0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan15 halaman

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Puskesmas 2025

Dokumen ini menjelaskan Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) di UPT Puskesmas Bantur untuk tahun 2025, yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang aman dan mendukung bagi pasien, staf, dan pengunjung. Program ini mencakup pengelolaan risiko keselamatan, keamanan fasilitas, dan pengelolaan bahan berbahaya, serta pelatihan staf untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, dokumen ini juga mencakup kegiatan, cara pelaksanaan, sasaran, dan rencana anggaran untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

ardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan15 halaman

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Puskesmas 2025

Dokumen ini menjelaskan Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) di UPT Puskesmas Bantur untuk tahun 2025, yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang aman dan mendukung bagi pasien, staf, dan pengunjung. Program ini mencakup pengelolaan risiko keselamatan, keamanan fasilitas, dan pengelolaan bahan berbahaya, serta pelatihan staf untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, dokumen ini juga mencakup kegiatan, cara pelaksanaan, sasaran, dan rencana anggaran untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

ardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

MANAJEMEN FASILITAS DAN


KESELAMATAN (MFK) PUSKESMAS

UPT PUSKESMAS BANTUR


DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALANG
TAHUN 2025
PROGRAM KERJA
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK)
UPT PUSKESMAS BANTUR
TAHUN 2025

I. PENDAHULUAN
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan meupakan bagian dari sumber
daya kesehatan yang diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya
kesehatan. Penyelenggara pelayanan kesehatan di Puskesmas mempunyai karakteristik
dan organisasi yang sangat kompleks. Beberapa jenis tenaga kesehatan dengan
perangkat keilmuannya masing-masing bersinergi satau bersinergi satu sama lain. Ilmu
pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus
diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu.
Membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Puskesmas. Puskesmas harus
mampu memberikan pelayanan pasien yang lebih aman. Termasuk di dalamnya asesmen
risiko, identifikasi, dan manajemen risiko terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden,
kemampuan untuk belajardan menindaklanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk
mengurangi serta meminimalisirtimbulnya risiko.

II. LATAR BELAKANG


Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan / atau tempat yang
digunakanuntuk menyelenggaran upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif,
kuratif maupunrehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, permerintah daerah,
dan/atau masyarakat (UU no.36 Tahun Tentang Kesehatan 2009, psl 1 angka 7).
Salah satu tempat yang digunakan untuk menyelengarakan upaya kesehatan adalah
Puskesmas. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka
keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan harus mencukupi. Di samping ketersediaan
fasilitas pelayanan kesehatanyang cukup, kualitas lingkungan juga merupakan hal yang
penting dalam pencapaian derajat kesehatan. Puskesmas sebagai tempat kerja harus
mengupayakan kesehatan dan keselamatankerja pegawainya. Di sisi lain Puskesmas harus
memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian,
dan peralatan (UU No.44 Tahun 2009, psl 7ayat 1). Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan (MFK) sebagai salah satu standar yang turut dinilai dalam Akreditasi
Puskesmas mempunyai kontribusi yang cukup menentukan status akreditasi. Olek karena
itu Standar Manajeman Fasilitas dan Kesehatan (MFK) harus diupayakan memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan.

