai jenis gaya.
o Mencoba membuat kompas sederhana menggunakan magnet dan jarum.
o Mencari tahu tentang ilmuwan terkenal yang meneliti gaya (misalnya, Isaac
Newton) dan mempresentasikan penemuan mereka.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar gaya dan kemagnetan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau demonstrasi langsung yang lebih sederhana
untuk membantu pemahaman (misalnya, hanya fokus pada satu jenis gaya
terlebih dahulu).

P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda tertentu,
terutama yang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know About
the World and How It Works. London: DK Publishing.
MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/2
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami bahwa setiap peran dan tanggung
jawab adalah amanah, serta berinteraksi sosial dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai anggota
masyarakat dan sekolah, serta mampu berinteraksi secara positif.

Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial yang
terjadi di lingkungan sekitar.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan interaksi
positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi
peran, tugas, dan tanggung jawab serta memecahkan masalah interaksi sosial.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil diskusi, dan pengalamannya
tentang interaksi sosial dengan jelas dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung jawabmu di
rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat
beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu namanya
interaksi sosial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan peranmu sebagai anak
dan siswa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik di sekolah?
Apa peranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk menjalankan
tugas dan tanggung jawab kalian esok hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di
sekitar tempat tinggal dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab individu di
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab dengan
baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan negatif yang
terjadi di lingkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif terhadap
lingkungan dan individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang positif di
sekolah dan tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau cerita) yang
menggambarkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai skenario
interaksi sosial.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Foto berbagai profesi dan aktivitas di masyarakat (guru, dokter, polisi,
petani, pedagang, siswa, orang tua, dll.).
2. Video pendek tentang interaksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar.
3. Kertas plano, spidol warna, alat tulis.
4. Benda-benda sederhana untuk bermain peran (misalnya, topi polisi, stetoskop
mainan).
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan
pendekatan Deep Learning.
 Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus,
Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu sedang
di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana
kalian semua saling membantu?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas dan
tanggung jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi kalau tidak
ada yang mau melakukan tugasnya?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di
sekolah selama satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian
lakukan di peran itu? Atau, bagaimana cara membuat semua orang di kelasmu
merasa senang dan nyaman?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan mengaitkannya dengan
konsep peran, tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di rumah? Apa
tugasmu sebagai anak? Apa tanggung jawabmu sebagai siswa di sekolah
ini?"
o Guru menunjukkan gambar berbagai profesi atau anggota keluarga (ayah,
ibu, kakak, adik, guru, dokter, polisi, pedagang).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi peran masing-masing orang
dalam gambar dan mendiskusikan tugas serta tanggung jawab mereka.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran dan saling
ketergantungan antarperan.
2. Mengenal Interaksi Sosial (Studi Kasus Sederhana):
o Guru menayangkan video pendek atau membacakan skenario singkat tentang
interaksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar (misalnya, seorang anak
menolong teman yang jatuh, sekelompok anak berebut mainan, tetangga
saling menyapa).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok menganalisis skenario:
 Apa yang terjadi?
 Apakah itu interaksi positif atau negatif? Mengapa?
 Apa dampaknya bagi orang yang terlibat dan lingkungan?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis dan
empati.
3. Bermain Peran: Skenario Interaksi Sosial (Kolaborasi dan Komunikasi):
o Setiap kelompok diminta memilih satu skenario interaksi sosial (bisa dari
yang disajikan guru atau ide sendiri) dan memerankannya di depan kelas.
o Guru dapat memberikan beberapa skenario yang melibatkan konflik kecil
dan penyelesaiannya secara positif.
o Setelah bermain peran, kelompok lain memberikan masukan atau
pertanyaan tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah atau
mengapa mereka berinteraksi seperti itu.
o Guru memberikan umpan balik, menekankan pentingnya komunikasi yang
baik dan penyelesaian masalah secara damai.
4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas Impianku"
(Kreativitas dan Kewargaan):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind map, atau
presentasi sederhana tentang:
 Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih "hebat"
dengan menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-
masing.
 Atau, bagaimana cara menciptakan "komunitas impian" di
sekitar tempat tinggal mereka melalui interaksi sosial yang
positif.
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase
sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan ide- ide
mereka untuk meningkatkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi
sosial di lingkungan yang mereka pilih.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi? Mengapa itu penting bagi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa setiap individu memiliki
peran penting dan bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sosial yang
positif, baik di sekolah maupun di rumah.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu tugas atau
tanggung jawab yang akan mereka lakukan di rumah atau sekolah sebagai bukti
pemahaman materi.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan
berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan bermain peran.
2. Penilaian bermain peran: Rubrik penilaian untuk penampilan bermain peran
(kejelasan peran, penyelesaian konflik, interaksi).
3. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk
poster/presentasi (kelengkapan informasi, kreativitas, kejelasan pesan,
relevansi).
4. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi peran, tugas, tanggung jawab, dan contoh
interaksi sosial.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita pendek tentang seorang anak yang menjalankan tanggung
jawabnya di rumah atau sekolah dan dampak positifnya.
o Menggambar komik sederhana tentang pentingnya interaksi sosial yang
baik.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan tanggung
jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di keluarga, sekolah,
maupun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan
orang lain sangat memengaruhi suasana dan
keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka diharapkan dapat menjadi
individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptakan interaksi sosial yang positif,
sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua.

