0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan23 halaman

Sistem Informasi Inventaris UMKM 2024

Diunggah oleh

Okta Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan23 halaman

Sistem Informasi Inventaris UMKM 2024

Diunggah oleh

Okta Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SURAT TUGAS

[Link]/VI/B.27.06.2020

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Aulia Rizky M Hendrik NA


NIDN : 1117039001
Jabatan : Direktur / Dosen Pengampu
Alamat : Jl. Sultan Adam

Menugaskan kepada:

Nama : Muhammad Okta Maulana


NIP / NPM : 2210020039
Jabatan : Manajer Proyek
Alamat : Banjar baru

Untuk melaksanakan kegiatan proyek < sistemm Informasi Kepegawaain > tahun 2024 Proyek
akan dilaksanakan bertempat di Banjarmasin
Kepada yang bersangkutan dimohon untuk berkoordinasi.

Setelah melaksanakan tugas, saudara diwajibkan membuat laporan dan disampaikan kepada
Direktur.

Demikian harap dilaksanakan sebaik-baiknya.

Banjarbaru, …..20….

Manajer Proyek Direktur

[Muhammad Okta Maulana] <NAMA>


NIDN.
MAKALAH
SISTEM INFORMASI INVENTARIS BARANG BERBASIS WEB PADA
UMKM

Dibuat oleh :
Muhammad Okta Maulana(2210020039)
Dosen Pengampu :
Aulia Rizky M Hendrik N.A, [Link]., [Link]

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
BANJARMASIN
2024
INFO GLOBAL

Nama Proyek : SISTEM INFORMASI INVENTARIS BARANG


BERBASIS WEB PADA UMKM
Pemilik Proyek : Muhammad Okta Maulana
Manajer Proyek : Muhammad Okta Maulana
Global Proyek
 Deskripsi Singkat : Pengembangan sistem berbasis web untuk
mengelola data inventaris barang UMKM secara
otomatis dan efisien.
 Predecessor : Analisis sistem manual yang berjalan, Studi
kelayakan proyek
 Successor : Implementasi penuh, Pemeliharaan sistem,
Pengembangan fitur lanjutan.
I. Deskripsi Topik
Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web pada UMKM ini dirancang
untuk mengatasi permasalahan pengelolaan stok barang secara manual yang sering
dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pencatatan manual menyebabkan
akurasi data rendah, lambatnya akses informasi, risiko kehilangan data, dan
ketidakefektifan dalam pengambilan keputusan bisnis. Proyek ini bertujuan untuk
menyediakan solusi digital yang mudah digunakan, fleksibel, dan dapat diakses kapan
saja untuk menunjang kelancaran operasional UMKM dalam memantau dan
mengelola inventaris barang mereka secara real-time dan terpusat.

II. Faktor Penentu Keberhasilan


Faktor-faktor pendukung keberhasilan proyek ini meliputi:
 Dukungan Penuh dari UMKM: Ketersediaan data, waktu untuk wawancara
dan observasi, serta kesediaan untuk memberikan umpan balik selama
pengembangan prototipe
 Ketersediaan Sumber Daya Teknis: Pengetahuan dan keahlian tim
pengembang dalam PHP, MySQL, HTML, CSS, dan JavaScript.
 Ketersediaan Lingkungan Pengembangan: Lingkungan server lokal (Laragon)
yang stabil untuk pengembangan dan pengujian.
 Desain Antarmuka yang Intuitif: Antarmuka pengguna yang sederhana dan
mudah dipahami oleh pengguna UMKM.

 Validasi Data yang Kuat: Mencegah kesalahan input dan menjaga integritas
data.

Faktor-faktor yang bisa menghambat proyek:


 Keterbatasan Waktu dan Anggaran: Dapat membatasi ruang lingkup fitur
yang dapat diimplementasikan.
 Perubahan Kebutuhan yang Cepat: Jika kebutuhan UMKM berubah secara
drastis di tengah proyek, dapat menyebabkan rework.

 Kurangnya Pemahaman Pengguna: Jika pengguna akhir tidak sepenuhnya


memahami manfaat sistem atau kesulitan dalam adaptasi.

