0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan43 halaman

Pembagian Ruang Gudang Efisien

Dokumen ini membahas konsep pembagian ruang gudang, termasuk definisi, tujuan, prinsip desain, dan metode pembagian ruang. Tujuan utama dari pembagian ruang adalah untuk mengoptimalkan penggunaan ruang, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembagian ruang gudang, seperti jenis barang dan frekuensi penggunaan.

Diunggah oleh

rrandgris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan43 halaman

Pembagian Ruang Gudang Efisien

Dokumen ini membahas konsep pembagian ruang gudang, termasuk definisi, tujuan, prinsip desain, dan metode pembagian ruang. Tujuan utama dari pembagian ruang adalah untuk mengoptimalkan penggunaan ruang, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembagian ruang gudang, seperti jenis barang dan frekuensi penggunaan.

Diunggah oleh

rrandgris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Warehouse MANAGEMENT

Week 9 : Konsep Pembagian Ruang


Gudang
OUTLINE

Ø Definisi Ruang Gudang


Ø Tujuan Pembagian Ruang Gudang
Ø Prinsip Dasar desain WH
Ø Prinsip Pembagian Ruang Gudang
Ø Metode Pembagian Ruang Gudang
Ø Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pembagian Ruang Gudang
Definisi Ruang Gudang

• adalah area atau bagian dari sebuah bangunan yang didedikasikan untuk penyimpanan barang,
material, atau produk sebelum didistribusikan, dijual, atau digunakan. Ruang ini dirancang
untuk mengelola inventaris secara efektif dan efisien, dengan mempertimbangkan berbagai
faktor seperti jenis barang, volume, frekuensi penggunaan, dan kebutuhan khusus lainnya.

Karakteristik Ruang Gudang


1. Struktur Fisik
2. Fasilitas Penunjang
3. Manajemen dan Operasional
4. Kapasitas Penyimpanan
5. Lingkungan dan Kondisi
The Importances of Layout
Tujuan utama desain layout gudang adalah minimalisasi biaya:
o Biaya konstruksi dan instalasi fasilitas Gudang
o Biaya pemindahan barang (material handling cost)
o Biaya operasional, pemeliharaan (maintenance), safety cost.

Keuntungan desain layout gudang:


o Meningkatkan produktivitas operasi
o Mengurangi waktu tunggu operasi (delay)
o Mengurangi proses material handling
o Mempermudah proses pengawasan operasional
o Mempermudah pengaturan ulang layout
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Minimum
jarak
Fleksibilitas material
handling
Basic
Principles

Kepuasan & Aliran


Keselamatan proses kerja
kerja

Pemanfaatan
ruang
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Minimum
jarak
Fleksibilitas
Layout gudang
material
merupakan
handling
integrasi total dari
Basic
Principles seluruh elemen
proses operasi yang
menjadi satu
Kepuasan & Aliran
kesatuan unit
Keselamatan proses kerja
proses
kerja

Pemanfaatan
ruang
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Minimum
jarak
Fleksibilitas material
Waktu proses
perpindahan material handling
Basic
antar proses operasi bisa
Principles
dikurangi dengan jalan
mengurangi jarak
Kepuasan &
perpindahan tersebut. Aliran
Keselamatan proses kerja
Semakin dekat jarak
kerja perpindahan maka akan
semakin baik.
Pemanfaatan
ruang
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Desain layout gudang Minimum


dibuat sebaik mungkin jarak
untuk menghindari
Fleksibilitas material
adanya gerakan balik handling
(back-tracking),Basic
gerakan
memotong (cross-Principles
movement), dan
kemacetan (congestion), Aliran
Kepuasan &
sehingga material bisa
Keselamatan proses kerja
kerjaterus bergerak dari antar
operasi tanpa perlu ada
hambatan. Pemanfaatan
ruang
Bacic Principles of WH Design

PergerakanIntegrasi Total sarana


manusia, material,
kerja, dan peralatan penunjang proses
operasi lainnya terjadi dalam suatuMinimum
ruang proses operasi yang memilikijarak
3
dimensi (x,y,z) atau memiliki aspekmaterial
Fleksibilitas
volume (cubic space) dan tidak hanya
handling
Basicspace). Karena itu
aspek luas (floor
Principles
faktor dimensi ruangan ini perlu
dipertimbangkan dalam desain layout
gudang.
Kepuasan & Aliran
Keselamatan proses kerja
kerja

