0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan25 halaman

Analisis Manajemen Dinas Perhubungan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan25 halaman

Analisis Manajemen Dinas Perhubungan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 2 TATA KELOLA PEMERINTAHAN

NAMA : DHANET GUNTUR D


NIM : 048554279
UPBJJ-UT : JEMBER

Tugas Praktik 2:
Tema Tugas Praktik 2:
“Analisis Penerapan Fungsi Manajemen dan Kepemimpinan dalam Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah.”
Deskripsi Tugas Praktik 2:
Mahasiswa melakukan observasi terhadap kinerja salah satu unit organisasi pemerintahan yang
mudah diakses di tempat domisili masing-masing. Pilih salah satu unit organisasi pemerintahan
yang ada di tingkat pusat/daerah/kecamatan/kelurahan/desa/sebutan lainnya untuk:
1. Mengidentifikasi penerapan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, pengawasan).
2. Menilai kualitas kepemimpinan dan penerapan asas-asas manajemen pemerintahan.
3. Mengkaji keterkaitan manajemen pusat-daerah dan faktor internal-eksternal yang
memengaruhi kinerja.
Kewajiban & langkah-langkah pelaksanaan praktik oleh Mahasiswa.
1. Pemilihan Lokasi Praktik
Pilih satu instansi pemerintah di pusat/daerah/kecamatan/kelurahan/desa/sebutan lainnya
(misalnya kantor kelurahan atau puskesmas atau dinas atau balai
desa/nagari/kampung/gampong/lainnya). Selanjutnya mahasiswa dapat mengajukan surat
permohonan izin observasi dari UT Daerah tempat mahasiswa terdaftar atau program studi Ilmu
pemerintahan ke instansi terkait.
2. Studi Literatur Awal
1. Pahami teori fungsi manajemen (Modul 4).
2. Pahami sistem manajemen di pusat, daerah, kecamatan, dan desa/sebutan lainnya (Modul
5).
3. Pahami prinsip kepemimpinan dan asas manajemen (Modul 6).
3. Pengumpulan Data
1. Observasi langsung proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
2. Wawancara informal dengan pegawai terkait kepemimpinan, proses kerja, pengambilan
keputusan, dan pengawasan.
3. Kaji dokumen seperti RPJMDes, Renstra, SOP, laporan evaluasi kinerja, SK Lurah/SK
Kepala Puskesmas/SK kepala dinas/SK Kades, dan sejenisnya.
4. Analisis
1. Analisis penerapan fungsi manajemen: mana yang sudah optimal, mana yang belum.
2. Evaluasi gaya kepemimpinan (transformatif, partisipatif, otoriter, dan lainnya).
3. Identifikasi penerapan asas manajemen (efisiensi, efektivitas, partisipasi, transparansi,
akuntabilitas).
4. Nilai dampak faktor internal (Sumber Daya Manusia, struktur organisasi) dan eksternal
(politik, budaya, ekonomi lokal) terhadap manajemen.
5. Penyusunan Laporan
Struktur Laporan:
1. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Praktik
4. Metode Pengumpulan Data.
2. Tinjauan Teori
1. Fungsi Manajemen Pemerintahan (Perencanaan, Pengorganisasian, dan lainnya)
2. Kepemimpinan dalam Pemerintahan
3. Asas-asas dalam Manajemen Pemerintahan.
3. Profil Instansi Pemerintah
1. Nama dan Jenis Instansi
2. Struktur Organisasi
3. Program/Kegiatan Utama.
4. Hasil Observasi dan Wawancara
1. Pelaksanaan Fungsi Manajemen
2. Gaya Kepemimpinan
3. Penerapan Asas/Fungsi Manajemen,
5. Analisis dan Temuan
1. Efektivitas Perencanaan dan Pengawasan
2. Kendala Internal dan Eksternal
3. Implikasi terhadap Pelayanan Publik.
6. Rekomendasi
1. Perbaikan Sistem Manajemen
2. Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan
3. Penerapan Prinsip Good Governance.
7. Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran.
Lampiran (opsional)
- Dokumen Pendukung
- Hasil Observasi
- Wawancara dan Foto Lapangan
- Surat Tugas/Izin.
LAPORAN TUGAS 2 MATA KULIAH TATA KELOLA PEMERINTAHAN /IPEM4431

Dengan objek studi Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, Tingkat mobilitas


manusia kian hari kian tinggi, baik itu lalu lintas orang maupun barang,
konektivitas antar wilayah, pemerataan Pembangunan, dan distribusi
pasokan barang yang merata akan menjaga laju pertumbuhan ekonomi
dengan baik. Seiring dengan hal tersebut maka bertambahnya jumlah
kendaraan setiap tahun nya menjadi hal yang tak terhindarkan, oleh karena
nya dalam tugas 2 ini saya akan mengambil objek studi untuk laporan
tugas 2 yakni Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso, yang
merupakan Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki tugas dan
tanggungjawab di bidang penyelenggaraan trasnprortasi kendaraan
bermotor.

