0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Rencana Pembelajaran Matematika Kelas II

Dokumen ini adalah Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) untuk mata pelajaran Matematika kelas II di SD Negeri 58 Tanete, tahun ajaran 2025/2026, yang berfokus pada pengenalan bentuk datar dan bangun ruang. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan kolaboratif, melibatkan kegiatan eksplorasi, penguraian, dan penyusunan bentuk, serta melibatkan orang tua dan komunitas. Asesmen dilakukan sebelum, selama, dan setelah pembelajaran untuk mengukur pemahaman murid terhadap materi yang diajarkan.

Diunggah oleh

masyitapuspitasari5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Rencana Pembelajaran Matematika Kelas II

Dokumen ini adalah Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) untuk mata pelajaran Matematika kelas II di SD Negeri 58 Tanete, tahun ajaran 2025/2026, yang berfokus pada pengenalan bentuk datar dan bangun ruang. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan kolaboratif, melibatkan kegiatan eksplorasi, penguraian, dan penyusunan bentuk, serta melibatkan orang tua dan komunitas. Asesmen dilakukan sebelum, selama, dan setelah pembelajaran untuk mengukur pemahaman murid terhadap materi yang diajarkan.

Diunggah oleh

masyitapuspitasari5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)

A. Identitas

Nama Penyusun Nurfalila Harianti, [Link]

Satuan Pendidikan SD Negeri 58 Tanete

Tahun Ajaran 2025/2026

Mata Pelajaran Matematika

Kelas / Fase II/ A

Bab / Topik Spesifik Bab 3 / Bentuk di Sekitar Kita

Alokasi Waktu

B. Identifikasi Murid
Murid kelas II memiliki pengetahuan awal berupa pengenalan bentuk sederhana seperti
lingkaran, persegi, dan segitiga dari lingkungan sekitarnya. Mereka memiliki minat tinggi
terhadap aktivitas yang menggunakan benda konkret dan media visual. Latar belakang sosial-
budaya yang beragam juga menambah kekayaan sudut pandang murid. Kebutuhan belajar
murid pada materi ini mencakup pengalaman konkret dalam mengamati, menyusun, dan
membandingkan bentuk-bentuk bangun datar dan bangun ruang.

C. Materi Pelajaran

 Mengenal dan membedakan berbagai bangun datar (persegi, segitiga, lingkaran, dll.)
 Mengurai dan menyusun kembali bangun datar dari bentuk kompleks
 Mengenal bentuk bangun ruang sederhana (kubus, balok, tabung, dll.)

D. Dimensi Profil Lulusan

 Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME


 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaboratif
 Kewargaan
 Kemandirian
 Kesehatan
 komunikasi.

E. Desain Pembelajaran

• Capaian Pembelajaran (CP 2025)

Murid dapat mengenal berbagai bangun datar (segitiga, segiempat, segibanyak, lingkaran) dan
bangun ruang (balok, kubus, kerucut, bola), melakukan penyusunan dan penguraian bangun
datar, serta menentukan posisi benda terhadap benda lain di lingkungan sekitar dengan
menggunakan bahasa geometri yang tepat.

• Lintas Disiplin Ilmu

 Seni Budaya (pengenalan bentuk dalam karya seni)


 Bahasa Indonesia (mengungkapkan hasil pengamatan)
 IPAS (menghubungkan bentuk dengan benda di lingkungan)

• Tujuan Pembelajaran (TP)

 Murid dapat mengenali dan menyebutkan bangun datar yang ada di sekitar mereka.
 Murid dapat mengurai dan menyusun kembali bangun datar dari potongan bentuk.
 Murid dapat mengenali bentuk bangun ruang melalui benda nyata di sekitar.

