Sejarah dan Teori Atom dalam Kimia
Sejarah dan Teori Atom dalam Kimia
Teori ini
menyebutkan bahwa semua benda terbentuk dari atom-atom. Dasar filsafat untuk teori ini
disebut atomisme. Teori ini dapat diterapkan pada semua fase umum benda seperti yang
ditemukan di bumi, yaitu padat, cair, dan gas. Teori ini tidak dapat diterapkan pada plasma
atau bintang neutron di mana terjadi lingkungan yang tidak standar, seperti suhu atau densitas
ekstrem yang menghambat pembentukan atom.
Teori Atom dan Perkembangannya – Sobat hitung kali ini kita akan belajar mengenai
teori atom dan sejarah perkembangannya dari toeri atom sebelum masehi hingga teori atom
modern.
Pengertian Atom Banyak versi mengenai pengertian atom. Salah satu konsep ilmiah tertua
menyatakan bahwa semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil, dimana
partikel-partikel itu tidak bisa dibagi lebih lanjut yang kemudian disebut atom. Jika dilihat
dari asal katanya, atom berasal dari bahasa yunani yang berasal dari 2 frasa “a” dan “tomos”,
“a” berarti tidak dan “tomos” berarti memotong, jadi secara asal katanya pengertian atom
adalah sesuatu yang tidak bisa dipotong (lagi).
Diawali dari seorang filsuf Yunani yang bernama Leucippus (gambar samping) pada tahun
400 SM. Mereka mengemukakan teori atomisme. Toeri atom ini menyebutkan bahwa semua
benda terdiri dari bagian-bagian terkecil (tidak bisa dibagi lagi) yang disebut atom. Menurut
teori atomisme (teori atom), jika kita mengambil sepotong kayu dan dipotong mejadi 2
bagian yang sama secara terus menerus, akhirnya kita akan menemukan bagian yang tidak
bisa kita potong lagi. Teori atomisme ini kemudian dijelaskan lebiih terperinci oleh muridnya
Democratis. Teori atom kemudian terus berkembang seiring dengan perkembangan
pemikiran manusia saat itu.
John Dalton
Seorang pria berkebangsaan inggris yang bernama John Dalton mengemukakan sebuah teori
atom yang kemudian dikenal dengan teori atom dalton. Dalam teori atomnya, pria kelahiran 6
September 1766 ini mengemukakan bahwa :
Materi atau unsur itu tersusun atas partikel yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut atom.
Atom dari unsur yang sama akan identik dari segi ukuran, bentuk, dan massa. Sebaliknya
atom dari unsur yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa pada
prinsipnya dalton setuju (tidak menyalahkan) teori atom dari Leucippus dan Democritus.
Senyawa terbentuk oleh kombinasi dari dua atau lebih jenis atom.
Reaksi kimia adalah suatau penyusunan ulang kombinasi atom dari senyawa-senyawa
perekasi membentuk unsur/senyawa baru sebagai hasil reaksi.
Teori Atom ThompsonTeori atom ini muncul setelah cukup lama teori dalton bertahan.
Tahun 1898 teori dalton mulai goyah. Teori atom Thompson membantah kalau atom adalah
bagian terkecil dari materi yang tidak bisa dibagi lagi. Menurut Thompson, atom adalah bola
bermuatan positif yang dinetralkan oleh elektron yang tersebat di seluruh bagian bola
tersebut. Jadi bagian yang terkecil bukan atom melainkan elektron. Teori ini bayak dikenal
dengan nama teori kismis karena kalau kita menggambar atom menurut teori ini akan tampak
seperti roti kismis.
percobaah thompson
Berkas 1 : Hanya dengan adanya medan listrik, berkas sinar katoda dibelokkan keatas
menyentuh layar pada titik 1.
Berkas 2 : Hanya dengan adanya medan magnit, berkas sinar katoda dibelokkan kebawah
menyentuh layar pada titik 2.
Berkas 3 : Berkas sinar katoda akan lurus dan menyentuh layar dititik 3, bila medan listrik
dan medan magnit sama besarnya
Berdasarkan eksperimennya Thomson mengukur bahwa kecepatan sinar katoda jauh lebih
kecil dibandingkan kecepatan cahaya, jadi sinar katoda ini bukan merupakan REM. Selain itu
Ia juga menetapkan perbandingan muatan listrik (e) dengan massa (m). Hasil rata-rata e/m
sinar katoda kira-kira 2 x 108 Coulomb per gram. Nilai ini sekitar 2000 kali lebih besar dari
e/m yang dihitung dari hidrogen yang dilepas dari elektrolisis air (Thomson menganggap
sinar katoda mempunyai muatan listrik yang sama seperti atom hidrogen dalam elektrolisis
air.
Kesimpulan : Partikel sinar katoda bermuatan negatif dan merupakan partikel dasar suatu
benda yang harus ada pada setiap atom. Pada tahun 1874 Stoney mengusulkan istilah elektron
Teori atom ini muncul di awal tahun 1900-an. Dialah Ernest Rutherford seorang fisikawan
asal swedia. Ia melakukan uji terhadap model atom Thompson menggunakan hamburan sinar
alfa yang ditembakkan pada lempeng emas tipis. Ia membantah kalau atom adalah bola pejal
yang bermuatan positif buktinya ketika ia menembakkan partikel sinar alfa ke lempeng tipis
emas dan mendeteksinya dengan layar yang dilapisi seng sulfida, walaupun sebagian besar
partikel diteruskan, tetapi ada sekitar 1 dari 800 yang dibelokkan bahkan ada diantarnya yang
dipantulkan kembali.
Sebagian besar dari atom kosong, ini karena sebagian besar partikel sinar alfa diteruskan
Massa atom keseluruhan terkonsentrasi di pusat atom yang disebut nukleus (inti) yang
ukurannya sangat kecil jika dibandingkan atom keseluruhan.
