Inferioritas Perempuan dalam Film Horor
Inferioritas Perempuan dalam Film Horor
ABSTRAK
Ketidakadilan atau diskriminasi terhadap perempuan masih terus terlihat pada media, salah satunya pada media film
dalam penyampaian ceritanya. Masalah ini terkait dengan penggambaran perempuan dalam film yang ditampilkan
sebagai pihak yang tak berdaya, layak disepelekan, dan dilecehkan. Persoalan terkait ketidakadilan dan diskriminasi
gender mewujud pada penempatan peran perempuan yang dibatasi dalam wilayah domestik sebagai ibu rumah tangga,
pembantu, hingga sebagai komoditas pemuas hasrat laki-laki. Masalah ini adalah cara pandang yang menempatkan
perempuan sebagai makhluk yang bersifat inferior. Dalam film, khususnya film horor, masalah ini masih saja
digambarkan secara vulgar dan karikatural. Berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia lainnya, film Perempuan
Tanah Jahanam besutan Joko Anwar ingin menampilkan para perempuan sebagai tokoh utama yang memiliki peran
sentral dalam penayangan cerita pada film. Perempuan pada film tersebut ditayangkan sebagai sosok yang kuat, berani
dan pantang menyerah. Namun, Joko Anwar tidak serta merta telah menghilangkan begitu saja nilai-nilai patriarki dalam
film Perempuan Tanah Jahanam. Hal ini karena pembuatan film tak bisa dilepaskan dari budaya yang berkembang di
masyarakat setempat dan bersifat bebas nilai. Beberapa adegan pada film tersebut ternyata masih menggambarkan
adanya inferioritas yang berlaku pada perempuan. Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bentuk-bentuk inferioritas perempuan yang ada dalam film Perempuan Tanah Jahanam. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis wacana kritis dari Sara Mills. Hasil yang didapat dari penelitian
ini yaitu masih ditemukannya bentuk-bentuk inferioritas perempuan yang tergambar dalam film Perempuan Tanah
Jahanam ini. Hal ini disebabkan karena konstruksi sosial yang membentuk suatu pembeda antara laki laki dan
perempuan.
Kata-kata Kunci: Perempuan Tanah Jahanam, inferioritas perempuan, analisis wacana kritis, feminisme
The Inferiority of Women in the Film Perempuan Tanah Jahanam (Sara Mills Critical
Discourse Analysis)
ABSTRACT
Injustice or discrimination against women continues to be seen in the media, one of which is in the film media in telling
their stories. This problem is related to the depiction of women in films who are shown as helpless, deserving of being
underestimated, and harassed. Problems related to gender injustice and discrimination manifest in the placement of
women's roles which are limited to the domestic sphere as housewives, helpers, and commodities to satisfy men's desires.
This problem is a perspective that places women as inferior beings. In films, especially horror films, this problem is still
portrayed in a vulgar and caricatured way. Different from most other Indonesian horror films, the film Perempuan
Tanah Jahanam directed by Joko Anwar wants to present women as the main characters who have a central role in the
story in the film. Women in the film are portrayed as strong, brave and unyielding figures. However, Joko Anwar has
not automatically eliminated patriarchal values in the film Perempuan Tanah Jahanam. This is because filmmaking
cannot be separated from the culture that develops in the local community and is value-free. Several scenes in the film
still depict the existence of inferiority that applies to women. The author's goal in conducting this research is to find out
the forms of female inferiority in the film Perempuan Tanah Jahanam. The method used in this research is the critical
discourse analysis method from Sara Mills. The results obtained from this study are that forms of female inferiority are
still found as depicted in the film Perempuan Tanah Jahanam . This is due to the social construction that forms a
distinction between men and women.
Keywords: Perempuan Tanah Jahanam, inferiority of women, critical discourse analysis, feminism
Pengaruh dari film pada akhirnya dapat
PENDAHULUAN
berimplikasi pada konstruksi yang ada di
Perkembangan media massa membuat film tak
masyarakat. Maka dari itu, film tidaklah bersifat
lagi dipandang sebagai tontonan yang menyajikan
netral atau bebas nilai, didalamnya terkandung
hiburan belaka. Media massa merupakan sebuah
berbagai muatan yang dapat mengkonstruksikan
sarana yang dimanfaatkan untuk menyebarkan
realitas. Artinya, media memiliki keberpihakan
informasi kepada masyarakat (Habibie, 2018).
terhadap suatu hal tertentu.
Media massa juga dimaknai sebagai media
Hal ini disebabkan karena media memiliki
komunikasi dan informasi yang menyebarkan
kaitan erat dengan suatu ideologi. Keeratan itu
informasi secara masal dan aksesnya dapat diraih
tidak lain berupa melekatnya ideologi dominan
oleh masyarakat banyak. Dapat diartikan juga
dalam proses produksi isi media. Film pun
media massa adalah sebuah alat atau media untuk
mengalami perkembangan hingga muncul beragam
menyebarkan konten berita, opini, komentar,
genre. Sebagai sebuah genre, horor merupakan
hiburan dan lainnya.
salah satu genre utama yang ada di antara 10 genre
Mcluhan dan Fiore menyatakan bahwa
utama lainnya di dalam dunia perfilman. 10 genre
hubungan masyarakat dan media selalu berkaitan
tersebut antara lain action, adventure, comedy,
(Khatimah, 2018). Maka dari itu, media menjadi
crime & gangster, drama, epics/historical,
bagian penting dalam masyarakat. Selain itu, media
musical/dance, sci-fi (science fiction), war, dan
juga memiliki besar kecil pengaruh positif maupun
western.
negatif dalam pola dan tingkah laku masyarakat.
