0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Pemetaan Toko Indomaret di Ternate

Dokumen ini membahas tentang sistem informasi pemetaan lokasi Indomaret di Kota Ternate, dengan referensi dari berbagai penelitian terkait. Selain itu, dijelaskan juga tentang sistem informasi geografis (SIG) yang mengelola data lokasi dan komponen-komponennya. Kota Ternate, sebagai lokasi studi, memiliki sejarah perdagangan rempah-rempah dan perkembangan sebagai kota industri.

Diunggah oleh

Surasimin Abas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Pemetaan Toko Indomaret di Ternate

Dokumen ini membahas tentang sistem informasi pemetaan lokasi Indomaret di Kota Ternate, dengan referensi dari berbagai penelitian terkait. Selain itu, dijelaskan juga tentang sistem informasi geografis (SIG) yang mengelola data lokasi dan komponen-komponennya. Kota Ternate, sebagai lokasi studi, memiliki sejarah perdagangan rempah-rempah dan perkembangan sebagai kota industri.

Diunggah oleh

Surasimin Abas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Agafonkin, V. (28 Juli 2024).

Pustaka JavaScript sumber terbuka

untuk peta interaktif yang ramah

seluler. [Link]

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terkait

Judul pada tugas akhir ini yaitu “Sistem Informasi Pemetaan Toko Indomaret di Kota

Ternate” didalamnya membahas tentang memudahkan masyarakat dalam mengetahui

informasi lokasi Indomaret di Kota Ternate. Adapun beberapa studi sejenis yang menjadi

referensi pada tgas akhir ini dapat dilihat pada tabel 2.1.

Tabel 2. 1 Penelitian Terkait

No Nama dan Tahun Judul Hasil


1 Muhammad Sistem Informasi Adapun hasil sistem informasi
Abdul Fajri, Ardi Geografis Untuk geografis untuk penentuan lokasi
Wijaya (2021) Penentuan Lokasi Indomaret di Kota Bengkulu berbasis
Indomaret di Kota android adalah dapat menrapkan
Bengkulu Berbasis sistem informasi geografis pada
Android. pencarian lokasi Indomaret di Kota
Bengkulu, sehingga terdapat 2
kategori pencarian lokasi Indomaret
yaitu regular dan 24 jam.
2 Selamat Riyandi, Sistem Informasi Hasil pemetaan menunjukkan
Akhmad Irsyad, Geografis Lokasi distribusi spasial yang signifikan dari
Ferryza Pmetaan Indomaret di toko Indomaret di Kecamatan
Nurwahyu, Kecamatan Tenggarong. Peta
Albygael Rifal Tenggarong Berbasis memvisualisasikan titik lokasi setiap
Nifansa (2023) Quantum GIS. toko dengan jelas, mengidentifikasi
pusat-pusat kluster dan area yang
mungkin belum tercakup dengan
baik olehjaringan toko saat ini.
Temuan ini memberikan wawasan
penting terkait dengan strategi
penempatan toko dan menciptakan
dasar untuk analisis lebih lanjut.
3 Intan Anggrenia, Sistem Informasi Mempermudah masyarakat umum
Adhie Thyo Geografis Pemetaan untuk pencarian lokasi UMKM yang
Priandika, Yuri UKM di Propvinsi ada di Provinsi Lampung secara
Rahmanto Lampung Berbasis online, sehingga dapat dengan cepat
(2022) Web Pada UPTD mengetahui melalui smartphone
PLUT KUMKM masing-masing. Proses membuat
Provinsi Lampung sistem menggunakan metode
Waterfall berbasis web,
menggunakan bahasa pemrograman
PHP serta menggunakan framework
laravel sebagai kerangka kerja.
4 Syafri Aprudi, Sistem Informasi SIG yang dirancang dan dihasilkan
Mardi Murahman Geografis Pemetaan dapat menggambarkan dan
(2022) UMKM di Kota memberikan informasi mengenai
Lubuklinggau pemetaan UMKM di Kota
Berbasis Web. Lubuklinggau dan sistem informasi
ini juga dapat mnampilkan informasi
yang diperlukan untuk mengetahui
keberadaan lokasi UMKM yang
tersebar.
5 Ely Nuryani, Perancangan Sistem Implementasi SIG badan usaha
Ramdani Informasi Geografis penyedia jasa konstruksi dapat
Budiman, Iqbal Badan Usaha di LPJK mmudahkan pemilik Perusahaan
Fernando, Fina Provinsi Banten jasa melakukan pendaftaran dengan
Handayani mudah, dengan menggunakan
(2023) sistem ini pemilik badan usaha dapat
mempromosikan usaha jasa
konstruksinya secara luas kepada
lembaga pemerintahan.