2. Rumusan Masalah

 Analisis penerapan fungsi manajemen, bagian mana yang sudah optimal,


bagian mana yang belum

 Menganalisis gaya kepemimpinan (tranformatif, otoriter, partisipatif,


lainnya)

 Identifiksi penerapan asas manajemen (efektivitas, efisiensi, akuntabilitas,


transparansi)

 Nilai dampak faktor internal (sdm dan struktur organisasi) dan factor
eksternal (ekonomi, social, budaya)
3. Tujuan praktik

 Mengetahui fungsi manajemen di Dinas Perhubungan Kabupaten


Bondowoso apakah sudah optimal
 Mengetahui termasuk gaya kepemimpinan apa yang dimiliki kepala dinas
Perhubungan Kabupaten Bondowoso
 Mengetahui asas-asas manajemen di Dinas Perhubungan apakah sudah
berjalan baik (akuntabilitas, transparansi, efektifitas dan efisiensi)
 Mengetahui dampak dari faktor internal dan eksternal terhadap kinerja
Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso

4. Metode pengumpulan Data.

Data yang saya gunakan untuk kajian pembuatan laporan tugas 2 ini saya
peroleh dengan cara mengunduh berbagai aturan yang ada di JDIH Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK), JDIH secretariat daerah Bondowoso, website
resmi Dinas Perhubungan kabupaten Bondowoso, dan juga melalui
wawancara langsung dengan pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten
Bondowoso sesuai dengan kebutuahn data yang ingin saya peroleh.
II. TINJAUAN TEORI

1. Fungsi Manajemen Pemerintahan. (Perencanaan, Pengorganisasian,


Pendelegasian Kewenangan dan Pengawasan)

Keberhasilan dari fungsi manajemen pemerintahan ditentukan dari sejauh


mana fungsi-fungsi pemerintahan bekerja sama dengan baik dan optimal
untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam tugas pokok nya secara umum,
organisasi pemerintahan memiliki 3 fungsi/tugas utama yakni sebagai
pelayan masyarakat, pelaksana program-prgoram Pembangunan, dan
pemberdayaan Masyarakat. Fungsi – fungsi manajemen dalam
pemerintahan meliputi :

- Perencanaan dalam pemerintahan, perencanaan pada hakikatnya Adalah


kegiatan untuk menentukan Langkah yang tepat di masa depan, melalui
urutan prioritas, dengan menghitung sumber daya yang tersedia, serta
disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi, antara perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan. Di Indonesia perencanaan
nasional diatur dalam Undang – Undang nomor 25 tahun 2004 tentang
SPPN (Sistem perencanaan dan Pembangunan Nasional)
- Pengorganisasian dalam pemerintahan, Terry dalam Hasibuan (2008)
menyebut bahwa organisasi merupakan sebuah entitas dengan bagian –
bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan mereka satu
sama lain dipengaruhi oleh hubungan merekat terhadap keseluruhan.
Unsur – unsur organisasi meliputi orang, Kerjasama, tujuan, peralatan, dan
lingkungan.
- Pendelegasian wewenang dalam pemerintahan, karena keterbatasan
pemimpin suatu pendelegasian kewenanganmenjadi penting dalam
manajemen pemerintahan. Dalam dunia birokrasi pemerintahan seorang
Sekretariat Daerah, Kepala Dinas, Kepala Biro atau Kepala Bagian punya
keterbatasan waktu, tenaga, dan perhatian. Maka dalam pelaksanaan tugas
dan kewenangan nya tidak dapat dapat melakukan sendiri, dan butuh
bantuan dari pihak lain untuk melaksanakan tugas – tugas hariannya.
Dikala kondisi kondisi tertentu pimpinan selaku pememgang kewenangan
dan tanggungjawab ada udzur.
- Pengawasan program pemerintahan, Teery (2006) menjelaskan bahwa
pengawasan adalah mendeterminasi apa yang telah dilakukan. Dalam arti
mengevaluasi atau menilai hasil kerja, dan jika diperlukan mengambil
Tindakan terhadap hasil kerja yang telah dilaksanakan. Dalam hal ini
pengawasan dilakukan untuk mengetahui capaian kinerja organisasi, atas
apa yang direncanakannya. Simbolon (2004:61) megngatakan bahwa
pengawasan harus berpedoman pada hal – hal seperti rencana yang harus
ditentukan, perintah terhadap pelaksanaan pekerjaan, tujuan, kebijakan
yang telah ditetapkan sebelumnya. Simbolon mengatakan pengawasan
bertujuan agar pelaksanaan hasil pekerjaan diperoleh secara berdaya
guna / efisien dan berhasil guna / efektif, sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan sebelumnya.

