0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Literasi Sains dan STEM di SD

Diunggah oleh

andiaisyah455
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Literasi Sains dan STEM di SD

Diunggah oleh

andiaisyah455
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

LITERASI SAINS DAN STEM DI SD

”PEMBELAJARAN IPA SD”

Di Susun Oleh:
Kelompok 9
Andi Nur Aisyah C1C123033
Nurul Qalbi C1C123071
Restiani Lapi C1C12378

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MEGAREZKY

MAKASSAR

2025
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur penulis haturkan atas kemurahan Allah
SWT yang telah memberi rahmat dan karunia yang tiada terputus serta
yang telah memberi inspirasi kepada penyusun, sehingga makalah yang
berjudul “Literasi Sains dan STEM di SD” dapat terselesaikan. Shalawat
dan salam tak lupa penyusun sampaikan kepada junjungan nabi
Muhammad SAW. Dalam kesempatan ini, penyusun ingin menghaturkan
rasa terima kasih yang dalam, kepada semua pihak yang telah membantu
memberi dukungan dan bimbingan yang sangat berharga pada
penyelesaian makalah ini, khususnya kepada Ibu Dr. Cayati [Link]., [Link].
sebagai dosen pembimbing mata kuliah ini. Kedua Teman-teman satu
kelompok atas perjuangan, pengorbanan, semangat, dan ide-ide
kreatifnya. Meski demikian, penyusun menyadari masih banyak
kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata
bahasa, maupun isi makalah sehingga penulis secara terbuka menerima
kritik dan saran positif dari pembaca.

Makassar, 15 November 2025

Penyusun

2
DAFTAR ISI

3
BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Literasi Sains dan STEM di SD

4
1. Pengertian Literasi dan Sains
Secara harfiah literasi berasal dari kata literacy yang bearti melek
huruf/gerakan pemberantasan buta huruf (Echols & Shadily, 1990). Sedangkan
istilah sains berasal dari bahasa Inggris Science yang berarti ilmu pengetahuan.
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa
fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu
proses penemuan (Depdiknas dalam Mahyuddin, 2007). Jadi, sains dapat
dijelaskan sebagai kumpulan pengetahuan tentang obyek dan fenomena alam
yang diperoleh dari pemikiran dan penelitian para ilmuwan yang dilakukan
dengan keterampilan bereksperimen menggunakan metode ilmiah (Fazilla,
2016).
Sains adalah pengetahuan yang mula-mula diperoleh dan dikembangkan
berdasarkan eksperimen dan perkembangan teori yang berbasis ilmu
pengetahuan. Literasi sains difokuskan untuk pengetahuan siswa dalam
penggunaan konsep sains, berpikir kritis, serta membuat keputusan untuk
menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan. literasi sains Indonesia naik
menjadi peringkat 67. Literasi membaca, literasi matematika, dan literasi sains
merupakan bidang literasi yang menunjukkan penurunan terbesar (Sulistina et
al., 2024).
Literasi Sains merupakan kemampuan siswa dalam menggunakan
pengetahuan sains untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan
baru, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menyimpulkan sesuai dengan bukti-
bukti ilmiah. Dalam hal ini literasi sains secara lebih khususnya yaitu
kemampuan untuk memahami sains dan mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Domain literasi sains dalam penelitian ini terdiri dari pengetahuan,
kompetensi, dan konteks sains. Untuk mengukur kemampuan literasi sains
siswa, maka menggunakan instrumen soal tes pilihan ganda. Untuk mengetahui
tingkat kemampuan literasi sains siswa. Kemampuan literasi sains siswa diukur
sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan STEM. Menurut Suryandari
(2018) sistem pembelajaran STEM terintegrasi dengan beberapa ilmu, yaitu:
sains, teknologi, teknik, dan matematika (Astuti et al., 2023).
Literasi memiliki arti sebagai keterampilan membaca dan menulis
seseorang. Berikutnya pengertian literasi dapat dikembangkan menjadi
kemampuan berbahasa yang terdiri atas kemampuan membaca, kemampuan
menulis, kemampuan berbicara, dan kemampuan menyimak. Menurut Eisner,
literasi adalah cara yang digunakan seseorang untuk menemukan dan
menciptakan makna dari segala bentuk representasi yang berada di lingkungan
sekitar. C. Luke berpendapat bahwa literasi merupakan keterampilan seseorang
dalam menggambarkan pengetahuan secara integratif, tematik, multimodal, dan
interdisipliner (Ii & Sains, 2018).
2. Pengertian Sains, Technology, Engineering dan Mathematics di SD
Istilah STEM dikenalkan oleh NSF (National Science Foundation) Amerika
Serikat pada tahun 1990-an sebagai singkatan untuk “Science, Technology,
Engineering, & Mathematics”. Pendekatan STEM merupakan suatu pendekatan
pengajaran dan pembelajaran antara dua atau lebih dalam komponen STEM atau
antara satu komponen STEM dengan disiplin ilmu lain. Pengintegrasian
pendekatan STEM dalam pengajaran dan pembelajaran boleh dijalankan pada
semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai universitas, karena
aspek pelaksanaan STEM seperti kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan desain
tidak tergantung kepada usia (Sulistina et al., 2024).

