Saudara Mahasiswa UT yang berbahagia, karena materi sesi 5 ini berisi materi tentang menulis
karya ilmiah makan kita isi ruang diskusi ini untuk berlatih . Berikanlah pendapat Anda
berkaitan dengan tugas-tugas berikut ini. Teman lain tetap dapat memberi pendapat atau feed
back/balikan atas jawaban teman lainnya.
1. Jelaskan perbedaan penggunaan tanda pisah dan tanda hubung sertakan contoh penggunakan
kedua tanda tersebut pada sebuah kalimat.
2. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1) Wati suka membeli bika Ambon
Salah.
2) Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen
Benar.
3) Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA
Salah.
4) Ibu Nana dari mana? “kata Wati”
Salah.
5) Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.
Salah.
6) Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.
Salah.
Berdasarkan kalimat-kalimat di atas, analisislah dengan memberikan jawaban benar atau salah
pada masing-masing nomor tersebut terkait dengan penggunaan huruf kapital dan tanda
petik. Jawaban sertakan dengan teori pendukung.
Selamat Berdiskusi!
[Link]
Yth. Ibu fitri sri wardani
Saya akan menjawab diskusi 5 ini.
1. A) Penggunaan Tanda Baca Hubung (-)
1. Menyambung Huruf Kata dan Penulisan Tanggal
Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf dari kata yang dieja satu per satu dan
digunakan juga pada penulisan tanggal.
Contoh:
R-u-a-n-g-g-u-r-u
19-08-1998
2. Menyambung Suku
Tanda hubung berfungsi untuk menyambung suku dari kata dasar dan imbuhan yang terpisah
oleh pergantian baris.
Contoh:
– Ririn membeli baju lengan pan-
jang di Pasar Tanah Abang.
Pengecualian terhadap pemotongan suku kata jika huruf terakhir pada kata tersebut ialah huruf
vokal
Contoh
Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik itu
seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.
Bukan:
Sejak diperketatnya aturan tersebut, para pemudik i-
tu seperti kesulitan mencari celah untuk pulang kampung.
3. Memperjelas Hubungan
Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan serta penghilangan
bagian kelompok kata.
Contoh:
ber-evolusi
4. Menyambung Unsur Kata Ulang
Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata yang berulang.
Contoh:
mondar-mandir, kanan-kiri
anak-anak, kuda-kuda
5. Merangkai Kata Depan dengan Huruf Kapital
Tanda hubung juga dipakai untuk merangkai:
(a) se- dengan kata selanjutnya dengan awalan kapital,
(b) ke- dengan angka,
(c) angka dengan –an,
(d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan
(e) nama jabatan rangkap.
Contoh:
se-Jawa Barat
era 90-an
mem-PHK-kan
Menteri-Sekretaris Negara
6. Merangkai Unsur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Asing
Contoh: Dia menata rambutnya se-stylish mungkin.
B) Penggunaan Tanda Pisah (—)
Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat
Contoh: Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai.
Mengapit keterangan atau penjelasan yang merupakan bagian utama kalimat dan bisa
saling menggantikan dengan bagian yang dijelaskan
Contoh: Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama
jalan di beberapa kota di Indonesia.
Digunakan di antara dua bilangan, tanggal (hari, bulan, tahun), atau tempat yang berarti
'sampai dengan' atau 'sampai ke'.
Contoh: Tahun 2019—2022
2. 1) Wati suka membeli bika Ambon
Salah. Kata Ambon pada frasa bika ambon tidak menggunakan huruf Kapital, penulisan yang benar
adalah Wati suka membeli bika ambon
2) Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen
Salah. Kapitalisasi pada “Ibu” dan “Bapak” dapat dianggap benar jika merujuk pada gelar atau dalam
konteks formal sebagai tanda penghormatan. Namun, “Dosen” tidak perlu dikapitalisasi kecuali jika
merujuk pada gelar spesifik atau bagian dari nama. Jadi penulisan yang benar adalah Kita harus selalu
menghormati Ibu dan Bapak dosen
3) Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA
Salah. Kata “Tenggelamnya Kapal van Der Wijck” merupakan judul karya sastra, sehingga huruf
awalnya harus kapital. Nama pengarang, HAMKA, juga harus kapital karena merupakan nama
orang, tapi di awal kata saja. Penulisan yang benar adalah Saya telah membaca novel
Tenggelamnya Kapal van der Wijck karya Hamka
4) Ibu Nana dari mana? “kata Wati”
Salah. Karena kalimat Ibu Nana dari mana? adalah kalimat dialog yang seharusnya diapit oleh
tanda kutip. Sedangkan kalimat kata Wati merupakan dialog tag yang seharusnya ditulis dengan
huruf kecil di awal kata. Dialog tag tidak boleh menggunakan huruf kapital. Penulisan yang benar
adalah “Ibu Nana dari mana?” kata Wati
5) Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.
Salah. Kata “Undang-Undang” merupakan nama jenis dokumen resmi, sehingga huruf awalnya
harus kapital. Penulisan yang benar adalah Pada tahun 2005, Undang-Undang Guru dan Dosen
sudah diresmikan
6) Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.
Salah. Nama “Sungai Bengawan Solo” adalah nama geografis, sehingga kata “Sungai” juga
memerlukan huruf kapital karena termasuk satu kesatuan kalimat. Penulisan yang benar adalah
Saksi bisu pertemuan kita adalah Sungai Bengawan Solo
Demikianlah jawaban yang dapat saya sampaikan, terimakasih.
Wassalamualaikum,[Link]
REFERENSI:
[Link]
[Link]