STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH PRC, TC,
FFP, dan AHF
NOMOR DOKUMEN : ABK-A08-L2-013
NAMA UDD/INSTANSI : UDD ABK PMI
Ditulis oleh Tanda Tangan
Nama : Kelompok 2
Jabatan : Staff Pengolahan Darah Tanggal : 20 Oktober 2024
Diperiksa oleh Tanda tangan
Nama : Azzelda maulidya Gafur
Jabatan : Kepala Sub Bidang Tanggal : 22 Oktober 2024
Disetujui Tanda Tangan
Nama : Arif Rahman
Jabatan : Kepala Bidang Tanggal : 23 Oktober 2024
Disahkan oleh Tanda Tangan
Nama : Nadia fathi
Jabatan : Manager kualitas Tanggal : 24 Oktober 2024
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 2 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
1. Tujuan
Standar Prosedur Operasional (SPO) ini sebagai petunjuk untuk
pengolahan komponen darah dari WB (Whole Blood) menjadi PRC
(Packed Red Cells), TC (Thrombocyte Consentrate) dan FFP (Fresh
Frozen Plasma), dan AHF (Cryopresipitat) dari kantong darah ganda
tiga 350 mL atau 450 mL dengan metoda konvensional sesuai
standar.
2. Ruang lingkup
SPO Ini digunakan oleh petugas UTD yang bekerja dibidang
pengolahan komponen darah.
3. Persyaratan Sistem Mutu
3.1 Petugas harus mendapatkan pelatihan dan memahami cara
membuat komponen darah baik PRC, TC dengan metode
sentrifugasi FFP, dan AHF dengan metode konvensional
maupun metode apheresis.
3.2 Petugas harus mengenakan APD untuk melindungi diri dalam
proses pengolahan komponen darah.
3.3 Seluruh peralatan dan ruang pengolahan komponen darah
harus dibersihkan sesuai standar dengan cairan pembersih dan
desinfektan yang telah divalidasi dan disetujui.
3.4 Bahan Habis Pakai (BHP) yang digunakan dalam proses
pengolahan komponen darah harus sesuai standar
3.5 Kantong darah yang digunakan harus divalidasi, diidentifikasi
untuk memudahkan penelusuran produk.
3.6 Plasma dikarantina sesuaipersyaratan suhu penyimpanan
hingga diperoleh hasil konfirmasi golongan darah, skrinning
antibody, dan uji saring IMLTD
3.7 Proses pembuatan komponen plasma segar beku harus
didokumentasikan, divalidasi, dan dapat tertelusur dalam
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
3.8 Kriteria keberterimaan waktu:
3.8.1 Untuk komponen darah PRC:
• waktu pengambilan darah kurang dari 12 menit.
• waktu pengolahan dapat dilakukan hingga masa
penyimpanan 6 jam. pada suhu 20-24°C.
2
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 3 d a r I 13
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
3.8.2 Proses pembuatan komponen TC dan FFP klinis
(Imunoglobulin dan Albumin):
• waktu pengambilan pada donor kurang dari 12 menit
satu kali tusukan.
• aliran darah harus lancar.
• waktu pengolahan dapat dilakukan kurang dari 6 jam,
pada suhu 20-24°C.
3.8.3 Volume masing-masing komponen darah dan metoda
yang digunakan harus sesuai standar.
3.8.4 Jika kantong komponen darah saat proses pengolahan
mengalami kerusakan atau kegagalan ataupun memiliki
waktu dan volume melebihi ketentuan, hendaklah
diberi label "darah tidak layak proses" dengan dasar
warna merah, dicatat dan dipisahkan untuk dibuang ke
kantong limbah infeksius.
3.8.5 Komponen darah dikarantina sesuai persyaratan suhu
penyimpanan hingga diperoleh hasil konfirmasi
golongan darah dan uji saring IMLTD.
3.8.6 Proses pembuatan komponen darah harus divalidasi,
didokumentasikan dan dapat tertelusur.
3.8.7 Proses transportasi harus sesuai dengan sistem rantai
dingin yang tervalidasi.
4. Referensi
4.1 Peraturan Menteri Kesehatan No. 91 Tahun 2015 tentang Standar
Pelayanan Transfusi Darah
4.2 Surat Keputusan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan
No. 10 Tahun 2017 tentang Pedoman CPOB untuk UTD dan Pusat
Plasmaferesis.
5. Definisi dan Singkatan
5.1 APD adalah Alat Pelindung Diri di UTD, meliputi baju
laboratorium, pelindung kepala, kacamata pelindung, masker,
sarung tangan, dan sepatu tertutup khusus untuk di
laboratorium atau pembungkus sepatu.