• Topik Pembelajaran

 Mengenal dan mengklasifikasikan bangun datar dan bangun ruang


 Menyusun bentuk geometri dari bagian-bagian
 Membandingkan bentuk bangun berdasarkan ciri-cirinya

• Praktek Pedagogis (Model/Strategi/Metode)

 Model: Pembelajaran Berdiferensiasi dan Inkuiri Terbimbing


 Strategi: Diskusi kelompok, demonstrasi konkret, eksperimen susun bangun
 Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, bermain peran, eksplorasi benda konkret

• Kemitraan Pembelajaran

 Orang tua (membimbing anak mencari bentuk di rumah)


 Pustakawan (menyediakan buku bentuk dan bangun)
 Komunitas sekolah (membuat pojok eksplorasi bentuk di kelas)

• Lingkungan Pembelajaran

 Ruang fisik: ruang kelas yang ramah anak dan area eksplorasi bentuk
 Ruang virtual: video edukasi bentuk dan simulasi bangun datar
 Budaya belajar: kolaboratif, kreatif, eksploratif

• Pemanfaatan Digital

 Penggunaan video interaktif (misalnya YouTube Kids)


 Aplikasi pengenalan bentuk (misalnya Geometry Kids Game)
 Google Slides untuk presentasi hasil eksplorasi murid

F. Pengalaman Belajar

Topik 1: Bangun Datar

Alokasi Waktu: 2 x 35 menit.

1. Kegiatan Awal (10 menit) (Berkesan dan Bermakna)

 Murid diajak berdoa dan melakukan salam pembuka dengan lagu atau yel-yel ―Bangun
Datar Hebat!‖ untuk membangun semangat.
 Guru menunjukkan benda konkret (misalnya: buku, tutup toples, penggaris, kertas
lipat) dan bertanya,

―Siapa tahu benda ini bentuknya apa ya?‖

 Guru mengaitkan bentuk benda di sekitar dengan bangun datar, lalu menyampaikan
tujuan pembelajaran:

―Hari ini kita akan bermain sambil mengenal bentuk-bentuk bangun datar, seperti
segitiga, lingkaran, dan persegi!‖

2. Kegiatan Inti (50 menit) (Memahami, Mengaplikasikan, Merefleksi)

🔸 Memahami (Eksplorasi & Investigasi)

 Guru menunjukkan gambar berbagai bangun datar di papan atau layar: persegi, persegi
panjang, lingkaran, segitiga.
 Murid mengamati dan membandingkan bentuk berdasarkan:
o Jumlah sisi
o Jumlah sudut
 Guru memberi lembar kerja gambar bangun datar. Murid mewarnai dan menuliskan
jumlah sisi dan sudut pada setiap bangun.

🔸 Mengaplikasikan (Aktivitas Kontekstual & Kolaboratif)

 Murid bekerja dalam kelompok kecil (2-3 orang) untuk:


o Mencari benda-benda di kelas yang bentuknya mirip bangun datar.
o Menempelkan gambar benda tersebut di ―Peta Bentuk‖ kelompok mereka.
 Guru berkeliling dan membimbing murid untuk menyebutkan bentuknya, contohnya:

―Tutup gelas ini mirip bentuk apa ya?‖


―Meja kita ini seperti bangun apa?‖

Aktivitas menyenangkan:

 Permainan “Tebak Bentuk”: guru menunjukkan sebagian gambar bentuk, murid


menebaknya.
 Puzzle Bangun Datar: murid menyusun potongan bentuk menjadi rumah, perahu, dan
lainnya.

🔸 Merefleksi (Berpikir Kritis & Personal)

 Murid diminta menuliskan atau menggambar bangun datar yang mereka temukan hari
ini.
 Pertanyaan pemantik refleksi:

―Bentuk apa yang paling sering kamu lihat hari ini?‖


―Apa yang menarik dari segitiga/persegi?‖
3. Kegiatan Penutup (10 menit) (Berkesadaran)

 Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran hari ini bersama:

―Apa saja nama bangun datar yang sudah kita kenal hari ini?‖
―Apa bedanya lingkaran dan segitiga?‖

 Murid diminta membuat satu kalimat refleksi secara lisan:

―Hari ini saya belajar bahwa bentuk... memiliki...‖

 Menyampaikan tugas rumah: cari 3 benda di rumah yang berbentuk bangun datar dan
gambar di buku.
 Menutup dengan lagu atau permainan ringan (―Lempar Bola Jawaban‖ – murid
menyebutkan bentuk saat bola dilempar ke mereka).

