PROGRAM TAHUNAN
KURIKULUM MERDEKA
SMA
Nama penyusun : HERLINA, [Link].I
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 KARUSEN JANANG
Mata pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )
Fase E, Kelas/Sem. : X (Sepuluh) / I (Ganjil) & II (Genap)
PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM MERDEKA
PAI FASE E KELAS X
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )
Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 KARUSEN JANANG
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
Fase E Kelas/Semester : X (Satu) / 1 ( Ganjil ) & II (Genap)
Capaian Pembelajaran Fase E
Pada akhir Fase E, dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis, peserta didik mampu menganalisis
ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
serta larangan pergaulan bebas dan zina; dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal
dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta Hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam
kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; dapat menyajikan konten
dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos
kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah agama; dan
membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga kehormatan diri.
Dalam elemen aqidah, peserta didik menganalisis makna syu‘ab alīmān (cabang-cabang
iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; mempresentasikan makna syu‘ab al-īmān
(cabangcabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap dan karakter sebagai
cerminan cabang iman dalam kehidupan.
Dari elemen akhlak, peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak mażmūmah;
membuat karya yang mengandung konten manfaat menghindari sikap mażmūmah; meyakini
bahwa akhlak mażmūmah adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama;
serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah dan menampilkan akhlak
mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih mu‘āmalah dan al-
kulliyyāt al-khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; menyajikan paparan tentang fikih
mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah dan al-
kulliyyāt al-khamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan,
kepedulian, dan kepekaan sosial.
Dalam elemen sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu menganalisis sejarah dan
peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia; dapat membuat bagan timeline sejarah
tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa
perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun,
moderat, bi al-ḥikmah wa almau‘ iẓat al-ḥasanah adalah perintah Allah SWT; membiasakan
sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat
menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain.
Fase E Berdasarkan Elemen
Elemen Deskripsi
Al-Qur’an dan Hadis Peserta didik mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk
berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan bebas dan zina;
dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-
Qur’an serta Hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos
kerja serta bahaya dari pergaulan bebas dan zina; dapat menyajikan konten dan
paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini bahwa sikap kompetitif dalam kebaikan
dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina adalah perintah
agama; dan membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhatihati dan
menjaga kehormatan diri.
Akidah Peserta didik menganalisis makna syu‘ab alīmān (cabang-cabang iman), pengertian,
dalil, macam dan manfaatnya; mempresentasikan makna syu‘ab al-īmān (cabang-
cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap dan karakter
sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan.
Akhlak Peserta didik menganalisis manfaat menghindari akhlak mażmūmah; membuat karya
yang mengandung konten manfaat menghindari sikap mażmūmah; meyakini bahwa
akhlak mażmūmah adalah larangan dan akhlak maḥmūdah adalah perintah agama;
serta membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah dan menampilkan
akhlak maḥmūdah dalam kehidupan sehari-hari.
Fikih Peserta didik mampu menganalisis implementasi fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-
khamsah (lima prinsip dasar hukum Islam; menyajikan paparan tentang fikih
mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah
dan al-kulliyyāt alkhamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa
kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial.
Sejarah Peradaban Peserta didik mampu menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran
Islam Islam di Indonesia; dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar
ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa perkembangan
peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode dakwah yang santun, moderat,
bi al-ḥikmah wa al-mau‘iẓat al-ḥasanah adalah perintah Allah Swt.; membiasakan
sikap kesederhanaan dan kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat
menghargai adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain.
No. Alur Tujuan Pembelajaran Alokasi Waktu Semester
1. MERAIH KESUKSESAN Melalui metode talaqqi dan peer teaching, 1
peserta didik dapat membaca Q.S. al-
DENGAN KOMPETISI Maidah/5: 48 tentang kompetisi dalam
kebaikan dan Q.S. at- Taubah/9: 105 tentang
etos kerja dengan tartil dan sesuai kaidah
DALAM KEBAIKAN DAN tajwid serta terbiasa tadarus Al-Qur`an setiap
hari.
ETOS KERJA
Melalui metode drill and practice dan metode
sorogan, peserta didik dapat menghafal Q.S.
al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105
dan hadis tentang kompetisi dalam kebaikan
dan etos kerja dengan fasih dan lancar.
Melalui model inquiry learning, peserta didik
dapat menganalisis asbabun nuzul dan tafsir
Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9:
105
Melalui model pembelajaran discovery
learning, peserta didik dapat menganalisis
manfaat dari penerapan perilaku kompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja dalam
kehidupan sehari-hari.