Pemanfaatan
ruang
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Minimum
jarak
Desain layout gudang yang baik
Fleksibilitas material
bisa menciptakan kenyamanan
bagi pekerjahandling
sehingga
Basic
menimbulkan kepuasan kerja dan
Principlesproduktivitas pekerja bisa
meningkat. Keselamatan kerja
Kepuasan & semakin Aliran
terjamin dengan desain
Keselamatan proses
layout gudang yangkerja
dibuat jauh
kerja dari sumber bahaya yang bisa
membahayakan keselamatan
Pemanfaatanpekerjanya.
ruang
Bacic Principles of WH Design

Integrasi Total

Minimum
jarak
Fleksibilitas Efektifitas dan efisiensi desain
material
layout gudang bisa tercapai jika
handling
Basic layout yang ada dibuat fleksibel
Principlesuntuk penyesuaian atau
pengaturan kembali (relayout) di
Kepuasan & tengah kondisi
Aliranekonomi yang
Keselamatan sangat kompleks
prosesdan cepat
kerja
kerja berubah. Sehingga layout yang
baru dapat dibuat dengan cepat
Pemanfaatandan murah.
ruang
Why We Should Improve?
Alasan mengapa harus memperbaiki desain layout gudang:
v Menaikkan output proses (produktivitas)
v Mengurangi waktu tunggu operasi
v Mengurangi proses material handling
v Pemanfaatan fasilitas gudang lebih optimal
v Mempersingkat proses operasi Gudang
v Mengurangi risiko kesehatan & keselamatan kerja pegawai
v Mempermudah aktivitas supervise
v Mengurangi kemacetan dan kesimpang-siuran aliran barang
v Mengurangi faktor yang bisa mempengaruhi kualitas barang
When We Should Improve?
Desain ulang layout gudang dilakukan pada saat:
• Adanya perubahan barang yang akan dikelola
• Adanya perubahan lokasi gudang pada suatu daerah yang di-cover
• Adanya perubahan jumlah barang yang dikelola, sehingga semua
• fasilitas produksi yang ada harus disesuaikan
• Adanya keluhan – keluhan dari pekerja terhadap kondisi area kerja
• yang kurang memenuhi persyaratan tertentu
• Adanya kemacetan (bottlenecks) dalam aktivitas pemindahan material,
gudang yang terlalu sempit, dsb.
Karakteristik Ruang Gudang

1. Struktur Fisik
• Bangunan atau Bagian dari Bangunan: Ruang gudang dapat berupa seluruh bangunan
yang didedikasikan untuk penyimpanan atau bagian dari bangunan yang lebih besar.
• Desain yang Sesuai: Memiliki desain yang memungkinkan penyimpanan yang efisien,
seperti ketinggian langit-langit yang cukup untuk rak-rak tinggi atau ruang terbuka yang
luas untuk penyimpanan barang besar.
2. Fasilitas Penunjang
• Rak dan Pallet: Struktur untuk menempatkan barang-barang agar tersimpan rapi dan
mudah diakses.
• Sistem Penanganan Material: Alat seperti forklift, konveyor, dan crane yang membantu
dalam pemindahan barang.
• Sistem Keamanan: Fasilitas seperti CCTV, alarm, dan sistem proteksi kebakaran untuk
melindungi barang dan bangunan.
Karakteristik Ruang Gudang

3. Manajemen dan Operasional


• Sistem Manajemen Gudang (WMS): Software yang digunakan untuk mengelola dan
mengoptimalkan operasi gudang, termasuk pelacakan inventaris, penempatan
barang, dan pengambilan pesanan.
• Prosedur Operasional Standar (SOP): Protokol yang ditetapkan untuk memastikan
operasi gudang berjalan dengan lancar dan efisien.
4. Kapasitas Penyimpanan
• Volume dan Berat: Kapasitas penyimpanan dihitung berdasarkan volume barang yang
dapat disimpan dan berat maksimal yang dapat ditampung.
• Zona dan Sektorisasi: Ruang gudang biasanya dibagi menjadi zona-zona atau sektor-
sektor berdasarkan jenis barang, frekuensi penggunaan, atau kebutuhan khusus
lainnya.
Karakteristik Ruang Gudang

