RESUME 8
Esensi BK Pada Satuan Jenjang Pendidikan Usia Dini.
Dasar, Menengah, serta Tinggi
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur dalam Mata Kuliah
Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Oleh Kelompok 1 :
Ria Husada :2123168
PAI 5E
Dosen pengampu
Vivi Isari, [Link]. I., [Link]
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UIN SJECHM. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
1447 H/2025 M
BAB I
URAIAN TEORI
A. Esensi BK Pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD)
1. Pengembangan Sosio-Emosional
Membantu anak mengenali, mengelola, dan
mengekspresikan emosi secara sehat. Mengembangkan
kemampuan berinteraksi positif dengan teman sebaya
dan orang dewasa.
2. Pengembangan Keterampilan Dasar
Melatih keterampilan motorik, bahasa, kognitif, dan
sosial yang menjadi dasar bagi keberhasilan di jenjang
pendidikan selanjutnya.
3. Identifikasi Dini
Mengenali potensi dan kesulitan yang mungkin
dialami anak, sehingga dapat diberikan intervensi yang
tepat dengan mengunakan metode, yaitu:
a. Bermain :Menggunakan permainan sebagai media
utama untuk menyampaikan pesan dan melatih
keterampilan.
b. Cerita : Membacakan cerita yang mengandung nilai-
nilai positif dan memberikan pemahaman tentang
berbagai situasi sosial.
c. Konseling Individual Sederhana: Memberikan
perhatian dan dukungan individual kepada anak yang
membutuhkan.
d. Kerjasama dengan Orang Tua: Melibatkan orang tua
dalam proses bimbingan dan memberikan informasi
2
3
serta tips tentang cara mendukung perkembangan
anak di rumah.
4. Contoh:
Seorang guru PAUD mengamati bahwa seorang anak
sering kali menarik diri dan sulit berinteraksi dengan
teman-temannya. Guru tersebut kemudian mendekati
anak tersebut secara individual, mengajaknya bermain,
dan memberikan pujian setiap kali anak tersebut
menunjukkan perilaku positif dalam berinteraksi. Guru
juga berkomunikasi dengan orang tua anak untuk
mengetahui latar belakang dan memberikan saran
tentang cara mendukung anak di rumah.
B. Esensi BK pada Satuan Jenjang Pendidikan Dasar
(SD/MI
1. Pengembangan Kemampuan Belajar
Membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar
yang efektif, mengatasi kesulitan belajar, dan
meningkatkan motivasi belajar.
2. Pengembangan Pribadi dan Sosial
Membantu siswa memahami diri sendiri,
mengembangkan rasa percaya diri, menghargai
perbedaan, dan menjalin hubungan sosial yang sehat.
3. Pengenalan Karir Dasar
Memperkenalkan berbagai jenis pekerjaan dan
profesi serta membantu siswa mengenali minat dan
bakat mereka dengan mengunakan metode, yaitu:
a. Bimbingan Klasikal: Memberikan informasi dan
pelatihan kepada siswa secara berkelompok tentang
berbagai topik, seperti cara belajar efektif,
manajemen waktu, dan pencegahan bullying.
4
b. Konseling Individual: Memberikan bantuan individual
kepada siswa yang mengalami masalah pribadi,
sosial, atau belajar.
c. Konsultasi dengan Guru dan Orang Tua:
Berkolaborasi dengan guru dan orang tua untuk
memberikan dukungan yang komprehensif kepada
siswa.
d. Kegiatan Ekstrakurikuler: Memfasilitasi kegiatan
ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan minat,
bakat, dan keterampilan sosial siswa.
4. Contoh:
Seorang siswa SD mengalami kesulitan dalam
memahami materi pelajaran matematika. Guru BK
kemudian memberikan bimbingan belajar tambahan
kepada siswa tersebut, menjelaskan konsep-konsep
matematika dengan cara yang lebih sederhana dan
memberikan latihan soal secara bertahap. Guru BK juga
berkomunikasi dengan orang tua siswa untuk
memberikan dukungan dan motivasi di rumah.
C. Esensi BK pada Satuan Jenjang Pendidikan Menengah
(SMP/MTs dan SMA/MA/SMK)
1. Pengembangan Kemandirian
Membantu siswa mengembangkan kemampuan
mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan
bertanggung jawab atas diri sendiri.
