Draf
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
RUKUN TETANGGA 006 / RUKUN WARGA 001 KELURAHAN TAMBAKAJI,
KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG
ANGGARAN DASAR (AD) RUKUN TETANGGA
Anggaran Dasar ini memuat ketentuan-ketentuan fundamental yang bersifat permanen dan
menjadi landasan filosofis serta kerangka lembaga RT.
BAB I
NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN
Pasal 1: Nama dan Kedudukan
1. Lembaga ini bernama RUKUN TETANGGA (RT) 006, bagian dari RUKUN WARGA
(RW) 001, yang berkedudukan di Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota
Semarang.
2. Masa bakti kepengurusan RT adalah 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal penetapan
oleh kepala Kantor kelurahan
Pasal 2: Dasar, Sifat, dan Prinsip
1. Dasar lembaga RT adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai
lembaga kemasyarakatan.
2. Sifat lembaga RT adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang mandiri dan swadaya.
3. Dalam menjalankan fungsinya, RT berpegangan pada prinsip-prinsip kekeluargaan,
gotong royong, guyub-rukun, musyawarah untuk mencapai mufakat, serta kerja sama
dengan sesama Rukun Tetangga dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
BAB II
MAKSUD, TUJUAN, DAN KEGIATAN
Pasal 3: Maksud dan Tujuan
1. Maksud pembentukan RT adalah membantu kelancaran pelaksanaan tugas
Lurah/Kepala Desa dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat
melalui peningkatan pelayanan dan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan di tingkat
lokal.
2. Tujuan RT adalah untuk:
a. Mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan nyaman.
b. Meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan.
c. Mengembangkan kemitraan dan pemberdayaan warga setempat.
d. Menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial, tolong-menolong, dan
kerukunan antar warga.
Pasal 4: Kegiatan
Kegiatan utama RT mencakup empat pilar:
1. Administrasi dan Pelayanan: Melayani keperluan surat-menyurat warga, pendataan
kependudukan, dan fasilitasi program pemerintah.
2. Pembangunan dan Pemeliharaan Lingkungan: Merencanakan dan melaksanakan
kegiatan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, termasuk pengelolaan
kebersihan.
3. Keamanan dan Ketertiban: Mengorganisir serta, memotifasi warga untuk secara aktif,
turut menjaga keamanan dan ketertiban serta keamanan lingkungan dan memastikan
ketaatan terhadap aturan tata tertib lingkungan.
4. Sosial Kemasyarakatan: Melaksanakan kegiatan yang bersifat sosial, keagamaan,
olahraga, dan budaya, termasuk pengelolaan Dana Sosial untuk warga yang tertimpa
musibah atau sakit.
BAB III
KEWARGAAN DAN KEPENGURUSAN
Pasal 5: Kewargaan
1. Warga RT adalah setiap Kepala Keluarga (KK) Beserta keluarga, yang berdomisili dan
terdaftar di wilayah RT 006/ RW. 001.
2. Status Kewargaan bersifat mengikat seluruh KK yang berada di wilayah RT, tanpa
memandang status kepemilikan tempat tinggal.
3. Detail klasifikasi, hak, dan kewajiban warga (Warga Tetap, Warga Mukim, dan Warga
Administrasi) diatur secara rinci dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
4. Status Kewargaan berakhir apabila meninggal dunia atau pindah tempat tinggal secara
permanen ke luar wilayah RT.
Pasal 6: Kepengurusan
1. Susunan Pengurus RT minimal terdiri dari 1 (satu) orang Ketua, 1 (satu) orang
Sekretaris, 1 (satu) orang Bendahara, dan Seksi-seksi yang dibentuk sesuai kebutuhan
lingkungan.
2. Pengurus RT harus merupakan Warga yang berdomisili di wilayah RT.
3. Pengurus RT tidak diperkenankan merangkap jabatan dalam kepengurusan RT, RW,
atau Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan lainnya, guna memastikan fokus dan
integritas pelayanan.
BAB IV
KEUANGAN DAN PERMUSYAWARATAN
Pasal 7: Sumber Keuangan
Sumber keuangan RT diperoleh dari:
1. Iuran Wajib Bulanan (Iuran Kas) yang ditetapkan melalui musyawarah warga.
2. Sumbangan atau Iuran Insidentil yang bersifat sukarela.
3. Kontribusi Pembangunan atau Kontribusi Bisnis dari kegiatan usaha di lingkungan RT.
4. Dana Swadaya atau Penggalangan Dana melalui cara-cara yang sah.
5. Bantuan Operasional Pemerintah Daerah (BOP) atau dana hibah lainnya.
Pasal 8: Permusyawaratan (Rapat Warga)
1. Rapat Warga adalah forum pemegang kedaulatan tertinggi lembaga RT.
2. Keputusan rapat diupayakan untuk ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk
mencapai mufakat.
