4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِمْيًعۢاۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)
4 Sifat Wajib Rasul dan Dalilnya yang Patut
Diteladani oleh Umat Manusia
Sifat wajib rasul artinya sifat-sifat yang dicerminkan oleh para
rasul dalam kesehariannya. Ada empat sifat wajib bagi rasul yang
harus diketahui oleh seorang muslim, di antaranya siddiq,
amanah, tablig, dan fatanah.
1. Siddiq
Seorang rasul memiliki sifat siddiq yang artinya selalu benar dan
jujur. Maksudnya, apa yang dikatakan Rasul adalah benar, baik
ketika menyampaikan wahyu dari Allah SWT maupun ketika
mengeluarkan perkataan duniawi.
Bukti seorang rasul memiliki sifat siddiq dapat dilihat dari Al-
Qur’an surah Maryam ayat 41.
َواْذُكْر ِفى اْلِكٰتِب ِاْبٰر ِهْيَم ۗە ِاَّنٗه َكاَن ِصِّدْيًقا َّنِبًّيا
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat
membenarkan, seorang Nabi.”
2. Amanah
Selain jujur, rasul juga memiliki sifat amanah. Mengutip Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, amanah adalah sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Amanah juga dapat
berarti dapat dipercaya.
Rasul selalu menjaga agar dapat dipercaya oleh umatnya. Sifat
wajib kedua bagi rasul ini telah disebutkan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, salah satunya dalam surah An-Nisa ayat 58.
ْأ
ِاَّن الّٰلَه َي ُمُر ُكْم َاْن ُتَؤُّدوا اَاْلٰمٰنِت ِآٰلى َاْهِلَه ۙاۙا َوِاَذا َح َكْمُتْم َبْيَن الَّناِس َاْن َتْح ُكُمْوا ِباْلَعْدِل ۗ ِاَّن
الّٰلَه ِنِعَّما َيِعُظُكْم ِب ٖهٖه ۗ ِاَّن الّٰلَه َكاَن َس ِم ْي ًع ۢا َبِصْيًر ا
Artinya: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu
menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu
menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang
memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha
Mendengar, Maha Melihat.”
3. Tablig
Tablig adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan
(wahyu Allah). Hal ini juga merupakan perintah dari Allah SWT
agar seorang rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Tugas seorang rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat
manusia dapat dilihat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 67.
ّٰل
ٰٓيَاُّيَها الَّر ُس ْوُل َبِّلْغ َمٓا ُاْنِزَل ِاَلْيَك ِمْن َّر ِّبَك ۗ َو ِا ْن َّل ْم َتْفَعْل َفَما َبَّلْغَت ِرٰس َلَتٗه ۗ َوال ُه َيْعِصُمَك ِمَن
الَّناِۗس ِۗس ِاَّن الّٰلَه َلا َيْهِدى اْلَقْوَم اْلٰكِفِرْيَن
Artinya: “Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan
Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang
diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-
Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia.
Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
kafir.”
4. Fatanah
Fatanah adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti pintar, cerdik,
dan cerdas. Rasul memiliki sifat fatanah agar bisa merangkul
umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan memerangi
kaum yang menolaknya.
Dalam menjalankan misinya menyebarkan ajaran Allah SWT,
Rasul kerap kali menghadapi berbagai persoalan dan
permasalahan. Berkat kecerdasannya, Rasul mampu menemukan
jalan keluar suatu permasalahan itu.
Surah Al-An’am ayat 83 merupakan salah satu yang
menerangkan bahwa rasul dibekali sifat fatanah dalam
menjalankan tugasnya.
َوِتْلَك ُحَّج ُتَنٓا ٰاَتْيٰنَهٓا ِاْبٰر ِهْيَم َعٰلى َقْوِم ٖۗهٖۗه َنْر َفُع َدَر ٰجٍت َّمْنَّنَش ۤاُۗءۤا ُۗء ِاَّن َر َّبَك َح ِكْيٌم َعِلْيٌم
Artinya: “Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada
Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat
siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
4 Sifat Mustahil bagi Rasul
yang Perlu Dipahami Umat
Muslim
Rasul merupakan nabi utusan Allah yang diberi
kepercayaan dan kewajiban untuk menyampaikan wahyu
kepada umat-Nya. Dalam menjalankan tugasnya, rasul
memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani umat Muslim.
Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWt:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)
Maksudnya, mustahil bagi Rasul memiliki sifat-sifat tercela
karena ada Allah SWT yang menjaganya dari sifat tersebut.
Sifat-sifat itu bertentangan dengan sifat wajib Rasul yang
harus diteladani. Apa saja sifat mustahil bagi Rasul?
1. Kizib
Mengutip buku Aqidah Akhlak oleh Ahmad Kusaeri (2008),
kizib atau kizbu artinya berbohong atau dusta. Artinya,
Rasul tidak mungkin berbohong atau berdusta, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, “Kawanmu (Muhammad)
tidaklah sesat dan tidak pula keliru, dan tidak pula yang
diucapkan itu (Al Quran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (QS An-
Najm: 1-4).
2. Khianat
Khianat adalah kebalikan dari sifat wajib Amanah. Khianat
artinya tidak dapat dipercaya. Tidak mungkin seorang
Rasul bersifat curang atau ingkar janji terhadap tugas-
tugas yang diberikan Allah SWT. Semua yang diamanahkan
kepada Rasul pasti dilaksanakan, seperti yang tercantum
dalam ayat berikut:
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah
dari orang-orang musyrik.” (QS. al-An’am: 106)
3. Kitman
Sifat mustahil bagi Rasul selanjutnya adalah kitman yang
artinya menyembunyikan. Para Rasul ditugaskan
menyampaikan wahyu. Artinya, mustahil bagi seorang
Rasul menambah, mengurangi, atau bahkan
menyembunyikan wahyu Allah SWT. Allah berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan
kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula)
mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya
mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah,
Apakah sama orang yang buta dengan orang yang
melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (QS. al-
An’am: 50)
4. Baladah
Rasul diberikan banyak anugerah dari Allah SWT, salah
satunya adalah kecerdasan yang luar biasa. Jadi, tidak
mungkin jika Rasul memiliki sifat baladah yang
mengandung arti bodoh. Sebab, Rasul selalu dapat
membimbing orang lain ke jalan yang benar. Allah
berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang
bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)