2.2. Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan kombinasi antara prosedur kerja informasi, orang, dan

teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Dalam dunia teknologi sistem informasi yaitu kombinasi dari berbagai unit yang dikelola

oleh orang dalam suatu organisasi yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak,

jaringan untuk menciptakan, mengubah dan menyebarkan informasi ke public (Novita,

2021). Albaar, (2021) memaparkan sistem informasi merupakan suatu perangkat kerja

dengan sumber daya manusia dan komputer untuk dikoordinasikan untuk mengubah dan

memasukkan data menjadi informasi dengan tujuan mencapai sasaran suatu organisasi

Sistem informasi adalah sistem didalam suatu organisasi kegiatan strategi dari

suatu organisasi dan penyediaan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan (Jugiyanto, 1995). Menurut Laudon dalam Albaar, (2021) sistem informasi

merupakan komponen-komponen yang saling berhubungan bekerja sama untuk

mengumupukan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung

pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran

aktivitas didalam perusahaan.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi

merupakan suatu unit prosedur kerja yang dikombinasikan dengan perangkat teknologi

dan informasi yang dikerjakan atau dikelola oleh orang dalam suatu organisasi untuk

mencapai tujuan organisasi.

2.3. Kota Ternate

Secara etimologi, Ternate berasal dari tiga suku kata yaitu tara no ate yang berarti

turun kebawah dan pikat dia. Maksudnya turun dari tempat yang tinggi (dataran tinggi)

untuk mengikat para pendatang supaya mau menetap di wilayah ini (Ternate) (Hasim,

2019). Bangsa Portugis sebelum mengunjungi Kota Ternate mereka menyebut Kawasan

ini dengan kepulauan rempah-rempah (as ilhas de crafo). Setelah merekat datang ke sini

pada awal abad ke-16, barulah diketahui nama asli Kawasan kepulauan ini sebagai

molluco. Jumlah pulau yang begitu banyak, bangsa Portugias menamakannya mollucas.

Kemudian bangsa Belanda yang tiba hampir seabad menyebut kepulauan ini sebagai

molluken yang kini bernama Provinsi Maluku Utara (Putri, 2023).

Kota Ternate adalah salah satu kota di Provinsi Maluku Utara. Kota Ternate

merupakan salah satu waterfront city di Indonesia yang awalnya dikenal dalam Sejarah

dunia sebagai pusat perdagangan rempah-rempah skala internasional di abad ke-16 silam.

Selama menjadi Kotamadya, Ternate telah menunjukkan perkembangan sebagai kota

perdagangan dan industri serta kemajuan yang cukup pesat dalam penyelenggaraan

pemerintah, pelaksana Pembangunan dan pelayanan kepada Masyarakat (Putri, 2023).


Menurut Ensiklopedia dunia, Kota Ternate adalah kota yang berada di bawah kaki

gunung Api Gamalama. Kota Ternate terletak di antara 3 o Lintang Selatan serta 124-129o

Bujur Timur. Sebagai kota kepulauan, Kota Ternate terdiri dari 8 pulau, yakni Pulau

Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau, Pulau Tifure yang berpenduduk. Sedangkan

terdapat tiga pulau lain seperti Pulau Maka, Pulau Mano, dan Pulau Gurida merupakan

pulau yang berukuran kecil yang tidak berpenghuni. Luas wilayah Kota Ternate 5.795,4

km2 terdiri dari luas perairan 5.544,55 km2 dan luas daratan 250, 85 km2.

