MODUL AJAR BAHASA INGGRIS
A. Informasi Umum
Nama Sekolah SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Kelas / Fase / Semester XII / Fase F / Ganjil
Waktu 16 x 45 Menit
Topic Debating
Jumlah Pertemuan 4 X Pertemuan
B. Capaian Pembelajaran
Elemen Menyimak – Berbicara
Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi
dengan guru, teman sebaya dan orang lain dalam berbagai macam situasi dan tujuan.
Peserta didik menggunakan dan merespons pertanyaan terbuka dan menggunakan
strategi untuk memulai, mempertahankan dan menyimpulkan percakapan dan diskusi.
Peserta didik memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail relevan dari teks
lisan dalam diskusi atau presentasi mengenai berbagai macam topik. Peserta didik
menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu sosial dan untuk
membahas minat, perilaku dan nilai-nilai lintas konteks budaya yang dekat dengan
kehidupan mereka. Peserta didik memberikan dan mempertahankan pendapatnya,
membuat perbandingan dan mengevaluasi perspektifnya. Peserta didik menggunakan
strategi koreksi dan perbaikan diri, dan menggunakan elemen non-verbal (gestur,
kecepatan bicara dan/atau nada suara) untuk dapat memperkuat/mendukung
pesan/informasi/pendapat yang ingin disampaikan.
C. Dimensi Profil Lulusan
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
2. Berkebinekaan Global
3. Mandiri
4. Bergotong Royong
5. Bernalar Kritis
6. Kreatif
D. Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi unsur-unsur debat (motion, argument, rebuttal, evidence, conclusion)
dalam teks debat atau tayangan debat.
2. Membedakan fungsi setiap peran dalam debat (first speaker, second speaker, rebuttal,
closing) berdasarkan konteks dan tujuan komunikasi.
3. Menjelaskan aturan dan etika berdebat secara tepat, termasuk tata cara menyampaikan
argumen, memberi sanggahan, dan menyimpulkan.
4. Menunjukkan sikap menghargai pendapat dan perbedaan pandangan orang lain dalam
proses debat.
5. Mengaplikasikan teknik penyusunan argumen yang logis, runtut, dan berbasis data
dalam teks atau dialog debat sesuai konteks nyata.
6. Menyusun teks singkat (misalnya: naskah debat, outline argument, rebuttal notes) yang
menggunakan struktur debat dengan benar dan efektif.
7. Mendemonstrasikan kemampuan berdebat melalui role play atau simulasi dengan
intonasi, ekspresi, gesture, dan penggunaan bahasa yang sesuai.
8. Mengevaluasi performa debat diri sendiri maupun teman secara kritis dan konstruktif
untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.
E. Praktik Pedagogis
Pertemuan 1 – Pengenalan dan Pemahaman Dasar Debating
1. Model Pembelajaran: Direct Instruction + Inquiry-Based Learning
Metode Pembelajaran:
o Ceramah interaktif (pengantar unsur debat: motion, argumen, rebuttal,
kesimpulan)
o Diskusi kelompok kecil (analisis contoh teks/video debat)
o Tanya jawab / kuis singkat tentang struktur debat
Strategi Pembelajaran:
o Kontekstual (mengaitkan debat dengan isu aktual di masyarakat/sekolah)
o Kolaboratif (diskusi dalam kelompok)
o Aktif (siswa ikut serta menyampaikan pendapat)
o Reflektif (merenungkan pentingnya etika dan tujuan debat)
Pertemuan 2 – Latihan Menyusun Argumen dan Rebuttal
1. Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) + Cooperative Learning
Metode Pembelajaran:
o Simulasi menyusun argumen (tim pro & kontra menulis argumen berbasis data)
o Role play singkat (latihan memberi sanggahan/rebuttal)
o Peer Review (kelompok saling memberi masukan tentang kekuatan & kelemahan
argumen)
Strategi Pembelajaran:
o Aktif dan Inovatif (siswa membuat argumen kreatif dengan contoh nyata)
o Kolaboratif (diskusi & latihan bersama kelompok)
o Kontekstual (menggunakan tema yang dekat dengan kehidupan siswa, misalnya
media sosial, lingkungan, pendidikan)
o Reflektif (menyimpulkan pengalaman menyusun argumen dan memberi
sanggahan)
Pertemuan 3 – Simulasi Debat Penuh (Mock Debate)
1. Model Pembelajaran: Role Play + Collaborative Learning
Metode Pembelajaran:
o Simulasi debat penuh (tim pro vs kontra, lengkap dengan opening, argument,
rebuttal, closing)
o Observasi dan penilaian sejawat (peer assessment menggunakan rubrik sederhana:
kejelasan, logika, etika, ekspresi)
o Diskusi reflektif pascadebat
Strategi Pembelajaran:
o Kontekstual (isu yang sedang hangat, misalnya budaya, teknologi AI, isu sosial)
o Kolaboratif (kerja sama tim yang solid)
o Aktif (seluruh siswa mendapat peran, baik sebagai pembicara maupun penilai)
o Reflektif (mengevaluasi performa dan strategi debat)
Pertemuan 4 – Evaluasi, Refleksi, dan Presentasi Akhir
1. Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) + Reflective Learning
Metode Pembelajaran:
o Presentasi hasil belajar (kelompok menampilkan rangkuman strategi debat & hasil
evaluasi diri)
o Diskusi kelas (sharing pengalaman, tantangan, dan solusi dalam debat)
o Self-assessment & teacher feedback (guru memberi masukan akhir untuk
penguatan kompetensi)
Strategi Pembelajaran:
o Aktif dan Reflektif (siswa menilai diri sendiri & kelompok)
o Kolaboratif (membuat rangkuman hasil debat sebagai karya bersama)
o Kontekstual (menghubungkan keterampilan debat dengan kehidupan nyata &
dunia kerja)
o Inovatif (menciptakan format debat kreatif, misalnya online debate atau visual
argument map)
F. Kemitraan Pembelajaran
1. Kolaborasi dalam Lingkup Sekolah
Kerja sama lintas kelas / lintas jurusan
Kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain.
