Kunci Kerukunan dalam Akidah Akhlak
Kunci Kerukunan dalam Akidah Akhlak
089519922667
Modul 2
MODUL PEMBELAJARAN
MENDALAM
(DEEP LEARNING)
AKIDAH AKHLAK
Kelas XII Fase F
Kunci Kerukunan
Oleh :
IDENTIFIKASI
Penyusun
Institusi
Tahun ajaraan 20../20..
Fase/Jenjang F/ MA
Kelas/semester XII/GANJIL
Alokasi .. X .. menit (.. JP)
Mata Pelajaran AKIDAH AKHLAK
Materi Kunci Kerukunan
Tema Kurikulum Cinta Cinta kepada Sesama
Materi Insersi Konsep manusia, alam, dan hubungan
dengan Tuhan
Kompetensi awal Pengetahuan Awal
peserta didik Peserta didik mampu memahami Kunci
Kerukunan dan cara mengaplikasikannya
B. Keterampilan Awal
Peserta didik mampu memahami
materi tekait Kunci Kerukunan yang
berupa :
Kunci Kerukunan
Konseptual:
Prosedural:
Metakognitif:
Memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari terkait :
Mengimplementasikan
makna kandungan Asma
al-Husna (al-Afuww, al-
Rozaq, al-Malik, al-Hasib,
al-Hadi, al- Khalik dan al-
Hakim); menganalisis dalil
dan fakta kematian,
husnul khatimah, su'ul
khatimah, dan alam
barzah sebagai pedoman
dan peringatan dalam
merespon tantangan
kehidupan hedonis dan
materialistis di era global.
Akhlak Peserta didik mampu
menganalisis syariat,
tarikat, hakikat, dan
makrifat; inti ajaran
tasawuf menurut tokoh
(Imam Junaid al-Baghdadi,
Rabiah al- Adawiyah, al-
Ghazali, Syekh Abdul Qadir
al-Jailani); sikap tasamuh
(toleransi), musawah
(persamaan derajat),
tawasuth (moderat),
ukhiiwah (persaudaraan),
bekerja keras, kolaboratif,
fastabiq al- khairat,
optimis, dinamis, kreatif,
inovatif, etika dalam
berorganisasi dan bekerja;
menghindari akhlak
tercela membunuh, liwath,
LGBT, meminum khamar,
judi, mencuri, durhaka
kepada orang tua,
meninggalkan salat,
memakan harta anak
yatim, korupsi, israf,
tabzir, bakhil, nifaq, keras
hati, ghadlab (pemarah),
fitnah, berita bohong
(hoaks), namimah,
tajassus dan ghibah
sehingga terbentuk pribadi
yang memiliki kesalehan
individual dan sosial dalam
menjalankan kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Adab Peserta didik mampu
membiasakan dan
mengevaluasi adab
berpakaian, berhias,
perjalanan, bertamu, dan
menerima tamu, bergaul
dengan sebaya, yang lebih
tua, yang lebih muda, dan
lawan jenis sebagai upaya
membentuk generasi yang
beradab, bermoral, dan
berbudaya di era digital
dalam dunia global
sehingga tidak terjebak
pergaulan bebas, hedonis,
dan materialis.
Kisah Keteladanan Peserta didik mampu
menganalisis dan
meneladani kisah Fatimah
az-Zahra r.a., Uways al-
Qarni, Abdurrahman bin
Auf, Abu Dzar al-Gifari r.a.;
kesufian Imam Hanafi,
Imam Malik, Imam Asy-
Syafi'i, Imam Ahmad bin
Hambal; sifat-sifat positif
Kyai Kholil al-Bangkalani,
Kyai Hasyim Asy'ari, dan
Kyai Ahmad Dahlan dalam
kedermawanan, kesetiaan
memegang prinsip,
menegakkan amar ma’ruf
dan nahi munkar dengan
tetap menjaga harmoni
kehidupan yang majemuk,
sehingga dapat diambil
inspirasi menghadapi
tantangan kehidupan yang
beragam dalam
kebinekaan global.
