Analisis Struktur Bangunan Kantor LPG 2023
Analisis Struktur Bangunan Kantor LPG 2023
TAHUN 2023
EXECUTIVE SUMMARY
Laporaan ini berisikan perhitungan bangunan Kantor untuk gudang LPG satu lantai. Dari
analisa Permodelan dan perhitungan baik menggunakan aplikasi SAP2000 dan perhitungan
manual, didapat resume hasil design masing-masing elemen struktur yang memenuhi
kategori kelayakan, berikut hasil resume perhitungan tiap elemen struktur yang digunakan
untuk sebagai aula serbaguna.
I. Material struktur
Adapun material struktur yang digunakan untuk pembangunan gedung adalah sebagai
berikut :
• Mutu beton Balok,kolom & pondasi K250 (Fc’ 20,75 Mpa)
• Material Kanal C untuk rangka atap dan Reng menggunakan material alumunium
• Baja tulangan Lentur Ulir (BJTD-42) D ≥ 12 mm (Fy 4200 Kg/m2)
• Baja tulangan Geser Polos (BJTP-36) Ø ≤ 12 mm (fy 2800 Kg/m2)
KOLOM
Tulangan Tulangan geser
Notasi Dimensi (cm) Fy (Kg/m2) Fy (Kg/m2)
Lentur Tumpuan Lapangan
KP 15x15 4D10 4200 Ø8 –150 Ø8 –150 2800
Lebar atas (cm) Lebar Bawah (cm) Tinggi (cm) tebal aanstamping (cm) Tebal pasir urug (cm)
35 50 60 30 10
• Mutu Material :
• Dimensi Beton :
- Rangka Atap menggunakan Rangka Atap Baja Ringan CNP 75.75 dan Reng U
45
B. Pembebanan
terjadi sesuai Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Gedung SNI 2847-2019,
antara lain :
• Beban Hidup
Berdasararkan SNI 1727-2020 (Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk
perkantoran skala sedang dengan beban hidup adalah sebesar 2,45 kN/m2 (250 kg)
• Beban mati pada ring balok yang digunakan yaitu
1. Beban Hujan
2. Beban Angin
Beban Kombinasi yang dimasukan pada pemodelan SAP2000 sesuai dengan peraturan
Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2019 dan
Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 03-1726-2019:
1. 1,4D
2. 1,2D+1,6L+0,5(Lᵣ atau S atau R)
3. 1,2D+1,6(Lᵣ atau S atau R)+(L atau 0,5W)
4. 1,2D+1,0W+L+0,5(Lᵣ atau S atau R)
5. 1,2D+1,0E+L+0,2S
6. 0,9D+1,0W
7. 0,9D+1,0E
ANALISA STRUKTUR
mendapatkan besar gaya-gaya dalam berdasarkan beban yang dipikul di atasnya. Untuk
melakukan analisis dengan menggunakan software terlebih dahulu harus diketahui data-
data struktur yang ada. Dari analisis menggunakan bantuan software akan diperoleh nilai-
nilai berupa Momen (M), Lintang (L), dan Normal (N), yang nantinya akan dilakukan
software komputer.
