Karya Tulis Ilmiah
DAMPAK KECANDUAN PERMAINAN DARING
TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA
Disusun Oleh :
Chrisna Ellia Mangari
GMIM Sion Matungkas
Pemilihan Remaja Teladan
GMIM Wilayah Dimalak
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan ke hadirat Tuhan atas kasihNya sehingga karya tulis ilmiah ini
dapat tersusun tepat pada waktunya. Saya juga berterima kasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.
Saya mengakui tulisan ini memiliki kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman saya. Saya menerima kritik dan saran untuk perbaikan karya tulis ilmiah ini.
Saya berharap karya tulis ilmiah ini dapat menambah pengetahuan dan menjadi berkat bagi
pembaca.
Matungkas, 25 Maret 2025
Chrisna Ellia Mangari
(penulis)
2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................................ 2
Daftar Isi ................................................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan ................................................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang .............................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 4
1.3 Tujuan ........................................................................................................................... 4
Bab II Permainan Daring dan Kesehatan Mental Remaja ..................................................... 5
2.1 Pengertian ..................................................................................................................... 5
2.2 Dampak Kecanduan Permainan Daring ....................................................................... 5
2.3 Pencegahan dan Penanganan ........................................................................................ 7
Bab III Penutup ..................................................................................................................... 10
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................. 10
3.2 Saran ........................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 11
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia tercatat sebagai negara dengan pasar game online terbesar ketiga di dunia.
Berdasarkan penelitian data AI, jumlah unduhan game online di Indonesia, tercatat mencapai
3,45 miliar. Dari angka ini juga menggambarkan bahwa satu anak memiliki lebih dari satu
game online.
Hal tersebut membuktikan bahwa banyak anak-anak di Indonesia sudah masuk dalam
kategori kecanduan game online. Hal ini diperkuat dari data Badan Pusat Statistik (BPS)
2023 yang mencatat anak usia 0-18 tahun mendominasi pasar game online dengan persentase
46,2%.
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) melihat kecanduan game online
ini dapat menimbulkan masalah pada anak-anak, mulai dari sisi akademis, kesehatan fisik
hingga mental. Untuk menanggulangi masalah itu, Kominfo memberi edukasi kepada
masyarakat lewat webinar Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) bertajuk “Sisi Lain Game
Online Untuk Anak”.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana upaya pencegahan dan penanganan kecanduan permainan daring (game
online) yang mengakibatkan gangguan mental pada remaja?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui bagaimana kecanduan permainan daring berdampak pada kesehatan mental
remaja
2. Menyusun rekomendasi upaya pencegahan dan penanganan kecanduan permainan daring
pada remaja.
3. Mengetahui bagaimana peran Gereja dalam pencegahan kecanduan permarmainan daring
pada remaja
4
BAB II
PERMAINAN DARING DAN KESEHATAN MENTAL REMAJA
2.1 Pengertian
Dikutip dari web resmi WHO (World Health Organization), kecanduan game
didefinisikan sebagai pola prilaku bermain, baik permainan online maupun offline (game
digital video game) dengan beberapa tanda, seperti tidak dapat mengendalikan keinginan
bermain game, lebih memprioritaskan bermain game dibandingkan minat terhadap kegiatan
atau aktivitas lainnya, seseorang terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang
jelas terlihat.
Tercantum pula di dalam web tersebut, kecanduan game bila pola perilaku tersebut
sangat kuat dan berdampak baik terhadap pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan,
maupun area penting lainnya, dan terlihat jelas selama setidaknya 12 bulan.
Menurut Novrialdy (2019) mengungkapkan bahwa kecanduan game online secara umum
merupakan perilaku seseorang yang ingin terus bermain game online yang menghabiskan
banyak waktu serta dimungkinkan individu yang bersangkutan tidak mampu mengontrol atau
mengendalikannya
Menurut Lemmens dkk (2018), kecanduan game online adalah ketergantungan
individu secara berlebihan terhadap game online dengan ingin melakukan secara terus
menerus yang pada akhirnya menimbulkan efek negative pada fisik maupun psikologis
individu. Hayandi, N. B. (2021) mengemukakan bahwa kecanduan game online adalah suatu
keadaan seseorang yang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk
bermain game online, dari waktu ke waktu akan terjadi peningkatan frekuensi, durasi atau
jumlah dalam melakukan hal tersebut, tanpa memperdulikan konsekuensi konsekuensi
negatif yang ada pada dirinya.