2. Kepemimpinan dalam Pemerintahan


Semua orang yang belajar tentang manajemen, mendalami dan memahami
tentang manajemen menyadari bahwa kepemimpinan adalah pokok atau
inti dari suatu manajemen, termasuk dalam manajemen pemerintahan
kehadiran sosok pemimpin yang kredibel, mumpuni, dan kompeten sangat
dibutuhkan untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Menurut C Turney
dan Martinis Yamin dan Maisah (2010) mendefinisikan kepemimpinan
adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola dan
menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi
melalui aplikasi atau penerapan asas-asas manajemen pemerintahan.
Sedangkan menurut Toha (2010:5) mengatakan bahwa kepemimpinan
Adalah serangkaian proses mempengaruhi orang untuk melakukan
kegiatan dalam rangka mencapai tujuan [Link] penting yag
disampaikan oleh Terry adalah kemampuan untuk mempengaruhi, Dimana
kemampuan ini tidak dimiliki oleh semua orang, yakni kemampuan untuk
mengajak dan menggerakkan orang. Dari definisi berbagai ahli dapat
disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah merupakan cara seorang
pemimpin dalam mempengaruhi bawahan dengan cara tertentu sehingga
dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Faktor keberhasilan pemimpin
adalah salah satunya dengan keberhasilan menciptakan lingkungan dan
suasana kerja yang bagus sehingga menimbulkan kesadaran bagi bawahan
untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh organisasi.

3. Asas- asas dalam manajemen pemerintahan


Dalam praktik jalan nya roda pemerintahan, manejemen merupakan
variable utama karena berbagai urusan pemerintahan, manajemen menjadi
variable utama karena berbagai urusan pemerintahan, permasalahan
masyarakat di pemerintahan dan berbagai sumber daya yang ada di
Masyarakat agar dapat dikelola dengan baik. Asas – asas manajemen
pemerintahan harus dilaksanakan baik oleh pemerintah pusat, pemerintah
daerah, dan pemerintah desa. Asas – asas manajemen pemerintahan
merpakan perwujudan dari tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Di Indonesia sudah ada paying hukum yang menjadi pedoman dalam
melaksanakan asas-asas umum pemerintahan yang baik, seperti dalam UU
nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan
Bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) UU nomor 5 tahun 1986
tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN), UU nomor 23 tahun 2014
tentang Pemerintah Daerah.
Asas- asas pemerintahan Adalah suatu kaidah yang bersifat normatiF
dalam menjalankan hubungan pemerintah, bersumber dari ilmu filsafat,
agama, etika, yang kemudian terwujud dalam bentuk hukum positif. Asas
pemerintah merupakan pedoman atau acuan yang merupakan kebenaran
dan dijadikan tujuan berpikir dan prinsip pegangan dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara yang baik dan bersih.
III. PROFIL INSTANSI PEMERINTAH

1. Struktur organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso per


tanggal 31 Oktober 2025, merupakan Organisasi Perangkat Daerah yang
ada di Kabupaten Bondowoso mempunyai tugas dan fungsi pelayanan di
bidang transportasi, Dinas Perhubungan Kab Bondowoso mempunyai
struktur organisasi sebagai berikut, :

 Kepala Dinas : Drs, Sigit Purnomo, MM


 Sekretaris Dinas :-
 Kasubag Perencanaan & Keuangan : Ely Yuliati, [Link]
 Kasubag Umum : Mashadi Surachman, SP
Staf pelaksanan baik ASN maupun Non ASN

 Kepala Bidang LLAJ : Deky Handy Prasetyo, ST. [Link]


 Kepala Seksi Pengendalian, operasional & keselamatan : Rubiyanto, ST, MM
 Kepala Seksi Angkutan: Bayu Aji Prabowo, [Link].T, MM
Staf pelaksanan baik ASN maupun Non ASN

 Kepala Bidang Teknik Prasaran Perhubungan : Ahmad Syaihu Arif, SE


 Kepala seksi Pemeliharaan Prasarana Jalan : Imam Wahyudi, ST, [Link]
 Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalin : Heru Purwoko, ST
Staf pelaksanan baik ASN maupun Non ASN

 UPT Pengujian berkala kendaraan bermotor meliputi Kepala UPT Pengujian Berkala
Kendaraan Bermotor Dwi Kuswantoro, ST, MM, jabatan fungsional penguji kendaraan
bermotor beserta staf pelaksana.
2. Fungsi dan Tugas Dinas Perhubungan

Sesuai dengan Peraturan Bupati Bondowoso nomor 123 tahun 2021 pasal 5
menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan Bondowoso mempunyai tugas untuk
membantu Bupati Bondowoso melaksanakan urusan pemerintah bidang
perhubungan/transportasi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh daerah. Dinas
Perhubungan memiliki fungsi diantaranya :

 Perumus kebijakan, pedoman, dan standar teknis pelaksanaan bidang perhubungan


 Pelaksana kebijakan di bidang Perhubungan
 Pembangunan, pemantauan, pengembangan, pengendalian dan evaluasi kegiatan di
bidang perhubungan.
 Melaksanakan pengujian berkala kendaraan bermotor bagi kendaraan angkutan
penumpang dan angkutan barang.
 Melakukan pengawasan dan pemberian izin di bidang perhubungan
 Memberi dukungan teknis kepada Masyarakat dan perangkat daerah di bidang
transportasi
 Penegakkan peraturan di bidang perhubungan.
 Melaksanakan tugas lain dari Bupati yang terkait dengan urusan bidang Perhubungan.

