BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Pada bab ini dibahas tentang data penelitian yang menunjukkan
peningkatan hasil belajar menulis wacana argumentasi pada siswa kelas V SDN
Cilongkrang setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Data hasil penelitian adalah data siswa yang
diperoleh dari tes hasil belajar bahasa Indonesia setelah pelaksanaan tindakan
siklus I dan siklus II dan hasil observasi selama pelaksanaan tindakan serta hasil
angket respon siswa setiap akhir siklus. Hasil dan pembahasan yang diperoleh dari
dua siklus pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Siklus 1
a. Tahap Perencanaan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap
perencanaan ini adalah:
1) Membuat skenario pembelajaran berdasarkan model pembelajaran CIRC
untuk pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga.
2) Mempersiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas dan
perubahan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung
pada pelaksanaan tindakan siklus I.
3) Mempersiapkan angket respon siswa untuk mengetahui pendapat siswa
terhadap tindakan yang dilakukan yang akan diberikan pada akhir siklus
I.
4) Mempersiapkan alat evaluasi berupa soal tes siklus I.
5) Mempersiapkan kertas sebagai lembar jawaban yang akan digunakan
siswa untuk menjawab soal tes siklus I.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Adapun pelaksanaan tindakan pada siklus I ini berlangsung selama 1
kali pertemuan dengan lama waktu adalah 2 jam pelajaran. Pertemuan I
sampai pertemuan II diisi dengan kegiatan belajar mengajar dengan
1
menerapkan model pembelajaran CIRC dan pertemuan II diisi dengan
pemberian tes siklus I, dengan pokok bahasan ”Menulis Wacana
Argumentasi”. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
Pertemuan I
Pada pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29
oktober 2025 dengan materi yang akan dibahas adalah membuat ringkasan
berdasarkan pokok pikiran dari teks nonfiksi.
Pada kegiatan awal, guru membuka pelajaran, memotivasi siswa dan
menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, menyiapkan siswa,
mengecek kehadiran siswa, menyampaikan judul materi pokok pembahasan,
dan menjelaskan sambil memberikan motivasi belajar, mengingatkan
kembali tentang materi dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-
hari. Selanjutnya, pada kegiatan inti guru menyajikan informasi tentang
materi yang akan diajarkan dengan menggunakan alat peraga seperti kertas
kopian yang dibentuk sesuai dengan materi yang dibahas, guru memberikan
permasalahan berupa latihan menjawab soal yang berkaitan dengan materi
wacana argumentasi kepada siswa, guru membimbing pelatihan kepada
siswa sampai benar-benar menguasai konsep yang dipelajari. Sebelum
mengakhiri kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini siswa dan guru
bersama-sama menyimpulkan/merangkum materi yang telah dibahas dan
guru mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan
dibahas pada pertemuan berikutnya.
c. Tahap observasi dan evaluasi
Pada siklus I tercatat aktivitas siswa yang terjadi selama proses
pembelajaran berlangsung. Aktivitas tersebut diperoleh dari lembar
observasi yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I
Pertemuan ke- Persentase
No. Komponen yang Diamati
1 2 3
1 Siswa yang hadir pada saat 12 13
evalu
Tes
proses pembelajaran
berlangsung
2
2 Siswa yang mendengarkan 10 10
atau memperhatikan
penjelasan guru pada saat
proses pembelajaran
berlangsung
3 Siswa yang mengajukan 2 1
pertanyaan kepada guru
pada saat proses
pembelajaran berlangsung
4 Siswa yang menjawab 1 1
asi
pertanyaan, baik dari guru
maupun dari siswa lain
pada saat proses
pembelajaran berlangsung
5 Siswa yang aktif 12 13
mengerjakan latihan
6 Siswa yang melakukan 2 3
kegiatan lain (ribut,
bermain, tidur dll) pada saat
proses pembelajaran
berlangsung
Berdasarkan tabel 4.2 di atas bahwa terdapat beberapa komponen
yang diamati dalam mengobservasi aktivitas siswa pada siklus I
diantaranya:
1. Siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung di
pertemuan I siklus I berjumlah 12 siswa, pertemuan II siklus I berjumlah
13 siswa, dengan persentase 83,33%.
