0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Konvensi Penulisan Kode PBL IF Sem 3

Coding Convention for beginner

Diunggah oleh

ruthyohana0105
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Konvensi Penulisan Kode PBL IF Sem 3

Coding Convention for beginner

Diunggah oleh

ruthyohana0105
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

v.1.

0 - 22 Agustus 2024 - Official (Open – Non-Sensitive)

Konvensi Penulisan Kode Program PBL IF Sem 3

Konvensi Penulisan Kode / Coding convention adalah aturan atau panduan yang digunakan untuk
menulis kode pemrograman dengan cara yang konsisten dan mudah dibaca. Tujuannya adalah agar kode
yang ditulis oleh berbagai programmer dalam satu tim terlihat seragam, lebih mudah dipahami, dan lebih
gampang dikelola atau diperbaiki. Misalnya, coding convention bisa mengatur cara memberi nama
variabel, fungsi, cara penulisan komentar, atau cara mengatur indentasi dalam kode. Dengan mengikuti
coding convention, kerja sama dalam tim jadi lebih lancar, dan kemungkinan kesalahan dalam kode bisa
dikurangi.

Konvensi penulisan ini berlaku untuk semua program yang dibuat oleh mahasiswa pada tugas kuliah,
praktikum maupun PBL. File program yang disubmit (baik praktikum maupun PBL) tanpa mengikuti
konvensi ini dapat dianggap tidak mensubmit tugas atau dikurangi nilainya.

1. Komentar Pada Kode


➢ Komentar pada Setiap File: Setiap file program harus diawali dengan komentar yang menjelaskan
fungsi dari file tersebut, pembuat dan waktu pembuatan.
➢ Format komentar di awal file:

➢ Berikan komentar pada kode yang sulit dipahami atau memiliki logika yang kompleks.
➢ Gunakan komentar satu baris (`//`) untuk menjelaskan apa yang dilakukan setiap bagian kode.
➢ Berikan komentar blok (`/ ... /`) untuk mendokumentasikan fungsi atau metode yang penting.
Contoh:

1
v.1.0 - 22 Agustus 2024 - Official (Open – Non-Sensitive)

2. Penamaan:
➢ Variabel dan Fungsi: Gunakan camelCase (contoh: `userName`, `getData()`).
➢ Kelas: Gunakan PascalCase (contoh: `UserManager`).
➢ Konstanta: Gunakan huruf besar dengan underscore (`UPPER_SNAKE_CASE`) (contoh:
`MAX_USER_LIMIT`).

3. HTML
➢ Indentasi: Gunakan indentasi 2 atau 4 spasi untuk elemen yang bersarang.
➢ Penamaan Kelas: Gunakan nama kelas CSS yang jelas dan deskriptif (contoh: `.menu-bar`,
`.button-primary`).
➢ Penulisan Tag: Semua tag harus ditutup, baik yang memerlukan penutupan (`<div></div>`)
maupun yang tidak (`<img src="[Link]" alt="Logo" />`).

4. CSS
➢ Selectors: Gunakan selector yang jelas dan sederhana (contoh: `.header`, `.footer-link`).
➢ Pengelompokan Properti: Urutkan properti CSS secara logis:
o Box model: `margin`, `padding`, `width`, `height`.
o Tipografi: `font-size`, `color`, `text-align`.
o Visual: `background`, `border`.
➢ Satuan Gunakan rem atau em untuk ukuran font dan spasi. Hindari penggunaan px kecuali sangat
diperlukan.

5. JavaScript
➢ Indentasi dan Spasi:
o Gunakan indentasi 2 atau 4 spasi.
o Tambahkan spasi sebelum dan sesudah operator (`=`, `+`, `-`).
➢ Deklarasi Variabel: Gunakan let untuk variabel yang dapat berubah, dan const untuk variabel yang
tidak berubah.
➢ Penamaan Fungsi: Gunakan nama yang deskriptif untuk fungsi (contoh: `calculateTotal()`,
`fetchData()`).
➢ Error Handling: Gunakan `try...catch` untuk menangani error pada operasi penting.

6. RDBMS (MySQL, Postgre atau lainnya)


➢ Penamaan Tabel dan Kolom: Gunakan snake_case untuk nama tabel dan kolom (contoh:
`user_data`, `order_items`).
➢ Primary Keys: Setiap tabel harus memiliki primary key. Contoh: (`id`)
➢ Struktur Database: Pastikan relasi yang dibuat benar, tidak redundan

Anda mungkin juga menyukai