Perhitungan tulangan menggunakan hasil maksimal dari nilai kombinasi pembebanan, jumlah
tulangan yang sudah direncanakan dapat dipakai dilapangan, dengan rincian sbb:
2. Tulangan Balok
4. Pondasi
Detail Pondasi
LAMPIRAN PERHITUNGAN
PRELIMINARY DESIGN
a. Data Sekunder
Mutu beton (f’c) = 20,75 Mpa
Mutu baja (fy) = 390 MPa
Mutu baja sengkang = 240 MPa
Berat jenis beton (wc) = 2400 kg/m3
Modulus elastisitas beton (Ec) = 4700 √f’c MPa
b. Fungsi Bangunan
Sebagai Gudang lpg dengan beban hidup L = 400 kg/m2
c. Dimensi Balok
● Balok Utama (BU)
L = 3,00 m= 300 cm
h= 18,75 cm Dipakai dimensi : h = 25 cm
b= 12,50 cm b = 15 cm
● Ringbalk (RB)
L = 3,00 m= 300 cm
h= 14,29 cm Dipakai dimensi : h = 25 cm
b= 9,52 cm b = 15 cm
d. Dimensi Kolom
● Kolom Utama (KP)
Direncanakan akan memikul balok dengan dimensi
b = 15 cm ; h = 25 cm ; l balok = lb = 300 cm
1 1
Ib = 12 x bh3 = 12 x 15 x 25³ = 19531 cm⁴
Tinggi kolom (hc) = 250 cm
Ic Ib
hc > lb
Ib 19531
Ic > lb x hc = 300 cm x 250 cm = 16276 cm⁴
1
Ic = 12 x bh3 = 16276 cm⁴
Direncanakan kolom dengan dimensi b = h
1 1
Ic = 12 x bh3 = 12 x h4 = 16276 cm⁴
h = 21,02 cm ≈ 15 cm
Jadi dimensi kolom yang digunakan adalah 15/15 (SAP2000 REFERENCE)
ℎ
300 cm
PEMBEBANAN
Beban Hidup
Wu
Beban Hidup Lantai 1
(kg/m2)
1. Fungsi bangunan sebagai perkantoran 250
Total 250
Wu
Beban Atap
(kg/m2)
1. Beban Hujan 100
2. Beban Pekerja 100
Total 200
Beban Mati
BJ Wu
Beban Mati Atap Tebal (m)
(kg/m2) (kg/m3)
1. Berat Baja Ringan 0,075 4,9 0,3675
2. Berat Metal pasir 0,025 5 0,125 x y
Total 0,4925 1,2 1,108
Beban Dinding
A. Dinding 4 x 30 = 120 kg/m
BEBAN GEMPA
Parameter-parameter percepatan respons spektral diambil dari RSA
Nama Kota : Binuang (B)
Bujur / Longitude : 114.8345 Degrees
Lintang / Latitude : -3.4839 Degrees
Kelas Situs : SE - Tanah Lunak
PGA = 0.059782 g
PGAm = 0.143476 g
CRs = 0.000000
CR1 = 0.000000
Ss = 0.116929 g
S1 = 0.054401 g
TL = 12.000000 detik
Fa = 2.400000
Fv = 4.200000
Sms = 0.280629 g
Sm1 = 0.228482 g
Sds = 0.187086 g
Sd1 = 0.152322 g
T0 = 0.162836 detik
Ts = 0.814180 detik
PERHITUNGAN BEBAN ANGIN
a. Dimensi Bangunan Tegak Lurus Arah Angin, B B= 6,00 m
b. Dimensi Bangunan Paralel Arah Angin, L L= 9,25 m
c. Tinggi Dinding, z z1 = 5,00 m
z2 5,00
d. Tinggi Efektif, h h= 7,00 m
e. Sudut Atap, θ θ = 30,00 o
f. Tipe Atap (pilih dari tiga tipe atap di atas) Atap Pelana atau Perisai
Dinding 2 (Tinggi)
dengan,
P = Tekanan angin desain (N/m2)
q = Tekanan velositas dinding angin datang (qz) yang diukur pada ketinggian z, atau tekanan velositas dinding/atap
lainnya (qh) yang diukur pada ketinggian h (N/m2)
qi = Tekanan velositas untuk mengevaluasi tekanan internal positif/negatif pada semua permukaan yang secara
2
konservatif diambil senilai (qh) yang diukur pada ketinggian h (N/m )
G = Koefisien faktor efek tiupan angin
Cp = Koefisien tekanan eksternal
(GCpi) = Koefisien tekanan internal
dengan,
q = Tekanan velositas, diukur pada ketinggian z (qz) atau pada ketinggian h (qh) (N/m2)
V = Kecepatan angin dasar (m/s)
Kd = Koefisien faktor arah angin
Kzt = Koefisien faktor topografi
Kz / Kh = Koefisien eksposur tekanan velositas