5
Dalam pendidikan STEM (Sains, Technology, Engineering, and
Mathematics), masalah dunia nyata diselesaikan dengan mengintegrasikan studi
sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pendidikan STEM mengajarkan siswa
bagaimana menggabungkan ide dan prinsip dari sains, teknologi, teknik, dan
matematika untuk mengembangkan sistem, proses, dan produk yang
meningkatkan kualitas keberadaan manusia (Suwardi, 2021). Pendekatan
inovatif untuk pengajaran yang dikenal sebagai pembelajaran STEM
menempatkan fokus pada kreativitas dan prosedur substantif. Dimasukkannya
proses rekayasa memberi arti pada strategi pembelajaran ini (Torlakson, 2014).
Siswa belajar lebih efektif dengan mengembangkan keterampilan pemahaman
konseptual mereka sambil berpartisipasi dalam proses rekayasa. Pembelajaran
STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) sangat efektif diterapkan di
sekolah dasar karena menggabungkan empat disiplin ilmu (Sukmana, 2017).
3. Pengertian STEM Menurut beberapa ahli
Mengajar menggunakan pendekatan STEM merupakan strategi yang
bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didik, sekaligus
memperkenalkan mereka terhadap keterampilan yang penting untuk pekerjaan di
masa depan. STEM mencakup pemahaman tentang teknik, teknologi, sains, dan
matematika serta kemampuan untuk menerapkannya dalam berbagai konteks.
Pendekatan STEM merupakan kombinasi antara sains, teknologi, teknik, dan
matematika ke dalam suatu kurikulum sebagai satu kesatuan yang dapat
membantu siswa dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalahnya untuk
mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan kerja kehidupan nyata.
Pendekatan STEM dapat membantu siswa menggunakan pengetahuan
mereka untuk mendesain dan menyusun sesuatu dengan teknologi untuk
memecahkan masalah lingkungan. Melalui integrasi pengetahuan, ide, dan
keterampilan secara sistematis, pendekatan STEM dalam pembelajaran dapat
membantu siswa belajar dengan lebih baik dan meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah mereka. Pembelajaran di bidang sains, teknologi, teknik,
dan matematika (STEM) adalah jenis pembelajaran yang mampu memadukan
pengetahuan akademik dengan pengetahuan praktis yang dapat digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang menerima pendidikan STEM diharapkan
memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, berpikir logis, menguasai
teknologi, dan dapat mengaitkan pembelajaran mereka dengan budaya.
4. Tujuan Pendidikan STEM
Tujuan pendidikan STEM dalam konteks (Sulistina et al.,
2024)pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut (Bybee, 2013): a)
Siswa harus mampu mengenali pertanyaan dan masalah dalam kehidupan sehari-
hari, menjelaskan fenomena alam, membuat solusi, dan menarik kesimpulan
berdasarkan bukti yang dihasilkan oleh kecerdikan manusia; b) Siswa harus
menyadari bagaimana bidang STEM berbeda dari jenis pengetahuan, inkuiri, dan
solusi yang dirancang manusia lainnya; c) Siswa harus memiliki pemahaman
dasar tentang bagaimana disiplin STEM memengaruhi konteks fisik, intelektual,
dan budaya; d) Siswa harus termotivasi untuk menggunakan konsep dari sains,
teknologi, teknik, dan matematika untuk mengatasi masalah STEM (seperti
efisiensi energi, kualitas lingkungan, dan sumber daya alam yang terbatas)
sebagai warga negara yang positif, penuh kasih, dan reflektif.
Selain itu, pembelajaran STEM di sekolah dasar berupaya membantu anak-
anak meningkatkan kemampuan abad 21 dan literasi STEM mereka. Siswa
diminta untuk mengembangkan kompetensi teknik melalui pembelajaran STEM,
termasuk keterampilan investigasi dan pemecahan masalah (Khoeriyah, N., &
Mawardi, 2018). Pembelajaran STEM dapat menginspirasi siswa untuk
menggunakan teknik dalam mengembangkan sesuatu yang baru di sekolah dasar.
Proses rekayasa terkait langsung dengan kompetensi abad 21 dalam pendidikan

6
STEM. Keterampilan 4C yakni Berpikir Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, dan
Kreativitas dapat digunakan dalam proses pembelajaran STEM di sekolah dasar
(National Education Association., 2011). Melalui keterampilan-keterampilan ini
potensi siswa di Indonesia diharapkan akan meningkat menjadi lebih baik
(Irmayani, 2023).
5. Implementasi Pendekatan STEM Terhadap Literasi Sains
Penggunaan teknik pengumpulan data berupa wawancara, jurnal reflektif,
catatan lapangan, dan tes literasi [Link] strategi PBL Dalam penelitian
ini digunakan strategi PJBL dengan membuat alat pendeteksi banjir sederhana.
Penelitian ini menggunakan media pembelajaran berbasis komputer berupa
laboratorium virtual dengan menggunakan adobe flash CS 6.0. Laboratorium
virtual yang dikembangkan menampilkan eksperimen dengan tiga indikator
pencemaran air: kekeruhan air sebagai indikator fisik, nilai pH sebagai indikator
kimia, dan bakteri patogen sebagai indikator biologis. Berbagai model dapat
digunakan untuk menerapkan STEM, salah satunya adalah model 6E Learning
by DesignTM, yang memadukan pembelajaran inkuiri dan desain. Bahan ajar
tersedia secara online dan offline dalam bentuk e-book. Pada bagian teknologi,
pemanfaatan teknologi pada bahan ajar ini berupa penggunaan video
pembelajaran yang berasal dari youtube dan menggunakan virtual lab. Pada
penelitian ini yang akan dikembangkan berupa Lembar Kerja Siswa (e-LKPD)
dengan menggunakan software 3D Pageflip Professional. Cergam adalah bahan
ajar yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Pengembangan alat peraga
yang didasarkan pada STEM yang menekankan penggunaan ilmu pengetahuan,
teknologi, rekayasa, dan matematik dalam kegiatan pembelajaran tentang materi
elektrolit dan non-elektrolit.

Anda mungkin juga menyukai