3. Program / Kegiatan utama

Sesuai dengan Peraturan Bupati Bondowoso nomor 123 tahun 2021 tentang
SOTK Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso, memiliki fungsi utama sebagai
penyelenggara utama urusan pemerintahan di bidang Perhubungan/transportasi, dan jika
melihat Dokumen induk pelaksanaan anggaran (dipa) Dinas Perhubungan Kabupaten
Bondowoso tahun 2025, Dinas Perhubungan memiliki beberapa program dan kegiatan
utama seperti,

 Bondowoso menyala, program unggulan Dinas Perhubungan dalam rangka memeratakan


jaringan penerangan jalan umum ke seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso, sehingga
pengendara kendaraan bermotor di malam hari merasa aman dan nyaman
 Mudik gratis dari Bali ke Bondowoso dan sebaliknya, merupakan program rutin tiap
tahun untuk memfasilitasi para warga Bondowoso yang mayoritas bekerja di pulau Bali
untuk Kembali pulang kampung ke Bondowoso dalam rangka hari raya Idul Fitri.
 Pengendalian dan operasional lalu lintas, kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh personel
motoris LLAJ dalam rangka memperlancar arus lalu lintas di jam – jam sibuk seperit pagi
hari disaat anak sekolah dan orang bekerja berangkat secara bersamaan
 Perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan seperti Marka, Rambu-rambu,
Traffic light termasuk close circuit television / CCTV.
 Penataan dan pengelolaan parkir di wilayah Kabupaten Bondowoso
 Sosialisasi keselamatan ke pengguna transportasi seperti para sopir bus, sopir angkutan
barang, serta anak – anak sekolah.
 Pelayanan ujiberkala kendaraan bermotor bagi kendaraan bermotor wajib uji, seperti
mobil penumpang, kendaraan barang, kereta gandingan, kereta tempelan.
IV. HASIL OBSERVASI dan WAWANCARA di DINAS PERHUBUNGAN

