0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

RPP Sejarah Kolonialisme di Indonesia

RPP Deep Learning

Diunggah oleh

indahekanrdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

RPP Sejarah Kolonialisme di Indonesia

RPP Deep Learning

Diunggah oleh

indahekanrdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RPP SEJARAH BERBASIS PEMBELAJARAN MENDALAM

Nama Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Palembang

Mata Pelajaran Sejarah

Kelas / Fase / Semester XI / F / Ganjil

Elemen CP Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa di


Indonesia

Alokasi Waktu 2 x 45 Jam Pelajaran (2 Kali Pertemuan)

Tahun Ajaran 2025 / 2026

Nama Penyusun Indah Eka Nurdiana

Peserta didik memiliki pengetahuan awal yang beragam


tentang penjajahan bangsa Barat di Indonesia. Sebagian
siswa mungkin hanya mengetahui peristiwa-peristiwa
besar seperti VOC atau tanam paksa, tetapi belum
Identifikasi Peserta Didik
memahami dampak luas kolonialisme dan imperialisme.
Oleh karena itu, pembelajaran dirancang untuk
menumbuhkan rasa ingin tahu, memperkuat sikap kritis,
serta menumbuhkan kesadaran sejarah agar peserta didik
lebih menghargai perjuangan bangsa.

Materi kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat di


Indonesia dapat mencakup pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini
dirancang relevan dengan kehidupan nyata, karena
melalui pemahaman mengenai latar belakang
kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan
Inggris, beserta bentuk kolonialisme dan imperialisme
Identifikasi Materi Pelajaran
yang mereka terapkan, Peserta Didik dapat
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kesadaran
sejarah, serta rasa nasionalisme. Aplikatifnya, Peserta
Didik dapat memperdalam pemahaman tersebut melalui
kegiatan proyek analisis sumber sejarah, pembuatan peta
konsep, serta penyusunan portofolio yang memuat
kronologi kedatangan bangsa Barat, strategi
kolonialisme yang digunakan, serta dampaknya
terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan politik bangsa
Indonesia.

DPL 1 √
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa

DPL 2 √
Kewargaan

DPL 3 √
Penalaran Kritis

DPL 4 √
Kreativitas
Dimensi Profil Lulusan (DPL)

DPL 5 √
Kolaborasi

DPL 6 √
Kemandirian

DPL 7
Kesehatan

DPL 8 √
Komunikasi
Pada akhir Fase F, peserta didik menguasai sejumlah
kompetensi, yakni mampu berpikir sejarah, melakukan
literasi sejarah, penelitian dan penulisan sejarah secara
sederhana, menunjukkan sikap dan perilaku kesadaran
sejarah dan empati sejarah, serta menghasilkan projek
sejarah dalam bentuk produk digital dan non-digital.
Kompetensi tersebut dikuasai setelah peserta didik
mempelajari berbagai peristiwa sejarah pada masa
Capaian Pembelajaran
penjajahan bangsa Barat, perlawanan rakyat daerah
terhadap penjajah, pergerakan kebangsaan Indonesia,
pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan
Indonesia, mempertahankan kemerdekaan Indonesia,
pemerintahan Sukarno, pemerintahan Suharto, dan
reformasi. Kompetensi-kompetensi itu dicapai melalui
melalui berbagai strategi pembelajaran sejarah inkuiri
yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