Genre film memiliki dinamika yang terus-
Film dapat diambil sebagai media
menerus berkembang sesuai dengan kreativitas dari
pembelajaran yang baik bagi para penikmatnya
sineas dan keragaman penonton. Di Indonesia
(Asri, 2020). Tidak hanya menghibur, film juga
sendiri, film horor merupakan produk budaya
mampu menyampaikan pesan langsung yang
populer yang tidak dapat dipisahkan dari ideologi
dikemas melalui gambar, adegan, bahkan dialog,
dominan (Permatasari & Widisanti, 2018). Horor
sehingga menjadi medium yang paling efektif
yang merupakan salah satu genre dalam produk
untuk menyebarkan pesan, gagasan, atau
budaya telah melalui beberapa tahapan seperti
menyampaikan sebuah misi.
produksi, distribusi serta konsumsi. Sampai saat
321
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
konsumen sehingga Carrol (Dara & Risma, 2022) 9 Keluarga Cemara 1.701.498
10 Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot 1.699.433
mengatakan bahwa hal itu yang membuat genre
11 Bumi Manusia 1.316.583
tersebut masih dipertahankan pada seni
12 Preman Pensiun 1.147.469
kontemporer. 13 Orang Kaya Baru 1.118.738
Salah satu latar belakang munculnya film- 14 Ghost Writer 1.116.676
film horor di Indonesia adalah karena kuatnya 15 Yowis Ben 2 1.031.856
budaya mistik yang berkembang di masyarakat Sumber: (Data Penonton Tahun 2019, n.d.)
Apresiasi tak hanya datang dari dalam
Indonesia. Film horor yang banyak mengambil
negeri. Perempuan Tanah Jahanam juga
nilai-nilai mistis budaya Indonesia salah satunya
membawa nama industri film Indonesia ke kancah
adalah film Perempuan Tanah Jahanam atau judul
internasional. Film ini sempat diputar di dua
internasionalnya Impetigore. Film ini merupakan
festival film bergengsi dunia, yaitu Sundance Film
salah satu dari sekian banyak film horor Indonesia
Festival dan International Film Festival Rotterdam
yang terinspirasi dari budaya mistis Jawa. Dengan
pada Januari 2020.
durasi 106 menit, film ini dirilis pada 17 Oktober
Pada 6 Februari 2020, film ini tayang di
2019 lalu.
bioskop Malaysia. Tiga bulan berikutnya, film ini
Film besutan Joko Anwar ini menempatkan
resmi dapat ditonton melalui Shudder, layanan
empat pemeran utama berjenis kelamin
streaming dan video-on-demand khusus genre
perempuan, yaitu Tara Basro, Marissa Anita,
horor hingga thriller di kawasan Amerika Serikat,
Christine Hakim dan Asmara Abigail. Tak ayal,
Kanada, dan Inggris. Pada Juni 2020, Perempuan
jumlah penonton film ini hampir menembus 1,8
Tanah Jahanam juga diputar di Far East Film
juta angka, dan berada di posisi ke-7 sebagai film
Festival sekaligus menjadi Italian Premier. Pada
horor terlaris di tahun 2019 (diakses pada 3
bulan berikutnya, Perempuan Tanah Jahanam
November 2022).
diputar di bioskop Taiwan dan tayang di Bucheon
Tabel 1. Jumlah Data Penonton
15 Film Indonesia peringkat teratas dalam perolehan International Film Festival (BIFAN) sekaligus
jumlah penonton pada tahun 2019 berdasarkan tahun menjadi Korean Premiere. Di BIFAN, film ini
edar berhasil mendapat penghargaan Melies
No Judul Penonton
International Festival Federation (MIFF) sebagai
1 Dilan 1991 5.253.441
Best Asian Film.
2 Imperfect Karier, Cinta & Timbangan 2.662.356
Film Perempuan Tanah Jahanam berfokus
3 Dua Garis Biru 2.538.473
4 Danur 3: Sunyaruri 2.416.691 pada empat perempuan yang menjadi tokoh
5 Habibie & Ainun 3 2.245.576 penting dari jalannya cerita di film ini. Mereka
6 My Stupid Boss 2 1.876.052 adalah Maya (Tara Basro), Dini (Marissa Anita),
7 Perempuan Tanah Jahanam 1.795.068
Nyi Misni (Christine Hakim), dan Ratih (Asmara
322
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
Abigail). Singkat cerita, film ini menceritakan seperti yang ada di dalam foto. Rumah itu nampak
perjalanan dua perempuan muda bernama Maya tak terurus dan menyeramkan, ditambah letak
dan Dini yang pergi ke Desa Harjosari, sebuah desa pemakaman anak kecil yang tak jauh dari sana,
terpencil di Jawa untuk mengambil harta milik menambah kesan menakutkan atas rumah tersebut.
orang tua Maya berupa rumah besar yang tertinggal Mereka mencoba menemui Ki Saptadi
di desa itu. Namun, tanpa sepengetahuan Maya, (Ario Bayu) selaku kepala desa Harjosari. Namun,
ternyata penduduk desa itu sudah lama mencari mereka justru disambut dingin oleh Nyi Misni yang
keberadaannya untuk mengakhiri kutukan yang merupakan ibunda Ki Saptadi. Nyi Misni meminta
disebabkan oleh keluarga Maya. mereka untuk datang esok hari. Akhirnya, mereka
Film ini diawali dengan adegan kesibukan memutuskan tinggal di rumah besar tersebut untuk
Maya dan Dini sebagai penjaga pintu tol yang sementara waktu. Tetapi, mereka justru
sedang berkomunikasi melalui telepon seluler. menemukan berbagai kejanggalan yang terjadi di
Melalui percakapan tersebut, Maya bercerita pada desa tersebut.
