Bab IV.
Analytical Exposition Text
A. Pengertian, Struktur & Contohnya.
1. Pengertian Analytical Exposition Text
Analytical exposition text adalah sebuah teks yang berisikan pendapat penulis tentang hal-hal
yang terjadi di sekitarnya. Baik itu suatu benda, tempat, ataupun kejadian, tanpa mengajak
pembaca untuk melakukan sesuatu. Exposition text umumnya dapat kita temukan di artikel
ilmiah, jurnal, majalah, dan bagian tajuk rencana atau editorial suatu koran / media massa
2. Tujuan Analytical Exposition Text
Tujuan dari analytical exposition text yakni untuk meyakinkan pembaca bahwa topik
yang dihadirkan adalah topik yang penting untuk dibahas. Kamu perlu ingat,
kalau analytical exposition text tidak “berusaha” untuk mengubah sudut pandang
pembacanya, ya. Jadi, teks ini murni hanya berisi pendapat penulis.
3. Struktur Analytical Exposition Text
Analytical exposition text terdiri dari 3 bagian, yakni thesis, arguments, dan reiteration. Simak
penjelasannya masing-masing bagian ini ya:
1. Thesis
thesis adalah bagian yang memberitahu pembaca tentang topik utama dan sudut pandang
penulis. Thesis selalu bisa kamu temukan di paragraf pertama teks.
Di bagian ini, pembaca juga bisa melihat mengapa penulis memberikan pendapat terhadap hal
yang menjadi topiknya.
2. Arguments
Arguments adalah pendapat untuk mendukung topik utama yang telah disampaikan
sebelumnya. Biasanya dalam analytical exposition terdapat lebih dari dua argumen.
Semakin banyak argumen yang ditampilkan, pembaca akan semakin percaya bahwa topik yang
dibahas adalah topik yang penting atau membutuhkan perhatian.
3. Reiteration
Reiteration adalah penegasan kembali posisi dan pendapat penulis terhadap topik
utama. Reiteration juga sering disebut sebagai conclusion, yang mana artinya adalah
kesimpulan.
B. Kaidah Kebahasaan Analytical Exposition Text
Selain struktur, kamu juga harus tahu tentang kaidah kebahasaan atau language features dalam
penulisan analytical exposition text. Kaidah kebahasaannya adalah berikut ini:
1. Penulisan analytical exposition text menggunakan simple present tense.
2. Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis,
contohnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dll.
3. Menggunakan connective words yaitu kata penghubung. Penggunaan connective
words bertujuan untuk menghubungkan antar ide, baik itu frasa, klausa, kalimat, maupun
paragraf.
Connective words ini banyak fungsinya. 3 fungsi dari kata hubung yang paling sering
dipakai dalam analytical exposition text adalah:
Adding information, yaitu menambahkan informasi. Contohnya seperti and, moreover, in
addition, dan also.
Contrasting information, yaitu mengkontraskan sesuatu. Contohnya seperti but,
however, dan even though.
Causality, yaitu menunjukkan sebab-akibat. Contohnya seperti because, therefore, thus,
consequently, despite, due to, for that reason, dll.