0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan40 halaman

Analisis Struktur Bangunan Kantor LPG 2023

Dokumen ini menyajikan analisis dan desain struktur untuk bangunan kantor gudang LPG satu lantai, termasuk perhitungan elemen struktur seperti balok, kolom, dan pondasi menggunakan software SAP2000 dan perhitungan manual. Material yang digunakan meliputi beton mutu K250 dan baja tulangan, dengan perhitungan beban hidup, mati, dan gempa sesuai standar SNI. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain struktur memenuhi kriteria kelayakan dan dapat diterapkan di lapangan.

Diunggah oleh

Lady Bug
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan40 halaman

Analisis Struktur Bangunan Kantor LPG 2023

Dokumen ini menyajikan analisis dan desain struktur untuk bangunan kantor gudang LPG satu lantai, termasuk perhitungan elemen struktur seperti balok, kolom, dan pondasi menggunakan software SAP2000 dan perhitungan manual. Material yang digunakan meliputi beton mutu K250 dan baja tulangan, dengan perhitungan beban hidup, mati, dan gempa sesuai standar SNI. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain struktur memenuhi kriteria kelayakan dan dapat diterapkan di lapangan.

Diunggah oleh

Lady Bug
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS & DESAIN STRUKTUR

KANTOR GUDANG LPG




TAHUN 2023
EXECUTIVE SUMMARY
Laporaan ini berisikan perhitungan bangunan Kantor untuk gudang LPG satu lantai. Dari
analisa Permodelan dan perhitungan baik menggunakan aplikasi SAP2000 dan perhitungan
manual, didapat resume hasil design masing-masing elemen struktur yang memenuhi
kategori kelayakan, berikut hasil resume perhitungan tiap elemen struktur yang digunakan
untuk sebagai aula serbaguna.

I. Material struktur
Adapun material struktur yang digunakan untuk pembangunan gedung adalah sebagai
berikut :
• Mutu beton Balok,kolom & pondasi K250 (Fc’ 20,75 Mpa)
• Material Kanal C untuk rangka atap dan Reng menggunakan material alumunium
• Baja tulangan Lentur Ulir (BJTD-42) D ≥ 12 mm (Fy 4200 Kg/m2)
• Baja tulangan Geser Polos (BJTP-36) Ø ≤ 12 mm (fy 2800 Kg/m2)

II. Elemen struktur atap


Adapun elemen yang digunakan untuk struktur atap adalah sebagai berikut :
• Profil baja ringan bentuk C ”canal” Truss meterial Zincalume 75x35 tebal
0,63.0,83.0,73.0,98 mm panjang (menyesuaikan) sebagai struktur rangka atap dengan
jarak pasang 100 cm antar kuda kuda
• Reng bentuk U 34x18x12 material zincalume tebal 0,43.0,53.0,48 mm panjang
(menyesuaikan) dengan jarak pasang 0,60 cm antar reng.

III. Elemen struktur utama


Adapun elemen struktur utama meliputi dimensi dan penulangan Kolom dan balok dan
dimensi pondasi adalah sebagai berikut :
BALOK
Dimensi Tulangan Tumpuan Tulangan Lapangan Fy Tulangan Geser Fy
Notasi
(cm) Atas Bawah Atas Bawah (Kg/m2) Tumpuan Lapangan (Kg/m2)
SL 15/25 2D12 2d12 2D12 4212 4200 Ø 8 –150 Ø8 –150 2800
RB 15/25 2D10 2D10 2D10 3D10 4200 Ø 8 –150 Ø 8 –150 2800

KOLOM
Tulangan Tulangan geser
Notasi Dimensi (cm) Fy (Kg/m2) Fy (Kg/m2)
Lentur Tumpuan Lapangan
KP 15x15 4D10 4200 Ø8 –150 Ø8 –150 2800

Pondasi batu kali

Lebar atas (cm) Lebar Bawah (cm) Tinggi (cm) tebal aanstamping (cm) Tebal pasir urug (cm)

35 50 60 30 10

ANALISIS STRUKTUR ◼ BANGUNAN KANTOR GUDANG LPG - 2023


ANALISA PENDISTRIBUSIAN BEBAN

A. Dimensi Balok, Kolom dan Plat

Perhitungan perencanaan dimensi struktur menggunakan peraturan SNI Tata Cara

Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 2847-2019 (terlampir)

• Mutu Material :

- Mutu beton yang digunakan adalah K250 (fc’ 20.75 MPa)

- Baja tulangan ulir (BJTD-42) untuk D ≥ 10 mm, fy = 4200 kg/cm2

- Baja tulangan polos (BJTP-28) untuk Ø ≤ 10 mm, fy = 2800 kg/cm2

• Dimensi Beton :

- Dimensi Sloof : - 15/25 cm (B1)

- Dimensi ring balok : - 15/25 cm (RB1)

- Dimensi Kolom Lt 1 : - 15x15 cm

- Tebal Selimut beton 20 mm

- Lantai dipasang langsung diatas urugan tanah.

- Rangka Atap menggunakan Rangka Atap Baja Ringan CNP 75.75 dan Reng U

45

B. Pembebanan

Macam-macam beban yang direncanakan dan perlu dipertimbangkan kemungkinan

terjadi sesuai Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Gedung SNI 2847-2019,

antara lain :

• Beban Hidup

Berdasararkan SNI 1727-2020 (Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk

bangunan gedung dan struktur lain) rancangan bangunan dipergunakan sebagai

perkantoran skala sedang dengan beban hidup adalah sebesar 2,45 kN/m2 (250 kg)
• Beban mati pada ring balok yang digunakan yaitu

1. Konstruksi atap baja ringan

• Beban kenaan berupa :

1. Beban Hujan

2. Beban Angin

3. Beban Gempa Respon Spectrum

Detail perhitungan dapat dilihat pada lampiran.