Dini bahwa dirinya resah dengan perlakuan aneh Ketika menyaksikan film Perempuan
seorang pria yang terus-menerus melewati pintu tol Tanah Jahanam, penonton akan diperlihatkan
tempatnya bertugas. Di tengah perbincangannya sosok perempuan yang sangat mendominasi di film
dengan Dini, pria itu kembali datang, menyodorkan ini. Hal ini menjadi ciri khas film garapan Joko
beberapa pertanyaan terkait identitas Maya, lalu Anwar yang kerap menyuguhkan tokoh perempuan
berusaha menyerang Maya dengan golok. Ia yang mampu mengontrol diri dan tubuhnya sendiri.
menganggap Maya telah membawa kutukan di Selain itu, isu tentang kelahiran dan anak kecil juga
desanya. Namun, pria itu lebih dulu mati ditembak menjadi elemen yang mudah dicirikan sebagai film
polisi saat akan membunuh Maya. garapan Joko Anwar.
Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Terkait penggambaran perempuan dalam
Maya menunjukkan sebuah foto kepada Dini yang layar lebar, kentalnya budaya patriarki di Indonesia
ia duga adalah foto keluarganya. Dalam foto itu, juga mempengaruhi bagaimana perempuan
terlihat rumah besar yang menjadi latarnya. Krisis digambarkan oleh pembuat film. Patriarki
finansial yang melanda mereka membuat Maya dan merupakan sistem sosial yang memiliki andil yang
Dini pergi mengunjungi kediaman orang tua Maya besar dalam hal membatasi gerak perempuan.
yang terletak di Desa Harjosari. Tujuan mereka Selama ini pelabelan perempuan pada
adalah untuk mengambil alih kepemilikan rumah media cenderung mengikuti konstruksi sosial yang
tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai ada, yaitu berlakunya marginalisasi atau
modal untuk membangun usaha yang lebih mapan. mendapatkan tempat kedua setelah laki-laki dalam
Setelah melalui perjalanan panjang, mereka hal apapun, seperti dalam hal pengambilan
pun tiba di Desa Harjosari. Sesampainya di sana, keputusan, kebebasan akses dan masih banyak
mereka melihat rumah besar yang persis sama lainnya (Asrita, 2018)
323
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
324
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
serta pelabelan yang bersifat diskriminatif kepada baik dalam novel, gambar, foto, maupun berita. Ia
perempuan (Adawiyah & Hasanah, 2020). lebih menitikberatkan teori wacananya pada
Perempuan acap kali digambarkan oleh wacana mengenai feminisme.
sutradara sebagai manusia yang cengeng dan Titik perhatian dalam perspektif ini adalah
inferior. Stereotip-stereotip semacam ini kemudian menunjukkan bagaimana teks bias dalam
kerap menjadi ide, citra, sekaligus eksploitasi menampilkan perempuan (Ningsih, 2018). Dalam
perempuan yang ditampilkan melalui media teks, perempuan cenderung ditampilkan sebagai
(Millenia, 2022). Seperti yang diungkapkan oleh pihak yang salah dan marjinal dibanding laki-laki.
(Novianty & Burhanudin, 2020), media Foucault mengatakan bahwa wacana tidak
dikonsumsi oleh jutaan orang di seluruh dunia dan dipahami sebagai serangkaian kata atau proposisi
informasi yang disebarkan dapat menghasilkan dalam teks, melainkan lebih kepada sesuatu yang
stereotip dan norma sosial yang berusaha memproduksi sebuah gagasan, konsep, atau efek
membentuk standarisasi terhadap perempuan. (Silaswati & Pd, 2019). Lebih lanjut, wacana dapat
Tokoh perempuan dalam film sering dideteksi karena secara sistematis, suatu ide, opini,
ditempatkan sebagai tokoh utama yang kemudian konsep, dan pandangan hidup dibentuk dalam suatu
digambarkan dengan karakter lemah, selalu konteks tertentu sehingga mempengaruhi cara
menangis, tunduk, dan tertindas (Cahyani & berpikir dan bertindak (Yudha et al., 2018).
Aprilia, 2022). Industri film horor Indonesia Bahkan, suatu wacana juga memiliki keterkaitan
nampaknya sudah terbiasa dengan tema utama dengan kekuasaan, karena bentuk kuasa
terkait tubuh perempuan dan feminisme. berlangsung di mana-mana.
Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, Analisis wacana kritis menyatakan bahwa
politik dan ideologi yang berusaha untuk pembaca diperkenalkan oleh sebuah teks yang
mendefinisikan, membangun, dan mencapai mengacu pada bagaimana pembaca dapat
kesetaraan gender. Feminisme muncul karena mendefinisikan, memposisikan dan mempengaruhi
adanya prasangka gender yang cenderung penafsiran teks serta bagaimana para aktor sosial
menomorduakan perempuan, karena adanya ditempatkan. Metode tersebut menekankan bahwa
anggapan universal bahwa laki-laki berbeda untuk memperoleh pemahaman teks secara utuh,
dengan perempuan (Safira et al., 2022). Perbedaan analisisnya harus diletakkan pada sebuah konteks
itu tidak hanya terbatas pada kriteria biologis sosiokultural dan latar belakang pembuat teks
semata, namun juga masuk ke kriteria sosial dan (Lesmana et al., 2022).
budaya. Dalam model analisisnya, Sara Mills lebih
Sejalan dengan masuknya unsur feminisme melihat pada bagaimana posisi-posisi aktor
dalam industri film, analisis wacana kritis Sara ditampilkan dalam teks. Posisi-posisi ini
Mills dapat digunakan untuk membedah merupakan pihak yang menjadi subjek penceritaan
bagaimana perempuan digambarkan dalam teks, dan pihak yang menjadi objek penceritaan (Sobari
325
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
& Silviani, 2018). Posisi subjek-objek ini ketika direpresentasikan dalam wacana. Umumnya
kemudian akan menentukan bagaimana struktur dalam wacana feminis, perempuan dalam sebuah
teks dan bagaimana makna diberlakukan dalam teks banyak ditampilkan sebagai objek, bukan
teks secara keseluruhan (Faidatun & Yunaldi, subjek (Jufanny & Girsang, 2020). Oleh karenanya,
2019). posisi perempuan selalu didefinisikan, dijadikan
Di samping itu, Sara Mills juga menaruh bahan penceritaan, dan tidak bisa menampilkan
perhatian pada bagaimana pembaca dan penulis dirinya sendiri.
