0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan25 halaman

Analisis Manajemen Limbah Konstruksi Semarang

Etona pt

Diunggah oleh

Ilyas Sigalingging
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan25 halaman

Analisis Manajemen Limbah Konstruksi Semarang

Etona pt

Diunggah oleh

Ilyas Sigalingging
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Umum


Dalam penyusunan tugas akhir ini dengan judul “ANALISIS PENERAPAN
CONSTRUCTION WASTE MANAGEMENT DALAM PENINGKATAN MUTU
PELAKSANAAN KONSTRUKSI” dengan menggunakan metode kuesioner ini, penulis
memilih responden sebagai pelaku konstruksi pada lingkungan proyek Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang yang digunakan sebanyak 20 orang responden yang
berpartisipasi menjawab dan mengisi kuesioner.

4.2 Hasil Penelitian


Dalam penelitian ini, responden adalah karyawan kontraktor proyek dengan atau
tanpa ikut serta dalam proyek. Sebelum mengisi kuesioner, serta menjelaskan maksud dan
tujuan pelitian ini, penelitian melakukan wawancara langsung dengan responden dari
masing-masing pihak yang dipilih sebagai responden.

4.3 Data Responden


Pada penelitian ini diperoleh dari data pribadi responden yang dioah dan hasilnya
dipergunakan untuk memeberikan penjelasan atau gambaran tentang responden yang akan
ditampilkan dalam bentuk table. Terdiri atas :
a. Perusahaan responden
b. Profil perusahaan responden
c. Jabatan Responden
d. Klasifikasi perusahaan responden
e. Pendidikan Terakhir responden

26
4.3.1 Perusahaan Responden
Dalam penelitian ini, responden diklasifikasi menurut perusahaan tempat
responden bekerja dalam proyek pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota
Semarang. Lihat table berikut :

No Perusahaan Jumlah Responden Presentase

1. PT. Griya Cemerlang Sejahtera 14 70 %

2. CV. Nirmana 6 30%

Jumlah 20 100%

Tabel 1. Tabel Jumlah Responden

Grafik 1. Jumlah Responden

27
4.3.2 Profil Perusahaan Reponden
Dalam penelitian ini, perusahaan responden juga termasuk di setiap perusahaan
bekerja dalam proyek pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.
Lihat table berikut :

No Jabatan Jumlah Responden Presentase


1 BUMN 0
2 Swasta 20 100%
3 Perorangan 0
Jumlah 100%

Tabel 2. Tabel Profil Perusahaan Responden

Grafik 2. Profil Perusahaan Responden

28
4.3.3 Jabatan Responden
Dalam penelitian ini, responden dikelompokkan menurut posisi atau jabatan
responden di setiap perusahaan yang bekerja dalam proyek Pembangunan Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Lihat table berikut :

No Jabatan Jumlah Responden Presentase


1 Project Manager 1 5%
2 Staf Teknik 4 20%
3 Site Manager 1 5%
4 Staf Logistik 2 10%
5 K3 1 5%
6 Drafter 1 5%
7 Pengawas 6 30%
8 Pelaksana 2 10%
9 Surveyor 2 10%
Jumlah 20 100%

Tabel [Link] Jabatan Responden

29
Grafik 3. Jabatan Responden

4.3.4 Klasifikasi Perusahaan Responden


Klasifikasi perusahaan merupakan acuan untuk menentukan perusahaan tersebut
merupakan perusahaan Besar (B1), Besar (B2) ,Menengah (M1), atau Menengah (M2)
dalam proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Lihat
table berikut :

No Perusahaan Jumlah Responden Presentase


1 Besar (B1)
2 Besar (B2)
3 Menegah (M1) 14 70%
4 Menengah (M2)
5 Lainnya 6 30%
Jumlah 100%
Tabel 4. Tabel Klasifikasi Perusahaan Responden