Beban Kombinasi yang dimasukan pada pemodelan SAP2000 sesuai dengan peraturan

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2019 dan

Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 03-1726-2019:

1. 1,4D
2. 1,2D+1,6L+0,5(Lᵣ atau S atau R)
3. 1,2D+1,6(Lᵣ atau S atau R)+(L atau 0,5W)
4. 1,2D+1,0W+L+0,5(Lᵣ atau S atau R)
5. 1,2D+1,0E+L+0,2S
6. 0,9D+1,0W
7. 0,9D+1,0E
ANALISA STRUKTUR

Dalam perhitungan struktur terlebih dahulu dimodelkan 3 dimensi agar menghasilkan

desain yang mendekati dengan kenyataan, kemudian struktur dianalisis untuk

mendapatkan besar gaya-gaya dalam berdasarkan beban yang dipikul di atasnya. Untuk

menganalisis gaya dalam pada struktur menggunakan bantuan software. Sebelum

melakukan analisis dengan menggunakan software terlebih dahulu harus diketahui data-

data struktur yang ada. Dari analisis menggunakan bantuan software akan diperoleh nilai-

nilai berupa Momen (M), Lintang (L), dan Normal (N), yang nantinya akan dilakukan

perhitungan struktur. Berikut adalah gambar permodelan bangunan dengan menggunakan

software komputer.

Gambar a. Permodelan 3D Menggunakan SAP2000


Gambar b. Pembebanan Angin arah X dan Y

Gambar f. Tampilan Output berupa Nilai Momen

Gambar g. Tampilan Output barupa Nilai Gaya Lintang


Gambar h. Tampilan Output berupa Nilai Gaya Normal
Kesimpulan

Perhitungan tulangan menggunakan hasil maksimal dari nilai kombinasi pembebanan, jumlah

tulangan yang sudah direncanakan dapat dipakai dilapangan, dengan rincian sbb:

2. Tulangan Balok

Denah Balok yang direncanakan dapat dilihat pada gambar berikut :

Denah Sloof dan ringbalk

(detail tulangan ada pada lampiran gambar)


3. Tulangan Kolom

Denah Kolom yang direncanakan dapat dilihat pada gambar berikut :

Denah Kolom gudang

(detail tulangan ada pada lampiran gambar)

4. Pondasi

Berdasaran hasil perhitungan struktur melalui aplikasi SAP2000 didapatkan hasil

untuk memperhitungkan pondasi maka disimpulkan penggunaan pondasi batu kali

dengan detail sebagai berikut:

Detail Pondasi
LAMPIRAN PERHITUNGAN
PRELIMINARY DESIGN
a. Data Sekunder
Mutu beton (f’c) = 20,75 Mpa
Mutu baja (fy) = 390 MPa
Mutu baja sengkang = 240 MPa
Berat jenis beton (wc) = 2400 kg/m3
Modulus elastisitas beton (Ec) = 4700 √f’c MPa

b. Fungsi Bangunan
Sebagai Gudang lpg dengan beban hidup L = 400 kg/m2

c. Dimensi Balok
● Balok Utama (BU)
L = 3,00 m= 300 cm
h= 18,75 cm Dipakai dimensi : h = 25 cm
b= 12,50 cm b = 15 cm
● Ringbalk (RB)
L = 3,00 m= 300 cm
h= 14,29 cm Dipakai dimensi : h = 25 cm
b= 9,52 cm b = 15 cm
d. Dimensi Kolom
● Kolom Utama (KP)
Direncanakan akan memikul balok dengan dimensi
b = 15 cm ; h = 25 cm ; l balok = lb = 300 cm
1 1
Ib = 12 x bh3 = 12 x 15 x 25³ = 19531 cm⁴
Tinggi kolom (hc) = 250 cm
Ic Ib
hc > lb
Ib 19531
Ic > lb x hc = 300 cm x 250 cm = 16276 cm⁴
1
Ic = 12 x bh3 = 16276 cm⁴
Direncanakan kolom dengan dimensi b = h
1 1
Ic = 12 x bh3 = 12 x h4 = 16276 cm⁴
h = 21,02 cm ≈ 15 cm
Jadi dimensi kolom yang digunakan adalah 15/15 (SAP2000 REFERENCE)

300 cm
PEMBEBANAN
Beban Hidup
Wu
Beban Hidup Lantai 1
(kg/m2)
1. Fungsi bangunan sebagai perkantoran 250
Total 250

Wu
Beban Atap
(kg/m2)
1. Beban Hujan 100
2. Beban Pekerja 100
Total 200

Beban Mati
BJ Wu
Beban Mati Atap Tebal (m)
(kg/m2) (kg/m3)
1. Berat Baja Ringan 0,075 4,9 0,3675
2. Berat Metal pasir 0,025 5 0,125 x y
Total 0,4925 1,2 1,108

Beban Dinding
A. Dinding 4 x 30 = 120 kg/m

BEBAN GEMPA
Parameter-parameter percepatan respons spektral diambil dari RSA
Nama Kota : Binuang (B)
Bujur / Longitude : 114.8345 Degrees
Lintang / Latitude : -3.4839 Degrees
Kelas Situs : SE - Tanah Lunak
PGA = 0.059782 g
PGAm = 0.143476 g
CRs = 0.000000
CR1 = 0.000000
Ss = 0.116929 g
S1 = 0.054401 g
TL = 12.000000 detik
Fa = 2.400000
Fv = 4.200000
Sms = 0.280629 g
Sm1 = 0.228482 g
Sds = 0.187086 g
Sd1 = 0.152322 g
T0 = 0.162836 detik
Ts = 0.814180 detik
PERHITUNGAN BEBAN ANGIN
a. Dimensi Bangunan Tegak Lurus Arah Angin, B B= 6,00 m
b. Dimensi Bangunan Paralel Arah Angin, L L= 9,25 m
c. Tinggi Dinding, z z1 = 5,00 m
z2 5,00
d. Tinggi Efektif, h h= 7,00 m
e. Sudut Atap, θ θ = 30,00 o
f. Tipe Atap (pilih dari tiga tipe atap di atas) Atap Pelana atau Perisai
Dinding 2 (Tinggi)

