0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan10 halaman

Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas IX

modul ajar bab 5 mapel akidah akhlak tingkat 9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan10 halaman

Modul Ajar Akidah Akhlak Kelas IX

modul ajar bab 5 mapel akidah akhlak tingkat 9
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (KBC)

Nama Madrasah : MTsN 10 Ciamis


Nama Penyusun : N. Elin Supianah, [Link] / Khotimatun Khusniyah, [Link].I
NIP : 196910161999032001 / 198303042023212033
Mata pelajaran : Akidah Akhlak
Fase D, Kelas / Semester : IX (Sembilan) / II (Genap)
MODUL AJAR DEEP LEARNING (KBC)
MATA PELAJARAN : AKIDAH AKHLAK
BAB 5 : QADHA' DAN QADAR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : MTsN 10 Ciamis
Nama Penyusun : N. Elin Supianah, [Link] / Khotimatun Khusniyah, [Link].I
Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Genap
Alokasi Waktu : 8 JP (4 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal : Peserta didik telah mengetahui bahwa iman kepada Qadha' dan
Qadar adalah Rukun Iman yang keenam. Mereka memiliki pemahaman dasar tentang
konsep takdir, namun mungkin masih ada kebingungan antara pasrah dan berusaha.
● Minat : Peserta didik memiliki rasa ingin tahu tentang nasib, masa depan, dan bagaimana
peran usaha manusia dalam menentukan jalan hidupnya.
● Latar Belakang : Peserta didik sering mendengar istilah "takdir" dalam kehidupan
sehari-hari, baik saat menghadapi keberhasilan maupun kegagalan, namun seringkali
dengan pemaknaan yang kurang tepat.
● Kebutuhan Belajar :
○ Visual: Membutuhkan diagram atau alur untuk membedakan konsep Qadha', Qadar,
takdir Mubram, dan Mu'allaq.
○ Auditori: Membutuhkan diskusi mendalam dan studi kasus untuk memahami
penerapan konsep takdir dalam kehidupan nyata.
○ Kinestetik: Membutuhkan aktivitas reflektif atau pembuatan "Peta Rencana dan
Tawakal" untuk menginternalisasi konsep ikhtiar.

C. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA


● Topik Panca Cinta : Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Diri dan Sesama Manusia.
● Materi Insersi : Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai inti dan muara
kehidupan. Membiasakan akhlak terpuji kepada diri sendiri, seperti tawakal, ikhtiar,
syukur, sabar, dan qanaah sebagai wujud cinta dan penerimaan atas ketetapan Allah Swt.

D. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami perbedaan makna Qadha' dan Qadar, serta klasifikasi takdir
(Mubram dan Mu'allaq).
○ Prosedural: Mengidentifikasi cara menyikapi takdir dengan benar melalui perilaku
ikhtiar, tawakal, sabar, dan syukur.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini fundamental dalam
membentuk pandangan hidup (mindset) yang optimis dan tangguh. Memahami takdir
dengan benar adalah wujud cinta kepada Allah yang membebaskan diri dari
keputusasaan saat gagal dan dari kesombongan saat berhasil.
● Tingkat Kesulitan: Sedang ke Tinggi. Materi ini bersifat filosofis dan abstrak, rawan
terjadi kesalahpahaman jika tidak dijelaskan secara seimbang antara ketetapan Allah dan
kewajiban berusaha manusia.
● Struktur Materi: Disajikan secara logis, mulai dari definisi, dalil, pembagian takdir,
hingga implementasi sikap dan hikmahnya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai optimisme, kegigihan (ikhtiar),
kepasrahan (tawakal), kesabaran, rasa syukur, dan rendah hati. Menumbuhkan rasa cinta
dan husnuzhan (prasangka baik) kepada Allah dalam setiap keadaan.

E. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menjadi inti dari materi, yaitu meyakini sepenuh hati akan ketetapan Allah dan
meresponnya dengan akhlak mulia seperti sabar dan syukur.
● Kewargaan: Membentuk warga negara yang tidak mudah menyerah dan selalu berusaha
memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
● Penalaran Kritis: Mampu menganalisis dan membedakan antara wilayah ketetapan
mutlak Allah (takdir mubram) dan wilayah yang masih bisa diusahakan manusia (takdir
mu'allaq).
● Kreativitas: Menemukan cara-cara kreatif dalam berikhtiar untuk mencapai tujuan.
● Kolaborasi: Saling mendukung dan memotivasi teman untuk terus berusaha dan tidak
putus asa.
● Kemandirian: Membangun pribadi yang bertanggung jawab atas usahanya (ikhtiar) dan
tidak menyalahkan takdir atas kemalasannya.
● Kesehatan: Menjaga kesehatan mental dengan memiliki sikap tawakal, yang dapat
mengurangi stres dan kecemasan berlebih.
● Komunikasi: Mampu menjelaskan konsep takdir yang benar kepada orang lain untuk
meluruskan kesalahpahaman.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir fase D, pada elemen akidah, peserta didik diarahkan memperkuat akidah Islam
melalui pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada materi akidah Islam, rukun iman, sifat-
sifat Allah Swt. dan al-Asma' al-Husna. Pada elemen akhlak, peserta didik mampu memahami
akhlak terpuji (mahmudah) dan akhlak tercela (madzmumah) agar dapat menjauhkan diri dari
perilaku tercela dan membiasakan diri dengan perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Elemen adab mengarahkan peserta didik memahami adab dalam hubungannya dengan Allah
Swt. (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), dan makhluk lainnya sehingga
terbentuk pribadi yang cerdas, berkarakter, dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Elemen kisah keteladanan menitikberatkan pada pemahaman terhadap kisah nabi dan rasul
dan para sahabat rasul sebagai teladan dan ibrah bagi peserta didik dalam berperilaku
seharihari..

Elemen Capaian Pembelajaran


Akidah Memahami akidah Islam (iman, islam, ihsan), al-Asma'
al-Husna (al-Bashith, alGani, ar-Ra'uf, al-Barr, al-Fattah,
al-'Adl, al-Wakil, at-Thawwab, al-Lathif, alQohhar), dan
enam rukun iman.
Akhlak Memahami akhlak terpuji (taubat, taat, istiqamah, ikhlas,
ikhtiar, tawakal, qana'ah, sabar, syukur, husnuzhan,
tawadlu', tasamuh, ta'awun, berilmu, kreatif, produktif,
dan inovatif), dan cara menghindari akhlak tercela (riya,
nifak, putus asa, ananiyah, dendam, ghadhab, khalwat
dan ikhtilath).
Adab Memahami adab shalat, zikir, membaca Al-Qur’an,
berdoa, adab kepada orang tua, guru, saudara, teman,
tetangga, adab berjalan, berpakaian, dan adab bersosial
media.
Kisah Keteladanan Memahami keteladanan kisah Nabi Yunus a.s., Nabi
Ayub a.s., Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., dan
Khulafaurrasyidin.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Psikologi: Konsep resiliensi (ketangguhan), motivasi, dan locus of control (pusat kendali
diri).
● Bimbingan dan Konseling: Membantu siswa merencanakan masa depan dengan
semangat ikhtiar dan kesiapan mental untuk menghadapi berbagai kemungkinan hasil.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Qadha' dan Qadar serta
menunjukkan dalil-dalil yang mendasarinya sebagai wujud cinta dan keyakinan pada
ilmu Allah yang Maha Luas. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu menganalisis dan membedakan macam-macam
takdir (Mubram dan Mu'allaq) beserta contoh-contohnya dalam fenomena kehidupan. (2
JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan perilaku yang
mencerminkan iman kepada Qadha' dan Qadar, khususnya ikhtiar dan tawakal, sebagai
dua sisi mata uang dari cinta dan usaha. (2 JP)
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu menganalisis perilaku syukur, sabar, dan qanaah
sebagai buah dari keimanan pada takdir, serta menyimpulkan hikmahnya. (2 JP)