G. Lingkungan Pembelajaran
1. Lingkungan Fisik
2. Lingkungan Sosial
3. Lingkungan Psikologis
4. Lingkungan Digital
H. Pemanfaatan Digital
1. Media Interaktif
YouTube / Video Pembelajaran
Kahoot! atau Quizizz
2. Kolaborasi Daring
Padlet / Google Jamboard
Google Docs
3. Kontekstualisasi Belajar
Canva / CapCut
WhatsApp Group / Google Classroom
4. Interaksi Global
Sosial Media Edukatif (Instagram kelas / akun sekolah)
5. Diferensiasi Digital
Google Translate
I. Pengalaman Belajar
Pertemuan 1 – Pengenalan dan Pemahaman Dasar Debating
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep dasar debat (motion, argument,
rebuttal, conclusion).
Siswa mengamati contoh teks/video debat singkat.
Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi unsur-unsur debat.
Siswa mengikuti kuis singkat untuk menguji pemahaman awal.
Siswa merefleksikan pentingnya keterampilan debat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan 2 – Latihan Menyusun Argumen dan Rebuttal
Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun argumen pro dan kontra berdasarkan
tema yang ditentukan guru.
Siswa melakukan simulasi singkat untuk melatih penyampaian argumen dan rebuttal.
Siswa saling memberikan masukan melalui peer review dengan rubrik sederhana.
Siswa menuliskan refleksi tentang pengalaman menyusun argumen dan memberi
sanggahan.
Pertemuan 3 – Simulasi Debat Penuh (Mock Debate)
Siswa dibagi menjadi dua tim (pro dan kontra) sesuai tema yang dipilih.
Siswa melaksanakan simulasi debat lengkap (opening, argument, rebuttal, conclusion).
Siswa lain yang tidak berdebat bertugas sebagai observer/penilai dengan menggunakan
rubrik penilaian.
Setelah debat, siswa bersama guru melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan debat.
Siswa menuliskan kesimpulan pribadi tentang strategi debat yang efektif.
Pertemuan 4 – Evaluasi, Refleksi, dan Presentasi Akhir
Siswa mempresentasikan hasil rangkuman pembelajaran debat (outline argumen, strategi
rebuttal, dan pengalaman debat).
Siswa mengikuti sesi diskusi kelas untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi
selama praktik debat.
Siswa melakukan self-assessment (penilaian diri) terhadap kemampuan debat yang sudah
dikuasai.
Guru memberikan umpan balik akhir dan penguatan terhadap keterampilan berpikir
kritis, komunikasi, dan etika berdebat.
Siswa menyimpulkan manfaat keterampilan debat untuk kehidupan akademik, sosial, dan
dunia kerja.
J. Asesmen Pembelajaran
1. Asesmen Awal (Assessment as Learning)
Tujuan: Mengetahui pemahaman awal peserta didik tentang debat, mendorong kesadaran
diri, dan refleksi terhadap kemampuan berbicara, menyusun argumen, serta sikap berdebat.
Teknik Penilaian:
Penilaian diri (Self-Assessment)
Kuis singkat interaktif (tentang unsur-unsur debat: motion, argumen, rebuttal, conclusion)
Instrumen:
Checklist Self-Assessment kemampuan debat
Kuis Online / Kertas (pilihan ganda & benar-salah)
Proses:
Siswa menandai keterampilan debat yang sudah dikuasai (misalnya: menyusun argumen,
memberi sanggahan) dan yang masih sulit.
Guru menilai kesiapan siswa untuk praktik debat dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran
berikutnya.
2. Asesmen Proses (Assessment for Learning)
Tujuan: Memantau perkembangan keterampilan debat siswa selama proses pembelajaran,
serta memberi umpan balik untuk perbaikan.
Teknik Penilaian:
Observasi langsung saat latihan argumen/rebuttal
Peer Review (saling memberi masukan antar kelompok)
Instrumen:
Lembar observasi guru (rubrik sederhana: kejelasan, logika, bahasa tubuh)
Formulir peer assessment
Proses:
Siswa berlatih argumen & rebuttal dalam kelompok.
Guru dan teman sebaya memberikan masukan secara langsung.
Siswa merevisi dan memperbaiki argumen berdasarkan umpan balik.
3. Asesmen Akhir (Assessment of Learning)
Tujuan: Menilai capaian akhir keterampilan debat siswa setelah mengikuti seluruh
rangkaian pembelajaran.
Teknik Penilaian:
Penilaian performa debat penuh (Mock Debate)
Presentasi refleksi kelompok
Instrumen:
Rubrik penilaian debat (struktur argumen, kualitas rebuttal, gaya penyampaian, kerja sama
tim, etika debat)
Lembar penilaian presentasi
Proses:
Siswa melaksanakan debat penuh dalam tim (pro dan kontra).
Guru menilai performa siswa dengan rubrik.
Siswa mempresentasikan refleksi & rangkuman strategi debat.
Mengetahui, Medan, 21 Agustus 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Daulat Siregar, [Link]. [Link]
NIP : 197102232005021001 MGMP Bahasa Inggris