B. FORMULA TEKANAN BEBAN ANGIN


Nilai tekanan angin desain pada bangunan di setiap ketinggian dihitung dengan persamaan berikut ini:

P = qGCp - qi(GCpi) (Persamaan 27.4-1)

dengan,
P = Tekanan angin desain (N/m2)
q = Tekanan velositas dinding angin datang (qz) yang diukur pada ketinggian z, atau tekanan velositas dinding/atap
lainnya (qh) yang diukur pada ketinggian h (N/m2)
qi = Tekanan velositas untuk mengevaluasi tekanan internal positif/negatif pada semua permukaan yang secara
2
konservatif diambil senilai (qh) yang diukur pada ketinggian h (N/m )
G = Koefisien faktor efek tiupan angin
Cp = Koefisien tekanan eksternal
(GCpi) = Koefisien tekanan internal

Tekanan velositas, q, dihitung dengan persamaan berikut ini:

qz = 0.613 KdKztKz V2 atau qh = 0.613 KdKztKh V2 (Persamaan 27.3-1)

dengan,
q = Tekanan velositas, diukur pada ketinggian z (qz) atau pada ketinggian h (qh) (N/m2)
V = Kecepatan angin dasar (m/s)
Kd = Koefisien faktor arah angin
Kzt = Koefisien faktor topografi
Kz / Kh = Koefisien eksposur tekanan velositas

C. PARAMETER BEBAN ANGIN


Nilai parameter ditentukan berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan pada standar.

1. Kecepatan Angin Dasar, V (Pasal 26.5.1)


Kondisi Desain: Kondisi Batas (Strength)
Kecepatan angin dasar: V= 40,00 m/s

2. Koefisien Faktor Arah Angin, Kd (Tabel 26.6-1)


Tipe struktur: Sistem Penahan Beban Angin Utama
Koefien faktor arah angin: 0,85

3. Kategori Eksposur (Pasal 26.7)


Ketegori: Eksposur B
Keterangan:
"Daerah perkotaan dan pinggiran kota, daerah berhutan dengan penghalang terhadap hembusan
angin berjarak dekat"

4. Koefisien Faktor Topografi, Kzt (Tabel 26.6-1)


Efek peningkatan kecepatan angin diperhitungkan, dengan persamaan:
2
Kzt = (1 + K1K2K3)
Jika kondisi yang dipersyaratkan tidak terpenuhi, nilai Kzt: 1,00

5. Koefisien Faktor Efek Tiupan Angin, G (Pasal 26.9)


Untuk bangunan gedung dan struktur lain yang kaku, nilai G diambil: 0,85

6. Koefisien Tekanan Internal, (GCpi) (Tabel 26.11-1)


Klasifikasi ketertutupan: Bangunan Gedung Tertutup
Koefisien Tekanan Internal: 0,18

7. Koefisien Ekposur Tekanan Velositas, Kz atau Kh, dan Tekanan Velositas, q (Tabel 27.3-1)
Nilai koefisien bervariasi tergantung jenis eksposur dan nilai ketinggian bangunan:
(Catatan: Tentukan interval ketinggian untuk distribusi vertikal tekanan angin datang ) = 0,5 m

2 2 2
Ketinggian (m) Kz qz1 (N/m ) qz2 (N/m ) Ketinggian (m) Kh qh (N/m )
0 0,0 0,57 475,20 Seluruh Nilai 0,64 536,89
5 4,6 0,57 475,20
5 5,0 0,58 486,31
486,31 0,00
Status: OK (Nilai Interval Ketinggian Sudah Mencukupi)

8. Koefisien Tekanan Eksternal, Cp (Gambar 27.4-1)


Nilai koefisien tekanan eksternal dipengaruhi oleh rasio dimensi bangunan,
- Rasio dimensi horizontal: L/B = 1,54
- Rasio dimensi tinggi terhadap dimensi horizontal: h/L = 0,76

Permukaan Dinding Cp*


Dinding sisi angin datang 0,80
Dinding sisi angin pergi -0,30
Dinding tepi -0,70

Permukaan Atap Cp*


Atap sisi angin datang -0,10
Atap sisi angin pergi -0,60

9. Tekanan Angin Desain, P (Pasal 27.4.2)

Tekanan pada Sisi Tekanan pada Sisi


Ketinggian (m) Dinding Angin Datang* Ketinggian (m) Dinding Angin Pergi*
2 2 2 2
qz (N/m ) P (N/m ) qh (N/m ) P (N/m )
0,0 475,20 410,67 Seluruh Nilai 536,89 -233,55
4,6 475,20 410,67
5,0 486,31 418,23
Tekanan pada Sisi
Ketinggian (m) Dinding Angin Tepi*
qh (N/m2) P (N/m2)
Seluruh Nilai 536,89 -416,09

Tekanan pada Atap*


Sisi 2 2
qh (N/m ) P (N/m )
Angin Datang 536,89 -142,28
Angin Pergi 536,89 -370,45

Catatan:
*Nilai tekanan angin positif (+) = angin menuju ke permukaan
*Nilai tekanan angin negatif (-) = angin pergi dari permukaan
*Nilai tekanan angin tersebut, selanjutnya diterapkan pada model
struktur untuk di analisis lebih lanjut
STRUKTUR PONDASI BATU KALI

1. STANDARD dan REFERENSI

- Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1987;


- Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung, 2019;
- Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2019)
- American Concrete Institute (ACI) 318-83;
- AISC - LRFD, 1993;
- Code / Standard Nasional dan Internasional lain yang relevan.