(dalam konteks penelitian ini yaitu penonton) Model yang diperkenalkan oleh Sara Mills
ditampilkan dalam teks, serta bagaimana pembaca mengasumsikan bahwa teks merupakan hasil
mengidentifikasi dan menempatkan dirinya dalam negosiasi antara penulis (media) dengan pembaca
penceritaan sebuah teks tersebut. (pendengar). Oleh karena itu, Sara Mills percaya
Mills menyatakan bahwa teks merupakan bahwa posisi pembaca sangat penting dalam teks
bentuk kesepakatan antara penulis dan pembaca. dan harus diperhitungkan. Dalam penelitian ini
Mills melihat model tersebut dapat menempatkan yaitu bagaimana penonton diposisikan dalam film.
pembaca pada kedudukan yang penting karena Selanjutnya, Mills juga menempatkan pusat
mampu berinteraksi dengan pembaca (Lesmana et perhatiannya pada bagaimana laki-laki dan
al., 2022). Model tersebut juga melihat bahwa teks perempuan mendapatkan hasil yang berbeda dalam
bukan hanya aspek yang diproduksi, tapi juga di membaca sebuah teks. Mereka juga memiliki
resepsi. Selain itu, analisis wacana kritis Sara Mills perbedaan saat menempatkan posisi masing-
ini tidak hanya membahas pada ruang lingkup masing dalam teks yang dibaca.
feminisme tapi juga membahas bagaimana posisi Sehubung data pada penelitian ini adalah film,
akhir aktor diperlihatkan dalam media maka yang akan dilihat adalah bagaimana posisi
(Senaharjanta et al., 2022). aktor ditampilkan dalam adegan-adegan di film,
Analisis tentang bagaimana posisi aktor serta siapa yang menjadi subjek dan objek
dalam teks (dialog film) disajikan secara luas akan penceritaan. Dengan demikian, akan ditemukan
mengungkap bagaimana ideologi dan kepercayaan juga bagaimana makna diperlakukan dalam adegan
dominan beroperasi di dalam teks. Konsep ini secara keseluruhan. Posisi pembaca dalam
menyoroti bagaimana posisi berbagai aktor, ide, penelitian ini akan diasumsikan sebagai penonton.
atau peristiwa sosial ditempatkan dalam teks. Dalam hal ini, yang akan dilihat adalah bagaimana
Posisi ini menentukan format teks yang penonton mengidentifikasi dan memposisikan
ditampilkan kepada audiens. Pihak yang memiliki dirinya dalam penceritaan di film.
posisi tinggi menentukan semua unsur teks yang Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti
mendefinisikan realitas. tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
Dalam wacana feminis, posisi subjek-objek Inferioritas Perempuan dalam Film Perempuan
dalam wacana juga menentukan posisi perempuan Tanah Jahanam (Analisis Sara Mills). Penelitian
326
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk- Subjek dalam penelitian ini adalah film
bentuk inferioritas perempuan. Perempuan Tanah Jahanam yang disutradarai oleh
Joko Anwar. Sedangkan yang menjadi objek dalam
METODOLOGI penelitian ini adalah potongan-potongan adegan
Metodologi merupakan sebuah proses, cara dan dialog yang diambil dari film Perempuan
yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah Tanah Jahanam.
dengan tahap mendekati masalah yang sedang Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
terjadi. Dengan ungkapan yang lebih sederhana, teknik observasi. Seperti yang dikatakan oleh
metodologi dikenal sebagai sebuah pendekatan Observasi dalam implementasinya tidak hanya
umum untuk memperjelas topik penelitian yang berperan sebagai teknik paling awal dan mendasar
sedang dilakukan (Mulyana, 2020). dalam penelitian, tetapi juga teknik paling sering
Metode yang digunakan dalam penelitian dipakai, seperti observasi partisipan, rancangan
ini adalah metode analisis wacana kritis Sara Mills. penelitian eksperimental, dan wawancara
Analisis wacana merupakan suatu analisis yang (Hasanah, 2017).
membongkar makna yang tersembunyi di balik Peneliti akan melakukan pengamatan pada
teks. Analisis wacana adalah suatu upaya tiap adegan atau scene dan dialog-dialog pada film
pengungkapan maksud tersembunyi dari sang Perempuan Tanah Jahanam. Selain itu, peneliti
subjek yang mengemukakan suatu pernyataan juga menggunakan teknik document research,
(Japarudin, 2017). Pengungkapan itu dilakukan di yaitu pengumpulan data dengan menelaah dan
antaranya dengan menempatkan diri pada posisi mengkaji buku, majalah, internet, dan literatur-
sang pembicara dengan penafsiran mengikuti literatur lainnya yang berhubungan dengan topik
struktur makna dari sang pembicara. penelitian.