BAB V
PERUBAHAN ANGARAN DASAR DAN KETENTUAN PENUTUP
Pasal 9: Perubahan Anggaran Dasar
1. Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan melalui Rapat Warga Khusus yang
diselenggarakan untuk tujuan tersebut.
2. Rapat Warga Khusus harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah dari jumlah
total seluruh Warga Tetap RT.
3. Perubahan Anggaran Dasar dianggap sah apabila diputuskan dengan persetujuan
suara sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah Warga Tetap yang hadir.
Pasal 10: Ketentuan Penutup
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dan rinci dalam
Anggaran Rumah Tangga (ART).
II. ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) - IMPLEMENTASI OPERASIONAL
Anggaran Rumah Tangga (ART) ini berfungsi sebagai peraturan pelaksanaan teknis dari
Anggaran Dasar, berfokus pada detail operasional dan mekanisme harian RT, terutama
mengenai kewargaan, keuangan, dan fungsi sosial.
BAB I
KLASIFIKASI WARGA DAN HAK POLITIK
Pasal 1: Definisi Umum Warga
1. Warga (Resident) adalah setiap Kepala Keluarga (KK) atau individu dewasa yang
secara fisik berdomisili atau bertempat tinggal di wilayah administratif RT.006 RW.001
Kelurahan Tambakaji, baik yang tercatat sebagai penduduk tetap maupun yang
berstatus mukim.
2. Status kewargaan di RT wajib dilaporkan kepada Pengurus RT.
Pasal 2: Klasifikasi Status Warga
Warga RT diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan status domisili dan
kependudukan:
1. Warga Tetap (Pemilik):
a. Adalah setiap Kepala Keluarga yang memiliki rumah atau aset properti sendiri
di wilayah RT, dan tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) sebagai penduduk
yang menetap di alamat tersebut
b. Warga Tetap wajib memiliki E-KTP dan KK yang dikeluarkan untuk alamat di
wilayah RT.
2. Warga Tidak Tetap/Mukim (Penyewa/Kontrak/Kos):
a. Adalah setiap Kepala Keluarga atau individu dewasa yang menyewa,
mengontrak, atau kos di wilayah RT dan tidak memiliki Kartu Keluarga yang
berdomisili di RT 006.
b. Warga Tidak Tetap wajib memiliki E-KTP atau Surat Keterangan Domisili dari
instansi berwenang.
3. Warga Administrasi (Non-Domisili):
a. Adalah Kepala Keluarga atau individu dewasa yang secara administrasi
tercatat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alamat RT 006, namun
secara fisik tidak berdomisili atau bertempat tinggal di wilayah RT 006
(misalnya sudah pindah, namun KTP belum diubah).
b. Warga Administrasi wajib melaporkan status non-domisilinya kepada
Pengurus RT.
Pasal 3: Hak dan Kewajiban Warga Berdasarkan Status
1. Warga Tetap (Domisili dan Administrasi Sesuai)
Hak:
i. Hak Sosial:
Mengikuti seluruh kegiatan kemasyarakatan, sosial, dan keagamaan RT.
ii. Hak Administratif
Memperoleh pelayanan surat-menyurat (Pengantar KTP/KK, Domisili, dsb.)
secara penuh
[Link] Politik
Berhak memilih dan dipilih sebagai Pengurus RT/RW (hak politik penuh).
iv. Hak Finansial/Sosial
Berhak menerima manfaat Dana Sosial RT (Santunan Sakit, Duka Cita).
Kewajiban:
v. Wajib membayar seluruh Iuran Wajib RT (Kas, Sampah, Sosial,
Keamanan/Siskamling) secara rutin.
vi. Wajib berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, gotong royong, dan
Siskamling sesuai jadwal.
vii. Wajib menghadiri pertemuan rutin bulanan (Rembug Warga) yang
diselenggarakan oleh Pengurus RT, kecuali berhalangan dengan alasan yang
dapat dipertanggungjawabkan.
2. Warga Tidak Tetap/Mukim (Domisili di RT, Administrasi Luar RT)
Hak:
i. Hak Sosial
Berhak Mengikuti seluruh kegiatan kemasyarakatan, sosial, dan keagamaan
RT.
ii. Hak Administratif
Berhak Memperoleh pelayanan surat-menyurat domisili dan pengantar
seperlunya (kecuali pengurusan KTP/KK ke alamat RT 006).
iii. Hak Politik
Berhak memilih Pengurus RT/RW, namun tidak berhak dipilih.
iv. Hak Finansial/Sosial
Berhak menerima manfaat Dana Sosial RT (Santunan Sakit, Duka Cita).
b. Kewajiban:
i. Wajib membayar seluruh Iuran Wajib RT (Kas, Sampah, Sosial
Keamanan/Siskamling) secara rutin
ii. Wajib berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, gotong royong, dan
Siskamling sesuai jadwal.
iii. Wajib melapor saat kedatangan dan mencatatkan setiap tamu menginap.
iv. Wajib menghadiri pertemuan rutin bulanan (Rembug Warga) yang
diselenggarakan oleh Pengurus RT, kecuali berhalangan dengan alasan yang
dapat dipertanggungjawabkan.