30
Grafik 4. Klasifikasi Perusahaan Responden

4.3.5 Pendidikan Terakhir Responden


Dalam penelitian ini, tingkat Pendidikan terakhir responden juga termasuk di
setiap perusahaan bekerja dalam proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang. Lihat table berikut :

No Pendidikan Jumlah Responden Presentase


1 S3
2 S2
3 S1 12 60%
4 D3 5 25%
5 SMA/SMK 3 15%
6 Lainnya
Jumlah 100%

Tabel 5. Tabel Pendidikan Terakhir Responden

31
Grafik 5. Pendidikan Terakhir Responden

4.4 Data Kuesioner Analisis Penerapan Construction Waste Management dalam


Peningkatan Mutu Pelaksanaan Konstruksi Pada Proyek Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang
Berikut ini adalah Data Kuesioner Penerapan Construction Waste Management dalam
Peningkatan Mutu Pelaksanaan Konstruksi Pada Proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang yang telah disebar kepada 20 responden.

32
Skala Kuesioner Nilai
1 = Tidak Setuju 1
2 = Kurang Setuju 2
3 = Setuju 3
4 = Sangat Setuju 4

Tabel 6. Tabel Skala Kuesioner Penerapan Construction Waste Management dalam


Peningkatan Mutu Pelaksanaan Konstruksi Pada Proyek Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang

A. BAGIAN I :
Cara mengisi berikan tanda( X ) pada jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Jenis Kepemilikan :
a. BUMN
b. Swasta
c. Perorangan
d. Lainnya, sebutkan….............
2. Jabatan Bapak/Ibu/Saudara/i di perusahaan ini :
a. Project Manager
b. Site Engineer
c. Pelaksana
d. Safety supervisor
e. Ahli K3 Proyek Konstruksi
f. Lainnya, sebutkan Pengawas
3. Kualifikasi Perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i :
a. Menengah ( M1 )
b. Menengah ( M2 )
c. Besar ( B1 )
d. Besar ( B2 )
e. Lainnya sebutkan Kecil ( K1 )

33
4. Pendidikan terakhir Bapak/Ibu/Saudara/i :
a. SMA/SMK
b. DIII
c. S1
d. S2
e. S3
f. Lainnya, sebutkan…....................
5. Sudah berpengalaman berapa lama perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i bergerak di
bidang konstruksi :
a. < 5 Tahun
b. 5-10 Tahun
c. 10-15 Tahun
d. > 15 Tahun

6. Apakah Construction Waste Management sudah di laksanakan pada proyek?


a. Belum dilaksanakan
b. Dilaksanakan sebagian
c. Sudah dilaksanakan sepenuhnya
7. Dengan dilaksanakannya Construction Waste Management pada proyek yang
ditangani, Apakah dapat meningkatkan mutu pelaksanaan konstruksi di lapangan
terutama dari segi penghematan anggaran?
a. Tidak dapat meningkatkan
b. Ya dapat meningkatkan
c. Sedikit dapat meningkatkan
8. Dengan diterapkan Construction Waste Management pada proyek, apakah masih
adasisa material yang terbuang ?:
a. Ada, sedikit
b. Tidak ada
c. Banyak
9. Menurut anda, faktor apa yang paling sering menjadi penyebab timbulnya waste
material di proyek yang pernah anda tangani?

34
a. Human Error, Kesalahan saat membaca gambar kerja
b. Rusaknya sebagian material saat pengiriman
c. Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik.
10. Apakah pernah terjadi Pemborosan material pada proyek yang anda tangani
sebelumnya dari segi Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik
?
a. Jarang sekali terjadi pemborosan material
b. Ya selalu terjadi pemborosan material
c. Tidak pernah terjadi pemborosan material

B. BAGIAN II :
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI

1 Perencanaan dan penjadwalan yang buruk 2 1 3 8

2 Kesalahan DED (Detail Engineering Design) 1 3 4 6

3 Perhitungan yang tepat dan akurat 0 1 6 7


Gambar kerja yang cukup jelas
4 2 9 1 2
Terlihat dari Gambar kerja yang lengkap Ya Tidak
PERENCANAAN Tim design yang kurang berpengalaman
5 Terlihat pada awal proyek, tim kontraktor - 1 3 6 4
Mendatangkan konsultan perencana Ya Tidak