Pembelajaran ke 2

Topik B: Mengurai dan Menyusun Bangun Datar

Alokasi Waktu: 2 x 35 menit

1. Kegiatan Awal (10 menit) (Berkesan dan Bermakna)

 Murid disambut dengan lagu bentuk: ―Aku Segitiga‖ (dinyanyikan bersama).


 Guru menunjukkan bentuk rumah dari potongan karton (segiempat + segitiga).
 Guru bertanya:

―Apa yang terjadi kalau atap rumah ini dilepas? Bentuk apa saja yang muncul?‖

 Menyampaikan tujuan pembelajaran:

―Hari ini kita akan mencoba membongkar dan menyusun bangun datar menjadi
bentuk baru!‖

2. Kegiatan Inti (50 menit) (Memahami, Mengaplikasikan, Merefleksi)

🔸 Memahami (Eksplorasi Konsep Dekomposisi dan Komposisi)

 Guru menunjukkan bentuk-bentuk sederhana (misalnya: persegi panjang) yang bisa


diurai menjadi dua persegi kecil.
 Murid mengamati dan mencocokkan bagian-bagian dari bentuk utuh.
 Murid diberi potongan bentuk (kertas lipat atau puzzle) dan mencoba mengurai
menjadi bangun lebih kecil
 Contoh kegiatan:
―Coba kamu bongkar rumah ini. Terdiri dari bentuk apa saja?‖
―Bisakah kamu menyusun ulang menjadi perahu?‖

🔸 Mengaplikasikan (Bermain dan Berkreasi dengan Bangun Datar)

 Aktivitas kelompok:
Murid diberi satu set potongan bangun datar (segitiga, persegi, persegi panjang,
lingkaran kecil).
Tugas mereka:
o Menyusun bentuk menjadi benda baru (hewan, kendaraan, rumah).
o Menjelaskan bentuk apa saja yang digunakan.
 Aktivitas individual:
Murid diberi kertas kerja dengan bangun utuh dan diminta menggambarkan bentuk-
bentuk kecil yang membentuknya (mengurai).

Permainan menyenangkan:

 ―Susun Bentukmu!‖ → kelompok tercepat membuat rumah dari 3 bentuk berbeda


 ―Bangun dari Bongkaran‖ → dari satu persegi besar, murid membuat bentuk baru

🔸 Merefleksi (Meninjau Kembali Proses Berpikir dan Kreativitas)

 Murid menuliskan atau menggambar hasil susunan dan bentuk asalnya.


 Pertanyaan refleksi:

―Bentuk apa yang paling sering kamu gunakan hari ini?‖


―Apa tantangan saat menyusun bangun?‖

3. Kegiatan Penutup (10 menit) (Berkesadaran)

 Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran:

―Bangun datar bisa kita susun dan bongkar menjadi bentuk baru.‖
―Setiap bentuk bisa jadi bagian penting dari gambar besar.‖

 Murid menyebutkan 1 bentuk yang mereka gunakan dan hasil bentuk barunya.
 Menyampaikan tugas rumah:

―Buatlah gambar dari 3 bangun datar dan beri nama bentuknya.‖

 Menutup pembelajaran dengan pujian dan lagu perpisahan.


