SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Tema : Program Kesehatan K3M
Judul : Stunting
Hari / Tanggal : 30 Juni 2025
Tempat : Rumah Keluarga
Sasaran : Keluarga balita stunting
Sub Pokok Bahasan : Pendidikan kesehatan
tentang Stunting
Pengertian Stunting
Penyebab Stunting
Risiko Kesehatan Pada Anak Stunting
Cara Mencegah Stunting
A. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah di lakukan penyuluhan Tentang Stunting Diharapkan
keluarga dapat mengetahui dan memahami penyebab stunting dan
cara pencegahanya.
b. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan penyuluhan,di harapkan :
Keluarga Dapat Mengetahui Pengertian Stunting
Keluarga Dapat Mengetahui Penyebab Stunting
Keluarga Dapat Mengetahui Risiko Kesehatan Pada Anak Stunting
Keluarga Dapat Mengetahui cara pencegahan Stunting
B. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
C. MEDIA/ ALAT
a. Leaflet
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiata Metode
Kegiatan n
Peserta
1 Orientasi 5 menit 1. Mengucapkan Menjawab salam Ceramah dan
salam Mendengarkan
Tanya jawab
2. Memperkenalkan Memperhatikan
Brain storming
diri
3. Menjelaskan mengenai
tujuan kegiatan Stunting
yang akan
dilakukan
2 Kegiatan 10 1. Menjelaskan Mendengarkan Ceramah dan
menit pengertian Stunting Tanya jawab
2. Menjelaskan
Memperhatikan.
penyebab Stunting
3. Menjelaskan
menyimak
Risiko Kesehatan
Pada
Anak Stunting
4. Menjelasakan cara
pencegahan
stunting
3 Terminasi 15 1. Memberi Mendengarkan. Ceramah dan
menit kesempatan Tanya jawab
Memperhatikan.
pada keluarga
Menjawab salam
untuk
bertanya.
2. Beri pujian
3. Menyimpulkan
hasil
penyuluhan
4. Mengucapkan
salam.
E. MATERI
: Terlampir
F. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Keluarga ikut dalam kegiatan penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di rumah keluarga Ny. N
2. Evaluasi proses
a. Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Keluarga terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).
3. Evaluasi hasil
a. 60% keluarga mampu menjelaskan pengertian Stunting
b. 65% keluarga mampu menyebutkan penyebab Stunting
c. 70% keluarga mampu menyebutkan Risiko Kesehatan Pada Anak Stunting
d. 75 % keluarga mampu menyebutkan cara pencegahan Stunting
STUNTING (BALITA PENDEK)
1. Definisi
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak
akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Sehingga, anak lebih
pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan
berpikir. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh
asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan
makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting mulai dari dalam
kandunga dan baru terlihat saat anak usia 2 tahun.
2. Penyebab Stunting
Secara umum, kekerdilan atau stunting ini disebabkan oleh
gizi buruk pada ibu, praktik pemberian dan kualitas makanan yang
buruk, sering mengalami infeksi serta tidak menerapkan perilaku
hidup bersih dan sehat.
Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
a. Pemberian nutrisi atau makanan yang buruk
Calon ibu yang tidak bisa menjaga asupan nutrisi
makanannya ketika hamil, memiliki resiko yang cukup besar untuk
melahirkan anak dengan dengan masalah kesehatan seperti stunting.
Bahkan, dalam beberapa kasus, hal seperti ini menyebabkan
stunting menjadi penyakit turun-temurun. Tak sampai disitu saja,
pemberian nutrisi atau makanan terhadap bayi dimasa-masa awal
pertumbuhan, juga bisa menjadi penyebab stunting. Kurangnya
pemberian ASI eksklusif di 6 bulan awal menjadi salah satunya
b. infeksi yang berasal dari lingkungan sekitar
Kondisi lingkungan sekitar yang buruk menjadi salah satu
faktor penyebab munculnya beberapa masalah kesehatan. Stunting
menjadi salah satunya. Bayi yang sudah diberi nutrisi cukup melalui
ASI namun hidup dikawasan atau daerah yang tidak terjaga
kehigienisannya, masih berpotensi cukup besar untuk mengidap
penyakit stunting. Kenapa? Sebab, infeksi yang disebabkan oleh
buruknya lingkungan sekitar dapat mengurangi kemampuan usus
untuk bekerja dengan baik. Dampaknya tentu saja langsung menuju
ke tumbuh kembang anak.
c. Kelahiran dengan berat badan yang rendah
stunting bisa muncul jikalau calon ibu tidak dapat menjaga
pola makannya ketika masih hamil. Pola makan yang tidak dijaga,
dengan kecenderungan malas makan menjadi yang paling utama.