1. Pendidikan Pancasila
Lintas Disiplin Ilmu 2. Geografi
3. Ekonomi

Pertemuan 1
Melalui kegiatan diskusi kelompok berbasis sumber
sejarah, peserta didik diharapkan mampu
mengidentifikasi berbagai latar belakang kedatangan
bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris ke
Indonesia, baik dari segi motivasi ekonomi (pencarian
rempah-rempah dan jalur perdagangan), politik
(perebutan kekuasaan dan wilayah), maupun agama (misi
Tujuan Pembelajaran penyebaran agama dan pengaruh budaya). Selain itu,
peserta didik juga dilatih untuk menganalisis bentuk
kolonialisme (penguasaan wilayah untuk dieksploitasi)
dan imperialisme (penguasaan yang lebih luas hingga
aspek politik, sosial, dan budaya) yang diterapkan oleh
bangsa Eropa. Melalui proses ini, peserta didik tidak
hanya menguasai pengetahuan faktual berupa nama
bangsa penjajah, waktu kedatangan, dan kebijakan
kolonial, tetapi juga pengetahuan konseptual tentang
perbedaan kolonialisme dan imperialisme, serta
dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia
pada masa itu.

Pertemuan 2
Melalui kegiatan proyek portofolio, peserta didik mampu
menyajikan hasil kajian tentang dampak kolonialisme
dan imperialisme bangsa Barat di Indonesia secara lebih
mendalam, mencakup aspek sosial (perubahan struktur
masyarakat, diskriminasi, munculnya perlawanan
rakyat), ekonomi (tanam paksa, monopoli perdagangan
VOC, sistem politik liberal), dan politik (hilangnya
kedaulatan kerajaan-kerajaan Nusantara, munculnya
perlawanan daerah). Peserta didik ditugaskan untuk
mengolah informasi dari berbagai sumber sejarah
menjadi produk pembelajaran berupa laporan tertulis,
peta konsep, atau presentasi kelompok yang disusun
secara sistematis. Selain mengasah kemampuan literasi
sejarah dan komunikasi, kegiatan ini juga diharapkan
mampu menumbuhkan keterampilan kolaborasi, rasa
tanggung jawab, jiwa nasionalisme, serta kesadaran kritis
terhadap nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam
menghadapi kolonialisme dan imperialisme.
Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa di
Indonesia serta Dampaknya terhadap Kehidupan Sosial,
Topik Pembelajaran
Ekonomi, dan Politik Bangsa Indonesia.
1. Model:
 Problem Based Learning (PBL) → peserta didik
dilatih untuk memecahkan masalah sejarah,
misalnya mengapa bangsa Barat tertarik datang ke
Praktik Pedagogis Indonesia, bagaimana sistem kolonial diterapkan,
dan apa dampaknya bagi masyarakat.
 Project Based Learning (PJBL) → peserta didik
menyusun portofolio atau presentasi kelompok
mengenai kronologi kedatangan bangsa Barat,
strategi kolonialisme, serta pengaruhnya terhadap
kehidupan sosial, ekonomi, dan politik bangsa
Indonesia.

2. Strategi:
 Diskusi kelompok untuk menganalisis latar
belakang kedatangan bangsa Portugis, Spanyol,
Belanda, dan Inggris.
 Analisis sumber sejarah berupa teks, peta
perdagangan, dokumen kolonial, dan kebijakan
tanam paksa.
 Presentasi portofolio sebagai produk akhir untuk
melatih komunikasi, kerja sama, dan tanggung
jawab.

3. Metode:
 Tanya jawab untuk menggali pengetahuan awal
dan menghubungkan dengan kehidupan nyata.
 Diskusi kelompok untuk melatih kolaborasi dan
berpikir kritis.
 Presentasi hasil portofolio sebagai bentuk
penyajian pengetahuan yang sistematis.
 Penugasan proyek berupa penyusunan portofolio
yang menuntut kreativitas dan analisis mendalam.
1. Perpustakaan Sekolah dan Daerah
2. Museum Sejarah
Kemitraan Pembelajaran
3. Masyarakat/lingkungan sekitar
4. Media digital dan arsip daring

1. Ruang Fisik: Ruang kelas, perpustakaan


sekolah, dan perpustakaan daerah
Lingkungan Pembelajaran
2. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi
aktif, berpikir kritis, dan rasa ingin tahu
1. Perpustakaan digital
2. Google Form

Pemanfaatan Digital 3. Canva / Power Point


4. Virtual Tour Museum

Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1 (2 x 45 menit)

1. Guru melakukan pengkondisian kelas dengan


mengatur Peserta Didik agar siap mengikuti
pembelajaran dan memberikan instruksi singkat
untuk fokus serta tenang sebelum belajar.
2. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa
bersama.
3. Guru bersama-sama dengan Peserta Didik
mengaitkan materi hari ini dengan materi
sebelumnya tentang jalur perdagangan dan

Kegiatan Awal (Berkesadaran, hubungan internasional Nusantara.