Pembelajaran ke 3
Topik 3 : Bangun Ruang
1. Kegiatan Awal (Berkesan & Bermakna) – 10 menit

 Guru memulai dengan salam hangat dan mengajak murid bernyanyi ringan tentang
bangun datar.
 Tampilkan salah satu contoh dari buku: contoh bangun yang diurai menjadi bagian-
bagian (misal: segiempat menjadi 2 segitiga + 1 segiempat) Scribd.
 Tanyakan secara pancingan, misalnya:

―Kalau kita membongkar bentuk ini, bentuk apa saja yang muncul?‖

 Sampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana:

―Hari ini kita akan mencoba membongkar dan menyusun bentuk geometri menjadi
bentuk baru yang menarik!‖

2. Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasikan, Merefleksi) – ±50 menit

1. Memahami (Eksplorasi Konsep)

 Perlihatkan contoh dekomposisi (mengurai) seperti di buku — murid mengamati dan


menyebutkan bentuk-bentuk bangun ruang

 Guru Menjeskan bentuk bentuk bangun ruang

2. Mengaplikasikan (Aktivitas Kolaboratif & Kontekstual)


 Kelompok kecil: Beri murid potongan bangun datar (misal segitiga, persegi panjang,
segiempat) yang dapat disusun atau diurai.
o Ajak mereka menyusun potongan tersebut menjadi gambar baru (misalnya
rumah, perahu).
o Diskusikan bentuk apa saja yang mereka gunakan—susunannya boleh berbeda
tiap kelompok.
 Individu/group: Gunakan latihan dari buku:
o Mengurai: Murid menarik garis untuk membagi bentuk menjadi dua atau tiga
bagian (segiempat, segitiga, lingkaran) sesuai petunjuk buku
o Menyusun: Murid menyusun beberapa bentuk menjadi satu bangun baru dan
menggambarkannya Scribd.
 Tambahkan permainan seperti:

―Siap-siap susun! Siapa yang bisa menyusun 2 segitiga & 1 segiempat menjadi bangun
lain dengan cara paling kreatif?‖

3. Merefleksi (Berpikir Kritis & Personal)

 Ajak murid merenungkan hasil karyanya:

―Bangun apa saja yang kamu gunakan?‖


―Apakah hasil teman berbeda? Kenapa bisa berbeda?‖

 Dorong murid menuliskan atau menggambar hasil susunannya di buku atau kertas
kerja.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – 10 menit

 Sampaikan kesimpulan bersama:

―Kita bisa membongkar (mengurai) dan menyusun ulang bentuk datar menjadi bentuk
baru.‖

 Ajak murid menyebutkan satu bentuk yang paling mereka sukai hari ini dan alasannya.
 Tugaskan PR:

―Coba di rumah, ambil satu benda yang bentuknya segi empat, bongkar (gambarlah
garis) menjadi 2 segitiga atau bentuk lainnya, lalu susun kembali menjadi bentuk baru,
dan gambarlah!‖

 Akhiri dengan pujian pada partisipasi murid dan lagu ringan sebagai penutup.

ASESMEN
A. ASESMEN SEBELUM PEMBELAJARAN (Pre-Assessment)

Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal murid tentang bangun datar


Bentuk: Tanya jawab dan pengamatan visual

Contoh Soal/Instruksi:

1. Guru menunjukkan gambar berbagai benda (misalnya: papan tulis, jendela, koin,
segitiga mainan).
o Guru bertanya:
 ―Apa bentuk benda ini?‖
 ―Apakah kamu pernah melihat bentuk seperti ini di sekitarmu?‖
2. Murid diminta menggambar satu bentuk datar yang mereka ketahui.

Instrumen Penilaian:

 Observasi dan catatan guru terhadap respon murid


 Hasil gambar sederhana murid

B. ASESMEN SAAT PEMBELAJARAN (Formative Assessment)

Tujuan: Menilai proses pemahaman murid saat pembelajaran berlangsung

Bentuk:

1. Lisan dan praktik langsung:


o Murid menjawab pertanyaan saat guru menjelaskan sifat-sifat bangun datar
o Murid mengelompokkan bentuk berdasarkan jumlah sisi dan sudut
2. Lembar kerja sederhana (LKPD):
o Contoh:
 Lingkari semua benda yang berbentuk persegi panjang
 Pasangkan gambar dengan nama bangunnya (contoh: gambar segitiga
↔ kata ―segitiga‖)