2. KRITERIA ANALISIS

2.1 MATERIAL

Spesifikasi material yang digunakan dalam analisis adalah :

Beton Bertulang
Compressive strength (K) = K - 250 = 2.500,00 ton / m2
at service ( f'c) = 2.500,00 ton / m2
Modulus of elasticity ( Ec ) = 235.000,00 ton / m2

Baja Tulangan
Mutu baja = BJTP 24 / 30 dan BJTD 30 / 40
Tegangan leleh ( fy ) = 24.000,00 ton / m2
Modulus of elasticity ( Es ) = 20.000.000,00 ton / m2

Berat Jenis
Berat jenis baja = 7,85 [ton/m3]
Berat jenis beton = 2,40 [ton/m3]

2.2 UKURAN LAHAN DAN DIMENSI BANGUNAN

Denah : Detail Potongan : Atap


CL
1,00 m

o
20,00
Ring Balk 0,15
0,25

Bentang Terpanjang :

10,00 m h. total :
Dinding
3,00 m

0,15
0,25
Pondasi Sloof
Batu
Kali 0,60 m

Bentang Terpendek :
6,00 m 0,50 m
B

1.00 m
Data Spesifikasi Bangunan :

1 Bentang Terpanjang = 10,00 m


2 Bentang Terpendek = 6,00 m
o
3 Sudut Atap = 20,00 1 Daya dukung tanah ijin = 0,50 kg / cm2
4 Dimensi Ring = 0,15 x 0,25 m2 (batu kali memakai sijin) 5,00 ton / m2
5 Dimensi Kolom = 0,20 x 0,20 m2 2 Berat Jenis Pas. Batu Kali = 2,20 ton / m3
6 Tinggi Dinding = 3,00 m 3 Berat Jenis Pas. Batu Bata = 1,70 ton / m3
Tebal Dinding = 0,15 m 4 Berat Jenis Beton Bertlg. = 2,40 ton / m3
7 Dimensi Sloof = 0,15 x 0,25 m2 5 Berat Atp Gntng+Usk+Reng = 0,05 ton/m2
8 Kedalaman Batu Kali = 0,60 m 6 Berat Plafond+Penggantung = 0,02 ton/m2
Dimensi Atas Batu Kali = 0,50 m

3. PERHITUNGAN BEBAN

1 Berat Atap = 1,06 x 5,00 x 1,00 x 0,05 = 0,27 ton


2 Berat Ring = 0,15 x 0,25 x 1,00 x 2,40 = 0,09 ton
3 Berat Kolom = 0,20 x 0,2 x 2,75 x 2,40 = 0,26 ton
4 Berat Dinding = 0,15 x 0,80 x 2,75 x 1,70 = 0,56 ton
5 Berat Plafond = 1,00 x 5,00 x 0,02 = 0,09 ton
6 Berat Sloof = 0,15 x 0,25 x 1,00 x 2,40 = 0,09 ton
7 Berat Pondasi = 0,50 + B x 0,60 x 2,20 = 0,33 ton + 0,66 B
2 = 1,69 ton + 0,66 B

4. PERHITUNGAN DIMENSI

s (Daya Dukung Tanah) = P


A
5,00 = 1,69 + 0,66 B 0,60
1,00 B
5,00 B = 1,69 + 0,66 B

4,34 B = 1,69

B = 0,39 (Agar lebih aman ditambah safety factor ) 0,50 m

B akhir = 0,80 m 0,80 m


DESAIN PENULANGAN KOLOM
1. Kolom 15x15
Data perencanaan :
Kuat tekan beton (fc') = 20,75 Mpa
Berat volume beton (g) = 2400 Kg/m3
ecu = 0,003
Tegangan leleh baja (fy) = 390 Mpa
β1 = 0,85
Rasio tulangan ( ρ ) = 2,0 % (ρ = 1 - 8 %)
Faktor reduksi kekuatan (ф) = 0,75

Tebal selimut beton (ds)


K1 = 15 mm

Diameter tulangan utama (D) = 12 mm


Diameter tulangan sengkang (Øs) = 8 mm

Ukuran kolom K1 b = 200 mm = 0,20 m


h = 200 mm = 0,20 m

Kolom KI
Panjang kolom = 3,000 m
Momem kolom (Mu) = 23,900 kN.m
Gaya aksial (N) = 54,560 kN

1. Momen Ultimit (Mu)


Mu = 23,9 kN.m

2. Menghitung Gaya aksial Total (Pu)


N = 54,560 k.N

3. Menghitung eksentrisitas (e)


Mu
e =
Pu
23,900
=
54,560
= 0,4380499 m
= 438,0499 mm

4. Menghitung d' dan d


d' = ds + Øs + 1/2 . D
= 20 + 8 + 1/2 . 12
= 34 mm
d = h - d'
= 166 mm

5. Perkiraan luas tulangan


Rasio penulangan ρ sebesar 2 % dan ukuran kolom 15 cm x 15 cm
diasumsikan sebagai berikut:

As
ρ = ρ' =
b .h

= 1/2 . 0,02 = 0,01

As = ρ .b .h
= 0,01 x 200 x 200
= 400 mm2
400
n = = 3,539  4 buah
1/4 .π .12^2

Dicoba tulangan pokok 4 D-12 masing-masing pada dua sisi berhadapan (As = As' =
452,389 mm2)
As
α = 452,389342
b .d
452,389
=
200 . 166

= 0,01363

6. Menghitung eksentrisitas balanced (e b)


600
cb = d
600 + fy

600
= x 166 = 100,61 mm
600 + 390

ab = β1 . cb
= 0,85 . 100,606
= 85,515 mm
cb - d'
fs' = 600
cb
100,61 - 34
= 600
100,61
karena fs' > fy, maka digunakan fs' = fy = 390 Mpa
= 397,229 Mpa > fy = 390 Mpa karena fs' < fy digunakan fs' = fy = 397,229 Mpa
karena fs' > fy, maka digunakan fs' = fy = 390 Mpa
Pnb = 0,85 .fc' .b .ab + As' .fs' - As .fy
= 0,85 .20,75 . 200 . 85,515 + 452,389 . 390 - 452,389 . 390
= 301654,697 N

Mnb = 0,85 .fc' .b .ab .(1/2 h -1/2 ab) + As' .fs' .(1/2 h - d') - As .fy .(d - 1/2
h)
= 0,85 .20,75 .200 .85,515.(1/2 .200 - 1/2 .85,515) +452,389 . 390.(1/2 .200 -
34) - 452,389 .390 .(166 - 1/2 .200)

= 17,2674 .10 6 [Link]

7. Cek eksentrisitas rencana (e) terhadap eksentrisitas balanced (eb)


Mnb
eb =
Pnb
17,2674 106
= = 57,242 mm
301654,697

karena eb = 57,242 mm < .e = 438,05 mm, maka keruntuhan kolom tersebut berupa
keruntuhan tarik.