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tersedianya fasilitas yang aman, berfungsi dan mendukung bagi pasien,
keluarga, staf dan pengunjung.
2. Tujuan Khusus
Mengelola resiko lingkungan di mana pasien dirawat dan staf bekerja.
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Keselamatan Fasilitas;
Pengelolaan dan pengawasan bangunan, prasarana, fasilitas, area konstruksi, lahan,
dan peralatan Puskesmas tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien, staf, atau
pengunjung.
2. Keamanan Fasilitas ;
Perlindungan dari kehilangan, kerusakan, gangguan, atau akses atau penggunaan yang
tidak sah.
3. Bahan dan Limbah Berbahaya (B3);
Pengelolaan B3 termasuk penggunaan radioaktif serta bahan berbahaya lainnya
dikontrol, dan limbah berbahaya dibuang dengan aman.
4. Proteksi kebakaran;
Melakukan penilaian risiko yang berkelanjutan untuk meningkatkan perlindungan
seluruh aset, properti dan penghuni dari kebakaran dan asap.
5. Penanganan kedaruratan dan bencana:
Risiko diidentifikasi dan respons terhadap epidemi, bencana, dan keadaan darurat
direncanakan dan efektif, termasuk evaluasi integritas struktural dan non struktural
lingkungan pelayanan dan perawatan pasien.
6. Peralatan medis:
Peralatan medis dipilih, dipelihara, dan digunakan dengan cara yang aman dan selamat
untuk mengurangi risiko.
7. Sistem utilitas:
Pengelolaan Listrik, air, gas medik dan sistem utilitas lainnya dipelihara untuk
meminimalkan risiko kegagalan pengoperasian.
8. Konstruksi dan renovasi:
Risiko terhadap pasien, staf, dan pengunjung diidentifikasi dan dinilai selama
konstruksi, renovasi, pembongkaran, dan aktivitas pemeliharaan lainnya.
9. Pelatihan:
Seluruh staf di rumah sakit dan para tenant/penyewa lahan dilatih dan memiliki
pengetahuan tentang pengelolaan fasilitas rumah sakit.
10. Pengawasan pada para tenant/penyewa lahan yang melakukan kegiatan di dalam area
lingkungan rumah sakit.

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Keselamatan Fasilitas
a. Pengelolaan risiko keselamatan di lingkungan rumah sakit secara komprehensif
b. Penyediaan fasilitas pendukung yang aman untuk mencegah kecelakaan dan cedera,
penyakit akibat kerja, mengurangi bahaya dan risiko, serta mempertahankan kondisi
aman bagi pasien, keluarga, staf, dan pengunjung;
c. Pemeriksaan fasilitas dan lingkungan (ronde fasilitas) secara berkala dan dilaporkan
sebagai dasar perencanaan anggaran untuk perbaikan, penggantian atau “upgrading.
d. .Membuat daftar risiko/risk register terkait keselamatan di Puskesmas.
e. Melaporkan hasil pemantauan risiko keselamatan kepada pimpinan Puskesmas.
f. Bersama Komite K3 menyusun program kerja Kesehatan dan keselamatan kerja
2. Keamanan Fasilitas
a. Pemberian identitas (badge nama sementara atau tetap) pada pasien, staf, pekerja
kontrak, tenant/penyewa lahan, keluarga (penunggu pasien), atau pengunjung
(pengunjung di luar jam besuk dan tamu Puskesmas)
b. Pemeriksaan dan pemantauan keamanan fasilitas dan lingkungan secara berkala
c. Pemantauan dilakukan petugas keamanan (sekuriti) dan atau
memasang kamera sistem CCTV.
d. Membuat daftar risiko/risk register terkait keamanan di Puskesmas.
e. Melakukan pemantauan risiko keamananan.
f. Melaporkan hasil pemantauan risiko keamanan kepada pimpinan Puskesmas.

3. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Serta Limbahnya


a. Inventarisasi B3 serta limbahnya yang meliputi jenis, jumlah, simbol dan lokasi;
b. Penanganan, penyimpanan, dan penggunaan B3 serta limbahnya;
c. Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur penggunaan, prosedur bila
terjadi tumpahan, atau paparan/pajanan;
d. Pelatihan yang dibutuhkan oleh staf yang menangani B3;
e. Pemberian label/rambu-rambu yang tepat pada B3 serta limbahnya;
f. Pelaporan dan investigasi dari tumpahan, eksposur (terpapar), dan insiden lainnya;
g. Dokumentasi, termasuk izin, lisensi, atau persyaratan peraturan lainnya; dan
h. Pengadaan/pembelian B3 dan pemasok (supplier) wajib melampirkan Lembar Data
Keselamatan.
i. Pengelolaan limbah B3 padat sesuai dengan perundangan.
j. Pengelolaan limbah B3 cair sesuai dengan perundangan.