6 Pembuatan design yang cepat 2 8 3 1


Dokumen kontrak yang lengkap
7 Arsip proyek, hardcopy Ya Tidak 5 6 1 2

8 Layout lokasi proyek yang buruk 1 2 6 5

35
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Spesifikasi yang tidak jelas
1 Terlihat dari spesifikasi material yang 2 0 6 6
jelas pada RAB/ BOQ Ya Tidak

PENGADAAN, Kualitas material yang buruk


2 Adanya pengujian sample material Ya Tidak 2 0 6 6
PENYIMPANAN
DAN
Toko material yang dekat
3 PENGGUNAAN 5 6 1 2
Dipilihnya toko material sekitar lokasi
MATERIAL Proyek Ya Tidak
Penanganan material yang tidak tepat
4 (diluar lokasi dan ditempat) 2 1 6 5
Peyimpanan material sesuai dengan Ya Tidak
pedoman dan metode yang diijinkan
Penggunaan material sesuai kebutuhan
5 Pemakaian material sesuai dengan
Ya Tidak
4 6 1 3
target pekerjaan harian

6 Rumitnya alur permintaan material 1 4 5 4

KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Kesalahan yang disebabkan oleh tenaga kerja
1 Pemberian instruksi yang tidak jelas Ya Tidak 0 2 5 7

Kurangnya skill tenaga kerja


2 Tenaga kerja bukan yang ahli 0 2 4 8
Ya Tidak

3 Jumlah tenaga kerja terlalu banyak 1 6 4 3

4 PELAKSANAAN Waktu lembur yang berlebihan 3 6 3 2

Metode kerja yang baik


5 Menggunakan metode kerja yang efisien Ya Tidak 2 3 7 2

6 Kesalahan dalam membaca gambar kerja 0 3 8 3

36
TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN
No 1 2 3 4
WASTE MATERIAL

1 Memastikan desain dapat diterapkan di lapangan 0 0 3 11


Adanya data Survey dan Observasi lapangan Ada Tidak

2 Pemberian informasi dan detail gambar yang jelas 0 0 3 11


Adanya Shop Drawing/ Gambar Kerja yang mendetail Ada Tidak

3 Pembelian material sesuai kebutuhan 0 0 4 10


Adanya QS sebagai control terhadap kebutuhan material Ada Tidak

4 Penentuan spesifikasi material yang akurat 0 0 2 12


Detail Spesifikasi pada BOQ/ RAB Ada Tidak

Sikap pekerja yang lebih aware/ peduli dalam penggunaan


5 0 0 2 12
material.
Tool Box Meeting secara berkala, untuk memberi pengarahan. Ada Tidak

Pengecekan secara berkala kualitas dan volume material


6 0 0 1 13
secara tepat.
Ada Tidak
Pengawasan dan Inspeksi lapangan secara rutin
No TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN 1 2 3 4
WASTE MATERIAL
7 Peningkatan kualitas penyimpanan material 0 0 7 7
Penyimpanan material sesuai standar yang berlaku Ada Tidak

8 Peningkatan perencana & pengawasan dalam pekerjaan 0 0 6 8


Diadakannya meeting koordinasi secara berkala Ada Tidak

9 Peningkatan koordinasi antar pekerja 0 0 7 7


Menjaga alur koordinasi dan komunikasi yang jelas Ada Tidak

Menjalin kerjasama jangka panjang antara produsen dengan


distributor untuk memperluas metode pengiriman yang
10 0 0 6 8
mengurangi terlalu banyaknya penimbunan dan penundaan
material. Tidak Ada
Mencari langganan Supplier

Memberikan edukasi secara terus menerus kepada para


11 0 2 6 6
pekerja mengenai konsep pemborosan.
Dilakukan Tool Box Meeting secara berkala Ada Tidak

Tabel 7. Tabel Rekap Data Responden PT. Griya Cemerlang Sejahtera

37
A. BAGIAN I :
Cara mengisi berikan tanda( X ) pada jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Jenis Kepemilikan :
e. BUMN
f. Swasta
g. Perorangan
h. Lainnya, sebutkan….............