Adapun jenis penelitian ini adalah Teknik analisis data yang peneliti gunakan
penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah dalam penelitian ini adalah dengan mengategorikan
penelitian yang dimaksudkan untuk memahami satu persatu adegan atau scene dalam film
fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, Perempuan Tanah Jahanam dengan menggunakan
misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Sara
lain-lain. Mills lebih melihat bagaimana posisi-posisi aktor
Metode kualitatif merupakan penelitian ditampilkan dalam teks (posisi subjek-objek), serta
yang bersifat menafsirkan dengan menggunakan bagaimana pembaca (penonton) mengidentifikasi
banyak metode dalam mencari tau masalah dan menempatkan dirinya dalam penceritaan teks
penelitiannya (Mulyana, 2020). Peneliti dituntut (posisi penonton).
untuk mengobservasi, memahami dan mengartikan
kejadian berdasarkan makna-makna yang
diberikan oleh setiap orang kepada hal tersebut.
327
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
tak mudah menyerah. Ia tinggal di kota dan bekerja lagi, laki-laki itu nampak superior dengan menegur
serabutan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. perempuan, meskipun ia tidak seharusnya berada di
Namun, dari adanya adegan ini, penonton juga sana.
diajak untuk mengetahui realita bahwa masih Posisi Subjek-Objek
banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan Sebagai subjek, Maya dan Dini terlihat marah
fisik oleh laki-laki. Dilihat dari latar tempat dan ketika ruang privasi perempuan diganggu oleh laki-
waktunya, kekerasan yang menimpa Maya ketika laki. Pada bagian ini, terlihat bahwa perempuan
sedang bekerja ini dapat merepresentasikan yang dianggap lemah, dapat menegakkan
kerentanan pekerja perempuan mendapat kebebasannya. Maya dan Dini nampak memiliki
kekerasan fisik di tempat kerjanya. Adegan kuasa atas dirinya sendiri yang tak dapat diperintah
tersebut menunjukan bahwa adanya budaya laki-laki.
patriarki yaitu identitas laki-laki yang diperlihatkan Pada bagian ini, laki-laki itu nampak seperti
sebagai pihak lebih kuat dalam segala aspek pemilik toilet tersebut, meskipun toilet perempuan.
sehingga mengkonstruksi gambaran posisi Hal ini terlihat dari bentakkan yang dilontarkannya
perempuan di masyarakat (Zamsuardi & Syahrul, kepada Maya dan Dini. “Woy, gak boleh ngerokok
2019) seperti pada gambar di bawah ini: di sini lu!.” Dari perkataannya itu, nampak seakan
dialah yang membuat aturan tidak boleh merokok
di toilet perempuan.
Selain itu, laki-laki itu nampak tidak terima
ketika diusir Dini. Dengan suara yang agak
menjauh dari kamera karena didorong Dini, laki-
laki itu mengatakan “ye.. Dikasih tau”. Ia merasa
Gambar 2 Seorang pria masuk ke toilet perempuan kesal karena perintahnya tidak didengarkan oleh
Sumber: (Perempuan Tanah Jahanam - Netflix, 2019)
perempuan.
Maya dan Dini sedang membicarakan hal
Dalam adegan ini, laki-laki diposisikan
serius terkait kelangsungan ekonomi mereka
sebagai objek karena memperkuat karakter Maya
berdua di sebuah toilet umum. Sambil merokok,
dan Dini. Karakter Maya dan Dini dalam hal ini
mereka sedang mengatur rencana untuk pergi ke
dapat dilihat sebagai perempuan yang memiliki
Desa Harjosari untuk mengambil alih rumah yang
kebebasan menggunakan fasilitas publik tanpa
ada di foto kenangan masa kecil Maya. Di tengah
takut mendapat kekerasan seksual.
perbincangan tersebut, Maya dan Dini ditegur oleh
Posisi Penonton
seorang laki-laki karena merokok di toilet. Terkejut
Penonton dapat melihat bahwa perempuan
sekaligus kesal, Maya dan Dini pun mengusir laki-
tidak selamanya lemah dan dapat dikontrol laki-
laki tersebut diikuti dengan umpatan kasar yang
laki. Mereka juga dapat melawan ketika laki-laki
Maya lontarkan. Mereka mengusirnya lantaran
berbuat sesukanya, salah satunya ketika ruang
laki-laki tersebut masuk toilet perempuan. Terlebih
329
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
privasinya diganggu. Bagian ini juga memperjelas tersirat, Dini memberikan penceritaan kepada
adanya rasa superior pada laki-laki dengan masuk objek, yakni kedua lelaki tersebut sebagai orang
ke toilet perempuan dengan tiba-tiba. yang ingin memperkosanya. Meskipun, kecurigaan
Dini ini ternyata salah.
Perkataan “kalian tinggal minta baik-baik”
adalah bentuk kepasrahan atau ketidakberdayaan
Dini sebagai perempuan yang merasa akan
diperkosa. Namun, kata-katanya itu juga dapat
dimaknai sebagai cara Dini untuk keluar dari
Gambar 3 Maya dikelilingi dua laki-laki di tengah hutan situasi tersebut.