3. Lingkungan dan Kondisi


• Kondisi Suhu dan Kelembapan: Beberapa ruang gudang dilengkapi dengan
pengendalian suhu dan kelembapan untuk menyimpan barang-barang sensitif.
• Pencahayaan dan Ventilasi: Fasilitas pencahayaan yang memadai dan ventilasi yang
baik untuk memastikan kondisi kerja yang aman dan nyaman.
Karakteristik Ruang Gudang

3. Lingkungan dan Kondisi


• Kondisi Suhu dan Kelembapan: Beberapa ruang gudang dilengkapi dengan
pengendalian suhu dan kelembapan untuk menyimpan barang-barang sensitif.
• Pencahayaan dan Ventilasi: Fasilitas pencahayaan yang memadai dan ventilasi yang
baik untuk memastikan kondisi kerja yang aman dan nyaman.
Tujuan Pembagian Ruang Gudang
1. Optimalisasi Ruangan
• Menghindari Kekosongan dan Penumpukan: Pengelolaan ruang yang baik memastikan
bahwa setiap area gudang digunakan secara efektif, menghindari area yang tidak
terpakai atau penumpukan barang yang berlebihan.
• Maksimalisasi Kapasitas: Dengan pengaturan yang tepat, kapasitas penyimpanan dapat
dimaksimalkan tanpa harus memperluas fisik gudang, sehingga menghemat biaya.

2. Efisiensi Operasional
• Mempercepat Akses Barang: Barang yang disimpan dengan metode yang teratur dan
logis memudahkan pekerja untuk menemukan dan mengakses barang dengan cepat,
mengurangi waktu pencarian.
• Pengelolaan Inventaris yang Lebih Baik: Inventaris yang teratur dan dikelola dengan
baik membantu dalam pengendalian stok, mencegah kekurangan atau kelebihan
persediaan.
Tujuan Pembagian Ruang Gudang
3. Keamanan dan Keselamatan
• Mengurangi Risiko Kecelakaan: Penataan ruang yang rapi dan terorganisir mengurangi
risiko kecelakaan kerja seperti jatuhnya barang atau tersandung.
• Terhadap Kerusakan: Barang yang disimpan dengan baik dan sesuai dengan
spesifikasinya (misalnya barang berbahaya atau mudah pecah) akan lebih terlindungi
dari kerusakan.

4. Penghematan Biaya
• Mengurangi Biaya Penyimpanan: Pengelolaan ruang yang efisien dapat mengurangi
kebutuhan untuk menyewa atau membangun ruang penyimpanan tambahan.
• Efisiensi Operasional: Penggunaan ruang yang optimal mengurangi biaya operasional,
seperti biaya tenaga kerja dan waktu yang terbuang.
Tujuan Pembagian Ruang Gudang
5. Peningkatan Produktivitas
• Pengaturan Alur Kerja yang Efisien: Ruang gudang yang terorganisir memungkinkan
alur kerja yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas staf gudang.
• Peningkatan Kepuasan Karyawan: Lingkungan kerja yang teratur dan aman
meningkatkan kepuasan dan moral karyawan, yang berdampak positif pada
produktivitas.

6. Fleksibilitas dan Skalabilitas


• Kemampuan untuk Menyesuaikan: Gudang yang dikelola dengan baik dapat lebih
mudah menyesuaikan dengan perubahan permintaan atau jenis barang yang disimpan.
• Skalabilitas Operasional: Dengan ruang yang dikelola secara efisien, gudang dapat lebih
mudah mengakomodasi pertumbuhan bisnis tanpa perlu melakukan perubahan besar.
Tujuan Pembagian Ruang Gudang
7. Peningkatan Layanan Pelanggan
• Pengiriman Tepat Waktu: Barang yang mudah diakses dan dikelola dengan baik
memastikan pengiriman tepat waktu, meningkatkan kepuasan pelanggan.
• Akurasi Pesanan: Pengelolaan ruang yang baik membantu memastikan bahwa pesanan
pelanggan diproses dengan akurat, mengurangi kesalahan pengiriman.

