Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3
Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Khoironi Nur Azizah, S. Pd
Satuan Pendidikan: SDN 13 Mandau
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: IPAS
Fase: B
Kelas/Semester: 3/1
Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang model sederhana pancaindra atau membuat
karya visual yang menjelaskan fungsi pancaindra.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas dan memecahkan masalah terkait pancaindra.
Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit)
dengan tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-hari yang
melibatkan indra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang digunakan untuk
mengenalinya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang salah satu
pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan cara kerja
pancaindra.
G. Model Pembelajaran
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang kalian
dengar di sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi ini?
Bagaimana perasaan kalian saat ini?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa melihat
warna pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan enak? Seberapa
penting pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kira- kira,
bagian tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa manis, asam, asin,
dan pahit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C) dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan
tubuh, termasuk pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):
o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik berbeda
(misalnya: buah-buahan, bunga, kapas, batu, air hangat/dingin,
makanan dengan rasa berbeda).
o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh, mencium,
merasakan, dan mendengarkan benda-benda tersebut secara
bergantian dengan bimbingan guru.
o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan pengalaman mereka
dengan indra yang digunakan (misalnya: "Bagaimana rasanya jeruk ini? Indra
apa yang kita gunakan untuk merasakan manis/asam?" atau "Apa yang kalian
dengar saat kertas diremas?").
2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan gambar/kartu bergambar pancaindra (mata,
telinga, hidung, lidah, kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menuliskan nama
pancaindra dan fungsi utamanya.
o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
3. Membuat Peta Pikiran/Poster Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):
o Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran atau poster sederhana tentang
"Pancaindra Kita".
o Peta pikiran/poster tersebut harus mencakup nama pancaindra,
fungsinya, dan contoh kegiatan sehari-hari yang melibatkan indra
tersebut.
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna, atau
alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi Kelompok dan Tanya Jawab (Komunikasi dan Penalaran
Kritis):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan peta
pikiran/posternya.
o Setelah presentasi, kelompok lain atau guru dapat mengajukan
pertanyaan untuk menggali pemahaman lebih dalam.
o Guru memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang
paling menarik dari pembelajaran kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada pentingnya
menjaga kesehatan pancaindra.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati lebih lanjut penggunaan pancaindra di rumah atau lingkungan sekitar.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang sangat
penting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami berbagai informasi.
Dengan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra, mereka akan lebih menghargai dan
bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan
membantu mereka melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka
belajar, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya setelah
pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi pancaindra?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu
ditingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep
pancaindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?
O. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik
memahami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang
berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka terhadap
rangsangan tertentu.
P. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau kampanye sederhana untuk
pelestarian sumber daya alam dan makhluk hidup.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi
masalah lingkungan dan mencari solusinya.
Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
Kewargaan: Peserta didik memahami perannya sebagai warga negara dalam menjaga
lingkungan dan sumber daya alam.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri mengenai upaya pelestarian.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sudah
berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik dengan
menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa makhluk hidup
(misalnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan sumber daya
alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan upaya mitigasi
perubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang pentingnya
pelestarian lingkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu. Pernahkah
kalian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar
seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk hidup?"
Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di
dalamnya, apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting bagi kita
untuk peduli pada nasib makhluk hidup lain dan sumber daya alam?"
Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan. Ide
keren apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap indah dan
dihuni banyak makhluk hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan
dengan kepedulian lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik siklus
hidup dan pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):
o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar siklus hidup
beberapa makhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tumbuhan).
Gambar Life cycle of butterfly. Complete (holometabolous)
metamorphosis with four distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-tahapan yang mereka
lihat.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat makhluk hidup ini
bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika salah satu tahapan siklus hidup
terganggu?"
2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang masalah
lingkungan (misalnya, penebangan hutan, pencemaran sungai, atau
punahnya hewan tertentu). Guru bisa menggunakan gambar atau deskripsi
singkat.
o Kelompok diminta untuk mengidentifikasi:
Makhluk hidup apa yang terpengaruh?