Beberapa penelitian menyebut bahwa bayi
yang lahir dengan berat badan rendah (yang notabene hasil dari
kurangnya asupan nutrisi sang ibu), memiliki peluang yang cukup
tinggi untuk mengidap stunting. Untuk mencegahnya, para ibu bisa
melakukan pengecekan rutin terkait berat badannya setiap satu bulan
sekali.
d. Kondisi ekonomi yang buruk
Sebuah penelitian yang dilakukan di Guatemala,
menunjukkan bahwa sebagian besar anak pengidap stunting disana,
tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan hidup dalam kondisi
ekonomi yang buruk. Tingkat ekonomi yang buruk tentu saja
memiliki dampak yang sangat kuat dengan pemberian nutrisi si
calon ibu kepada calon anaknya. Dengan fakta ini, kita bisa
menyimpulkan apabila stunting biasa terjadi di negara atau kawasan
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lambat atau tidak baik.
Penyebab lain
Anak yang terlahir dengan sindrom alkohol janin (Fetus
Alcohol Syndrome/FAS) juga dapat mengalami stunting. FAS
merupakan pola cacat yang dapat terjadi pada janin karena Sang Ibu
mengonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol saat sedang
hamil. Anak dengan FAS memiliki sekelompok rangkaian gejala
yang mencakup bentuk wajah yang berbeda dari anak normal,
pertumbuhan fisik terhambat, serta beberapa gangguan mental.
3. Risiko Kesehatan pada Anak Stunting
Berikut adalah beberapa risiko kesehatan pada anak stunting.
Stunting dikaitkan dengan otak yang kurang berkembang dengan
konsekuensi berbahaya untuk jangka waktu lama, termasuk
kecilnya kemampuan mental dan kapasitas untuk belajar, buruknya
prestasi sekolah di masa kecil, dan mengalami kesulitan mendapat
pekerjaan ketika dewasa yang akhirnya mengurangi pendapatan,
serta peningkatan risiko penyakit kronis terkait gizi seperti diabetes,
hipertensi, dan obesitas.
Memiliki risiko yang lebih besar untuk terserang penyakit, bahkan
kematian dini.
Kekerdilan dapat menurun pada generasi berikutnya, disebut siklus
kekurangan gizi antargenerasi.
Ketika dewasa, seorang wanita stunting memiliki risiko lebih besar
untuk mengalami komplikasi selama persalinan karena panggul
mereka lebih kecil, dan berisiko melahirkan bayi dengan berat
badan lahir rendah.
4. Cara Mencegah Stunting
Stunting dapat di cegah dengan hal-hal berikut :
1. Seorang ibu harus mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan selama
hamil dan nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui.
2. Memberikan nutrisi yang baik kepada Si Buah Hati, seperti memberikan
ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usia.
3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan
sebelum makan, meminum air yang aman, mencuci peralatan
makan dan peralatan dapur, membersihkan diri setelah buang air
besar atau kecil, serta memiliki sanitasi yang ideal (toilet yang
bersih).
Menjaga asupan nutrisi yang ideal dan bervariatif ditambah dengan
perilaku hidup bersih dan sehat memegang peranan yang krusial
bagi kesehatan ibu hamil, terutama bagi janin. Hal ini untuk
mencegah terjadinya kekerdilan demi kelangsungan hidup anak
dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang yang sehat, serta
untuk memastikan anak tumbuh menjadi orang dewasa yang kuat,
terdidik, dan produktif
5. Penatalaksanaan Gizi Kurang
Adapun cara mengatasi gizi kurang adalah:
Pemberian makanan TKTP dengan ukuran yang telah
dianjurkan dan diberikan secara bertahap.
Tetap memberikan ASI sesuai dengan aturan secara terus-menerus bagi
anak
dibawah usia 2 tahun.
Pemberian makanan tambahan.
Pemberian terapi cairan dan elektrolit bila perlu.
Kontrol berat badan secara rutin.
Berikan obat/ vitamin sesuai dengan anjuran pengobatan.
Penyuluhan tentang gizi seimbang terutama bagi orang tua yang
memiliki anak balita.
DAFTAR PUSTAKA
Hasanah, Siti Uswatun. (2009). Peningkatan prevalensi gizi kurang
pada balita setelah pemberian bantuan langsung tunai.
[Link]
News medical. (2015).Penyebab Gizi Kurang.
[Link]