Analisis Manajemen Limbah Konstruksi Semarang
Analisis Manajemen Limbah Konstruksi Semarang
26
4.3.1 Perusahaan Responden
Dalam penelitian ini, responden diklasifikasi menurut perusahaan tempat
responden bekerja dalam proyek pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota
Semarang. Lihat table berikut :
Jumlah 20 100%
27
4.3.2 Profil Perusahaan Reponden
Dalam penelitian ini, perusahaan responden juga termasuk di setiap perusahaan
bekerja dalam proyek pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.
Lihat table berikut :
28
4.3.3 Jabatan Responden
Dalam penelitian ini, responden dikelompokkan menurut posisi atau jabatan
responden di setiap perusahaan yang bekerja dalam proyek Pembangunan Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Lihat table berikut :
29
Grafik 3. Jabatan Responden
30
Grafik 4. Klasifikasi Perusahaan Responden
31
Grafik 5. Pendidikan Terakhir Responden
32
Skala Kuesioner Nilai
1 = Tidak Setuju 1
2 = Kurang Setuju 2
3 = Setuju 3
4 = Sangat Setuju 4
A. BAGIAN I :
Cara mengisi berikan tanda( X ) pada jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Jenis Kepemilikan :
a. BUMN
b. Swasta
c. Perorangan
d. Lainnya, sebutkan….............
2. Jabatan Bapak/Ibu/Saudara/i di perusahaan ini :
a. Project Manager
b. Site Engineer
c. Pelaksana
d. Safety supervisor
e. Ahli K3 Proyek Konstruksi
f. Lainnya, sebutkan Pengawas
3. Kualifikasi Perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i :
a. Menengah ( M1 )
b. Menengah ( M2 )
c. Besar ( B1 )
d. Besar ( B2 )
e. Lainnya sebutkan Kecil ( K1 )
33
4. Pendidikan terakhir Bapak/Ibu/Saudara/i :
a. SMA/SMK
b. DIII
c. S1
d. S2
e. S3
f. Lainnya, sebutkan…....................
5. Sudah berpengalaman berapa lama perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i bergerak di
bidang konstruksi :
a. < 5 Tahun
b. 5-10 Tahun
c. 10-15 Tahun
d. > 15 Tahun
34
a. Human Error, Kesalahan saat membaca gambar kerja
b. Rusaknya sebagian material saat pengiriman
c. Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik.
10. Apakah pernah terjadi Pemborosan material pada proyek yang anda tangani
sebelumnya dari segi Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik
?
a. Jarang sekali terjadi pemborosan material
b. Ya selalu terjadi pemborosan material
c. Tidak pernah terjadi pemborosan material
B. BAGIAN II :
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
35
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Spesifikasi yang tidak jelas
1 Terlihat dari spesifikasi material yang 2 0 6 6
jelas pada RAB/ BOQ Ya Tidak
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Kesalahan yang disebabkan oleh tenaga kerja
1 Pemberian instruksi yang tidak jelas Ya Tidak 0 2 5 7
36
TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK PENCEGAHAN
No 1 2 3 4
WASTE MATERIAL
37
A. BAGIAN I :
Cara mengisi berikan tanda( X ) pada jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Jenis Kepemilikan :
e. BUMN
f. Swasta
g. Perorangan
h. Lainnya, sebutkan….............
38
5. Sudah berpengalaman berapa lama perusahaan Bapak/Ibu/Saudara/i bergerak di
bidang konstruksi :
e. < 5 Tahun
f. 5-10 Tahun
g. 10-15 Tahun
h. > 15 Tahun
9. Menurut anda, faktor apa yang paling sering menjadi penyebab timbulnya waste
material di proyek yang pernah anda tangani?
a. Human Error, Kesalahan saat membaca gambar kerja
b. Rusaknya sebagian material saat pengiriman
c. Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang baik.
