Metodologi Uji Beda Kelompok Epidemiologi
Metodologi Uji Beda Kelompok Epidemiologi
Disusun Oleh:
KELOMPOK 2
Alya Safitri 2210912320021
Annita Nur Rizqia 2210912120013
Hana Nazwarini 2210912220008
Najwa Femilia Andini 2210912220011
Nanda Amalia 2210912120010
Rahmila Azhari 2210912220015
Rizny Putri Mentayani 2210912220001
DAFTAR ISI....................................................................................................................
DAFTAR TABEL..........................................................................................................
BAB 1 KONSEP DASAR...........................................................................................
A. Uji Anova......................................................................................................1
B. Manova..........................................................................................................7
C. Ancova..........................................................................................................9
BAB 2 CONTOH PENGGUNAAN DI ARTIKEL ILMIAH JURNAL
INTERNASIONAL.....................................................................................
A. Uji Anova 1 Arah........................................................................................11
B. Uji Anova 2 Arah........................................................................................14
C. Manova........................................................................................................18
D. Ancova........................................................................................................21
BAB 3 PENUTUP........................................................................................................
A. Kesimpulan.................................................................................................25
B. Saran............................................................................................................25
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................
i
DAFTAR TABEL
ii
BAB 1
KONSEP DASAR
A. Uji Anova
ANOVA, singkatan dari Analysis of Variance, adalah uji statistik yang
mirip dengan T-Test. ANOVA digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan
antara dua atau lebih rata-rata. ANOVA diperkenalkan oleh ahli statistik Ronald
Fisher. Keunggulan metode statistik ini adalah kemampuannya untuk menguji
perbedaan antara lebih dari dua kelompok. Hal inilah yang membedakan ANOVA
dari uji T (1).
Anova atau Analisis Variansi, adalah metode statistik yang digunakan untuk
membandingkan rata-rata dari dua atau lebih kelompok. Tujuan dari metode ini
adalah untuk melihat apakah terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata
kelompok tersebut, atau jika perbedaan tersebut dapat dijelaskan oleh variabel
acak. ANOVA merupakan teknik yang sangat kuat dan diterapkan dalam berbagai
disiplin ilmu seperti psikologi, biologi, dan ekonomi. Selain itu, ANOVA dapat
digunakan untuk menguji hipotesis yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Anova didasarkan pada beberapa asumsi parametrik, yaitu: 1) sampel penelitian
harus berasal dari populasi yang berdistribusi normal, 2) varians antar kelompok
sampel harus homogen, 3) data yang dianalisis harus memiliki skala rasio atau
interval, dan 4) sampel penelitian harus dipilih secara acak (2).
1
Dalam ANOVA satu arah ada dua kemungkinan hipotesis:
a. Hipotesis nol (H0) adalah tidak ada perbedaan antara kelompok dan
kesetaraan antara rata-rata (walrus memiliki berat yang sama di bulan yang
berbeda).
b. Hipotesis alternatif (H1) adalah terdapat perbedaan antara rata-rata dan
kelompok (walrus memiliki bobot yang berbeda pada bulan yang berbeda).
c. Rumus ANOVA satu arah (One-Way ANOVA) digunakan untuk menghitung
variasi antar kelompok dan dalam kelompok.
X=
∑X
N
di mana:
X̄ = rata-rata total
ΣX = jumlah semua observasi
N = total jumlah observasi
Xi=
∑ Xi
ni
di mana:
X̄ i = rata-rata total
ΣXi = jumlah semua observasi
ni = total jumlah observasi
2
di mana:
k = jumlah kelompok
b) Variansi Dalam Kelompok (SSW)
k ni
SS W =∑ ∑ ( X ij −X )
2
i=1 j =1
7) Hitung F-Statistik
M SB
F=
MSW
3
2. Uji anova dua arah
Prosedur ANOVA dua arah melibatkan perhitungan data observasi pada
sampel yang dibagi menjadi dua komponen, yaitu variabilitas di dalam kelompok
(within group) dan variabilitas antar kelompok (between group). Anava atau
analysis of varians Two-way ANOVA dalam penggunaannya pada program SPSS
(Statistical Package for the Social Sciences) dapat diterapkan untuk menguji jenis
penelitian survei maupun eksperimental, yang melibatkan perbandingan antar
kelompok dan antar waktu (1).