2.4. Sistem Informasi Geografis

Di era teknologi saat ini sistem informasi geografis atau SIG telah menjadi alat

penting dalam mengelola dan memvisualisasikan data yang berkaitan dengan lokasi

geografis. Sistem informasi geografis (SIG) merupakan sebuah revolusi dalam cara kita

memahami dan mengelola informasi geografis. SIG adalah sistem yang dirancang untuk

mengumpulkan, menyimpan, mengolah, menganalisis dan memvisualisasikan data yang

georeferensi yaitu data yang terkait dengan lokasi tertentu di permukaan bumi. Dengan

kemampuan untuk mengembungkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data yang

Data spasial dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti peta analog, data raster, data

vektor, data penginderaan jauh, dan data dari peta rupa bumi. terkait dengan lokasi

geografis SIG telah membuka jendela baru dalam memahami dunia (Mukhlis, 2023).

Sistem informasi geografis atau biasa disebut dengan SIG merupakan sebuah

perangkat dalam pemetaan serta manajemen informasi berbasis geografis. Malalui

perangkat SIG dapat dilakukan visualisasi keadaan bumi secara nyata (real-word) menjadi

suatu gambar. SIG dapat membantu untuk memahami konsep-konsep fenomena dari

sebuah alam terkait aspek geografis sehingga memudahkan kita untuk mengambil sebuah

Keputusan perencanaan maupun pengelolaan sesuai dengan kebutuhan (Rasyid, 2023).


Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi

geografis atau SIG adalah sebuah teknologi yang menggabungkan aspek geografis

dengan teknik analisis data dengan mengenal, menyimpan, dan memvisualisasikan data

untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam mengenai berbagai fenomena.

2.4.1. Komponen Sistem Informasi Geografis

Ada beberapa komponen utama sistem informasi geografis (SIG) sebagai berikut:

(Joshi, 2002).

1. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras dalam sistem informasi geografis (SIG) mencangkup komputer dan

peralatan yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan

memvisualisasikan data geografis. Ini termasuk server, computer desktop, laptop,

perangkat GPS, dan perangkat sensor remote sensing. Perangkat keras ini harus

cukup kuat untuk mengelola volume besar data yang dihasilkan dan diproses oleh

aplikasi SIG.

2. Perangkat lunak (Software)

Perangkat lunak SIG adalah inti dari fungsionalitas sistem memungkinkan pengguna

untuk memanipulasi menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis. Ini

termasuk software pemetaan, analisis spasial, dan manajemen database. Perangkat

lunak SIG berupa program-program pendukung kerja SIG seperti input data, proses

data, dan ouput data. Beberapa contoh perangkat lunak SIG yang popular adalah

ArcGIS, QGIS, dan Google Earth. Setiap perangkat lunak memiliki fitur unik dan

spesifik tergantung pada kebutuhan pengguna.

3. Data Geografis

Data adalah unsur penting dalam SIG. data geografis mencakup informasi lokasi

(seperti, koordinat geografis) dan atribut (informasi tambahan tentang lokasi


tersebut). Data ini bisa beruba vector, yang menyimpan data dalam bentuk titik,

garis, dan poligan. Atau raster, yang menyimpan data dalam bentuk sel grid. Data

dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk survei lapangan, pengendara jauh

dan database publik.

4. Sumber Daya Manusia

Komponen terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah sumber daya manusia.

Keberhasilan implementasi SIG sangat bergantung pada keahlian dari para

professional yang mengoperasikannya. Ini termasuk ahli geografis, analisis data,

insinyur, dan ilmuan yang mempunyai kemampuan dalam SIG. pemograman,

analisis data, dan interpretasi hasil, setiap komponen ini memiliki peran penting dan

saling terkait dalam memastikan fungsi SIG berjalan dengan efisien. Integrasi yang

harmonis, antara perangkat keras, perangkat lunak, data, metide, dan sumber daya

manusia adalah kunci untuk memaksimalkan potensi penuh dari SIG dalam

berbagai aplikasi Praktis.

2.4.2. Basis Data Sistem Informasi Geografis

Perangkat lunak basis data SIG harus memberikan fungsi penelusuran/query data

atribut unyuk memperoleh dan mengetahui posisi spasial serta penelusuran posisi spasial

untuk memperoleh/mengetahui data atribut. Basis data SIG adalah suatu kumpulan

sususan informasi unsur-unsur geografis serta hubungan atau relasinya. Basis data yang

digunakan dalam sistem informasi geografis meliputi data spasial dan non spasial.