5.2 IMLTD adalah uji saring terhadap Infeksi Menular Lewat Transfusi
Darah, minimal terhadap Sifilis, Hepatitis B,
Hepatitis C, dan HIV.
5.3 SPO adalah Standar Prosedur Operasional adalah Dokumen yang
berisi serangkaian intruksi tertulis meliputi : Instruksi kerja,
lembar
3
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 4 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
ceklis,lembar kerja pemeriksaan yang dibakukan tentang proses
kegiatan teknis laboratorium yang berisi prosedur oemeriksaan
uji mutu komponen darah.
5.4 Komponen Darah merupakan bagian darah yang dipisahkan
dengan cara fisik atau mekanik, bentuk komponen darah cair
atau beku.
5.5 WB (Whole Blood) merupakan darah lengkap yang didalamnya
terkandung sel darah merah, sel darah putih,
trombosit,plasma,faktor pembekuan yang stabil ( Ht 33%).
5.6 PRC (Packed Red Cell) merupakan sel darah merah pekat dengan
kandungan Ht< 80%, PRC mengandung sel darah merah, sedikit
leukosit dan trombosit
5.7 TC (Trombocyt Consentrate) ialah trombosit pekat yang
merupakan bagian terkecil dari unsur PMPM tulang yang penting
perananya dalam hemostasis dan berjumlah antara 150.000 –
400.000 mm/.
5.8 FFP (Fresh Frozen Plasma) engandung semua protein plasma
(faktor pembekuan), terutama faktor V dan VII.
5.9 Concentrated anti-haemophilic factor (AHF). atau
kriopresipitat adalah komponen darah yang kaya akan faktor
pembekuan, seperti fibrinogen, faktor VIII, faktor XIII, dan
faktor von Willebrand.
5.10 SIM adalah system informasi manajemen
5.11 Pembekuan plasma sesuai standar adalah pembekuan di alat
yang telah divalidasi dengan kantong plasma diletakan merata
di alat pembekuan dengan suhu – 50 °C selama 50 menit (sesuai
hasil kualifikasi tergantung jenis alat).
6. Peran dan Tanggung Jawab
Peran Tanggung Jawab
Kepala UTD • Membuat kebijakan secara umum pelayanan
darah di UTD
• Memberikan persetujuan pada keseluruhan
kegiatan yang berlangsung di pelayanan
darah
• Mengesahkan dokumen Standar Prosedur
Operasional (SPO)
Manajer Mutu • Mengendalikan nomor register pada seluruh
dokumen dan Standar Prosedur Operasional
(SPO)
4
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 5 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
• Memastikan bahwa inspeksi kegiatan dalam
Standar Prosedur Operasional (SPO) ini
termasuk audit internal reguler
• Menyetujui dokumen Standar Prosedur
Operasional (SPO)
• Menyetujui penggunaan alat dan bahan
pengolahan komponen darah
Kepala Bidang • Menyusun kebijakan mengenai proses
pengolahan komponen darah
• Memeriksa Standar Prosedur Operasional
(SPO)
• Memberikan persetujuan pada keseluruhan
kegiatan yang berlangsung dalam proses
pengolahan komponen darah
• Melakukan evaluasi terhadap proses
pengolahan komponen darah
• Menyiapkan, merevisi dan memonitoring
penggunaan dan penerapan Standar Prosedur
Operasional (SPO)
• Menjamin ketersediaan petugas teknis,
peralatan, dan bahan habis pakal
sesuai kebutuhan
Kepala Seksi • Mengatur kelengkapan fasilitas pengolahan
komponen darah
• Inspeksi secara periodik terhadap proses
pengolahan komponen darah
• Menjamin pelaksanaan tindakan pengolahan
komponen darah sesuai Standar Prosedur
Operasional (SPO)
• Menjamin pelaksanaan tindakan perbaikan
dan pencegahan proses pengolahan
komponen darah
• Inspeksi secara periodik pencatatan dan
pelaporan proses pengolahan komponen
darah
5
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 6 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
Staff • Menyiapkan alat dan bahan serta formulir
yang dibutuhkan
• Melaksanakan kegiatan pengolahan
komponen darah sesuai SPO
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
pengolahan komponen darah
• Melakukan pembersihan semua fasilitas
penyimpanan darah yang diperlukan
• Memastikan tindakan perbaikan telah
dilakukan jika ada yang di luar normal,
termasuk memberi informasi kepada Kepala
Bidang, Manajer Mutu atau Kepala UTD
untuk hal yang serius
7. Alat dan Bahan
7.1 Alat:
7.1.1 Arteri Klem Stainless
7.1.2 Balance
7.1.3 Elektrik sealer
7.1.4 Gunting Stainless
7.1.5 Hematokrit Centrifuge
7.1.6 Keranjang darah
7.1.7 Plasma Extractor
7.1.8 Blood Bank
7.1.9 Stripper
7.1.10 Tempat alkohol 70% semprot
7.1.11 Tempat limbah infeksius
7.1.12 Timbangan Darah Digital
7.1.13 Pan scale
7.1.14 klem selang
7.1.15 mesin apheresis
7.1.16 Timbangan elektrik
7.1.17 centrifuge
7.2 Bahan habis pakai