1. Pelaksanaan Fungsi Manajemen

Pelaksanaan fungsi manajemen seperti yang didefinisikan oleh para ahli tata negara
meliputi 4 hal yakni perencanaan dalam pemerintahan, pengorganisasian dalam
pemerintahan, pendelegasian kewenangan dan pengawasan dalam manajemen
pemerintah.
 Konsep pertama dari manajemen pemerintahan adalah perencanaan, Dinas
Perhubungan dalam melaksanakan program di tahun yang aan datang,
sebelumnya telah melakukan perencanaan di tahun sebelumnya dengan
berkoordinasi dengan tim anggaran, tim bagian kesejahteraan rakyat Sekretariat
Daerah Kabupaten Bondowoso dan koordinasi dengan bidang perencanaan dan
pembangunan infrastruktur dan wilayah BP4D (Badan Perencanaan, penelitian,
pengembangan dan Pembangunan kabupaten Bondowoso). Semua perencanaan di
pemerintah daerah harus mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh pemerintah
pusat, yang sudah mengeluarkan paying hukum yakni Undang – Undang nomor
25 tahun 2004 tentang SPPN (Sistem Perencanaan dan Pembangunan Nasional)
yang kemudian dikejwantahkan dengan RPJP Nasional (rencana Pembangunan
jangka Panjang) dan RPJM Nasional maupun daerah (rencana pembangunan
jangka menengah). Sedangkan bentuk dokumen perencanaan tahunan disebut
dengan RKP (rencana kerja pemerintah) baik RKP Pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah. Untuk pelaksanaan perencanaan Dinas Perhubungan
Kabupaten Bondowoso tertuang dalam Renja 2025 yakni rencana kerja Dinas
Perhubungan tahun 2025, yang linier dengan program Pembangunan daerah
kabupaten Bondowoso. Yang mana program perencanaan Pembangunan
kabupaten Bondowoso tertuang dalam dokumen RPJMD 2025 – 2029 (rencana
pembangunan jangka menengah daerah)
 Konsep berikutnya adalah pengorganisasian dalam pemerintahan,
pengorganisasian merupakan suatu proses mengatur dan mengelola unsur-unsur
atau unit-unit dalam organisasi untuk melaksanakan berbagai program/kegiatan
dimana unit-unit tersebut saling memengaruhi satu sama lain, saling terhubung
satu sama lain, dan secara keseluruhan saling terintegrasi sebagai satu kesatuan.
Menurut Siagian (1983) pengorganisasian merupakan pengelompokan orang-
orang, alat-alat, tugas, kewenangan, dan tanggungjawab sedemikian rupa
sehingga terbentuk suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai satu kesatuan.
Pengorganisasian bukan hanya pengaturan terhadap manusia dan materi seperti
sarana dan prasarana kantor, akan tetapi juga hal non fisik seperti tugas,
tanggungjawab, dan kewenangan. Sinergitas kedua unsur fisik dan non fisik
tersebut atau (materi dan non materi) merupakan unsur yang saling terikat dan
melekat. Pengorganisasian akan mengatur dan mengelola agar semua berjalan
sesuai tugas pokok dan fungsi, sehingga tidak ada yang tumpang tindih
wewenang. Pengorganisasian dikejawantahkan dalam bentuk struktur organisasi,
yang merupakan suatu susunan komponen unit-unit kerja dan hubungan antar tiap
bagian sesuai tugas dan funsi nya untuk saling bersinergi mewujudkan tujuan
yang ingin digapai. Elemen struktur organisasi meliputi, spesialisasi pekerjaan,
departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan
desentralisasi, dan formalisasi. Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso
berdasarkan hasil observasi telah memiliki struktur organisasi untuk mencapai
program-program yang telah direncanakan, terdiri dari 1 sekretariat yang
membawahi 2 sub bag, yakni sub perencanaan dan keuangan, dan sub umum dan
kepegawaian. Serta memiliki 2 bidang, yakni bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, dan bidang Teknik dan Sarana Prasarana Perhubungan. Serta memiliki 1
UPT (unit pelaksana teknis dinas) yakni UPR Pengujian Berkala Kendaraan
Bermotor. Melalui pengorganisasian yang baik maka efektivitas dan efisiensi
organisasi dapat tercapai.
 Konsep berikutnya adalah pendelegasian dalam kewenangan, untuk mencapai
tujuan organisasi seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendiri, setiap pemimpin
memiliki keterbatasan waktu, konsentrasi, dan tenaga, sehingga akan ada momen
tertentu seorang pemimpin melakukan pendelegasian wewenang kepada bawahan
nya yang dinilai cakap dan mumpuni. Konsep pendelegasian wewenang adalah
secara step by step, dari pimpinan teratas kepada pemimpin dibawahnya, misalkan
dalam studi Dinas Perhubungan Bondowoso, dalam kegiatan sosialisasi
keselamatan berlalu lintas Kepala Dinas Perhubungan berhalangan hadir, maka
dapat mendelegasikan kepada Sekretaris Dinas Perhubungan, jika Sekretaris
misalnya juga berhalangan hadir, dapat didelegasikan kepada Kepala Bidang
pengampu. Asas – asas dalam pendelegasian wewenang meliputi, asas
kepercayaan, asas tujuan yang diharapkan, asas kesesuaian fungsi dan tugas, asas
rantai komando, asas efisiensi, dan asas keseimbangan.
 Konsep terakhir dari pelaksanaan fungsi manajemen pemerintahan adalah
pengawasan, dengan adanya fungsi pengawasan atau controlling ini diharapkan
mampu mewujudkan program program yang telah direncanakan secara efektif dan
efisien. Menurut Herujito (2006:242) definisi pengawasan atau controlling
sebagai fungsi ke empat dari elemen pelaksanaan fungsi manajemen
pemerintahan adalah menalokasikan dan mengamati penyimpangan –
penyimpangan yang terjadi. Kegagalan dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu
program dan kegiatan bersumber dari 2 hal yakni force mayor / pengaruh diluar
jangkauan manusia, dan perilaku yang mengerjakan tidak sesuai atau memenuhi
syarat kompetensi. Dengan demikian pengawasan Adalah serangkaian proses
evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan yang te;ah dilakukan, guna menjamin
bahwa semua kegiatan/program yang dikerjakan sesuai dengan rencana yang telah
disepakati di awal perencanaan. Pengawasan memiliki tujun agar kegiatan yang
dilaksanakan berhasil guna dan berdaya guna, dalam Dinas Perhubungan
kabupaten Bondowoso ada 2 tipe pengawasan, yakni secara internal dan secara
eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh atasan terhadap kinerja bawahan
nya, semisal dalam pelayanan uji berkala kendaraan bermotor dalam melakukan
pelayanan petugas penguji diawasi oleh Kepala UPT Pengujian berkala, apakah
dalam melaksanakan tugas sudah sesuai aturan, apakah terjadi pelanggaran
selama bekerja, pengawasan juga dilakukan oleh kepala dinas terhadap kepala
unit pelaksana teknis agar semua bekerja sesuai koridor masing-masing.
Sementara itu untuk pengawasan eksternal dilakukan oleh instansi luar yang
berwenang dalam hal ini Adalah Inspekorat Kabupaten dan juga dari BPK (Badan
Pemeriksa Keuangan) Republik Indonesia.
2. Gaya Kepemimpinan
Menurut C Turney dalam Martinis Yamin (2010:74) mendefiniskan pemimpin sebagai
suatu proses yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan
sebuah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi, dengan mengaplikasikan Teknik-
teknik manajemen. Sudarwan Darmin (2004:56) mendefiniskan kepemimpinan sebagai
suatu perbuatan yang dilakukan oleh individua tau kelompok untuk mengkoordinasi dan
memberi arah kepada individua tau kelompok yang bergabung dalam wadah tertentu
untuk mewujudkan tujuan Bersama yang telah ditetapkan. Pemimpin memiliki peran
sebagai agen perubahan, penentu arah, pelatih, dan juru bicara.
Stoner (1996) menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan adalah berbagai pola tingkah laku
yang disukai oleh pemimpin dalam proses mempengaruhi dan mengarahkan para
pekerja. Toha (2013) menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan adalah norma perilaku
yang digunakan oleh seseorang saat seseorang tersebut mencoba mempengaruhi orang
lain untuk melakukan apa yang ia inginkan. Toha juga menyebutkan ada 2 gaya
kepemimpinan adalah gaya kepemimpinan otoriter dan gaya kepemimpinan demokratis.
Berdasarkan observasi dan wawancara dengan beberapa pegawai Dinas Perhubungan
terdapat beberapa yang berpendapat bahwa Kepala Dinas termasuk memiliki gaya
kepemimpinan demokratis, dan ada sedikit orang mengatakan bahwa beliau memiliki
gaya kepemimpinan otoriter.