Bermakna, dan 4. Guru memberikan gambaran umum tentang

Menggembirakan) materi Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Barat


di Indonesia.

Alokasi Waktu (10 menit) 5. Guru mengaitkan materi dengan pengalaman atau
kehidupan nyata Peserta Didik melalui pertanyaan,
“Mengapa bangsa Eropa sangat tertarik datang ke
Indonesia?”
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik, “Apa
dampak penjajahan bangsa Barat yang masih bisa
kita rasakan hingga hari ini?”
7. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.

Kegiatan Inti (Berkesadaran,


Bermakna, dan
Menggembirakan)

Alokasi Waktu (70 menit)

1)Guru membagi Peserta Didik menjadi 4


kelompok, masing-masing terdiri dari 5 siswa.
 Kelompok 1 membahas kedatangan bangsa
Portugis dan Spanyol.
 Kelompok 2 membahas kedatangan bangsa
Belanda dan berdirinya VOC.
Memahami
 Kelompok 3 membahas kedatangan bangsa
Inggris dan masa pendudukannya.
Alokasi Waktu (30 menit)
 Kelompok 4 membahas sistem tanam paksa serta
politik liberal.
2)Peserta Didik membaca dan mendiskusikan
sumber belajar (teks, peta, dokumen kolonial)
untuk memahami latar belakang kedatangan
bangsa Barat, bentuk kolonialisme dan
imperialisme, serta tujuan utama yang ingin
dicapai oleh masing-masing bangsa.
1. Setiap kelompok membuat peta konsep yang
menggambarkan bangsa Eropa yang datang,
strategi kolonial yang diterapkan, serta
dampaknya bagi masyarakat Indonesia.
Mengaplikasikan
2. Guru membimbing dan memberi pertanyaan
pemantik:
Alokasi Waktu (30 menit)
 Apa perbedaan kolonialisme dan
imperialisme dalam praktik bangsa Barat di
Indonesia?
 Bagaimana cara bangsa Barat menguasai
wilayah Nusantara dan mengendalikan
perdagangan?
 Dampak apa yang paling dirasakan rakyat
Indonesia akibat sistem kolonial tersebut?
1. Setiap kelompok menulis refleksi singkat di
buku atau sticky notes mengenai hal baru yang

Merefleksi mereka pelajari tentang kolonialisme dan


imperialisme bangsa Barat.

Alokasi Waktu (10 menit) 2. Guru membaca refleksi dari tiap kelompok
untuk memberikan umpan balik singkat.

1. Guru bersama Peserta Didik menyimpulkan

Kegiatan Penutup materi pembelajaran tentang kolonialisme dan

(Berkesadaran, Bermakna, dan imperialisme bangsa Barat di Indonesia.

Menggembirakan) 2. Guru menginformasikan kegiatan pada


pertemuan 2 yaitu penyusunan portofolio dan

Alokasi Waktu (10 menit) presentasi kelompok mengenai dampak


kolonialisme dan imperialisme.
3. Guru bersama Peserta Didik mengakhiri
kegiatan pembelajaran dengan doa bersama.
Pertemuan 2 (2 x 45 menit)