Melalui model pembelajaran berbasis proyek
(project based learning), peserta didik dapat
membuat dan menyajikan paparan tentang
Q.S. al- Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9:
105 dan hadis tentang kompetisi dalam
kebaikan dan etos kerja.
2. MEMAHAMI HAKIKAT DAN Melalui metode inquiry learning dan small 1
group discussion, peserta didik mampu
MEWUJUDKAN menganalisis makna syu’abul iman (cabang-
KETAUHIDAN DENGAN cabang iman) pengertian, dalil, macam dan
SYU'ABUL IMAN manfaatnya
(CABANG-CABANG IMAN) Melalui metode project-based learning dan
mind map, peserta didik mampu
mempresentasikan makna syu’abul iman
(cabang-cabang iman)
Melalui metode reflective tinking, peserta
didik mampu meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya;
Melalui metode refleksi peserta didik mampu
membiasakan sikap disiplin, jujur, dan
bertanggung jawab yang merupakan
beberapa cabang iman dalam kehidupan
3. MENJALANI HIDUP PENUH Melalui model pembelajaran the learning cell, 1
peserta didik dapat menganalisis pengertian,
MANFAAT DENGAN dalil dan contoh perilaku berfoya-foya, riya’,
MENGHINDARI BERFOYA- sum’ah, takabur, dan hasad.
FOYA, RIYA', SUM'AH, Melalui model pembelajaran jigsaw learning,
TAKABUR , DAN HASAD peserta didik dapat menganalisis manfaat dan
cara menghindari perilaku berfoya-foya, riya’,
sum’ah, takabur dan hasad serta meyakini
bahwa Islam melarang perilaku tercela
sehingga termotivasi untuk menghindarinya.
Melalui model pembelajaran berbasis produk,
peserta didik dapat membuat dan menyajikan
quote tentang perilaku berfoya-foya, riya’,
sum’ah, takabur, dan hasad serta terbiasa
bersikap rendah hati dalam kehidupan sehari-
hari.
4. Melalui metode discovey learning dan 1
information search mampu menganalisis
implementasi fikih muamalah: asuransi, bank
ASURANSI, BANK, DAN dan koperasi syariah di masyarakat;
KOPERASI SYARIAH Melalui metode jigsaw, mampu menyajikan
UNTUK PEREKONOMIAN paparan tentang fikih muamalah: asuransi,
UMAT DAN BISNIS YANG bank dan koperasi syariah;
MASLAHAH Melalui metode discovery learning, mampu
meyakini bahwa ketentuan fikih muamalah
adalah ajaran agama;
5. MENELEDANI PERAN Melalui model pembelajaran active debate 1
(debat aktif), peserta didik dapat menganalisis
ULAMA PENYEBAR sejarah masuknya agama Islam di Indonesia
AJARAN ISLAM DI dan perkembangan kesultanan di Indonesia.
INDONESIA Melalui model pembelajaran index card
macth, peserta didik dapat menganalisis
tokoh penyebar ajaran Islam di Indonesia,
dan meyakini bahwa perkembangan
peradaban Islam di Indonesia merupakan
kehendak Allah Swt. sehingga termotivasi
untuk meneladani kesederhanaan dan
semangat menuntut ilmu dari para ulama.
Melalui model pembelajaran berbasis produk,
peserta didik dapat membuat dan bagan
timeline sejarah tokoh ulama penyebar Islam
di Indonesia
6. MENJAUHI PERGAULAN Melalui metode reading aloud dan the power 2
BEBAS DAN PERBUATAN of two, peserta didik mampu membiasakan
diri membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17:
ZINA UNTUK MELINDUNGI 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
HARKAT DAN MARTABAT
MANUSIA Melalui metode muraja’ah dan metode tasmi’,
peserta didik mampu menghafalkan dengan
fasih dan lancar Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an- Nur /24: 2, serta hadis terkait;
Melalui metode make a match, card sort dan
information search, peserta didik mampu
menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina;
Melalui model pembelajaran berbasis proyek
(project based learning), peserta didik mampu
menyajikan paparan mengenai bahaya
larangan pergaulan bebas dan perbuatan
zina.