Muatan pada inti atom sama dengan jumlah muatan yang dikandung oleh semua elektron
Elektron berputar di sekitar inti dalam orbit lingkaran yang berbeda layaknya planet yang
mengitari matahari
Dari teori atom Rutherford mulai dikenal lah inti atom.
Niels Bohr menerapkan teori kuantum untuk struktur atom Rutherford dengan
mengasumsikan bergeraknya elektron dalam orbit stasioner ditentukan oleh momentum sudut
mereka. Hal ini menyebabkan perhitungan tingkat energi yang mungkin untuk orbit dan
postulasi bahwa emisi cahaya terjadi ketika sebuah elektron bergerak ke orbit energi yang
lebih rendah. Fisikawan asal Denmark ini melakukan percobaan dengan mengamati spektrum
atom hidrogen. Spektrum hidrogen yang ia amati ternyata membentuk garis-garis yang
terpisah menurut aturann tertentu. Garis-garis terpisah merupakan merupakan lintasan
elektron yang
Atom tersusun atas inti atom bermuatan positif yang dikelilingi elektron yang bermuatan
negatif.
Dalam mengelilingi inti, elektron bergerak dalam jarak tertentu yang disebut lintasan.
Elektron dapat berpindah dari lintasa semula ke lintasan yang lebih tinggi (lebih luar) dengan
menyerap energi. Sebaliknya, elektron bisa berpindah ke lintasan yang lebih rendah dengan
melepas atau memancarkan energi.
Perilaku seperti ini menimbulkan gerakan berbentuk spiral, dan berakhir dengan jatuhnya
elektron ke inti. Pada kenyataanya, atom bersifat mantap dan stabil. Inilah yang coba dijawab
oleh teori atom mekanika [Link] Planck pada tahun 1900 mengemukakan teori
kuantum yang menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau menyerap energi hanya
dalam jumlah tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau diserap dalam bentuk
radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Adapun besarnya kuantum dinyatakan dalam
persamaan.
Dalam percobaannhya Niels Bohr menggunakan atom hidrogen karena dianggap paling
sederhana, hanya satu atom dan satu elektron. Bohr bisa menerangkan spektrum hidrogen
dengan baik tapi ia belum bisa menjelaskan untuk atom yang berelektron lebih dari 1.
Pada tahun 1924, ahli fisika dari Perancis bernama Louis de Broglie mengemukakan bahwa
partikel juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian, partikel mempunyai panjang
[Link] penelitian De Broglie diketahui bahwa teori atom Bohr memiliki kelemahan.
Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang menyebutkan bahwa elektron bergerak
mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran. Padahal, elektron yang
bergerak mengelilingi inti atom juga melakukan gerak gelombang. Gelombang tersebut tidak
bergerak sesuai garis, tetapi
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger menyempurnakan teori atom Bohr. Ia menyatakan
bahwa elektron dapat dianggap sebagai gelombang materi dengan gerakan menyerupai
gerakan gelombang. Teori ini lebih dikenal dengan mekanika gelombang (mekanika
kuantum).
Teori atom Schrodinger memiliki persamaan dengan model atom Bohr yaitu adanya tingkat
energi dalam atom. Perbedaannya, model atom Bohr memiliki lintasan elektron yang pasti.
Sedangkan pada model atom Schrodinger, lintasan elektronnya tidak pasti karena menyerupai
gelombang yang memenuhi ruang (tiga dimensi). Menurut teori atom ini elektron menempati
lintasan yang tidak pasti sehingga electron berada pada berbagai jarak dari inti atom dan
berbagai arah dalam ruang. Jadi, daerah pada inti atom dengan kemungkinan terbesar
ditemukannya elektron dikenal sebagai orbital.
Struktur Atom
Atom adalah partikel terkecil penyusun materi. Atom terdiri atas beberapa partikel dasar,
yaitu elektron, proton, dan neutron. Adanya partikel-partikel inilah yang menyebabkan atom
mempunyai sifat listrik, sebab elektron bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan
neutron tidak bermuatan.
Atom unsur yang satu berbeda dengan atom unsur yang lain disebabkan adanya perbedaan
susunan partikel subatom yang menyusunnya.
a. Elektron ( )
Tahun 1838, Michael Faraday mengemukakan bahwa atom memupnyai muatan listrik. Atom-
atom gas hanya dapat menghantarkan listrik dan menyala terang pada tekanan rendah dan
tegangan tinggi.
Tahun 1858, Heinrich Geissler dan Julius Plucker membuat percobaan dengan mengunakan
dua plat logam. Plat yang bermuatan positif disebut anode dan plat yang bermuatan negatif
disebut katode. Kedua plat kemudian ditempatkan dalam tabung gelas yang dihampakan,
dimana kemudian kedalamnya dimasukkan gas bertekanan rendah. Ketika dihubungkan
dengan listrik tegangan tinggi, maka timbullah pancaran sinar dari katodemenuju anode.
Sinar itulah yang disebut sinar katode.
Pada tahun 1891, George J. Stoney menamakan partikel sinar katode dengan nama elektron.
Selanjutnya pada tahun 1897, Joseph John Thomson mengganti katode yang digunakan
Geissler dan Plucker dengan berbagaimacam logam yang ternyata menghasilkan sinar katode
yang sama. Hal ini membuktikan bahwa memang betul bahwa elektron merupakan partikel
penyusun atom. J.J Thomson juga berhasil menemukan perbandingan antara muatan
dengan massa elektron yaitu C g-1. Hasil eksperimen Thomson ditindaklanjuti oleh Robert
Andrew Millikan pada tahun 1908 yang dikenal dengan Model Percobaan Tetes Minyak
Millikan, yang berhasil menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,6.10-19 Coulumb.