III. Keuntungan Yang Diharapkan


Keuntungan yang diharapkan dari proyek ini mencakup aspek praktis dan teoritis:
1. Manfaat Praktis:
 Memberikan solusi digital bagi UMKM dalam mengelola inventaris
barang secara lebih efisien.
 Meningkatkan akurasi pencatatan dan laporan stok barang.
 Mempermudah pemilik UMKM dalam memantau persediaan barang
secara real-time.
 Mengurangi human error dan risiko kehilangan data akibat pencatatan
manual.
 Mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan
akurat.

2. Manfaat Teoritis:
 Memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di
bidang sistem informasi, khususnya pada implementasi sistem
informasi berbasis web di lingkungan UMKM.
 Menjadi referensi untuk penelitian lanjutan terkait sistem informasi
inventaris pada skala bisnis kecil dan menengah.

IV. Teknologi
Pengembangan perangkat lunak ini menggunakan kombinasi perangkat keras
dan perangkat lunak yang dipilih berdasarkan ketersediaan, efisiensi, dan
kompatibilitas. Berikut hardware dan software yang digunakan dalam Pengembangan
Perangkat Lunak:
1. Perangkat Keras (Hardware):
a. Laptop dengan spesifikasi standar untuk pengembangan.
b. Koneksi internet stabil.
2. Perangkat Lunak (Software):
a. Sistem Operasi: Windows 10/11 (atau setara).
b. Lingkungan Pengembangan Lokal: Laragon (termasuk Apache/Nginx,
MySQL, PHP).
c. Bahasa Pemrograman: PHP 7.4+ (sebagai server-side scripting
language).
d. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS): MySQL 5.7+ atau MariaDB.
e. Framework CSS: Bootstrap 5 (untuk desain antarmuka responsif dan
modern).
f. Library JavaScript: [Link] (untuk visualisasi data/grafik), jQuery
(opsional, jika diperlukan).
g. Editor Kode: Visual Studio Code atau sejenisnya.
h. Alat Desain Diagram: [Link] ([Link])
V. Model yang Digunakan
A. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam proyek ini adalah
Metode Prototyping.
1. Definisi:
a. Metode prototyping adalah model pengembangan sistem yang
memungkinkan pengguna untuk terlibat langsung dalam proses
pembuatan sistem melalui pembuatan versi awal (prototype) terlebih
dahulu [cite:2.1.6Metode Pengembangan Perangkat Lunak
(Prototype)].
2. Tahapan:
a. Pengumpulan Kebutuhan: Mengidentifikasi kebutuhan dasar sistem.
b. Perancangan Cepat: Membuat desain awal yang berfokus pada
antarmuka pengguna.
c. Pembangunan Prototipe: Mengembangkan versi awal sistem dengan
fungsionalitas inti.
d. Evaluasi Prototipe: Pengguna mencoba prototipe dan memberikan
umpan balik.
e. Penyempurnaan: Berdasarkan umpan balik, prototipe disempurnakan
atau dibangun ulang.
f. Implementasi Sistem: Setelah prototipe disetujui, sistem final
dibangun dan diimplementasikan.
3. Kelebihan:
a. Sangat cocok digunakan untuk sistem berbasis pengguna akhir seperti
pada UMKM yang membutuhkan pendekatan interaktif dan iteratif
[cite: 2.1.6 Metode Pengembangan Perangkat Lunak (Prototype)].
b. Memungkinkan klarifikasi kebutuhan secara visual dan mengurangi
risiko kegagalan produk akhir.
c. Keterlibatan pengguna yang tinggi.
d. Identifikasi masalah lebih awal.
4. Kekurangan:
a. Potensi "prototipe buangan" jika tidak dikelola dengan baik.
b. Pengguna mungkin mengharapkan sistem final secepat prototipe.
c. Manajemen proyek bisa lebih kompleks jika iterasi tidak terstruktur.