1. Guru melakukan pengkondisian kelas dengan


mengatur Peserta Didik agar siap mengikuti
pembelajaran dan memberikan instruksi singkat
untuk fokus dan tenang sebelum belajar.
2. Guru memulai membuka pelajaran dengan salam
dan doa bersama.
Kegiatan Awal
3. Guru memberikan gambaran singkat mengenai
(Berkesadaran, Bermakna,
kegiatan pembelajaran, yaitu mempresentasikan
portofolio tentang kolonialisme dan imperialisme
dan
bangsa Barat di Indonesia.
Menggembirakan)
4. Guru menanyakan pengalaman Peserta Didik saat
Alokasi Waktu (10
menyusun peta konsep di pertemuan 1 dengan
mneit)
memberikan pertanyaan pemantik, “Bagaimana
informasi mengenai kedatangan bangsa Barat dan
praktik kolonialismenya dapat kalian olah menjadi
portofolio yang menarik dan mudah dipahami?”
Kegiatan Inti
(Berkesadaran,
Bermakna, dan
Menggembirakan) Alokasi
Waktu (70 menit)
1. Setiap kelompok mempresentasikan portofolio
tentang kolonialisme dan imperialisme bangsa
Barat di Indonesia, mencakup latar belakang
Mengaplikasikan
kedatangan, bentuk penjajahan, serta
Alokasi Waktu (60 menit) dampaknya terhadap kehidupan sosial,
ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia,
dengan alokasi waktu 10 menit untuk setiap
kelompok.
2. Kelompok lain memberikan tanggapan,
pertanyaan singkat, atau masukan terhadap
presentasi yang disampaikan, sehingga terjadi
diskusi interaktif antar kelompok.
1. Setiap kelompok menulis refleksi singkat
mengenai hal baru yang mereka pelajari dari
Merefleksi
presentasi kelompok lain.
2. Guru memilih beberapa refleksi untuk dibacakan
Alokasi Waktu (10 menit)
dan memberikan umpan balik umum bagi
seluruh kelas.
1. Guru memberikan umpan balik konstruktif
terhadap hasil diskusi dan peta konsep setiap
kelompok.
2. Guru bersama Peserta Didik menyimpulkan
Kegiatan
materi pembelajaran.
Pen
3. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran
utup (Berkesadaran,
berikutnya.
Bermakna, dan
4. Guru bersama dengan Peserta Didik mengakhiri
Menggembirakan)
pembelajaran dengan doa bersama.

1. Asesmen pada Awal Pembelajaran


- Pertanyaan lisan singkat untuk menggali
pengetahuan awal peserta didik:
“Mengapa bangsa Barat tertarik datang ke
Indonesia?”
Assesmen Pembelajaran “Apa perbedaan kolonialisme dan imperialisme
menurut kalian?”

2. Asesmen pada Proses Pembelajaran


- Diskusi kelompok: penilaian partisipasi,
kemampuan bekerja sama, dan ketepatan
informasi saat menganalisis kedatangan bangsa
Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.
- Peta konsep (Pertemuan 1): penilaian pada
keterhubungan ide, kelengkapan informasi, dan
kreativitas dalam menyajikan perbedaan
kolonialisme dan imperialisme.
- Presentasi portofolio (Pertemuan 2): penilaian
kemampuan komunikasi, kerjasama tim,
kejelasan isi, serta kedalaman analisis.
- Pertanyaan singkat: untuk mengecek
pemahaman individu terkait materi.

3. Asesmen pada Akhir Pembelajaran


- Portofolio akhir: memuat kajian tentang latar
belakang, bentuk, dan dampak kolonialisme
serta imperialisme bangsa Barat di Indonesia.
- Refleksi individu: berisi pemikiran kritis
peserta didik mengenai pelajaran yang
diperoleh dari materi ini dan relevansinya
dengan kehidupan sekarang.
- Rubrik penilaian presentasi: menilai aspek
penyampaian, penguasaan materi, kerjasama
kelompok, dan kemampuan menjawab
pertanyaan audiens.

Anda mungkin juga menyukai