8. Kepatuhan terhadap Regulasi


• Standar Keamanan dan Kesehatan: Pengelolaan ruang yang sesuai dengan standar
keselamatan dan kesehatan kerja membantu gudang mematuhi regulasi yang berlaku,
menghindari sanksi atau penalti.
• Pengelolaan Barang Berbahaya: Barang yang memerlukan penanganan khusus dapat
disimpan sesuai dengan regulasi yang mengatur penyimpanan bahan berbahaya atau
sensitif.
Prinsip Pembagian Ruang Gudang

• Pengelompokan Berdasarkan Jenis Barang


• Barang cepat habis (fast moving) vs. barang lambat habis (slow moving).

• Pemisahan Berdasarkan Ukuran dan Berat


• Penempatan barang besar dan berat di area tertentu.

• Pemisahan Berdasarkan Kebutuhan Khusus


• Barang berbahaya, barang pecah belah, barang dengan kebutuhan suhu tertentu.
Metode Pembagian Ruang Gudang

• Fixed Location Storage


Fixed Location Storage adalah metode penyimpanan di mana setiap jenis barang atau produk
memiliki lokasi tetap yang telah ditentukan dalam gudang. Lokasi ini tidak berubah terlepas
dari jumlah stok barang tersebut.

• Random Location Storage


Random Location Storage adalah metode penyimpanan di mana barang-barang ditempatkan
di lokasi mana saja yang tersedia pada saat barang tersebut masuk ke gudang. Tidak ada
lokasi tetap untuk barang tertentu, sehingga penempatan barang lebih fleksibel dan
memaksimalkan penggunaan ruang gudang.
Metode Pembagian Ruang Gudang

• Fixed Location Storage


Fixed Location Storage adalah metode penyimpanan di mana setiap jenis barang atau produk
memiliki lokasi tetap yang telah ditentukan dalam gudang. Lokasi ini tidak berubah terlepas
dari jumlah stok barang tersebut.
Metode Pembagian Ruang Gudang

Karakteristik Utama Fixed Location Storage :


1. Lokasi Tetap:
• Setiap item atau jenis barang memiliki tempat penyimpanan yang tetap dan sudah
ditentukan di dalam gudang.
2. Identifikasi Lokasi:
• Lokasi penyimpanan biasanya diberi label atau kode yang jelas untuk memudahkan
identifikasi dan pencarian.
3. Konsistensi:
• Barang selalu ditempatkan di lokasi yang sama, sehingga mudah diakses oleh pekerja
gudang.
Metode Pembagian Ruang Gudang

• Random Location Storage


Random Location Storage adalah metode penyimpanan di mana barang-barang ditempatkan
di lokasi mana saja yang tersedia pada saat barang tersebut masuk ke gudang. Tidak ada
lokasi tetap untuk barang tertentu, sehingga penempatan barang lebih fleksibel dan
memaksimalkan penggunaan ruang gudang.
Metode Pembagian Ruang Gudang

Karakteristik Utama Random Location Storage:


1. Lokasi Dinamis:
• Barang dapat ditempatkan di lokasi mana saja yang kosong tanpa harus memiliki
lokasi tetap.
2. Fleksibilitas:
• Lokasi penyimpanan dapat berubah sesuai dengan ketersediaan ruang.
3. Sistem Pelacakan:
• Membutuhkan sistem manajemen gudang (WMS) yang canggih untuk melacak lokasi
barang.
Metode Pembagian Ruang Gudang