4. Proteksi Kebakaran
a. Melakukan pengkajian risiko kebakaran atau FSRA.
b. Penyimpanan dan penanganan bahan-2 mudah terbakar secara aman, termasuk gas-
2 medis yang mudah terbakar.
c. Pengendalian potensi bahaya dan risiko kebakaran yang terkait dengan konstruksi
apapun di atau yang berdekatan dengan bangunan yang ditempati pasien.
d. Invenytarisasi penyediaan rambu dan jalan keluar (evakuasi) yang aman.
e. Inventarisasi Penyediaan sistem peringatan dini secara pasif meliputi, detektor asap
(smoke detector), detektor panas (heat detector), alarm kebakaran, dan lain-lainnya.
f. Pengawasan larangan merokok.

5. Penanganan kedaruratan dan Bencana


a. Melakukan identifikasi risiko kemungkinan bencana internal dan eksternal, seperti
keadaan darurat masyarakat, wabah, bencana alam dan bencana lain.
b. Membuat rencana untuk penanganan kemungkinan terjadinya kedaruratan
bencana.
c. Melaksanakan ujicoba / simulasi bencana di Puskesmas secara tahunan
meliputi maksud dan tujuan dan post tes tentang uji coba tersebut.
d. Melakukan survei badan idependen terhadap fasilitas pelayanan pasien yang
terkait dengan kedaruratan komunitas, untuk menyakinkan bahwa badan idependen
mematuhi kesiapan menghadapi bencana.

6. Peralatan Medis
a. Inventarisasi peralatan medik
b. Identifikasi dan penilaian kebutuhan alat medik dan uji fungsi
c. Membuat daftar risiko/ risk register peralatan medik setiap tahun
d. Melakukan pemeriksaan, pengujian, pemeliharaan dan kalibrasi alat medik.
e. Melakukan perbaikan peralatan medik.

7. System Utilitas
a. Memastikan Puskesmas memiliki ketersedian air danlistrik 24 jam sehari, tujuh
hari seminggu.
b. Melakukan identifikasi area pelayanan yang beresikotinggi mengalami gagguan
listrik dan air, serta melakukan pencegaan bila terjadi gangguan listrik dan air
dengancara membuat perencanaan sumber listrik dan air alternatif bila dalam
keadaan emergensi.
c. Membuat jadwal dan melaksanakan ujicoba sumber air dan listrik alternatif
sekurang-kurangnya setahun sekaliatau sesuai dengan undang-undang yang
berlaku sertamendokumentasikan hasil ujicoba tersebut.
d. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hasil pemeriksaan, ujicoba dan
pemeliharaan sistem pendukung, limbah, gas medis, ventilasi dan sistem kunci(tata
cara / juknis) secara teratur.
e. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air petugas yang kompeten
atauotoritas yang berwenang.
f. Melakukan tindak lanjut terhadap dokumentasi hasil monitoring sistem
manajemen pendukung, kemudian dikumpulkan untuk di gunakan sebagai
perencanaan dan peningkatan sistem manajemen pendukung.

8. Kontruksi dan renovasi


a. Melakukan penilaian risiko prakontruksi/ Pre Contruction Risk Assesment (PCRA),
selama konstruksi, renovasi, pembongkaran, dan aktivitas pemeliharaan lainnya.
b. Menevaluasi penilaian risiko, mengembangkan rencana dan penerapan tindakan
pencegahan risiko yang timbul.

9. Pelatihan
a. Melakukan pelatihan selutuh staf di Puskesmas dan lainnya tentang pengelolaan
fasilitas Puskesmas, program keselamatan, dan peran staf dalam memastikan
keamanan dan keselamatan fasilitas.