Berdasarkan ekperimen tersebut di atas, maka massa elektron (m) dapat ditentukan dengan
cara sebagai berikut :
maka
= 9,11.10-28 g
Sehingga massa elektron adalah 9,11.10-28 gram, harga ini kira-kira massa atom hidrogen.
Dari beberapa percobaan yang dilakukan diketahui beberapa sifat sinar katode yaitu sebagai
berikut :
1) Dipancarkan oleh plat bermuatan negatif dalam tabung hampa apabila dilewati listrik
bertegangan tinggi.
4) Bermuatan negatif sehingga dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet
b. Proton ( )
Tahun 1886, Eugene Goldstein membuat percobaan yang sama seperti yang dilakukan J.J
Thomson, tetapi dengan memberi lubang pada katode dan mengisi tabung dengan gas
hidrogen. Dari percobaan ini didapat sinar yang diteruskan merupakan radiasi partikel yang
bermuatan positif (dalam medan listrik dibelokkan ke kutub negatif) yang disebut sinar
anode. Sinar anode yang bermuatan positif ini selanjutnya disebut proton.
Beberapa sifat sinar anode yang dapat diketahui adalah sebagai berikut :
3) Bermuatan positif
4) Bergantung pada jenis gas dalam tabung
Apabila muatan proton adalah 1,6022.10-19 C, maka massa proton dapat ditentukan sebagai
berikut :
maka
= 1,6726.10-24 g
Sehingga massa proton adalah 1,6726.10-24 gram, harga ini kira-kira 1.836 x massa elektron
= 1,007276
c. Neutron ( )
2. Kategori Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
dengan cara kimia biasa. Unsur dapat berubah menjadi unsur lain melalui reaksi inti (nuklir)
Pada suhu kamar (± 25oC) beberapa unsur dapat berupa gas (gasses), cairan (liquid), dan
padatan (solid). Unsur ada yang mempunyai kerapatan sangat rendah, ada yang keras, lunak,
dan sebagainya. Secara umum, unsur dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kategori yaitu logam,
nonlogam dan metaloid.
a. Logam
b. Nonlogam
Unsur nonlogam umumnya ditemukan dalam bentuk senyawa serta mempunyai beberapa
sifat fisik, yaitu :
1) Bersifat isolator kecuali karbon (C) yang bersifat semikunduktor. Khusus unsur
karbon, di alam terdapat dalam 2 (dua) alotrop, yaitu grafit dan intan. Alotrop adalah dua
bentuk atau lebih molekul/kristal dari suatu unsur tertentu yang memiliki sifat fisik dan kimia
berlainan.
c. Metaloid
Unsur metaloid umumnya disebut juga sebagai semimetal, yaitu unsur peralihan dari logam
ke nonlogam sehingga sebagian memiliki sifat logam dan sebagian mempunyai sifat
nonlogam. Contoh unsur yang paling dikenal adalah Silikon (Si). Unsur metaloid banyak
dipergunakan dalam industri elektronik karena mempunyai sifat semikunduktor (penghantar
listrik, namun tidak sebaik logam).
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
dengan cara kimia biasa. Unsur dapat berubah menjadi unsur lain melalui reaksi inti (nuklir).
Di dalam inti terdapat proton dan neutron yang menentukan besarnya massa sebuah atom.
Jumlah proton atau muatan positif yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh Nomor
Atom (NA atau Z). Untuk atom yang netral jumlah muatan positif (proton) sama dengan
jumlah muatan negatif (elektron). Jumlah total keseluruhan proton dan neutron yang terdapat
dalam inti atom ditunjukkan oleh Nomor Massa (NM atau A).
Penulisan simbol atom yang dilengkapi dengan nomor massa dan nomor atom dapat ditulis
sebagai berikut :
Perlu diketahui bahwa pada atom netral akan memiliki jumlah proton (p) dan elektron (e)
yang sama dengan Nomor Massa (Z) sehingga Z = p = e
Contoh 1. :
Jika atom X diketahui mempunyai 12 elektron. Tentukan Nomor Massa (Z) dan proton (p)
unsur tersebut?
Jawab :
Elektron X = 12.
Nomor Massa (A) menunjukkan jumlah nukleon yaitu jumlah proton (p) dan neutron (n)
dalam inti atom. Jumlah nukleon dalam suatu unsur dilambangkan sebagai berikut :
A = p + n; karena p = Z, maka
A=Z+n
Contoh 2. :
Jika atom X diketahui mempunyai 12 elektron dan Nomor Massa 25. Tentukan neutron (n)
unsur tersebut?
Jawab :
n = A–p
n = 25 – 12
Atom netral mempunyai jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya. Jika suatu
atom melepaskan elektronnya, maka atom tersebut akan bermuatan positif (+) yang disebut
sebagai Kation, (sebab jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron). Namun jika atom
menangkap elektron, maka atom tersebut akan bermuatan negatif (-) yang disebut sebagai
Anion, (sebab jumlah elektron lebih banyak dari proton). Perubahan tersebut hanya terjadi
pada elektron, sedangkan jumlah proton dan neutron tetap sama sebab inti atom tidak
berubah.
Contoh 3. :
Tentukan proton, elektron, neutron dan nomor atom dari unsur berikut : a) b) c) d) e)
Jawab :
a) , maka proton = 11
elektron = 11
neutron = 23 – 11
= 12
NA = 11
b) , maka proton = 20
elektron = 20
neutron = 40– 20
= 20
NA = 20
c) maka proton = 11
elektron = 11 – 1
= 10
neutron = 23 – 11
= 12
NA = 11
c) maka proton = 20
elektron = 20 – 2
= 18
neutron = 40– 20
= 20
NA = 20
e) maka proton = 17
elektron = 17 + 2
= 19
neutron = 35– 17
= 18
NA = 17
4. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron dalam atom. Susunan ini ditentukan oleh
jumlah elektron yang bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan yang disebut kulit atom.