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Membedakan pengertian Qadha' dan Qadar.
2. Menunjukkan dalil naqli tentang Qadha' dan Qadar.
3. Memberikan contoh takdir Mubram dan takdir Mu'allaq.
4. Menjelaskan hubungan antara ikhtiar dan tawakal.
5. Mengidentifikasi contoh perilaku sabar, syukur, dan qanaah dalam menyikapi takdir.
6. Menyimpulkan hikmah beriman kepada Qadha' dan Qadar.

E. IKLIM/BUDAYA MADRASAH
● Menciptakan budaya yang menghargai setiap usaha (effort) dan tidak hanya berorientasi
pada hasil.
● Mendorong sikap optimis, pantang menyerah, dan saling mendukung saat menghadapi
kesulitan.
● Membiasakan ungkapan syukur dalam setiap keadaan.

F. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Mendiskusikan kisah nyata orang-orang yang berhasil mengubah nasibnya melalui kerja keras
(takdir mu'allaq) dan kisah orang-orang yang menunjukkan kesabaran luar biasa saat
menghadapi musibah (takdir mubram).

G. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Value Clarification Technique (VCT), Problem-Based Learning
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Mengajak peserta didik merefleksikan perjalanan hidup mereka
sendiri, mengidentifikasi mana yang merupakan hasil usaha dan mana yang
merupakan ketetapan yang harus diterima.
○ Meaningful Learning: Memaknai bahwa setiap tetes keringat dalam berikhtiar
adalah ibadah, dan setiap helaan napas kesabaran dalam menerima takdir adalah
wujud cinta tertinggi kepada Allah.
○ Joyful Learning: Belajar menjadi menggembirakan melalui studi kasus yang
relevan dengan kehidupan remaja (cita-cita, prestasi, pertemanan) dan permainan
simulasi.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, studi kasus, simulasi, ceramah interaktif.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyajikan materi melalui teks, cerita inspiratif, dan video
pendek.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih untuk menganalisis studi kasus
secara individu atau kelompok.
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya melalui
tulisan reflektif, poster motivasi, atau presentasi.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru BK untuk sesi motivasi dan penetapan
tujuan hidup.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan siswa mewawancarai orang tua
atau tokoh masyarakat tentang perjuangan hidup mereka.
● Mitra Digital: Menonton video biografi tokoh sukses yang memulai dari nol.

LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menata kelas agar kondusif untuk diskusi kelompok. Memajang kutipan-
kutipan motivasi tentang ikhtiar dan tawakal.
● Ruang Virtual: Menggunakan forum online untuk berbagi cerita inspiratif tentang
"Kekuatan Doa dan Usaha".
● Budaya Belajar: Membangun budaya kelas yang suportif, di mana kegagalan dilihat
sebagai pelajaran dan keberhasilan disikapi dengan kerendahan hati.

PEMANFAATAN DIGITAL
● Menayangkan video motivasi atau kisah inspiratif.
● Menggunakan aplikasi mind mapping untuk memetakan konsep Qadha' dan Qadar.

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PERTEMUAN 1 (2 JP : 80 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya
Pembahasan: Pengertian dan Dalil Qadha' dan Qadar

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)


● Salam dan Doa: Membuka dengan doa, memohon pemahaman yang benar sebagai
wujud cinta pada kebenaran dari Allah.
● Apersepsi (Meaningful): Guru bertanya, "Anak-anak, pernahkah kalian membuat
sebuah rencana yang sangat detail, tapi hasilnya berbeda? Di sisi lain, pernahkah sesuatu
yang baik terjadi di luar dugaan? Hari ini kita akan belajar tentang Rencana Indah dari
Sang Maha Sutradara kehidupan, Allah Swt."
● Motivasi: Memahami takdir adalah kunci ketenangan jiwa. Ini adalah cara kita mencintai
Allah dengan meyakini bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)


● Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan perbedaan antara Qadha' (rencana azali Allah)
dan Qadar (perwujudan dari rencana itu) menggunakan analogi sederhana (misal: arsitek
dan pembangunan rumah).
● Tadarus dan Tadabbur: Peserta didik bersama-sama membaca dalil-dalil kunci (QS.
Ar-Ra'd: 11, QS. Al-Qamar: 49, QS. Al-Hadid: 22) dan guru membantu menggali
maknanya.
● Diskusi: "Jika semua sudah ditetapkan, untuk apa kita berdoa dan berusaha?" Pertanyaan
ini didiskusikan untuk meluruskan pemahaman. Guru mengarahkan bahwa doa dan usaha
adalah bagian dari skenario Allah itu sendiri.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● Refleksi (Mindful): "Merenungkan ini, betapa kecilnya kita di hadapan ilmu Allah yang
Maha Luas. Perasaan cinta dan takjub seperti apa yang muncul di hati kita?"
● Rangkuman: Menyimpulkan pengertian Qadha' dan Qadar.
● Tindak Lanjut: Meminta siswa mencari satu contoh peristiwa di berita yang bisa
dikaitkan dengan takdir.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 80 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama Manusia
Pembahasan: Takdir Mubram dan Takdir Mu'allaq

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)


● Salam dan Doa:
● Apersepsi: Guru membuat dua kolom di papan tulis: "Bisa Diubah" dan "Tidak Bisa
Diubah". Siswa diminta menyebutkan hal-hal dalam hidup mereka dan meletakkannya di
kolom yang sesuai (misal: warna kulit, kepintaran, rezeki, jodoh, kematian).

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


● Klasifikasi Konsep: Guru menjelaskan konsep Takdir Mubram (yang tidak bisa diubah,
seperti kematian) dan Takdir Mu'allaq (yang terkait dengan usaha, seperti kepintaran dan
rezeki). Pembahasan di papan tulis tadi kemudian diklasifikasikan ulang.
● Studi Kasus (Diferensiasi Proses): Peserta didik dalam kelompok menganalisis kasus:
○ Kasus A: Seseorang lahir di keluarga miskin, tapi dengan kerja keras ia menjadi
pengusaha sukses. Ini takdir apa?
○ Kasus B: Seseorang sangat menjaga kesehatan, tapi tetap terkena penyakit bawaan.
Ini takdir apa?
● Presentasi dan Diskusi: Kelompok mempresentasikan hasil analisisnya. Guru
menekankan bahwa mencintai diri sendiri berarti kita harus berjuang maksimal pada area
Takdir Mu'allaq.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● Refleksi: "Area mana dalam hidupku (Takdir Mu'allaq) yang perlu aku usahakan lebih
keras lagi sebagai wujud cinta pada potensiku?"
● Rangkuman: Membedakan dengan jelas antara takdir Mubram dan Mu'allaq.
● Tindak Lanjut: Membaca materi tentang ikhtiar dan tawakal.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 80 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama Manusia, Cinta Allah Swt.
Pembahasan: Ikhtiar dan Tawakal

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)


● Salam dan Doa:
● Apersepsi (Joyful): Guru bercerita singkat tentang kisah seorang sahabat yang bertanya
pada Nabi, "Apakah aku ikat untaku lalu bertawakal, atau aku lepas saja dan
bertawakal?" Nabi menjawab, "Ikatlah, lalu bertawakallah!"

