0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

AIDA dan Keputusan Pembelian Rumah

Diunggah oleh

Eka Syaiful
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

AIDA dan Keputusan Pembelian Rumah

Diunggah oleh

Eka Syaiful
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PENERAPAN AIDA (ATTENTION, INTEREST,

DESIRE, ACTION) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN


(Survei Pada Customer Generasi Milenial Dan Generasi Z Pada
Program Pemerintah 3 Juta Rumah)

ASRUL

Abstrak
Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merupakan salah satu
model komunikasi pemasaran yang menjelaskan tahapan konsumen dari
kesadaran hingga pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh setiap elemen AIDA terhadap keputusan generasi milenial dan
generasi dalam membeli rumah pada program 3 juta rumah pemerintah.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
terhadap 400 responden yang terdiri dari 200 generasi milenial dan 200
generasi Z yang pernah dan akan melakukan pembelian produk rumah
pada PT. Condang Putra Utama. Data dianalisis menggunakan regresi
linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel attention,
desire, dan action berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian,
sedangkan interest tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, empat
elemen AIDA berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran berbasis
AIDA relevan dalam mendorong perilaku pembelian, terutama dengan
menekankan attention dan action sebagai elemen paling dominan.

Kata kunci: AIDA, Attention, Interest, Desire, Action, Keputusan


Pembelian

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) merupakan salah
satu model paling klasik dalam ilmu pemasaran dan komunikasi, dan
menjelaskan bagaimana konsumen bergerak dari tahap kesadaran hingga
keputusan pembelian. Model ini sangat relevan dalam strategi pemasaran
modern termasuk pemasaran media sosial, iklan digital, dan pemasaran
berbasis konten.
Di era kompetisi ketat dan banjir informasi, kemampuan
perusahaan mencuri perhatian (attention) dan meningkatkan keinginan
membeli (desire) menjadi faktor penting untuk memenangkan konsumen.
Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa AIDA berpengaruh
terhadap keputusan pembelian, namun hasilnya tidak selalu konsisten.
Misalnya, penelitian Heriansya & Arini (2023) menemukan bahwa interest
tidak selalu signifikan, sementara penelitian Mardiah & Rahmayati (2024)
menunjukkan bahwa action memiliki peran paling kuat.
Alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan
mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan.
Sasaran atau masyarakat dalam menerima pesan informasi haruslah
melalui tahap-tahap rumus dalam konsep AIDA yaitu yang pertama,
Attention berarti bahwa informasi atau media yang digunakan harus
mampu menarik perhatian khalayak sasaran. Kedua, Interest yang mana
informasi atau media yang digunakan berurusan dengan bagaimana
konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh. Ketiga, Desire
bermakna bahwa informasi atau media yang digunakan harus mampu
menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk
tersebut. Kemudian, Action media yang digunakan harus memiliki "daya"
membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan suatu
tindakan pembelian. mengandung arti bahwa informasi atau Alat promosi
harus menarik perhatian, mendapatkan
Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui apakah
konsep AIDA yang diterapkan oleh PT. Condang Putra Utama yaitu
Attention, Interset, Desire, dan Action secara bersama-sama berpengaruh
terhadap struktur keputusan pembelian generasi milenial dan generasi Z
pada program 3 juta rumah pemerintah, (2) untuk mengetahui apakah
konsep AIDA yang diterapkan oleh PT. Condang Putra Utama yaitu
Attention, Interset, Desire, dan Action secara parsial berpengaruh
terhadap sturktur keputusan pembelian generasi milenial dan generasi Z
pada program 3 juta rumah pemerintah.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah attention berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian?
2. Apakah interest berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian?
3. Apakah desire berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian?
4. Apakah action berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian?
5. Apakah model AIDA secara simultan berpengaruh terhadap
keputusan pembelian?

C. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis pengaruh attention terhadap keputusan pembelian.
2. Menganalisis pengaruh interest terhadap keputusan pembelian.
3. Menganalisis pengaruh desire terhadap keputusan pembelian.
4. Menganalisis pengaruh action terhadap keputusan pembelian.
5. Pengaruh simultan model AIDA terhadap keputusan pembelian.

D. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
Memperkuat literatur mengenai relevansi model AIDA dalam
konteks pemasaran modern.
2. Secara Praktis
Memberikan referensi bagi perusahaan untuk merancang strategi
promosi efektif yang memengaruhi keputusan pembelian.
TINJAUAN PUSTAKA
A. AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)
AIDA adalah singkatan sederhana yang telah dibuat lama
sebagai pengingat dari empat tahapan proses penjualan, AIDA
singkatan dari Attention, Interest, Desire, Action ini merupakan model
yang cukup sederhana dan dapat digunakan sebagai pedoman. Dalam
komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai dari
proses komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. AIDA merupakan
sebuah konsep yang dimana dalam sebuah pemasarn sangatlah
memegang peranan penting.
1. Attention
Dalam attention ini seorang pemasar haruslah mampu membuat
sebuah media informasi agar mengandung daya tarik bagi
[Link] suatu pernyataan yang mengungkap perhatian
orang, membuat kata atau gambar yang powerful yang bisa
menarik perhatian hingga orang berhenti dan memperhatikan isi
pesan berikutnya. Kotler & Amstrong (2001:116) mengemukakan
bahwasanya daya tarik(attention) haruslah mempunyai tiga sifat:
(1) Harus bermakna (meaningful), menunjukkan manfaat-manfaat
yang membuat produk lebih diinginkan atau lebih menarik bagi
konsumen, (2) Pesan harus dapat dipercaya (believable),
konsumen percaya bahwa produk tersebut akan memberikan
manfaat seperti yang dijanjikan dalam pesan,(3) Distinctive, bahwa
pesan iklan lebih baik dibanding iklan merek pesaing.
2. Interest
Interest adalah langkah setelah seorang pemasar mampu untuk
membuat sebuah media informasi tersebut agar dapat mengandung
daya tarik bagi konsumen, seorang pemasar haruslah memikirkan
sebuah media informasi agar dapat mengandung minat bagi calon
pelanggan atau konsumennya tersebut. Kebanyakan media informasi
yang buruk melalaikan dalam melakukan tahapan ini, ditahap inilah
sebenarnya target atau konsumen bersedia memberikan waktunya
untuk membaca pesan dari pemasar lebih [Link] minat
pembaca dengan memberikan janji solusi atas masalah atau harapan
mereka. Cara yang baik adalah dengan menjelaskan fitur dan benefit.
Jangan hanya memberikan fakta dan fitur saja, dan merasa pembaca
akan berpikir sendiri benefit yang akan di dapat, tetapi menjelaskan
dengan sejelasnya benefitnya tersebut untuk meningkatkan interst.
Assael (2002:60) menjelaskan mengenai Interest yaitu munculnya
minat beli konsumen tertarik terhadap objek yang dikenalkan oleh
suatu pemasar.
3. Desire
Selanjutnya langkah yang harus dilakukan oleh seorang
pemasar ialah memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki,
dimana dalam tahapan ini pemasar haruslah jeli atau pintar membaca
target atau konsumen dalam tahapan ini. Langkah ini untuk
membuktikan bahwa seorang pemasar mampu memberikan solusi
yang tepat dalam melakukan sebuah keputusan bagi konsumen.
Dalam tahap ini khalayak telah mempunyai motivasi untuk memiliki
produk. Sampai pada tahap ini, seorang pemasar telah berhasil
menciptakan kebutuhan calon pembeli. Sejumlah calon pembeli sudah
mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh. Namun demikian timbul
perlawanan dalam diri calon pembeli berupa keraguan, benarkah
produk atau jasa yang bersangkutan memberikan sesuatu seperti yang
dijanjikan iklannya.
4. Action
Dalam tahapan yang paling pusat ini seorang pemasar haruslah
sudah mengarah pada tindakan untuk membeli. Dalam tahapan action
ini menjelaskan langkah apa yang dilakukan oleh seorang pemasar
dalam menginginkan untuk pembaca atau target melakukan keputusan
untuk membeli. Membimbing pembaca atau target karena pembaca
atau target akan bertindak jika seorang pemasar menjelaskan langkah-
langkahnya dan kadang juga perlu diinformasikan masalah harga
untuk tindakan tersebut. Dalam tindakan action ini yaitu yang salah
satu upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar sesegera
mungkin melakukan tindakan pembelian atau bagian dari proses itu
juga dengan memilih kata yang tepat agar calon pembeli atau target
melakukan respon sesuai dengan yang diharapkan adalah suatu
pekerjaan yang sangat sulit. Harus digunakan kata perintah agar calon
pembeli bergerak.
B. Keputusan Pembelian
Menurut Schiffman & Kanuk dalam Sumarwan (2002:289)
mengatakan bahwa “Keputusan pembelian merupakan suatu
keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan
alternatif”. Dalam keputusan membeli suatu barang, seringkali ada dua
pihak atau lebih yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembelian.
Keputusan untuk membeli suatu produk yang diambil oleh pembeli itu
sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan, dan setiap
keputusan yang diambil oleh konsumen ini harus dikaji oleh seorang
pemasar melalui penyusunan.
Keputusan membeli secara keseluruhan yang dijadikan
pertimbangan oleh konsumen dalam melakukan suatu keputusan
pembelian. Menurut Swastha dan Irawan (2002:118) keputusan
membeli suatu produk memiliki tujuh komponen yaitu: (1) keputusan
tentang jenis produk, (2) keputusan tentang bentuk produk, (3)
keputusan tentang merek, (4) keputusan tentang penjualnya, (5)
keputusan tentang jumlah produk, (6) keputusan tentang \waktu
pembelian, (7) keputusan tentang cara pembayaran,