Kulit pertama diberi nama K, selanjutnya L, M, N, dst. Aturan pengisian jumlah elektron
maksimum per kullit diperkenalkan oleh Pauli, dengan memakai rumum 2n2, dimana n =
kulit atom. Berikut Jumlah elektron maksimum per kulit :
Kulit
Nomor Kulit
Rumusan 2n2
Elektron Maksimum
2.(1)2
2.(1) = 2
2.(2)2
2.(4) = 8
2.(3)2
2.(9) = 18
2.(4)2
2.(16) = 32
O
2.(5)2
2.(25) = 50
2.(6)2
2.(36) = 72
2.(7)2
2.(49) = 98
2.(8)2
2.(64) = 128
2.(9)2
2.(81) = 162
10
2.(10)2
2.(100) = 200
Selanjutnya, pengisian elektron per kulit harus berdasarkan aturan Aufbau, (pengisian
elektron dimulai dari tingkat energi terendah ke tingkat energi tertinggi).
5) Jika atom memiliki lebih dari 2 elektron, maka sisa elektron dimasukkan ke kulit
berikutnya sampai mencapai maksimum
6) Jika sisa elektron sesudah dimasukkan ke kuoit berikutnya tidak dapat mencapai
maksimum, maka diisi dengan elektron maksimum di kulit sebelumnya
7) Selanjutnya jika kulit sebelumnya tidak memenuhi elektron maksimum, maka ditulis
sebagai sisa pada kulit selanjutnya.
Contoh 4 :
Jawab :
K L M N O P
1H = 1
3Li = 2 1
7N = 2 5
13Al = 2 8 3
34Se = 2 8 18 6
35Br = 2 8 18 7
37Rb = 2 8 18 8 1
Atom-atom yang memiliki elektron valensi yang sama akan memiliki sifat kimia yang relatif
sama/mirip, sebab elektron valensi menentukan sifat kimia suatu atom atau cara atom
bereaksi denan atom lain pada saat membentuk ikatan.
Elektron valensi juga dipakai untuk menentukan/mengetahui letak Golongan suatu atom pada
Tabel Sistem Periodik Unsur.
Contoh 5 :
Jawab :
K L M N O P Elektron
Valensi
1H = 1 1
3Li = 2 1 1
7N = 2 5 5
13Al = 2 8 3 3
34Se = 2 8 18 6 6
35Br = 2 8 18 7 7
37Rb = 2 8 18 8 8
Bila unsur X mempunyai 14 proton, 14 elektron dan 14 neutron. Tentukan cara menuliskan
lambang unsur tersebut.
Tentukan nomor atom jika suatu unsur mempunyai jumlah kulit 3 dan elektron valensi 6
RANGKUMAN
1. Banyaknya proton dalam inti atom suatu unsur dapat dilihat dari nomor atomnya.
3. Namor Massa (NM) atau (A) menunjukkan jumlah nukleon (proton + neutron) yang
terdapat dalam inti atom
5. Elektron mempunyai massa yang sangat kecil bila dibandingkan dengan massa
hidrogen yaitu sebesar massa hidrogen
9. Pengisian elektron maksimum per kulit harus sesuai dengan aturan Aufbau, yaitu
dimulai dari tingkat energi terendah ke tingkat energi tertinggi.
10. Konfigurasi elektron adalah adalah susunan elektron dalam atom. Susunan ini
ditentukan oleh jumlah elektron yang bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan yang
disebut kulit atom.
11. Elektron valensi adalah jumlah elektron maksimum pada kulit terluar atom (Jumlah
elektron pada kulit terluar/yang paling akhir ditulis pada konfigurasi elektron).
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan
elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.[1] Inti atom mengandung campuran proton
yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang
tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya
membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama
bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda
bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah
proton dan neutron pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur
kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu
yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi
lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para
kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu
tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir
abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan
komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat
dibagi-bagi lagi.[1] Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan
kemudian berhasil memodelkan atom. [1]
Relatif terhadap pengamatan sehari-hari, atom merupakan objek yang sangat kecil dengan
massa yang sama kecilnya pula. Atom hanya dapat dipantau menggunakan peralatan khusus
seperti mikroskop penerowongan payaran. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti
atom, dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak
memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil yang dapat mengalami peluruhan
radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi yang mengubah jumlah proton dan
neutron pada inti. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi,
ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan
menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras.
Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur dan memengaruhi sifat-sifat
magnetis atom tersebut. [1]
7 Referensi
Seorang filsuf Yunani yang bernama Democritus berpendapat bahwa jika suatu benda dibelah
terus menerus, maka pada saat tertentu akan didapat akan didapat bagian yang tidak dapat
dibelah lagi. Bagian seperti ini oleh Democritus disebut atom. Istilah atom berasal dari
bahasa yunani “a” yang artinya tidak, sedangkan “tomos” yang artinya dibagi. Jadi, atom
artinya tidak dapat dibagi lagi. Pengertian ini kemudian disempurnakan menjadi, atom adalah
bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibelah lagi namun namun masih memiliki
sifat kimia dan sifat fisika benda asalnya.
Atom dilambangkan dengan ZXA, dimana A = nomor massa (menunjukkan massa atom,
merupakan jumlah proton dan neutron), Z = nomor atom (menunjukkan jumlah elektron atau
proton). Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral), dan elektron bermuatan
negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800 kali massa elektron. Atom-atom yang
memiliki nomor atom sama dan nomor massa berbeda disebut isotop, atom-atom yang
memiliki nomor massa sama dan nomor atom berbeda dinamakan isobar, atom-atom yang
memiliiki jumlah neutron yang sama dinamakan isoton.
