0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan42 halaman

Transportasi dalam Logistik: Panduan Lengkap

Slide Course_ML_Week3Slide Course_ML_Week3Slide Course_ML_Week3

Diunggah oleh

rrandgris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan42 halaman

Transportasi dalam Logistik: Panduan Lengkap

Slide Course_ML_Week3Slide Course_ML_Week3Slide Course_ML_Week3

Diunggah oleh

rrandgris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengantar Logistik

Pertemuan ke-3 : Transportasi Dalam


Logistik
OUTLINE

Ø Pengenalan Transportasi

Ø Moda Transportasi

Ø Perencanaan Transporatasi

Ø Metode dan Model Transportasi


“Apa itu Transportasi?”

Transportasi atau Angkutan adalah Suatu


metode untuk memindahkan orang,
hewan dan barang dari satu lokasi ke
lokasi lain
KENAPA KITA BUTUH TRANSPORTASI?

• Memungkinkan orang untuk bepergian antara rumah dan


tempat kerja, pendidikan, rekreasi, toko dan gudang.
• memungkinkan perdagangan antar manusia
• menghubungkan sumber bahan baku, pusat manufaktur atau
tempat pemrosesan, dan pasar
• Memungkinkan produk dibuat di tempat dengan biaya produksi
lebih rendah dan memanfaatkan pasar dengan harga tinggi
ü Menyatukan desa dan kota agar
lebih dekat satu sama lain

PENTINGNYA
ü Meningkatkan produktivitas dan
memperkenalkan pasar baru bagi

TRANSPORTASI aktivitas ekonomi


ü Inovasi teknologi terkait dengan
Growth ∞ Mobility
transportasi; yang selanjutnya
terkait dengan perilaku masyarakat
& Struktur Kota Perkotaan
Moda Transportasi
Ada 3 Tipe Moda Transportasi yang digunakan, tergantung dengan
medan transportasinya :
Ø Transportasi Darat
(Jalan, Kereta, Jalur Pipa)
Ø Transportasi Perairan / Laut
(Kanal, Perahu, Kapal Container, Tongkang, LCT, Mother Vessel)
Ø Transportasi Udara
(Pesawat Terbang, Helikopter, Hot Air Ballon)
Adalah: Suatu proses yang tujuannya mengembangkan
sistem transportasi yang memungkinkan manusia dan
barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman
dan murah (Louis J. Pignataro, 1973)
Memperkirakan jumlah serta lokasi kebutuhan akan
transportasi pada masa datang atau pada tahun rencana
yang akan digunakan untuk berbagai kebijakan investasi
perencanaan transportasi.

Misal :
Ø Menentukan jumlah perjalanan di masa datang
Ø Menentukan lokasi pembangunan terminal angkutan umum/barang
Ø Menentukan lokasi pembangunan ruas jalan baru
Ø Menentukan jenis pengaturan lalu lintas (ruas/simpang)
Ø dsb
CONTOH PERENCANAAN TRANSPORTASI YANG BURUK
METODE TRANSPORTASI

Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan


untuk mengatur distribusi dari sumber - sumber yang
menyediakan produk yang sama ke tempat - tempat yang
membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah.
Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat
perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa
sumber ke tempat tujuan yang berbeda.
Model Transportasi
• Merupakan salah satu bentuk dari model jaringan kerja (network).
• Suatu model yang berhubungan dengan distribusi suatu barang tertentu
dari sejumlah sumber (sources) ke berbagai tujuan (destinations).
• Setiap sumber mempunyai sejumlah barang untuk ditawarkan (penawaran)
dan setiap tujuan mempunyai permintaan terhadap barang tersebut.
• Terdapat biaya transportasi per unit barang dari setiap rute (dari sumber ke
tujuan).
§Asumsi dasar: biaya transportasi pada suatu rute tertentu proporsional
dengan banyak barang yang dikirim
Tujuan
1. Suatu proses pengaturan distribusi barang dari tempat yang memiliki
atau menghasilkan barang tersebut dengan kapasitas tertentu ke tempat
yang membutuhkan barang tersebut dengan jumlah kebutuhan tertentu
agar biaya distribusi dapat ditekan seminimal mungkin.
2. Berguna untuk memecahkan permasalahan distribusi (alokasi).
3. Memecahkan permasalahan bisnis lainnya, seperti masalah-masalah
yang meliputi pengiklanan, pembelanjaan modal (capital financing) dan
alokasi dana untuk investasi, analisis lokasi, keseimbangan lini perakitan
dan perencanaan scheduling produksi.
Ciri-ciri Penggunaan
1. Terdapat sejumlah sumber dan tujuan tertentu.
2. Kuantitas komoditi/barang yang di disitribusikan dari setiap sumber
dan yang diminta oleh setiap tujuan besarnya tertentu.
3. Komoditi yang dikirim/diangkut dari suatu sumber ke suatu tujuan
besarnya sesuai dengan permintaan dan atau kapasitas sumber.
4. Ongkos pengangkutan komoditi dari suatu sumber ke suatu tujuan
besarnya tertentu.
Metode Pemecahan Masalah