B. Alasan kenapa Model tersebut digunakan menurut pendapat masing-masing:


Metode Prototyping dipilih karena proyek ini berfokus pada kebutuhan
UMKM yang mungkin memiliki kebutuhan yang berkembang atau belum
sepenuhnya terdefinisi di awal. Dengan prototipe, kami dapat mempercepat
umpan balik dari pengguna, memastikan sistem sesuai dengan ekspektasi mereka,
dan mengurangi risiko kesalahpahaman yang sering terjadi pada metode
tradisional. Pendekatan interaktif ini memungkinkan adaptasi cepat terhadap
perubahan dan menghasilkan produk akhir yang lebih relevan dan mudah diterima
oleh UMKM.

VI. Requirement Analysis


A. Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional mendefinisikan fungsi-fungsi spesifik yang harus
dapat dilakukan oleh sistem. Berdasarkan tujuan penelitian dan batasan masalah
yang telah ditetapkan, kebutuhan fungsional sistem ini meliputi:

Fungsi Deskripsi Laporan (Hardcopy / Fitur-fitur User /


Kebutuhan Softcopy) Pengguna
Manajemen Softcopy Mencatat, Mengedit, Menghapus, Admin,
Barang Menampilkan, Mencari Barang User
Manajemen Softcopy Menambah, Mengedit, Menghapus, Admin
Kategori Menampilkan Kategori
Manajemen Softcopy Menambah, Mengedit, Menghapus, Admin
Kondisi Menampilkan Kondisi
Manajemen Softcopy Menambah, Mengedit, Menghapus, Admin
Ruang Menampilkan Ruang
Manajemen User Softcopy Menambah, Mengedit, Menghapus, Admin
Menampilkan User
Manajemen Peran Softcopy Menampilkan Peran Admin
(Tambah/Edit/Hapus memerlukan
refactoring database)
Otentikasi - Login Admin, Login User, Logout Admin,
Pengguna Admin, Logout User User
Laporan Softcopy Menampilkan Statistik Dashboard Admin,
Sederhana (Barang, Ruang, User), Grafik User
Distribusi Barang

B. Kebutuhan Non-Fungsional:
Kebutuhan non-fungsional mendefinisikan kualitas atau batasan
bagaimana sistem harus berkinerja. Kebutuhan ini penting untuk memastikan
sistem tidak hanya berfungsi dengan benar, tetapi juga dapat diandalkan, aman,
efisien, dan mudah digunakan dalam lingkungan operasional UMKM.

Kebutuhan Deskripsi Kebutuhan


Operasional Sistem harus dapat diakses 24/7 melalui browser web
selama ada koneksi internet. Sistem harus mudah di-
deploy dan dikelola dalam lingkungan server standar
(misal: Laragon untuk lokal, atau hosting web).
Performance Sistem harus dapat memuat data dan merespons
tindakan pengguna dalam waktu yang wajar. Waktu
respons untuk operasi umum (login, menampilkan
daftar, menyimpan data) tidak boleh melebihi 3 detik.
Keamanan Sistem harus memiliki mekanisme autentikasi pengguna
yang aman (misalnya, password di-hash). Sistem harus
melindungi dari SQL Injection melalui penggunaan
Prepared Statement. Data sensitif (seperti password)
harus disimpan dalam format terenkripsi/ter-hash.
Informasi Informasi yang disajikan oleh sistem harus akurat,
relevan, dan terkini (real-time) sesuai dengan data yang
ada di basis data. Laporan dan statistik harus mudah
dibaca dan dipahami untuk mendukung pengambilan
keputusan.
Usability Antarmuka pengguna harus intuitif dan mudah dipahami
oleh pemilik atau staf UMKM yang mungkin memiliki
pengetahuan teknologi terbatas. Navigasi sistem harus
jelas dan konsisten.
Portabilitas Sistem harus dapat berjalan di berbagai browser web
modern (Chrome, Firefox, Edge, Safari) tanpa masalah
kompatibilitas.
Fleksibilitas Sistem harus cukup fleksibel untuk mengakomodasi
penambahan fitur di masa depan jika kebutuhan UMKM
berkembang (misal: modul peminjaman, integrasi
dengan penjualan).