Sumber daya alam apa yang rusak?
Apa penyebab masalah tersebut?
Bagaimana dampaknya pada lingkungan dan makhluk hidup?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis.
3. Mencari Solusi dan Merancang Aksi (Kolaborasi dan Kreativitas):
o Setelah menganalisis masalah, setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan
merumuskan ide-ide solusi untuk masalah yang mereka temukan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif tentang cara-cara
sederhana yang bisa mereka lakukan sebagai anak-anak di lingkungan sekolah
atau rumah.
o Proyek Mini: Setiap kelompok merancang poster kampanye
sederhana atau slogan ajakan untuk pelestarian (misalnya, "Ayo Hemat
Air!", "Jangan Buang Sampah Sembarangan!", "Lindungi Hewan
Langka!").
o Guru menyediakan kertas besar, spidol, pensil warna, atau bahan kolase
sederhana. Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi dan Kampanye (Komunikasi dan Kewargaan):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi dan
poster kampanye mereka di depan kelas.
o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.
o Guru memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam
pelestarian lingkungan dan kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim
(misalnya, "Kalau kita hemat air, itu juga membantu bumi kita tidak terlalu
panas").
o Poster dapat dipajang di kelas sebagai pengingat.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang
bisa kita lakukan untuk membantu Bumi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada peran setiap
individu dalam menjaga kelestarian lingkungan dan makhluk hidup.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati praktik pelestarian di rumah atau lingkungan sekitar, atau
melakukan tindakan sederhana seperti memilah sampah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan
kegiatan merancang poster.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster kampanye
(relevansi, kreativitas, kejelasan pesan).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi
pertanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian, dan ide
upaya pelestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk hidup
yang mereka amati di rumah.
o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jika diperlukan) tentang
upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan di rumah.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus hidupnya
masing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada bagaimana manusia
memperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang
mereka lakukan untuk menjaga sumber daya alam, seperti menghemat air atau memilah
sampah, memiliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat
membantu mitigasi perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga
lingkungan di sekitar saya?
3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya pelestarian
lingkungan?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup
dan pentingnya pelestarian?
2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam mendorong
kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di
pertemuan berikutnya agar lebih bermakna?
Kelas:
Tanggal:
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang
hidupnya, dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber daya alam)
tetap ada dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah, dalam
konteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau menciptakan model sederhana untuk
menunjukkan perubahan wujud zat atau perubahan bentuk energi.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan.
Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan
kesehatan tubuh.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan
jelas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari mana ya energi
kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
tentang perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.
2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap,
mengembun) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin, air, listrik,
makanan) yang ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik)
dengan contohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau kejadian sehari-
hari (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan wujud zat atau
perubahan energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan wujud zat dan energi
secara kreatif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi jika
kalian menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu berubah?
Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa menyala atau
kenapa kompor bisa panas?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang
bagaimana benda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi bekerja?
Apa manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah wujud benda,
benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian bisa menciptakan
energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi (olahraga, makan, tidur)
dan kemudian menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
perubahan wujud zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana di dalam kelas:
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk benda-benda
di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus mengalami perubahan
wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas
dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan
menghargai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud zat atau
perubahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih bijak
dalam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik
tentang konsep perubahan wujud zat dan energi?
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan kegiatan
sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua peserta
didik untuk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?
Nama:
Kelas:
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
memberikan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan jenis-jenis energi alternatif (misalnya,
energi surya, energi biomassa).
o Membuat daftar alat-alat di rumah yang mengalami perubahan energi dan
menjelaskan perubahannya.
o Merancang percobaan sederhana untuk menunjukkan perubahan wujud
zat lainnya (misalnya, membuat kristal garam).
Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
perubahan wujud zat dan energi.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih
sederhana dan fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau demonstrasi langsung yang lebih
sederhana untuk membantu pemahaman.
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi (padat, cair, gas).
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi dampak negatif suatu masalah, di sini terkait
perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang
relevan dan terbaru).
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat model sederhana yang
menunjukkan gaya atau kemagnetan.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.
Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
Kewargaan: Peserta didik memahami aplikasi gaya dan kemagnetan dalam teknologi
sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan
jelas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya apa ya yang bekerja pada
tubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya dan magnet lho, pasti
seru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas dan melakukan percobaan
seru hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
dan melakukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk beraktivitas, termasuk
untuk mengamati gaya dan magnet di sekitar kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (benda
magnetis) dan benda yang tidak dapat ditarik magnet (non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat menarik benda
tertentu, gaya magnet dapat menembus benda tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari (gaya otot,
gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda (membuat benda
bergerak, berhenti, berubah arah, berubah kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya dan
kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan kemagnetan secara
kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan Deep
Learning.
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa
menempel rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang dilempar ke
atas selalu jatuh kembali ke tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau
berhenti?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu penting bagi
manusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis gaya dalam kehidupan
sehari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang meneliti
kekuatan tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian pelajari lebih dalam:
gaya atau magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik gaya
dan kemagnetan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan berbagai benda
(magnetis dan non-magnetis) di setiap meja kelompok.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk:
Mencoba mendekatkan magnet ke berbagai benda dan
mencatat apa yang terjadi.
Mengamati apakah magnet memiliki kutub (utara-selatan)
dengan mendekatkan dua magnet.
Mencoba menarik benda dengan magnet melalui penghalang tipis
(kertas, kain).
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang bisa ditarik
magnet? Apa yang terjadi jika kutub magnet yang sama didekatkan?"
2. Mengenal Jenis-Jenis Gaya (Demonstrasi dan Observasi):
o Guru melakukan demonstrasi berbagai jenis gaya:
Gaya Otot: Mendorong meja, mengangkat buku.
Gaya Gravitasi: Menjatuhkan pensil, bola.
Gaya Gesek: Menggeser kotak di lantai kasar vs. licin.
Gaya Pegas: Menarik karet gelang, bermain ketapel.
Gaya Dorong/Tarik: Membuka/menutup pintu.
o Peserta didik mengamati dan mencoba menirukan demonstrasi
(dengan bimbingan guru).
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa yang membuat benda-benda ini
bergerak atau berubah?"
3. Pengaruh Gaya terhadap Benda (Eksperimen dan Diskusi Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan mainan mobil-mobilan, bola, dan
plastisin/tanah liat.
o Kelompok diminta untuk melakukan percobaan dan mencatat
pengaruh gaya:
Mendorong mobil-mobilan (membuat benda bergerak).
Mendorong mobil-mobilan yang sedang bergerak
(mempercepat/memperlambat).
Mengarahkan bola yang sedang bergerak (mengubah arah).
Menekan atau membentuk plastisin (mengubah bentuk benda).
o Guru berkeliling membimbing dan memastikan keselamatan.
o Setiap kelompok menyajikan hasil pengamatan mereka tentang
bagaimana gaya memengaruhi benda.
4. Aplikasi Gaya dan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari (Proyek Mini):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat daftar atau menggambar contoh
benda atau aktivitas di rumah/sekolah yang menggunakan konsep gaya
atau magnet.
o Contoh: kulkas, kompas, mainan mobil-mobilan, keranjang belanja, pintu.
o Guru menyediakan kertas gambar dan alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan
mengapa benda tersebut menggunakan gaya atau magnet.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang gaya
dan magnet? Apa yang paling menarik dari percobaan yang kita lakukan?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa gaya dan magnet adalah
bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, memengaruhi banyak hal di
sekitar kita.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari contoh lain
penggunaan gaya dan magnet di lingkungan rumah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep dasar dalam
ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Mereka akan
menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya,
dan magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu. Pemahaman ini akan
membantu mereka melihat fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memahami
cara kerja berbagai alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet atau gaya
hari ini?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar
tentang materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery Learning) berhasil
memicu rasa ingin tahu dan pemahaman mendalam peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan kemagnetan dengan
teknologi atau benda-benda yang lebih kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percobaan?