L. Materi Bahan Ajar


Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab dalam Lingkungan
Setiap orang memiliki peran atau kedudukan dalam suatu kelompok atau masyarakat. Di
rumah, kita berperan sebagai anak, mungkin juga sebagai kakak atau adik. Di sekolah, kita
berperan sebagai siswa. Setiap peran memiliki tugas atau hal-hal yang harus dikerjakan, dan
tanggung jawab atau kewajiban untuk melaksanakan tugas tersebut dengan baik.
Contohnya, tugas seorang anak adalah belajar, dan tanggung jawabnya adalah belajar dengan
sungguh-sungguh. Tugas guru adalah mengajar, dan tanggung jawabnya adalah memastikan
siswa memahami pelajaran. Jika semua orang menjalankan peran, tugas, dan tanggung
jawabnya dengan baik, lingkungan akan menjadi teratur dan harmonis.
Mengenal Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara satu orang dengan orang lain, atau
antara satu kelompok dengan kelompok lain. Ini terjadi setiap kali kita berbicara, bermain,
bekerja sama, atau bahkan hanya tersenyum kepada orang lain. Interaksi sosial bisa bersifat
positif atau negatif. Interaksi positif adalah saat kita saling membantu, bekerja sama, atau
bersikap ramah, yang menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. Contohnya adalah
berbagi mainan dengan teman atau mengucapkan terima kasih. Interaksi negatif adalah saat
kita bertengkar, mengejek, atau tidak peduli, yang bisa merusak hubungan dan menciptakan
suasana tidak nyaman.
Dampak dan Cara Menciptakan Interaksi Positif
Interaksi sosial memiliki dampak besar bagi individu dan lingkungan. Interaksi positif dapat
membangun persahabatan, memecahkan masalah bersama, dan menciptakan rasa
kebersamaan. Sebaliknya, interaksi negatif dapat menimbulkan permusuhan,
kesalahpahaman, dan ketidaknyamanan. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif,
kita perlu membiasakan diri bersikap santun, saling menghargai, mendengarkan orang lain,
bekerja sama, dan menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik. Dengan begitu, baik di
rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar, kita semua bisa hidup berdampingan
dengan damai dan bahagia.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan tanggung jawab
saya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya pelajari
hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas, tanggung jawab,
atau interaksi sosial?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep peran,
tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam membantu siswa
memahami dan mempraktikkan interaksi sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau memahami
perannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Aku dan Lingkunganku Nama:

Kelas:

Tanggal:

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan salah satu adat istiadat atau
kebiasaan baik dalam berinteraksi sosial di daerah mereka.
o Membuat daftar "aturan" sederhana untuk menciptakan kelas yang
nyaman dan adil.
o Menulis surat kepada tokoh masyarakat (misalnya, ketua RT/RW) tentang ide
mereka untuk meningkatkan interaksi di lingkungan sekitar.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar peran, tugas, dan tanggung jawab.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan skenario interaksi yang lebih
sederhana.
o Mendampingi dalam praktik bermain peran secara langsung dengan
bimbingan lebih intensif.