Dalton mengatakan bahwa atom atom seperti bola pejal atau bola tolak peluru [Link]
mengatakan bahwa atomm seperti roti kismis [Link] mengemukakan atom seperti tata
surya
Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat kecil yang dinamakan dengan atom
Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi kimia, atom
tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan
Teori atom Dalton mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom.
Namun, teori atom Dalton memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat menerangkan suatu larutan
dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus
listrik padahal listrik adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat
menghantarkan arus listrik. [3]
Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang dilakukannya tabung
sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel bermuatan negatif dalam atom
yang disebut elektron. Suatu bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel
lain yang bermuatan positif sehingga atom bersifat netral. Gambar atom model Thomson :
Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif
dalam bola atom tersebut.
b. Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
a. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan
energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu
akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
b. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara
rotasinya terhadap inti atom.
c. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
Kelemahan teori atom Rutherford diperbaiki oleh Neils Bohr dengan postulat bohr :
b. Dalam orbital tertentu, energi elektron adalah tetap. Elektron akan menyerap energi jika
berpindah ke orbit yang lebih luar dan akan membebaskan energi jika berpindah ke orbit
yang lebih dalam
b. Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh
medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
Perkembangan Teori Atom Rutherford
Pada tahun 1911, Ernest Rutherford meng-ungkapkan teori atom modern yang dikenal
sebagai model atom Rutherford.
Inti atom yang bermuatan positif dan elektron-elektron yang bermuatan negatif dan
mengelilingi inti.
b. Semua proton terkumpul dalam inti atom, dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
c. Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Hampir semua massa atom
terpusat pada inti atom yang sangat kecil.
tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori
fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama –
kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti
a. atom adalah bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi
d. reaksi kimia melibatkan pemisahan atau penggabuangan atau penyusunan kembali atom-
atom
a. Dalton
b. Thomson
c. Rutherford
d. Niels Bohr
e. Max Planck
b. 80
c. 45
d. 30
e. 115
a. 0p1
b. 1n0
c. 0n1
d. 0e1
e. 1e0
SOAL-SOAL TENTANG STRUKTUR ATOM DAN JAWABANNYA
Jawaban : a
Teori atom dalton merupakan teori atom pertama yang dilandasi data ilmiah. Pokok – pokok
teori atom Dalton diantaranya :
Reaksi kimia merupakan pemisahan, penggabungan, atau penyusunan kembali atom-atom,
sehingga atom tidak bisa dibuat atau dimusnahkan.
2. Kulit-kulit atom bukan merupakan kedudukan yang pasti dari suatu elektron, melainkan
hanyalah suatu kebolehjadian elektron. Pernyataan ini dikemukakan oleh . . . .
a. Heisenberg
b. Niels bohr
c. Rutherford
d. J.J Thomson
e. Goldstein
Jawaban : a
Teori ketidakpastian heisenberg menyatakan bahwa kedudukan dan kecepatan gerak
elektron tidak dapat ditentukan secara pasti, yang dapat ditentukan hanyalah kemungkinan
terbesarnya atau probabilitasnya.
3. Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain sambil menyerap atau
memancarkan energi. Teori ini merupakan penyempurnaan teori atom Rutherford yang
dikemukakan oleh . . . .
a. Becquerel
b. Bohr
c. Dalton
d. Rontgen
e. Thomson
Jawab : b
Niels Bohr, seorang fisikawan, melakukan percobaan spektrum hidrogen untuk memperbaiki
teori atom Rutherford. Hasil percoban Bohr menyimpulkan beberapa hal, diantaranya :
Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain sambil menyerap atau
memancarkan energi.
Jawab : a
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan penyebab elektron tidak jatuh ke dalam
inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran
energi. Oleh karenanya, energi elektron lama-kelamaan akan berkurang dan lintasannya
makin lama mendekati inti kemudian jatuh ke dalam inti.
5. Rutherford mengemukakan bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan
positif. Hasil tersebut diperoleh setelah melakukan percobaan dengan . . . .
a. Tabung sinar katoda
b. Tabung sinar anoda
c. Penembakan gas helium
d. Hamburan sinar alfa dari uranium
e. Tabung sinar katoda yang dimodifikasi
Jawab : d
Teori atom Rutherford muncul berdasarkan eksperimen hamburan sinar alfa dari uranium.
6. Model atom Dalton digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif. Kelemahan
model atom ini adalah . . . .
a. Belum menggambarkan letak dan lintasan elektron dalam suatu atom
b. Belum mengemukakan adanya partikel penyusun atom
c. Dalton tidak mampu mnerangkan penyebab elektron tidak jatuh ke inti atom
d. Hanya tepat untuk atom dengan nomor atom kecil.
e. Atomnya digambarkan sebagai bola yang berbentuk bulat masif
Jawab : a.
Kelemahan model atom Dalton adalah Belum menggambarkan letak dan lintasan elektron
dalam suatu atom.
7. Pernyataan yang tepat mengenai atom dan partikel penyusun atom adalah . . . .
a. Neutron terdapat pada kulit atom dan bergerak mengelilingi proton
b. Proton terletak pada kulit atom dan bermuatan negatif
c. Neutron terletak pada inti atom dan bergerak bersama elekron
d. Jumlah proton pada setiap atom lebih banyak dari jumlah elektronnya
e. Elektron bermuatan negatif dan tersebar dalam kulit-kulit atom
Jawab : e
Salah satu partikel penyusun atom adalah Elektron bermuatan negatif dan tersebar dalam
kulit-kulit atom
8. Gas yang digunakan oleh Eugene Goldstein pada percobaan tabung gas berkatoda
adalah . . . .
a. Klorin
b. Helium
c. Nitrogen
d. Hidrogen
e. Oksigen
Jawab : d
Eugene Goldstein, fisikawan dari jerman (1886), melakukan eksperimen menggunakan
tabung gas yang memliki katoda. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas
hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif paling kecil.