Jika tidak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang lebih merata?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Detektif Gaya dan Magnet
Nama:
Kelas:
Tanggal:
P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda tertentu,
terutama yang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know About
the World and How It Works. London: DK Publishing.
MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS
A. Identitas Penulis
Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai anggota
masyarakat dan sekolah, serta mampu berinteraksi secara positif.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial yang
terjadi di lingkungan sekitar.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan interaksi
positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi
peran, tugas, dan tanggung jawab serta memecahkan masalah interaksi sosial.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil diskusi, dan pengalamannya
tentang interaksi sosial dengan jelas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung jawabmu di
rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat
beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu namanya
interaksi sosial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan peranmu sebagai anak
dan siswa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik di sekolah?
Apa peranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk menjalankan
tugas dan tanggung jawab kalian esok hari!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab individu di
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab dengan
baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan negatif yang
terjadi di lingkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif terhadap
lingkungan dan individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang positif di
sekolah dan tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau cerita) yang
menggambarkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai skenario
interaksi sosial.
G. Model Pembelajaran
Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus,
Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu sedang
di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana
kalian semua saling membantu?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas dan
tanggung jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi kalau tidak
ada yang mau melakukan tugasnya?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di
sekolah selama satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian
lakukan di peran itu? Atau, bagaimana cara membuat semua orang di kelasmu
merasa senang dan nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan mengaitkannya dengan
konsep peran, tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di rumah? Apa
tugasmu sebagai anak? Apa tanggung jawabmu sebagai siswa di sekolah
ini?"
o Guru menunjukkan gambar berbagai profesi atau anggota keluarga (ayah,
ibu, kakak, adik, guru, dokter, polisi, pedagang).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi peran masing-masing orang
dalam gambar dan mendiskusikan tugas serta tanggung jawab mereka.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran dan saling
ketergantungan antarperan.
2. Mengenal Interaksi Sosial (Studi Kasus Sederhana):
o Guru menayangkan video pendek atau membacakan skenario singkat tentang
interaksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar (misalnya, seorang anak
menolong teman yang jatuh, sekelompok anak berebut mainan, tetangga
saling menyapa).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok menganalisis skenario:
Apa yang terjadi?
Apakah itu interaksi positif atau negatif? Mengapa?
Apa dampaknya bagi orang yang terlibat dan lingkungan?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis dan
empati.
3. Bermain Peran: Skenario Interaksi Sosial (Kolaborasi dan Komunikasi):
o Setiap kelompok diminta memilih satu skenario interaksi sosial (bisa dari
yang disajikan guru atau ide sendiri) dan memerankannya di depan kelas.
o Guru dapat memberikan beberapa skenario yang melibatkan konflik kecil
dan penyelesaiannya secara positif.
o Setelah bermain peran, kelompok lain memberikan masukan atau
pertanyaan tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah atau
mengapa mereka berinteraksi seperti itu.
o Guru memberikan umpan balik, menekankan pentingnya komunikasi yang
baik dan penyelesaian masalah secara damai.
4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas Impianku"
(Kreativitas dan Kewargaan):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind map, atau
presentasi sederhana tentang:
Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih "hebat"
dengan menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-
masing.
Atau, bagaimana cara menciptakan "komunitas impian" di
sekitar tempat tinggal mereka melalui interaksi sosial yang
positif.
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase
sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan ide- ide
mereka untuk meningkatkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi
sosial di lingkungan yang mereka pilih.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi? Mengapa itu penting bagi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa setiap individu memiliki
peran penting dan bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sosial yang
positif, baik di sekolah maupun di rumah.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu tugas atau
tanggung jawab yang akan mereka lakukan di rumah atau sekolah sebagai bukti
pemahaman materi.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan tanggung
jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di keluarga, sekolah,
maupun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan
orang lain sangat memengaruhi suasana dan
keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka diharapkan dapat menjadi
individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptakan interaksi sosial yang positif,
sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi semua.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan tanggung jawab
saya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya pelajari
hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas, tanggung jawab,
atau interaksi sosial?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep peran,
tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam membantu siswa
memahami dan mempraktikkan interaksi sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau memahami
perannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau
masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai dengan
perannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam
masyarakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak.