1. Data Spasial

Data spasial menyajikan lokasi geografis suatu kenampakan muka bumi (feuture)

dalam bentuk titik, garis polygon. kota dapat memantau dan mengelola infrastruktur

secara lebih efisien Ditinjau dari segi penyimpanan data, sistem informasi geografis

terdiri dari dua jalur konspetual yaitu, sistem vector (vector based system) dan
sistem raster (raster based system), Data spasial dapat diperoleh dari berbagai

sumber, seperti peta analog, data raster, data vektor, data penginderaan jauh, dan

data dari peta rupa bumi.

a. Sistem Data Vektor

Pada sistem ini, semua unsur-unsur geografis disajikan dalam tugas konsep

topologi, titik (point), garis (arc), dan area (polygon). Unsur-unsur tersebut disimpan

dalam bentuk padangan koordinat, sehingga letak titik, garis, dan area dapat

digambar sedemikian akurat. Bentuk penampakan (feature) titik, garis dan area

dihubungkan dengan data atribut menggunakan suatu pengenal (identity/user-ID).

b. Sistem Data Raster

Mode data raster menampilkan, menempatkan dan menyimpan data keruangan

dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid.

Data raster memberikan informasi keruangan apa yang terjadi dimana saja dalam

bentuk gambaran yang digenelarisir. Data raster dihasilkan dari sistem

penginderaan jauh dan sangat baik untuk mempresentasikan batas-batas yang

berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembapan tanah, suhu, dan lain-lain.

Peta raster adalah peta yang diperoleh dari fotografi suatu areal, foto satelit atau

foto permukaan bumi yang diperoleh dari komputer.

2. Data Non Spasial

Data non spasial adalah data yang dimiliki oleh objek untuk menempatkan data

spasial dalam konteks yang lebih luas, namun tidak berhubungan dengan lokasi.

2.5. Indomaret

Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan

sehari-hari. Indomaret didirikan pada tahun 1988, oleh PT. Indomarco Prismatama. Pendiri

Indomaret sendiri bernama Soedono Salim atau Liem Sioe Liong yang lahir di Tiongkok
pada tahun 1916. Hingga bulan februari 2024, Indomaret memiliki 22.414 gerai yang

tersebar luas hampir keseluruh Indonesia. Jenis pelayanan yang baik serta moto “mudah

dan hemat” menjadikan Indomaret sebagai perusahaan unggul dalam bisnis retail yang

dijalaninya.

Sejak bulan Oktober 2020 Indomaret resmi membuka cabang di Kota Ternate.

Hingga saat ini Indomaret sudah membuka 46 gerai yang tersebar dihampir seluruh

Kelurahan. Berikut nama dan alamat toko Indomaret yang ada di Kota Ternate, dapat

dilihat pada tabel 2.5.

