TUGAS UAS
ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO
DISUSUN OLEH:
IWANA SHINTA NASTI
(195210625)
KELAS A
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
DAFTAR ISI
Daftar isi.......................................................................................................................3
Isi makalah....................................................................................................................3
Daftar pustaka ..............................................................................................................8
File terlampir..............................................................................................................10
2
Indonesia merupakan negara yang tengah memasuki era 4.0. Era 4.0 merupakan era
dimana teknologi berkembang sangat pesat sehingga mempengaruhi berbagai aspek
kehidupan. Berbagai aspek kehidupan yang berpengaruh dalam perkembangan teknologi
adalah aspek sosial, budaya, ekonomi dan bisnis (Dewa dan Ketut, 2020). Pesatnya
perkembangan teknologi di dunia membuat semakin banyaknya penemuan baru yang
diciptakan oleh para ahli untuk menemukan sesuatu yang baru setiap harinya. Para pembuat
teknologi kemudian mulai menciptakan sesuatu yang tidak biasa yaitu dengan menciptakan
alat bayar yang berbeda salah satunya dengan uang digital. Awalnya Bank Indonesia
membagi 2 alat bayar di Indonesia secara tunai dan non tunai. Secara tunai dilakukan
melalui uang cash, yang mana setoran secara tunai memiliki banyak kelemahan sehingga
dibuatkanlah alat bayar non tunai yang penggunaanya semakin praktis dalam bentuk kartu,
nota kredit, cek, bylet giro dan lainnya. Setelah berkembang dengan alat bayar non tunai
kemudian berkembang menjadi uang digital. Semakin mendapat perhatian dari masyarakat
dunia kemudian uang digital mulai digunakan sebagai investasi yang dinamakan
cryptocurrency.
Kemajuan dalam bidang teknologi telah mencapai sektor keuangan. Salah satunya
adalah dengan munculnya mata uang kripto dengan menggunakan teknologi kriptografi
atau sering disebut cryptocurrency. Mata uang kripto telah muncul sejak tahun 2008
ditemukan oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diberi nama Satosi Nakamoto. Mata
uang kripto atau cryptocurrency yang artinya sebuah manifestasi dari adanya
perkembangan sebuah teknologi yang memiliki serangkaian kode kriptografi. Kode tersebut
dapat dibentuk sehingga kode tersebut dapat disimpan dalam sebuah perangkat komputer
Robiyanto et al.( dalam Oey Laurensia Dewi Warsito, 2020). Cryptocurrency pertama yang
diperkenalkan adalah Bitcoin, dan mulai dioperasikan pada tahun 2009. Karena popularitas
Bitcoin, cryptocurrency lainnya menjadi populer di kalangan investor serta konsumen ritel
Mohd Noh & Abu Bakar (dalam Afrizal & Marliyah, 2021). Munculnya sistem
pembayaran secara digital dengan menggunakan cryptocurrency atau lebih dikenal dengan
mata uang digital yang menggunakan teknologi chryptography (kriotograpi) dimana crypto
3
berarti tersembunyi dan graph berarti tulisan. Teknik kriptograpi merupakan suatu teknik
yang mampu menyampaikan pesan secara sembunyi dengan memanfaatkan fitur enskripsi
data untuk keamanan data saat mengakses informasi pada jaringan internet, sehingga data
tersebut akan menjadi lebih aman dari peluang peretasan informasi oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab (Uli Wildan Nuryanto & Pramudianto, 2021)
Kehadiran Cryptocurrency diawali dengan penemuan seperti halnya emas yang
ditambang. Kemudian hasil emas yang ditambang ini dapat ditukar dalam bentuk uang
konvensional dengan mata uang sesuai dengan Negara dimana Cryptocurrency ditukarkan.
Hasil tambang Cryptocurrency sering kali dipakai sebagai alat investasi layaknya saham
dan emas, selain itu digunakan juga sebagai transaksi komersial elektronik seperti aplikasi
game, aplikasi media social dan aplikasi lainnya. Sampai saat ini terdapat 1500 jenis mata
uang Cryptocurrency, beberapa yang terkenal di masyarakat adalah etherum, ripple,
litecoin, dogecoin, mrai, daschoin, dan yang paling terkenal dan popular saat ini adalah
bitcoin. Cepatnya perkembangan mata uang digital Cryptocurrency, mulai menggetarkan
pelayanan keuangan dan system pembayaran global saat ini, oleh karena berbeda dengan
mata uang kertas yang tercetak (Dewa & Ketut, 2020).
Saat ini, selain dengan cara berdagang masyarakat juga dikenalkan dengan bentuk
usaha lain yang juga memiliki prospek keuntungan tinggi yaitu investasi. Secara umum,
tujuan dari investasi adalah untuk menghasilkan benefit di kemudian hari. Namun, secara
lebih khusus tujuan investasi adalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa
datang, mengurangi dampak inflasi dan dorongan untuk menghemat pajak (Nurul Huda &
Risman Hambali, 2020).