2. Siswa yang mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru pada
saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus I berjumlah
10 siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 10 siswa, dengan persentase
66,67 %.
3. Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses
pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus I berjumlah 2 siswa,
pertemuan II siklus I berjumlah 1 siswa, dengan persentase
keseluruhannya adalah 10 %.
4. Siswa yang menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain
pada saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus I
3
berjumlah 1 siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 1 siswa, dengan
persentase keseluruhannya adalah 6,67 %.
5. Siswa yang aktif mengerjakan LKS di pertemuan I siklus I berjumlah 17
siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 12 siswa, pertemuan II siklus I
berjumlah 23 siswa, dengan persentase 83,33%.
6. Siswa yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain, tidur dll) pada saat
proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus I berjumlah 2
siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 3 siswa, dengan pesentase 16,67
%.
Selanjutnya, pada siklus I ini dilaksanakan tes hasil belajar setelah
penyajian materi selama 2 kali pertemuan.
Jika skor hasil belajar bahasa Indonesia pada siklus I di
kelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi
dan persentase skor seperti disajikan pada Tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Bahasa Indonesia
Siswa Kelas V SD Negeri Cilongkrang pada Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase
90-100 Sangat Tnggi 0 0
80-89 Tinggi 3 20%
70-79 Sedang 3 20%
60-69 Rendah 5 33.33%
˂ 59 Sangat Rendah 4 26.67%
Berdasarkan tabel 4.3, di atas dapat dinyatakan bahwa dari 15 siswa
yang menjadi subjek penelitian, 4 siswa yang berada pada kategori sangat
rendah, 5 siswa yang berada pada kategori rendah, 3 siswa yang berada pada
kategori sedang, 3 siswa yang berada pada kategori tinggi, dan 0 siswa yang
berada pada kategori sangat tinggi.
Apabila hasil belajar pada siklus I dianalisis, maka persentase
ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:
4
Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri
Cilongkrang pada Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase
0-69 Tidak Tuntas 9 60%
70-100 Tuntas 6 40%
Jumlah 15 100%
Berdasarkan tabel 4.4 di atas bahwa siswa yang berada pada kategori
tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan persentase 60%, sedangkan siswa
yang berada pada kategori tuntas sebanyak 6 siswa dengan persentase 40%.
Selanjutnya respons siswa terhadap pembelajaran yang telah
diterapkan pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Data Respon Siswa pada Siklus I
No Frekuensi
Aspek yang direspon
. Positif Negatif
Apakah Anda suka belajar bahasa
1 7 8
Indonesia?
Apakah Anda suka belajar bahasa
2 Indonesia dengan model pembelajaran 10 5
kooperatif tipe CIRC?
Apakah pembelajaran dengan model
3 kooperatif tipe CIRC menjadikan Anda 10 5
siswa yang aktif dan kreatif?
Apakah pembelajaran dengan model
4 pembelajaran kooperatif tipe CIRC cocok 11 4
digunakan untuk belajar bahasa Indonesia?
Apakah Anda senang dengan cara guru
Anda menyampaikan pelajaran dengan
5 11 4
model pembelajaran kooperatif tipe
CIRC?
5
Apakah Anda merasa ada perubahan pada
diri Anda setelah diterapkan pembelajaran
6 10 2
dengan model kooperatif tipe CIRC dalam
belajar bahasa Indonesia?
Apakah Anda termotivasi untuk belajar
7 setelah diterapkan pembelajaran dengan 15 0
model kooperatif tipe CIRC?
Apakah Anda senang dengan pemberian
8 8 7
tugas?
Apakah Anda senang dengan pemberian
9 8 7
tes atau evaluasi setiap akhir siklus?
Apakah sebelumnya Anda sudah pernah
10 mendapatkan pembelajaran seperti ini di 0 15
kelas?
d. Refleksi
1) Umumnya siswa menunjukkan antusias belajar yang positif, seperti
menanggapi pertanyaan, keberanian mengajukan pertanyaan atau
tanggapan pada guru, dan keinginan untuk menyelesaikan latihan.