Karena ANOVA dua arah mempertimbangkan pengaruh dua faktor
kategoris, dan pengaruh faktor kategoris satu sama lain, ada tiga pasang hipotesis
nol atau alternatif untuk ANOVA dua arah. Di sini, kami menyajikannya untuk
eksperimen walrus kami, di mana bulan musim kawin dan jenis kelamin adalah
dua variabel independen.
a. H0: Rata-rata semua kelompok bulan sama
b. H1: Rata-rata kelompok minimal satu bulan berbeda
c. H0: Rata-rata kelompok jenis kelamin sama
d. H1: Rata-rata kelompok jenis kelamin berbeda
e. H0: Tidak ada interaksi antara bulan dan jenis kelamin.
f. H1: Ada interaksi antara bulan dan jenis kelamin
Rumus untuk uji ANOVA dua arah (Two-Way ANOVA) digunakan untuk
menganalisis pengaruh dari dua variabel independen terhadap satu variabel
dependen, serta untuk memeriksa adanya interaksi antara kedua variabel tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah dan rumus dasar yang digunakan:
1) Hitung Rata-rata Total (Grand Mean)
X=
∑X
N
di mana:
X̄ = rata-rata total
ΣX = jumlah semua observasi
N = total jumlah observasi
4
2) Hitung Rata-rata untuk Setiap Kombinasi
X ij =
∑ Xij
ni j
di mana:
X̄ ij = rata-rata untuk kombinasi variabel independent i dan j
ΣXij = jumlah observasi untuk kombinasi i dan j
nij = total jumlah observasi untuk kombinasi i dan j
di mana:
a = jumlah level variable independen A
ni = total observasi untuk level i dari faktor A
di mana:
b = jumlah level variable independen B
nj = total observasi untuk level j dari faktor B
5
a b nij
SS AB=∑ ∑ ∑ ( X ij k −X i j)
2
i=1 j =1 k=1
8) Hitung F-Statistic
6
MSA
F A=
MSW
MS B
F B=
MSW
MSA B
F AB=
MSW
B. Manova
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) adalah teknik analisis data
kuantitatif yang digunakan untuk menentukan signifikansi perbedaan lebih dari
dua rata-rata variabel dependen. Uji prasyarat MANOVA meliputi uji normalitas
multivariat menggunakan uji Mardia dan uji homogenitas matriks kovariansi
dengan uji Box's M. Beberapa statistik uji yang digunakan dalam MANOVA
mencakup Wilks’ Lambda, Pillai, Lawley-Hotelling, dan Roy’s Largest Root.
MANOVA berfungsi mengukur pengaruh beberapa variabel independen
kategorikal terhadap variabel dependen berskala kuantitatif. Dengan satu kali uji,
metode ini dapat memberikan informasi tentang keterkaitan antar variabel yang
lebih kompleks, yang tidak dapat dijelaskan melalui uji ANOVA atau uji korelasi
statistik lainnya (3).
Langkah-langkah uji MANOVA adalah sebagai berikut:
1. Formulasi Hipotesis
a. Hipotesis nol (H0): Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok
variabel dependen berdasarkan variabel independen.
b. Hipotesis alternatif (H1): Ada perbedaan signifikan antara kelompok
variabel dependen berdasarkan variabel independen.
7
2. Uji Prasyarat MANOVA:
a. Uji Normalitas Multivariat: Dilakukan untuk memastikan bahwa data
mengikuti distribusi normal multivariat, biasanya menggunakan uji
Mardia.
b. Uji Homogenitas Kovariansi: Menggunakan uji Box's M untuk menguji
apakah matriks kovariansi antar kelompok adalah homogen.
4. Pengujian Signifikansi
a. Statistik F untuk setiap uji dihitung sebagai
varians antara grup
F=
varians dalam grup
b. Bandingkan nilai F dengan nilai kritis dari distribusi F pada derajat
kebebasan tertentu untuk menentukan signifikansi.
8
Jika uji MANOVA signifikan, uji lanjutan dilakukan, seperti uji Tukey atau
uji Bonferroni, untuk mengidentifikasi pasangan variabel mana yang memiliki
perbedaan signifikan.
6. Hasil dan Kesimpulan
Interpretasikan hasil statistik (misalnya, Wilks' Lambda atau Pillai's Trace)
dan p-value untuk menentukan apakah ada perbedaan signifikan antara kelompok
variabel dependen. Jika 𝑝 < 0.05, maka H₀ ditolak dan disimpulkan ada
perbedaan signifikan.