2. Jabatan Bapak/Ibu/Saudara/i di perusahaan ini :


g. Project Manager
h. Site Engineer
i. Pelaksana
j. Safety supervisor
k. Ahli K3 Proyek Konstruksi
l. Lainnya, sebutkan Pengawas

3. Kualifikasi Perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i :


f. Menengah ( M1 )
g. Menengah ( M2 )
h. Besar ( B1 )
i. Besar ( B2 )
j. Lainnya sebutkan Kecil ( K1 )

4. Pendidikan terakhir Bapak/Ibu/Saudara/i :


g. SMA/SMK
h. DIII
i. S1
j. S2
k. S3
l. Lainnya, sebutkan…....................

38
5. Sudah berpengalaman berapa lama perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i bergerak di
bidang konstruksi :
e. < 5 Tahun
f. 5-10 Tahun
g. 10-15 Tahun
h. > 15 Tahun

6. Apakah Construction Waste Management sudah di laksanakan pada proyek?


d. Belum dilaksanakan
e. Dilaksanakan sebagian
f. Sudah dilaksanakan sepenuhnya

7. Dengan dilaksanakannya Construction Waste Management pada proyek yang


ditangani, Apakah dapat meningkatkan mutu pelaksanaan konstruksi di lapangan
terutama dari segi penghematan anggaran?
d. Tidak dapat meningkatkan
e. Ya dapat meningkatkan
f. Sedikit dapat meningkatkan

8. Dengan diterapkan Construction Waste Management pada proyek, apakah masih


adasisa material yang terbuang ?:
d. Ada, sedikit
e. Tidak ada
f. Banyak

9. Menurut anda, faktor apa yang paling sering menjadi penyebab timbulnya waste
material di proyek yang pernah anda tangani?
a. Human Error, Kesalahan saat membaca gambar kerja
b. Rusaknya sebagian material saat pengiriman
c. Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik.

39
10. Apakah pernah terjadi Pemborosan material pada proyek yang anda tangani
sebelumnya dari segi Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang
baik ?
a. Jarang sekali terjadi pemborosan material
b. Ya selalu terjadi pemborosan material
c. Tidak pernah terjadi pemborosan material

B. BAGIAN II :

KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI

1 Perencanaan dan penjadwalan yang buruk 0 0 2 4

2 Kesalahan DED (Detail Engineering Design) 0 0 3 3

3 Perhitungan yang tepat dan akurat 0 0 1 5

Gambar kerja yang cukup jelas


4 Terlihat dari Gambar kerja yang lengkap Tidak
2 4 0 0
Ya
PERENCANAAN
Tim design yang kurang berpengalaman
5 Terlihat pada awal proyek, tim kontraktor 0 0 6 0
Mendatangkan konsultan perencana Ya Tidak

6 Pembuatan design yang cepat 0 3 2 1


Dokumen kontrak yang lengkap
7 Arsip proyek, hardcopy Ya Tidak 2 3 0 1

8 Layout lokasi proyek yang buruk 0 0 6 0

KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Spesifikasi yang tidak jelas
PENGADAAN, Terlihat dari spesifikasi material yang –
1 Ya Tidak
0 0 5 1
PENYIMPANAN jelas pada RAB/ BOQ
DAN
PENGGUNAAN Kualitas material yang buruk
2 MATERIAL Adanya pengujian sample material Ya Tidak 0 0 3 3