(Contoh, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Kewargaan: Peserta didik memiliki rasa bangga terhadap daerah tempat tinggalnya,
menghargai keanekaragaman budaya, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara bentang alam
dengan profesi masyarakat, serta mengidentifikasi masalah dan solusi pelestarian
keanekaragaman hayati dan budaya.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau media untuk mempromosikan
keunikan daerahnya atau upaya pelestarian.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
informasi, menganalisis data, dan menyajikan temuan tentang daerahnya.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat? Hebat! Di
Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah dekat sawah, gunung,
atau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya?
Bagus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak sekali rumah ibadah
dari berbagai agama lho, yang menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan
atau olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita bisa melihat
berbagai bentang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik
tentang tempat tinggal kita, mulai dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi peta kota/kabupaten kita
dan memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi
tentang keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar dan menghargai
sejarah dan budaya tempat kita tinggal!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur
pada peta konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan Jawa Timur
(misalnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi
masyarakat (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya,
tradisi, lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan Jawa
Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah masyarakat di
lingkungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua atau tokoh
masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam
bentuk peta sederhana, cerita, atau gambar.
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana
(simulasi), Peta Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke
Lumajang, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang paling
menarik dari tempat tinggal kita?"
Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak daerah
kita di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan sejarah tempat tinggal
kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter, cerita
menarik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan
orang-orangnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
identitas daerah, bentang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Menjelajahi Peta (Observasi dan Identifikasi):
o Guru menunjukkan peta Provinsi Jawa Timur dan kemudian
memperbesar tampilan ke Kabupaten Lumajang (bisa peta
konvensional atau digital).
o Peserta didik diminta untuk menemukan dan menunjuk letak
Kabupaten Lumajang.
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini? Ada
warna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang apa itu peta dan bagaimana cara
membacanya secara sederhana.
2. Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman Hayati (Diskusi
Kelompok):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan kartu gambar bentang alam (gunung, pantai,
danau, sungai, sawah) dan kartu gambar berbagai profesi (nelayan,
petani, penambang pasir, pedagang, peternak).
o Kelompok diminta untuk mencocokkan bentang alam dengan profesi yang
mungkin ada di sana, dan mendiskusikan mengapa profesi tersebut cocok
dengan bentang alamnya (misal: nelayan di pantai).
o Guru juga menampilkan gambar keanekaragaman hayati khas
Lumajang/Jawa Timur (misal: salak pondoh, pisang agung, harimau
Jawa/macan tutul Jawa). Peserta didik mengidentifikasi dan
mendiskusikan pentingnya menjaga kelestarian.
o Guru berkeliling membimbing diskusi dan memberikan informasi
tambahan.
3. Kearifan Lokal, Budaya, dan Sejarah Keluarga/Masyarakat (Menganalisis
Informasi):
o Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang tradisi lokal,
pakaian adat, makanan khas, atau permainan tradisional dari
Lumajang/Jawa Timur.
o Peserta didik diminta menyebutkan contoh-contoh kebudayaan dan
kearifan lokal yang mereka ketahui atau pernah alami.
o Guru memperkenalkan konsep sejarah keluarga atau masyarakat dengan
menceritakan contoh sederhana tentang sejarah berdirinya sekolah atau
nama jalan di sekitar sekolah.
o Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan: "Apa tradisi unik di
keluargamu atau di lingkungan sekitar sekolah? Mengapa kita perlu
melestarikannya?"
o Tugas rumah untuk pertemuan berikutnya: Peserta didik diminta
bertanya kepada orang tua atau kakek/nenek tentang sejarah singkat
keluarga mereka (misalnya, asal usul nama, cerita masa lalu).
4. Proyek Mini: "Peta Kebanggaanku" (Kreativitas dan Penyajian):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat "Peta Kebanggaanku" tentang
Lumajang dan Jawa Timur. Peta ini bukan hanya geografis, tetapi juga
berisi informasi tentang:
Letak Lumajang di Jawa Timur.
