0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan6 halaman

Modul Ajar Argumentatif Bahasa Inggris

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan6 halaman

Modul Ajar Argumentatif Bahasa Inggris

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAHASA INGGRIS

A. Informasi Umum

Nama Sekolah SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan


Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Kelas / Fase / Semester XII / Fase F / Ganjil
Waktu 8 x 45 Menit
Topic Argumentative
Jumlah Pertemuan 2 X Pertemuan

B. Capaian Pembelajaran

Elemen Menulis – Mempresentasikan


Pada akhir Fase F, peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan faktual (non-fiksi)
secara mandiri, menunjukkan pemahaman mereka terhadap tujuan dan target
pembaca/pemirsa. Peserta didik merencanakan, menuliskan, mengulas dan merevisi teks
dengan menunjukkan strategi koreksi diri dalam kaidah menulis. Peserta didik
menyampaikan ide kompleks dan menggunakan berbagai kosakata dan tata bahasa yang
beragam dalam tulisannya. Peserta didik menyajikan informasi menggunakan berbagai
moda presentasi dalam bentuk cetak dan digital untuk menyesuaikan dengan pemirsa
dan untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda.

C. Dimensi Profil Lulusan


1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
2. Berkebinekaan Global
3. Mandiri
4. Bergotong Royong
5. Bernalar Kritis
6. Kreatif

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa memahami pengertian dan fungsi argumentative text sebagai teks yang
bertujuan meyakinkan pembaca melalui argumen logis.
2. Siswa mengetahui struktur argumentative text (thesis, arguments, conclusion) serta
ciri kebahasaan seperti modal verbs, connective words, dan evaluative language.
3. Siswa mampu membedakan argumentative text dengan jenis teks lain (misalnya
analytical exposition atau discussion text).
4. Siswa mampu mengidentifikasi gagasan utama dan argumen pendukung dalam sebuah
argumentative text.
5. Siswa mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan argumen berdasarkan bukti, data,
atau logika yang digunakan.
6. Siswa mampu menulis argumentative text sederhana dengan struktur dan bahasa yang
tepat, serta menyajikan argumen secara runtut dan persuasif.
7. Siswa mampu menyampaikan pendapat atau argumen secara lisan maupun tulisan dengan
menggunakan bahasa Inggris yang jelas, logis, dan sopan.

E. Praktik Pedagogis
1. Model Pembelajaran
Project – Based Learning ( PjBL)

2. Metode Pembelajaran:
Diskusi Kelompok
Class Debate
Peer review
Presentasi
Writing Preview
3. Strategi Pembelajaran:
Apersepsi & Motivasi
Eksplorasi, Elaborasi & Konfirmasi
Refleksi dan Tindak Lanjut

F. Kemitraan Pembelajaran
1. Kolaborasi dalam Lingkup Sekolah
 Kerja sama lintas kelas / lintas jurusan
 Kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain.

G. Lingkungan Pembelajaran
1. Lingkungan Fisik
2. Lingkungan Sosial
3. Lingkungan Psikologis
4. Lingkungan Digital
H. Pemanfaatan Digital
1. Media Interaktif
 YouTube / Video Pembelajaran
 Kahoot! atau Quizizz
2. Kolaborasi Daring
 Padlet / Google Jamboard
 Google Docs
3. Kontekstualisasi Belajar
 Canva / CapCut
 WhatsApp Group / Google Classroom
4. Interaksi Global
 Sosial Media Edukatif (Instagram kelas / akun sekolah)
5. Diferensiasi Digital
 Google Translate

I. Pengalaman Belajar
1. Memahami

Guru membuka pelajaran dengan pertanyaan pemantik:


“Apakah kalian setuju atau tidak setuju jika media sosial dibatasi bagi siswa?
Mengapa?”
Guru menampilkan contoh teks argumentative singkat (misal opini artikel atau
teks debat sederhana).
Siswa membaca teks dan mengidentifikasi struktur teks: thesis (pernyataan
pendapat), arguments (argumen pendukung), dan conclusion (kesimpulan).
Guru menekankan ciri kebahasaan: kata hubung logis (therefore, however, in
contrast), modal verbs (should, must, can), dan evaluative language (it is
essential, strongly believe).
Siswa mendiskusikan nilai karakter yang dapat diterapkan: berpikir kritis,
menghargai perbedaan pendapat, dan kejujuran dalam menyampaikan argumen.