8. Analisa penampang terhadap beban yang bekerja


   
 b  h  fc'   As'  fy 
Pn =     e 
 3h  e  1,18    0,5 
 d 2   d  d' 

- b .h .fc' = 200 .200 .20,75 = 830000 N

3.h.e 3 .200 .438,05


- 2
+ 1,18 = + 1,18 = 10,72
d 27556

- As' .fy = 452,389 . 390 = 176431,843 N

.e 438,050
- + 0,5 = + 0,5 = 3,819
d - d' 166 - 34

830000 176431,843
Pn = +
10,718 3,819

= 123,643 kN
Pr = ф.Pn
= 0,75 .123,643
= 92,733 kN > Pu = 54,560 kN ………ok!

9. Cek tegangan pada tulangan tekan fs' > fy

Pn
a =
0,85 .fc' .b
123643
=
0,85 .20,75 .200
= 35,051 mm

a
c =
β1
35,051
= = 41,237 mm
0,85

c - d'
fs' = 600
c

41,237 - 34
= 600 = 105,296 Mpa
41,237

fs' = 105,296 Mpa > fy = 390 Mpa ……… cek tulangan

Dengan demikian dimensi penulangan kolom hasil perancangan dapat dipakai, karena dari hasil
analisa yang dilakukan, beban rencana yang bekerja (Pu) lebih kecil dari kapasitas penampang
(Pr).

11. Merencanakan tulangan sengkang pada kolom


f'c = 20,75 MPa
fy = 280 MPa
b = 200 mm
h = 200 mm
øsengkang = 8 mm
d = 166 mm
d' = 34 mm
ϕ reduksi geser = 0,75
Vu = 23,40 kN
= 23400,00 N

Vc
= 0.17 1 + ′ .
14
= 25369,25 N
Vs = Vu / ϕ - Vc
= 5830,75 N

Vu > ϕ Vc + ϕ Vs min
23400 > 19026,937 , tulangan geser perlu dihitung

dipakai Ø 8 - 2 kaki
2
Av = 0.25 π d
= 100,48 mm2
s . .
=

= -800,9792 mm , 150 mm
Menghitung jarak sengkang maksimum ( smaks )
Untuk Vs 2
< ′
3
5830,75 < 100822,132

maka smaks≤ 0.5 d


smaks≤ 83 mm , digunakan 150 mm

Maka, tulangan geser yang digunakan


Tumpuan (1/4 l ) ø 8 - 150 mm
Lapangan (1/2 l ) ø 8 - 150 mm
DESAIN PENULANGAN LENTUR BALOK

1. SLOOF 15/25
Data perencanaan :
Kuat tekan beton fc' = 20,75 MPa
Tegangan leleh baja fy = 360 MPa
β1 = 0,85
Faktor reduksi kekuatan f = 0,9
Selimut beton (ds) = 20 mm
Tulangan sengkang (Øs) = 8 mm
Tulangan utama (Du) Tarik = 12 mm
Lebar balok (b) = 150 mm
Tinggi balok (h) = 250 mm
Momen desain tumpuan (Mdtump) = 25,00 kN.m
Momen desain lapangan (Mdlap) = 23.45 kN.m

Tinggi efektif Tarik (d)


d = h - ds - Øs - 1/2 Øu
= 250 - 20 - 8 - 0,5(12) = 216 mm

Tinggi efektif Tekan (d')


d' = ds + Øs + 1/2 Øu
= 20 + 8 + 0,5(12) = 34 mm

Daerah Tumpuan
1. Momen nominal tumpuan: Mdtump = 25,00 KN.m

2. Momen nominal (Mn)


Mdt 25,00
Mn = = = 27,778 KN.m
f 0,9

3. Rasio Tulangan Seimbang


0,85  f' c  600 
ρb =  β1   
fy  600  fy 

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

4. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρmaks = . . = 0,01562
0,008

5. Ru Maksimum
Rn max =
.
Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726

6. Momen Ultimit Tulangan Tunggal yang Terkendali Tarik


Mn1 = Rn max . b . d 2
= 33,1 kN.m > Mn Tidak Perlu Tulangan Rangkap

7. Momen ultimit yang dipikul tulangan tekan


Mn2 = Mn - Mn1
= -5,296 kN.m

8. Luas Tulangan Tekan Perlu


As' perlu = As2 =
.( − )

= -80,8355 mm2

9. Luas Tulangan Maksimum


Asmaks = ρmaks.b.d
= 0,01562 x 150 x 216
2
= 505,9758 mm

10. Luas Tulangan Tarik Perlu


Ast perlu = Asmax + As'perlu
2
= 425,1403 mm
2
11. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
A
n = st perlu = 3,761 ≈ 2 bh
LTul

12. Cek lebar balok dengan tulangan terpasang:


bt = 2ds + 2Øs + nØt + (n -1)st ≈
= 2(20) + 2(8) + 4(12) + (4 - 1)12
= 140 mm < bw = 150 mm .....oke!
2
13. Jumlah Tulangan Tekan Ltul' = 113 mm
A
n' = s' perlu = -0,715 ≈ 2 bh
Ltul'

14. Cek lebar balok dengan tulangan terpasang:


bt = 2ds + 2Øs + nØt + (n -1)st ≈
= 2(20) + 2(8) + 2(12) + (2 - 1)12
= 92 mm < bw = 150 mm .....oke!