Instrumen Penilaian:
Rubrik observasi guru, hasil LKPD

C. ASESMEN SETELAH PEMBELAJARAN (Post-Assessment)

Tujuan: Mengukur pencapaian CP dan pemahaman menyeluruh murid terhadap bangun datar

Bentuk:
1. Soal Pilihan Ganda/Isian Singkat
o Contoh:
1. Bangun datar yang memiliki 4 sisi sama panjang adalah …
a. Segitiga
b. Persegi
c. Lingkaran
2. Sebutkan 2 bangun datar yang kamu tahu!
2. Tugas Projek Mini (opsional):
o Murid membuat kolase gambar dari majalah/koran yang berbentuk bangun
datar, lalu menamainya

Kepala SD Negeri 58 Tanete Guru Kelas II

NASRUL.A, [Link] NURFALILA HARIANTI, [Link]


Nip. 198307192007011004 Nip. 198307192007011004

Instrumen Penilaian:

 Kunci jawaban
 Rubrik proyek sederhana

D. PENILAIAN SIKAP DAN KETERAMPILAN

Kriteria Penilaian Sikap:

 Antusias dalam mengikuti kegiatan


 Kerja sama saat berdiskusi
 Bertanya saat tidak paham

Kriteria Penilaian Keterampilan:

 Ketepatan mengidentifikasi bentuk


 Ketelitian saat menggunting/menempel bentuk
 Kemampuan mengklasifikasi bentuk sesuai sifatnya

PENGAYAAN DAN REMEDIAL

A. Pengayaan

Tujuan: Memberikan tantangan tambahan kepada murid yang telah menguasai materi untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka.
Kegiatan Pengayaan:

1. Membuat Mini Ensiklopedia Bangun Datar


o Murid membuat buku kecil berisi gambar, nama, dan ciri-ciri bangun datar.
o Setiap murid menyertakan minimal 5 jenis bangun datar.
2. Mencari Bangun Datar di Sekitar Rumah/Sekolah
o Murid diminta memotret atau menggambar benda yang berbentuk segitiga,
persegi, persegi panjang, dan lingkaran di lingkungan sekitar.
3. Permainan: Tebak Bangun Datar!
o Murid bergiliran menggambar bangun di papan, teman lain menebak sambil
menyebutkan ciri-cirinya.

Bentuk Penilaian:

 Presentasi ensiklopedia
 Kuis visual
 Pengamatan keaktifan saat bermain

B. Remedial

Tujuan: Membantu murid yang belum memahami konsep dasar bangun datar untuk mencapai
tujuan pembelajaran minimal.

Langkah-langkah Remedial:

1. Pemberian Ulang Penjelasan dengan Alat Bantu Konkret


o Menggunakan benda nyata (piring, penghapus, buku) untuk menunjukkan
bentuk bangun datar.
2. Lembar Kerja Sederhana
o Menjodohkan gambar bangun datar dengan namanya.
o Mewarnai bangun datar sesuai instruksi.
3. Latihan Berulang Secara Berkelompok Kecil
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk penguatan materi.
4. Permainan Edukasi Interaktif
o Menggunakan kartu bentuk atau permainan digital untuk mengidentifikasi
bangun.

Bentuk Penilaian:

 Lembar kerja remedial


 Observasi keaktifan dalam kelompok
 Pertanyaan lisan sederhana
REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK

1. Refleksi Guru

Jawaban (contoh, sesuaikan dengan pengalaman


Pertanyaan Reflektif
nyata)
Apakah tujuan pembelajaran Sebagian besar murid telah mampu mengenali, mengurai,
telah tercapai? dan menyusun bangun datar sederhana.
Apa bagian dari pembelajaran Murid sangat antusias saat kegiatan menggunting dan
yang berjalan lancar? menyusun bangun datar dari kertas warna.
Apa bagian yang perlu diperbaiki Penjelasan konsep bangun datar masih perlu diperkuat
di pertemuan berikutnya? dengan lebih banyak contoh konkret.
Apa strategi yang paling
Belajar sambil bermain (menyusun bentuk dari potongan
membantu murid memahami
kertas) sangat membantu mereka memahami konsep.
materi?
Murid aktif berdiskusi dan mencoba menyusun ulang
Bagaimana peran murid selama
bangun datar, tetapi masih ada yang kesulitan mengenali
pembelajaran?
sifat bangun.