39
10. Apakah pernah terjadi Pemborosan material pada proyek yang anda tangani
sebelumnya dari segi Manajemen, Perencanaan dan Pengontrolan yang kurang
baik ?
a. Jarang sekali terjadi pemborosan material
b. Ya selalu terjadi pemborosan material
c. Tidak pernah terjadi pemborosan material
B. BAGIAN II :
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Spesifikasi yang tidak jelas
PENGADAAN, Terlihat dari spesifikasi material yang –
1 Ya Tidak
0 0 5 1
PENYIMPANAN jelas pada RAB/ BOQ
DAN
PENGGUNAAN Kualitas material yang buruk
2 MATERIAL Adanya pengujian sample material Ya Tidak 0 0 3 3
40
Toko material yang dekat
3 Dipilihnya toko material sekitar lokasi 1 5 0 0
Proyek Ya Tidak
Penanganan material yang tidak tepat
4 (diluar lokasi dan ditempat) 1 0 3 2
Peyimpanan material sesuai dengan Ya Tidak
pedoman dan metode yang diijinkan
Penggunaan material sesuai kebutuhan
5 Pemakaian material sesuai dengan
Ya Tidak
0 6 0 0
target pekerjaan harian
KATEGORI
SUMBER DAN
FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION
No PENYEBAB SISA 1 2 3 4
WASTE MANAGEMENT
MATERIAL
KONSTRUKSI
Kesalahan yang disebabkan oleh tenaga kerja
1 Pemberian instrusi yang tidak jelas 0 1 4 1
Ya Tidak
Kurangnya skill tenaga kerja
2 Tenaga kerja bukan yang ahli 0 0 5 1
Ya Tidak
Jumlah tenaga kerja terlalu banyak
3 0 5 1 0
PELAKSANAAN
4 Waktu lembur yang berlebihan 0 3 2 1
Metode kerja yang baik
5 Menggunakan metode kerja yang efisien Ya Tidak 6 0 0 0
41
Pengecekan secara berkala kualitas dan volume material
6 0 0 1 5
secara tepat.
Ada Tidak
Pengawasan dan Inspeksi lapangan secara rutin
7 Peningkatan kualitas penyimpanan material 0 0 3 3
Penyimpanan material sesuai standar yang berlaku Ada Tidak
42
4.5.1 Analisis Kuesioner Penghambat Penerapan Construction Waste Management
Pada Proyek Rumah Tahanan Kelas I Kota Semarang
Dari Pengisian kuesioner responden, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui
perbandingan dari penerapan Construction Waste Management di Proyek Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Berikut adalah table hasil perhitungan dari
data kuesioner penerapan Construction Waste Management di Proyek Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.
RESPONDEN
GRIYA CEMERLANG NIRMANA
NO PERNYATAAN
X IKR RANK X IKR RANK
Indikator Perencanaan
1 X1 2,81 0,70 2 3,67 0,92 2
2 X2 2,69 0,67 4 3,50 0,88 3
3 X3 3,00 0,75 1 3,83 0,96 1
4 X4 1,94 0,48 6 1,67 0,42 8
5 X5 2,56 0,64 5 3,00 0,75 4
6 X6 1,94 0,48 7 2,67 0,67 6
7 X7 1,75 0,44 8 2,00 0,50 7
8 X8 2,69 0,67 3 3,00 0,75 5
RATA-RATA 2,42 2,92
Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan material
9 X1 2,75 0,69 1 3,17 0,53 3
10 X2 2,75 0,69 2 3,50 0,58 1
11 X3 1,75 0,44 6 1,83 0,31 6
12 X4 2,63 0,66 4 3,00 0,50 4
13 X5 1,94 0,48 5 2,00 0,33 5
14 X6 2,50 0,63 3 3,33 0,56 2
RATA-RATA 2,39 2,81
indikator Pelaksanaan
15 X1 2,94 0,67 1 3,00 0,75 3
16 X2 3,00 0,66 2 3,17 0,79 2
17 X3 2,31 0,58 4 2,17 0,54 5
18 X4 2,00 0,50 5 2,67 0,67 4
43
19 X5 2,31 0,58 6 1,00 0,25 6
20 X6 2,50 0,63 3 3,50 0,88 1
RATA-RATA 2,51 2,58
3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
Perencanaan Pengadaan, Penyimpanan Pelaksanaan
dan Penggunaan Material
Hasil analisis data diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar indikator Construction