Tabel 2.5. nama dan alamat toko Indomaret

NO Nama Alamat

1 Bandara Sultan Babullah 2 Akehuda

2 Bandara Sultan Babullah Akehuda

3 Batu Angus Tafure 555 Tafure

4 Raya Batu Angus 170 Sango

5 Batu Angus Sango

6 Dufa-Dufa Dufa-Dufa

7 AM Kamarudin Sangadji

8 Toboleu Koloncucu

9 Pemuda Salero

10 Pemuda Salero Salero

11 Sultan Babullah Salero

12 SPBU Kampung Makassar Kampung Makassar

13 Sultan Khairun Kampung Makassar

14 Sultan Babullah 22 Kampung Makassar

15 Rambutan Kampung Makassar


16 Pahlawan Revolusi 03 Gamalama

17 Gamalama Jatiland Gamalama

18 Jatiland Gamalama

19 Santiong Santiong

20 Kayu Manis Moya

21 Pattimura 45 Kalumpang

22 Pahlawan Revolusi 11 Falajawa

23 Cengkeh Afo Kalumpang

24 Kapitan Pattimura Kalumpang

25 Zainal Abidin Syah 43 Kota Baru

26 Hasan Esa Kampung Pisang

27 Cempaka Tanah Tinggi

28 Yos Sudarso Maliaro Maliaro

29 Sweering Mangga Dua Mangga Dua

30 Mangga Dua 214 Mangga Dua

31 Mangga Dua Baru Managga Dua

32 Raya Jati Jati

33 Jati Metro Jati Metro

34 Jati Perumnas Jati Perumnas

35 Bastiong Talangame Bastiong

36 Ubo-Ubo Tabona

37 Bastiong Karance Bastiong

38 Pasar Inpres 12 Bastiong

39 Tugu Makugawene Kalumata


40 Santo Pedro Kalumata

41 Folaraha Kalumata

42 Ngade Ngade

43 Pertamina Fitu Fitu

44 Raya Sasa Sasa

45 Jambula Jambula

46 Perikanan Kota Baru Kota Baru

2.6. Leaflet Javascript Library

Leaflet atau javascript library terpopuler yang bersifat open source untuk membuat

peta interaktif yang mobile friendly. Leaflet dapat dikatakan suatu alternatif baru

pembuatan

peta online yang ringan, open source, compatible baik pada desktop maupun mobile.

Dibandingkan Map API lainnya seperti openlayer, GMAP API, ArcGIS JS API, atau

MapboxAPI. Leaflet memiliki keunggulan dalam kecepatan akses dan ukuran berkas yang

kecil. Meskipun memiliki ukuran berkas yang kecil, leaflet memiliki fungsi web mapping

yang cukup lengkap. menampilkan peta web bersusun yang dihosting di server publik,

dengan lapisan bersusun opsional Fungsionalitas leaflet ini dapat ditingkatkan dengan

menggunakan plugin yang tersedia secara cuma-cuma.

2.7. Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu

melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda,

mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar

komputer. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi.
Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala

yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya

(Thariq, 2020).

Pada peta terdapat keterangan skala. Skala adalah besarnya reduksi yang diambil

untuk peta yang dibuat terhadap areal permukaan bumi yang sesungguhnya, yaitu

perbandingan jarak antara dua buah titik pada peta terhadap jarak antara kedua titik

tersebut pada keadaan sebenarnya. Penentuan skala peta didasarkan pada tingkat

ketelitian dan banyaknya informasi yang dibutuhkan mengenai keadaan daerah yang

dipetakan pada ukuran gambar-gambar yang harus dimasukkan dalam peta dan pada

tujuan dari pemetaan tersebut (Yasri, 2001).

2.8. Koordinat

Sistem koordinat adalah sekumpulan aturan yang menentukan bagaimana

koordinat-koordinat yang bersangkutan mempresentasikan titik-titik. Aturan ini biasanya

mendefinisikan titik asal serta beberapa sumbu koordinat yang digunakan untuk mengukur

jarak dan sudut sehingga menghasilkan koordinat (Yasri, 2001).

Koordinat pada peta merupakan salah satu unsur penting, karena koordinat

menunjukkan lokasi absolut di bola bumi. Koordinat dalam peta tematik dapat digunakan

dengan dua cara yaitu, pertama koordinat lintang dan bujur, dan kedua koordinat x dan y

atau dikenal dengan sistem UTM, menggunakan pedoman pada koordinat Universal

transverse Mercator (Yasri, 2001).

2.9. Polygon

Polygon terdiri dari dua kata, poly yang artinya banyak dan ganos yang berarti,

sudut. Polygon merupajan metode pengukuran luas, dimana titik atau garis awal dan titik

atau garis akhir pengukuran akan bertemu dalam satu titik yang sama, dan akan
membentuk segi banyak yang tertutup. Polygon biasanya digunakan untuk pengukuran

luas pemukiman, luas lahan, luas kepemilikan rumah (Sutiawan, 2022).

2.10. Monitoring

Monitoring (pemantauan) merupakan suatu proses atau kegiatan pengumpulan data

serta menganalisa informasi dari penerapan suatu program termasuk mengecek secara

terus menerus dan regular untuk melihat apakah kegiatan atau program yang dibuat

berjalan dengan yang diharapkan dan sesuai dengan rencana sehingga masalah yang

dilihat dan ditemui dapat segera langsung diatasi sehingga meminimalisir masalah yang

lebih besar terjadi Media monitoring untuk melakukan pencarian dan analisis informasi

yang tersedia di media cetak atau digital (Wijaya, 2023).

