i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir, terapi alternatif dan komplementer telah mengalami
perkembangan yang signifikan,menarik perhatian di berbagai [Link]
kunjungan ke fasilitas kesehatan alternatif dan komplementer telah meninngkat sejalan
dengan meningkatnya insiden masalah Kesehatan,terutama penyakit degeneratif di
[Link] Masyarakat amerika,proporsi individu yang menggunakan terapi
alternatif lebih besar dari pada meraka yang memiliki layanan medis [Link]
dari snyder dan lindquist serta smint dkk.(Dalam widyatuti,2008) mendukung temuan
ini,mununjukkan bahwa 627 juta orang memilih terapi alternatif,sementara hanya 386
juta orang yang mencari pengobatan [Link] lain yang dilakukan oleh
asosiasi pensiunan amerika (AARP) dan pusat nasional untuk kedokteran komplementer
dan alternatif (NCCAM) menemukan bahwa sekitar 53% orang berusia 50 tahun keatas
menggunakan terapi alternatif untuk mengobati penyakit mereka, dengan rata-rata terapi
durasi sekitar 12 tahun. Diperkirakan 80% penduduk Indonesia mencari pengobatan
alternatif. Penggunaan ini dipengaruhi oleh factor-faktor seperti keyakinan, kondisi
keungan, reaksi terhadap obat-obatan kimia, dan Tingkat pemulihan.
Terapi komplementer adalah pengobatan yang melengkapi pengobatan medis yang
[Link] ini bukanlah pengganti untuk pengobatan medis
[Link], terapi ini dapat di gunakan bersamaan dengan perawatan standar
untuk membantu pasien merasa lebih nyaman atau mengelolah gejalah yang muncul
selama perawatan rutin. Ada beberapa alasan mengapaa pasien mempertimbangkan
terapi [Link] satu vitur menariknya adalah pendekatan holistiknya
terhadap terapi [Link] komplementer adalah metode pengelolaan penyakit
yang dapat di gunakan bersamaan dengan pengobatan medis konvesional atau sebagai
pengganti pengobatan tersebut. (Prasetyaningati & Rosyidah, 2019)
Terapi medis komplementer, yang juga dikenal sebagai terapi alternatif, adalah
cabang ilmu Kesehatan yang berfokus pada pengobatan berbagai penyakit menggunakan
Teknik tradisional. Terapi ini tidak melibatkan intrevensi beda atau obat-oabatan bebas
yang diproduksi massal, tetapi biasanya mencakup berbagai bentuk pengobatan dan obat
[Link] social ekonomi nasional (SUSENAS) tentang penggunaan obat tradisional,
termasuk obat komplementer dan alternatif,menunjukkan bahwah penggunaan trus
1
meningkat setiap [Link] sebuah studi pada tahun 2010,di temukan bahwa 40%
penduduk Indonesia pernah menggunakaan obat tradisional. (Mailani, 2023)
2
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Terapi Komplementer
Menurut kamus besar Bahasa indonesia (KBBI) terapi Adalah metode yang di
gunakan untuk membantu seseorang yang sakit agar sembuh, mengobati penyakit, atau
merawat orang yang [Link] berarti menambahkan sesuatu yang extra atau
memperbaiki sesuatu. Pengobatan komplementer adalah sebagai sistem
medis,metode,produk,dan layanan kesehatan yang biasanya tidak termasuk dalam
pengobatan konvesional. (Wijaya et al., 2022)
Terapi komplementer adalah penggunaan pengobatan tradisional bersamaan dengan
metode pengobatan medis [Link] ini juga melibatkan integrasi metode
penyembuhan tradisional kedalam sistem Kesehatan yang sudah ada. Istilah ini juga
merujuk pada jennis pengobatan atau aktivitas yang di lakukan bersamaan dengan
perawatan medis [Link] terapi ini sering disebut sebagi pengobatan holistik.