1. Tabel Awal
• Metode NWC (North West Corner Method)
• Metode Biaya Terkecil (Least Cost Method)
• VAM (Vogel Approximation Method)
2. Tabel Optimum
§Metode Batu Loncatan (Stepping Stone Method)
§Metode MODI (Modified Distribution Method)
Metode NWC (North West Corner)
Merupakan metode untuk menyusun tabel awal dengan cara
mengalokasikan distribusi barang mulai dari sel yang terletak pada sudut
paling kiri atas.
Aturannya:
1. Pengisian sel/kotak dimulai dari ujung kiri atas.
2. Alokasi jumlah maksimum (terbesar) sesuai syarat sehingga layak
untuk memenuhi permintaan.
3. Bergerak ke kotak sebelah kanan bila masih terdapat suplai yang
cukup. Kalau tidak, bergerak ke kotak di bawahnya sesuai demand.
Bergerak terus hingga suplai habis dan demand terpenuhi.
Metode Biaya Terkecil (Least Cost)
Merupakan metode untuk menyusun tabel awal dengan cara pengalokasian
distribusi barang dari sumber ke tujuan mulai dari sel yang memiliki biaya
distribusi terkecil
Aturannya :
1. Pilih sel yang biayanya terkecil.
2. Sesuaikan dengan permintaan dan kapasitas.
3. Pilih sel yang biayanya satu tingkat lebih besar dari sel pertama yang
dipilih.
4. Sesuaikan kembali, cari total biaya.
VAM (Vogel Approximation Method )
Metode ini lebih sederhana penggunaannya, karena tidak memerlukan
closed path (jalur tertutup). VAM dilakukan dengan cara mencari selisih
biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya untuk setiap kolom
maupun baris. Kemudian pilih selisih biaya terbesar dan alokasikan
produk sebanyak mungkin ke sel yang memiliki biaya terkecil. Cara ini
dilakukan secara berulang hingga semua produk sudah dialokasikan .
Prosedur pemecahan dengan VAM :
1. Hitung perbedaan antara dua biaya terkecil dari setiap baris dan kolom.
2. Pilih baris atau kolom dengan nilai selisih terbesar, lalu beri tanda
kurung. Jika nilai pada baris atau kolom adalah sama, pilih yang dapat
memindahkan barang paling banyak.
3. Dari baris/kolom yang dipilih pada (2), tentukan jumlah barang yang bisa
terangkut dengan memperhatikan pembatasan yang berlaku bagi baris
atau kolomnya serta sel dengan biaya terkecil.
4. Hapus baris atau kolom yang sudah memenuhi syarat sebelumnya
(artinya suplai telah dapat terpenuhi).
5. Ulangi langkah (1) sampai (4) hingga semua alokasi terpenuhi.
Kesimpulannya adalah:
Tabel awal dapat dibuat dengan dua metode, yaitu:
1. Metode North West Corner (NWC) => dari pojok kiri
atas ke pojok kanan bawah
Kelemahan: tidak memperhitungkan besarnya biaya
sehingga kurang efisien.
2. Metode biaya terkecil => mencari dan memenuhi yang
biayanya terkecil dulu. Lebih efisien dibanding metode
NWC.
Setelah tabel awal dibuat, tabel dapat dioptimalkan lagi
dengan metode:
1. Stepping Stone (batu loncatan)

Selain metode di atas masih ada satu metode yang lebih


sederhana penggunaannya yaitu metode Vogel’s
Approximation Method (VAM).
Contoh persoalan Model Transportasi :
Suatu perusahaan semen mempunyai tiga pabrik di tiga tempat yang
berbeda, yaitu PW, PH dan PP dengan kapasitas masingmasing 90, 60 dan 50
ton/bulan. Produk semen yang dihasilkan dikirim ketiga lokasi penjualan,
yaitu GA, GB dan GC dengan permintaan penjualan masing-masing 50, 110
dan 40. Ongkos angkut (Rp. 000 per ton semen) dari masing-masing pabrik ke
lokasi penjualan adalah sebagai berikut :
Ke Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Dari pabrik
Pabrik
Rp 20 Rp 5 Rp 8 90
W
Pabrik
Rp 15 Rp 20 Rp 10 60
H
Pabrik
Rp 25 Rp 10 Rp 19 50
P
Kebutuhan
50 110 40 200
gudang
Bagaimana cara perusahaan mengalokasikan pengiriman semen dari ketiga
pabrik ke tiga lokasi penjualan agar biaya pengiriman minimum?
Representasi dalam bentuk jaringan :