C. Kerangka Berfikir Dan Hipotesis


Dalam kerangka berfikir penelitian ini terdapat 4 (empat)
variabel bebas (independent) berdasarkan konsep kriteria AIDA yaitu:
attention (X1), interest (X2), desire (X3), dan action (X4). Sedangkan
variabel terikat (dependent) terdapat satu, yaitu: struktur keputusan
Penerapan AIDA
pembelian (Y). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah
terdapat pengaruh AIDA terhadap keputusan pembelian. Kerangka
berfikir dapat dilihat pada Gambar 1
Attention Desire Interest Action

Struktur Keputusan Pembelian

Gambar 1
Kerangka Berfikir

E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka berfikir yang ditunjukkan seperti pada
Gambar 1 maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
1. H1: Attention = Keputusan pembelian positif signifikan
2. H2: Interest = Keputusan pembelian positif signifikan
3. H3: Desire = Keputusan pembelian positif signifikan
4. H4: Action = Keputusan pembelian positif signifikan
5. H5: AIDA (Secara Simultan) = Kepurtusan Pembelian positif
Signifikan

F. METODE PENELITIAN
1. Jenis, Populasi Dan Lokasi Penelitian.
Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif
Survey dengan populasinya populasinya tidak diketahui sehingga
menurut Purba (dalam Kristina, 2005:39) Dalam penelitian ini jumlah
besarnya sampel dihitung menggunakan rumus:
2
Z
n=
4¿¿
Di mana:
N = besar sampel
Z = tingkat keyakinan yang dibutuhkan dalam pengambilan sampel
(Biasanya 95% sehingga
Z = 1,96)
Moe = Margin of error, atau tingkat kesalahan maksimum yang dapat
ditolelir. Biasanya 10 % atau 0,1

Berdasarkan perhitungan di atas maka diperoleh jumlah sampel


sebesar 400 responden dimana sebanyak 200 generasi milenial dan
200 generasi Z di 3 Lokasi penelitian yakni di kabupaten yakni Gowa,
Makassar dan Maros. Sampel diambil dengan menggunakan teknik
purposive sampling atau accidental sampling yang memenuhi kriteria
yang sudah ditentukan. Menurut sugiyono (2010:96) mengemukakan
bahwa Accsidental sampling adalah teknik penentuan secara
kebetulan/ insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan
sebagai sampel, bila diundang orang yang kebetulan ditemui itu cocok
sebagai sumber data.
2. Sumber data
Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh peneliti melalui kuisioner-kuisioner
yang disebarkan dan wawancara kepada responden. Sedangkan data
sekunder diperoleh daridokumen–dokumen atau catatan–catatan dari
pihak yang terkait dan sumber–sumber lain seperti yang diperoleh dari
pihak Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, jurnal, dan
sebagainya.
3. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner.
Pengukuran tanggapan responden terhadap pertanyaan dalam
kuesioner menggunakan skala likert yang mempunyai lima kategori
yang berkisar “sangat setuju” sampai dengan “sangat tidak setuju”.
Lima kategori dalam skala likert dapat dijelaskan sebagai berikut:
sangat setuju = 5; setuju = 4; ragu-ragu = 3; tidak setuju = 2; sangat
tidak setuju = 1.
4. Teknik Analisis Data
Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan penggunaan alat
ukur. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat
kecualidan atau kesahihan sesuatu instrument (Arikunto, 1998:160).
Validitas pada penelitian ini digunakan untuk mengukur apakah
pertanyaan dalam kuesioner telah valid atau belum. Uji validitas
dihitung dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika
r hitung > r tabel maka bisa dikatakan pertanyaan dalam kuesioner
yang digunakan telah valid. Rumus yang digunakan untuk mengukur
validitas suatu adalah menggunakan korelasi “product moment”.
Sedangkan reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana
suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan sebagai
alat pengumpul data. Untuk menguji reliabilitas maka digunakan
Rumus Alpha Cronbach yaitu rumus yang digunakan untuk mencari
reliabilitas instrument yang skornya bukan 1 dan 0 misalnya angklet
(kuisioner) atau soal uraian (Arikunto, 1998:192). SPSS memberikan
suatu kemudahan dalam mengukur apakah variabel penelitian telah
reliabel ataukah belum.