10. Pengawasan tenant


Melakukan pengawasan tenant/penyewa lahan di lingkungan Puskesmas terkait
penerapan program MFK.
VI. SASARAN
1. Terpenuhinya perizinan fasilitas sesuai peraturan perundangan.
2. Puskesmas mampu mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas fasilitas
keselamatan, kesehatan dan keamanan lingkungan.
3. Pasien dan Keluarga mendapatkan pelayanan yang memuaskan serta keamanan dan
keselamatannya terjamin.
4. Semua staf mampu melakukan pemeliharaan fasilitas yang ada diunit.
VII. JADWAL DAN ANGGARAN
10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 Rencana Anggaran
No Jenis Kegiatan/Program
2025 2026
Keselamatan
1

a. Pengelolaan risiko keselamatan di x x x x x x x x x x x


lingkungan Puskesmas BLUD
b. Penyediaan fasilitas pendukung x BLUD
yang aman
c. Pemeriksaan fasilitas dan x x x x x x x x x x x BLUD
lingkungan (ronde fasilitas) secara
berkala
d. Menyusun hasil pemantauan risiko x x 0
keselamatan dan bukti laporan
setiap 6 (enam) bulan kepada
pimpinan Puskesmas.
e. Membuat daftar risiko/risk register 0
terkait keselamatan di Puskesmas
f. Bersama Komite K3 menyusun x 0
program kerja Kesehatan dan
keselamatan kerja.
Keamanan
2

a. Pemberian identitas (badge nama x x x x x x x x x x x BLUD


sementara atau tetap) pada pasien,
staf, pekerja kontrak,
tenant/penyewa lahan, keluarga
(penunggu pasien), atau
pengunjung (pengunjung di luar
jam besuk dan tamu Puskesmas)
b. Pemeriksaan dan pemantauan x x x x x x x x x x x x 0
keamanan fasilitas dan lingkungan
secara berkala
c. Pemantauan dilakukan petugas x x x x x x x x x x x x 0
keamanan (sekuriti) dan atau
memasang kamera sistem CCTV.
d. Membuat daftar risiko/risk register x 0
terkait keamanan di Puskesmas.
e. Melakukan pemantauan risiko x x x x x x x x x x x x 0
keamananan.
f. Melaporkan hasil pemantauan x x 0
risiko keamanan kepada
pimpinan Puskesmas.

3. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Serta Limbahnya


a. Inventarisasi B3 serta limbahnya x x BLUD
yang meliputi jenis, jumlah, simbol
dan lokasi;
b. Penanganan, penyimpanan, dan x x x x x x x x x x x x 0
penggunaan B3 serta limbahnya;
c. Penggunaan alat pelindung diri x x x x x x x x x x x x 0
(APD) dan prosedur penggunaan,
prosedur bila terjadi tumpahan,
atau paparan/pajanan;
d. Pengadaan/pembelian B3 dan x x x x x x x x x x x x 0
pemasok (supplier) wajib
melampirkan Lembar Data
Keselamatan
e. Pelaporan dan investigasi dari x x x x x x x x x x x x 0
tumpahan, eksposur (terpapar), dan
insiden lainnya;
f. Dokumentasi, termasuk izin, x x x x x x x x x x x x BLUD
lisensi, atau persyaratan peraturan
lainnya;
g. Pemberian label/rambu-rambu x x x x x x x x x x x x BLUD
yang tepat pada B3 serta
limbahnya;
h. Pelatihan yang dibutuhkan oleh x BLUD
staf yang menangani B3;

4. Proteksi Kebakaran
a. Melakukan pengkajian risiko x x x x x x x x x x x x 0
kebakaran atau FSRA
b. Pengendalian potensi bahaya dan x x x x x x x x x x x x BLUD
risiko kebakaran yang terkait
dengan konstruksi apapun di atau
yang berdekatan dengan bangunan
yang ditempati pasien.
c. Inventarisasi penyediaan rambu x x BLUD
dan jalan keluar (evakuasi) yang
aman.
d. Inventarisasi Penyediaan sistem x x BLUD
peringatan dini secara pasif
meliputi, detektor asap (smoke
detector), detektor panas (heat
detector), alarm kebakaran, dan
lain-lainnya.
e. Penyimpanan dan penanganan x x x x x x x x x x x x 0
bahan-2 mudah terbakar secara
aman, termasuk gas-2 medis yang
mudah terbakar
f. Pengawasan larangan merokok x x x x x x x x x x x x 0