7. Koefisien Ekposur Tekanan Velositas, Kz atau Kh, dan Tekanan Velositas, q (Tabel 27.3-1)
Nilai koefisien bervariasi tergantung jenis eksposur dan nilai ketinggian bangunan:
(Catatan: Tentukan interval ketinggian untuk distribusi vertikal tekanan angin datang ) = 0,5 m
2 2 2
Ketinggian (m) Kz qz1 (N/m ) qz2 (N/m ) Ketinggian (m) Kh qh (N/m )
0 0,0 0,57 475,20 Seluruh Nilai 0,64 536,89
5 4,6 0,57 475,20
5 5,0 0,58 486,31
486,31 0,00
Status: OK (Nilai Interval Ketinggian Sudah Mencukupi)
Catatan:
*Nilai tekanan angin positif (+) = angin menuju ke permukaan
*Nilai tekanan angin negatif (-) = angin pergi dari permukaan
*Nilai tekanan angin tersebut, selanjutnya diterapkan pada model
struktur untuk di analisis lebih lanjut
STRUKTUR PONDASI BATU KALI
2. KRITERIA ANALISIS
2.1 MATERIAL
Beton Bertulang
Compressive strength (K) = K - 250 = 2.500,00 ton / m2
at service ( f'c) = 2.500,00 ton / m2
Modulus of elasticity ( Ec ) = 235.000,00 ton / m2
Baja Tulangan
Mutu baja = BJTP 24 / 30 dan BJTD 30 / 40
Tegangan leleh ( fy ) = 24.000,00 ton / m2
Modulus of elasticity ( Es ) = 20.000.000,00 ton / m2
Berat Jenis
Berat jenis baja = 7,85 [ton/m3]
Berat jenis beton = 2,40 [ton/m3]
o
20,00
Ring Balk 0,15
0,25
Bentang Terpanjang :
10,00 m h. total :
Dinding
3,00 m
0,15
0,25
Pondasi Sloof
Batu
Kali 0,60 m
Bentang Terpendek :
6,00 m 0,50 m
B
1.00 m
Data Spesifikasi Bangunan :
3. PERHITUNGAN BEBAN
4. PERHITUNGAN DIMENSI
4,34 B = 1,69
Kolom KI
Panjang kolom = 3,000 m
Momem kolom (Mu) = 23,900 kN.m
Gaya aksial (N) = 54,560 kN
As
ρ = ρ' =
b .h
As = ρ .b .h
= 0,01 x 200 x 200
= 400 mm2
400
n = = 3,539 4 buah
1/4 .π .12^2
Dicoba tulangan pokok 4 D-12 masing-masing pada dua sisi berhadapan (As = As' =
452,389 mm2)
As
α = 452,389342
b .d
452,389
=
200 . 166
= 0,01363
600
= x 166 = 100,61 mm
600 + 390
ab = β1 . cb
= 0,85 . 100,606
= 85,515 mm
cb - d'
fs' = 600
cb
100,61 - 34
= 600
100,61
karena fs' > fy, maka digunakan fs' = fy = 390 Mpa
= 397,229 Mpa > fy = 390 Mpa karena fs' < fy digunakan fs' = fy = 397,229 Mpa
karena fs' > fy, maka digunakan fs' = fy = 390 Mpa
Pnb = 0,85 .fc' .b .ab + As' .fs' - As .fy
= 0,85 .20,75 . 200 . 85,515 + 452,389 . 390 - 452,389 . 390
= 301654,697 N
Mnb = 0,85 .fc' .b .ab .(1/2 h -1/2 ab) + As' .fs' .(1/2 h - d') - As .fy .(d - 1/2
h)
= 0,85 .20,75 .200 .85,515.(1/2 .200 - 1/2 .85,515) +452,389 . 390.(1/2 .200 -
34) - 452,389 .390 .(166 - 1/2 .200)
karena eb = 57,242 mm < .e = 438,05 mm, maka keruntuhan kolom tersebut berupa
keruntuhan tarik.
.e 438,050
- + 0,5 = + 0,5 = 3,819
d - d' 166 - 34
830000 176431,843
Pn = +
10,718 3,819
= 123,643 kN
Pr = ф.Pn
= 0,75 .123,643
= 92,733 kN > Pu = 54,560 kN ………ok!
Pn
a =
0,85 .fc' .b
123643
=
0,85 .20,75 .200
= 35,051 mm
a
c =
β1
35,051
= = 41,237 mm
0,85
c - d'
fs' = 600
c
41,237 - 34
= 600 = 105,296 Mpa
41,237
Dengan demikian dimensi penulangan kolom hasil perancangan dapat dipakai, karena dari hasil
analisa yang dilakukan, beban rencana yang bekerja (Pu) lebih kecil dari kapasitas penampang
(Pr).
Vc
= 0.17 1 + ′ .
14
= 25369,25 N
Vs = Vu / ϕ - Vc
= 5830,75 N
Vu > ϕ Vc + ϕ Vs min
23400 > 19026,937 , tulangan geser perlu dihitung
dipakai Ø 8 - 2 kaki
2
Av = 0.25 π d
= 100,48 mm2
s . .