VII. Diagram Konteks dan DFD


Gambar 5.1 Diagram Konteks

Gambar 5.2 DFD

VIII. Flowchart
Flowchart adalah representasi grafis dari alur kerja atau proses. Diagram ini
menggunakan simbol-simbol standar untuk menunjukkan langkah-langkah,
keputusan, dan arah aliran dalam suatu sistem. Dalam konteks pengembangan
perangkat lunak, flowchart digunakan untuk menganalisis sistem yang ada dan
merancang alur logika sistem yang baru.

1. Flowchart Sistem yang Berjalan


Flowchart sistem yang berjalan menggambarkan alur kerja manual yang
saat ini diterapkan oleh UMKM dalam mengelola inventaris barang. Analisis ini
didasarkan pada data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, yang
menunjukkan adanya proses pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan
dan tidak efisien.

Deskripsi Alur Sistem Lama (Manual):

1. Pencatatan Barang Masuk: Barang tiba dari pemasok, staf/pemilik


memeriksa, lalu dicatat manual ke buku stok/catatan harian.
2. Pengelolaan Stok: Untuk ketersediaan, pemilik memeriksa catatan di buku
dan seringkali harus memverifikasi fisik, proses ini memakan waktu dan
rentan terhadap kesalahan.
3. Pencatatan Barang Keluar: Barang terjual/keluar dicatat dengan
mengurangi stok di buku yang sama. Proses ini sering kali mengalami
keterlambatan, menyebabkan data stok tidak akurat.
4. Pembuatan Laporan: Dilakukan secara periodik dengan merekapitulasi
catatan manual, sangat tidak efisien dan menghambat pengambilan
keputusan.
Gambar 6. 1 Flowchar Manual
2. Flowchart Sistem Usulan

Flowchart sistem usulan menggambarkan alur kerja yang akan


diimplementasikan dalam sistem informasi inventaris barang berbasis web.
Diagram ini menunjukkan bagaimana proses-proses manual yang tidak efisien
akan digantikan atau diotomatisasi oleh sistem baru.

Deskripsi Alur Sistem Usulan:

1. Login Pengguna: Admin atau User masuk ke sistem melalui halaman


login.
2. Manajemen Data Master: Admin dapat menambah, mengedit, menghapus
Kategori, Kondisi, dan Ruang.
3. Manajemen Barang: Admin dapat menambah, mengedit, menghapus, dan
mencari barang. Data barang otomatis terhubung dengan data master.
4. Manajemen User & Peran: Admin dapat menambah, mengedit,
menghapus user dan mengelola peran.
5. Pelaporan & Statistik: Sistem secara otomatis menghasilkan laporan stok
real-time dan statistik dashboard.
6. Akses User: User dapat melihat daftar barang, kategori, kondisi, ruang,
dan profil mereka.
Gambar 6. 2 Flowchart Usulan
IX. Rancangan Masukan dan Keluar Sistem
Rancangan antarmuka merupakan aspek krusial dalam pengembangan sistem
informasi, karena menjadi titik interaksi langsung antara pengguna dan sistem.
Bagian ini merinci desain antarmuka masukan (formulir input) dan antarmuka
keluaran (tampilan informasi dan laporan) yang bertujuan untuk memastikan sistem
mudah digunakan (user-friendly), efisien, dan menyajikan informasi yang akurat serta
relevan.

IX.1 Rancangan Antarmuka Masukan Sistem


Antarmuka masukan sistem dirancang untuk memudahkan pengguna
(admin) dalam memasukkan dan memodifikasi data ke dalam sistem inventaris.
Fokus utama adalah pada kejelasan, konsistensi, dan validasi input untuk
meminimalkan kesalahan.
a. Konsistensi Desain: Menggunakan elemen visual dan tata letak
yang seragam di seluruh formulir.
b. Validasi Input: Menerapkan validasi pada setiap field input untuk
memastikan data sesuai format.
c. Umpan Balik (Feedback): Memberikan pesan yang jelas
mengenai status input.
Berikut adalah beberapa rancangan antarmuka masukan utama dalam sistem:
IX.1.1 Formulir Login Admin dan User

Gambar 8. 1 Login Admin/User

 Fungsi: Memungkinkan administrator dan pengguna biasa untuk


masuk ke sistem.
 Elemen Input: Username, Password.
 Tombol Aksi: Login, Kembali ke Halaman Utama.
 Validasi: Verifikasi kredensial.
 Tampilan: Form terpusat di tengah halaman.