Investasi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dengan cara membeli
emas atau properti, melakukan investasi langsung dengan mendirikan suatu perusahaan
atau bahkan dengan melakukan investasi tidak langsung dengan menanamkan modal di
suatu usaha tertentu. Perkembangan sistem transaksi online terutama perkembangan
financial technology (fintech) yang terjadi memberikan cara baru yang memudahkan
4
masyarakat dalam beriventasi. Setiap orang dihadapkan pada berbagai pilihan dalam
menentukan sumber daya atau proporsi dana yang mereka miliki untuk dikonsumsi saat ini
dan di masa depan. Menurut Fahmi (dalam Christopher Lumbantobing & Isfenti Sadalia
2021), investasi memiliki tujuan, yaitu menciptakan keberlanjutan dalam investasi,
mendapatkan profit maksimum, dan menciptakan kemakmuran bagi investor. Pada zaman
sekarang, sudah banyak instrumen-instrumen investasi, seperti saham, obligasi, emas,
properti, dan yang terbaru seperti di jelaskan sebelumya yaitu cryptocurrency.
Pada perkembangan mileneal saat ini investasi cryptocurrency mulai menjadi tren
anak muda dikalangan para pemain saham untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.
Pemain industry saham berpendapat cryptocurrency seperti bitcoin merupakan teknologi
yang masih baru sehingga gampang menarik seorang milineal untuk menjadi tertarik
apalagi untuk kalangan anak muda pemain saham yang ingin mendapatkan keuntungan
lebih dan dengan cara yang lebih mudah. Para pemain saham di Indonesia lebih tertarik
dengan sesuatu yang baru hal ini menjadikan investasi cryptocurrency lebih gampang untuk
masuk ke Indonesia.
Tingginya investasi dalam uang kripto ini mendorong sejumlah negara untuk
mengatur penggunaannya, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri dikategorikan sebagai
negara yang awalnya melarang penggunaan cryptocurrency bersama dengan Tiongkok,
India, Mesir, Nepal, Maroko, Saudi Arabia dan beberapa negara lainnya (M. Najibur
Rohman, 2021). Tingginya keuntungan yang didapat dari permainan saham investasi
cryptocurrency di dunia membuat masyarakat Indonesia mulai tergiur untuk
menginvestasikan sejumlah modalnya disana, bahkan kegiatan tersebut dilakukan secara
illegal agar dapat memperoleh keuntungan dan investasi yang mengikuti perkembangan
jaman saat ini. Banyaknya pelaku illegal dalam investasi cryptocurrency ini membuat
pemerintah mulai membuat berbagai aturan agar pelaku investor cryptocurrency mendapat
perlindungan agar nantinya investasi crytocurrency dapat diberlakukan legal di Indonesia.
Kementerian Perdagangan selanjutnya disebut Kemendag melalui Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditas selanjutnya disebut Bappebti memberi kepastian hukum
5
mengenai nasib Cryptocurrency di Indonesia dengan membentuk mekanisme pasar fisik
asset kripto di bursa berjangka melalui beberapa peraturan. Dibuatnya beberapa aturan agar
memberi ruang bagi investor untuk mengembangkan bisnis pembaharuan era komoditi
digital, kepastian bisnis di sektor digital, adanya kepastian dan perlindungan hukum bagi
para investor yang melakukan investasi di perdagangan asset kripto dan yang terpenting
aturan itu juga menampilkan mengenai peraturan yang mengarah pada anti money
laundering dan pembiayaan terorisme. Salah satu aturan yang digunakan dalam acuan
investasi cryptocurrency saat ini Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 Tentang
Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Asset Kripto (Crypto Asset) di Bursa
Berjangka.
Bitcoin merupakan aset yang menarik yang dapat dijadikan mata uang atau alat
investasi yang modern dan canggih. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya exchanger aset
kripto di Indonesia serta banyaknya orang yang membahas tentang Bitcoin dalam forum-
forum Bitcoin sering dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham dan
emas. Mulanya, Bitcoin muncul memiliki harga kurang dari USD 1 per 1 Bitcoinnya di
tahun 2010. Jika saat ini dirupiahkan hanya sekitar Rp 14.000. Bitcoin mencatatkan
performa yang apik di akhir tahun 2020. Dalam satu bulan Desember 2020 sendiri kenaikan
Bitcoin hampir dua kali lipat dari Rp 230 juta meningkat menjadi Rp 400 juta. Lompatan
tinggi harga Bitcoin di akhir tahun lalu benar-benar di luar prediksi. Awalnya, kenaikan
harga Bitcoin diprediksi hanya sampai level USD 20.000 atau setara dengan Rp 308 juta
(kurs Rp14.000) oleh banyak pihak. Namun ternyata sebelum pergantian tahun, Bitcoin
sudah melewati level harga tersebut bahkan menembus Rp 400 juta (www. [Link],
2021).
