0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Metode Pembelajaran Passing Atas Voli

Dokumen ini membahas tentang permainan bola voli, termasuk pengertian, sarana dan prasarana, serta teknik dasar passing atas. Permainan bola voli adalah olahraga beregu yang memerlukan kerjasama dan strategi, dimainkan di lapangan dengan ukuran tertentu dan menggunakan peralatan seperti net dan bola voli. Teknik passing atas merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai oleh pemain untuk memberikan umpan yang tepat dalam permainan.

Diunggah oleh

jitro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Metode Pembelajaran Passing Atas Voli

Dokumen ini membahas tentang permainan bola voli, termasuk pengertian, sarana dan prasarana, serta teknik dasar passing atas. Permainan bola voli adalah olahraga beregu yang memerlukan kerjasama dan strategi, dimainkan di lapangan dengan ukuran tertentu dan menggunakan peralatan seperti net dan bola voli. Teknik passing atas merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai oleh pemain untuk memberikan umpan yang tepat dalam permainan.

Diunggah oleh

jitro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PASSING ATAS BOLA VOLI DAN METODE PEMBELAJARAN


RESIPROKAL

A. Landasan Teori
1. Permainan Bola Voli
a. Pengertian Permainan Bola Voli
Permainan bola voli adalah permainan beregu yang menuntut
adanya kerjasama dan saling pengertian dari masing-masing anggota
regu. Tuntutan ini akan lebih nampak dalam permainan kelas tinggi.
Taktik dan strategi yang digunakan untuk memenangkan permainan
menuntut pemain dan regunya untuk saling kerjasama dan saling
memahami akan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing pemain
(Subroto, 2008:133). Menurut Dinata (2004: 23) “permainan bola voli
dimainkan oleh dua tim dimana setiap tim beranggotakan enam orang
dalam suatu lapangan berukuran 9 meter persegi bagi setiap tim, dan
kedua tim dipisahkan oleh sebuah net”.
Permainan bola voli dapat dimainkan di lapangan tertutup
ataupun di lapangan terbuka, di lapangan tertutup dinamakan bola voli
indoor yang setiap regunya berjumlah enam pemain serta lapangan
berbentuk empat persegi panjang 18 x 9 meter dan di lapangan pasir
dinamakanbola voli pantai yang setiap regunya berjumlah dua pemain
dengan panjang dan lebar lapangan 16 x 8 meter. Prinsip dasar
permainanbola voli adalah memantul-mantulkan bola agar jangan sampai
bola menyentuh lantai, bola dimainkan sebanyak-banyaknyatiga sentuhan
dalam lapangan sendiri dan mengusahakan bola hasil sentuhan itu
diseberangkan ke lapangan lawan melewati jaring masuk sesulit
mungkin. Ma’Mun, (2001: 43). Sedangkan menurut Suharno,
(Kristiyanto 2010:24), bermain bola voli adalah memvoli bola di udara
melewati jaring atau net agar dapat jauh di dalam lapangan lawan untuk
mencari kemenangan [Link] bola voli merupakan permainan
dengan kombinasi pertahanan dan penyerangan, untuk itu agar pemain
dapat bermain dengan baik, pemain harus menguasai teknik dan
keterampilan dasar bermainbola voli.
Olahraga bola voli telah dimanfaatkan sebagai alat pendidikan,
sehingga menjadi salah satu materi dalam mata pelajaran pendidikan
Jasmani. Menurut Suherman (2014:77) “permainan bola voli termasuk ke
dalam kurikulum penjas di sekolah, karena diharapkan nilai-nilai yang
terkandung di dalam permainanbola voli terbawa kedalam perilaku
seharihari siswa, nilai-nilai itu antara lain adalah pola hidup sehat,
disiplin, kerjasama, percaya diri, ketekunan dan kebiasaan untuk selalu
berfikir”. Olah raga bola voli merupakan bagian dari materi pendidikan
jasmani yang bercirikan permainan yang mengandung unsur
keterampilan gerak, yaitu berupa teknik-teknik memain-mainkan bola,
nilai-nilai sosial seperti unsur kerja sama, nilai-nilai kompetitif seperti
memaknai keberhasilan dan ketidakberhasilan, kebugaran fisik,
keterampilan berfikir untuk memecahkan persoalan berkaitan dengan
taktik, pengendalian emosi dan tertib hukum pada aturan permainan.
Berdasarkan beberapa pengertian permainan bola voli tersebut di
atas, dapat disimpulan bahwa keterampilan bermain bola voli adalah
tingkat kemampuan seseorang dalam melakukan permainan bola voli.
Keterampilan bermain bola voli tersebut didukung oleh adanya kemauan
dari individu, adanya proses pembelajaran dengan kondisi dan
lingkungan belajar yang baik, serta adanya latihan yang terus-menerus.
b. Sarana dan Prasarana Bola Voli
Sarana pendidikan jasmani merupakan terjemahan dari “facilities”,
sesuatu yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam pelaksanaan
kegiatan olahraga atau pendidikan jasmani. Hermawan (2017:89)
menyatakan sarana olahraga dapat dibedakan menjadi dua kelompok
yaitu:
1) Peralatan (apparatus), Peralatan adalah sesuatu yang digunakan,
contoh : palang tunggal, palang sejajar, gelang-gelang, kuda-kuda,
dan lain-lain.
2) Perlengkapan (device), terdiri dari : Pertama, sesuatu yang
melengkapi kebutuhan prasarana, misalnya ; net, bendera untuk
tanda, garis batas dan lain-lain