40
Toko material yang dekat
3 Dipilihnya toko material sekitar lokasi 1 5 0 0
Proyek Ya Tidak
Penanganan material yang tidak tepat
4 (diluar lokasi dan ditempat) 1 0 3 2
Peyimpanan material sesuai dengan Ya Tidak
pedoman dan metode yang diijinkan
Penggunaan material sesuai kebutuhan
5 Pemakaian material sesuai dengan
Ya Tidak
0 6 0 0
target pekerjaan harian

6 Rumitnya alur permintaan material 0 0 4 2

KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Kesalahan yang disebabkan oleh tenaga kerja
1 Pemberian instrusi yang tidak jelas 0 1 4 1
Ya Tidak
Kurangnya skill tenaga kerja
2 Tenaga kerja bukan yang ahli 0 0 5 1
Ya Tidak
Jumlah tenaga kerja terlalu banyak
3 0 5 1 0
PELAKSANAAN
4 Waktu lembur yang berlebihan 0 3 2 1
Metode kerja yang baik
5 Menggunakan metode kerja yang efisien Ya Tidak 6 0 0 0

6 Kesalahan dalam membaca gambar kerja 0 0 3 3

TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN


No 1 2 3 4
WASTE MATERIAL

1 Memastikan desain dapat diterapkan di lapangan 0 0 2 4


Adanya data Survey dan Observasi lapangan Ada Tidak

2 Pemberian informasi dan detail gambar yang jelas 0 0 2 4


Adanya Shop Drawing/ Gambar Kerja yang mendetail Ada Tidak

3 Pembelian material sesuai kebutuhan 0 0 3 3


Adanya QS sebagai control terhadap kebutuhan material Ada Tidak

4 Penentuan spesifikasi material yang akurat 0 0 1 5


Detail Spesifikasi pada BOQ/ RAB Ada Tidak

Sikap pekerja yang lebih aware/ peduli dalam penggunaan


5 0 0 0 6
material.
Tool Box Meeting secara berkala, untuk memberi pengarahan. Ada Tidak

41
Pengecekan secara berkala kualitas dan volume material
6 0 0 1 5
secara tepat.
Ada Tidak
Pengawasan dan Inspeksi lapangan secara rutin
7 Peningkatan kualitas penyimpanan material 0 0 3 3
Penyimpanan material sesuai standar yang berlaku Ada Tidak

8 Peningkatan perencana & pengawasan dalam pekerjaan 0 0 1 5


Diadakannya meeting koordinasi secara berkala Ada Tidak

9 Peningkatan koordinasi antar pekerja 0 0 2 4


Menjaga alur koordinasi dan komunikasi yang jelas Ada Tidak

No TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN 1 2 3 4


WASTE MATERIAL
Menjalin kerjasama jangka panjang antara produsen dengan
distributor untuk memperluas metode pengiriman yang
10 0 1 2 3
mengurangi terlalu banyaknya penimbunan dan penundaan
material. Tidak
Ada
Mencari langganan Supplier

Memberikan edukasi secara terus menerus kepada para


11 0 0 2 4
pekerja mengenai konsep pemborosan.
Dilakukan Tool Box Meeting secara berkala Ada Tidak

Tabel 8. Tabel Rekap Data Responden CV. Nirmana

4.5 Analisis Kuesioner


Hasil penulisan data kuesioner para responden kemudian dianalisis untuk mengetahui
penerapan Construction Waste Management di Proyek Rumah Tahanan Kelas I Kota
Semarang. Dilakukan metode statistik dengan menghitung nilai mean dari daftar
kuesioner, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode indeks. Adapun metode
indeks ini berdasarkan dengan pendekatan model statistik non parametik, yaitu
menghitung nilai Indeks Kepentingan Relatif (IKR) untuk mendapatkan kesimpulan hasil
analisis.

42
4.5.1 Analisis Kuesioner Penghambat Penerapan Construction Waste Management
Pada Proyek Rumah Tahanan Kelas I Kota Semarang
Dari Pengisian kuesioner responden, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui
perbandingan dari penerapan Construction Waste Management di Proyek Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Berikut adalah table hasil perhitungan dari
data kuesioner penerapan Construction Waste Management di Proyek Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.