Sumber: (Perempuan Tanah Jahanam - Netflix, 2019)
Dini dibohongi oleh dua laki-laki warga Arjosari Kedua lelaki tersebut digambarkan oleh Dini
yang ingin mengantarnya pada Ki Saptadi. Mereka sebagai laki-laki yang ingin memperkosanya.
berniat membunuh Dini yang mereka kira sebagai Sebab, kedua lelaki itu tidak merespon tawaran
Rahayu. Rahayu adalah anak dari Ki Donowongso Dini, seakan menerima penggambaran Dini bahwa
yang dianggap menjadi sumber malapetaka desa mereka ingin melakukan pemerkosaan.
dibunuh, kutukan di desanya akan hilang. Ketika di Penonton diajak merasakan ketidaknyamanan
perjalanan, tepatnya di tengah hutan, Dini sudah yang Dini alami. Kecurigaan utama perempuan
mulai curiga dan ingin kembali menemui Maya. kepada lelaki asing, lebih dari satu orang, mengajak
Namun, dua lelaki tersebut dengan sigap ke suatu tempat, adalah seorang yang memiliki
mengepung Dini dan mengeluarkan pisau. Dini motif memperkosa. Kecurigaan ini berdasarkan
yang ketakutan justru mengira kedua lelaki tersebut maraknya kasus kekerasan seksual karena adanya
Dengan ketakutannya itu, Dini spontan merasa tidak nyaman. Laki-laki dianggap lebih
mengatakan “Dengar ya. Kalian gak perlu perkosa superior dibanding perempuan, sehingga dapat
gue, gue juga bukan perawan. Kalian tinggal minta memperlakukan perempuan seenaknya. Dengan
baik-baik.” Dini sempat lari, namun berhasil adanya anggapan tersebut, perempuan dihantui
dikejar oleh dua lelaki tersebut. Dini pun tak ketakutan menjadi korban kekerasan seksual, baik
sadarkan diri setelah kepalanya dipukul dengan secara verbal maupun non verbal.
Posisi Subjek-Objek sosok yang kuat dalam menjalani hidup dan tak
Subjek dalam adegan ini adalah Dini. Ia mudah menyerah. Tak banyak perbedaan sifat
mengira, dirinya akan diperkosa oleh kedua lelaki antara Maya dengan Dini. Dini direpresentasikan
tersebut. Sebab, latar tempat yang sepi dan bahasa sebagai sosok perempuan independen yang tidak
tubuh kedua lelaki yang mencurigakan. Secara manja atau menggantungkan hidupnya pada orang
330
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
lain, terlebih pada laki-laki. Namun, ketika menjadi representasi atas sikap superior laki-laki di
dihadapi dengan situasi Dini menyerah dan tidak desa itu (Jawa).
berdaya. Dini yang digambarkan sebagai sosok Pemilihan sosok laki-laki sebagai kepala desa
yang kuat pun terkesan sebaliknya. Adegan juga berkaitan dengan kentalnya sistem patriarki di
tersebut tergambarkan di bawah ini: Indonesia, khususnya masyarakat di desa-desa.
Sosok perempuan dianggap tak layak dijadikan
pemimpin karena masyarakat desa memandang
perempuan adalah makhluk yang irasional dan
emosional.
Sikap Saptadi ini merupakan bentuk praktik
penindasan terhadap perempuan yang
Gambar 4 Ki Saptadi sedang menenggelamkan bayi yang dilakukannya terus menerus tanpa memedulikan
terlahir tanpa kulit
Sumber: (Perempuan Tanah Jahanam - Netflix, 2019) hak fundamental perempuan sebagai ibu dari anak
Ketika seorang perempuan tengah yang dikandung dan dilahirkannya. Stigma yang
melahirkan, Ki Saptadi datang untuk melihat telah lahir dan terus dikembangkan ini akhirnya
kelahiran bayi tersebut. Namun, bayi itu terlahir melekat pada masyarakat tentang bagaimana
dengan kondisi tanpa kulit, sebagaimana kutukan penerapan budaya memunculkan perlakuan
yang berlaku di desa tersebut. Ki Saptadi kemudian kesewenang-wenangan yang dilakukan sehingga
menggendong bayi tersebut ke bak berisi air berakibat pada sebuah tindakan dominasi (Safira et
kemudian menenggelamkannya tanpa persetujuan al., 2022).
sang ibu dari bayi tersebut.
Posisi Subjek-Objek
Ibu dari sang bayi nampak tidak melawan
tindakan yang dilakukan Ki Saptadi. Padahal,
dialah yang melahirkan bayi tersebut. Ibu itu hanya
bisa menangis.
Secara tidak langsung, Ibu dari bayi itu Gambar 5 Ratih sedang dilecehkan oleh laki-laki
Sumber: (Perempuan Tanah Jahanam - Netflix, 2019)
memperkuat tokoh subjek, yakni Ki Saptadi yang
Ketika dua laki-laki yang merupakan warga
memiliki kuasa untuk mengatur dan memutuskan
Arjosari masuk ke dalam rumah Ratih untuk
tindakan yang dianggapnya benar, tanpa meminta
mencari Maya, salah satunya langsung masuk,
izin siapapun.
duduk, dan makan makanan yang ada di meja
Posisi Penonton
makan, tanpa meminta izin Ratih terlebih dahulu.
Penonton diperlihatkan sosok Ki Saptadi
Ketika Ratih menyatakan ketidaksukaannya
selaku kepala Desa Harjosari yang digambarkan
dengan sikap tidak sopan laki-laki tersebut, laki-
sebagai sosok yang maskulin dan berkuasa. Ia
laki yang lain justru melecehkan Ratih.
331
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
“Kok kamu sekarang kasar? Kesepian ya, Dalam adegan ini, dua laki-laki yang
sudah lama nggak dipegang suami? Mau aku melecehkan Ratih dapat dikatakan sebagai objek
temani malam ini?” (sambil coba mengelus lengan karena hanya berperan sebagai tokoh tambahan
Ratih) “Sudah lama nggak liat yang segede dan yang memperkuat karakter Ratih. Ia melakukan
sekeras ini kan?” (sambil mengelus-elus tindakan kekerasan seksual dengan menggoda
kemaluannya sendiri). Ratih, meskipun saat itu ia datang untuk mencari
Ratih pun coba melawannya dengan Maya. Melihat Ratih yang tidak senang dengan
mengambil sebuah pisau yang ada di sebelahnya. kehadirannya, laki-laki tersebut justru menganggap
Sambil menyodorkan kepada laki-laki tersebut, remeh Ratih.