3. Penerapan Asas / Fungsi Manajemen


 Fungsi perencanaan, melakukan observasi dengan melihat Renja OPD (rencana
kerja), renstra OPD (rencana strategis), LAKIP (laporan akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah), membaca dan memahami dokumen pelaksanaan anggaran,
mempelajari dokumen pertanggungjawaban, serta melakukan wawancara dengan
kasubag perencanaan dan keuangan Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso,
selaku ujung tombak perencanaan dan keuangan Dinas Perhubungan Kabupaten
Bondowoso.
 Fungsi pengorganisasian, melakukan observasi dan wawancara dengan kasubag
umum dan kepegawaian, serta Sekretaris Dinas Perhubungan untuk menggali
informasi terkait sistem dan struktur organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten
Bondowoso. Membaca aturan yang menjadi landasan pembentukan OPD Dinas
Perhubungan Kabupaten Bondowoso, yakni Peraturan Bupati Nomor 123 tahun
2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja
Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso.
 Fungsi penggerak dan pendelegasian kewenangan, Proses pendelegasian
wewenang akan bergerak setingkat demi setingkat dari sumbernya, organisasi
tingkat teratas sampai kepada organisasi tingkat terendah. Prinsip pendelegasian
wewenang setingkat ke tiap tingkat dari urutan teratas hingga sampai ke yang
terbawah ini disebut dengan hierarki. Pendelegasian wewenang berdasarkan
tingkatan ini dengan tujuan agar organisasi bergerak secara serentak.
Pendelegasian wewenang ini haruslah jelas batasan – batasannya, tentang apa
yang boleh dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan, oleh karena itu
pendelegasian wewenang tersebut hendaknya tertulis supaya tidak menimbulkan
keraguan dalam menjalankan tugasnya. Stoner (1996) menjelaskan bahwa
pendelegasian wewenang dilihat dari 3 konsep utama, yakni tugas, kekuasaan,
dan tanggungjawab. Tugas meruapakan kewajiban dalam pekerjaan yang telah
ditentukan dalam [Link] adalah suatu pekerjaan yang telah
diberikan wewenang, penyerahan dari tugas-tugas yang dipercaya, tanggungjawab
adalahsuatu pekerjaan yang dilakukan organisasi suatu Perusahaan yang diperoleh
dari atasan terhadap tanggungjawab pekerjaan atau pun kepercayaan yang
diberikan.
V. ANALISIS dan TEMUAN