Namun karena siswa belum terbiasa dengan tindakan yang diberikan
maka kelas menjadi agak gaduh sehingga pengelolaan kelas lebih
ditekankan pada siklus II.
2) Masih ada beberapa siswa yang sulit dalam menyelesaikan latihan. Untuk
itu guru harus membimbing siswa tersebut.
3) Dari hasil tes siklus 1, masih terdapat beberapa siswa yang mendapatkan
nilai di bawah KKM. Hal ini disebabkan karena dalam kegiatan
pembelajaran selama 3 pertemuan sebelumnya, beberapa siswa tersebut
kurang aktif dalam pembelajaran, tidak memperhatikan penjelasan, dan
tidak hadir dalam beberapa pertemuan.
e. Keputusan
6
Hasil belajar siswa pada siklus I belum mencapai indikator
keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu tuntas individu jika memperoleh
skor rata-rata 70 ke atas, sehingga pelaksanaan tindakan masih dilanjutkan
pada siklus II dengan berbagai perbaikan berdasarkan pada refleksi pada
siklus I.
2. Siklus II
a. Tahap Perencanaan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini
adalah:
1) Membuat skenario pembelajaran berdasarkan model CIRC untuk
pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga. Dimana skenario
pembelajaran ini sedikit berbeda dengan siklus I yakni penggunaan alat
peraga lebih ditekankan untuk menghindari kegaduhan di kelas serta
komunikasi antara guru dan siswa lebih lancar sehingga materi lebih
mudah dipahami dan dapat meningkatkan hasil belajar yang diperoleh.
2) Mempersiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas dan
perubahan tingkah laku siswa selama belajar mengajar berlangsung pada
pelaksanaan tindakan siklus II.
3) Mempersiapkan angket respons siswa untuk mengetahui pendapat siswa
terhadap tindakan yang dilakukan, yang akan diberikan pada akhir siklus
II.
4) Mempersiapkan lembar kerja siswa (latihan) yang dikerjakan secara
individu pada setiap pertemuan.
5) Mempersiapkan alat evalusi berupa soal tes siklus II.
6) Mempersiapkan kertas lembar jawaban yang akan digunakan siswa untuk
menjawab soal tes siklus II.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pertemuan I
Pertemuan pertama pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Rabu
tanggal 05 November 2025 dengan materi yang akan dibahas adalah
menentukan pokok pikiran dari teks nonfiksi. Secara umum, langkah-
7
langkah kegiatan yang dilakukan pada siklus II hampir sama dengan
kegiatan siklus sebelumnya, karena mengacu pada langkah-langkah kegiatan
yang telah direncanakan pada RPP dengan penerapan model CIRC. Hal-hal
yang lebih khusus pada siklus kedua ini adalah guru lebih sering mendatangi
siswa yang selalu malu dan enggan bertanya ataupun menjawab pertanyaan.
Memasuki pertemuan terakhir penelitian pada siklus II ini, terlihat
bahwa proses belajar mengajar telah menemukan strategi yang tepat dan
sesuai yang diharapkan. Setiap siswa terbiasa dengan kegiatan yang
dilakukan di kelas dengan penerapan model pembelajaran CIRC. Pada
siklus II ini, siswa sudah dapat mengerjakan soal-soal bahasa Indonesia
yang diberikan secara individu. Selain itu terlihat keseriusan siswa dalam
memperhatikan pelajaran dan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Secara
umum dapat dikatakan bahwa seluruh kegiatan pada siklus II ini mengalami
peningkatan dibanding pada siklus I. Hal ini terlihat pada kehadiran siswa
meningkat, keseriusan siswa memperhatikan pelajaran, minat, sikap dan
motivasi mereka juga meningkat.