7.2.1 Alkohol 70%
7.2.2 ATK (spidol)
7.2.3 Darah dalam kantong ganda dua volume 350 mL
7.2.4 Darah dalam kantong ganda tiga 450 mL
6
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 7 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
7.2.5 Set kantong apheresis 300 mL atau 600 mL
7.2.6 Klem Plastik
7.2.7 Plastik limbah infeksius
7.2.8 Stiker darah tidak layak pakai/label darah tidak layak
pakai
7.2.9 Stiker karantina/label karantina
7.2.10 Stiker rilis/label rilis
7.2.11 Tissu
8. Prosedur
8.1 Persiapan
Langkah Kegiatan
1 Gunakan APD Ketika mempersiapkan peralatan
dan bahan habis pakai
2 Siapkan peralatan dan bahan habis pakai sesuai
SPO
3 Lakukan pengecekan Alat pengolahan komponen
darah sebagai validasi sebelum digunakan
meliputi :
• Cek masa berlaku kalibrasi
• Cek power supply alat
• Cek kebersihan peralatan pengolahan
komponen darah, bila kotor lakukan
dekontaminasi
4 Lakukan dekontaminasi meja kerja sebelum dan
sesudah digunakan
8.2 Penerimaan Whole Blood (WB)
Langkah Kegiatan
1 Identifikasi dan cocokkan data pengiriman darah
secara keseluruhan sesuai formulir pengiriman
darah.
2 Formulir pengiriman darah yang dimaksud di atas
berisi detail tentang: nama formulir, asal darah/
tempat pengambilan darah, hari/ tanggal
pengambilan darah, nomor kantong darah, waktu
mulai dan selesai pengambilan darah (durasi),
golongan darah ABO/ Rhesus, nomor hemoscale
dan Blood Bank/cool box yang digunakan, kondisi
kantong terkait kondisi fisik kantong, volume, dan
7
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 8 d a r I 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
suhu beserta data monitoring suhu cool box,
nama petugas yang menyerahkan dan
nama petugas yang menerima
3 Timbang ulang kantong WB dengan timbangan
digital untuk memastikan volume darah sesuai
dengan volume keberterimaan darah.
4 Catat pada formulir penerimaan atau masukkan
data ke dalam sistem manajemen Informasi yang
sudah tervalidasi
8.3 Seleksi Whole Blood (WB)
Langkah Kegiatan
1 Pastikan WB yang masuk spesifikasi
keberterimaan darah siap untuk diolah menjadi
komponen darah PRC, TC dan LP
2 Sisihkan kantong WB yang tidak sesuai untuk
dimusnahkan.
3 Tempelkan stiker/label karantina komponen
darah pada semua kantong yang berisi:
• Nomor kantong
• Golongan darah ABO & Rhesus
• Tanggal pengambilan
• Tanggal pembuatan
• Tanggal kadaluarsa Jenis komponen darah
• Volume
• Suhu simpan
• Petugas
8.4 Pengolahan Komponen Darah Dalam Kantong Ganda Tiga
Thrombocyte Consentrate (TC) dan Liquid Plasma (LP)
No Langkah
1. IDENTIFIKSI KANTONG SATELIT DENGAN:
• NOMOR KANTONG
• GOLONGAN DARAH
• TANGGAL PENGAMBILAN
• TANGGAL PEMBUATAN
• TANGGAL KEDALUWARSA
• JENIS KOMPONEN DARAH
• VOLUME
• SUHU SIMPAN
• NAMA PETUGAS
8
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 9 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
2. Timbang berat awal dan periksa hematokrit darah lengkap
3. Rapihkan selang
4. Bersihkan Tubing Kantong Darah
5. Seimbangkan darah berikut mangkok centrifuge pada
balance
6. Tempatkan mangkok centrifuge yang sudah seimbang
kedalam centrifuge dengan posisi saling berhadapan dan
kantong darah sejajar cuping cup
7. Putar 2000xg, suhu 22°c, selamat 3 menit (putaran 1)
8. Angkat mangkok centrifuge dengan perlahan, tempatkan
kantong utama (WB) pada plasma extractor dengan
perlahan agar darah tidak tercampur Kembali, jepit, pasang
klem plastik / allumunium ring pada selang penghubung
antara kantong satelit, buka selang penghubung antara
kantong utama dengan kantong satelit
9. Alirkan plasma (PRP) kedalam kantong satelit 1 (kantong
khusus platelet), tinggalkan plasma dalam kantong utama ±
dari permukaan sel darah merah pekat
10. Seal dengan electric sealer selang penghubung, antara
kantong utama dengan kantong satelit. Lepaskan kantong
utama berisi PRC dari rangkaian
11. Seimbangkan plasma (PRP) verikut mangkot centrifuge
pada balance
12. Tempatkan mangkok centrifuge yang sudah seimbang pada
centrifuge dengan posisi berhadapan
13. Putar 5000xg, suhu 22°c, 5 menit (putaran ke II)
14. Angkat cup centrifuge dengan perlahan, tempatkan
kantong PRP pada plasma extractor, jepit,lepaskan klem
selang penghubung
15. Alirkan supernatant (plasma) ke kantong satelit II,
tinggalkan plasma 50-70 mL dalam kantong satelit I (TC)
16. Seal dengan electric sealer selang penghubung kantong
plasma dengan TC, kemudian potong menggunakan
gunting.