P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau
masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai dengan
perannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam
masyarakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak.
(Contoh, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.


MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/2
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami kekayaan alam dan budaya sebagai
anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kewargaan: Peserta didik memiliki rasa bangga terhadap daerah tempat tinggalnya,
menghargai keanekaragaman budaya, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian.

Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara bentang alam
dengan profesi masyarakat, serta mengidentifikasi masalah dan solusi pelestarian
keanekaragaman hayati dan budaya.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau media untuk mempromosikan
keunikan daerahnya atau upaya pelestarian.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
informasi, menganalisis data, dan menyajikan temuan tentang daerahnya.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi, hasil penelitian sederhana,


dan ide-ide pelestarian dengan jelas dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat? Hebat! Di
Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah dekat sawah, gunung,
atau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya?
Bagus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak sekali rumah ibadah
dari berbagai agama lho, yang menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan
atau olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita bisa melihat
berbagai bentang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik
tentang tempat tinggal kita, mulai dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi peta kota/kabupaten kita
dan memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
tentang keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar dan menghargai
sejarah dan budaya tempat kita tinggal!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya
melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi
masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga
dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur
pada peta konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan Jawa Timur
(misalnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi
masyarakat (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya,
tradisi, lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan Jawa
Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah masyarakat di
lingkungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua atau tokoh
masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam
bentuk peta sederhana, cerita, atau gambar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Peta Provinsi Jawa Timur dan Peta Kabupaten Lumajang (konvensional atau dapat
diakses secara digital).
2. Proyektor/layar untuk menampilkan peta digital atau video.
3. Gambar/foto ragam bentang alam, profesi masyarakat, keanekaragaman hayati,
dan budaya lokal Lumajang/Jawa Timur.
4. Kertas gambar, alat mewarnai, spidol, kertas origami.
5. Alat tulis, lembar kerja, dan papan tulis/whiteboard.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
 Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana
(simulasi), Peta Pikiran (Mind Map), Presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke
Lumajang, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang paling
menarik dari tempat tinggal kita?"
 Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak daerah
kita di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan sejarah tempat tinggal
kita?"
 Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter, cerita
menarik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan
orang-orangnya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
identitas daerah, bentang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Menjelajahi Peta (Observasi dan Identifikasi):
o Guru menunjukkan peta Provinsi Jawa Timur dan kemudian
memperbesar tampilan ke Kabupaten Lumajang (bisa peta
konvensional atau digital).
o Peserta didik diminta untuk menemukan dan menunjuk letak
Kabupaten Lumajang.
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini? Ada
warna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang apa itu peta dan bagaimana cara
membacanya secara sederhana.
2. Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman Hayati (Diskusi
Kelompok):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan kartu gambar bentang alam (gunung, pantai,
danau, sungai, sawah) dan kartu gambar berbagai profesi (nelayan,
petani, penambang pasir, pedagang, peternak).
o Kelompok diminta untuk mencocokkan bentang alam dengan profesi yang
mungkin ada di sana, dan mendiskusikan mengapa profesi tersebut cocok
dengan bentang alamnya (misal: nelayan di pantai).
o Guru juga menampilkan gambar keanekaragaman hayati khas
Lumajang/Jawa Timur (misal: salak pondoh, pisang agung, harimau
Jawa/macan tutul Jawa). Peserta didik mengidentifikasi dan
mendiskusikan pentingnya menjaga kelestarian.
o Guru berkeliling membimbing diskusi dan memberikan informasi
tambahan.
3. Kearifan Lokal, Budaya, dan Sejarah Keluarga/Masyarakat (Menganalisis
Informasi):
o Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang tradisi lokal,
pakaian adat, makanan khas, atau permainan tradisional dari
Lumajang/Jawa Timur.
o Peserta didik diminta menyebutkan contoh-contoh kebudayaan dan