c. Tahap Observasi dan Evaluasi
Pada siklus II tercatat aktivitas siswa yang terjadi selama proses
pembelajaran berlangsung. Aktivitas tersebut diperoleh dari lembar
observasi yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II
Pertemuan ke- Persentase
No. Komponen yang Diamati
1 2 3
1 Siswa yang hadir pada saat 15 15
proses pembelajaran
berlangsung
2 Siswa yang mendengarkan 12 12
Tes evaluasi
atau memperhatikan
penjelasan guru pada saat
proses pembelajaran
berlangsung
3 Siswa yang mengajukan 5 7
pertanyaan kepada guru
pada saat proses
8
pembelajaran berlangsung
4 Siswa yang menjawab 5 5
pertanyaan, baik dari guru
maupun dari siswa lain
pada saat proses
pembelajaran berlangsung
5 Siswa yang aktif 15 15
mengerjakan latihan
6 Siswa yang melakukan 1 0
kegiatan lain (ribut,
bermain, tidur dll) pada saat
proses pembelajaran
berlangsung
Berdasarkan tabel 4.2 di atas bahwa terdapat beberapa komponen
yang diamati dalam mengobservasi aktivitas siswa pada siklus I
diantaranya:
1. Siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung di
pertemuan I siklus II berjumlah 15 siswa, pertemuan II siklus II
berjumlah 15 siswa, dengan persentase 100%.
2. Siswa yang mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru pada
saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus II berjumlah
12 siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 12 siswa, dengan persentase 80
%.
3. Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru pada saat proses
pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus II berjumlah 5 siswa,
pertemuan II siklus I berjumlah 7 siswa, dengan persentase
keseluruhannya adalah 40 %.
4. Siswa yang menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain
pada saat proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus II
berjumlah 5 siswa, pertemuan II siklus II berjumlah 5 siswa, dengan
persentase keseluruhannya adalah 33,33 %.
5. Siswa yang aktif mengerjakan LKS di pertemuan I siklus II berjumlah 15
siswa, pertemuan II siklus I berjumlah 15 siswa dengan persentase 100%.
6. Siswa yang melakukan kegiatan lain (ribut, bermain, tidur dll) pada saat
proses pembelajaran berlangsung di pertemuan I siklus II berjumlah 1
9
siswa, pertemuan II siklus II berjumlah 0 siswa, dengan pesentase 6,67
%.
Selanjutnya, pada siklus II ini dilaksanakan tes hasil belajar setelah
penyajian materi selama 2 kali pertemuan.
Jika skor hasil belajar bahasa Indonesia pada siklus II di
kelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi
dan persentase skor seperti disajikan pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Bahasa
Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri Cilongkrang pada Siklus I
No Skor Kategori
1 90-100 Sangat Tinggi
2 80-89 Tinggi
3 70-79 Sedang
4 60-69 Rendah
5 ˂ 59 Sangat Rendah
Berdasarkan tabel 4.7, di atas dapat dinyatakan bahwa dari 15 siswa
yang menjadi subjek penelitian, tidak ada siswa yang berada pada kategori
sangat rendah, 1 siswa yang berada pada kategori rendah, 5 siswa yang
berada pada kategori sedang, 4 siswa yang berada pada kategori tinggi, dan
5 siswa yang berada pada kategori sangat tinggi.
Apabila hasil belajar pada siklus II dianalisis, maka persentase
ketuntasan belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V SD Negeri
Cilongkrang pada Siklus II
Skor Kategori Frekuensi Persentase
0-69 Tidak Tuntas 1 6,67%
70-100 Tuntas 14 93,33%
Jumlah 15 100%
Berdasarkan tabel 4.8 di atas bahwa siswa yang berada pada kategori
tidak tuntas sebanyak 1 siswa dengan persentase 6,67%, sedangkan siswa
10
yang berada pada kategori tuntas sebanyak 14 siswa dengan persentase
93,33%.
Selanjutnya respons siswa terhadap pembelajaran yang telah
diterapkan pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9 Data Respon Siswa pada Siklus I
No Frekuensi
Aspek yang direspon
. Positif Negatif
Apakah Anda suka belajar bahasa
1 15 0
Indonesia?
Apakah Anda suka belajar bahasa
2 Indonesia dengan model pembelajaran 14 1
kooperatif tipe CIRC?
Apakah pembelajaran dengan model
3 kooperatif tipe CIRC menjadikan Anda 13 2
siswa yang aktif dan kreatif?