ELEMEN Akhlak
Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat:
Menjawab pertanyaan guru
berdasarkan pengalaman.
Menonton video dan mencatat poin
penting.
Menggali
pengetahuan 2. Eksplorasi (20 menit)
awal Guru menampilkan gambar terkait
materi Toleransi (Tasāmuḥ) dan
Persamaan Derajat (Musāwah)
sebagai pemantik
Guru meminta siswa menyimak
gambar yang terdapat pada buku
siswa
Siswa menyimak gambar dengan
seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan
berkenan dengan gambar terkait materi Toleransi
(Tasāmuḥ) dan Persamaan Derajat (Musāwah)
Menggali
pengetahu 8. Eksplorasi (20 menit)
an awal Guru menampilkan gambar terkait
materi Moderat (Tawasuth), dan Saling
Bersaudara (Ukhuwwah) sebagai
pemantik
Guru meminta siswa menyimak
gambar yang terdapat pada buku
siswa
Siswa menyimak gambar dengan
seksama
Guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan
berkenan dengan gambar terkait materi Moderat
(Tawasuth), dan Saling Bersaudara (Ukhuwwah)
………………. , ……….
Mengetahui,
Kepala Guru Mata
Pelajaran
…………………………..
…………………………………
NIP ………………………… NIP
……………………………
Asesmen Pembelajaran
A. Tujuan Asesmen
1. Mengukur pengetahuan awal siswa tentang reaksi kimia sebelum pembelajaran.
2. Memantau keaktifan, kerja sama, dan kemajuan belajar siswa selama proses pembelajaran.
3. Mengevaluasi pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa setelah
pembelajaran.
B. Jenis Asesmen
1. Asesmen Awal: Mengidentifikasi pengetahuan prasyarat siswa.
2. Asesmen Proses: Memantau sikap, kerja sama, dan pemahaman selama kegiatan.
3. Asesmen Akhir: Mengukur pencapaian kompetensi melalui laporan, refleksi, dan soal
numerasi.
C. Rincian Asesmen
1. Asesmen Awal
Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang Kunci Kerukunan untuk menyesuaikan
strategi pengajaran.
Waktu: Pendahuluan (10 menit).
Bentuk Asesmen: Tanya jawab lisan dan kuis singkat.
Instrumen:
Tanya Jawab Lisan:
1. Pertanyaan:
2.
Teknik: Guru melempar pertanyaan kepada 4-5 siswa secara acak.
3.
Penilaian: Kualitatif (catatan guru tentang kebenaran dan kelengkapan jawaban).
4.
Kuis Singkat:
1. Bentuk: soal terkait materi Kunci Kerukunan
I. Kisi-Kisi LKS
No Tujuan Pembelajaran Indikator Jenis Soal Level Kognitif Nomor Soal
1
2
3
Sample assesmen
III. Penilaian
Rubrik Penilaian:
Uraian
Kriteria Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Jawaban Jawaban Jawaban Jawaban
Tidak
Kelengkapan sangat cukup kurang sangat
menjawab
lengkap lengkap lengkap kurang
Sebagian Sebagian Banyak Salah
Kebenaran Semua benar
besar benar kecil benar salah semua
Tidak
Kejelasan Sangat jelas Cukup jelas Kurang jelas Tidak jelas
terbaca
1
2
3
V. Catatan Guru
Pastikan setiap kelompok berdiskusi secara merata dan dorong siswa pasif untuk
berkontribusi.
Kumpulkan LKS setelah diskusi untuk dinilai.
Berikan umpan balik selama presentasi untuk memperbaiki kesalahan konsep,
Terima jawaban alternatif yang logis untuk soal uraian,
Dokumentasikan hasil LKS untuk evaluasi kemajuan siswa dan rencanakan remedial atau
pengayaan
Analisis:
Proporsi Jenis Soal: Seimbang antara literasi (50%) dan numerasi (50%), mendukung
pembelajaran holistik yang mengintegrasikan pemahaman teks dan pengolahan data.