kearifan lokal yang mereka ketahui atau pernah alami.
o Guru memperkenalkan konsep sejarah keluarga atau masyarakat dengan
menceritakan contoh sederhana tentang sejarah berdirinya sekolah atau
nama jalan di sekitar sekolah.
o Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan: "Apa tradisi unik di
keluargamu atau di lingkungan sekitar sekolah? Mengapa kita perlu
melestarikannya?"
o Tugas rumah untuk pertemuan berikutnya: Peserta didik diminta
bertanya kepada orang tua atau kakek/nenek tentang sejarah singkat
keluarga mereka (misalnya, asal usul nama, cerita masa lalu).
4. Proyek Mini: "Peta Kebanggaanku" (Kreativitas dan Penyajian):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat "Peta Kebanggaanku" tentang
Lumajang dan Jawa Timur. Peta ini bukan hanya geografis, tetapi juga
berisi informasi tentang:
 Letak Lumajang di Jawa Timur.
 Gambaran bentang alam yang ada.
 Beberapa profesi khas.
 Gambar keanekaragaman hayati atau budaya/kearifan lokal yang
paling mereka banggakan.
 Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, pensil warna,
gunting, lem, dan bahan kolase sederhana (misal: gambar- gambar
kecil dari majalah bekas).
 Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Kebanggaanku" mereka di depan
kelas, menjelaskan isi peta dan mengapa mereka bangga dengan daerahnya.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari tentang tempat
tinggal kita? Apa yang membuat daerah kita ini unik dan istimewa?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan tentang pentingnya
memahami identitas daerah, melestarikan alam dan budaya, serta menghargai
sejarah sebagai bagian dari diri kita.
3. Tindak Lanjut: Mengingatkan kembali tugas wawancara sederhana tentang sejarah
keluarga.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan
pembuatan "Peta Kebanggaanku".
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk "Peta
Kebanggaanku" (kelengkapan informasi, kejelasan konsep, kreativitas, kerapian).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi
pertanyaan tentang letak daerah, bentang alam, profesi, keanekaragaman hayati,
budaya, dan sejarah lokal.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita singkat tentang "Sejarah Keluargaku" berdasarkan
wawancara.
o Membuat poster kampanye sederhana tentang upaya pelestarian budaya
atau lingkungan di Lumajang.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten Lumajang di
Provinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka yang kaya akan
bentang alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah yang unik. Mereka akan
menyadari bahwa setiap elemen ini saling terkait dan membentuk karakteristik masyarakat.
Dengan memahami serta menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan
rasa bangga, cinta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan
budaya bagi generasi mendatang.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Tempat Tinggal Kita: Lumajang di Jawa Timur
Kabupaten Lumajang adalah salah satu bagian dari Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk
mengetahui letaknya dengan jelas, kita bisa melihat peta. Peta adalah gambar sebagian atau
seluruh permukaan bumi yang digambar pada bidang datar. Di peta, kita bisa melihat batas-
batas wilayah, nama kota, gunung, sungai, dan laut. Dengan peta, kita tahu bahwa Lumajang
berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur, memiliki garis pantai di selatan, dan
dikelilingi oleh pegunungan di beberapa sisinya, termasuk Gunung Semeru.
Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman
Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam, seperti gunung, dataran
rendah, pantai, atau sungai. Keberadaan bentang alam ini sangat memengaruhi jenis profesi
atau pekerjaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, masyarakat di daerah pantai umumnya
bekerja sebagai nelayan, pengelola pariwisata pantai, atau petani rumput laut. Di dataran
tinggi atau pegunungan, banyak yang berprofesi sebagai petani sayur atau kopi. Sementara
itu, di Lumajang juga terdapat keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dan hewan
endemik, seperti berbagai jenis pisang atau hewan liar yang hidup di lereng gunung.
Melestarikan bentang alam dan keanekaragaman hayati adalah tugas kita bersama.
Kekayaan Budaya, Kearifan Lokal, dan Sejarah
Selain alam, Lumajang dan Jawa Timur juga kaya akan keragaman budaya. Budaya adalah
segala hal yang dihasilkan manusia, seperti bahasa, kesenian (tari, musik), tradisi, makanan
khas, dan pakaian adat. Contohnya, ada tari topeng,
ludruk, atau makanan seperti pisang agung dan tape. Ada pula kearifan lokal, yaitu
kebiasaan baik atau pengetahuan yang diwariskan turun-temurun untuk menjaga lingkungan
dan harmoni masyarakat. Setiap keluarga juga memiliki sejarahnya sendiri, yang
membentuk siapa diri kita saat ini. Mengenal dan melestarikan semua kekayaan ini adalah
cara kita menghargai warisan nenek moyang dan membangun masa depan yang lebih baik.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang atau
provinsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman hayati di
lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah tempat tinggal
saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi
dalam mengenal daerahnya sendiri?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta (konvensional/digital) dalam
membantu peserta didik memahami letak geografis?
3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil menumbuhkan
kreativitas dan rasa bangga akan identitas lokal?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Jelajah Lumajangku!
Nama:

Kelas:

Tanggal:

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan salah satu pahlawan daerah atau tokoh
penting dari Lumajang/Jawa Timur.
o Membuat vlog sederhana (dengan bantuan orang tua) tentang tempat wisata
atau kuliner khas di Lumajang.
o Merancang program sederhana untuk melestarikan salah satu tradisi budaya
lokal di sekolah.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar letak daerah, bentang alam, atau budaya.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada identifikasi dasar.
o Menggunakan media visual yang lebih konkret atau cerita sederhana untuk
membantu pemahaman.

P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai, atau
sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turun-
temurun dalam suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) di suatu wilayah.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.


MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis

 Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd


 Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: IPAS
 Fase: B
 Kelas/Semester: 3/2
 Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Penalaran Kritis: Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan
serta menganalisis fungsi nilai mata uang dalam kehidupan sehari-hari.

Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat daftar prioritas kebutuhan
dan keinginan yang bijak.

Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan
studi kasus tentang pengelolaan keuangan sederhana.

Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil keputusan sederhana tentang


pengeluaran berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.

Kewargaan: Peserta didik memahami pentingnya nilai mata uang sebagai alat tukar
dalam masyarakat dan berperilaku bijak dalam transaksi.

Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya tentang
kebutuhan, keinginan, dan fungsi uang dengan jelas.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan
ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan
atau olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa depan kita.
Nah, jika kalian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk membayarnya? Betul,
pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar. Makanan sehat adalah
kebutuhan pokok kita. Kalau jajan permen, itu kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Dalam masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut kalian, apa fungsi
uang saat kita membeli sesuatu dari pedagang di kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian menginginkan mainan
baru, apakah kalian harus menunda tidur cepat untuk bermain game? Tentu tidak!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang harus
dipenuhi) dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan dan tidak wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari
(misalnya, makanan sebagai kebutuhan, mainan sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai kebutuhan atau
keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan logam) dengan
benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil keputusan
sederhana terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku secara bijak
berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Flashcard uang Rupiah (logam dan kertas) dengan berbagai
nominal.
2. Kartu bergambar berbagai benda/aktivitas (makanan, minuman, seragam
sekolah, buku pelajaran, mainan, es krim, liburan, sepeda).
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.
4. Kotak atau wadah untuk permainan simulasi transaksi.
5. Video animasi tentang uang atau perbedaan kebutuhan/keinginan (jika
tersedia).