IX.1.2 Formulir Tambah Barang

Gambar 8. 2 Formulir Tambah Barang

 Fungsi: Mencatat barang inventaris baru.


 Elemen Input: Nama Barang, Merek, Gambar Barang (input file),
Jumlah Aset, Asal Perolehan, Tahun Perolehan, Kategori
(dropdown), Kondisi (dropdown), Ruang (dropdown).
 Tombol Aksi: Simpan Barang, Batal.
 Validasi: Memastikan field wajib terisi, format data, dan
tipe/ukuran file gambar.
IX.1.3 Formulir Edit Barang

Gambar 8. 3 Formulir Edit Barang

 Fungsi: Memperbarui informasi barang yang sudah ada.


 Elemen Input: Mirip formulir tambah, semua kolom terisi
otomatis. Terdapat hidden input untuk ID dan current_photo_path.
 Tombol Aksi: Simpan Perubahan, Batal.
 Validasi: Serupa dengan tambah barang.

IX.1.4 Formulir Tambah Kategori

Gambar 8. 4 Formulir Tambah Kategori

 Fungsi: Menambahkan jenis kategori baru.


 Elemen Input: Nama Kategori (unik), Deskripsi.
 Tombol Aksi: Simpan Kategori, Batal.
 Validasi: Nama kategori tidak kosong dan unik.

IX.1.5 Formulir Tambah Kondisi

Gambar 8. 5 Formulir Tambah Kondisi

 Fungsi: Menambahkan status atau kondisi fisik barang baru.


 Elemen Input: Nama Kondisi (unik), Deskripsi.
 Tombol Aksi: Simpan Kondisi, Batal.
 Validasi: Nama kondisi tidak kosong dan unik.

IX.1.6 Formulir Tambah Ruang

Gambar 8. 6 Formulir Tambah Ruang

 Fungsi: Menambahkan lokasi fisik atau area penyimpanan barang.


 Elemen Input: Nama Ruang (unik), Lokasi.
 Tombol Aksi: Simpan Ruang, Batal.
 Validasi: Nama ruang tidak kosong dan unik.
IX.1.6 Formulir Tambah User

Gambar 8. 7 Formulir Tambah User

 Fungsi: Menambahkan akun pengguna baru (admin atau user


biasa).
 Elemen Input: Username (unik), Password, Nama Lengkap, Email
(unik), Foto Profil (input file), Role (dropdown).
 Tombol Aksi: Simpan User, Batal.
 Validasi: Field wajib terisi, keunikan username/email, keamanan
password.
IX.2 Rancangan Antarmuka Keluaran Sistem
Antarmuka keluaran sistem dirancang untuk menyajikan informasi yang akurat,
relevan, mudah dibaca, dan mendukung pengambilan keputusan.
a. Kejelasan dan Keterbacaan: Tata letak bersih, font mudah dibaca, visualisasi
jelas.
b. Relevansi Data: Informasi yang dibutuhkan pada konteks tertentu.
c. Konsistensi Presentasi: Format laporan dan tampilan daftar data seragam.
d. Visualisasi Data: Penggunaan grafik atau diagram.
Berikut adalah beberapa rancangan antarmuka keluaran utama dalam sistem:
IX.2.1 Halaman Dashboard Admin

Gambar 8. 8 Halaman Dashboard Admin

 Fungsi: Pusat informasi dan kontrol bagi administrator.


 Tampilan:
o Statistik Ringkasan (Cards): Total barang, ruang, user
dengan ikon dan tombol detail.
o Grafik Distribusi Barang: Grafik batang (kategori, ruang),
grafik pie/donat (kondisi).
 Informasi yang Ditampilkan: Jumlah total items, rooms, users,
serta distribusi items berdasarkan categories, conditions, dan
rooms.