3. Warga Administrasi (Administrasi di RT, Non-Domisili)
a. Hak:
i. Hak Administratif: Hanya berhak mendapatkan layanan pengantar pindah
kependudukan dan administrasi yang berkaitan dengan status KTP/KK lama.
ii. Hak Sosial/Politik: TIDAK memiliki hak suara (memilih atau dipilih) dan TIDAK berhak
mengikuti kegiatan sosial RT.
iii. Hak Finansial/Sosial: TIDAK berhak menerima manfaat Dana Sosial RT (Santunan
Sakit, Duka Cita).
b. Kewajiban:
i. Wajib segera mengurus perpindahan KTP/KK ke alamat domisili yang baru.
ii. Iuran: Jika Warga Administrasi memiliki aset properti di RT 006, dimungkinkan untuk
dikenakan Iuran pemeliharaan lingkungan/keamanan aset, yang besarnya ditetapkan
melalui musyawarah. Jika tidak memiliki aset, dibebaskan dari seluruh Iuran Wajib
bulanan RT.
Pasal 4: Kewajiban Pelaporan Kependudukan
1. Setiap warga wajib memberikan data dan/atau identitas diri (termasuk setiap
perubahan status keluarga) kepada Pengurus RT.
2. Warga baru yang pindah, baik Tetap maupun Tidak Tetap, wajib melapor kepada Ketua
RT atau pengurus lainnya dalam waktu maksimal 2x24 jam.
3. Warga wajib melaporkan setiap tamu yang menginap di rumahnya kepada Ketua RT
atau pengurus lainnya jika menginap lebih dari 1 x 24 jam.
BAB II
PENGELOLAAN KEUANGAN DAN IURAN RT
Pasal 5: Sumber dan Jenis Iuran RT
1. Iuran Wajib Bulanan (Iuran Kas)
Setiap Kepala Keluarga wajib membayar Iuran Wajib Bulanan yang ditetapkan melalui
musyawarah Pengurus RT dan disetujui oleh Rapat Warga. Iuran ini dialokasikan untuk
operasional RT, administrasi, rapat, dan dana tak terduga.
2. Iuran Sampah dan Kebersihan
Iuran ini dialokasikan secara khusus untuk membiayai operasional kebersihan
lingkungan, termasuk upah petugas pengangkut sampah, pemeliharaan alat
kebersihan, dan program kebersihan lingkungan.
3. Iuran Dana Sosial:
Iuran ini dialokasikan untuk santunan warga sakit, duka, musibah, dan kepedulian
sosial lainnya.
4. Iuran Keamanan (Siskamling):
Iuran ini dialokasikan untuk honor petugas keamanan dan pemeliharaan pos/peralatan
siskamling (jika ada).
5. Transparansi: Besaran Iuran Wajib Bulanan dan Iuran Sampah ditetapkan melalui
Rapat Warga dan harus dipublikasikan secara terbuka.
Pasal 6: Transparansi dan Pelaporan Keuangan
1. Bendahara wajib menyusun Laporan Keuangan (pemasukan, pengeluaran, dan saldo)
secara berkala (minimal setiap bulan) dan mempublikasikannya secara terbuka di
papan pengumuman RT atau media komunikasi digital RT.
2. Setiap warga berhak meminta penjelasan dan mengetahui laporan keuangan RT.
BAB III
FUNGSI SOSIAL DAN BANTUAN KEMASYARAKATAN
Pasal 7: Dana Sosial dan Tolong-Menolong
1. Tujuan Dana Sosial
Dana Sosial bertujuan untuk memupuk dan menumbuhkan kepedulian serta membantu
meringankan beban warga yang tertimpa musibah atau berada dalam kondisi sakit.
2. Besuk Warga Sakit (Kriteria dan Prosedur)
a. Warga RT atau anggota keluarga inti yang sah (pasangan, anak, orang tua yang
tercatat dalam KK) yang mengalami sakit dan memerlukan rawat inap di rumah
sakit (minimal 2 hari) berhak mendapat kunjungan resmi (Besuk) dari Pengurus
RT.
b. Pengurus RT wajib memberikan uang santunan sosial dengan besaran tetap
(besaran akan disepakati dalam Rapat Warga, contoh: Rp. 100.000,-) per
kejadian sakit yang membutuhkan rawat inap, yang diambil dari Dana Sosial RT.