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.
G. Model Pembelajaran
 Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian punya
uang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa itu yang kalian
pilih?"
 Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara butuh
dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang kita inginkan
tanpa berpikir?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa yang
akan kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan menggunakan uang
itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan
"Gemar Belajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara
memenuhinya (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
kebutuhan, keinginan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian butuhkan
saat ini? Apa yang paling kalian inginkan?"
o Guru menjelaskan definisi kebutuhan (sesuatu yang harus ada agar bisa
hidup dan sehat, seperti makanan, air, pakaian, tempat tinggal, pendidikan)
dan keinginan (sesuatu yang membuat hidup lebih nyaman atau
menyenangkan, tapi tidak wajib, seperti mainan, es krim, liburan mewah).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).

o Setiap kelompok diberikan set kartu bergambar berbagai


benda/aktivitas (makanan, minuman, seragam sekolah, buku
pelajaran, mainan, es krim, liburan, sepeda, smartphone).
o Kelompok diminta untuk memilah kartu-kartu tersebut ke dalam dua
kategori: Kebutuhan dan Keinginan.
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang alasan di balik
pengelompokan mereka.
2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan kertas) dari
berbagai nominal.
Gambar
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang sah, alat
pembayaran, dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan bagaimana
mengenalinya (angka dan gambar).
o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi nilai uang yang ditunjukkan guru.
"Ini uang berapa rupiah? Gambar apa yang ada di sini?"
o Guru bertanya: "Mengapa kita membutuhkan uang untuk membeli
sesuatu? Apa jadinya kalau tidak ada uang?"
3. Simulasi Transaksi Sederhana: Belanja Bijak (Aplikasi Konsep):
o Guru menyiapkan "toko mini" di depan kelas dengan beberapa "barang"
yang harganya sudah ditentukan (misalnya, pensil Rp2.000, buku Rp5.000,
permen Rp1.000, mainan kecil Rp7.000).
o Setiap kelompok diberikan "uang saku" sejumlah tertentu (misalnya,
Rp10.000 dalam berbagai pecahan).
o Guru memberikan tantangan: "Dengan uang Rp10.000, kalian harus
membeli kebutuhan belajar dulu, lalu jika ada sisa, boleh beli keinginan."
o Satu per satu perwakilan kelompok maju untuk "berbelanja".
o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang mereka beli,
berapa sisa uangnya, dan mengapa mereka memilih barang tersebut
(mengaitkan dengan kebutuhan/keinginan).
o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian membeli kebutuhan dulu?
Mengapa penting untuk memprioritaskan kebutuhan?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis &
Kemandirian):
o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap kelompok,
misalnya: "Ani mendapat uang saku Rp5.000 per hari. Dia butuh
makan siang di sekolah, tapi dia juga ingin membeli stiker lucu.
Bagaimana Ani harus mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak, memprioritaskan
kebutuhan, dan menjelaskan rencana pengelolaan uang Ani.
o Guru berkeliling membimbing, memastikan mereka berpikir kritis
tentang keputusan keuangan.
o Setiap kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa perbedaan penting antara butuh dan ingin?
Mengapa kita harus bijak menggunakan uang?"
2. Penguatan Konsep: Guru menekankan bahwa uang adalah alat penting dalam hidup,
dan memahami perbedaan kebutuhan/keinginan akan membantu mereka menjadi
anak yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk membuat daftar 3
kebutuhan dan 3 keinginan mereka di rumah, lalu menentukan mana yang lebih
penting.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan
berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan simulasi transaksi.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/simulasi: Rubrik penilaian untuk kemampuan
membedakan kebutuhan/keinginan dan membuat keputusan finansial sederhana.
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang definisi kebutuhan/keinginan, fungsi uang, identifikasi
nominal uang, dan skenario pengambilan keputusan sederhana.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster "Aku Anak Pintar Mengelola Uang" yang berisi tips
sederhana membedakan kebutuhan dan keinginan.
o Menulis cerita singkat tentang bagaimana mereka menggunakan uang saku
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan, namun
penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan
bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan
adalah langkah awal untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab secara
finansial. Pemahaman ini akan membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik
dalam mengelola uang saku sejak dini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa
depan yang lebih baik.