Level Kognitif:
o C2 (Memahami): 37.5% (A1, A2, C1)
o C3 (Menerapkan): 37.5% (A4, B1, B2)
o C4 (Menganalisis): 25% (A3, C2)
Distribusi ini menunjukkan fokus pada pemahaman dasar dan penerapan, dengan
porsi analisis yang cukup untuk mendorong berpikir kritis.
Kesesuaian dengan KD: Semua soal relevan dengan Kunci Kerukunan, sesuai dengan RPP.
C. Tingkat Kesulitan
Tingkat kesulitan diestimasi berdasarkan kompleksitas soal dan kemampuan rata-rata siswa
No Tingkat
Alasan
Soal Kesulitan
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
1
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Sulit Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
2
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Mengukur analisis teks dan solusi kontekstual, memerlukan
3 Sulit
pemikiran kritis tentang dampak lingkungan dan solusi nyata.
Analisis:
Distribusi Kesulitan Distribusi ini, memungkinkan siswa dengan berbagai kemampuan
untuk menjawab sambil menantang kemampuan analisis.
Kesesuaian dengan Siswa: Tingkat kesulitan sesuai untuk siswa dengan asumsi mereka telah
memahami materi dari kelas sebelumnya.
D. Relevansi dengan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (berdasarkan modul):
3.2 Menganalisis makna, pentingnya, dan upaya memiliki sikap tasāmuh (toleransi),
musāwah (persaamaan derajat), tawasuth (moderat), dan ukhuwwah (persaudaraan)
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang makna, pentingnya, dan upaya memiliki sikap tasāmuh
(toleransi), musāwah (persaamaan derajat), tawasuth (moderat), dan ukhuwwah (persaudaraan)
dalam menjaga keutuhan NKRI
Analisis:
Soal 1, C4 relevan dengan tujuan 1
Soal 2 C4 relevan dengan tujuan 2
Soal 3, C4 relevan dengan tujuan 3
E. Kekuatan Soal
1. Keseimbangan Literasi-Numerasi: Soal mencakup keterampilan membaca teks
2. Konteks Lokal: Soal meningkatkan relevansi dengan pengalaman siswa.
3. Variasi Format: uraian dengan memudahkan siswa menganalisis sesuai kemampuan dan
pengalamannya
4. Kejelasan: Instruksi dan opsi jawaban jelas, meminimalkan kebingungan siswa.
5. Tingkat Kognitif Tinggi: mendorong analisis kritis, sesuai dengan pembelajaran mendalam.
F. Kelemahan Soal
1. Kurangnya Soal Sikap: Soal tidak kombinasi
2. Konteks Lokal Terbatas: masih dalam 1 materi
G. Rekomendasi Perbaikan
1. Tambah Aspek Sikap: Sertakan pertanyaan terbuka atau tugas refleksi dalam LKS untuk
mengukur sikap,
2. Perkuat Konteks Lokal: Tambahkan contoh sikap tentang Kunci Kerukunan
3. Integrasi PEDATI: Gunakan hasil LKS untuk diskusi kelompok (tahap diskusi) dan laporan
pengamatan (tahap aplikasi) dalam modul
H. Kesimpulan
Soal dalam LKS memiliki kualitas baik dengan distribusi kompetensi yang seimbang, tingkat
kesulitan yang sesuai, dan relevansi dengan tujuan pembelajaran. Kekuatan utama adalah
keseimbangan literasi-numerasi dan konteks lokal Sangatta. Kelemahan seperti kurangnya aspek
sikap dan soal level tinggi dapat diatasi dengan rekomendasi di atas. Dengan perbaikan, soal ini
dapat lebih efektif mendukung pembelajaran mendalam model PEDATI dan mencapai KKTP (75).