9. Pada percobaan hamburan sinar alfa melalui penembakan lempeng emas tipis,
Rutherford memperoleh hipotesis bahwa . . . .
a. Atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang
bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral.
b. Pada anoda terbentuk elektron yang berupa sinar negatif, sedangkan di katoda terbentuk
sinar positif
c. Radiasi partikel yang berdaya tembus tinggi dan bersifat netral mempunyai massa hampir
sama dengan dengan massa proton disebut neutron
d. Atom terdiri atas partikel bermuatan negatif yang dapat dibelokkan ke arah kutub positif
medan listrik
e. Atom dalam suatu unsur memiliki sifat yang sama, sedangkan atom suatu unsur berbeda
memiliki sifat berbeda.
Jawab : a
Pada percobaan hamburan sinar alfa melalui penembakan lempeng emas tipis, Rutherford
memperoleh hipotesis bahwa Atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif dan
dikelilingi elektron yang bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral.
10. Sebuah atom dari suatu unsur memuat nomor yang sama, yaitu. . . .
a. Elektron dan neutron
b. Elektron dan proton
c. Neutron dan proton
d. Elektron, proton dan neutron
e. nucleon dan neutron
Jawab : b.
Sebuah atom dari suatu unsur memuat nomor yang sama pada proton dan elektron.
11. Atom Natrium mempunyai nomor massa 23 dan nomor atom 11. Atom ini mempunyai . .
..
a. 11 neutron
b. 11 proton
c. 12 elektron
d. 23 neutron
e. 23 elektron
Jawab : b
nomor atom sama dengan nomor proton
12. Semua isotop dari suatu unsur mempunyai persamaan dalam hal . . . .
a. Jumlah proton
b. Jumlah neutron
c. Juumlah nucleus
d. Jumlah proton dan neutron
e. Jumlah elektron dan neutron
Jawab : a
isotop yaitu atom yang mempunyai nomor atom yang sama atau nomor proton yang sama,
tetapi memiliki nomor massa yang berbeda.
13. Jika nomor massa unsur A adalah 30 dan A mempunyai elektron sebanyak 12 maka
jumlah neutron unsur A adalah . . . .
a. 12
b. 15
c. 18
d. 24
e. 30
Jawab : c
untuk menentukan neutron adalah nomor massa dikurangi nomor proton. Jumlah nomor
proton sama dengan jumlah nomor elektron.
14. Jumlah neutron dalam suatu atom dengan nomor atom 18 dan nomor massa 40
adalah . . . .
a. 40
b. 30
c. 22
d. 20
e. 18
Jawab : 22
untuk menentukan neutron adalah nomor massa dikurangi nomor atom atau proton.
15. Apabila jumlah elektron valensi suatu unsur yang berada pada kulit ketiga adalah 7,
nomor atom unsur tersebut adalah . . . .
a. 8
b. 17
c. 18
d. 20
e. 25
Jawab : b
KLM
2 8 7
16. Diantara unsur di bawah ini yang mempunyai elektron valensi paling sedikit yaitu unsur
dengan lambang . . . .
a. 13X
b. 15X
c. 17X
d. 19X
e. 20X
Jawab : d
elektron valensinya adalah satu
KLMN
2 8 8 1
17. Nomor atom unsur Cl = 17. Banyaknya elektron valensi yang terdapat dalam ion Cl-
adalah . . . .
a. 2
b. 7
c. 8
d. 10
e. 12
Jawab : b
KLM
2 8 7
18. Suatu unsur mempunyai jumlah kulit 3 dan elektron valensi 6, unsur tersebut mempunyai
nomor atom . . . .
a. 14
b. 16
c. 18
d. 20
e. 22
Jawab : b
KLM
2 8 6
jika dijumlah sama dengan 16.
19. Pasangan unsur- unsur di bawah ini memiliki jumlah elektron valensi sama kecuali . . . .
a. 6C dan 14Si
b. 11Na dan 19K
c. 12Mg dan 30Zn
d. 5B dan 21Sc
e. 7N dan 17Cl
Jawab : e
7N konfigurasi elektronnya 2 5, elektron valensinya 5
17Cl konfigurasi elektronnya 2 8 7, elektron valensinya 7
20. Di antara unsure-unsur 20A, 16B, 14C, 10D, dan 6E, pasangan unsur yang memiliki
elektron valensi sama adalah . . . .
a. A dan C
b. A dan D
c. B dan C
d. B dan E
e. C dan E
Jawab : e
elektron valensinya sama-sama 4.
Jumlah elektron yang tidak berpasangan dalam atom Cr dengan nomor atom
24 sebanyak ....
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
2. Bilangan kuantum yang mungkin dimiliki oleh sebuah elektron adalah ….
A. n = 3, l = 3, m = 1, s = ½
B. n = 1, l = 1, m = 3, s = - ½
C. n = 3, l = 2, m = 3, s = - ½
D. n = 2, l = 0, m = 1, s = ½
E. n = 2, l = 1, m = 1, s = ½
3. Diantaraharga-harga keempat bilangan kuantum di bawah ini yang mungkin untuk
pengisian elektron pada orbital 3p adalah …
A. n = 3 l = 3 m = -1 s = + ½
B. n=3l=1m=0s=-½
C. n = 3 l = 1 m = -3 s = + ½
D. n = 3 l = 1 m = -2 s = - ½
E. n = 3 l = 2 m = +1 s = + ½
4. Diantara harga-harga keempat bilangan kuantum di bawah ini yang tidak mungkin
dimiliki oleh sebuah elektron adalah ….