15. Luas tulangan minimum (Asmin)


1,4 1,4
ρmin = = = 0,0039
fy 360

16. Rasio tulangan Tarik Terpasang


Ast 2
= 226,1 mm
Ast
ρst = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

17. Rasio tulangan Tekan Terpasang


Ast' 2
= 226,1 mm
Ast
ρst' = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

18. Cek apakah tulangan Tekan meleleh


600
− ≥ 0,85. . .
600 −
0,00000 < 0,019279675 …... Baja tulangan Tekan belum leleh

19. Garis Netral Penampang


0,85. #.$ . . . + % . 600 − 0,85. # −% . & . − 600. % .d'=0

A = 0,85. # . $ .
= 2248,7813

B = % . 600 − 0,85. # − % . &

= 50.271,71

C = −600. % .d'
= - 4.612.032,00

c1,2 = −' ± ' − 4. %. *


2. %

c1 = -57,8235 mm
c2 = 35,4684 mm
c= 35,4684 mm

20. Tinggi Blok Stress


,=$ .
= 30,1481 mm

21. Regangan Leleh Tulangan Tarik Baja


fy 360
εs = = = 0,0018
Es 200000

22. Regangan Tulangan Tarik



εs = . 0,003

= 0,01527 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh

23. Regangan Tulangan Tekan


− ′
ε' s = . 0,003

= 0,00012 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja belum leleh

24. Tegangan Tulangan Tarik Baja


= & = 360 MPa

25. Tegangan Tulangan Tekan Baja


#01
′ = 600.
#

= 24,8395 < 360 MPa

26. Gaya Tekan Beton


Cc = 0,85. # . $ . .
= 79.760,580 N

27. Gaya Tulangan Tekan Baja


Cs = % . − 0,85. #
= 77.401,314 N

28. Total Gaya Tekan


Karena c > d' maka : Cc + Cs = 157.161,89 N

29. Gaya Tulangan Tarik Baja


T = Ast . fy
= 81388,800 N

30. Kontrol Daktilitas Penampang


− ′.= = 0,0065 < ρmaks = 0,01562
&
Penampang Terkontrol Tarik/Daktail

31. Regangan Netto Tulangan Lapis Terluar

εt = − 1 . 0,003

= 0,0152698 ≥ 0,005 ......... oke!


atau
c 35,4684
= = 0,1642 ≤ 0,375 ......... oke!
dt 216
32. Momen Nominal Balok
2
Mn = * − + * .( − )
2
= 30.113.009,2 [Link]
= 30,113 kN.m

33. Momen Rencana Balok


Mr = f M n
= 27,1017 kN.m ≥ Mu = 25,00 kN.m ......... oke!

Daerah Lapangan
1. Momen nominal tumpuan: Mdlap = 23.45 KN.m

2. Momen nominal (Mn)


Mdt 23.45
Mn = = = #VALUE! KN.m
f 0,9

3. Rasio Tulangan Seimbang


0,85  f' c  600 
ρb =  β1   
fy  600  fy 

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

4. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρmaks = . . = 0,01562
0,008

5. Ru Maksimum
Rn max =
.

Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726

6. Momen Ultimit Tulangan Tunggal yang Terkendali Tarik


Mn1 = Rn max . b . d 2
= 33,1 kN.m ## Mn #

7. Menentukan Tinggi Blok Stress


Mn = 0,85. . . . 2 − 0,425. . .2

A = 1.322,81
B = -571.455,00
C = #VALUE! [Link]
a1 = #VALUE! mm
a2 = #VALUE! mm
a = #VALUE! mm

8. Luas Tulangan Tarik Perlu

Ast perlu = 0,85. ′# . 2.

2
= #VALUE! mm
2
9. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
Ast perlu
n= = ###### ≈ 2 bh
LTul

11. Luas tulangan minimum (Asmin)


1,4 1,4
ρmin = = = 0,0039
fy 360

12. Rasio tulangan Tarik Terpasang


Ast 2
= 226,1 mm
Ast
ρst = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

13. Garis Netral Penampang


a ######
C = = = #VALUE! mm
β1 0,85

14. Regangan Leleh Tulangan Tarik Baja


fy 360
εy = = = 0,0018
Es 200000

15. Regangan Tulangan Tarik



εs = . 0,003

= ####### ≥ εy = 0,0018
# fs = fy
16. Rasio Tulangan Seimbang
ρ b = 0,85 f'c  β1   600 
fy 600  fy  

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

17. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρ maks = . . = 0,01562 ≥ ρst
0,008

18. Regangan Netto Tulangan Lapis Terluar

εt = − 1 . 0,003

= #VALUE! ≥ 0,005 ......... #


atau
c #######
= = ###### ≤ 0,375 ......... ######
dt 216
19. Momen Nominal Balok
2
Mn = % . & −
2
= #VALUE! [Link]
= #VALUE! kN.m

20. Momen Rencana Balok


Mr = f M n
= #VALUE! kN.m ≥ Mu = 23.45 kN.m ......... #
2 RINGBALK 15/25
Data perencanaan :
Kuat tekan beton fc' = 20,75 MPa
Tegangan leleh baja fy = 360 MPa
β1 = 0,85
Faktor reduksi kekuatan f = 0,8
Selimut beton (ds) = 20 mm
Tulangan sengkang (Øs) = 8 mm
Tulangan utama (Du) Tarik = 12 mm
Lebar balok (b) = 150 mm
Tinggi balok (h) = 250 mm
Momen desain tumpuan (Mdtump) = 20,40 kN.m
Momen desain lapangan (Mdlap) = 17,90 kN.m