2. Pemantapan Pribadi dan Sosial
Membantu siswa memahami identitas diri,
mengembangkan nilai-nilai moral, menjalin hubungan
yang sehat, dan menghindari perilaku berisiko.
3. Perencanaan Karir
5
Membantu siswa mengenali minat, bakat, dan
potensi diri, serta memberikan informasi tentang
berbagai pilihan pendidikan dan karir dengan
menggunakan metode, yaitu:
a. Bimbingan Klasikal: Memberikan informasi dan
pelatihan kepada siswa secara berkelompok tentang
berbagai topik, seperti perencanaan karir, kesehatan
reproduksi, pencegahan penyalahgunaan narkoba,
dan keterampilan komunikasi.
b. Konseling Individual: Memberikan bantuan individual
kepada siswa yang mengalami masalah pribadi,
sosial, belajar, atau karir.
c. Konseling Kelompok: Memfasilitasi kelompok diskusi
atau terapi kelompok untuk membantu siswa saling
berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain.
d. Tes Psikologi: Menggunakan tes psikologi untuk
mengidentifikasi minat, bakat, kepribadian, dan
potensi karir siswa.
e. Kunjungan Industri: Mengadakan kunjungan ke
berbagai perusahaan atau institusi pendidikan untuk
memberikan gambaran tentang dunia kerja dan
pendidikan tinggi.
4. Contoh:
Seorang siswa SMA merasa bingung dalam
memilih jurusan kuliah. Guru BK kemudian memberikan
konseling karir individual kepada siswa tersebut,
melakukan tes minat dan bakat, memberikan informasi
tentang berbagai jurusan kuliah dan prospek kerjanya,
6
serta membantu siswa membuat rencana karir yang
realistis.
D. Esensi BK pada Satuan Jenjang Pendidikan Tinggi
1. Pengembangan Profesional: Membantu mahasiswa
mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk
memasuki dunia kerja, seperti keterampilan komunikasi,
kerjasama tim, kepemimpinan, dan pemecahan masalah.
2. Adaptasi Akademik dan Sosial: Membantu mahasiswa
beradaptasi dengan lingkungan kampus, mengatasi
masalah akademik, dan menjalin hubungan sosial yang
positif.
3. Pengembangan Karir: Membantu mahasiswa
merencanakan karir, mencari pekerjaan, dan
mengembangkan karir yang sukses dengan
mengunnakan metode, yaitu:
a. Bimbingan Kelompok: Memberikan informasi dan
pelatihan kepada mahasiswa secara berkelompok
tentang berbagai topik, seperti keterampilan
mencari kerja, menulis resume, dan menghadapi
wawancara.
b. Konseling Individual: Memberikan bantuan
individual kepada mahasiswa yang mengalami
masalah pribadi, sosial, akademik, atau karir.
c. Pelatihan (Training): Mengadakan pelatihan untuk
meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam
berbagai bidang, seperti kepemimpinan,
komunikasi, dan manajemen waktu.
d. Pameran Karir (Job Fair): Mengadakan pameran
karir untuk mempertemukan mahasiswa dengan
7
perusahaan-perusahaan yang sedang mencari
tenaga kerja.
e. Alumni Network: Membangun jaringan alumni untuk
memberikan mentoring dan dukungan karir kepada
mahasiswa.
4. Contoh
Seorang mahasiswa tingkat akhir merasa
kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.
Konselor karir di universitas kemudian memberikan
bimbingan individual kepada mahasiswa tersebut,
membantu menyusun resume dan surat lamaran yang
menarik, memberikan pelatihan tentang teknik
wawancara, serta menghubungkan mahasiswa tersebut
dengan jaringan alumni yang bekerja di bidang yang
diminati.
E. Analisis
8
BAB II
TREND PENELITIAN
Nama Identitas
Penulis Journal (Nama
N
dan Topik Metode Hasil Penelitian Analisis Alamat, Web,
o
Afiliasi Doi)
Penulis
1.
2.
3.
4.
5.
9
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Merujuk kepada pembahasan terdahulu, maka di
penghujung tulisan ini
dapatdikemukakanintisaridaripembahasanjuduldiatasyangtert
uangdalambentukkesimpulan sebagai berikut:
B. Saran
10
PERTANYAAN DAN JAWABAN
11
REFERENSI
12