2. mengaplikasi

Siswa dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan topik berbeda (misal: online learning
vs offline learning, uniform in school, part-time jobs for students).
Tugas kelompok:

 Menyusun argumen pro dan kontra berdasarkan data, fakta, atau pengalaman.
 Membuat draft argumentative text dengan struktur thesis–arguments–
conclusion dan bahasa yang sesuai.
 Melakukan peer review antar kelompok untuk memberi masukan tentang
kejelasan argumen, bahasa, dan struktur.
Kelompok mempresentasikan hasil argumentasi mereka secara lisan, misal melalui
mini-debate.

3. Merefleksi
Siswa melakukan refleksi individu dan kelompok:
 Apa yang sudah dipelajari tentang struktur dan ciri kebahasaan
argumentative text?
 Bagaimana pengalaman menyusun argument pro dan kontra?
 Bagaimana mereka menerapkan nilai karakter seperti berpikir kritis,
menghargai perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab dalam menulis
argument?
Guru memfasilitasi diskusi tentang hubungan argumentative text dengan
kehidupan nyata, misal menyampaikan pendapat secara sopan di lingkungan
sekolah atau masyarakat.
Siswa menuliskan catatan refleksi singkat tentang pengalaman mereka selama
kegiatan.

1. Asesmen Pembelajaran as Learning


 Fokus: siswa belajar menilai dirinya sendiri dan teman, serta merefleksi
pemahaman.
 Kegiatan:
Siswa menuliskan refleksi pribadi setelah kegiatan, menjawab
pertanyaan:
 Apa yang saya pelajari dari argumentative text hari ini?
 Bagian mana yang masih sulit saya pahami?
 Bagaimana saya menerapkan ketelitian, tanggung jawab, dan
kerja sama?
Peer review: siswa menilai teks argumentative teman dengan
memberikan masukan (kejelasan argumen, struktur teks dan bahasa
yang digunakan.
 Instrumen:
Lembar refleksi individu.
Rubrik sederhana peer review (skala 1–4: jelas/tidak jelas, runtut/tidak
runtut, menarik/tidak menarik).
2. Asesmen for Learning
 Fokus: guru memantau, memberi umpan balik, dan membimbing siswa di
tengah proses belajar.
 Kegiatan:
Guru mengamati diskusi kelompok dan debat mini, memberi
bimbingan atau scaffolding ketika siswa mengalami kesulitan dalam
menyusun teks.
Guru mengajukan pertanyaan untuk memancing pemikiran kritis:
 “Apa bukti yang mendukung argumenmu?”
 “Apakah ada argument yang bertentangan dan bagaimana
menanggapinya?”
Guru memberi feedback formatif pada draft teks argumentative
sebelum dipresentasikan.
 Instrumen:
Catatan observasi guru (checklist keterlibatan, kolaborasi, sikap).
Rubrik penilaian draft teks (ketepatan struktur, penggunaan bahasa,
kerapian).
3. Asesmen of Learning
Fokus: menilai capaian siswa setelah pembelajaran selesai.
Kegiatan:

o Presentasi kelompok tentang argumentative text mereka (mini-debate atau


presentasi lisan).
o Penilaian teks tertulis: setiap kelompok menulis argumentative text lengkap
dengan thesis, arguments, dan conclusion.

Aspek Penilaian:

3. Pengetahuan: kemampuan mengidentifikasi struktur teks (thesis, arguments,


conclusion) dan ciri kebahasaan.
4. Keterampilan: kemampuan menyusun teks argumentative tertulis dan
menyampaikan argumen lisan secara runtut, logis, dan persuasif.
5. Sikap/Values: berpikir kritis, menghargai pendapat berbeda, tanggung jawab,
kolaboratif, dan etis dalam menyampaikan argumen.
Instrumen:

o Rubrik presentasi & produk teks (skala 1–4).


o Observasi sikap saat debat dan kerja kelompok.
Mengetahui, Medan, 21 Agustus 2025

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Daulat Siregar, [Link]. [Link]

NIP : 197102232005021001 MGMP Bahasa Inggris

Anda mungkin juga menyukai