2.2 Dampak Kecanduan Permainan Daring
1. Gangguan kesehatan fisik
5
Remaja yang menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar sering mengalami gangguan
kesehatan fisik. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:
• Kelelahan mata: Menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama dapat
menyebabkan mata kering, kelelahan, dan penglihatan kabur.
• Gangguan postur: Posisi duduk yang salah saat bermain game online dapat
menyebabkan nyeri punggung, leher, dan gangguan postur.
• Kurang tidur: Bermain game online hingga larut malam mengganggu pola tidur
yang sehat. Kurangnya tidur dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, dan
produktivitas sehari-hari .
2. Gangguan Mental dan Emosional
Kecanduan game online dapat memengaruhi kesehatan mental remaja. Beberapa masalah
yang muncul meliputi:
• Stress dan kecemasan: Kegagalan mencapai target dalam permainan dapat
meningkatkan stress dan kecemasan pada remaja. Selain itu, keinginan terus menerus
untuk bermain juga menambah beban pikiran.
• Depresi: Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk bermain game online dapat
mengisolasi remaja dari lingkungan sosial mereka, sehingga meningkatkan risiko
depresi .
• Perilaku agresif: Beberapa game yang mengandung unsur kekerasan bisa memicu
perilaku agresif. Remaja yang sering terpapar konten kekerasan dalam game berisiko
meniru perilaku tersebut dalam kehidupan nyata.
3. Pengaruh Terhadap Prestasi Akademik
Remaja yang kecanduan game online cenderung mengabaikan tanggung jawab akademis
mereka. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar sering kali terbuang untuk bermain
game. Akibatnya, prestasi akademik mereka bisa menurun. Fokus dan konsentrasi yang
terganggu membuat sulit bagi remaja untuk mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik .
4. Gangguan Sosial
Salah satu dampak yang paling terlihat dari kecanduan game online adalah gangguan dalam
hubungan sosial. Remaja yang terlalu fokus pada permainan cenderung menarik diri dari
6
interaksi sosial. Mereka mungkin mengabaikan teman, keluarga, dan aktivitas sosial lainnya.
Pada akhirnya, ini dapat menyebabkan isolasi sosial, membuat remaja merasa kesepian dan
terputus dari dunia nyata .
5. Pengaruh Terhadap Perkembangan Karakter
Kecanduan game online juga dapat mempengaruhi perkembangan karakter remaja.
Ketergantungan pada game online bisa membuat mereka kehilangan kemampuan untuk
mengelola waktu dan disiplin diri. Selain itu, remaja yang sering terlibat dalam game dengan
konten yang tidak sehat dapat berpengaruh dalam pembentukan nilai-nilai dan sikap mereka .
2.3 Pencegahan dan Penanganan
Cara Remaja menggunakan permainan daring agar tidak berdampak negatif
1. Tentukan Batas Waktu Bermain
Remaja perlu menetapkan batas waktu bermain game yang jelas dan disiplin dalam
menerapkannya. Misalnya, bermain game hanya selama satu atau dua jam per hari.
Menggunakan timer atau alarm dapat membantu mengingatkan kapan harus berhenti
bermain.
2. Tingkatkan Kesadaran Diri
Remaja perlu memahami dampak negatif dari kecanduan game online dan mengenali tanda-
tandanya. Memahami bahwa kesehatan fisik, mental, dan sosial bisa terganggu jika terlalu
sering bermain game adalah langkah awal untuk mencegah kecanduan.
3. Libatkan dalam Aktivitas Fisik dan Hobi Lainnya
Mendorong remaja untuk terlibat dalam aktivitas fisik, seperti berolahraga, jalan-jalan, atau
bersepeda, dapat mengalihkan fokus mereka dari game online. Selain itu, mengembangkan
hobi lain seperti membaca, melukis, atau bermain musik dapat memberikan variasi aktivitas
yang lebih bermanfaat.
4. Tetapkan Prioritas dalam Kegiatan Harian
Membuat jadwal harian yang mencakup waktu untuk belajar, beristirahat, bermain dengan
teman, dan melakukan hobi penting untuk menjaga keseimbangan. Remaja harus belajar
7
menempatkan prioritas utama seperti pendidikan dan kesehatan di atas keinginan untuk
bermain game.
5. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Orang tua dan keluarga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan
antara hiburan dan tanggung jawab. Memberikan contoh yang baik, seperti membatasi
penggunaan gadget, bisa membantu remaja mengembangkan kebiasaan digital yang sehat.