Waste Management sudah dilakukan pada Proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang. Hal ini ditunjukkan dari nilai mean setiap pernyataan pada kuesioner,
44
dari 20 pernyataan (66,66%) memiliki nilai diatas 2,50 sedangkan (33,33%) memiliki nilai
dibawah 2,50. Kemudian dari data hasil analisis tersebut juga bisa dirumuskan faktor-faktor
penyebab Construction Waste Management dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Indikator Perencanaan
Indikator perencanaan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I
Kota Semarang memiliki 8 pernyataan dengan perolehan nilai mean sebesar 2,42
untuk PT. Griya Cemerlang Sejahtera. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori skor
antara 1,75 < x ≤ 2,50 ( Faktor yang kurang berpengaruh ). Sedangkan responden dari
CV. Nirmana memiliki nilai mean 2,92. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori
skor antara 2,50 < x ≤ 3,25 ( Faktor yang berpengaruh ). Dari hasil analisa mean dapat
disimpulkan responden dari kedua perusahaan memiliki pandangan berbeda, dimana
responden dari PT Griya Cemerlang Sejahtera beranggapan Indikator Perencanaan
kurang berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Namun beda halnya
dengan CV. Nirmana, responden dari CV. Nirmana beranggapan Indikator
Perencanaan berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Menurut penulis
hal ini bisa terjadi dikarenakan scope kerja dari kedua perusahaan ini berbeda dimana
PT Griya Cemerlang Sejahtera merupakan kontraktor dan CV. Nirmana adalah
konsultan pengawas. PT Griya Cemerlang Sejahtera tidak terlalu terlibat dalam
perencanaan, sehingga fokus yang di utamakan PT Griya Cemerlang Sejahtera lebih ke
tahap pelaksanaan, seperti penggunaan Metode Kerja yang efisien, koordinasi serta
komunikasi yang baik antar individu dapat mempengaruhi Construction Waste
Management. CV. Nirmana yang merupakan konsultan pengawas ada kemungkinan
turut terlibat dalam fase Perencanaan, sehingga mereka berpendapat fase Perencanaan
juga mempengaruhi Construction Waste Management.
45
Sedangkan responden dari CV. Nirmana memiliki nilai mean 2,81. Nilai mean tersebut
masuk dalam kategori skor antara 2,50 < x ≤ 3,25 ( Faktor yang berpengaruh ). Dari
hasil analisa mean dapat disimpulkan responden dari kedua perusahaan memiliki
pandangan yang berbeda, dimana responden dari PT. Griya Cemerlang Sejahtera
beranggapan Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material kurang
berpengaruh, dikarenakan kondisi lokasi proyek tidak memungkinkan untuk membuat
ruang penyimpanan yang memenuhi standar. Sehingga antisipasi dari pihak kontraktor
adalah dengan memaksimalkan area kerja yang ada untuk area penyimpanan material
dengan pengamanan yang semaksimal mungkin agar material terhindar dari kerusakan.
Namun berbeda dengan CV. Nirmana karena CV. Nirmana miliki jobdesk sebagai
konsultan pengawas. Sehingga sudut pandang dari konsultan pengawas lebih ke
manajemen konstruksi dimana dalam manajemen konstruksi penyimpanan material
sangat berpengaruh terhadap Construction Waste Management, dengan catatan karena
area sekitar proyek sulit ditemukan toko material sehingga kontraktor harus
mendatangkan material dalam jumlah banyak untuk sekali kedatangan.