Ratih menyuruhnya pergi. Namun, laki-laki Di mata lelaki tersebut, Ratih hanyalah objek
tersebut justru tidak takut dan menantang seksual belaka. Ratih seakan tidak berhak
keberanian Ratih untuk menusuknya. berkomentar terkait apa yang tengah dilakukan
Melihat sikap laki-laki tersebut yang tak kedua laki-laki tersebut. Mereka bahkan tak
gentar, Ratih justru menyayat pahanya sendiri mempedulikan Ratih sebagai tuan rumah yang
untuk memperlihatkan keberaniannya. Sayangnya, menyuruh mereka pergi.
Ratih justru mengancam akan bunuh diri, Posisi Penonton
menggentayangi kedua laki-laki tersebut dalam Penonton diajak merasakan ketakutan Ratih
mimpi sampai mati, jika kedua laki-laki tersebut ketika dirinya mendapat pelecehan seksual oleh
tak kunjung pergi dari rumahnya. Ketika diancam laki-laki. Pada bagian itu, kamera menampilkan
dengan ancaman yang tak masuk akal tersebut, dengan jelas wajah cabul laki-laki tersebut, diikuti
kedua laki-laki itu pun meninggalkan rumah Ratih. dengan serangkaian kalimat dan gestur tubuh yang
Posisi Subjek-Objek menunjukkan kalau dia sangat ingin menguasai
Sebagai subjek, Ratih berhasil mempengaruhi tubuh Ratih.
dua laki-laki yang melecehkannya untuk pergi dari Selain itu, adegan ini juga mematahkan
rumahnya. Meskipun, Ratih melakukannya dengan anggapan umum bahwa kekerasan seksual terjadi
pengorbanan menyayat pahanya sendiri. Hal ini karena korban memakai pakaian terbuka yang
menunjukkan, perempuan masih sulit melakukan mengundang syahwat laki-laki. Padahal, Ratih
perlawanan terhadap pelaku kekerasan seksual yang saat itu memakai pakaian serba panjang dan
secara langsung. tertutup, juga tetap menjadi korban kekerasan
Ratih digambarkan memiliki sikap anggun, seksual.
ramah, dan baik hati. Namun ketika mendapat Anehnya, kedua lelaki tersebut baru merasa
tindakan kekerasan seksual ini, ia memperlihatkan takut ketika Ratih mengancamnya dengan hal yang
sisi lainnya. Bahkan, sepanjang film Perempuan tidak masuk akal, yaitu menggentayangi mereka di
Tanah Jahanam diputar, hanya adegan ini yang dalam mimpi sampai mati. Awalnya, Ratih
memperlihatkan Ratih marah. mencoba melawan dengan menodongkan pisau ke
332
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
arah lelaki tersebut. Namun, laki-laki itu justru maupun di luar negeri. Pemilihan aktor dan jalan
menantang Ratih untuk menusuknya. Hal ini cerita yang didominasi oleh perempuan adalah
mengisyaratkan bahwa perempuan dianggap tidak unsur yang menjadi nilai tambah dalam film ini.
bisa melawan secara fisik kepada laki-laki Perempuan dalam film ini tidak berperan sebagai
meskipun menggunakan senjata sekalipun. objek pelengkap semata, tapi menjadi subjek aktif
Perempuan baru bisa merasa kuat ketika yang mempengaruhi sebagian besar cerita.
membayangkan dirinya menjadi sesuatu yang Tidak hanya menjual horor dan ketegangan
bukan dirinya. Dalam hal ini, Ratih saja, Joko Anwar selaku sutradara juga
membayangkan menjadi hantu yang akan meneror menyelipkan beberapa kritik sosial yang cukup
kedua lelaki itu. provokatif dan menyentil dalam film Perempuan
Selain itu, Karena kedudukannya yang Tanah Jahanam ini. Contohnya, terkait seberapa
dianggap lebih tinggi dibandingkan kaum jauh manusia berbuat demi survive dan terlepas
perempuan, laki-laki di Desa Harjosari merasa dari ‘kutukan’, soal fanatisme buta pada pemimpin,
superior. Mereka merasa bebas serta pantas serta isu eksistensialisme tentang makna manusia
melampaui batasan yang ada untuk berekspresi dan yang harus terlibat dalam problematika dunia ini.
mengaktualisasikan dirinya di segala sendi Permasalahan finansial yang dialami oleh tokoh
kehidupan tanpa mengindahkan kaum perempuan. utama juga tentunya bukan sekadar aksesori
Bentuk ‘ekspresi’ itu tercermin dalam salah satu belaka, melainkan turut menjadi implikasi
adegan ketika tokoh Ratih yang sedang hamil muda bagaimana cerita bergulir. Isu-isu ini bisa didapati
dilecehkan oleh dua orang laki-laki di rumahnya apabila penonton memaknai film Perempuan
sendiri. Budaya patriarkis semacam inilah yang Tanah Jahanam secara tersirat dan lebih mendalam.
menyelimuti Desa Harjosari dalam Perempuan Dari temuan peneliti, sosok perempuan masih
Tanah Jahanam. mendapat perlakuan tidak adil meskipun film
Perempuan juga berhak merasakan tersebut didominasi oleh perempuan. Tokoh
kebahagiaan yang sesungguhnya dan berhak perempuan yang awalnya digambarkan kuat,
memiliki kesempatan yang sama dengan seorang semakin memudar seiring berjalannya film. Hal ini
laki-laki dalam segala hal selama dia mampu, dan digambarkan, meski secara tersirat.