Apakah pembelajaran dengan model
4 pembelajaran kooperatif tipe CIRC cocok 15 0
digunakan untuk belajar bahasa Indonesia?
Apakah Anda senang dengan cara guru
Anda menyampaikan pelajaran dengan
5 15 0
model pembelajaran kooperatif tipe
CIRC?
Apakah Anda merasa ada perubahan pada
diri Anda setelah diterapkan pembelajaran
6 15 0
dengan model kooperatif tipe CIRC dalam
belajar bahasa Indonesia?
Apakah Anda termotivasi untuk belajar
7 setelah diterapkan pembelajaran dengan 15 0
model kooperatif tipe CIRC?
Apakah Anda senang dengan pemberian
8 12 3
tugas?
11
Apakah Anda senang dengan pemberian
9 12 3
tes atau evaluasi setiap akhir siklus?
Apakah sebelumnya Anda sudah pernah
10 mendapatkan pembelajaran seperti ini di 15 0
kelas?
d. Refleksi
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
keterampilan menulis wacana argumentasi pada siswa kelas V SDN
Cilongkrang melalui model CIRC, guru selaku peneliti tidak terlepas dari
perhatian dan perubahan sikap siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini
dapat dilihat pada lembar observasi yang dilakukan selama pelaksanaan
tindakan.
Kegiatan siswa pada siklus II ini, semangat dan perhatian siswa
dalam proses pembelajaran meningkat. Hal ini tampak dari perhatian siswa
dalam memperhatikan materi dan siswa yang mengajukan pertanyaan. Pada
saat guru memantau siswa dalam mempelajari materi pada umumnya aktif.
Selain itu, siswa yang melakukan kegiatan yang tidak relevan dengan
pembelajaran mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil observasi yang mempengaruhi semangat belajar
meningkat, yaitu:
1. Guru memberikan penguatan dan memberikan motivasi pada siswa,
2. guru mengubah struktur dan variasi dalam mngajar agar setiap siswa
mampu menulis resume serta tampil mempertanggungjawabkan tugas
dengan baik di depan temannya,
3. guru menampilkan media yang menarik sesuai dengan konteks dan
kebiasaan anak,
4. guru memberikan penilaian secara proporsional terhadap tugas yang
dikerjakan oleh siswa.
12
B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Hasil analisis deskriktif menunjukkan bahwa hasil belajar bahasa
Indonesia pada bahasan menetukan ide pokok dari teks nonfiksi melalui
penerapan model CIRC diperoleh nilai rata-rata pada siklus I yaitu 61,84 dari skor
ideal yang ingin dicapai yaitu 100. Siswa yang memperoleh ketuntusan belajar
dari 15 siswa pada siklus I yaitu 6 siswa dengan persentase 40%. Dari segi
ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I menunjukkan belum
tuntas atau berada pada kategori sangat rendah.
Sementara itu hasil belajar bahasa Indonesia pada pokok bahasan
menentukan ide pokok dari teks nonfiksi dan menjawab soal yang diajarkan pada
siklus II dengan menggunakan model CIRC diperoleh nilai rata-rata pada siklus II
sebesar 84,33 dari skor ideal yang ingin dicapai yaitu 100. Siswa yang
memperoleh ketuntasan belajar dari 15 siswa yaitu 14 siswa atau 93,33%. Dari
segi ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus II menunjukkan
telah tuntas atau kategori tinggi.
Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar yang diperoleh
pada siklus I yaitu 61,84 dan meningkat pada siklus II yaitu 84,33. Ditinjau dari
segi ketuntasan individu juga terjadi peningkatan pada siklus I berjumlah 6 siswa
dan pada siklus II meningkat menjadi 14 siswa. Dengan demikian secara klasikal
pada siklus II telah tuntas dibandingkan dengan siklus I.
Berdasarkan hasil analisis kualitatif dapat disimpulkan bahwa dari lembar
observasi aktifitas siswa terjadi penigkatan dari siklus I ke siklus II yang
dibedakan menjadi keaktifan sikap, keaktifan mental, dan keaktifan sosial.
13
14