3. Santunan Kematian (Duka Cita)
a. Santunan Duka Cita diberikan kepada warga RT 06 yang meninggal dunia, atau
meninggalnya anggota keluarga inti yang tercatat dalam KK warga RT
b. Pengurus wajib memberikan Santunan Duka dengan besaran yang ditetapkan
(besaran akan disepakati dalam Rapat Warga, contoh: Rp. 200.000,-) sebagai
bentuk solidaritas dankepedulian sesame warga. Dan diserahkan kepada
keluarga almarhum
4. Prosedur Pelayanan dan Pelaporan:
a. Warga yang berhak atas santunan (sakit atau meninggal dunia) wajib melaporkan
kejadian tersebut kepada Ketua RT atau Seksi Sosial dalam waktu maksimal 3x24
jam sejak kejadian rawat inap atau meninggal dunia.
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS, SANKSI, DAN PENYELESAIAN SENGKETA
Pasal 8: Sanksi Administratif dan Penegakan Kewajiban
1. Setiap warga yang melanggar kewajiban yang tercantum dalam AD/ART, termasuk
penunggakan iuran wajib dan ketidakaktifan dalam kegiatan, akan dikenakan sanksi
2. Sanksi Keterlambatan Iuran:
Warga yang menunggak Iuran Wajib (Kas atau Kebersihan) selama minimal 3 (tiga)
bulan akan melalui tahapan sanksi administratif (Peringatan Tertulis dan
Penangguhan Layanan Administratif), hingga semua kewajiban finansial yang
tertunggak diselesaikan.
3. Sanksi Ketidakaktifan Partisipasi (Non-Finansial):
a. Definisi Tidak Aktif:
Warga Tetap atau Warga Mukim dianggap tidak aktif apabila tidak hadir dalam
3 (tiga) kali pertemuan rutin bulanan (Rembug Warga) berturut-turut, atau tidak
berpartisipasi dalam 3 (tiga) kali kegiatan Gotong Royong yang terjadwal tanpa
alasan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan
b. Tahapan Sanksi:
i. Peringatan Lisan: Diberikan oleh Ketua RT atau Pengurus terkait
ii. Peringatan Tertulis I (Surat Peringatan): Diberikan oleh Sekretaris RT,
dilampirkan dengan catatan ketidakhadiran/ketidakpartisipasian
iii. Penangguhan Hak Finansial Sosial: Apabila setelah Peringatan Tertulis I
warga masih tidak aktif, maka hak Warga untuk menerima Santunan Sakit
atau Duka Cita ditangguhkan selama masa ketidakaktifan berlangsung,
hingga warga yang bersangkutan kembali menunjukkan partisipasi aktif dalam
3 (tiga) kegiatan berikutnya (Rembug Warga/Gotong Royong/Siskamling).
iv. Penangguhan Layanan Administratif: Apabila ketidakaktifan bersifat kronis
(lebih dari 6 bulan), Pengurus RT berhak menangguhkan seluruh layanan
administratif warga yang bersangkutan.
Pasal 9: Penyelesaian Perselisihan (Sengketa Warga)
1. Setiap perselisihan, konflik, atau sengketa yang timbul antarwarga atau antara warga
dengan pengurus RT wajib diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur musyawarah dan
mufakat yang difasilitasi oleh Pengurus RT.
2. Jika musyawarah di tingkat RT gagal, penyelesaian sengketa akan ditingkatkan ke
tingkat Rukun Warga (RW) 001, dan selanjutnya ke Kelurahan Tambakaji.
BAB V
PENGESAHAN DAN PEMBERLAKUAN
Pasal 10: Pengesahan Anggaran Rumah Tangga
1. Anggaran Rumah Tangga ini disahkan dan diberlakukan setelah disetujui dalam Rapat
Warga yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Warga
Tetap.
2. Keputusan Rapat Warga harus ditandatangani oleh Ketua RT terpilih dan sekurang-
kurangnya 5 (lima) perwakilan Warga Tetap sebagai saksi.
3. Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan menjadi
pedoman operasional yang mengikat bagi seluruh warga RT 006/001.
PENGESAHAN
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rukun Tetangga 006 / Rukun Warga 001
Kelurahan Tambakaji ini telah disepakati dan disahkan dalam Rapat Warga pada:
Tempat : Semarang, RT 006/001 Tambakaji
Tanggal : [Tanggal Pengesahan, contoh: 20 Desember 2024]
Disahkan Oleh:
Ketua RT Perwakilan Warga Perwakilan Warga Perwakilan Warga
006/001 (1) (2) (3)
( Nama ( Nama Lengkap ) ( Nama Lengkap ) ( Nama Lengkap )
Lengkap )
Mengetahui dan Mengesahkan:
Ketua RW 001 Lurah Tambakaji
( Nama Lengkap Ketua ( Nama Lengkap dan NIP Lurah )
RW )