Fasilitas dan Peralatan permainan bola voli terdiri dari beberapa


alat, yaitu :
1) Lapangan permainan
Ukuran lapangan bola Voli Yang kita ketahui lapangan bola voli
berukuran sebagai berikut :
a) Panjang Lapangan : 18 m
b) Lebar Lapangan : 9 m
c) Garis Serang : 3 m dari net
Tapi ukuran dan area lapangan sebenarnya tidak hanya seperti itu,
melainkan Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan
ukuran 18 x 9 m, dikelilingi oleh daerah bebas dengan minimal di
semua sisi 3 m. Daerah bebas permainan harus memiliki ketinggian
minimal 7 m dari permukaan lapangan.

Gambar : 2.1 Lapangan Bola Voli


(Sumber : Yunus, 2012;98)

2) Net (Jaring) & Tiang Net


a) Tinggi net dipasang tegak lurus di atas garis tengah, dengan
ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri.
Ketinggian net harus tepat sama tinggi dan tidak boleh lebih
tinggi dari 2 cm.
b) Lebar net 1 m dan panjang 9,50 – 10 m (dengan pita samping
25 – 50 cm di setiap sisi), terbuat dari jalinan mata jala hitam
10 cm, berbentuk persegi. Pada puncak net terdapat garis
horizontal selebar 7 cm, terbuat dari 2 lapis kain kanvas putih
yang terpasang memanjang sepanjang net. Pada bagian bawah
net terdapat pita horizontal selebar 5 cm, mirip dengan pita
bagian atas yang juga dilalui tali. Tali itu untuk mengencangkan
net ke tiang-tiang dan menjaga bagian bawah net tetap tegang.
c) Dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dan dipasang pada
setiap sisi net. Lebar pita putih 5 cm dan panjang 1 m. Pita
putih tersebut bagian dari net.
d) Tiang diletakkan dengan jarak 0,50 – 1,00 m diluar garis
samping. Tinggi 2,55 m dan sebaiknya dapat diatur naik
turunnya, tiang harus bulat dan [Link] kejuaraan dunia dan
pertandingan resmi FIBV, tiang-tiang ditempatkan pada jarak
1m di luar garis samping.

Gambar : 2.2 Net Dan Tiang Bola Voli


(Sumber : Yunus,2012:87)
3) Rod Antena
Antena adalah tongkat yang lentur dan bagian dari net sebagai
batas samping dari daerah penyeberangan bola, panjang 1,80 m dan
bergaris tengah 10 mm, terbuat dari fiberglass atau bahan sejenis.
Antena dipasang pada bagian luar dari setiap pita samping. Tinggi
antena di atas net adalah 80 cm dan diberi garis yang berwarna
kontras sepanjang 10 cm. Lebih baik berwarna merah dan putih.

Gambar : 2.3 Rod Antena Bola Voli


(Sumber : Yunus,2012:87)
4) Bola Voli
Bola voli harus berbentuk bola (bulat), terbuat dari kulit atau
kulit sintetik, memiliki lingkar 65-67 cm, berat 260-280 g dan
dengan tekanan dalam 0,30-0,325 kg /cm. Kemudian bola ini diisi
dengan udara (dipompa). Jumlah jalur yaitu 12 dan 18 jalur.
Persyaratan bola yang standar ini sesuai dengan peraturan yang
dikeluarkan oleh FIVB (Fédération Internationale de Volleyball),
sebuah Federasi Bola Voli Internasional yang menangani hal-hal
yang berhubungan dengan olahraga permainan bola voli.
Peraturan yang dikeluarkan oleh FIVB mengenai penggunaan bola
standar dalam permainan bola voli:

Gambar : 2.4 Bola Voli


Sumber : Yunus,2012: 87)
2. Teknik Dasar Passing Atas
a. Pengertian Passing Atas
Passing merupakan operan bola yang dimainkannya kepada teman
seregunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Rohendi (2018:89) yang
menyatakan bahwa, “ bahwa teknik overhead passing adalah salah satu
teknik dimana seseorang dapat menguasai bola dengan efisiensi tinggi
dan terkontrol dengan baik”. Sedangkan menurut Yunus (2012:80)
mengemukakan bahwa “Jari tangan terbuka lebar dan kedua tangan
membentuk mangkuk hampir saling berhadapan. Sebelum menyentuh
bola, lutut sedikit ditekuk hingga tangan berada di muka setinggi hidung.
Sudut antara siku dan badan ± 45o. Bola disentuh dengan cara
meluruskan kaki dan tangan.
Passing atas merupakan salah satu teknik yang sering digunakan
sebagai umpan (set up) untuk menyajikan bola dalam melakukan smash.
Rohendi (2018:89) menyatakan, “passing atas disebut dengan istilah
“volley” atau “set” dimaksudkan pukulan melambungkan bola
sedemikian rupa, sehingga teman kita mendapat kesempatan untuk men
smash bola tersebut. Tujuan dari orang yang memainkan volley (passing
atas) adalah memberi kesempatan pada teman untuk menyerang musuh,”.
Passing atas adalah salah satu teknik yang penting dalam olahraga bola
voli, kemampuan ini sangat berguna dalam memberikan umpan yang
tepat bagi smasher dan memudahkan smasher untuk melakukan spike
yang keras ke arah sasaran, sehingga dapat dengan mudah memenangkan
pertandingan.
Passing atas bola voli merupakan keterampilan yang harus dikuasai
oleh semua pemain voli, baik sebagai penyerang, pemain bertahan
ataupun pengumpan. Teknik passing atas ini sangatlah berguna dalam
upaya saat menyerang atau pun untuk mengoperkan bola ke kawan
seregu. Ahmadi (2007:23) berpendapat “Passing atas bola voli
merupakan teknik dasar bola voli yang harus dikuasai setiap pemain.
Teknik ini digunakan untuk pengganti passing bawah, atau lebih tepatnya
sebagai pengumpan (set up).
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan, Passing Atas
adalah passing atas adalah pengoperan yang dilakukan dengan dua
tangan terbuka di atas kepala di dalam permainan bola voli, passing atas
dilakukan melalui persentuhan bola dengan ujung jari tangan ketika bola
datang setinggi bahu atau lebih tinggi, passing atas umumnya dilakukan
saat membangun serangan, tepatnya dengan memberikan bola kepada
spiker atau smasher, maka dari itu, bola harus mudah diterima pada
posisi optimal untuk dipukul untuk menyerang.
b. Tehnik Passing Atas
Passing atas merupakan satu pola gerakan yang di rangkaikan
secara baik dan harmonis agar passing atas yang dilakukan menjadi lebih
baik dan sempurna. Untuk mencapai hal tersebut seorang siswi harus
menguasai teknik passing atas. Saat mau menerima bola, posisibadan
setengah jongkok dengan lutut lentur, badan dijulurkan dengan
meluruskan tungkai dengan lurus saat melambungkan bola. Posisi lengan
dan tangan dari jari seperti hendak merangkum bola saat melambungkan
bola ke atas. Bola dilambungkan dengan kedua belah lengan ke atas di
depan pemain yang siap melakukan pukulan smash. Untuk dapat
mengumpan dengan passing atas dengan baik perlu melakukan latihan
berulang-ulang hingga benar-benar menguasai. Artinya, mengumpan
dapat dilakukan dengan cepat, luwes, dan lancar. Sedangkan menurut
Rohendi (2018:89) teknik pelaksanaanPassing Atas adalah sebagai
berikut :
a) Sikap awalan
(1) Badan berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu.
(2) Kedua lutut direndahkan sampai berat tubuh atlet bertumpu
pada ujung kaki depan
(3) Angkat tangan ke atas. Posisikan lengan di depan badan
dengan kedua telapak tangan dan jari-jari direnggangkan.
(4) Bentuk jari-jemari seperti mangkuk di atas wajah atlet.
Arahkan pandangan ke bola.

Gambar.2.5 Sikap Saat Perkenaan BolaPassing Atas


(Sumber: Rohendi (2018:89)
b) Sikap saat perkenaan
(1) Ketika datang bola, dorongkan kedua lengan ke arah bola.
Pada saat bersamaan, kedua lutut dan panggul naik.
(2) Tumit terangkat.
(3) Posisikan arah bola di depan atas wajah agar operan passing
akurat.
(4) Bola pada passing atas mengenai jari-jemari tangan.

Gambar.2.6 Sikap Saat Menerima BolaPassing Atas


(Sumber: Rohendi. 2018:96)
c) Sikap akhir
(1)Usai melakukan passing atas, posisi tumit terangkat dari lantai.
(2)Pinggul dan lutut naik sedikit.
(3)Posisi kedua tangan lurus.
(4)Pandangan kedua mata mengikuti bola.

Gambar 2.7. Rangkaian Gerakan Sikap akhir Passing Atas


(Sumber: Rohendi. 2018:96 )
Sedangkan Suhairi & Dewi, (2021:29) mengungkapkan tahapan-
tahapan dalam melakukan teknik dasarPassing Atas, adalah sebagai
.berikut:
1) Persiapan
a) Berdiri dengan sikap tubuh siap, kaki dibuka selebar bahu.
b) Tekuk sedikit lutut sehingga badan merendah dan dibungkukkan ke
depan
c) Tumpuan berat badan diujung kedua kaki bagian depan
d) Rapatkan dan luruskan kedua lengan didepan badan hingga kedua
ibu jari sejajar
e) Pandangan fokus ke arah datangnya bola
2) Pelaksanaan
a) Tepat saat bola berada diatas dan sedikit di depan dahi, lengan
diluruskan dengan gerakan agak eksplosif untuk mendorong bola.
b) Perkenaan bola pada permukaan jari-jari ruas pertama dan kedua,
dan yang dominan mendorong bola adalah ibu jari, jari telunjuk dan
jari tengah.
c) Pada waktu perkenaan dengan bola, jari-jari agak ditegangkan,
kemudian diikuti dengan gerakan pergelangan tangan agar bola
dapat memantul baik.
d) Setelah bola memantul dengan baik, lanjutkan dengan meluruskan
lengan kedepan atas sebagai suatu gerakan lanjutan, diikuti dengan
memindahkan berat badan kedepan dengan melangkahkan kaki
belakang kedepan dan segera mengambil sikap siap dalam posisi
normal.
2) Setelah Pelaksanaan
a) Mata tetap tertuju pada bola
b) Akhiri dorongan bola dengan sedikit mengangkat tumit dari
tanah/lantai.
c) Menaikkan pinggul dan lutut, kedua lengan lurus setinggi bahu, dan
d) Pandangan mengikuti ke arah gerakan bola
e) Kembali posis siap menerima bola.