Contoh Jurnal Yang Menerapkan Metode AIDA

Judul Jurnal Status Indeks

Analisis pengaruh metode AIDA terhadap keputusan


Sinta 4
pembelian Fast food berlabel halal
Pengaruh AIDA terhadap keputusan pembelian produk
Sinta 5
batik basurek Al - sufi
Pengaruh AIDA terhadap efektifitas iklan online
Sinta 4
(Survey Shopee)
Pengaruh penerapan AIDA terhadap keputusan
Sinta 3
pembelian (survei kartu im3)
Pengaruh penerapan metode AIDA terhadap minat
Sinta 4
beli konsumen di shopee
Pengaruh advertising dengan konsep AIDA Terhadap
Sinta 4
keputusan pembelian kartu simpati
Pengaruh strategi pemasaran dengan konsep AIDA
terhadap keputusan Pembelian produk PT. Wings Sinta 5
Food
AIDA Model: peran Iklan televisi dalam membentuk
Sinta 2
minat beli hingga keputusan pembelian
Pengaruh AIDA Model dan Brand awarness terhadap
Sinta 4
keputusan pembelian produk fashion online
Penerapan model AIDA dalam pemasaran konten
media sosial dan implikasinya pada keputusan Sinta 4
pembelian
Model AIDA pada pelayanan pelanggan untuk
Sinta 5
meningkatkan keputusan pembelian
Efektivitas iklan youtube berdasarkan tahapan AIDA
dalam mempengaruhi keputusan pembelian Sinta 5
konsumen
Pengaruh model AIDA melalui instagram terhadap
Sinta 4
keputusan pembelian konsumen panda ramen
Pengaruh AIDA dalam iklan media sosial instagram
terhadap minat menabung nasabah di bank syariah Sinta 4
mandiri
Pengaruh AIDA terhadap efektivitas iklan spotify Sinta 4
Pengaruh model AIDA dan kepercayaan pelanggan
Sinta 5
terhadap keputusan pembelian online
Peran model AIDA dalam meningkatkan keefektifan
iklan digital dan pengaruhnya terhadap keputusan Sinta 4
pembelian
Analisis pengaruh model AIDA pada strategi
pemasaran media sosial terhadap minat beli dan Sinta 4
keputusan pembelian
Pengaruh AIDA terhadap keputusan pembelian pasar
Sinta 4
tradisional
Evektifitas penerapan AIDA model dalam video
promosi youtube terhadap keputusan pembelian Sinta 5
konsumen
Pengaruh AIDA model dan Brand image terhadap
Sinta 4
keputusan pembelian produk kosmetik
Analsis pengaruh komponen AIDA pada iklan media
cetak terhadap keputusan pembelian produk makanan Sinta 4
instan
Pengaruh AIDA terhadap keputusan pembelian pada
Sinta 5
website e-commerce
Pengaruh AIDA pada iklan facebook terhadap
Sinta 3
keputusan pembelian
Implementasi AIDA model dalam content marketing
diinstagram dan dampaknya terhadap keputusan Sinta 4
pembelian generasi milenial
Analisis pengaruh iklan media elektronik dengan
model AIDA terhadap keputusan pembelian industri Sinta 3
perbankan
Pengaruh AIDA dan Experiential marketing terhadap
Sinta 5
keputusan pembelian
Pengaruh AIDA dalam iklan media sosial instagram
Sinta 4
terhadap minat menabung nasabah

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Edisi Revisi IV. Jakarta. Rineka Cipta.
Armstrong, Gery dan Philip Kotler. [Link]-Prinsip Pemasaran..Jilid
1. Edisi [Link] : Jakarta. [Link]
[Link] Bahasa Indonesia. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Ghozali, Imam. 2005 Analisis Multivariate dengan Program
[Link] : BP Undip
Kotler, Philip. [Link] Pemasaran: Analisis Perencanaan,
Implementasi dan [Link] : PT. Prehalindo.
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. [Link] [Link]
Satu. Edisi Keduabelas. Cetakan Ketiga. Penerbit Indeks.
Mc Daniel, Carl dan Roger Gates. [Link] Pemasaran
[Link] I. Penerbit Salemba Empat: Jakarta.
Santosa, Budi Purbayu dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan
Microsoft Excell & [Link] : Andi Offset
[Link] dan Sofian Effendi (Ed). 1995. Metode Penelitian
Survai. Jakarta. LP3ES
Sugiyono. [Link] Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan RD.
[Link]
Swastha, Basu dan Irawan. 2002. Manajemen Pemasaran Modern.
Yogyakarta: Liberty.
Umar, Husein. [Link] Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis
[Link] : PT. Raja Grafindo Persada.

Anda mungkin juga menyukai