0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan2 halaman

Spesifikasi Mesin Diesel Toyota 2L-T

Dokumen ini menyediakan spesifikasi untuk mesin diesel Toyota 2L-T tahun 1984-1988, termasuk dimensi untuk silinder, piston, poros engkol, poros cam, kepala silinder, dan spesifikasi torsi. Ini mencantumkan rincian seperti ukuran lubang, langkah, rasio kompresi, persyaratan tekanan oli, celah cincin, diameter jurnal, dimensi katup, tekanan pegas, dan urutan torsi.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan2 halaman

Spesifikasi Mesin Diesel Toyota 2L-T

Dokumen ini menyediakan spesifikasi untuk mesin diesel Toyota 2L-T tahun 1984-1988, termasuk dimensi untuk silinder, piston, poros engkol, poros cam, kepala silinder, dan spesifikasi torsi. Ini mencantumkan rincian seperti ukuran lubang, langkah, rasio kompresi, persyaratan tekanan oli, celah cincin, diameter jurnal, dimensi katup, tekanan pegas, dan urutan torsi.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPESIFIKASI MESIN

Februari 2001 ES-TOY07R1

General

Produsen TOYOTA
Model/Tahun 2L-T 1984 – 7/1988 Turbocharged
L/(CID) 2.446cc DIESEL No. of Cylinders 4
Bor & Langkah 92,0mm X 92,0mm
Firing Order 1–3–4–2
Rasio Kompresi 20,0 : 1 Idle Speed 700 rpm
Tekanan Kompresi @ RPM 3,0 MPa @ 250 rpm 2,0 MPa min. <490 kPa beda.
Tekanan Minyak 29 kPa min saat idle Kapasitas & Kelas Minyak 6.5 ltr kering CC-CD
Waktu Injeksi 0,75 – 0,87 dorongan plunger pada T.D.C.

Blok

Standar Diameter Lubang 92.000 – 92.030 mm


Overbore Maksimum 1,00 mm
Tinggi Flens Liner & Kesesuaian Liner perbaikan N/A tersedia.
Lubang Rumah Poros Engkol 66.000 – 66.020 mm
Bore Rumah Poros Cam 38.015 – 38.027 mm
Tinggi Dek Blok Batas warp 0,20 mm
Piston & Cincin

Jarak Piston ke Silinder 0,05 – 0,07 mm @ 23 mm dari bawah rok


Protrusi Piston 0,56 – 0,66 mm
Diameter Pin Gudgeon 29.000 – 29.012 mm
Gudgeon Pin Clearance 0,004 – 0,012 mm Batas: 0,05 mm
Peralatan Cincin Atas: 2.0 mm (½K), 2nd2,0 mm; Minyak: 4,0 mm.
Celah Ujung Cincin Piston Atas: 0,35 – 0,62 mm; 2nd0,20 – 0,47 mm; Minyak: 0,20 – 0,52 mm.
Jarak Ring ke Groove Atas: 0,02 – 0,065 mm; 2nd0,04 – 0,10 mm; Minyak: 0,03 – 0,07 mm.

Batang Penghubung

Bore Ujung Besar 58.004 – 58.024 mm


Lubang Ujung Pin 32.000 – 32.021 mm
Dari Pusat ke Pusat 147 mm
Lebar Big End
Bush ID Selesai 29,008 – 29,020 mm
Jarak Samping Batang 0,080 – 0,200 mm Batas: 0,30 mm
Bengkok/Memutar 0,05 mm/100mm bengkok 0,15 mm/100 mm putar

Poros nok

Diameter Jurnal 34,969 – 34,985 mm


Akhir Permainan
0,055 – 0,155 mm Batas: 0,3 mm
Jarak Minyak 0,022 – 0,074 mm Batas: 0,10 mm
Tinggi Lobe Minimum Inlet 46.29 mm Knalpot 47.25 mm
Batas Lentur 0.10 mm lingkaran runout
Poros engkol

Standar Jurnal Utama 61.985 – 62.000 mm


Standar Jurnal Conrod 54,988 – 55,000 mm
Penyeimbang Harmonik Diam.
Diameter Gear Engkol
Seal Diameter
Thrust Thickness 2.430 – 2.480 mm
Jarak Bebas Bantalan Utama 0,034 – 0,065 mm std. Batas: 0,10 mm
Celah Bering Conrod 0,036 – 0,064 mm std. Batas: 0,10 mm
Mainan Ujung Poros Engkol 0,040 – 0,250 mm Batas: 0,30 mm
Jurnal Radius Undercut Utama ConrodUndercut

Kepala Silinder

Jarak Tappet Masuk 0,25 mm PANAS Bengkok 0,36 mm PANAS


Tinggi Kepala Baru 102 mm Warp Batas 0,2 mm
Sudut Kursi Katup Inlet 45° Pembuangan 45°
Lebar Kursi Katup Pintu air 1,2 – 1,6 mm 1,2 – 1,6 mm
Saluran knalpot
Recess Kepala Katup Masuk 1,1 – 1,2 mm Knalpot 1,3 – 1,4 mm
Margin Kepala Katup 0,9 mm min.
Saluran Masuk Sebagai 1,0 mm min.
Sudut Permukaan Katup 44,5°
Saluran Masuk Knalpot 44,5°
Panjang Katup Pintu masuk 122,95 mm Knalpot 122,75 mm
Diameter Batang Katup Masuk 8,473 – 8,489 mm Pembuangan 8.454 – 8.470 mm
Tinggi Panduan Katup 16,3 – 16,7 mm
Saluran Masuk Knalpot 16,3 – 16,7 mm
Panduan Katup Jelas. Std. 0,021 – 0,057 mm
Saluran Masuk 0,040 – 0,076 mm
Sistem knalpot
Panduan Katup Jelas. Batas Inlet 0,10 mm Pembuangan 0,12 mm
Tekanan Pegas Katup Inlet 29,2 kg Knalpot 29,2 kg
Panjang Bebas Pegas Katup 47,98 mm
Saluran Masuk Knalpot 47,98 mm
Pemasangan Pegas Katup. Tinggi Inlet 39,3 mm Pembuangan 39.3 mm
Protrusi Ruang Precom. 0,01 – 0,07 mm
Spesifikasi Torsi

Baut Utama 10.5 kgf.m DICAMPAI


Baut Conrod 6,0 kgf.m MINYAK
Baut Kepala 12,0 kgf.m MINYAK
Baut Cam Cap 1.95 kgf.m DICAMPURKAN
Baut Manifold Inlet2.4 kgf.m Knalpot 5.3 kgf.m
Baut Flywheel 12.5 kgf.m DICETAK
Penyeimbang Harmonik 14,0 kgf.m
Urutan Torsi

18 12 10 3 1 5 7 13 15 9 5 1 3 7

10 6 2 4 8
16 14 8 6 2 4 9 11 17

BOLTS KEPALA BOLTS CAM CAP MAIN CAP BOLTS

Anda mungkin juga menyukai