Tinggi efektif Tarik (d)


d = h - ds - Øs - 1/2 Øu
= 250 - 20 - 8 - 0,5(12) = 216 mm

Tinggi efektif Tekan (d')


d' = ds + Øs + 1/2 Øu
= 20 + 8 + 0,5(12) = 34 mm

Daerah Tumpuan
1. Momen nominal tumpuan: Mdtump = 20,40 KN.m

2. Momen nominal (Mn)


Mdt 20,40
Mn = = = 25,500 KN.m
f 0,8

3. Rasio Tulangan Seimbang


0,85  f' c  600 
ρb =  β1   
fy  600  fy 

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

4. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρmaks = . . = 0,01562
0,008
5. Ru Maksimum
Rn max =
Rn max =
.
Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726

6. Momen Ultimit Tulangan Tunggal yang Terkendali Tarik


Mn1 = Rn max . b . d 2
= 33,1 kN.m > Mn Tidak Perlu Tulangan Rangkap

7. Momen ultimit yang dipikul tulangan tekan


Mn2 = Mn - Mn1
= -7,574 kN.m

8. Luas Tulangan Tekan Perlu


As' perlu = As2 =
.( − )

= -115,6 mm2

9. Luas Tulangan Maksimum


Asmaks = ρmaks.b.d
= 0,01562 x 150 x 216
2
= 505,9758 mm

10. Luas Tulangan Tarik Perlu


Ast perlu = Asmax + As'perlu
2
= 390,3757 mm
2
11. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
A
n = st perlu = 3,4534 ≈ 2 bh
LTul

12. Cek lebar balok dengan tulangan terpasang:


bt = 2ds + 2Øs + nØt + (n -1)st ≈
= 2(20) + 2(8) + 4(12) + (4 - 1)12
= 140 mm < bw = 150 mm .....oke!
2
13. Jumlah Tulangan Tekan Ltul' = 113 mm
A
n' = s' perlu = -1,023 ≈ 2 bh
Ltul'

14. Cek lebar balok dengan tulangan terpasang:


bt = 2ds + 2Øs + nØt + (n -1)st ≈
= 2(20) + 2(8) + 2(12) + (2 - 1)12
= 92 mm < bw = 150 mm .....oke!

15. Luas tulangan minimum (Asmin)


1,4 1,4
ρmin = = = 0,0039
fy 360

16. Rasio tulangan Tarik Terpasang


Ast 2
= 226,1 mm
Ast
ρst = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

17. Rasio tulangan Tekan Terpasang


Ast' 2
= 226,1 mm
Ast
ρst' = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

18. Cek apakah tulangan Tekan meleleh


600
− ≥ 0,85. . .
600 −
0,00000 < 0,019279675 …... Baja tulangan Tekan belum leleh

19. Garis Netral Penampang


0,85. #.$ . . . + % . 600 − 0,85. # −% . & . − 600. % .d'=0

A = 0,85. # . $ .
= 2248,7813

B = % . 600 − 0,85. # − % . &

= 50.271,71

C = −600. % .d'
= - 4.612.032,00

c1,2 = −' ± ' − 4. %. *


2. %

c1 = -57,8235 mm
c2 = 35,4684 mm
c= 35,4684 mm

20. Tinggi Blok Stress


,=$ .
= 30,1481 mm

21. Regangan Leleh Tulangan Tarik Baja


fy 360
εs = = = 0,0018
Es 200000

22. Regangan Tulangan Tarik



εs = . 0,003

= 0,01527 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh

23. Regangan Tulangan Tekan


− ′
ε' s = . 0,003

≥ εy =
= 0,00012 0,0018
Tulangan baja belum leleh

24. Tegangan Tulangan Tarik Baja


= & = 360 MPa

25. Tegangan Tulangan Tekan Baja


#01
′ = 600.
#

= 24,8395 < 360 MPa

26. Gaya Tekan Beton


Cc = 0,85. # . $ . .
= 79.760,580 N

27. Gaya Tulangan Tekan Baja


Cs = % . − 0,85. #
= 77.401,314 N

28. Total Gaya Tekan


Karena c > d' maka : Cc + Cs = 157.161,89 N

29. Gaya Tulangan Tarik Baja


T = Ast . fy
= 81388,800 N

30. Kontrol Daktilitas Penampang


− ′ = = 0,0065 < ρmaks = 0,01562
− ′.= = 0,0065 < ρmaks = 0,01562
&
Penampang Terkontrol Tarik/Daktail

31. Regangan Netto Tulangan Lapis Terluar

εt = − 1 . 0,003

= 0,0152698 ≥ 0,005 ......... oke!


atau
c 35,4684
= = 0,1642 ≤ 0,375 ......... oke!
dt 216
32. Momen Nominal Balok
2
Mn = * − + * .( − )
2
= 30.113.009,2 [Link]
= 30,113 kN.m

33. Momen Rencana Balok


Mr = f M n
= 24,0904 kN.m ≥ Mu = 20,40 kN.m ......... oke!

Daerah Lapangan
1. Momen nominal tumpuan: Mdlap = 17,90 KN.m

2. Momen nominal (Mn)


Mdt 17,90
Mn = = = 22,375 KN.m
f 0,8

3. Rasio Tulangan Seimbang


0,85  f' c  600 
ρb =  β1   
fy  600  fy 

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

4. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρmaks = . . = 0,01562
0,008

5. Ru Maksimum

Rn max =
Rn max =
.

Rn max = .
. 1−( )
1,7.
= 4,726

6. Momen Ultimit Tulangan Tunggal yang Terkendali Tarik


Mn1 = Rn max . b . d 2
= 33,1 kN.m > Mn Tidak Perlu Tulangan Rangkap

7. Menentukan Tinggi Blok Stress


Mn = 0,85. . . . 2 − 0,425. . .2

A = 1.322,81
B = -571.455,00
C = 22.375.000,00 [Link]
a1 = 388,46 mm
a2 = 43,54 mm
a = 43,54 mm

8. Luas Tulangan Tarik Perlu

Ast perlu = 0,85. ′# . 2.