• Zoned Storage
Zoned Storage adalah metode penyimpanan di mana gudang dibagi menjadi beberapa zona
berdasarkan kategori tertentu, seperti jenis barang, frekuensi penggunaan, kondisi
penyimpanan yang diperlukan, atau proses operasional tertentu. Setiap zona dirancang untuk
memenuhi kebutuhan spesifik dari kategori barang yang disimpan di dalamnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pembagian Ruang Gudang
• Jenis Barang
Pembagian ruang gudang sangat dipengaruhi oleh jenis barang yang disimpan. Faktor ini menentukan
bagaimana barang harus ditangani, disimpan, dan diakses.
Ø Karakteristik Barang
v Ukuran dan Berat:
• Barang yang besar dan berat membutuhkan ruang penyimpanan yang kuat dan luas, seperti
rak palet berat atau lantai yang diperkuat.
• Barang yang kecil dan ringan dapat disimpan di rak yang lebih kecil dan di area yang lebih
tinggi untuk menghemat ruang.
v Bentuk dan Volume:
• Barang dengan bentuk yang tidak teratur atau besar seperti peralatan industri atau furniture
memerlukan area penyimpanan khusus.
• Barang dengan volume besar seperti bahan baku seringkali memerlukan penyimpanan dalam
bentuk curah atau dalam wadah besar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pembagian Ruang Gudang
• Volume dan Frekuensi Penggunaan
Barang dengan rotasi tinggi ditempatkan lebih dekat.
Ø Barang Fast-Moving:
• Barang dengan perputaran cepat (fast-moving) harus ditempatkan di lokasi yang
mudah diakses dan dekat dengan area pengambilan dan pengiriman.
• Penyimpanan di zona depan atau di rak yang mudah dijangkau membantu
mempercepat proses pengambilan barang.
Ø Barang Slow-Moving:
• Barang dengan perputaran lambat (slow-moving) dapat ditempatkan di lokasi yang
lebih jauh atau di area yang kurang mudah dijangkau.
• Penyimpanan di rak tinggi atau di bagian belakang gudang membantu
mengoptimalkan penggunaan ruang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pembagian Ruang Gudang

• Peralatan dan Infrastruktur


• Rak Penyimpanan (Storage Racks).
• Sistem Penanganan Material (Material Handling Systems)
• Sistem Manajemen Gudang (Warehouse Management System, WMS)
• Peralatan Penanganan Khusus
• Infrastruktur Pendukung
• Peralatan Penyimpanan Khusus
• Layout gudang harus memperhatikan jenis barang yang disimpan.
• Jenis barang yang disimpan di gudang pada umumnya dikategorikan
ke dalam 2 kelompok yaitu:
Ø Barang dengan frekuensi keluar masuk yang cepat (fast
moving)
Ø Barang dengan frekuensi keluar masuk yang lambat (slow
moving)
• Berdasarkan jenis barang tersebut, layout gudang dapat dibentuk
dalam beberapa layout, yaitu:
Ø Arus garis lurus sederhana
Ø Arus ‘U’
Ø Arus ‘L’
Arus Garis Lurus Sederhana
Arus ‘U’
Arus ‘L’
• Lokasi ini biasanya
digunakan untuk
menempatkan rak
tempat penyimpanan
barang yang bersifat
slow moving
• Atau tempat
penyimpanan barang
yang ringan dan tidak
perlu material handling
yang rumit
Prinsip Merancang Layout Gudang [1]
• Barang-barang fast moving diletakkan dekat dengan pintu keluar
• Barang-barang slow moving diletakkan jauh dari pintu keluar
• Jalan masuk dan jalan keluar harus diatur sedemikian rupa agar
memudahkan keluar masuk barang baik dengan atau tanpa bantuan alat
pemindah.
• Bila frekuensi keluar masuk barang sangat tinggi, maka pisahkan antara
pintu masuk dan ke luar.
• Minimasi rintangan keluar masuk barang
• Lorong/gang harus memiliki lebar sedikit lebih besar dibanding alat
pemindah yang digunakan
Prinsip Merancang Layout Gudang [2]
• Tumpukan barang harus diletakkan pada tempatnya masing-masing agar
lorong-lorongnya mudah dilalui. Jagalah jangan sampai tumpukannya
menonjol ke luar, sehingga menyempitkan lorong dan akan terlihat kurang rapi
• Usahakan tersedia ‘gudang sementara’, berupa tempat untuk meletakkan
barang-barang sambil menunggu penempatan atau pengeluaran barang.
Sekaligus dapat digunakan untuk tempat pemeriksaan kualitas dan kuantitas
barang.
• Siapkan pintu darurat sebagai jalan keluar dan masuk apabila akan
menanggulangi kebakaran ataupun musibah lainnya. Usahakan letaknya
mudah dijangkau, mudah diketahui, bentuknya cukup lebar, dan bahannya
harus kuat dan tahan api.
43

Anda mungkin juga menyukai