perempuan juga seharusnya memiliki kebebasan Beberapa adegan juga masih menunjukkan
mutlak atas dirinya sendiri dalam kehidupan sisi-sisi inferioritas pada perempuan, seperti
(Adawiyah & Hasanah, 2020). ketidakberdayaan Maya dan Dini yang mendapat
kekerasan fisik, Ratih yang dilecehkan oleh dua
KESIMPULAN
laki-laki, ataupun ketidakberdayaan seorang ibu
Perempuan Tanah Jahanam merupakan salah
yang hanya bisa menangis ketika bayi yang baru
satu film garapan Joko Anwar yang sukses dalam
dilahirkannya dibunuh oleh Ki Saptadi.
meraih perhatian penonton, baik di dalam negeri,
333
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
Pembuatan sebuah film memang tak dapat Toer dan Novel di Balik Kerling Saatirah Karya
dilepaskan dari konteks budaya dari tempat yang Ninik M. Kuntarto. Litera, 19(3), 414–436.
marginalisasi, stereotipe, beban ganda dan Asrita, S. (2018). Perempuan dan Wacana Poligini
dalam Film “ Berbagi Suami ”. PIKMA, 1, 41–50.
kekerasan terhadap perempuan.
[Link]
Anggapan yang menyasar kepada perempuan,
018v1i1.385
seperti lemah dan emosional. Status kedudukan
Cahyani, A. D., & Aprilia, M. P. (2022). Kekerasan
tersebut juga tidak dapat memungkiri bahwa
Terhadap Perempuan dalam Film Indonesia
perempuan memiliki kemampuan dan keahlian (Analisis Isi Kuantitatif dalam Film Indonesia
dalam berkarya di industri perfilman. dengan Latar 1998-2021) Violence Against
Pada akhirnya, film Perempuan Tanah Women in Indonesian Films (Quantitative Content
Jahanam ingin menyampaikan pesan bahwa Analysis in Indonesian Films with a 1998-2021
perempuan juga memiliki kesempatan yang sama Background). Mahasiswa Komunikasi Cantrik,
dengan laki-laki. Keadilan ini timbul dalam diri 2(April), 1–14.
334
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
Kecantikan Dalam Iklan Slimmewhite (Studi F., & Mulia, U. B. (2022). Perspektif Perempuan
Wacana Sara Mills). 12(1), 26. Dalam Film Mimi Melalui Analisis Wacana Kritis
[Link] Sara Mills. 10(1), 23–44.
1.1326 [Link]
Habibie, D. K. (2018). Dwi Fungsi Media Massa. NICOLOGY.10.6.2022
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 79. Millenia, S. (2022). Citra Perempuan dalam Film
[Link] Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar:
Hasan, B. (2019). Gender dan Ketidakadilan. 7(1), 86. Kritik Sastra Feminisme.
[Link] Mulyana, D. (2020). Metodelogi Penelitian
7i1.1910 [Link] (P. Latifah (Ed.)). PT. Remaja
Hasanah, H. (2017). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Rosdakarya.
Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ningsih, W. (2018). Nilai-Nilai Edukasi Islam dalam
Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. Novel “ Pudarnya Pesona Cleopatra ”. 6(2), 47–
[Link] 56.
Huda, R. N., Qodarsasi, U., & Zuma, U. A. (2021). [Link]
Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Film 1610
Hidden Figures. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Novianty, F., & Burhanudin, A. M. (2020). Bias Gender
Penyiaran Islam, 8(1), 64. dalam Berita “ Kasus Driver Taksi Online Gender
[Link] Bias in the News “ Online Taxi Driver Rapes a
Irma, A., & Hasanah, D. (2017). Menyoroti budaya University Student from Malang in a Car”. 11(1),
patriarki di indonesia. 7, 129. 71–86. [Link]
[Link] 10.24235/orasi.v11i1.6240.g3210
1.13820 Perempuan Tanah Jahanam - Netflix. (n.d.).
Japarudin. (2017). Wacana; Pemikiran dalam Bahasa Permatasari, S. D. R., & Widisanti, N. M. (2018). Hantu
dan Analisi Teks. EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Perempuan sebagai “Produk Gagal” dalam dua
Keislaman Dan Tafsir Hadis, 6(1), 42. Film Horor Indonesia: Pengabdi Setan (2017) dan
[Link] Asih (2018) Shita Dewi Ratih Permatasari dan Ni
5i1.1119 Made Widisanti. Media Bahasa, Sastra, Dan
Jufanny, D., & Girsang, L. R. M. (2020). Toxic Budaya Wahana, 25(1), 86–97.
Masculinity dalam Sistem Patriarki (Analisis Philly, V., Sumakud, J., & Septyana, V. (2020). Analisis
Wacana Kritis Van Dijk Dalam Film “Posesif ”). Perjuangan Perempuan dalam Menolak Budaya
SEMIOTIKA : Jurnal Komunikasi, 14(1). Patriarki (Analisis Wacana Kritis – Sara Mills
[Link] Pada Film “Marlina Si Pembunuh Dalam Empat
i1.2194 Babak”). SEMIOTIKA : Jurnal Komunikasi,
Khatimah, H. (2018). Posisi Dan Peran Media Dalam 14(1).
Kehidupan Masyarakat. Tasamuh, 16(1), 119– [Link]
138. [Link] i1.2199
Lesmana, D., Valentina, G. M., Komunikasi, I., Ilmu, Safira, N. F., Herman, A., & Alatas, R. (2022). Analisis
335
Jurnal PIKMA: Publikasi Media Dan Cinema, Volume 5, No. 2, Maret 2023, hlm 320-336
336