C. Ancova
ANCOVA (Analisis Kovarians) adalah metode statistik yang
menggabungkan ANOVA (Analisis Varians) dan regresi linear. Syarat untuk
melakukan uji ANCOVA data harus diuji normalitas dan homogenitas terlebih
dahulu. Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui setiap kelas mempunyai data
yang terdistribusi normal atau tidak. Apabila data terdistribusi secara normal maka
dapat digunakan statistika parametik, sedangkan apabila data tidak terdistribusi
secara normal maka akan digunakan statistika nonparametik. Acuan data
dikatakan normal jika nilai signifikan/probalitas <0,05. Jika nilai signifikan
probabilitas >0,05 maka data tersebut dapat dikatakan tidak berdistribusi secara
normal. Sedangkan uji homogenitas bertujuan untuk melihat bahwa kedua
kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang memiliki varian yang sama.
Varian data kedua kelompok dikatakan homogen jika nilai probabilitas/signifikan
<0,05. Jika nilai probabilitas >0,05 maka data dikatakan tidak homogen (4).
9
Tujuan ANCOVA adalah untuk meningkatkan akurasi hasil penelitian
dengan mengurangi kesalahan residual yang disebabkan oleh variabilitas dalam
kovariat, memungkinkan peneliti untuk lebih tepat mengevaluasi efek dari
variabel independen pada variabel dependen. Ini sangat berguna dalam penelitian
eksperimen dan kuasi-eksperimen di mana beberapa variabel yang tidak
diinginkan mungkin mempengaruhi hasil penelitian. Teknik analisis ANCOVA
dapat dilakukan dengan menggunakan paket program statistik SPSS. Model
matematis ANCOVA sebagai berikut (4).
Hipotesis
H0 : τ1 = τ2 = ...= τa = 0
H1 : sekurang-kurangnya ada satu τi ≠ 0, i = 1, 2, ...a
10
11
BAB 2
CONTOH PENGGUNAAN DI ARTIKEL ILMIAH JURNAL
INTERNASIONAL
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Hipotesis penelitian ini adalah menyelidiki tingkat keparahan gejala
psikologis di kalangan masyarakat umum di Tiongkok selama periode Tanggap
Darurat Tingkat I untuk wabah COVID-19. Peneliti bertujuan mengevaluasi
dampak pandemi terhadap kesehatan mental, dengan ekspektasi bahwa populasi
akan mengalami tekanan psikologis yang signifikan, terutama pada kelompok
demografis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi dalam
pengembangan strategi pengelolaan kesehatan mental selama situasi darurat
kesehatan masyarakat, sehingga memperkuat sistem manajemen darurat yang
komprehensif terkait kesehatan mental.
12
2. Pengumpulan Data: Peserta direkrut melalui pengambilan sampel bola salju
dan mengisi kuesioner online melalui platform Wenjuanxing. Informed
consent diperoleh dari semua peserta.
3. Alat Penilaian: Gejala psikologis dievaluasi dengan menggunakan Daftar
Periksa Gejala 90 (SCL-90), yang mengukur berbagai dimensi tekanan
psikologis.
4. Analisis Statistik: Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 26.0, dengan
menggunakan statistik deskriptif, uji-t satu sampel, dan ANOVA satu arah
untuk perbandingan kelompok, dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan
pada 0,05.
5. Etika: Penelitian ini telah disetujui oleh komite etika institusional, mengikuti
pedoman etika dan Deklarasi Helsinki.
13
Informasi Hasil Analisis Statistik
Hasil analisis statistik dari penelitian ini mengungkapkan temuan yang
signifikan terkait gejala psikologis yang dialami oleh para partisipan selama
pandemi COVID-19. Berikut adalah hasil-hasil utamanya:
1. Gejala Psikologis Secara Keseluruhan: Lebih dari 70% dari 1.060 partisipan
melaporkan gejala psikologis tingkat sedang hingga tinggi, dengan skor yang
meningkat terutama untuk gejala obsesif-kompulsif, sensitivitas interpersonal,
kecemasan fobia, dan psikotik.
14
3. Perbedaan Demografis:
a. Usia: Skor-T GSI tertinggi di antara partisipan berusia di bawah 18 tahun
(72.89 ± 4.83), yang mengindikasikan tekanan psikologis yang lebih besar
pada kelompok usia ini. Analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan
di seluruh kelompok usia (Welch F = 7.377, P <0.001) [T5].
b. Jenis Kelamin: Tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan pada skor-
T GSI antara laki-laki dan perempuan (F = 0.122, P = 0.72).
c. Pencapaian Pendidikan: Perbedaan yang signifikan diamati berdasarkan
tingkat pendidikan, dengan mereka yang memiliki tingkat pendidikan
lebih rendah melaporkan skor TSI yang lebih tinggi (Welch F = 8.108, P
<0.001).
d. Status Perkawinan: Individu yang bercerai atau menjanda memiliki skor T
GSI tertinggi, dengan perbedaan yang signifikan di antara kelompok status
pernikahan (F = 9,136, P <0,001).