Gambaran bentang alam yang ada.
Beberapa profesi khas.
Gambar keanekaragaman hayati atau budaya/kearifan lokal yang
paling mereka banggakan.
Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, pensil warna,
gunting, lem, dan bahan kolase sederhana (misal: gambar- gambar
kecil dari majalah bekas).
Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Kebanggaanku" mereka di depan
kelas, menjelaskan isi peta dan mengapa mereka bangga dengan daerahnya.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi
yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari tentang tempat
tinggal kita? Apa yang membuat daerah kita ini unik dan istimewa?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan tentang pentingnya
memahami identitas daerah, melestarikan alam dan budaya, serta menghargai
sejarah sebagai bagian dari diri kita.
3. Tindak Lanjut: Mengingatkan kembali tugas wawancara sederhana tentang sejarah
keluarga.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik
atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten Lumajang di
Provinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka yang kaya akan
bentang alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah yang unik. Mereka akan
menyadari bahwa setiap elemen ini saling terkait dan membentuk karakteristik masyarakat.
Dengan memahami serta menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan
rasa bangga, cinta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan
budaya bagi generasi mendatang.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang atau
provinsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman hayati di
lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah tempat tinggal
saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi
dalam mengenal daerahnya sendiri?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta (konvensional/digital) dalam
membantu peserta didik memahami letak geografis?
3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil menumbuhkan
kreativitas dan rasa bangga akan identitas lokal?
Kelas:
Tanggal:
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai, atau
sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turun-
temurun dalam suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) di suatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat daftar prioritas kebutuhan
dan keinginan yang bijak.
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan
studi kasus tentang pengelolaan keuangan sederhana.
Kewargaan: Peserta didik memahami pentingnya nilai mata uang sebagai alat tukar
dalam masyarakat dan berperilaku bijak dalam transaksi.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya tentang
kebutuhan, keinginan, dan fungsi uang dengan jelas.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih,
sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan
merapikan tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan
ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan
atau olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku
cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa depan kita.
Nah, jika kalian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk membayarnya? Betul,
pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar. Makanan sehat adalah
kebutuhan pokok kita. Kalau jajan permen, itu kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru.
Dalam masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut kalian, apa fungsi
uang saat kita membeli sesuatu dari pedagang di kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat
yang cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian menginginkan mainan
baru, apakah kalian harus menunda tidur cepat untuk bermain game? Tentu tidak!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang harus
dipenuhi) dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan dan tidak wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari
(misalnya, makanan sebagai kebutuhan, mainan sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai kebutuhan atau
keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan logam) dengan
benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil keputusan
sederhana terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku secara bijak
berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian punya
uang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa itu yang kalian
pilih?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara butuh
dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang kita inginkan
tanpa berpikir?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa yang
akan kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan menggunakan uang
itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
(seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan
"Gemar Belajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara
memenuhinya (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
kebutuhan, keinginan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian butuhkan
saat ini? Apa yang paling kalian inginkan?"
o Guru menjelaskan definisi kebutuhan (sesuatu yang harus ada agar bisa
hidup dan sehat, seperti makanan, air, pakaian, tempat tinggal, pendidikan)
dan keinginan (sesuatu yang membuat hidup lebih nyaman atau
menyenangkan, tapi tidak wajib, seperti mainan, es krim, liburan mewah).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan, namun
penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan
bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan
adalah langkah awal untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab secara
finansial. Pemahaman ini akan membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik
dalam mengelola uang saku sejak dini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa
depan yang lebih baik.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan uang
saku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai
sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar materi
ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep
kebutuhan dan keinginan serta fungsi uang?
2. Bagaimana efektivitas simulasi transaksi dalam membantu siswa
mengaplikasikan pemahaman mereka?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara
kebutuhan dan keinginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk
membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan hidup
layak.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau
menyenangkan, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa (misalnya
Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).