Monitoring (pemantauan) adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai

kesadaran tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tinggi dilakukan agar

dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan kearah tujuan

atau menjauh dari itu. Monitoring memberikan informasi tentang status dan

kecenderungan bahwa pengukuran dan evaluasi yang diselesaikan berulang dari waktu ke

waktu. Pemantauan umumnya dilakukan untuk tujuan tertentu, untuk pemeriksaan

terhadap proses objek atau untuk mengevaluasi kondisi atau kemajuan menuju tujuan

hasil manajemen atas efek tindakan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk

mempertahankan manajemen yang sedang berjalan (Wijaya, 2023).

2.11. Web

Word Wide Web atau (WWW) atau juga dikenal dengan web adalah salah satu

layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet. Web ini

menyediakan informasi bagi pemakaian komputer yang terhubung ke internet dari sekedar

informasi “sampah” atau informasi yang tidak berguna sama sekali sampai dengan yang

serius, dari informasi yang gratisan sampai dengan informasi yang komersial. Website
atau situs dapat diartikan sebagai Kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk

menampilkan informasi teks, gambar atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari

semuanya, itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian

bangunan yang saling terikat dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-

jaringan halaman (hyperlink) (Abdullah, 2018).

2.12. HTML

HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah

halaman web dan menampilkan berbagai informasi didalam sebuah browser internet.

Bermula dari sebuah Bahasa yang sebelumnya banyak digunakan didunia penerbitan dan

percetakan yang disebut dengan SGML. HTML adalah sebuah standar yang digunakan

secara luas untuk menampilkan halaman web dan HTML kini merupakan standar internet

yang saat ini dikendalikan oleh Word Wide Web Consortium (W3C), Kecuali untuk tag

hyperlink, yang sangat dipengaruhi oleh SGMLguid, in-house Standard Generalized

Markup Language (SGML) berbasis format dokumen di CERN. Sebelas elemen ini masih

ada di HTML 4 (Abdullah, 2018). Contoh gambar Scrip HTML dapat dilihat pada gambar

2.1.

Gambar 2. 1 Script Html


2.13. Hypertext Preprocessor (PHP)

Hypertext Preprocessor (PHP) pertama kali dibuat oleh Rumus Lerdorf pada tahun

1995. Pada tahun itu Hypertext Preprocessor (PHP) adalah sekumpulan script yang
digunakan untuk mengolah data form dari web. Saat ini, Hypertext Preprocessor (PHP)

merupakan kepanjangan “PHP: Hypertext Preprocessor” adalah sebuah Bahasa script

berjenis serveside yang menyatu dengan HTML. Sinteks dan perintah-perintah yang

dimasukkan akan sepenuhnya dijalankan dan dikerjakan oleh server dan disertai pada

halaman HTML biasa Hypertext Preprocessor (PHP) bertujuan untuk membuat aplikasi-

aplikasi yang dijalankan diatas teknologi web (Abdullah, 2018).

2.14. Casecading Style Sheet (CSS)

Casecading style sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa standar pemograman

web. Style sheet merupakan feature yang sangat penting dalam membuat dinamik HTML.

Style sheet merupakan tempat dimana anda mengontrol dan mengatur style yang ada.

Style sheet mendeskripsikan bagaimana tampilan dokumen HTML dilayar. Casecading

style sheet (CSS) menrupakan sebuah elemen penting dalam pembuatan sebuah web.

Sama pentingnya saat kita mendesain bentuk web pada pengolah gambar. Dengan CSS

dapat mendesain sejumlah halaman dengan aturan yang sama tanpa mengubah halaman-

halaman tersebut satu persatu. Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti

Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext,

footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa

berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang

dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML (Abdullah, 2018). Contoh gambar CSS dapat

dilihat pada Gambar 2.2 sebagai berikut.