3. Indikator Pelaksanaan
Indikator Pelaksanaan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I
Kota Semarang dengan perolehan nilai mean sebesar 2,51 untuk PT. Griya Cemerlang
Sejahtera. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori skor antara 2,50 < x ≤ 3,25
( Faktor yang berpengaruh ). Sedangkan responden dari CV. Nirmana memiliki nilai
mean 2,58. Nilai mean tersebut masuk dalam kategori Skor antara 2,50 < x ≤ 3,25
( Faktor yang berpengaruh ). Dari hasil analisa mean dapat disimpulkan responden dari
kedua perusahaan memiliki pandangan yang sama, dimana responden dari kedua
perushaaan tersebut beranggapan Indikator Pelaksanaan berpengaruh terhadap
Construction Waste Management. Menurut penulis hal ini terjadi dikarenakan metode
pelaksanaan pekerjaan yg baik dan efisien sangat mempengaruhi waste material yang
dihasilkan
46
4.5.2 Analisis Kuesioner Penerapan Construction Waste Management Pada Proyek
Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang
Dari pengisian kuesioner responden, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui
perbandingan dari penerapan Costruction Waste Management di proyek
Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang. Berikut adalah tabel
hasil perhitungan dari data kuesioner penerapan Costruction Waste Management di
proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang.
RESPONDEN
GRIYA
CEMERLANG NIRMANA
NO PERNYATAAN
X IKR X IKR
47
NO RESPONDEN TOTAL RATA –RATA
X IKR
1 GRIYA CEMERLANG 3,20 0,80
2 NIRMANA 3,68 0,92
Tabel 12. Tabel Rekap Data Total Rata-Rata Responden pada Proyek Pembangunan Rumah
Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang
3,5
2,5
1,5
0,5
0
GRIYA CEMERLANG NIRMANA
X IKR
Grafik 2. Data Total Rata-Rata Responden pada Proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang
Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang sebagian besar telah mengetahui apa yang dimaksud
Costruction Waste Management serta penerapannya. Hal ini ditunjukkan dari nilai mean setiap
pernyataan pada kuesioner yang terdiri dari 11 pernyataan (100%) memiliki nilai diatas 2,50.
48
Pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Kota Semarang sudah melakukan
penerapan Costruction Waste Management, hal ini dapat dilihat dari hasil rekap data
responden saat dilakukan survey dan wawancara. Akan tetapi perlu adanya evaluasi lebih
lanjut untuk menciptakan penerapan Costruction Waste Management yang lebih baik.
49
Material Pembelian Kebutuhan Sisa Presentase Harga
Material Material Material Sisa Material
Bekisting 850 m2 845,60 m2 4,40 0,5%
Besi Tulangan D19 11951,87 Kg 11865,01Kg 86,86 0,72%
Besi Tulangan D12 1482,51 Kg 1467,60 Kg 14,91 1,00%
Besi Sengkang 10 5673,77 Kg 5615,42 Kg 58,35 1,03%
Beton Readymix 77,15 m3 76 m3 1,15 1,49%
Dari tabel diatas dapat disimpulkan pada proyek Pembangunan Rumah Tahanan Negara
Kelas I Kota Semarang memiliki waste material di pekerjaan kolom lantai 1 kurang dari 5%.
Sehingga untuk Construction Waste Management di proyek Pembangunan Rumah Tahanan
Negara Kelas I Kota Semarang dapat dikatakan memiliki Construction Waste Management
yang baik.
Dari hasil survey yang dilakukan dapat disimpulkan faktor penyebab sisa material atau
Construction Waste Management adalah Indikator Pelaksanaan, sedangkan Indikator
Perencanaan dan Indikator Pengadaan, Penyimpanan dan Penggunaan Material tidak terlalu
berpengaruh terhadap Construction Waste Management. Material yang sering terjadi
pemborosan dari hasil analisa kebutuhan material adalah beton readymix, dengan persentase
sisa material 1,49%. Menurut penulis untuk meminimalisasi sisa material, perlu ada koordinasi
lebih lanjut antara bagian logistic dan lapangan, sehingga kebutuhan atau pemakaian material
dapat terpantau dengan baik dan pada akhirnya dapat menekan waste yang terjadi.
50