6. Ajak Diskusi tentang Dampak Game Online
Mengajak remaja berdiskusi tentang manfaat dan bahaya game online akan membuat mereka
lebih terbuka untuk mendengar pandangan baru. Diskusi ini bisa membangun kesadaran
bahwa meskipun game online menyenangkan, kesehatan dan hubungan sosial jauh lebih
penting.
Mencegah kecanduan game online bukan hanya sekadar mengatur waktu bermain, melainkan
juga tentang mengedepankan kesehatan dan kesejahteraan diri secara keseluruhan. Remaja
perlu didorong untuk aktif dalam kegiatan yang lebih bermanfaat, baik secara fisik maupun
mental, serta menjaga hubungan sosial yang positif. Dengan kesadaran dan dukungan dari
orang tua serta lingkungan sekitar, remaja dapat menikmati dunia digital tanpa terjebak
dalam kecanduan. Pada akhirnya, keseimbangan antara hiburan dan tanggung jawab sehari-
hari akan membentuk remaja menjadi individu yang sehat dan produktif.
Gereja memiliki peran penting dalam mencegah kecanduan permainan daring pada remaja
melalui berbagai pendekatan, antara lain:
1. Bimbingan Konseling:
Menyediakan layanan konseling di lingkungan gereja dapat membantu remaja mengatasi
ketergantungan mereka terhadap permainan daring. Pendekatan ini memungkinkan remaja
untuk memahami dampak negatif dari kecanduan dan mencari solusi yang tepat dalam
konteks spiritual.
8
2. Pendidikan Karakter:
Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pengajaran agama Kristen dapat menjadi
langkah efektif dalam menangani kecanduan permainan daring. Melalui pendidikan ini,
remaja diajarkan nilai-nilai seperti pengendalian diri, tanggung jawab, dan penggunaan
waktu yang bijaksana.
3. Pendampingan Pastoral:
Pendampingan pastoral yang intensif bagi remaja yang kecanduan permainan daring sangat
diperlukan. Melalui pendekatan ini, gereja dapat memberikan dukungan emosional dan
spiritual, membantu remaja memahami akar permasalahan mereka, dan membimbing mereka
menuju pemulihan.
4. Pembinaan Iman yang Holistik:
Menyelenggarakan pembinaan iman yang integratif dan holistik dapat mengurangi tingkat
kecanduan permainan daring pada remaja. Program ini mencakup pengajaran, kegiatan
rohani, dan aktivitas sosial yang mendorong remaja untuk terlibat dalam komunitas dan
mengembangkan hubungan yang sehat.
5. Kegiatan Alternatif yang Positif:
Gereja dapat menyediakan berbagai kegiatan alternatif seperti olahraga, seni, atau pelayanan
masyarakat yang dapat mengalihkan perhatian remaja dari permainan daring dan mendorong
mereka untuk mengembangkan keterampilan serta minat baru.
6. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Sekolah:
Bekerja sama dengan orang tua dan institusi pendidikan untuk memantau dan mendukung
perkembangan remaja, serta memastikan bahwa mereka mendapatkan bimbingan yang
konsisten di berbagai aspek kehidupan mereka.
9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kecanduan game online di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia semakin
meningkat, yang ditunjukkan oleh tingginya jumlah unduhan game dan persentase pemain
muda. Hal ini membawa berbagai dampak negatif, termasuk gangguan kesehatan fisik,
mental, sosial, serta penurunan prestasi akademik. Beberapa masalah utama yang muncul
akibat kecanduan game online adalah kelelahan mata, gangguan postur, kurang tidur, stres,
depresi, perilaku agresif, isolasi sosial, serta kesulitan dalam mengatur waktu dan tanggung
jawab. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan agar remaja
dapat tetap menikmati game tanpa mengalami berlebihan.
3.2 Saran
Agar dampak negatif game online dapat diminimalisir, remaja perlu menetapkan
batas waktu bermain, mengembangkan hobi lain, serta menjaga keseimbangan antara
aktivitas digital dan tanggung jawab sehari-hari. Orang tua dan lingkungan juga berperan
dalam memberikan dukungan serta edukasi mengenai penggunaan teknologi yang sehat.
Dengan pendekatan yang tepat, remaja dapat menikmati manfaat game online tanpa
terjerumus dalam kecanduan.
10
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
game-adalah-gangguan-perilaku/
[Link]
online-pada-remaja-dan-tips-mengatasinya
[Link]
mendominasi-pasar-game-online-1717859173?utm_source=[Link]
11