A. n=3l=0m=0s=+½
B. n = 2 l = 1 m = -1 s = - ½
C. n = 3 l = 2 m = +2 s = + ½
D. n = 2 l = 2 m = -2 s = - ½
E. n = 3 l = 2 m = +1 s = + ½
5. Jumlah orbital maksimum yang dimiliki oleh atom yang memiliki bilangan kuantum
utama 3 dan bilangan kuantum azimuth 2 adalah ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
6. Suatu elektron memiliki harga bilangan kuantum m = -2. Maka elektron tersebut
yang mungkin terletak pada …
A. 5s
B. 2s
C. 3s
D. 4d
E. 3p
7. Elektron yang memiliki harga bilangan kuantum magnetik m = 2; maka elektron
tersebut yang pasti akan memiliki bilangan kuantum ….
A. l=0
B. l=1
C. n=3
D. n=2
E. n=1
8. Ion Ca2+ dan unsur Ar (nomor atom Ca = 20 dan Ar = 18) mempunyai kesamaan
dalam hal….
A. konfigurasi elektron
B. jumlah proton
C. jumlah neutron
D. jumlah partikel
E. sifat kimianya
9. Unsur X :1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 bila berikatan dengan unsur Y : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p3, membentuk senyawa :
A. isoton
B. isotop
C. isobar
D. isokhor
E. isomer
2. Suatu unsur X dengan nomor atom 27 mempunyai jumlah orbital ..................
A. 8
B. 10
C. 13
D. 14
E. 15
3. Dalam atom Ni dengan nomor atom 28 terdapat elektron yang tidak berpasangan
sebanyak............
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
4. Elektron terakhir dari atom X mempunyai bilangan kuantum n = 3, l = 2, m = - 2, s =
- 1/2. Jika 5,6 gr X tepat bereaksi dengan 0,1 mol H2SO4 menghasilkan XSO4 dan H2 maka
neutron yang ada dalam inti atom X adalah.............
A. 65
B. 45
C. 35
D. 30
E. 18
5. Nomor atom Al = 13, maka jumlah elektron ion Al3+ adalah....................
A. 18
B. 15
C. 13
D. 12
E. 10
6. Ion X+ mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6. Harga keempat bilangan
kuantum elektron valensi dari atom X adalah
A. 45, 45, 58
B. 45, 103, 58
C. 45, 58, 48
D. 45, 58, 45
E. 45, 58, 42
8. Elektron terakhir dari atom suatu unsur mempunyai bilangan kuantum n=3, l=2, m=0,
s=-1/2. Nomor atom unsur tersebut adalah ...........
A. 25
B. 26
C. 27
D. 28
E. 29
9. Konfigurasi elektron ion L3+ adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3. Dalam SPU unsur X
terletak pada periode....dan golongan .........
A. 3/VIB
B. 3/VIIA
C. 4/VIIIB
D. 4/IVA
E. 4/IVB
10. Elektron terakhir dalam atom suatu unsur mempunyai bilangan kuantum n=4, l=2,
m=-1, s=+1/2. Unsur tersebut dalam SPU terletak pada golongan.............periode...............
A. IIB/5
B. IVB/4
C. IVA/4
D. IVB/5
E. IIB/4
11. Hal yang tidak tepat mengenai perubahan dari kiri ke kanan dalam satu periode untuk
golongan utama adalah............
A. VIIIB/4
B. VIIB/4
C. VIB/3
D. VIIIA/4
E. VIIA/3
13. Diantara unsur-unsur 4A, 12B, 18C dan 16D yang terletak dalam golongan yang
sama pada SPU adalah..............
A. A dan B
B. A dan C
C. B dan C
D. B dan D
E. A dan D
14. Jika jari-jari atom unsur-unsur Li, Na, K, Be dan B secara acak dalam angstrom ialah
2,01; 1,57; 1,23; 0,80; 0,90 maka jari-jari atom Li sama dengan
A. 2,03
B. 1,57
C. 1,23
D. 0,89
E. 0,8
15. Pasangan unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah unsur dari
golongan ...........
A. IA & VIIIA
B. IIA & VIIA
C. IIIA & IIIA
D. IA & IIA
E. VIA & VIIA
16. Pasangan senyawa berikut yang memiliki ikatan ion adalah.............................
A. XY6, ion
B. XY2, kovalen
C. X2Y, ion
D. X2Y, kovalen
E. XY2, ion
18. Senyawa berikut yang memiliki ikatan ion adalah ................
A. H2O
B. CCl4
C. CaCl2
D. H2SO4
E. NH3
19. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah..................
A. Mg3N2
B. SO2
C. N2
D. CH4
E. CO2
20. Jenis ikatan yang tidak mungkin terjadi antara non logam dengan non logam
adalah..............
A. Ikatan ion
B. Ikatan kovalen tunggal
C. Ikatan kovalen rangkap dua
D. Ikatan kovalen rangkap tiga
E. Ikatan kovalen koordinasi
21. Dalam ikatan PCl5 terdapat pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat
adalah..................
A. 1
B. 2
C. 3
D. 5
E. tidak ada pasangan elektron bebas
22. Senyawa yang memiliki 4 pasangan elektron terikat dan 2 pasang elektron bebas di
sekitar atom pusat adalah ..................
A. CH4
B. XeF4
C. SCl6
D. PBr5
E. ICl3
23. Dalam senyawa H2SO4 terdapat ikatan kovalen tunggal dan ikatan kovalen
koordinasi masing-masing sebanyak...............
A. 6,0
B. 5,1
C. 4,2
D. 3,3
E. 2,4
24. Diantara unsur di bawah ini yang mempunyai kecenderungan menerima elektron
untuk membentuk konfigurasi elektron yang stabil adalah .....................