4. Kelompok Pekerjaan: Analisis menunjukkan bahwa staf medis, pekerja
pertanian, dan staf perusahaan memiliki kemungkinan tertinggi untuk berada
dalam kelompok berisiko tinggi, dengan perbedaan yang signifikan dalam
skor GSI T di seluruh kategori pekerjaan (F = 7.472, P <0.001).
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Apakah pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap kesehatan
mental mahasiswa Universitas A&M Texas di Amerika Serikat, khususnya dalam
hal tingkat depresi dan kecemasan?
15
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keparahan gejala
depresi dan kecemasan (hasil utama), serta pemicu stres yang terkait dengan
pandemi, mekanisme penanganan yang digunakan, dan hambatan yang dialami
oleh mahasiswa dalam menangani stres terkait pandemi.
16
perangkat lunak MAXQDA untuk mengidentifikasi pola dan tema utama
dalam jawaban responden.
6. Etika Penelitian: Penelitian ini mendapat persetujuan dari dewan etik institusi
(Institutional Review Board) Universitas A&M Texas. Partisipasi mahasiswa
dilakukan secara sukarela dengan jaminan kerahasiaan data mereka.
17
Informasi Hasil Analisis Statistik:
1. Kondisi Depresi
a. Dari 1994 responden yang menyelesaikan kuesioner PHQ-9 (Patient
Health Questionnaire) 80,57% mengalami depresi dengan berbagai tingkat
keparahan, yakni: 32,45% (n=647) mengalami depresi ringan, 24,87%
(n=496) depresi sedang, 15,85% (n=316) depresi cukup parah, dan 7,42%
(n=148) mengalami depresi parah.
b. Analisis ANOVA Dua Arah menunjukkan efek signifikan dari jenis
kelamin dan klasifikasi pendidikan terhadap skor depresi. Jenis kelamin
(𝑃<0.001, 𝜂2=0.03) Klasifikasi pendidikan (𝑃<0.001, 𝜂2=0.03).
c. Hasil perbandingan Tukey HSD: Skor depresi perempuan lebih tinggi
secara signifikan dibandingkan laki-laki dengan perbedaan rata-rata 1,76
poin (perempuan=10,61; laki-laki=8,84). Perbedaan signifikan antara
mahasiswa doktoral dengan mahasiswa sarjana di semua tingkatan
(P<0.001), serta perbedaan signifikan antara mahasiswa magister dengan
mahasiswa sarjana (P<0.001).
2. Kondisi Kecemasan:
a. Dari 2014 responden yang menyelesaikan kuesioner GAD-7 (Generalized
Anxiety Disorder) 71,75% menunjukkan kecemasan dengan distribusi:
33,27% (n=670) mengalami kecemasan ringan, 23,68% (n=477)
kecemasan sedang, dan 14,80% (n=298) mengalami kecemasan parah.
b. Analisis ANOVA Dua Arah menunjukkan efek signifikan dari jenis
kelamin dan klasifikasi pendidikan terhadap skor Kecemasan. Jenis
kelamin (P<0.001, 𝜂2=0.05) Klasifikasi pendidikan (𝑃<0.001, 𝜂2=0.02)
c. Hasil perbandingan Tukey HSD: Skor kecemasan perempuan lebih tinggi
secara signifikan dibandingkan laki-laki dengan perbedaan rata-rata 2,22
poin (perempuan=9,12; laki-laki=6,89). Perbedaan signifikan ditemukan
antara mahasiswa doktoral dengan semua tingkat sarjana (P<0.001), serta
antara mahasiswa magister dengan mahasiswa tahun kedua (P=0.03).
18
3. Pemikiran Suicidal
18,04% responden (n=366) melaporkan memiliki pemikiran untuk melukai
diri sendiri atau bunuh diri dalam dua minggu terakhir.
4. Stres Terkait Pandemi
Mayoritas responden (71,26%, n=1443) melaporkan bahwa tingkat stres
atau kecemasan mereka meningkat selama pandemi. Kontributor utama stres
adalah faktor akademik (39,12%, n=532), terutama karena transisi mendadak ke
pembelajaran daring dan peningkatan beban tugas.