2
= 319,9986 mm
2
9. Jumlah Tulangan Tarik Ltul = 113 mm
Ast perlu
n= = 2,8308 ≈ 2 bh
LTul

11. Luas tulangan minimum (Asmin)


1,4 1,4
ρmin = = = 0,0039
fy 360

12. Rasio tulangan Tarik Terpasang


Ast 2
= 226,1 mm
Ast
ρst = = 0,00698 ≥ ρmin = 0,0039 ......... oke!
b.d

13. Garis Netral Penampang


a 43,5
C = = = 51,2275 mm
C = = = 51,2275 mm
β1 0,85

14. Regangan Leleh Tulangan Tarik Baja


fy 360
εy = = = 0,0018
Es 200000

15. Regangan Tulangan Tarik



εs = . 0,003

= 0,00965 ≥ εy = 0,0018
Tulangan baja leleh fs = fy
16. Rasio Tulangan Seimbang
ρ b = 0,85 f'c  β1   600 
fy 600  fy  

0,85 . 20,75  600 


ρb = x 0,85  
360  600 + 360 
= 0,02603

17. Rasio Tulangan Maksimum


0,003 + ⁄
ρ maks = . . = 0,01562 ≥ ρst
0,008

18. Regangan Netto Tulangan Lapis Terluar

εt = − 1 . 0,003

= 0,0096495 ≥ 0,005 ......... oke!


atau
c 51,2275
= = 0,2372 ≤ 0,375 ......... oke!
dt 216
19. Momen Nominal Balok
2
Mn = % . & −
2
= 15808008,667 [Link]
= 15,8080 kN.m

20. Momen Rencana Balok


Mr = f M n
= 126,4641 kN.m ≥ Mu = 17,90 kN.m ......... oke!
DESAIN PENULANGAN GESER BALOK
1. Sloof 15/25
Data rencana :
Kuat tekan beton fc' = 20,75 MPa
Tegangan leleh baja fyh = 360 MPa
Faktor reduksi kekuatan f = 0,75
Lebar balok bw = 150 mm
Tinggi balok h = 250 mm
Panjang bentang (L) L = 3000 mm
Lebar kolom a = 200 mm
Panjang bentang bersih Ln = 2800 mm
½Ln = 1400 mm
Tinggi efektif balok
d = 0.9 h
= 0.9 × 250
= 225 mm

* Gaya geser pada muka tumpuan


RU = = 15,840 kN
* Gaya geser pada jarak d dari muka tumpuan :
VU = 17,600 kN

* Gaya normal pada balok


NU = 5,48 kN 4,068

* Kekuatan geser yang diberikan beton :


Aksial Tarik (VC):
VC = 0,17, . . .

= 26,14 kN

VCmax = Vc+0,66,√(f^′ c). bw.d

= 101,49 kN
fVCmax = 76,12 kN

► Cek penampang mampu menahan gaya geser


Vu < fVCmax
17,600 < 76,12 …........... OK

Desain Tulangan Geser


fVC = 19,602 kN

½fVC = 9,801 kN

19,602 > 17,600 Berada pada Zona 1


VS = Vu1
- Vc
ø
= -8,54 kN

S1 = 112,5 mm
S2 = 600 mm

Dicoba 150 mm
.
Av =
.
2
= -15,807 mm

2
Dicoba f = 8 mm → Luas satu kaki = 50,27 mm
n = Av/As
= -0,314 diambil 2 buah

Av Aktual = n . As
2
= 100,53 mm

Av Aktual . fy . d
Vs Aktual =
S
= 54,29 kN

Vu ≤ ø.(Vc + Vs Aktual)
17,600 ≤ 60,317 …........ OKE

Maka digunakan tulangan ø 8 mm Jarak 150 mm


2. Ringbalk 15/25
Data rencana :
Kuat tekan beton fc' = 20,75 MPa
Tegangan leleh baja fyh = 360 MPa
Faktor reduksi kekuatan f = 0,75
Lebar balok bw = 150 mm
Tinggi balok h = 250 mm
Panjang bentang (L) L = 3000 mm
Lebar kolom a = 200 mm
Panjang bentang bersih Ln = 2800 mm
½Ln = 1400 mm
Tinggi efektif balok
d = 0.9 h
= 0.9 × 250
= 225 mm

* Gaya geser pada muka tumpuan


RU = = 13,050 kN
* Gaya geser pada jarak d dari muka tumpuan :
VU = 14,500 kN

* Gaya normal pada balok


NU = 5,48 kN 4,068

* Kekuatan geser yang diberikan beton :


Aksial Tarik (VC):
VC = 0,17, . . .

= 26,14 kN

VCmax = Vc+0,66,√(f^′ c). bw.d

= 101,49 kN
fVCmax = 76,12 kN

► Cek penampang mampu menahan gaya geser


Vu < fVCmax
14,500 < 76,12 …........... OK

Desain Tulangan Geser


fVC = 19,602 kN

½fVC = 9,801 kN

19,602 > 14,500 Berada pada Zona 1


VS = Vu1
- Vc
ø
= -11,64 kN

S1 = 112,5 mm
S2 = 600 mm

Dicoba 150 mm
.
Av =
.
2
= -21,547 mm

2
Dicoba f = 8 mm → Luas satu kaki = 50,27 mm
n = Av/As
= -0,429 diambil 2 buah

Av Aktual = n . As
2
= 100,53 mm

Av Aktual . fy . d
Vs Aktual =
S
= 54,29 kN

Vu ≤ ø.(Vc + Vs Aktual)
14,500 ≤ 60,317 …........ OKE

Maka digunakan tulangan ø 8 mm Jarak 150 mm

Anda mungkin juga menyukai