Nilai yang dari waktu ke waktu semakin melambung membuat investasi bitcoin
seperti menjanjikan untuk mendapatkan pundi-pundi di masa depan. Dalam 10 tahun
terakhir, keuntungan dari investasi Bitcoin mengungguli bentuk investasi lain, seperti
saham dan obligasi. Sebagai perbandingan, jika seseorang menginvestasikan Rp 14.000
pada awal dekade ini untuk Bitcoin, maka investasi tersebut akan bernilai Rp1,2 miliar
6
pada hari ini. Nilai investasi bitcoin terus meningkat dengan cepat, bahkan mencapai
puncak tertinggi pada akhir tahun 2017, dimana valuasinya mencapai Rp 275 juta (US$
20.000) untuk 1 Bitcoin. Untuk saat ini (Juli 2021) nilainya diperkirakan sudah mencapai
Rp 500 juta-an. Hal tersebutlah yag membuat perkembangan investasi jenis ini dapat
dikatakan sangat meningkat dilihat 10 tahun terakhir belakangan ini karena keuntungannya
yang menjanjikan ([Link], 2021).
Akan tetapi walaupun banyak pihak mengaku mendapatkan keuntungan dari
penanaman investasi di aset digital ini, pengguanaan kripto untuk investasi belum dapat
dikategorikan sebagai aset aman alias safe haven seperti halnya emas. Seperti yang kita
ketahui bahwa aset safe haven atau aset investasi aman adalah aset yang kerap menjadi
tujuan dari pelarian investor ketika kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian.
Menurut Michael Yeoh, analis teknikal PT Sucor Sekuritas, kripto belum bisa
digolongkan sebagai aset safe haven seperti emas, karena harganya yang masih terlalu
volatil dan tidak bisa diintervensi secara langsung seperti uang kartal dengan kebijakan
moneter dari bank sentral. Syarat suatu alat bisa disebut safe haven itu bila nilainya stabil
sementara Bitcoin dan kripto memakai sistem blockchain yang tidak bisa diintervensikan
(www. [Link], 2021).
Seperti yang diketahui emas telah lama menjadi komoditas yang dijadikan sebagai
instrumen investasi yang dinilai paling aman di seluruh dunia dan sudah sangat dipahami
oleh masyarakat. Sedangkan kripto merupakan instrumen baru yang masih perlu dipahami
mekanismenya. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam waktu di
masa depan kripto, termasuk Bitcoin, Dogecoin, dan lainnya, bisa terbuka menjadi salah
satu safe haven dengan memikirkan beberapa pertimbangan. Akan tetapi untuk saat ini
mungkin masih kita percayakan emas sebagai safe haven kita dan tidak ada salahnya
melihat kripto sebagai opsi, namun emas masih tetap jadi pilihan utamanya sebagai asset
safe haven ([Link], 2021).
7
DAFTAR PUSTAKA
Christopher, L & Isfenti, S. (2021). Analisis Perbandingan Kinerja Cryptocurrency Bitcoin,
Saham, dan Emas sebagai Alternatif Investasi (Comparative Analysis of the Performance of
Cryptocurrency Bitcoin, Stock, and Gold as an Investment Alternative). Studi Ilmu
Manajemen dan Organisasi (SIMO) 2(1), 33-35.
Dewa Ayu, F. N., & Ketut, W. (2020). Investasi Cryptocurrency Berdasarkan Peraturan
Bappebti No. 5 Tahun 2019. Jurnal Magister Hukum Udayana 9(4), 712-722.
M. Najibur Rohman (2021). TINJAUAN YURIDIS NORMATIF TERHADAP
REGULASI MATA UANG KRIPTO (CRYPTO CURRENCY) DI INDONESIA. Jurnal
Supremasi, Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Program Studi Hukum Program Doktor 11(2).
Nurul Huda & Risman Hambali (2020). Risiko dan Tingkat Keuntungan Investasi
Cryptocurrency. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 17(1), 72-84
Oey Laurensia D. W. (2020). Analisis Volatilitas Cryptocurrency, Emas, Dollar, dan Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG). International Journal of Social Science and Business 4(1),
40-46.
Uli W. N., & Pramudianto. (2021). REVOLUSI DIGITAL & DINAMIKA
PERKEMBANGAN CRYPTOCURRENCY DITINJAU DARI PERSPEKTIF
LITERATUR REVIEW. National Conference on Applied Business, Education, &
Technology (NCABET), 1(1), 22.
www. [Link] (2021). Harga Bitcoin Dulu dan Kini: Di Awal Hanya Rp 14.000,
Sekarang Setengah Miliar. [Link]
kini-di-awal-hanya-rp-14-000-sekarang-setengah-miliar-1uwWRUxDc1B. Diakses 23 juni
2022 pukul 20:22
8
[Link] (2021). Investasi Bitcoin, Amankah?.
[Link] Diakses 23 juni 2022
pukul 20:56
www. [Link] (2021). Kripto Bakal Jadi Aset Safe Haven, Yakin Bisa di
Masa Depan?. [Link]
bisa-di-masa-depan/. Diakses 24 juni 2022 pukul 21:26
[Link] (2021). Aset Kripto Bisa Jadi Safe Haven?.
[Link]
jadi-safe-haven-not-now-baby. Diakses 24 juni 2022 pukul 21:43
9
10