(Prasetyaningati & Rosyidah, 2019)
Terapi komplementer merupakan bagian tambahan dari terapi tradisional, dan
beberapa di antaranya bekerja bersamaan dengan pengobatan modern. Terapi ini
membantu orang merasa seimbang dalam tubuh, pikiran, dan roh mereka. Ketika di
gabungkan dengan pengobatan modern,jenis terapi ini telah diuji dalam studi klinis dan
menunjukkan hasil yang serupa dengan yang di tawarkan oleh pengobatan modern. Hal
ini sejalan dengan konsep dalam keperawatan bahwa manusia Adalah makhluk utuh,
termasuk tubuh, pikiran, emosi, kehidupan social, dan sisi spiritual mereka. (Wijaya et
al., 2022)
B. Tujuan Terapi Komplementer
Terapi komplementer membantu system tubuh, khusunya sistem kekebalan dan
pertahanan, bekerja lebih baik, sehingga tubuh bisa pulih saat sakit. Tubuh kita sendiri
memiliki kemampuan untuk sembuh, tapi ini bisa terjadi jika kita memberikan dukungan
yang tepat, seperti asupan nutrisi yang baik dan perawatan yang sesuai. Terapi ini juga
bisa meningkatkan kualitas hidup, membantu proses penyembuhan, dan mengatasi gejala
seperti nyeri, kecemasan, dan kelelahan. (Prasetyaningati & Rosyidah, 2019)
C. Konsep Dan Penerapan Energetic-Touch
Terapi energi mengunaakan medan energi untuk membantu meningkatkan Kesehatan
dan mempercepat proses [Link] energi,yang juga disebut sentuhan
terapeutik, adalah jenis terapi komplementer yang percaya bahwa kesehatan yang paling
3
baik berasal dari aliran energi kehiupan yang seimbang. Praktisi terapi ini mengklaim
dapat merasakan energi seseorang melalui sentuhan, lalu mengirimkan energi sehat
Kembali ketubuh. Metode ini mendapat perhatian karena bersifat non-infasif, mudah
diterapkan, dan relatif murah. Terapi ini bekerja dengan membawa medan energi melalui
sentuhan tangan untuk membantu pasien merasa lebih baik. Penelitian terbaru
menunjukan bahwa terapi ini dapat membantu menyeimbaangkan energi dalam tubuh,
sehingga dapat digunakan bersamaan dengan pengobatan lain dan perawatan medis.
Penelitian menunjukkan bahwa memeluk seseorang dengan hangat dengan penuh
perhatian dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kecemasan,membuat orang merasa
lebih tenang,serta memberikan maanfaat bagi Kesehatan fisik dan mental. Meskipun
mettode ini tampaknya aman dan memiliki efek posistif, peneelitian lebih lanjut
diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut. Penelitian ini juga dapat
mengekplorasi bagaimana terapi ini bekerja, mengidentifikasi kelompok orang yang
paling cocok untuk menerima terapi ini, dan memeriksa adanya efek negatif atau batasan
dalam penggunaannya. Dengan memahami energetic-touch secara lebih mendalam,
tenaga Kesehatan dapat memanfaatkan teraapi ini dengan lebih bijak dan efektif dalam
menjalankan tugas meraka.
Metode ini memungkinkan pengobatan tampak menggunakan obat-obatan,seperti
energetic-touch,yang merupakan pilihan yang berguna bagi orang-orang yang menderita
penyakit [Link] sebelumnya telah menunjukkan bahwa penyaki-penyakit ini
sering kali terkait dengan gangguan energi dalam tubuh, dan energetic-touch dapat
membantu mengatasi masalah-masalah tersebut.. Oleh karena itu layanan Kesehatan
dapat dikembangkan dengan menambahkan energetic-touc sebagai bagian penting dari
peerawatan pasien.(Heni Purnama Sari et al., 2023)
D. Macam-Macam Energetic-Touch
Dalam Energetic-Touch Therapy (terapi sentuhan energi), terdapat beberapa macam
atau bentuk terapi yang digunakan untuk menyeimbangkan energi tubuh, meningkatkan
relaksasi, dan mendukung proses penyembuhan alami. Berikut beberapa macam terapi
dalam Energetic-Touch Therapy:
Therapeutic Touch (TT)
Teknik di mana terapis menggunakan tangan untuk menilai dan menyeimbangkan
medan energi pasien tanpa harus menyentuh langsung tubuh. Tujuannya adalah
mengurangi nyeri, stres, dan mempercepat penyembuhan.
Healing Touch (HT)
4
Terapi yang menggunakan sentuhan lembut di area tertentu tubuh untuk memulihkan
keseimbangan energi. Biasanya dilakukan oleh perawat atau tenaga kesehatan
terlatih.
Reiki
Terapi asal Jepang di mana energi universal (ki) disalurkan melalui tangan terapis
kepada pasien untuk membantu relaksasi, mengurangi stres, dan meningkatkan
kesejahteraan fisik maupun emosional.
Pranic Healing
Teknik penyembuhan tanpa sentuhan yang memanfaatkan energi prana (energi vital)
untuk membersihkan dan menyeimbangkan aura dan cakra tubuh pasien.
Quantum Touch (Sentuhan Kuantum)
Menggunakan niat, napas, dan kesadaran tubuh untuk meningkatkan getaran energi
sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan alami tubuh.
