Kata pengantar
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa, karena atas rahmat dan
karunia-nya modul pembelajaran ini dapat disusun dengan baik.
Modul ini berjudul “pengenalan civil aviation safety regulation (casr)”, disusun
sebagai bahan ajar bagi peserta didik kelas x program keahlian airframe and
powerplant di smk penerbangan sriwijaya palembang.
Modul ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendasar tentang sistem
peraturan keselamatan penerbangan sipil yang berlaku di indonesia, sebagai dasar
pembentukan kompetensi dan budaya kerja sesuai standar keselamatan internasional.
Palembang,november2025
penyusun,
zulfitri sahid hakim, s.t
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Keselamatan penerbangan (aviation safety) merupakan aspek fundamental dalam
seluruh kegiatan penerbangan. Untuk menjamin keselamatan, setiap negara anggota
international civil aviation organization (icao) diwajibkan memiliki regulasi
penerbangan nasional yang mengacu pada annex icao.
Di indonesia, regulasi tersebut dikenal sebagai civil aviation safety regulation (casr).
Casr adalah standar dan prosedur teknis yang ditetapkan oleh direktorat jenderal
perhubungan udara (dgca), kementerian perhubungan republik indonesia, guna
memastikan semua kegiatan penerbangan memenuhi tingkat keselamatan yang dapat
diterima.
1.2 tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan tujuan casr.
2. Menyebutkan struktur dan sistematika casr.
3. Mengidentifikasi part-part utama dalam casr.
4. Menjelaskan hubungan antara casr dan icao annex.
5. Menerapkan prinsip dasar keselamatan penerbangan sesuai casr.
BAB II
LANDASAN HUKUM DAN KERTERKAITAN ICAO
2.1 landasan hukum nasional
Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.
Peraturan menteri perhubungan (permenhub) mengenai keselamatan dan sertifikasi
penerbangan.
Keputusan direktur jenderal perhubungan udara yang menjabarkan penerapan teknis
casr di lapangan.
2.2 hubungan casr dengan annex icao
Casr dirancang agar sejalan dengan standar icao. Setiap annex icao memiliki padanan
dalam casr, misalnya:
Annex icao judul casr terkait
Annex 1 personnel licensing casr part 61, 63, 65, 66
annex 6 operation of aircraft casr part 91, 121, 135
annex 8 airworthiness of aircraft casr part 21, 43, 145
annex 14 aerodromes casr part 139
BAB III
STRUKTUR DAN SISTEMATIKA CASR
3.1 hierarki regulasi penerbangan
1. Undang-undang nomor 1 tahun 2009
2. Civil aviation safety regulation (casr)
3. Advisory circular (ac)
4. Manual of standard (mos)
5. Technical guidance material (tgm)
3.2 pembagian part dalam casr
Casr dibagi ke dalam beberapa bagian (part), masing-masing mengatur aspek berbeda,
seperti:
Part 1: definitions and abbreviations
Part 21: certification of products and parts
Part 43: maintenance, preventive maintenance, rebuilding, and alteration
Part 66: aircraft maintenance licensing
Part 145: approved maintenance organization
Part 147: training organization
BAB IV
PENJELASAN BEBERAPA PART UTAMA
4.1 casr part 1 – definitions and abbreviations
Mengatur seluruh istilah dan singkatan resmi yang digunakan dalam casr. Misalnya:
Amo: approved maintenance organization
Ame: aircraft maintenance engineer
Mel: minimum equipment list
4.2 casr part 21 – certification of products and parts
Mengatur tata cara sertifikasi produk, suku cadang, dan modifikasi pesawat.
Penting untuk siswa memahami proses ini karena berkaitan dengan kelaikan udara
(airworthiness).
4.3 casr part 43 – maintenance
Menjelaskan standar pekerjaan perawatan pesawat, termasuk inspeksi, overhaul, dan
perubahan minor/major.
Inilah dasar kegiatan bengkel di smk penerbangan.
4.4 casr part 66 – aircraft maintenance licensing
Menetapkan syarat dan kategori lisensi teknisi pesawat udara.
Kategori lisensi mencakup:
A: airframe
B: powerplant
C: avionics
4.5 casr part 145 – approved maintenance organization
Mengatur sertifikasi organisasi perawatan pesawat udara.
Smk perlu mencontoh sistem ini agar memiliki bengkel dengan standar amo.
4.6 casr part 147 – training organization
Menjelaskan syarat lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pelatihan teknisi.
Smk penerbangan harus menyesuaikan kurikulum dan fasilitasnya sesuai casr part 147.
BAB V
PRINSIP DASAR KESELAMATAN PENERBANGAN (SAFETY
MANAGEMENT)
5.1 safety management system (sms)
Casr mengatur penerapan safety management system (sms) yang terdiri atas empat
pilar:
1. Safety policy and objective
2. Safety risk management
3. Safety assurance
4. Safety promotion
5.2 budaya keselamatan (safety culture)
Ditekankan agar seluruh siswa memiliki sikap disiplin, patuh pada prosedur, dan
menghargai keselamatan sebagai nilai utama dalam dunia penerbangan.
5.3 sertifikasi dan logbook
proses sertifikasi
Sertifikasi dalam dunia penerbangan melibatkan:
Sertifikat individu (license)
Sertifikat organisasi (approval)
Sertifikat kelaikan udara (airworthiness certificate)
logbook
Logbook adalah catatan resmi pekerjaan perawatan pesawat.
Bagi siswa, logbook juga berfungsi sebagai bukti pelatihan praktik bengkel.