IX.2.2 Halaman Dashboard User

Gambar 8. 9 Halaman Dashboard User

 Fungsi: Menyajikan ringkasan informasi relevan dan dasar tentang


inventaris kepada pengguna biasa.
 Tampilan:
o Informasi Versi & Deskripsi Aplikasi: Detail versi dan
deskripsi singkat aplikasi.
o Statistik Ringkasan (Cards): Total barang, ruang, user.
o Area Informasi Umum: Pesan umum atau tautan detail.
 Informasi yang Ditampilkan: Versi aplikasi, deskripsi sistem, total
items, total rooms, dan total users.

IX.2.3 Halaman Daftar Barang

Gambar 8. 10 Halaman Daftar Barang

 Fungsi: Menampilkan daftar lengkap barang inventaris.


 Tampilan: Data dalam format tabel responsif.
o Header Tabel: ID, Nama, Merek, Gambar, Jumlah, Asal,
Tahun, Kategori, Kondisi, Ruang.
o Fitur Pencarian: Filter berdasarkan nama, merek, kategori,
kondisi, atau ruang.
o Tombol Aksi (Admin): "Edit" dan "Hapus" pada
[Link].
 Informasi yang Ditampilkan: Seluruh atribut items dan nama
terkait dari categories, conditions, rooms.
IX.2.4 Halaman Daftar Kategori

Gambar 8. 11 Halaman Daftar Kategori

 Fungsi: Menampilkan daftar kategori barang.


 Tampilan: Data dalam format tabel.
o Header Tabel: ID Kategori, Nama Kategori,
Deskripsi.
o Fitur Pencarian: Filter berdasarkan nama
kategori.
o Tombol Aksi (Admin): "View", "Edit", "Delete"
pada [Link].
 Informasi yang Ditampilkan: Atribut id, name,
description dari categories.

IX.2.5 Halaman Daftar Kondisi

Gambar 8. 12 Halaman Daftar Kondisi

 Fungsi: Menampilkan daftar kondisi fisik barang.


 Tampilan: Data dalam format tabel.
o Header Tabel: ID Kondisi, Nama Kondisi, Deskripsi.
o Fitur Pencarian: Filter berdasarkan nama kondisi.
o Tombol Aksi: "View", "Edit", "Delete".
 Informasi yang Ditampilkan: Atribut id, name, description dari
conditions.

IX.2.6 Halaman Daftar Ruang

Gambar 8. 13 Halaman Daftar Ruang

 Fungsi: Menampilkan daftar lokasi atau ruang penyimpanan


barang.
 Tampilan: Data dalam format tabel.
o Header Tabel: ID Ruang, Nama Ruang, Lokasi.
o Fitur Pencarian: Filter berdasarkan nama ruang atau lokasi.
o Tombol Aksi: "View", "Edit", "Hapus".
 Informasi yang Ditampilkan: Atribut id, name, location dari rooms.

IX.2.7 Halaman Daftar User

Gambar 8. 14 Halaman Daftar User


 Fungsi: Menampilkan daftar semua pengguna sistem kepada
administrator.
 Tampilan: Data dalam format tabel.
o Header Tabel: ID, Username, Nama Lengkap, Email, Foto
Profil, User Role.
o Tampilan Foto Profil: Thumbnail atau ikon default.
o Fitur Pencarian: Filter berdasarkan username, nama, atau
email.
o Tombol Aksi: "View", "Edit", "Delete".
 Informasi yang Ditampilkan: Atribut id, username, name, email,
photo, dan nama peran (role_name) dari users dan roles.

IX.2.7 Halaman Profile User

Gambar 8. 15 Halaman Profile User

 Fungsi: Memberikan pengguna biasa kemampuan untuk melihat


detail informasi akun mereka dan mengelola kata sandi pribadi.
 Tampilan: Tata letak dua kolom (detail profil dan formulir ubah
password).
o Tampilan Foto Profil: Foto terunggah atau ikon default.
o Data Profil: Username, Nama Lengkap, Email, waktu
bergabung.
 Formulir Ubah Kata Sandi: Input Password Lama, Password Baru,
Konfirmasi Password Baru.
 Tombol Aksi: Ubah Password, Kembali ke Dashboard/Daftar
User.
 Validasi & Umpan Balik: Verifikasi kata sandi lama, kecocokan
kata sandi baru.

Anda mungkin juga menyukai