3. Pembelajaran Teknik Dasar Passing Atas


Pembelajaran teknik dasar permainan bola voli merupakan suatu
kondisi yang diciptakan oleh Pendidik/guru sedemikian rupa untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Banyak ragam dan macam yang dapat
dilakukan pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang berdampak
posistif terhadap proses dan hasil belajar yang diharapkan. Menurut
Sarjiyanto dan Sujarwadi (2010:6) Teknik dasar passing atas merupakan
hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh pemain. Teknik dalam
permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan
efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk
mencapai suatu hasil yang optimal.
Pelaksanaan teknik gerakan passing atas dapat dibagi menjadi 3
tahapan, yaitu persiapan (sikap permulaan), pelaksanaan (sikap
perkenaan), dan gerakan lanjutan (sikap Akhir), seperti yang
dikemukakan, Yunus (2012:79) bahwa : gerakan passing atas terdiri
dari (1) sikap permulaan (2) gerakan persamaan (3) gerak lanjutan.
Teknik-teknik dasar permainan bola voli tersebut akan diuraikan berikut
ini: pembelajaran teknik dasari passing atas adalah mengoperkan bola
kepada teman seregunya dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal
untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Sarjiyanto dan
Sujarwadi (2010: 33) Pembelajaran teknik passing atas cara melakukan
passing atas adalah sebagai berikut:
1) Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut ditekuk
2) Rapatkan dan luruskan kedua lengan di depan badan hingga
kedua ibu jari sejajar
3) Lakukan gerakan mengayunkan kedua lengan secara bersamaan
dari bawah ke atas hingga setinggi bahu
4) Saat bola tersentuh kedua lengan, lutut diluruskan
5) Perkenaan bola yang baik tepat pada lengan di atas pergelangan
tangan
Tujuan pembelajaran mem-passing bola adalah untuk
mengkombinasikan teknik gerakan-gerakan mem-passing bola yang telah
dipelajari. Setelah peserta didik melakukan gerakan mem-passing atas
coba rasakan gerakan-gerakan mem-passing atas yang mudah dan sulit
dilakukan. mengapa teknik tersebut mudah dan sulit di lakukan temukan
jawabannya dengan mengamati, menganalisa, gerakan-gerakan tersebut.
Bentuk-bentuk pembelajaran passing atas antara lain:
1) Agar bola yang selalu terletak didepan atas muka dahi sebelum
pelaksanaan pasing
2) Siswa latihan berdiri dalam sikap normal dan labil.
3) Teman atau pelatih melempar bola ke arah depan, samping kanan,
samping kiri dengan ketinggian bola diatas kepala
4) Setelah bola dilempar, segera pemain bergerak maju menuju
dibawah bola dengan cepat, tangkap bola dengan sikap tangan
seperti akan pasing atas normal.

Cara selanjutnya adalah melambungkan bola ke atas kemudian


Passing Atas dengan kedua lengan. Ini dilakukan jika cara pertama sudah
dapat dikuasai dengan baik. Pelaksanaan Rohendi (2018:92)
Pembelajarannya adalah sebagai berikut:
1) Berdiri tegak dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu.
2) Posisi tubuh haruslah menghadap ke arah datangnya bola. Saat
bola akan datang ke area sendiri, majukan salah satu kaki ke
arah depan. Kedua lutut agak ditekuk.
3) Kedua siku ditekuk, tangan diangkat dan diposisikan di depan
dahi.
4) Jari tangan seperti membentuk cekungan atau lingkaran.
5) Ketika berhasil menangkap bola dengan kedua tangan, luruskan
kedua tangan sehingga bola terdorong ke depan ke area lawan.
6) Pada saat yang bersamaan, luruskan pula kedua lutut kaki agar
menghasilkan gerakan seperti memantul.
7) Setelah bola berhasil didorong ke area lawan, pindahkan berat
badan dengan cara melangkahkan kaki ke depan