5. Penanganan Kedaruratan dan Bencana


a. Menentukan jenis bencana yang x 0
kemungkinan terjadi dan
konsekuensi
bahaya, ancaman, dan kejadian
b. Menetukan integritas struktural x 0
dan non struktural di lingkungan
pelayanan pasien yang ada dan
bagaimana bila terjadi bencana
c. Menentukan peran rumah sakit x 0
dalam peristiwa/kejadian tersebut
d. Menentukan strategi komunikasi x 0
saat kejadian.
e. Mengelola sumber daya selama x BLUD
kejadian termasuk sumber-sumber
alternatif;
f. Mengelola kegiatan klinis selama x BLUD
kejadian termasuk tempat
pelayanan alternatif pada waktu
kejadian
g. Mengidentifikasi dan penetapan x 0
peran serta tanggung jawab staf
selama kejadian
h. Proses mengelola keadaan darurat x 0
ketika terjadi konflik antara
tanggung jawab pribadi staf dan
tanggung jawab rumah sakit untuk
tetap menyediakan pelayanan
pasien termasuk kesehatan mental
dari staf
6. Peralatan Medis
a. Melakukan Identifikasi dan x x 0
penilaian kebutuhan alat medik dan
uji fungsi
b. Melakukan inventarisasi x x 0
c. Melakukan pemeriksaan x x x x x x x x x x x x 0
d. Melakukan pengujian 0
e. Melakukan pemeliharaan preventif x x x x x x x x x x x x BLUD
dan kalibrasi
7. System Utilitas
a. Daftar inventaris sistem utilitas x x x x x x x x x x x x BLUD
pemeriksaan, pemeliharaan, serta
perbaikan system utilitas
b. Membuat jadwal pemeriksaan, uji x 0
fungsi, dan pemeliharaan semua
sistem utilitas
c. Pelabelan pada tuas-tuas dan x BLUD
sistem control utilitas
8. Konstruksi dan Renovasi
a. Penilaian risiko prakontruksi 0
(PCRA) bila ada rencana
konstruksi, renovasi dan demolisi
b. Rencana penanganan risiko BLUD
(strategi pengendalian/penanganan
risiko) pada konstruksi, renovasi
dan demolisi.
c. Pemantauan kepatuhan kontraktor 0

9. Pelatihan
a. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
program manajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait
keselamatan
b. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
program manajemen fasilitas dan
keamanan (MFK) terkait
keselamatan
c. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
programmanajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait
pengelolaan B3 dan limbahnya
d. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
programmanajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait
proteksi kebakaran
e. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
program manajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait
penanganan kedaruratan dan
bencana

f. Pelatihan untuk semua staf x BLUD


tentang program manajemen
fasilitas dan keselamatan (MFK)
terkait
peralatan medis
g. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
program manajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait system
utilitas
h. Pelatihan untuk semua staf tentang x BLUD
program manajemen fasilitas dan
keselamatan (MFK) terkait
konstruksi dan renovasi
10. Pengawasan Tenant/Penyewa Lahan
a. Pengawasan keselamatan dan 0
keamanan
b. Pengawasan terhadap B3 dan 0
limbahnya
c. Pengawasan sarana proteksi 0
kebakaran
d. Edukasi staf penyewa terhadap 0
kesiapsiagaan terhadap bencana
yang timbul
Jumlah Anggaran BLUD
VIII. EVALUASI
1. Evaluasi pelaksanaan dan kegiatan pelaporan kegiatan dilakukan tiap bulan.
2. Monitoring program dilaksanakan 3 bulan sekali

IX. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Dalam melaksanakan kegiatan /pemeliharaan melakukan beberapa pencatatan
sebagai fungsi kontrol, Kartu Pemeliharaan, Format inspeksi/pemeriksaan.
2. Pada akhir masa program dilakukan evaluasi program dan dibuatkan laporannya
untuk disampaikan kepada Puskesmas.

Mengetahui
Kelapa UPT Puskesmas Bantur Penanggung Jawab MFK

Soebagiono, [Link]., [Link]. Ns Distya Ardiansyah

Anda mungkin juga menyukai