Chakra Balancing (Penyeimbangan Cakra)
Berfokus pada penyelarasan tujuh pusat energi utama (cakra) agar aliran energi tetap
lancar dan tidak terhalang, serta menjaga keseimbangan fisik, emosional, dan
spiritual.
Polarity Therapy (Terapi Polaritas)
Terapi yang menggabungkan sentuhan, gerakan, nutrisi, dan kesadaran energi untuk
menyeimbangkan kutub energi positif dan negatif dalam tubuh.(Wijaya et al., 2022)
E. Peran Dan Kontribusi Perawat
Perawatan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan
masyarakaat yang terus berkembang dan perkembangan dibidang teraapi komplementer.
Peran perawat dalam terapi alternatif dan komplementer meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Praktisi
Perawat bertindak sebagai trepaic yang memberikan pengobatan kepaada pasien
setelah mengevasluasi kebutuhan mereka.
2. Pendidik
Perawat memberikan penjelasan tentang kesehatan kepada pasien dan keluarga
pasien, termasuk manfaat, resiko, efeksamping, hasil yang diharpkan, durasi
pengobatan, dan dampak terapi terhadap pengobatan konvensional.
3. Penasehat
5
Perawat menyarankan pasien untuk mengunjungi pusat terapi untuk mrngrtahui
layanan yang tesedia dan mendorong pasien untuk mencoba terapi lain jika
diperlukan.
4. Koordinator
Perawat bertanggung jawab untuk mengkordinasikan penggunaan terapi
aalternaatif dan komplmenter dalam perawatan keperawatan, serta bekerja sama
dengan tim medis untuk mengelola berbagai masalah terkait penerapan terapi-
terapi tersebut.
5. Peneliti
Perawat mengikuti perkembangan terbaru dibidang terapi alternatif dan
komplementer, serta menerapkan hasil penerapan terbaru untuk meningkatkan
kualitas perawatan pasien.
6
BAB III
OPINI JURNAL TERKAIT TERAPI
KOMPLEMENTER ENERGETIC-TOUCH
A. Jurnal 1 : Pengaruh Terapeutic Touch Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Lansia Dan Hipertensi
Menurut kami, penelitin yang dilakukan oleh Heni Purnama Sari dan timnya pada
tahun 2023 sangat menaring dan relevan dengan isu-isu Kesehatan Masyarakat saat ini,
terutama bagi lansia yang sering mengalami tekanan darah tinggi. Studi ini menunjukkan
bahwa Therapeutic Touch (TT), yang merupakan metode pengobatan non-medis, dapat
menjadi cara yang baik, aman, dan terjangkau untuk menurunkan tekanan darah tanpa
efek samping berbahaya seperti yang terkait dengan obat-obatan.
Kami percaya bahwa metode seperti Therapeutic Touch seharusnya lebih luas
diterapkan di pusat Kesehatan Masyarakat dan masilitas Kesehatan umum. Membantu
menyeimbangkan energi dalam tubuh, yang bermanfaat bagi Kesehatan mental dan fisik,
terutama pada lansia.
Secara ringkas, meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti tidak
adanya,karena penelitian ini hanya melibatkan 30 orang dan terdapat kelompok
kontrol,kami percaya bahwa penelitian lebih lanjut di [Link] penelitian ini
mungkin tidak dapat diandalkan kecuali penelitian tersebut dirancang dengan lebih baik
dan melibatkan lebih banyak orang. Namun, kami tetap menganggap penelitian ini positif
dan inovatif, karena menunjukan bahwa sentuhan terapeutik dapat memberikan manfaat
signifikan dalam perawatan keperawatan holistik. Sentuhan terapeutik dapat menjadi
bagian penting dari layanan perawatan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dan
membantu mengurangi tekanan darah tinggi di Masyarakat.
B. Jurnal 2 : Penerapan metoda healing touch untuk mengatasi stress guru dalam
mengatasi tantrum pada anak autis di PKH austisma YPPA Padang
Kelompok kami menemukan jurnal Guslinda tahun 2025 sangat menarik dan
bermanfaat. Jurnal itu membahas metode Healing-Touch yang bisa membantu guru
mengatasi stress saat bekerja dengan anak-anak autis. Anak-anak ini sering
7
mengekspresikan emosi mereka, terutama mereka tidak mendapatkan apa yang
diinginkan. Hal ini membuat guru merasa sangat stress.
Kami percaya metode Healing-Touch sangat efektif karena mengatasi kebutuhan fisik
dan emosional secara bersamaan. Guru tidak hanya belajar cara mengatasi tantrum, tetapi
juga belajar cara rileks dan mengurangi kecemasan. ini membuat guru lebih tenang, lebih
sabar, dan lebih mampu berhubungan dengan secara positif.