Melalui model discovery learning, peserta
didik mampu meyakini bahwa pergaulan
bebas dan zina merupakan larangan agama
Melalui model discovery learning, peserta
didik mampu membiasakan sikap
menghindari pergaulan bebas dan perbuatan
zina dengan berhati-hati dan menjaga
kehormatan diri
Melalui metode reading aloud dan the power
of two, peserta didik mampu membiasakan
diri membaca dengan tartil Q.S. al-Isra’/17:
32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis terkait;
7. HAKIKAT MENCINTAI ALLAH Melalui model pembelajaran point counter- 2
SWT., KHAUF, RAJA' DAN point, peserta didik dapat menganalisis
cabang iman: hakikat mencintai Allah Swt.,
TAWAKAL khauf, raja’, dan tawakal kepada-Nya,
sehingga meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya, dan
tercermin pada akhlak mulia dalam kehidupan
sehari-hari.
Melalui model pembelajaran ciritical incident,
peserta didik dapat menganalisis tanda-tanda
mencintai Allah Swt., khauf, raja’, dan tawakal
kepada-Nya, sehingga meyakini bahwa
dalam iman terdapat banyak cabang-
cabangnya, dan tercermin pada akhlak mulia
dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui model pembelajaran berbasis produk,
peserta didik dapat membuat dan
mempresentasikan media pembelajaran
tentang hakikat mencintai Allah Swt., khauf,
raja’, dan tawakal kepada-Nya, sehingga
meyakini bahwa dalam iman terdapat banyak
cabang-cabangnya, dan tercermin pada
akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
8. MENGHINDARI AKHLAK Melalui metode discovery learning, mampu 2
MADZMUMAH DAN menganalisis manfaat menghindari sikap
temperamental (ghadhab), menumbuhkan
MEMBIASAKAN AKHLAK sikap kontrol diri dan berani dalam kehidupan
MAHMUDAH AGAR HIDUP sehari-hari pengertian, dalil, macam dan
NYAMAN DAN BERKAH manfaatnya.
Melalui metode small group discussion,
mampu menyajikan paparan tentang
menghindari perilaku temperamental
(ghadhab), menumbuhkan sikap kontrol diri
dan berani;
Melalui metode reflective thinking mampu
meyakini bahwa sikap temperamental
(ghadhab) merupakan larangan dan sikap
kontrol diri dan berani adalah perintah agama
Melalui metode story telling, mampu
menghindari sikap temperamental (ghadhab)
dan membiasakan sikap kontrol diri dan
berani dalam kehidupan sehari-hari.
9. MENERAPKAN AL Melalui model pembelajaran jigsaw learning, 2
KULLIYATU AL KHAMSAH peserta didik dapat menganalisis pengertian
dan urutan al-kulliyatu al-khamsah, sehingga
DALAM KEHIDUPAN SEHARI- dapat mempengaruhi sikap dalam
HARI memecahkan masa’il al-diniyah (masalah-
masalah keagamaan) dan menumbuhkan
sikap kepekaan sosial di masyarakat.
Melalui model pembelajaran inquiry learning,
peserta didik dapat menganalisis macam-
macam dan penerapan al-kulliyatu al-
khamsah, sehingga dapat mempengaruhi
sikap dalam memecahkan masa’il aldiniyah
(masalah-masalah keagamaan) dan
menumbuhkan sikap kepekaan sosial di
masyarakat.
Melalui model pembelajaran berbasis produk,
peserta didik dapat menyajikan paparan
tentang al-kulliyatu al-khamsah, sehingga
dapat mempengaruhi sikap dalam
memecahkan masa’il al-diniyah
(masalahmasalah keagamaan) dan
menumbuhkan sikap kepekaan sosial di
masyarakat.
10. PERAN TOKOH ULAMA Melalui metode discovey learning dan 2
DALAM PENYEBARAN ISLAM information search, mampu menganalisis
peran tokoh ulama Islam di Indonesia (Wali
DI INDONESIA (METODE Songo) dalam menyebarkan ajaran Islam;
DAKWAH ISLAM OLEH WALI
SONGO DI TANAH JAWA) Melalui metode timeline, mampu
mempresentasikan paparan mengenai
sejarah perjuangan dan metode dakwah Wali
Songo di Indonesia yang dilakukan secara
damai;
Melalui metode mask party, mampu meyakini
metode dakwah yang moderat, bi al-hikmah
wa al-mau’idlatil hasanah adalah perintah
Allah Swt.;
Melalui metode problem-based learning,
mampu membiasakan sikap kesederhanaan,
tekun, damai kesungguhan dalam mencari
ilmu, dan semangat menghargai adat istiadat
dan perbedaan keyakinan orang lain.
Jumlah Total
Simpang Naneng, Juli 2024
Mengetahui,
Guru PAI
HERLINA, [Link].I
NIP. 198202192024212002