Pembelajaran teknik dasar permainan bola voli selanjutnya dengan


menggunakan variasi-variasi latihan passing atas berpasangan, baik satu
pasang maupun satu orang berpasangan dengan beberapa orang/teman.
Hal ini dimaksudkan agar penguasaan terhadap teknikPassing Atas
semakin baik.
4. Kemampuan Gerak Dasar Passing Atas Bola Voli
Kemampuan gerak dasar adalah kemampuan siswi dalam melakukan
aktivitas guna meningkatkan kualitas hidup, aktivitas tersebut merupakan
aktivitas yang mampu dilakukan oleh anak. Oleh karena itu, dalam
melakukan aktivitas gerak seorang anak memerlukan pendamping untuk
memandu setiap gerakan yang akan dipelajari sehingga setiap kesalahan
gerak yang terjadi pada seorang anak sebisa mungkin dapat dikoreksi sejak
dini. Dengan demikian, kesalahan yang dilakukan oleh anak tidak bersifat
menetap dan mudah untuk diubah demi kelancaran, efisien, penampilan,
prestasi anak dan dapat menurunkan kemungkinan terjadinya cidera. Pada
anak usia SMA yang diantara 15-18 tahun laku karakteristik berupa
penghalusan keterampilan gerak, penggunaan dasar gerak dalam arti dan
tujuan tertentu, dan kegiatan permainan maupun olahraga bersifat rekreasi
atau kompetitif.
Pendidik adalah orang yang dengan sengaja memengaruhi orang lain
untuk mencapai tingkat kemanusiaan. Husdarta (2011: 73) mengemukakan
“Ruang lingkup pendidikan jasmani salah satunya adalah pembentukan
gerak, yang meliputi keinginan untuk bergerak, menghayati ruang waktu
dan bentuk termasuk perasaan irama, mengenal kemungkinan gerak diri
sendiri, memiliki keyakinan gerak dan perasaan sikap (kinestik) dan
memperkaya kemampuan gerak”. Sedangkan Ma’mun (2001: 20)
menyatakan ”Kemampuan gerak dasar merupakan kemampuan yang biasa
siswa lakukan guna meningkatkan kualitas hidup”. Selanjutnya Supono
(2017: 21) menyatakan bahwa kemampuan gerak dasar dibagi menjadi tiga
kategori yaitu:
1) Kemampuan Lokomotor
Kemampuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh
dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas
seperti lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan,
berlari, skipping, melompat, meluncur dan lari seperti kuda berlari
(gallop).
2) Kemampuan Non Lokomotor
Kemampuan non lokomotor dilakukan di tempat. Tanpa ada
ruang gerak yang memadai kemampuan non lokomotor terdiri dari
menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkat dan
menurunkan, melipat dan memutar, melingkar dan melambungkan dan
lain-lain.
3) Kemampuan Manipulatif
Kemampuan manipulatif dikembangkan ketika anak tengah
menguasai macam-macam objek. Kemampuan manipulatif lebih
banyak melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuh kita
juga dapat digunakan. Manipulasi objek jauh lebih unggul dari pada
koordinasi mata-kaki dan tangan-mata, yang mana cukup penting untuk
item: berjalan (gerakan langkah) dalam ruang. Bentuk-bentuk
kemampuan manipulatif terdiri dari:
a) Gerakan mendorong (melempar,memukul,menendang)
b) Gerakan menerima (menangkap) objek adalah kemampuan penting
yang apat diajarkan dengan menggunakan bola yang terbuat bantalan
karet (bola medisin) atau macam bola yang lain.
c) Gerakan memantul-mantulkan bola atau menggiring bola.
5. Metode Pembelajaran Resiprokal
a. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode merupakan salah satu strategi atau cara yang digunakan
oleh guru dalam proses pembelajaran yang hendak dicapai, semakin tepat
metode yang digunakan oleh seorang guru maka pembelajaran akan
semakin baik. Metode berasal dari kata methodos dalam bahasa Yunani
yang berarti cara atau jalan. Sudjana (2015:76) berpendapat bahwa
“metode merupakan perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan
materi pembelajaran bahasa secara teratur, tidak ada satu bagian yang
bertentangan, dan semuanya berdasarkan pada suatu pendekatan
tertentu”. Pendekatan bersifat aksiomatis yaitu pendekatan yang sudah
jelas kebenarannya, sedangkan metode bersifat prosedural yaitu
pendekatan dengan menerapkan langkah-langkah. Sanjaya, (2010:104)
“Metode pembelajaran adalah langkah operasional atau implementatif
dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar.
Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan berfungsinya
suatu strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran masih bersifat
konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai
metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a
plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way
in achieving something”
Metode bersifat prosedural maksudnya penerapan dalam
pembelajaran dikerjakan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara
bertahap yang dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran,