=
= -800,9792 mm , 150 mm
Menghitung jarak sengkang maksimum ( smaks )
Untuk Vs 2
< ′
3
5830,75 < 100822,132
1. SLOOF 15/25
Data perencanaan :
Kuat tekan beton fc' = 20,75 MPa
Tegangan leleh baja fy = 360 MPa
β1 = 0,85
Faktor reduksi kekuatan f = 0,9
Selimut beton (ds) = 20 mm
Tulangan sengkang (Øs) = 8 mm
Tulangan utama (Du) Tarik = 12 mm
Lebar balok (b) = 150 mm
Tinggi balok (h) = 250 mm
Momen desain tumpuan (Mdtump) = 25,00 kN.m
Momen desain lapangan (Mdlap) = 23.45 kN.m
Daerah Tumpuan
1. Momen nominal tumpuan: Mdtump = 25,00 KN.m
5. Ru Maksimum
Rn max =
.
Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726
= -80,8355 mm2
A = 0,85. # . $ .
= 2248,7813
= 50.271,71
C = −600. % .d'
= - 4.612.032,00
c1 = -57,8235 mm
c2 = 35,4684 mm
c= 35,4684 mm
= 0,01527 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh
= 0,00012 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja belum leleh
εt = − 1 . 0,003
Daerah Lapangan
1. Momen nominal tumpuan: Mdlap = 23.45 KN.m
5. Ru Maksimum
Rn max =
.
Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726
A = 1.322,81
B = -571.455,00
C = #VALUE! [Link]
a1 = #VALUE! mm
a2 = #VALUE! mm
a = #VALUE! mm
2
= #VALUE! mm
2
9. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
Ast perlu
n= = ###### ≈ 2 bh
LTul
= ####### ≥ εy = 0,0018
# fs = fy
16. Rasio Tulangan Seimbang
ρ b = 0,85 f'c β1 600
fy 600 fy
εt = − 1 . 0,003
Daerah Tumpuan
1. Momen nominal tumpuan: Mdtump = 20,40 KN.m
= -115,6 mm2
A = 0,85. # . $ .
= 2248,7813
= 50.271,71
C = −600. % .d'
= - 4.612.032,00
c1 = -57,8235 mm
c2 = 35,4684 mm
c= 35,4684 mm
= 0,01527 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh
≥ εy =
= 0,00012 0,0018
Tulangan baja belum leleh
εt = − 1 . 0,003
Daerah Lapangan
1. Momen nominal tumpuan: Mdlap = 17,90 KN.m
5. Ru Maksimum
Rn max =
Rn max =
.
Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726
A = 1.322,81
B = -571.455,00
C = 22.375.000,00 [Link]
a1 = 388,46 mm
a2 = 43,54 mm
a = 43,54 mm
2
= 319,9986 mm
2
9. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
Ast perlu
n= = 2,8308 ≈ 2 bh
LTul
= 0,00965 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh fs = fy
16. Rasio Tulangan Seimbang
ρ b = 0,85 f'c β1 600
fy 600 fy
εt = − 1 . 0,003
= 26,14 kN
= 101,49 kN
fVCmax = 76,12 kN
½fVC = 9,801 kN
S1 = 112,5 mm
S2 = 600 mm
Dicoba 150 mm
.
Av =
.
2
= -15,807 mm
2
Dicoba f = 8 mm → Luas satu kaki = 50,27 mm
n = Av/As
= -0,314 diambil 2 buah
Av Aktual = n . As
2
= 100,53 mm
Av Aktual . fy . d
Vs Aktual =
S
= 54,29 kN
Vu ≤ ø.(Vc + Vs Aktual)
17,600 ≤ 60,317 …........ OKE
= 26,14 kN
= 101,49 kN
fVCmax = 76,12 kN
½fVC = 9,801 kN
S1 = 112,5 mm
S2 = 600 mm
Dicoba 150 mm
.
Av =
.
2
= -21,547 mm
2
Dicoba f = 8 mm → Luas satu kaki = 50,27 mm
n = Av/As
= -0,429 diambil 2 buah
Av Aktual = n . As
2
= 100,53 mm
Av Aktual . fy . d
Vs Aktual =
S
= 54,29 kN
Vu ≤ ø.(Vc + Vs Aktual)
14,500 ≤ 60,317 …........ OKE