1. Efektivitas Perencanaan dan Pengawasan


Keberhasilan dari suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya dimulai dengan
perencanaan yang baik, jika perencanaan matang dan dilakukan dengan baik, akan jelas
konsep dan road map kedepan, apa saja yang menjadi program kegiatan ? Siapa
penanggungjawabnya ? Bagaimana pelaksanaan dan mekanismenya ? berapa jumlah
anggaran yang diperlukan ? Dengan perencanaan yang baik sutau Organisasi Perangkat
Daerah akan dapat berkembang dan berjalan on the track dalam rangka mencapai tujuan
[Link] map Dinas Perhubungan Bondowoso dapat dilihat pada Renja (rencana
kerja) 2025, dokumen tersebut berisi pemikiran strategis untuk menyikapi isu-isu terkait
transportasi yang ada di Masyarakat, dan bagaimana menyikapinya. Rencana kerja Dinas
Perhubungan kabupaten Bondowoso tahun 2025 adalah rencana kerja tahunan yang
merupakan penjabaran dari pelaksanaan Pembangunan yang telah direncanakan dalam
renstra (rencana strategis) Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso tahun 2024 –
2026, rencana strategis Dinas Perhubungan disusun secara demokratis, partisipatif, dan
transparan. Efektif tidak nya perencanaan dapat dilihat dalam dokumen renja yang
memuat capaian kinerja dari suatu perangkat daerah, dalam studi kali ini saya
menggunakan rencana kerja Dinas Perhubungan tahun 2025 untuk mendapatkan data
yang dibutuhkan. Berdasarkan dokumen yang say abaca terdapat bebrapa kendala dalam
rangka mencapai tujuan organisasi, salah satu poin yang saya tangkap Adalah rendahnya
jumlah kendaraan wajib uji untuk melakukan uji berkala, yang merupakan kewajiban
bagi angkutan penumpang, kendaraan barang, kereta gandengan dan kereta tempelan.
Untuk menciptakan kenyamanan dan keselamatan di jalan. Dalam perencanaan perlu
dilakukan kegiatan sosialisasi atau kegiatan lain yang sekiranya bisa menarik minat dari
para pengemudi kendaraan bermoroe wajib uji untuk mau melaksanakan uji berkala.
Kemudian untuk pengawasan merupakan rentang kendali untuk mengontrol bahwa yang
direncanakan telah dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan target, sasaran waktu yang
telah ditetapkan. Pengawasan di Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso terbagi
menjadi 4 tahapan utama, yakni
- Menentukan standar atau dasar dalam pengawasan
- Mengukur pelaksanaan
- Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukan perbedaan jika
ada
- Memperbaiki penyimpangan dengan cara dan tindakan yang tepat.
Tahapan tahapan diatas tampak sederhana namun dalam pelaksanaan nya,
tahapan pertama merupakan penetapan dasar atau acuan yang akan
digunakan sebagai rambu- rambu dalam melakukan pengawasan,
dilakukan oleh pimpinan dalam mengawasi kinerja unit kerja dibawahnya,
di Dinas Perhubungan kabupaten Bondowoso terdapat SOP (standar
operasional procedural) yang dijadikan patokan dalam bekerja. Tahapan
kedua pengawasan dalam capaian kinerja, dalam hal ini ASN di lingkup
Pemerintah Kabupaten Bondowoso setiap harinya membuat dan mengisi
aplikasi yang Bernama “sipijar” dengan melampirkan bukti dokumen foto
untuk mengetahui capaian aktivitas harian. Tahapan ketiga yakni
membandingkan pelaksanaan dengan standar yang telah ditetapkan, dalam
hal ini data yang diperoleh melalui pengawasan dibandingkan dengan
kenyataan dalam pengawasan di lapangan. Tahapan ke empat yaitu
memperbaiki penyimpangan dengan cara tindakan yang tepat, dalam hal
ini jika penyimpangan hanya dilakukan dalam hal berupa pelanggaran
ringan, ASN di Dinas Perhubungan kabupaten Bondowoso akan dibina
secara internal oleh sub bag kepegfawaian yang ada di kantor Dinas
Perhubungan, namun jika pelanggaran kategori berat, maka yang akan
menindaklanjuti Adalah BKPSDM (badan kepegawaian dan
pengembangan sumber daya manusia) dan juga Inspektorat Kabupaten
Bondowoso.

2. Kendala Internal dan Eksternal


Dalam rangka menjalankan program – program yang telah ditetapkan ada kalanya
terdapat hambatan di tengah jalan yang mengganggu atau menghambat
pelaksanaan daripada program tersebut. Hambatan tersebut bisa berasal dari
dalam maupun dari luar organisasi,
Menurut Anthony Atos menurut Amins (2012) berpendapat bahwa ada factor-
faktor internal yang mempengaruhi manajemen pemerintahan suatu organisasi
yakni :
- Strategi, merupakan factor internal yang bisa mempercepat atau
menghambat pelaksanaan suatu program, dengan strategi yang tepat maka
program akan cepat terwujudkan, namun jika salah strategi justru dapat
menghambat target.
- Struktur, pemilihan struktur yang tepat juga menentukan apakah targe
dapat dicapai dengan efektif atau efisien atau tidak, struktur mengikuti
dengan latar belakang dan tujuan pokok dari organisasi
- Sistem, hal yang biasa dilakukan untuk mencapai, menyampaikan dan
memproses informasi, dengan system yang tepat akan mempercepat
tercapainya tujuan organisasi.
- Staf pemilihan staf sesuai dengan kemampuan yang tepat akan menetukan
seberapa cepat tujuan atau target akan tercapai
- Gaya kerja, bagaimana suatu organisasi mempunyai standar gaya kerja
serta etos kerja keras yang kuat untuk mencapai sasaran organisasi.

Kemudian untuk factor eksternal yang menghambat tercapainya tujuan


organisasi meliputi :
- Sumber daya alam
- Sumber daya manusia
- Perkembangan teknologi dan informasi
- Kebijakan pemerintah
- Dinamika politik
- Perkembanga global/ globalisasi

3. Implikasi terhadap Pelayanan Publik


Dengan adanya ketaatan terhadap fungsi – fungsi dalam manajemen pemerintahan
meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pendelegasian wewenang
dan pengawasan akan menciptakan satu kesatuan organisasi yang padu dan dapat
bekerja dengan optimal, dan implikasi nya sangat nyata dalam tugas pokok dan
fungsi utama instansi pemerintah yaitu berhasilnya fungsi pelayan public, fungsi
Pembangunan, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini akan
terwujud pelayanan publik yang bersih, transparan, dan professional.
VI. REKOMENDASI

1. Perbaikan Sistem Manajemen


Secara struktur organisasi jika melihat kondisi existing dan kajian yang dilakukan oleh
beberapa tim ahli di bidang trasnportasi, yakni kebetulan di wilayah Kab Bondowoso
sedang ada mahasiswa PKL/praktik kerja lapang dari STTD-PTDI (sekolah tinggi
transportasi darat) Bekasi, yang meruapakan sekolah tinggi kedinasan di bawah naungan
BPSDM Kementerian Perhubungan yang mencetak sarjana sains terapan yang punya
bidang keilmuan transportasi darat. Melihat beban lalu lintas yang akan ditanggung oleh
jalan – jalan protocol di Bondowoso dalam beberapa tahun kedepan akan cukup
padat/ramai, dan bisa menimbulak kemacetan, hal tersebut didorong dengan
bertambahnya jumlah kendaraan bermotor tiap tahun yang semakin banyak, oleh
karenanya untuk menghadapi tantangan zaman yang berkembang pesat, saya
merekomendasikan agar ada penyegaran dan pembaruan pada struktur organisasi dan
kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso.