penyajian pengajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil
belajar. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode
pembelajaran merupakan sebuah perencanaan yang utuh dan bersistem
dalam menyajikan materi pelajaran. Metode pembelajaran dilakukan
secara teratur dan bertahap dengan cara yang berbeda-beda untuk
mencapai tujuan tertentu dibawah kondisi yang berbeda.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwasanya metode
merupakan cara yang digunakan guru dalam mengimplementasikan
rencana pembelajaran yang telah disusun dan merupakan alat untuk
mencapai tujuan pembelajaran, metode pembelajaran lebih bersifat
prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu dalam upaya
membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara
mengajar yang efektif.
b. Metode Pembelajaran Resiprokal
Konsep metode pembelajaran reciprokal pada awalnya
dikembangkan oleh Palincsar pada tahun 1982. Pengembangan awal
pembelajaran ini pada sebuah pilot studi dimana siswa dan guru
bergiliran memimpin perbincangan tentang bagian-bagian dari sebuah
teks. Prosedurnya serupa tapi lebih ekstensif dari intervensi resiprocal
questioning yang digunakan oleh Manzo pada Tahun 1968. (Sani,
2013:265)
Selanjutnya, konsep ini diperhalus dan dioperasionalisasikan oleh
Palincsar dan Brown tahun 1984. Palincsar, dkk (Sanjaya, (2010:114))
“mengidendifikasi empat strategi dasar yang membantu siswa untuk
menyadari dan bereaksi terhadap tanda-tanda kegagalan pemahaman
yaitu : 1) Mengklarifikasi (clarifying), 2) Memprediksi (predicting), 3)
Bertanya (questioning), 4) Merangkum (summarizing) Strategi-strategi
ini memiliki dua tujuan, yaitu meningkatkan pemahaman dan memonitor
pemahaman”. Semua ini berlangsung dalam konteks investigasi,
kolaboratif kelompok kecil, yang dipertahankan, dimonitor, dan di
kendalikan oleh guru. Pada dasarnya pembelajaran resiprokal
dikembangkan oleh suatu teknik untuk membantu para guru
menjembatani para siswa yang memperlihatkan kesenjangan antara-
antara ketrampilan-ketrampilan dikoding dan ketrampilan-ketrampilan
pemahaman.
Metode reciprokal, guru hanya bertugas sebagai fasilitator dan
pembimbing dalam pembelajaran, yaitu meluruskan atau memberi
penjelasan mengenai materi yang tidak dapat dipecahkan oleh siswa.
Trianto, (2014:87) “metode pembelajaran reciprokal adalah suatu
metode belajar mengajar yang mengaktifkan peserta didik untuk
membangun pengetahuan danketerampilan serta nilai-nilai juga sikap
melalui pengalamannya secara langsung , model ini akan bermakna
tatkala peserta didik berperan serta dalam melakukan kegiatan”.
Penerapan metode pembelajaran resiprokal pada mata pelajaran
pendidikan jasmani adalah pengkontruksikan makna, dimana sifat
resiprokalnya memaksakan keterlibatan siswa dan permodelan oleh guru
menjadi contoh unjuk kerja ahli pada saat pratek mengajar, contoh guru
memberikan cara servis yang benar dalam bermain bola voli, atau guru
memberikan contoh saat menendang boal. Pengalaman pembelajaran
resiprokal memungkinkan siswa untuk mempelajari sekumpulan
pengetahuan yang berguna dan juga untuk membangun perbendaraan
strtegi-strategi yang dapat membantu mereka dalam mempelajari muatan
baru.
Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan metode pembelajaran
resiprokal adalah model pembelajaran berupa kegiatan mengajarkan
materi kepada teman. Pada model pembelajaran ini siswa berperan
sebagai “guru” untuk menyampaikan materi kepada teman-temannya.
Sementara itu, guru lebih berperan sebagai model yang menjadi
fasilitator dan pembimbing yang melakukan scaffolding. Scaffolding
adalah bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu kepada
orang yang kurang tahu atau belum tahu.
c. Manfaat Metode pembelajaran resiprokal
Manfaat utama dari metode pembelajaran resiprokal untuk melatih
kemampuan siswa yang aktif dan kreaktif dalam pembelajaran,
keterampilan berkomunikasi dan kerja kelompok dalam sebuah kegiatan
investigasi. Manfaat metode pembelajaran resiprokal ada beberapa tujuan
yang harus dicapai menurut Adi Sukardi (2007: 78) diantaranya adalah:
1) Untuk mengarahkan perkembangan dan kesehatan mental dan
emosional melalui pengembangan rasa percaya diri dan pandangan
realistic tentang dirinya, dengan membangun rasa empati dirinya
terhadap orang lain.
2) Mengembangkan keseimbangan proses pendidikan beranjak dari
kebutuhan dan aspirasi siswa sendiri, menempatkan siswa sebagai
partner di dalam menentukan apa yang ia pelajari dan bagaimana ia
mempelajarinya.
3) Mengembangkan aspek-aspek khusus kemampuan berpikir
kualitatif, seperti kreatifitas, ekspresi- ekspresi pribadi.
4) Membangun sikap berani mengambil tindakan, memutus sesuatu
pada saat yang tepat.