5. Pengaruh Faktor Demografis
Analisis ANOVA dua arah mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan
ditemukan dalam skor depresi dan kecemasan terkait dengan jenis kelamin dan
tingkat pendidikan, di mana mahasiswa doktoral memiliki tingkat depresi dan
kecemasan lebih rendah dibandingkan mahasiswa sarjana. Analisis ini
menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap
kesehatan mental mahasiswa.
C. Manova
Judul Artikel: Causes of Under-5 Mortality Among Brazil, the Russian
Federation, India, China, and South Africa Nations: A Comparative Study
Nama Jurnal: Value in Health Regional Issues
Link Jurnal:
[Link]
Quartile Jurnal: Q1
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Penelitian ini berhipotesis bahwa ada hubungan signifikan antara variabel-
variabel ekonomi, sosial, dan kesehatan dengan tingkat kematian balita di negara-
negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). Pertanyaan
utama yang diangkat adalah: "Apakah faktor ekonomi, seperti PDB per kapita dan
pengeluaran kesehatan, serta faktor sosial, seperti tingkat literasi, memiliki
dampak signifikan terhadap lima penyebab utama kematian balita di negara-
19
negara BRICS?" Penelitian ini juga mempertanyakan apakah ada perbedaan pola
kematian balita antar negara BRICS dari tahun 2000 hingga 2015.
20
Informasi Hasil Analisis Statistik
Hasil analisis menunjukkan pola penurunan angka kematian balita di semua
negara BRICS selama periode yang dianalisis. Namun, perbedaan yang signifikan
terlihat antar negara. Temuan kunci meliputi:
1. India memiliki angka kematian balita yang jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan negara-negara BRICS lainnya, terutama karena tingginya insiden
infeksi saluran pernapasan akut dan diare.
21
D. Ancova
Judul Artikel: Patterns of Immune Activation in HIV and Non HIV Subjects and
Its Relation to Cardiovascular Disease Risk
Nama Jurnal: Frontiers in Immunology
Link jurnal:
[Link]
fimmu.2021.647805/full
Quartile Jurnal: Q1
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama:
1. Apakah pola aktivasi imun yang berbeda dapat diidentifikasi antara individu
HIV-positif yang sudah menggunakan terapi antiretroviral (ART) dengan
individu HIV-negatif?
2. Bagaimana hubungan penanda inflamasi dengan risiko penyakit
kardiovaskular (CVD), yang dinilai menggunakan ketebalan intima-media
arteri karotis (CIMT), dalam konteks infeksi HIV?
Hipotesis: Ada perbedaan signifikan dalam pola inflamasi antara pasien
HIV-positif yang menggunakan ART dan individu HIV-negatif, dan beberapa
penanda inflamasi berhubungan dengan peningkatan risiko CVD pada kedua
kelompok, terutama yang terkait dengan CIMT.
22
2. Partisipan HIV-negatif: Sebagian besar adalah anggota keluarga atau teman
dari partisipan HIV-positif dan dipilih agar memiliki usia dan jenis kelamin
yang serupa.
Pengukuran inflamasi dilakukan menggunakan Proximity Extension Assay
(PEA) dari panel Olink, yang mengukur 92 penanda inflamasi secara simultan.
Risiko CVD dinilai melalui pengukuran ketebalan intima-media arteri karotis
(carotid intima-media thickness, CIMT) menggunakan ultrasound dengan metode
B-mode pada beberapa sudut standar arteri karotis. Data tambahan yang
dikumpulkan meliputi faktor risiko CVD klasik seperti tekanan darah, kolesterol,
dan merokok.
23
Informasi Hasil Analisis Statistik: Temuan Utama:
1. Dari analisis PCA, tidak ditemukan pola inflamasi yang jelas yang
membedakan partisipan HIV-positif dari HIV-negatif, bahkan setelah
menggunakan 30 penanda imun dengan daya diskriminasi tertinggi. PCA
hanya mampu menjelaskan 32% variasi dalam data.
24
Tidak ada pola inflamasi global yang berbeda secara signifikan antara HIV-
positif yang menggunakan ART dan HIV-negatif, namun beberapa penanda imun
individu seperti PDL1 berhubungan erat dengan risiko CVD, terutama pada
individu HIV-negatif. Hasil ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut pada
mekanisme spesifik yang menghubungkan HIV, inflamasi, dan risiko CVD
25
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
26
DAFTAR PUSTAKA
27