A. 10X
B. 11Y
C. 17Z
D. 18A
E. 19B
25. Unsur yang elektron terakhirnya memiliki bilangan kuantum n = 3, l=2, m=1, s=+1/2
dalam SPU terletak pada golongan/periode...........
A. IVB/4
B. VIB/4
C. VIIIB/4
D. VIIIB/4
E. IIB/4
26. Ion M3+ mempunyai konfigurasi elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d5. Pernyataan
yang tidak benar mengenai unsur M adalah ..........
A. VIA/4
B. VIIA/4
C. VIIIA/4
D. IA/4
E. IIA/4
28. Unsur fofforus ( Z=15) dan unsur argon (Z=18) mempunyai kesamaan dalam
hal.....................
A. nomor periode
B. nomor golongan
C. bilangan oksidasi paling rendah
D. subkulit terakhir yang diisi oleh elektron
E. jumlah elektron yang tidak berpasangan
29. raksa dalam SPU terletak pada golongan IIB periode 6. elektron terakhir atom raksa
memiliki bilangan kuantum yaitu .............
A. n = 5, l = 2, m = +2, s = – ½
B. n = 5, l = 2, m = +2, s = + ½
C. n = 6, l = 0, m = 0, s = – ½
D. n = 6, l = 0, m = 0, s = + ½
E. n = 6, l = 2, m = +2, s = – ½
30. Sulfida di bawah ini yang mengandung ikatan kovalen adalah.............
A. Na2S
B. BaS
C. Al2S3
D. CS2
E. PbS
31. Diantara kelompok senyawa berikut, kelompok yang semua anggotanya bersifat
polar adalah.................
A. golongan IVA
B. aktinida
C. golongan IVB
D. lantanida
E. golongan VIB
34. Jumlah elektron yang tidak berpasangan yang paling banyak akan dijumpai pada
golongan................
A. VA
B. VIA
C. VB
D. VIB
E. VIIB
35. Suatu atom unsur Xmempunyai susunan elektron 1s2, 2s2, 2p6, 3s2, 3p6, 3d5, 4s1
unsur tersebut adalah...........
A. logam alkali
Unsur tersebut adalah … .
B. unsur halogen
C. unsur golongan IB
D. unsur transisi
E. salah satu unsur lantanida
36. Jika unsur A membentuk senyawa yang stabil A(NO3)2, maka konfigurasi elektron
unsur tersebut adalah .................
A. 74 elektron
B. Nomor massa = 53
C. 127 proton
D. 74 proton
E. Nomor massa = 127
38. Unsur X dengan konfigurasi elektron 2, 8, 8, 4 dapat membentuk ikatan kovalen
dengan unsur yang konfigurasi elektronnya ....
A. 2, 8, 1
B. 2, 8, 2
C. 2, 8, 7
D. 2, 8
E. 2
39. Senyawa kovalen dapat terbentuk antara unsur-unsur dengan nomor
atom ....
A. 11 dengan 3
B. 8 dengan 11
C. 8 dengan 16
D. 11 dengan 17
E. 12 dengan 8
40. Senyawa kovalen non polar terdapat pada senyawa ..............
A. HCl
B. HBr
C. CCl4
D. HF
E. NH3
Struktur Atom dan Konfigurasi Elektron
(1) Soal Ebtanas Tahun 2001
Pasangan unsur - unsur berikut ini yang memiliki elektron valensi sama yaitu...
A. 3Li dan 13Al
B. 11Na dan 19K
C. 12Mg dan 30Zn
D. 5B dan 21Sc
E. 7N dan 17Cl
(2) Soal Ebtanas Tahun 2002
Unsur klor dengan lambang 3517Cl mengandung....
A. 17 n, 18 p
B. 17 n, 35 p
C. 18 n, 17 p
D. 18 n, 35 p
E. 35 n, 17 p
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi komponen yang lebih sederhana
melalui reaksi kimia.
Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari dua atau lebih unsur melalui. Dengan cara-
cara tertentu. Senyawa dapat diuraikan menjadi zat yeng lebih sederhana dan bahkan bisa
menjadi unsur-unsur pembentukan. Misalnya gula merupakan senyawa yang terdiri dari
unsur karbon, unsur hidrogen dan unsur oksigen, jika gula kadar akan terurai menjadi
senyawa yang lebih sederhana yaitu karbon oksida dan uap air. Contoh lain (air, asam cuka
dan lain-lain)
Perubahan fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau
ukuran, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru.
a. Proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan
sebagainya menjadi makanan.
Contoh lain perubahan kimia adalah proses pembusukan dan pembakaran, Zat yang
dihasilkan sepenuhnya senyawa kimia baru.
[Link]
[Link]
Pilih satu jawaban untuk soal di bawah ini :
e. Segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang serta bersifat
dapat diindera
e. Udara tak dapat dilihat, didengar, dan dirasa tetapi dapat diraba
4. Manakah di antara kedua materi berikut yang memiliki sifat kimia yang sama
a. Es dan air
5. Air memiliki massa jenis 1. Berarti setiap 1 L air memiliki massa sebesar
a. 1 mg
b. 1 g
c. 1 ons
d. 1 mL
e. 1 kg
a. I,II,III
b. I, III, IV
c. I, II, III, IV
d. I,II,IV
e. II, III, IV
I. besi berkarat
V. bensin terbakar
a. I, IV, V
b. II, III, V
c. II, III, IV
d. I, III, V
e. I, II, IV
a. pelapukan
b. pelelehan
c. fotosintesis
d. peragian
e. pembakaran
a. fermentasi
b. pemyubliman
c. pembekuan
d. penguapan
e. pengembunan
a. penguapan
b. penyubliman
c. pembekuan
d. pelelehan
e. pengembunan