Berkaitan dengan manfaat metode pembelajaran resiprokal bagi siswa,


maka sebagai guru hendaknya juga turut menentukan kegiatan dalam
rangka mencapainya tujuan yang diharapkan, karena pada dasarnya tujuan
pembelajaran dapat terlaksana dengan tepat, efektif, dan efisien
sebagaimana dikatakan oleh Rustiah N. K. (2009 :12)yaitu :
1) Memotifasi siswa ke arah kegiatan yang berbungan dengan
masyarakat, dalam arti dengan kerja kelompok, siswa dapat
menerapkan teori di sekolah dalam praktik hidup sehari-hari,
disamping itu dapat mengembangkan pemikirannya ide-idenya
serta tenaga bagi masyarakat sekitar
2) Dengan melakukan kerja kelompok memberi pengalaman pada
siswa untuk mengenal kepemimpinan atau leadership, seperti
membuat rencana sebalum melakukan suatu pekerjaan,
memecahkan masalah, menyelesaikan tugas dengan kerjasama.
3) Dengan bekerja sama itu siswa dapat mengumpulkan bahan
informasi atau data yang lebih banyak tentang berbagai jenis aspek
suatu masalah dalam suatu waktu yang relative singkat.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa


manfaat dari metode pembelajaran resiprokal, untuk lebih memudahkan
proses belajar mengajar dan hasil pembelajaran yang direncanakan bisa
diraih dengan sebaik dan semudah mungkin sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai secara optimal.
d. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Resiprokal
Implementasi metode pembelajaran resiprokal pada bidang studi
Pendidikan Jasmani sangat tepat sekali, anak akan mudah menguasai dan
memahami apa yang disampaikan oleh seorang guru baik ajaran yang
berbentuk konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam mata pelajaran, baik
secara teori atau praktek di lapangan. Adapun prosedur pengajaran dalam
implementasi metode pembelajaran resiprokal ditentukan pada kegiatan
siswa, bukan pada kegiatan guru. Hal ini merupakan penerapan konsep
dasar dan metode pembelajaran resiprokal itu sendiri yaitu
mengoptimalkan aktivitas siswa, langkah awal adalah memilih bahan
pelajaran, bahan pengajaran tersebut akan mengisi proses pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar harus merumuskan apa yang harus
dilakukan siswa dan bagaimana cara mereka melakukan. Ada
berbagai macam jenis kegiatan belajar mengajar dalam mempelajari bahan
pelajaran antara lain mendengarkan, melihat, mengamati, bertanya,
mengerjakan, berdiskusi, memecahkan masalah, mendemonstrasikan,
melukiskan atau menggambarkan, mencoba, dan lain-lain. Implementasi
metode pembelajaran resiprokal terdapat prosedur untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara optimal dan seorang pendidikpun harus dapat
menggunakan metode pembelajaran resiprokal dengan tepat, efektif, dan
efisien melalui langkah-langkah metode pembelajaran resiprokal
dalam belajar mengajar berlangsung. Menurut Djamarah (2010:395)
prosedur metode pembelajaran resiprokal ini sebagai berikut:
Langkah 1 – Peragaan Awal
Bimbinglah siswa untuk belajar dengan memperagakan, mengikuti,
dan menerapkan strategi-strategi passing atas bola voli efektif di
atas selama proses latihan. Latihan salah satu gerakan dengan keras
dan peragakan empat langkah tersebut-meringkas, mengklarifikasi,
mempertanyakan,
Langkah 2 – Pembagian Peran
Dalam pembelajaran siswa di bagi secara berpasangan yang
masing-masing terdiri dari dua siswa, bebankan satu peran pada
masing-masing anggota sebagai pelatih dan satu sebagai siswa
Langkah 3 – Mempraktekan ulang secara bergantian
Siswa mempraktekan gerakan passing atas bola voli secara
bergantian. Mintalah mereka untuk menggunakan strategi-strategi
latihan, gerakan dapat dilakukan dengan mekanika tubuh yang
makin efisien, gerakan bisa dilakukan semakin lancar dan
terkontrol, pola atau bentuk gerakan semakin bervariasi, gerakan
semakin bertenaga.
Langkah 4 – Pelaksanaan
Siswa yang berperan sebagai pelatih bertugas membantu kawannya
didalam penguasaan passing atas bola voli, dengan menggunakan
kedua tangan yang diangkat ke atas lurus didepan kepala, jari-jari
tangan dibuka. Bola didorong ka arah depan atas dengan arah bola
berasal dari arah atas.
Langkah 5 – Pertukaran Peran
Peran-peran dalam kelompok harus saling ditukar satu sama lain.
Agar setiap siswa dapat melakukan pembelajaran passing atas bola
voli bola sesuai dengan model pembelajaran.

Sasaran metode resiprokal berhubungan dengan tugas dan peranan


siswa. Tugas guru meliputi:
1) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk latihan berulang
ulang dengan di dampingi oleh seorang pengamat (teman/
pasangannya).
2) Siswa menerima umpan balik.
3) Dan sebagai pengamat, siswa memperoleh pengetahuan mengenai
penampilan tugas dari pasangannya.
Peranan siswa dalam konteks tersebut, sebagai berikut:
1) Memberi dan menerima umpan balik.
2) Mengamati penampilan teman dalam pembelajaran,
membandingkan dan mempertentangkan dengan kriteria yang
ada, dan menyampaikan hasilnya kepada pelaku.
3) Menumbuhkan kesabaran dan toleransi terhadap teman.
Adapun menurut Darajat (2011:89) langkah-langkah metode
pembelajaran resiprokal dapat dilakukan dalam beberapa hal, yaitu:
1) Respons langsung terhadap petunjuk yang diberikan
2) Penampilan yang sama / seragam
3) Penampilan yang disinkronkan
4) Penyesuaian
5) Mengikuti model yang telah ditentukan
6) Mereproduksi model
7) Ketepatan dan kecermatan respons
8) Meneruskan kegiatan dan tradisi cultural
9) Mempertahankan tingkat estetika
10) Meningkatkan semangat kelompok
11) Penggunaan waktu secara efisien

Selama ini penggunaan gaya resiprokallebih banyak dilakukan dan


dipandang lebih efektif, gaya resiprokal menempatkan siswa sebagai bagian
dari suatu sistem kerja sama dalam mencapai suatu hasil yang optimal
dalam belajar.
e. Tujuan Metode Pembelajaran Resiprokal
Metode pembelajaran resiprokal biasanya digunakan dengan tujuan
agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa
melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga
pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi. Hal
itu terjadi disebabkan siswa mendalami situasi atau pengalaman yang
berbeda, waktu, menghadapi masalah-masalah baru. Disamping itu untuk
memperoleh pengetahuan dengan cara melaksanakan tugas akan
memperluas dan memperkaya pengetahuan serta keterampilan siswa di
sekolah, melalui kegiatan-kegiatan diluar sekolah itu.
Dengan kegiatan melaksanakan tugas siswa aktif belajar dan merasa
terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif
dan berani bertanggung jawab sendiri. Beberapa syarat yang harus
diperhatikan dalam gaya resiprokal yaitu:
a. Kejelasan dan ketegasan tugas.
b. Penjelasan mengenai kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi.
c. Diskusi tugas antara guru dan siswa.
d. Kesesuaian tugas dengan kemampuan dan minat siswa.
e. Kebermaknaan atau kesadaran siswa untuk melaksanakan tugas
(Roestiyah, 2015:133-134).