L. Materi Bahan Ajar


Kebutuhan dan Keinginan: Apa Bedanya?
Dalam hidup, ada banyak hal yang kita inginkan dan butuhkan. Namun, kebutuhan dan
keinginan itu berbeda lho! Kebutuhan adalah segala sesuatu yang wajib kita miliki atau
penuhi agar bisa bertahan hidup dengan layak. Contoh kebutuhan adalah makanan, minuman,
pakaian, rumah, dan pendidikan. Tanpa hal-hal ini, kita akan kesulitan atau bahkan tidak bisa
hidup sehat dan nyaman. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang tidak wajib dipenuhi,
tapi jika ada, akan membuat hidup kita lebih menyenangkan atau nyaman. Contoh keinginan
adalah mainan baru, es krim setiap hari, atau liburan ke tempat yang jauh. Keinginan bisa
ditunda atau tidak dipenuhi, sedangkan kebutuhan harus selalu diutamakan.
Mengenal Uang: Nilai dan Fungsinya
Untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan, kita biasanya menggunakan uang. Di
Indonesia, mata uang kita adalah Rupiah (Rp). Uang ada dalam dua bentuk, yaitu uang
logam (receh) dan uang kertas (lembaran). Setiap uang memiliki nilai nominal yang
berbeda, misalnya Rp500, Rp1.000, Rp5.000, Rp10.000, dan seterusnya. Fungsi utama uang
adalah sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah. Artinya, kita menggunakan uang
untuk membeli barang atau jasa dari orang lain. Selain itu, uang juga berfungsi sebagai alat
menabung agar kita bisa membeli sesuatu yang lebih besar di masa depan.
Mengelola Uang Secara Bijak
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangat penting dalam mengelola
uang. Kita harus selalu mendahulukan pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu. Misalnya,
jika kita punya uang saku, pastikan kita membeli makanan dan minuman yang cukup untuk
tenaga belajar. Setelah kebutuhan terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Jika
uang kita terbatas, kita perlu memilih mana keinginan yang paling penting atau yang bisa
ditunda. Dengan belajar mengelola uang secara bijak sejak kecil, kita akan menjadi anak
yang mandiri, tidak boros, dan bisa merencanakan masa depan dengan lebih baik.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan uang
saku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai
sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar materi
ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep
kebutuhan dan keinginan serta fungsi uang?
2. Bagaimana efektivitas simulasi transaksi dalam membantu siswa
mengaplikasikan pemahaman mereka?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara
kebutuhan dan keinginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk
membantu mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Dompet Pintarku!
Nama:

Kelas:

Tanggal:

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Mencari tahu tentang sejarah mata uang di Indonesia atau di dunia.
o Membuat daftar belanja "ideal" untuk satu minggu dengan alokasi uang
tertentu, membedakan kebutuhan dan keinginan.
o Menghitung kembalian uang dari transaksi jual beli sederhana.
Remedial
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar perbedaan kebutuhan dan keinginan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar yang lebih
konkret untuk diidentifikasi sebagai kebutuhan atau keinginan.
o Mengulang simulasi transaksi dengan jumlah uang dan barang yang lebih
sederhana.

P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan hidup
layak.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau
menyenangkan, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa (misalnya
Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Duri, 20 Juli 2025


Kepala Sekolah SDN 13 Mandau Guru Kelas

Diski Visano, S. Pd, M. Pd, Gr Khoironi Nur Azizah, S. Pd

NIP. 19880521 2017 1 002 NIP.

Anda mungkin juga menyukai