RESPONDEN
GRIYA CEMERLANG NIRMANA

NO PERNYATAAN
X IKR RANK X IKR RANK

Indikator Perencanaan
1 X1 2,81 0,70 2 3,67 0,92 2
2 X2 2,69 0,67 4 3,50 0,88 3
3 X3 3,00 0,75 1 3,83 0,96 1
4 X4 1,94 0,48 6 1,67 0,42 8
5 X5 2,56 0,64 5 3,00 0,75 4
6 X6 1,94 0,48 7 2,67 0,67 6
7 X7 1,75 0,44 8 2,00 0,50 7
8 X8 2,69 0,67 3 3,00 0,75 5
RATA-RATA 2,42 2,92
Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan material
9 X1 2,75 0,69 1 3,17 0,53 3
10 X2 2,75 0,69 2 3,50 0,58 1
11 X3 1,75 0,44 6 1,83 0,31 6
12 X4 2,63 0,66 4 3,00 0,50 4
13 X5 1,94 0,48 5 2,00 0,33 5
14 X6 2,50 0,63 3 3,33 0,56 2
RATA-RATA 2,39 2,81
indikator Pelaksanaan
15 X1 2,94 0,67 1 3,00 0,75 3
16 X2 3,00 0,66 2 3,17 0,79 2
17 X3 2,31 0,58 4 2,17 0,54 5
18 X4 2,00 0,50 5 2,67 0,67 4

43
19 X5 2,31 0,58 6 1,00 0,25 6
20 X6 2,50 0,63 3 3,50 0,88 1
RATA-RATA 2,51 2,58

Tabel 9. Tabel Rekap Data Mean dan Ranking Responden

NO KELOMPOK FAKTOR TOTAL RATA-RATA


GRIYA CEMERLANG NIRMANA
1 Perencanaan 2,42 2,90
2 Pengadaan, Penyimpanan dan 2,39 2,81
Penggunaan Material
3 Pelaksanaan 2,51 2,58

Tabel 10. Tabel Rekap Data Total Rata-Rata Responden

3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
Perencanaan Pengadaan, Penyimpanan Pelaksanaan
dan Penggunaan Material

Griya Cemerlang Nirmana

Grafik 1. Rekap Data Total Rata-Rata Responden

Hasil analisis data diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar indikator Construction
Waste Management sudah dilakukan pada Proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang. Hal ini ditunjukkan dari nilai mean setiap pernyataan pada kuesioner,

44
dari 20 pernyataan (66,66%) memiliki nilai diatas 2,50 sedangkan (33,33%) memiliki nilai
dibawah 2,50. Kemudian dari data hasil analisis tersebut juga bisa dirumuskan faktor-faktor
penyebab Construction Waste Management dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Indikator Perencanaan
Indikator perencanaan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I
Kota Semarang memiliki 8 pernyataan dengan perolehan nilai mean sebesar 2,42
untuk PT. Griya Cemerlang Sejahtera. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori skor
antara 1,75 < x ≤ 2,50 ( Faktor yang kurang berpengaruh ). Sedangkan responden dari
CV. Nirmana memiliki nilai mean 2,92. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori
skor antara 2,50 < x ≤ 3,25 ( Faktor yang berpengaruh ). Dari hasil analisa mean dapat
disimpulkan responden dari kedua perusahaan memiliki pandangan berbeda, dimana
responden dari PT Griya Cemerlang Sejahtera beranggapan Indikator Perencanaan
kurang berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Namun beda halnya
dengan CV. Nirmana, responden dari CV. Nirmana beranggapan Indikator
Perencanaan berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Menurut penulis
hal ini bisa terjadi dikarenakan scope kerja dari kedua perusahaan ini berbeda dimana
PT Griya Cemerlang Sejahtera merupakan kontraktor dan CV. Nirmana adalah
konsultan pengawas. PT Griya Cemerlang Sejahtera tidak terlalu terlibat dalam
perencanaan, sehingga fokus yang di utamakan PT Griya Cemerlang Sejahtera lebih ke
tahap pelaksanaan, seperti penggunaan Metode Kerja yang efisien, koordinasi serta
komunikasi yang baik antar individu dapat mempengaruhi Construction Waste
Management. CV. Nirmana yang merupakan konsultan pengawas ada kemungkinan
turut terlibat dalam fase Perencanaan, sehingga mereka berpendapat fase Perencanaan
juga mempengaruhi Construction Waste Management.

2. Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material


Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material pada proyek
Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang dengan perolehan nilai
mean sebesar 2,39 untuk PT. Griya Cemerlang Sejahtera. Nilai mean tersebut masuk
dalam kategori skor antara 1,75 < x ≤ 2,50 ( Faktor yang kurang berpengaruh ).

45
Sedangkan responden dari CV. Nirmana memiliki nilai mean 2,81. Nilai mean tersebut
masuk dalam kategori skor antara 2,50 < x ≤ 3,25 ( Faktor yang berpengaruh ). Dari
hasil analisa mean dapat disimpulkan responden dari kedua perusahaan memiliki
pandangan yang berbeda, dimana responden dari PT. Griya Cemerlang Sejahtera
beranggapan Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material kurang
berpengaruh, dikarenakan kondisi lokasi proyek tidak memungkinkan untuk membuat
ruang penyimpanan yang memenuhi standar. Sehingga antisipasi dari pihak kontraktor
adalah dengan memaksimalkan area kerja yang ada untuk area penyimpanan material
dengan pengamanan yang semaksimal mungkin agar material terhindar dari kerusakan.
Namun berbeda dengan CV. Nirmana karena CV. Nirmana miliki jobdesk sebagai
konsultan pengawas. Sehingga sudut pandang dari konsultan pengawas lebih ke
manajemen konstruksi dimana dalam manajemen konstruksi penyimpanan material
sangat berpengaruh terhadap Construction Waste Management, dengan catatan karena
area sekitar proyek sulit ditemukan toko material sehingga kontraktor harus
mendatangkan material dalam jumlah banyak untuk sekali kedatangan.

3. Indikator Pelaksanaan
Indikator Pelaksanaan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I
Kota Semarang dengan perolehan nilai mean sebesar 2,51 untuk PT. Griya Cemerlang
Sejahtera. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori skor antara 2,50 < x ≤ 3,25
( Faktor yang berpengaruh ). Sedangkan responden dari CV. Nirmana memiliki nilai
mean 2,58. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori Skor antara 2,50 < x ≤ 3,25
( Faktor yang berpengaruh ). Dari hasil analisa mean dapat disimpulkan responden dari
kedua perusahaan memiliki pandangan yang sama, dimana responden dari kedua
perushaaan tersebut beranggapan Indikator Pelaksanaan berpengaruh terhadap
Construction Waste Management. Menurut penulis hal ini terjadi dikarenakan metode
pelaksanaan pekerjaan yg baik dan efisien sangat mempengaruhi waste material yang
dihasilkan

46
4.5.2 Analisis Kuesioner Penerapan Construction Waste Management Pada Proyek
Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang
Dari pengisian kuesioner responden, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui
perbandingan dari penerapan Costruction Waste Management di proyek
Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Berikut adalah tabel
hasil perhitungan dari data kuesioner penerapan Costruction Waste Management di
proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.