Trianto, (2017:89) menyatakan “metode pembelajaran resiprokal


berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal
seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,
kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri
penemuannya dengan penuh percaya diri”. Guru hanya berperan sebagai
fasilitator, penyedia “kondisi” supaya proses pembelajaran dalam upaya
memperoleh konsep pengukuran volume berlangsung benar. Beberapa pola
yang harus dikembangkan oleh guru.
f. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Resiprokal
Metode pembelajaran resiprokal yang diterapkan dalam
pembelajaran, ialah jika siswa sama sekali tidak memiliki apersepsi material
yang mendasar tentang bahan yang akan diterangkan guru. Tidak ada
pendekatan yang paling baik dan cocok untuk segala keadaan, setiap
pendekatan mempunyai keunggulan dan kelemahannya. Oleh sebab itu,
diperlukan kegigihan guru untuk mendesain pendekatan yang sesuai dengan
mata ajar yang menjadi tanggung jawab guru.
Kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran resiprokal menurt
Atmojo. (2008:67) antara lain:
1) Kelebihan metode pembelajaran resiprokal
a) Melatih kemampuan siswa dalam belajar mandiri.
b) Melatih kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat, ide
dan gagasan.
c) Meningkatkan kemampuan bernalar siswa.
d) Meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep dan
pemecahan masalah.
2) Kekurangan metode pembelajaran resiprokal
a) Siswa hanya selalu mengikuti instruksi guru sehingga kurang
kreatifitas dalam mengikuti tugas ajar dari guru.
b) Siswa tidak memiliki inisiatif dalam mengikuti pembelajaran.
c) Jika pejelasan guru terlalu rinci dan banyak biasanya siswa tidak
dapat mengingat secara keseluruhan

Mengajar metode pembelajaran resiprokal ini sangat bergantung pada


guru. Dalam hal ini guru telah memfikirkan tujuan yang akan dicapai.
Penerapan gaya resiprokal didasarkan pada beberapa aspek berdasarkan
tujuan atau situasi dan kondisi yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
Menurut Lutan (2000 : 32) gaya resiprokal dipakai apabila “(1) ingin
diajarkan keerampilan khas atau hasil yang khas pula, (2) menangani kelas
yang sukar dikendalikan karena kurang disiplin, (3) ingin dicapai kemajuan
yang lebih cepat, (4) sekelompok anak perlu bantuan khusus untuk
perbaikan”.

B. Kajian Yang Relevan


Penelitian yang relevan sangat diperlukan untuk mendukung kerangka
berpikir, sehingga dapat dijadikan sebagai patokan dalam pengajuan hipotesis
penelitian. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Maulana (2018) Dengan judul “Pengaruh
Metode pembelajaran resiprokal Terhadap Peningkatan Passing Atas Bola
Voli Peserta Ekstrakurikuler Di SMP Negeri 3 Godean”. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh belum adanya variasi latihan dalam mengajarkan
teknikPassing [Link] penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
latihan menggunakan metode pembelajaran resiprokal terhadap
peningkatanPassing Atas pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri
3 Godean. Hasil analisis menunjukan pengaruh antara latihan menggunakan
metode pembelajaran resiprokal terhadap peningkatanPassing Atas
ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 3 Godean hasil presentase meningkat
sebesar 22.55%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
metode pembelajaran resiprokal terhadap peningkatanPassing Atas bola
voli pada peserta ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Godean.
2. Hasil penelitian Muzaffar (2019) yang berjudul Model Pembelajaran
Passing Atas Bola Voli Dengan Pola Metode pembelajaran resiprokal Pada
Siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Jambi Pendidikan Jasmani secara umum
tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui
Model Pembelajaran Passing Atas Bola Voli Dengan Pola Metode
pembelajaran resiprokal Pada Penddikan Jasmani bagi Siswa kelas X SMA
Negeri 1 Kota Jambi .Peneitian ini dilakukan dengan enam kali pertemuan
terdiri dari dua siklus. Disetiap siklus 3 kali pertemuan, siklus pertama yang
direalisasikan melalui tindakan memberikan motivasi pada siswa, hasilnya
nilai rata-rata siswa 63,97% atau 60% siswa tuntas, siklus kedua yang
direalisasikan melalui tindakan hasil refleksi dari siklus 1 rata-rata nilai
siswa 70,92 atau 83% siswa tuntas. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa, (1) Dengan model pembelajaran passing atas bola voli
dengan pola metode pembelajaran resiprokal hasil belajar siswa meningkat.
(2) Dengan model pembelajaran passing atas bola voli dengan pola metode
pembelajaran resiprokal siswa aktif termotivasi dalam mengikuti
pembelajaran.

C. Hipotesis Tindakan
Penolakan atau penerimaan suatu hipotesis sangat tergantung kepada
hasil-hasil penyelidikan terhadap data-data yang terkumpul. Hipotesis adalah
suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian,
sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Sugiyono, (2019: 96), “Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana
rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pertanyaan” sedangkan menurut Arikunto (2014: 58), “hipotesis adalah suatu
jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai
terbukti melalui data yang terkumpul”. Hipotesis tindakan adalah suatu
perkiraan tentang tindakan yang diduga dapat mengatasi permasalahan
tersebut. Adapun hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah : Dengan
metode pembelajaran resiprokal dapat meningkatkan passing atas dalam
permainan bola voli pada siswa kelas X TKJ 1 SMK Amaliyah Sekadau Hilir
Kabupaten Sekadau .

Anda mungkin juga menyukai