2. Peningkatan Kapasitas Pemimpin


Pemimpin meruapakan ujung tombak sekaligus leader yang ibaratnya menahkodai
sebuah perahu, sampai ke pelabuhan atau tidak perahu tersebut tergantung dari nahkoda
perahu dalam menjalankan dan memberi instruksi pada awak kapal, begitu pula halnya
dengan Kepala Dinas Perhubungan, untuk terus menerus mengupgrade ilmu pengetahuan
dan literasi digital, hendaknya perlu untuk mengikuti pelatihan – pelatihan dan seminar
yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi profesi maupun lembaga negara vertikal.
Akhir – akhir ini cukup banyak terobosan baik dari Kementerian PAN-RB maupun BKN
dalam membimbing dan memberi pelatihan kepada para ASN baik secara daring maupun
luring, agar skill, knowledge dan attitude ASN meningkat lebih baik. Hendaknya juga
tim dari BKPSDM dan secretariat daerah pemkab Bondowoso dan tim baperjakat dalam
menempatkan eselon II sesuai dengan latar belakang Pendidikan dan profesi.
3. Penerapan prinsip Good and Clean governance
Asas asas umum pemerintahan yang baik adalah adanya partisipasi masyarakat, tegaknya
supremasi hukum, transparansi, peduli pada stakeholder dunia usaha, berorientasi pada
pelayanan, efektivitas dan efisiensi. Dinas Perhubungan memiliki peran yang cukup
pening dalam menyokong keselamatan dan kenayaman pengguna jalan di wilayah
Kabupaten Bondowoso, dengan fungsi manajemen umum pemerintahan yang berjalan
dengan optimal, serta kepemimpinan yang demokratis maka akan terwujud sinergitas dan
kolaborasi yang solid untuk mewujudkan program-program kegiatan Dinas Perhubungan
kabupaten Bondowoso secara efektif dan efisien, yang meruapakan salah satu poin asas-
asas umum penyelenggaraan pemerintah yang bersih.
VII. PENUTUP
1. Kesimpulan
Fungsi - fungsi manajemen pemerintahan meruapakan kunci agar
penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan dengan baik, Dinas Perhubungan
Kabupaten Bondowoso agar dapat mewujudkan tata Kelola layanan transportasi
yang baik, berkeselamatan dan berkonsep ramah lingkungan harus bisa
menerapkan fungsi manajemen pemerintahan dengan baik, termasuk factor
kepemimpinan memegang peranan kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan
pemerintahan yang baik dan bersih.

2. Saran
Sebagai Dinas yang mempunyai wewenang di bidang terselanggaranya
trasnportasi yang tertib, aman, nyaman, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten
Bondowosom maka perlu dilaksanakan kajian dan telaah yang rutin terhadap
pelaksanaan fungsi – fungsi umum manajemen pemerintahan, mulai perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pendelegasian, serta monitoring dan evaluasi
harus dilaksanakan secara berkala. Mengingat dan menimbang permasalahan
transportasi dari tahun ke tahun kian kompleks, kepala dinas pun sebagai sosok
pimpinan juga harus mampu hendaknya untuk berpacu dan mengikuti
perkembangan zaman, termasuk dengan SDM ASN dinas perhubungan untuk
terus mengasah dan meningkatkan skill dan kompetensi harus rajin mengikuti
kegiatan Pendidikan dan pelatihan, workshop, dan seminar. Penyelenggaraan
pemerintah yang baik dan bersih / good and clean government dimulai dari
struktur organisasi perangkat daerah yang menjadi penunjang dan penyongkong
pemerintahan, dalam hal ini pemerintah daerah.
Sumber referensi :

Kuswandi, Aos. Redjo, Samugyo Ibnu. 2022. Manajemen Pemerintahan.


Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

Peraturan Bupati Bondowoso nomor 123 tahun 2021 tentang SOTK Dinas
Perhubungan Kabupaten Bondowoso

[Link]

[Link]
utama-di-lingkungan-pemerintah-kabupaten-bondowoso#:~:text=JDIH
%20Bondowoso%20%2D%20PENETAPAN%20INDIKATOR%20KINERJA
%20UTAMA%20DI%20LINGKUNGAN%20PEMERINTAH%20KABUPATEN
%20BONDOWOSO

[Link]

[Link]
asn-berbasis-meritokrasi/

[Link]
dan-penerapan-good-governance-di-indonesia-99

Lampiran gambar Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso

Anda mungkin juga menyukai