Pabrik Gudang
Kapasitas
20
90 PW GA 50
5
8
15
20
60 PH GB 110
10

25 10
19
50 PP GC 40
Representasi dalam bentuk tabel
Penyelesaian:
1. Metode NWC
Ke
Gudang Gudang Kapasitas
Gudang B
A C Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
90
W 50 40
Pabrik 15 20 10
60
H 60
Pabrik 25 10 19
50
P 10 40
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang
Biaya yang dikeluarkan :
(50 . 20) + (40 . 5) +( 60 . 20) + (10.10) + (40.19) = 3260
2. Metode biaya
terkecil
Ke
Gudang Gudang Kapasitas
Gudang B
A C Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
90
W 90
Pabrik 15 20 10
60
H 20 40
Pabrik 25 10 19
50
P 30 20
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang

Biaya yang dikeluarkan :


(90 . 5) + (20 . 15) + (40 . 10) + (30 . 25) + (20 . 10) = 2400
Mengoptimalkan tabel:
1. Metode Stepping Stone

Langkah-langkah metode Stepping Stone :


1) Misal tabel awal menggunakan yang NWC
2) Pilih segi empat tak terpakai yang ingin dievaluasi
3) Cari jalur terdekat (gerakan hanya secara horizontal atau vertical) dari
segiempat tak terpakai semula. Hanya ada satu jalur terdekat untuk
setiap sel tak terpakai dalam suatu pemecahan tertentu. Meskipun bisa
memakai jalur batu loncatan/sel tak terpakai secara sembarang, jalur
terdekat hanya ada pada sel yang dijadikan batu loncatan dan sel tak
terpakai yang dinilai
4) Tanda tambah (+) dan kurang (-) muncul bergantian pada tiap sudut sel dari jalur
terdekat, dimulai dengan tanda tambah pada sel kosong.
5) Jumlahkan unit biaya dalam segi empat dengan tanda tambah sebagai tanda
penambahan biaya. Penurunan biaya diperoleh dari penjumlahan unit biaya dalam tiap sel
negative
6) Ulang langkah 1 s/d 4 untuk sel kosong lainnya, dan bandingkan hasil sel kosong
tersebut. Pilih nilai evaluasi yang paling negative (penurunan biaya yang paling besar), bila
tak ada nilai negative pada evaluasi sel kosong berarti pemecahan sudah optimal
7) Lakukan perubahan jalur pada sel yang terpilih dengan cara mengalokasikan sejumlah
unit terkecil dari sel bertanda kurang dan tambahkan terhadap sel bertanda tambah
8) Ulangi langkah 1 s/d 6 sampai diperoleh indeks perbaikan atau evaluasi sel kosong tidak
ada yang bernilai negative.
Mengoptimalkan tabel:
1. Metode Stepping Stone , misal tabel awal menggunakan
yang NWC
Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 50 20 40 5 8
90
W - +
Pabrik 15 60 20 10
60
H + -
Pabrik 25 10 10 40 19
50
P
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang
Perbaikan 1 dengan cara trial and error

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik
50 20 40 5 8
90
W - + 90
Pabrik 15 60 20 10
60
H 50 + - 10
Pabrik 25 10 10 40 19
50
P
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang

Setelah dihitung dengan trial and error, biaya yang dikeluarkan:


(50 . 15) + (90 . 5) + (10 . 20) + (10 . 10) + (40 . 19) = 2260
Perbaikan 2 dengan cara trial and error

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 90 5 8
90
W 50 - + 40
Pabrik 15 10 20 10
50 60
H
Pabrik 25 10 10 40 19
50
P 50 + -
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang

Setelah dihitung dengan trial and error, biaya yang dikeluarkan:


(50 . 15) + (50 . 5) + (10 . 20) + (50 . 10) + (40 . 8) = 2020
Perbaikan 3 dengan cara trial and error

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 50 5 40 8
90
W 60 + - 30
Pabrik 15 10 20 10
50 60
H - + 10
Pabrik 25 50 10 19
50
P
Kebutuhan
50 110 40 200
Gudang

Setelah dihitung dengan trial and error, biaya yang dikeluarkan:


(50 . 15) + (60 . 5) + (50 . 10) + (10 . 10) + (30 . 8) = 1890 (paling optimal)
Jika hasil belum optimal, lakukan perbaikan terus sampai mendapatkan
hasil yang optimal.
Langkah-langkah metode VAM
1. Buatlah Tabel awal
2. Tentukan angka bantu disudut-sudut tabel dengan cara, cari dan hitung selisih
angka biaya transport terkecil dengan angka biaya transport yang lebih besar
pada peringkat berikutnya, dalam setiap baris dan kolom masing-masing. Dalam
soal tersebut diatas berarti 20 - 15= 5 dan seterusnya. Untuk baris, Dalam soal
tersebut berarti 19 -10 = 9 dan seterusnya.
3. Setelah ketemu nilai bantu baris dan kolom, kemudian cari nilai bantu tertinggi
pada nilai bantu awal (hasil yang pertama), hal ini menandakan kolom atau baris
yang akan kita isi. Untuk soal diatas berarti baris Pabrik P dengan nilai bantu
paling besar 9. Kemudian cari dari baris Pabrik P yang merupakan biaya terkecil,
maka bertemu biaya angkut sebesar 10, jadi barang kiriman dari Pabrik P kita
isikan ke gudang B sebesar kapasitas gudang B yaitu sebesar (50) Karena Pabrik P
hanya mampu menyetor sebesar 50. Apabila kolom atau baris telah sesuai dengan
kapasitas gudang maupun kapasitas kiriman pabrik, maka arsirlah agar tidak
menganggu aktivitas selanjutnya.
4. Kiriman selanjutnya dapat kita cari kembali seperti langkah 2 dan dilanjutkan
langkah 3 dengan nilai terbesar dari angka bantu yang diambil dari kolom dan
baris yang belum diarsir, dst.
Jawab : Menggunakan metode VAM (Manual)

Tabel awal ( biaya Terkecil )


5 5 2
(20-15)

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
90 3
W
Pabrik 15 20 10
60 5
H
Pabrik 25 10 19
50 9
P 50 (19-10)

Kebutuhan
Gudang 50 110 40 200
( biaya Terkecil )
5 15 2
(20-15)

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
60 90 3
W
Pabrik 15 20 10
60 5
H (15-10)

Pabrik 25 10 19
50
P 50

Kebutuhan
Gudang 50 110 40 200
( biaya Terkecil )
5 2
(20-15)

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
60 30 90 12
W
Pabrik 15 20 10
60 5
H (15-10)

Pabrik 25 10 19
50
P 50

Kebutuhan
Gudang 50 110 40 200
( biaya Terkecil )

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
60 30 90
W
Pabrik 15 20 10
60
H 50 10
Pabrik 25 10 19
50
P 50

Kebutuhan
Gudang 50 110 40 200
Tabel akhir

Ke
Kapasitas
Gudang A Gudang B Gudang C
Pabrik
Dari
Pabrik 20 5 8
90
W 60 30
Pabrik 15 20 10
60
H 50 10
Pabrik 25 10 19
50
P 50
Kebutuhan
Gudang 50 110 40 200

Jumlah biaya yang dikeluarkan sebesar:


(50 . 15) + (60 . 5) + (50 . 10) + (30 . 8) + (30 . 19) = 1890
Contoh Soal Model Transportasi:

Sebuah perusahaan distribusi bahan bakar mempunyai tiga depot di tiga lokasi yang berbeda, yaitu Depot A, Depot B, dan
Depot C dengan kapasitas masing-masing 100, 120, dan 80 kiloliter per bulan. Bahan bakar yang tersedia di depot-depot ini
akan didistribusikan ke empat SPBU (SPBU X, SPBU Y, SPBU Z, dan SPBU W), dengan kebutuhan permintaan masing-masing SPBU
adalah 90, 60, 110, dan 40 kiloliter. Ongkos distribusi (Rp 000 per kiloliter) dari masing-masing depot ke SPBU adalah sebagai
berikut:
Dari Ke SPBU X SPBU Y SPBU Z SPBU W Kapasitas
Depot
Depot A Rp 15 Rp 10 Rp 20 Rp 30 100
Depot B Rp 25 Rp 15 Rp 10 Rp 20 120
Depot C Rp 20 Rp 30 Rp 25 Rp 15 80
Kebutuha 90 60 110 40
n SPBU
Bagaimana perusahaan dapat mengalokasikan distribusi bahan bakar dari ketiga depot ke empat SPBU agar biaya distribusi
minimum?

Instructions:

1. Solve the problem using the transportation method (like North-West Corner, Least Cost, or Vogel's Approximation Method).
2. Allocate resources in such a way that the demand is satisfied, and the total transportation cost is minimized.
42

Anda mungkin juga menyukai