Gambar 2. 2 Cascading Style Sheet (CSS)

2.15. Bootstrap

Bootstrap adalah open-source front-end toolkit yang dikembangkan oleh Mark Otto

dan Jacob Thomton dari Perusahaan yang berkecimpung dalam bidang sosial media yaitu

twitter, dirilis pada Agustur 2011. Bootstrap dikembangkan dengan tujuan untuk membantu

designer dan pengembangan dalam membangun front-end sebuah website secara cepat

dan efesien. Twitter bootstrap secara cepat menjadi proyek yang paling dilihat pada Github

dengan lebih 33.000 user Github yang melihat dua kali lipat lebih banyak dibandingkan

posisi framework bootstrap mengkategorisasikan ukuran resolusi layar kedalam 4 kategori:

1. Large Devices (dengan ukuran resolusi layar lebih dari 1200px)

2. Medium Devices (dengan ukuran resolusi layar besar dari 992px)

3. Small Devices (dengan ukuran resolusi layar besar dari 768px)

4. Extra Small Devices (ukuran resolusi layar lebih kecil dari 768px) (Nidra, 012)

2.16. Basis Data

Basis data merupakan Kumpulan terpadu dari elemen data logis yang saling

terhubung. Basis data juga adalah suatu Kumpulan data yang saling terhubung secara

logis dengan deskripsi data tersebut yang dirancang untuk menerima informasi yang

dibutuhkan oleh organisasi (Indrajani, 2011). Artinya, basis data merupakan tempat

penyimpanan data yang besar, dimana dapat digunakan oleh banyak user. Basis data
mengonsolidasi banyak catatan yang sebelumnya disimpan di file terpisah (Abdullah,

2018).

Menurut Putra (2018) Database adalah kumpulan data atau informasi yang teratur

berdasarkan kriteria tertentu yang saling berhubungan. Dalam dunia komputer database

bisa dikategorikan sangat special karena selalu menjadi hal utama dalam perancangan

sistem komputer.

2.17. Entity Relathionship Diagram (ERD)

Entitiy Relathionship Diagram (ERD) berfungsi untuk menggambarkan hubungan

antara penyimpanan data (store) yang terdapat dalam flow diagram (DFD). ERD

menggunakan sejumlah notasi simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan,

antara lain (Albaar, 2021):

1. Entity adalah objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai. Entity

digambarkan dengan bentuk RESTANGLE/BOX.

2. Atribut, merupakan elemen dari entity yang berfungsi menjalankan karakter dari

entity. Atribut digambarkan dengan simbol elips.

3. Line atau garis berfungsi untuk menghubungkan atribut dengan entity dengan

relationship atau relasi.

a. Hubungan suatu entity dengan entity lainnya, dinamakan relationship seperti halnya

maka dalam hubungan harus dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan

antara entity dengan isi dari hubungan itu sendiri. Adapun beberapa bentuk

hubungan entity, antara lain:

b. Hubungan satu ke satu dua entitas bisa digabung dalam suatu file, bila dipisah

maka

harus memakai kunci yang sama.


c. Hubungan satu ke banyak ke satu kedua entitas harus dipisah masing-masing

dengan kuncinya ke dalam sisi banyak.

d. Hubungan banyak ke banyak kedua entitas harus dipisahkan masing-masing

dengan kuncinya, minimal dengan atribut kunci kedua entitas.

Beirikut ini merupakan tabel Entitiy Relathionship Diagram (ERD) berdasarkan tabel

2.2.

Tabel 2. 2 Entitiy Relathionship Diagram (ERD) (Albaar, 2021)

No Gambar Nama Keterangan


Jenis entitas dapat berupa suatu elemen
1 Entitas lingkungan sumber daya atau transaksi
yang field-field nya dipergunakan dalam
aplikasi program.

2 Relasi Menunjukkan nama relasi antar satu entitas


dengan entitas lainnya.

3 Atribut Atribut adalah karakteristik dari sebuah


entitas.
4 Garis Relasi Menunjukkan hubungan (keterkaitan) antar
entitas.