17. Didapatkan komponen darah PRC, TC, Lp
18. Simpan PRC dalam Blood Bank Refrigerator dengan
suhu 2°C -6°C
8.5
9
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 10 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
8.5 Pengolahan Cryopresipitat (AHF)
Langkah Kegiatan
1 Cairkan plasma segar beku (Fresh Frozen Plasma)
pada suhu 4±2°C
2 Selama 12-14 jam. 2. Masukkan plasma yang
sudah cair tersebut kedalam mangkok centrifuge
dan seimbangkan pada table balance.
3 Masukkan mangkok centrifuge yang sudah
seimbang kedalam centrifuge dengan posisi
saling berhadapan. 4. Putar 1500xG, suhu 4°C,
selama 15 menit atau 3600xG, 4°C selama 7
menit
4 Putar 1500xG, suhu 4°C, selama 15 menit atau
3600xG, 4°C selama 7 menit
5 Angkat mangkok Centrifuge secara perlahan dan
tempatkan plasma pada Plasma Extractor, jepit
/ press, buka klem pada slang penghubung
kantong satelit I dengan kantong satelit II.
6 Alirkan Plasma ke kantong satelit II, tinggalkan
plasma pada kantong satelit I sebanyak 20-30 ml
7 Pisahkan kantong satelit II dari kantong satelit I
dengan Tube Sealer Electric, kantong satelit I
adalah Cryopresipitate (AHF)
8 Bila AHF belum akan digunakan bekukan pada
suhu -55°C
9 Setelah beku simpan dalam Freezer dengan suhu
-20°C dengan masa simpan 6 bulan, atau pada
suhu -30°C dengan masa simpan 12 bulan
terhitung dari tanggal pembuatan FFP nya.
8.6 Lakukan pengukuran volume menggunakan rumus dibawah ini:
Volume (mL) = Berat kantong WB (gr) – Berat kantong Kosong (gr)
Berat Jenis Komponen
10
STANDAR OPERASIONAL Halaman : 11 d a r i 11
PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH Nomor : ABK PMI -L2-013
PRC, TC, FFP DAN AHF Versi : 001
Seksi Sub. Bidang Tanggal berlaku : 24/10/2024
Produksi Pengawasan Tanggal kajiulang : 24/10/2026
UDD PUSAT PMI Produksi
Keterangan :
Komponen Berat Jenis (g/L)
WB 1.055
PRC 1.09
TC 1.032
Plasma 1.03
AHF
• Berat kantong tergantung dari merk kantong dan jenis
kantong darah
• Catat volume di label yang mudah terlihat. Lengkapi
pencatatannya di form pencatatan volume komponen
9. Pelaporan
Langkah Kegiatan
1 Hasil seluruh kegoatan pengolahan
komponen darah harus dicatat di masing-
masing formular
2 Apabila terjadi masalah Ketika melakukan
proses pengolahan komponen darah,
laporkan ke kepala seksi, kepala bidang,
manajer mutu atau kepala UTD saat proses
pengemasan darah dan penggunaan ulang
cool box dilakukan
3 Penyimpangan terhadap prosedur harus
mendapatkan persetujuan manajer mutu
serta didokumentasikan.
10. Lampiran
• IK pengolahan PRC
• IK pengolahan TC
• IK pengolahan FFP
• IK pengolahan AHF
11. Riwayat Perubahan
Versi Nomor Tanggal Riwayat
perubahan
001 ABK-A08-L2-013 24 oktober 2024 Dokumen baru
11