RESPONDEN
GRIYA
CEMERLANG NIRMANA
NO PERNYATAAN
X IKR X IKR

Tindakan Pencegahan Waste Material


1 Y1 3,31 0,83 3,67 0,92
2 Y2 3,31 0,83 3,67 0,92
3 Y3 3,25 0,81 3,50 0,88
4 Y4 3,38 0,84 3,83 0,96
5 Y5 3,38 0,84 4,00 1,00
6 Y6 3,44 0,86 3,83 0,96
7 Y7 3,06 0,77 3,50 0,88
8 Y8 3,13 0,78 3,83 0,96
9 Y9 3,06 0,77 3,67 0,92
10 Y10 3,19 0,80 3,33 0,83
11 Y11 2,75 0,69 3,67 0,92
RATA-RATA 3,20 0,80 3,68 0,92

Tabel 11. Tabel Rekap Data Mean dan Ranking

47
NO RESPONDEN TOTAL RATA –RATA
X IKR
1 GRIYA CEMERLANG 3,20 0,80
2 NIRMANA 3,68 0,92

Tabel 12. Tabel Rekap Data Total Rata-Rata Responden pada Proyek Pembangunan Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang

3,5

2,5

1,5

0,5

0
GRIYA CEMERLANG NIRMANA

X IKR

Grafik 2. Data Total Rata-Rata Responden pada Proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang

Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang sebagian besar telah mengetahui apa yang dimaksud
Costruction Waste Management serta penerapannya. Hal ini ditunjukkan dari nilai mean setiap
pernyataan pada kuesioner yang terdiri dari 11 pernyataan (100%) memiliki nilai diatas 2,50.

48
Pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang sudah melakukan
penerapan Costruction Waste Management, hal ini dapat dilihat dari hasil rekap data
responden saat dilakukan survey dan wawancara. Akan tetapi perlu adanya evaluasi lebih
lanjut untuk menciptakan penerapan Costruction Waste Management yang lebih baik.

4.6 Analisis Data


4.6.1 Perhitungan Kebutuhan Material
Pada penelitian ini penulis tidak menghitung semua kebutuhan material pada
Proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang, karena
perhitungan yang disajikan hanya sebagai penguat hasil survey yang sudah penulis
lakukan, maka dari itu penulis mengambil sampel kebutuhan material pada pekerjaan
kolom lantai 1 (satu) dalam penelitian ini, karena menurut penulis pada bagian
pembuatan kolom adalah bagian paling berpotensi mengakibatkan banyak sisa
material terjadi.

Gambar1. Denah Kolom Lantai 1


Volume material yang diteliti diperoleh dari kebutuhan material di lapangan saat proses
pekerjaan kolom lantai 1 (satu) kemudian dibandingkan dengan pembelian material yang
aktual di lapangan. Untuk hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut.

49
Material Pembelian Kebutuhan Sisa Presentase Harga
Material Material Material Sisa Material
Bekisting 850 m2 845,60 m2 4,40 0,5%
Besi Tulangan D19 11951,87 Kg 11865,01Kg 86,86 0,72%
Besi Tulangan D12 1482,51 Kg 1467,60 Kg 14,91 1,00%
Besi Sengkang 10 5673,77 Kg 5615,42 Kg 58,35 1,03%
Beton Readymix 77,15 m3 76 m3 1,15 1,49%

Tabel 13. Tabel Perhitungan sisa material

Dari tabel diatas dapat disimpulkan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang memiliki waste material di pekerjaan kolom lantai 1 kurang dari 5%.
Sehingga untuk Construction Waste Management di proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang dapat dikatakan memiliki Construction Waste Management
yang baik.

Dari hasil survey yang dilakukan dapat disimpulkan faktor penyebab sisa material atau
Construction Waste Management adalah Indikator Pelaksanaan, sedangkan Indikator
Perencanaan dan Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material tidak terlalu
berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Material yang sering terjadi
pemborosan dari hasil analisa kebutuhan material adalah beton readymix, dengan persentase
sisa material 1,49%. Menurut penulis untuk meminimalisasi sisa material, perlu ada koordinasi
lebih lanjut antara bagian logistic dan lapangan, sehingga kebutuhan atau pemakaian material
dapat terpantau dengan baik dan pada akhirnya dapat menekan waste yang terjadi.

50

Anda mungkin juga menyukai