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


● Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan bahwa Ikhtiar (usaha maksimal) dan Tawakal
(berserah diri pada hasil) adalah dua sayap iman kepada takdir. Ikhtiar adalah wujud
cinta kita pada proses dan tanggung jawab, sementara Tawakal adalah wujud cinta kita
pada Allah Sang Penentu Hasil.
● Simulasi "Menara Impian": Setiap kelompok diberi sedotan/stik es krim dan selotip.
Mereka diberi waktu 15 menit untuk berikhtiar membangun menara setinggi mungkin.
Setelah waktu habis, hasilnya (tinggi menara) adalah wilayah tawakal yang harus
diterima.
● Diskusi Reflektif (Mindful): Kelompok mendiskusikan proses tadi: "Apa saja ikhtiar
yang kalian lakukan? Bagaimana perasaan kalian saat waktu habis dan harus menerima
hasilnya? Apa makna tawakal yang kalian dapatkan?"

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● Refleksi: "Dalam meraih cita-citaku, sudah seimbangkah antara ikhtiar dan tawakalku?"
● Rangkuman: Ikhtiar tanpa tawakal itu sombong, tawakal tanpa ikhtiar itu malas.
Keduanya adalah bukti cinta.
● Tindak Lanjut: Membaca materi tentang sabar, syukur, dan qanaah.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 80 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Allah Swt., Cinta Diri
Pembahasan: Buah Iman Pada Takdir (Syukur, Sabar, Qanaah) dan Hikmah

KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)


● Salam dan Doa:
● Apersepsi: Guru bertanya, "Apa yang biasanya kita ucapkan saat mendapat nilai bagus?
(Syukur). Apa yang kita usahakan saat mendapat nilai kurang? (Sabar dan berusaha lagi).
Itulah buah indah dari iman pada takdir."

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


● Klarifikasi Nilai (Value Clarification): Guru menjelaskan makna Syukur (saat takdir
baik datang), Sabar (saat takdir buruk menimpa), dan Qanaah (merasa cukup dan ridha).
● Menulis Reflektif (Diferensiasi Produk): Peserta didik diminta menulis jawaban
singkat atas pertanyaan:
1. Sebutkan satu hal yang paling kamu syukuri dalam hidupmu saat ini.
2. Ceritakan satu pengalaman di mana kamu harus bersabar.
3. Apa artinya merasa cukup (qanaah) bagimu sebagai seorang pelajar?
● Berbagi Cerita (Joyful & Meaningful): Beberapa siswa secara sukarela berbagi
jawabannya. Guru mengapresiasi setiap cerita sebagai wujud kekuatan iman.
● Diskusi Hikmah: Guru bersama siswa menyimpulkan hikmah beriman kepada Qadha'
dan Qadar (jiwa tenang, jauh dari sombong dan putus asa, mendorong untuk berusaha).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)


● Refleksi Akhir: "Dengan bekal sabar dan syukur, aku siap mencintai dan menjalani
setiap episode takdir yang Allah tuliskan untukku."
● Rangkuman: Merangkum keseluruhan materi Bab 5.
● Tindak Lanjut: Persiapan Uji Kompetensi Bab 5.

I. ASESMEN PEMBELAJARAN

ASESMEN DIAGNOSTIK (Awal Pembelajaran)


● Survei singkat (centang) tentang pernyataan-pernyataan yang benar/salah mengenai
takdir.

ASESMEN FORMATIF (Proses Pembelajaran)


● Penilaian keaktifan dalam diskusi studi kasus.
● Observasi selama kegiatan simulasi "Menara Impian".
● Penilaian tulisan reflektif tentang sabar, syukur, dan qanaah.

ASESMEN SUMATIF (Akhir Pembelajaran)


● Uji kompetensi tertulis (soal dari buku ajar).
● Penugasan membuat "Peta Cita-Citaku", yang berisi: cita-cita, langkah-langkah ikhtiar
yang akan dilakukan, dan doa-doa sebagai wujud tawakal.

Mengetahui, Banjarsari, Juli 2025


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

H. Karman, [Link], [Link].I N. Elin Supianah , [Link]


NIP. 197204031999031004 NIP. 196910161999032001

Khotimatun Khusniyah, [Link].I


NIP. 198303042023212033

Anda mungkin juga menyukai