Selain itu, maklah ini memberikan kontribusi penting bagi bidang Pendidikan khusus
dan keperawatan komunitas. Metode ini menekankan pentingnya memperhatikan
Kesehatan mental guru, karena kondisi emosional mereka sangat mempengaruhi kualitas
pengajaran dan perkembangan anak autis di sekolah.
Kelompok kami percaya bahwa kegiatan pelayanan Masyarakat berjalan dengan baik
karena melibatkan guru secarah langsung melalui konseling, sesi tanya jawab, dan
demonstrasi. Ketika guru terlibat dan melibatkan keterampilan mereka dalam
menggunakan Healing-Touch, hal ini menunjukkan bahwa metode ini dapat di terapkan
di sekolah-sekolah khusus lainnya.
C. Jurnal 3 : Analisa praktik keperawatan penerapan healing touch dengan story
telling dalam menejemen Ansietas pada Pasien Pnemonia di intensive care unit
Kelompok kami percaya penelitian ini sangat penting untuk praktik perawatan sehari-
hari karena menunjukkan bagaimana metode non-farmakologis bisa membantu pasien
yang mengalami masalah Kesehatan mental, khususnya kecemasan pada pasien
pneumonia yang dirawat di ICU. Pasien di ICU biasanya merasa sangat cemas karena
kondisi yang serius dan lingkungan yang membuatnya stres. Cara seperti sentuhan
penyembuhan dan bercerita telah terbukti bisa membuat pasien lebih rileks dan
mengurangi rasa cemas, seperti yang terlihat dari skor HARS.
Kami yakin terapi ini bisa menjadi Langkah yang baik, aman, dan penuh kasih saying
yang bisa dilakukan perawat sendiri. Sentuhan penyembuhan menggunakan sentuhan
lembut untuk menyeimbangkan energi tubuh dan meningkatkan hormon oksitosin, yang
membantu menciptakan perasaan tenang. Bercerita juga membantu membangun suasana
emosional yang positif melalui percakapan penuh kasih sayang. Saat kedua metode ini
digunakan bersama, mereka mewakili pendekatan holistic yang tidak hanya merawat
tubuh pasien, tetapi juga pikiran dan perasaannya.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perawat berperan dalam mendorong
inovasi dibidang Kesehatan dengan menambahkan terapi komplementer kedalam
perawatan mereka. Kami percaya pendekatan ini seharusnya lebih sering diterapkan
8
dirumah sakit untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan membantu mereka pulih
lebih cepat. Namun, kami juga menyadari bahwa penelitian ini memiliki beberapa
keterbatasan karena hanya melibatkan dua pasien, sehingga hasilnya tidak dapat
diterapkan pada semua orang.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Terapi komplementer, terutama terapi sentuhan energi, Adalah bentuk pengobatan
yang idak menggunakan obat-obatan. Tujuannya Adalah untuk memulihkan energi
dalam tubuh sehingga Kesehatan fisiki, mental, dan spiritual seseorang dapat membaik.
Terapi ini bekerja dengan mengalirkan energi positif melalui sentuhan lembut, yang
dapat membantu mengurangi stress, meredakan nyeri, merilekskan tubuh, dan
mempercepat proses penyembuhan alami tubuh, dibidang perawatan komunitas, terapi
sentuhan energi memeliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perawatan rutin
karena sifatnya yang aman, kemudahan penggunaannya, dan penekenan padaa
pengobatan holistik. Perawatan memainkan peran krusial sebagai praktisi, pelatih,
konselor, koordinator, dan peneliti dalam menerapkan terapi ini untuk mamastikan
manfaatnya dimaksimalkan bagi komunitas.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan tentang energetic-touc therapy sebagai bentuk terapi
komplementer dalam keperawataan komunitas, disaraankan agar metode ini
dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara luas dalam system Kesehatan. Perawat
diharapkan menguasai keterampilan dasar dan memahami prinsip-prinsip terapi ini agar
dapat memberikan perawatan komprehensif kepada pasien. Selain itu, Lembaga
Pendidikan keperawatan perlu menyediakan pelatihan dan bahan pembelajaran terkait
terapi komplementer ini agar peraawat yang sedang menempuh Pendidikan memiliki
keterampilan yang memadai. penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memperkuat
bukti ilmiah mengenai efektivitas dan keamanan terapi sentuhan energi, sehingga
pendekatan ini dapat terus dikembangkan secara optimal dalam praktik profesional dan
menjadi opsi alternatif dalam meningkatkan kualitas hidup Masyarakat.
9
10