2. Refleksi Murid (Bisa dalam bentuk gambar atau pertanyaan sederhana)

Bentuk refleksi bisa berupa:

 Menggambar bangun datar yang paling disukai dan menjelaskan alasannya.


 Menjawab pertanyaan reflektif secara lisan atau tertulis:
o Apa yang kamu pelajari hari ini?
o Bangun datar mana yang paling mudah kamu kenali?
o Apa yang paling menyenangkan saat belajar bentuk?
o Apakah kamu bisa menyusun bentuk baru dari potongan-potongan kecil?

3. Tindak Lanjut dari Refleksi

Temuan Refleksi Tindak Lanjut


Masih ada murid yang bingung dengan Menyiapkan media bantu visual seperti kartu bentuk
nama bangun datar dan latihan tambahan
Memberikan tugas rumah menyusun bentuk dari
Murid senang menyusun bentuk
barang bekas atau kertas warna
Sebagian besar memahami melalui Memperbanyak aktivitas belajar berbasis permainan
permainan dan manipulatif
RUBRIK PENILAIAN

1. Aspek Pengetahuan

Skor 4 (Sangat Skor 1 (Perlu


Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup)
Baik) Bimbingan)
Menyebutkan Menyebutkan ≥5 Menyebutkan 4 Menyebutkan 2-3 Menyebutkan ≤1
nama bangun bangun datar bangun datar bangun datar, bangun datar,
datar dengan tepat dengan tepat sebagian tepat tidak tepat
Menjelaskan Menjelaskan sifat Menjelaskan Menjelaskan
Tidak dapat
sifat bangun dengan lengkap sebagian besar sebagian sifat, ada
menjelaskan sifat
datar dan benar sifat dengan benar kesalahan

2. Aspek Keterampilan

Skor 4 (Sangat Skor 1 (Perlu


Kriteria Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup)
Baik) Bimbingan)
Mengelompokkan
Mengelompokkan
Mengklasifikasi bangun datar Mengelompokkan Tidak dapat
cukup tepat, ada
bangun datar dengan sangat kurang tepat mengelompokkan
sedikit kesalahan
tepat dan rapi
Gambar tepat, Gambar cukup Gambar kurang Tidak dapat
Menggambar
rapi, dan sesuai tepat, sedikit tepat atau tidak menggambar
bangun datar
ukuran kurang rapi lengkap dengan tepat

3. Aspek Sikap

Skor 4 (Sangat Skor 2 Skor 1 (Perlu


Kriteria Skor 3 (Baik)
Baik) (Cukup) Bimbingan)
Sangat aktif dan Kurang aktif Tidak
Antusiasme Aktif mengikuti
semangat mengikuti dan kurang menunjukkan
dalam belajar pembelajaran
pembelajaran semangat semangat belajar
Kerja sama
Selalu bekerja sama Kadang bekerja Jarang bekerja Tidak mau bekerja
dalam
dengan baik sama dengan baik sama sama
kelompok

Petunjuk Penilaian:

 Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran (observasi) dan melalui lembar


kerja/asesmen tertulis.
 Nilai akhir dapat dihitung dengan menjumlahkan skor seluruh aspek dan dibagi jumlah
aspek.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Siswa


Matematika Kelas II SD/MI Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian


Pembelajaran (CP) Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Kurikulum Merdeka.
Jakarta: Kemendikbudristek.

Sumarmo, U. (2015). Berpikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajarannya.


Bandung: UPI Press.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Susanto, A. (2014). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:


Kencana.

Anda mungkin juga menyukai