2.18. Structure Query Languange (SQL)

Structure Query Languange (SQL) merupakan komponen bahasa relational

database system. Structure Query Languange (SQL) merupakan bahasa baku

(ANSI/SQL), nonprocedural, dan beriorentasi himpunan (sel-oriented language). Structure

Query Languange (SQL) dapat digunakan baik secara interaktif atau ditempelkan

(embedded) pada sebuah program aplikasi. Pemodelan Unifield Modeling Language

(UML). Pemodelan Unifield Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan untuk

sistem atau perangkat lunak yang berparadigma (beriorentasi objek). Pemodelan

(modeling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan

yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari (Abdullah, 2018).
2.19. Diagram Air (Flowchart)

Flowchart merupakan penggambaran secara grafik dari Langkah-langkah dan

urutan prosedur suatu program. Biasanya mempengaruhi penyelesaian masalah yang

khusunya perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Flowchart dapat digunakan untuk

menyajikan kegiatan manual, kegiatan pemprosesan, ataupun keduanya. Flowchart

merupakan rangkaian simbol-simbol yang digunakan untuk mengkontruksi (Pangestu,

2021).

Tabel 2. 3 Simbol Diagram Flowchart (Pangestu, 2021)


No Simbol Fungsi

1 Terminal, untuk memulai dan mengakhiri suatu


proses/kegiatan.

2 Proses, suatu yang menunjukkan setiap pengolahan


yang dilakukan oleh computer.

3 Input, untuk memasukkan hasil dari suatu proses.

4 Decision, suatu kondisi yang akan menghasilkan


beberapa kemungkinan jawaban atau pilihan.

5 Display, Output yang ditampilkan dilayar terminal.

6 Connector suatu prosedur akan masuk atau keluar


melalui symbol ini dalam lembar yang sama.

7 Off page connector, merupakan symbol masuk atau


keluarnya suatu prosedur pada kertas lembar lain.
2.20. Prototyping

Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang

banyak digunakan. Dengan metode Prototyping ini pengembangan dan pelanggan dapat

saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Seiring terjadi seorang pelanggan

hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara

detail output apa saja yang dibutuhkan, pemprosesan dan data-data apa saja yang

dibutuhkan. Sebaiknya disisi pengembangan kurang memperhatikan efesiensi algoritma,

kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan computer

Prototyping juga dapat didefinisikan sebagai proses pengembangan suatu prototype

secara cepat untuk digunakan terlebih dahulu dan ditingkatkan terus menerus sampai

didapatkan sistem yang utuh. Prototype merupakan proses yang digunakan untuk

membantu pengembangan perangkat lunak dalam membentuk model dari perangkat lunak

yang harus dibuat. Contoh gambar prototyping dapat dilihat pada gambar 2.3 sebagai

berikut:

Gambar 2. 3 Prototyping (Fajarianto, 2016)

Tahapan-tahapan dalam prototyping adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembangan Bersama-sama mendefinisikan format seluruh

perangkat lunak mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem

yang akan dibuat.

2. Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus

pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format

output).

3. Evaluasi prototyping

Evaluasi ini dilakukan dengan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah

sesuai dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka Langkah 4 akan

diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangi Langkah 1, 2, dan 3.

4. Mengkodekan sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan kedalam bahasa

pemograman yang sesuai.

5. Menguji sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap dipakai, harus dites

dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan white box, black box,

basis path, pengujian arsitektur dan lain-lain.

6. Evaluasi sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan

yang diharapkan. Jika iya, Langkah 7 dilakukan, jika tidak ulangi Langkah 4 dan 5.

Untuk Menggunakan sistem perangkat lunak yang telah diuji dan diterima oleh

pelanggan siap untuk digunakan (Abdullah, 2018).


2.21. Black Box Testing

Metode pengujian adalah cara atau teknik untuk menguji perangkat lunak,

mempunyai mekanisme untuk menentukan data uji yang dapat menguji perangkat lunak

secara lengkap kemungkinan tinggi untuk menemukan kesalahan (Yudianto, 2018).

Metode pengujian perangkat lunak yang penulis gunakan adalah metode black box

testing. Black box testing adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa

memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian

black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi

perangkat lunak. Data di uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak kemudian

keluarkan dari perangkat lunak dicek apakah tekah sesuai dengan yang diharapkan.

Pengujian black box berfokus pada pengujian persyaratan fungsional perangkat lunak,

untuk mendapatkan serangkaian kondisi input yang sesuai dengan persyaratan fungsional

suatu program. Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori:

Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang dalam aplikasi

1. Kesalahan interface

2. Kesalahan dalam stuktur data

3. Kesalahan kerja inisialisasi dan kesalahan terminasi.

Anda mungkin juga menyukai